Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Home > manajemen > Makalah Manajemen PendidikanMakalah Manajemen Pendidikan<p>Your browser does not support iframes.</p>Ma...
2.                                      Rumusan                                        MasalahManajemen sekolah merupakan ...
Perasaan personil diakui dan dihargai atas prestasi kerjanya       Saling menunjukan keteladanan       Disiplin kerja yang...
Kebudayaan itu dipelajari bukan bersifat instingtif       Kebudayaan itu ditanamkan       Kebudayaan itu bersifat gagasan ...
lingkungan,         piket,     ruangan        kelas,       dan        ruangan      perpustakaan.1.                        ...
nasoinalisme telah terkubur hari ini. Cita-cita Indonesia antara masa lalu, saat ini, dan masa yangakan datang hendak dita...
sutu dilalektika yang menuju Indonesia baru. Namun hal ini tidak mudah, pendapat-pendapatfakta, komunikasi kedua kaum ini ...
Pertama, mempengaruhi perilaku orang lain. Kepe-mimpinan dalam organisasi diarahkan       untuk mempengaruhi orang-orang y...
PENGARUH KEPEMIMPINAN1                  Pengertian                   Pengaruh                    KepemimpinanPerubahan yan...
Pemimpin adalah jabatan dan jabatan adalah kepercayaan kewajiban pemimpin adalahmempertahankan kepercayaan untuk melaksana...
diwujudkan ? Tugas-tugas pokok apakah yang harus dilakukan oleh organisasi agar visi ataukondisi masa depan organisasi tad...
standar ini bersifat dinamis, artinya standar itu selalu bisa ditingkatkan. Sehingga memungkinkanterjadinya peningkatan mu...
baik itu menyangkut cara kerja maupun barang dan jasa yang dihasilkan. Tentu semua itudilakukan melalui proses uji coba da...
relatif, bukan absolut. Setidaknya begitulah pengertian mutu menurut MMT. Pimpinan dalamMMT dianjurkan melakukan pem-bandi...
mutu kepemimpinannya, dalam arti makin baiklah suasana kerja yang kondusif untuk terciptanyamutu, dan makin kuatlah dorong...
B. Saran-Saran       Untuk meningkatkan kinerja personil sekolah sebaiknya kunjungan antar sekolah sering       dilakukan ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah manajemen pendidikan

12,495 views

Published on

Makalah manajemen pendidikan

  1. 1. Home > manajemen > Makalah Manajemen PendidikanMakalah Manajemen Pendidikan<p>Your browser does not support iframes.</p>Makalah Manajemen Pendidikan merupakan makalah yang membahas ruanglingkup daripendidikan, Orientasi studi manajemen pendidikan masih cenderung melihat sesuatu yangtampak di mata (tangible), kurang memperhatikan sesuatu yang tidak kelihatan (intangible)seