<ul><li>Nama : Iip Saripudin </li></ul><ul><li>Kelas : II D PE </li></ul><ul><li>Tugas : Kurikulum dan Pembelajaran </li><...
BAB I KEBIJAKAN TEKNOLOGI  DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI <ul><li>Salah satu sumber yang besar dampaknya dalam menimbulkan ...
<ul><li>1. Makna teknologi, Jenis, dan Tingkatannya </li></ul><ul><li>Tingkatan Teknologi </li></ul><ul><li>Komponen-kompo...
<ul><li>Tingkatan Teknologi </li></ul><ul><li>Teknologi Operasi (operation teknologi) yaitu suatu teknologi yang diterpkan...
<ul><li>Prinsip-Prinsp ‘sociotecnical system’ bagi pengembangan desain organisasi </li></ul><ul><li>Jaga adanya kecocokan ...
Komentar <ul><li>Setelah mengkaji apa itu hakekat teknologi beserta tingkatan-tingkatannya, maka salah satu faktor yang me...
BAB II <ul><li>PENGEMBANGAN SUATU PERGURUAN TINGGI MELALUI PENDEKATAN “SOCIOTECHNICAL SYSTEM’ </li></ul><ul><li>Dalam nega...
Prinsip sociotechnical system bagi pengembangan suatu perguruan tinggi <ul><li>Kecocokan </li></ul><ul><li>Spesifikasi hal...
Komentar <ul><li>Setiap perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka pelaksanaan tridarmanya wajib mengembangkan desain orga...
BAB III <ul><li>BAGAIMANA ME-’REDESIGN’ POLA MANAJEMEN PENDIDIKAN DI INDONESIA. </li></ul><ul><li>Pendekatan psikososial <...
Lima konsef yang dapat diimplementasikan dalam menstruktur tugas kelompok <ul><li>Membentuk unit-unit kerja secara wajar <...
Komentar <ul><li>Jumlah dan kualitas lulusan lembaga pendidikan harus sesuai dengan tuntutan proses pembangunan bangsa ser...
BAB IV <ul><li>PEMBINAAN PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN MELALUI SUPERVISI INSTRUKSIONAL </li></ul><ul><li>Kepemimpinan s...
Komentar <ul><li>Dalam rangka pencapaian mutu proses belajar mengajar yang tinggi serta tingkat produktivitas sistem pendi...
BAB V  USAHA SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN PENGGUNAAN MEDIA INSTRUKSIONAL DI LEMBAGA PENDIDIKAN <ul><li>Media komunikasi m...
komentar <ul><li>Tugas dan tanggung jawab administrator pendidikan  terutama sekali supervisor pengajaran, untuk dapat men...
BAB VI PENGEMBANGAN SISTEM PENGHARGAAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI INDONESIA <ul><li>Motivasi kerja tenag...
Komentar <ul><li>Sistem penghargaan yang diberikan pemerintah maupun LPTK-LPTK di Indonesia kepada para tenaga kependidika...
<ul><li>TERIMA KASIH </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pengembangan Pendidikan

1,338

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,338
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
23
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengembangan Pendidikan

  1. 1. <ul><li>Nama : Iip Saripudin </li></ul><ul><li>Kelas : II D PE </li></ul><ul><li>Tugas : Kurikulum dan Pembelajaran </li></ul><ul><li>Judul Buku : Pengembangan Pendidikan </li></ul><ul><li>Pengarang : Soejono Trimo, MLS </li></ul><ul><li>Tahun Terbit :1986 </li></ul><ul><li>Penerbit :Remaja Karya CV </li></ul><ul><li>Tebal :213 Halaman </li></ul>
  2. 2. BAB I KEBIJAKAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI <ul><li>Salah satu sumber yang besar dampaknya dalam menimbulkan perubahan-perubahan itu adalah kemajuan dan perkembangan sains dan teknologi dewasa ini yang amat cepat,Dalam masyarakat dan kondisi tertentu seiring kemajuan dan perkembagan mereka tidak berlanngsung secara simultan </li></ul>
  3. 3. <ul><li>1. Makna teknologi, Jenis, dan Tingkatannya </li></ul><ul><li>Tingkatan Teknologi </li></ul><ul><li>Komponen-komponen kebijakan teknologis </li></ul><ul><li>2. Pengembangan Organisasi Memerlukan Pendekatan ‘sociotechnical system’ </li></ul><ul><li>Pada waktu ini telah banyak dilakukan pendesainan kembali pekerjaan yang berdasarkan kelompok dalam organisasi dengan menggunakan pendekatan psikologi sosial . </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Tingkatan Teknologi </li></ul><ul><li>Teknologi Operasi (operation teknologi) yaitu suatu teknologi yang diterpkan pada shop level, teknologi ini merupakan yang paling sederhana dan umum </li></ul><ul><li>Materialis Teknology, yaitu suatu konsep yang terutama yang didasarknn atas analis atau materi-materi yang di proses oleh suatu organisasi. </li></ul><ul><li>Knowledge Teknolgy, yaitu karakteristik pengetahuan yang dipergunakan dalam alat kerja </li></ul><ul><li>Komponen-komponen kebijakan teknologis </li></ul><ul><li>Hasil-hasil yang dapat dikuantifikasikan, seperti : produk-produk dan pelyanan-pelayanann yang dapat di berikan </li></ul><ul><li>Aspek-aspek yang kurang dapat dikuantifikasikan namun bersifat potensial kritis, seperti : unsur-unsur sosial. </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Prinsip-Prinsp ‘sociotecnical system’ bagi pengembangan desain organisasi </li></ul><ul><li>Jaga adanya kecocokan </li></ul><ul><li>Spesifikasi tentang hal-hal yang kritis harus minimal </li></ul><ul><li>Perlu adanya kontrol penyimpangan </li></ul><ul><li>Gunakan prinsip ‘multifungsional’ </li></ul><ul><li>Dalam menyusun desain organisasi perlu diingat batas-batas lokasi </li></ul><ul><li>Desainlah alur informasi secara tepat </li></ul><ul><li>Binalah kesearahan’support’ dalam organisasi </li></ul><ul><li>Susunlah desain organisasi yang menghargai nilai-nilai manusiawi </li></ul><ul><li>Kendalikanlah dengan bijaksana organisasi yang berada dalam masa transisi </li></ul><ul><li>Jangan terbuai oleh’kan dan sampai dimana pengembangan organisasi itu selesai’ </li></ul><ul><li>Faktor-Faktor yang mempengaruhi kebijakan teknologis </li></ul><ul><li>Faktor umum </li></ul><ul><li>Sains </li></ul><ul><li>Ekonomi </li></ul><ul><li>Penelitian dan pengembangan </li></ul><ul><li>Kebijakan dan peraturan pemerintah </li></ul><ul><li>Opini umum </li></ul><ul><li>Karakteristik organisasi </li></ul>
  6. 6. Komentar <ul><li>Setelah mengkaji apa itu hakekat teknologi beserta tingkatan-tingkatannya, maka salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan ialah kemajuan dan perkembangan teknologi di dunia ini. </li></ul>
  7. 7. BAB II <ul><li>PENGEMBANGAN SUATU PERGURUAN TINGGI MELALUI PENDEKATAN “SOCIOTECHNICAL SYSTEM’ </li></ul><ul><li>Dalam negara-negara yang sedang berkembang, terutama sekali indonesia yang tingkat eskalasi pembangunannya telah mencapai titik yang rawan menjelang upaya tinggal landasnya, prubahan-perubahan lingkungan tebilang tinggi </li></ul>
  8. 8. Prinsip sociotechnical system bagi pengembangan suatu perguruan tinggi <ul><li>Kecocokan </li></ul><ul><li>Spesifikasi hal-hal yang rawan harus minimal </li></ul><ul><li>Kontrol atas penyimpangan </li></ul><ul><li>Prinsip multifungsional </li></ul><ul><li>Batas-batas lokasi </li></ul><ul><li>Alur informasi yang tepat </li></ul><ul><li>Kesearahan ‘support’ </li></ul><ul><li>Daerah organisasi menghargai nilai-nilai manusiawi </li></ul><ul><li>Kendalikan organisasi dalam masa transisi </li></ul><ul><li>Jangan bertanya kapan selesainya pendekatan organisasi </li></ul>
  9. 9. Komentar <ul><li>Setiap perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka pelaksanaan tridarmanya wajib mengembangkan desain organisasinya sedemikian ripa sehingga mampu menyesuaikan dirinya, bahkan turut mengendalikan dengan lingkungannya yang terus berkembang dan banyak mengandung ketidakpastian itu </li></ul>
  10. 10. BAB III <ul><li>BAGAIMANA ME-’REDESIGN’ POLA MANAJEMEN PENDIDIKAN DI INDONESIA. </li></ul><ul><li>Pendekatan psikososial </li></ul><ul><li>Desain tugas kelompok </li></ul><ul><li>Komposisi kelompok </li></ul><ul><li>Norma-norma kelompok </li></ul><ul><li>Hakekat kelompok kerja </li></ul><ul><li>Kelompok formal </li></ul><ul><li>Kelompok tuags temporer </li></ul><ul><li>Kelompok informal </li></ul>
  11. 11. Lima konsef yang dapat diimplementasikan dalam menstruktur tugas kelompok <ul><li>Membentuk unit-unit kerja secara wajar </li></ul><ul><li>Melakukan pengombinasian tugas-tugas (pekerjaan) </li></ul><ul><li>Bina hubungan antara masyarakat (orang tua murid) dengan stsf pengajar </li></ul><ul><li>Desainlah tugas pekerjaan yang mengandung ‘vertikal loading’ </li></ul><ul><li>Membina jalur-jalur umpan balik </li></ul>
  12. 12. Komentar <ul><li>Jumlah dan kualitas lulusan lembaga pendidikan harus sesuai dengan tuntutan proses pembangunan bangsa serta serta sistem nilai yang dianut oleh bangsa yang bersangkutan. Disamping itu, harus pula memenuhi motivasi dasar anak didik pada waktu ia memasuki lembaga pendidikan tersebut. </li></ul>
  13. 13. BAB IV <ul><li>PEMBINAAN PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN MELALUI SUPERVISI INSTRUKSIONAL </li></ul><ul><li>Kepemimpinan supervisor dan guru sebagai individu </li></ul><ul><li>Perbedaan dalam latar belakang pendidikan dan propesi </li></ul><ul><li>Perbedaan dalam orientasi profesional guru </li></ul><ul><li>Perbedaan dalam objektivitas dan keterampilan dalam ‘self analysis’ </li></ul><ul><li>Perbedaan dari para guru bila ditinjau dari kesehatan dan vitalitas yang mereka miliki </li></ul><ul><li>Perbedaaan kulifikasi para guru untuk kepemimpinan </li></ul><ul><li>Perbedaan dalam faktor psikologis </li></ul><ul><li>Perbedaan yang disebabkan oleh pengalaman mengajar </li></ul><ul><li>Persyaratan-persyaratn tertentu dari seorang supervisor,yakni </li></ul><ul><li>Penguasaannya atas teori administrasi pendidikan </li></ul><ul><li>Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan ‘tugas-tugas kritis’ pekerjaan supervisi </li></ul><ul><li>Memilik know-how dalam supervisi </li></ul>
  14. 14. Komentar <ul><li>Dalam rangka pencapaian mutu proses belajar mengajar yang tinggi serta tingkat produktivitas sistem pendidikan disekolah-sekolah yang tinggi, epektif dan efisien kita tidk dapat hanya mengandalkan produk LPTK saja, tetapi seyogyanya dibarengi oleh kebijakan-kebjakan , pengembangan struktur organisasi dilingkungan instansi-instansi vertikal Depdikbud di setiap Provinsi. </li></ul>
  15. 15. BAB V USAHA SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN PENGGUNAAN MEDIA INSTRUKSIONAL DI LEMBAGA PENDIDIKAN <ul><li>Media komunikasi mendorong terbinanya teknologi pendidikan </li></ul><ul><li>Kesalahan utama guru dalam memilih dan menggunakan alat-alat pengajaran </li></ul><ul><li>Prosedur pemilihan media instruksional yang tepat </li></ul><ul><li>Kriteria penilaian atas media instruksianal </li></ul>
  16. 16. komentar <ul><li>Tugas dan tanggung jawab administrator pendidikan terutama sekali supervisor pengajaran, untuk dapat mengimplementasikan dalam proses belajar mengajar di sekolahnya, serta memfasilitaskan pengembangan pengetahuan profesional para guru dalam hal penyeleksian dan pendayagunaan media instruksioal yang merupakan salah satu dimensi dari teknologi pendidika tersebut . </li></ul>
  17. 17. BAB VI PENGEMBANGAN SISTEM PENGHARGAAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI INDONESIA <ul><li>Motivasi kerja tenaga kependidikan </li></ul><ul><li>Jika motivasi itu dipandang sebagai ciri kepribadian </li></ul><ul><li>Motivasi dipandang sebagai suatu keadaan </li></ul><ul><li>Keadaan lingkungan LPTK yang dihadapi para pendidik </li></ul><ul><li>Budaya dan struktur masyarakat </li></ul><ul><li>Beberapa langkah yang telah dijalankan </li></ul><ul><li>Sistem nilai di kalangan tenaga kependidikan di Indonesia </li></ul><ul><li>Konsep ‘social learning theory’ dalam sistem penghargaan </li></ul><ul><li>Konsep-konsep dasar dalam social learning theory </li></ul><ul><li>Pola sistem penghargaan yang seyogyanya dibina </li></ul>
  18. 18. Komentar <ul><li>Sistem penghargaan yang diberikan pemerintah maupun LPTK-LPTK di Indonesia kepada para tenaga kependidikan telah memadai, hanya saja ada beberapa faktor utama dalam lingkungan dan dalam diri pribadi tenaga kependidikan yang menjadi penghambattercapainya kepuasan dikalangan para tenaga kependidikan di LPTK-LPTK tersebut, sehingga tingkat performasi kerja kurang mencapai sasaran sebagaimana yang diharapkan. </li></ul>
  19. 19. <ul><li>TERIMA KASIH </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×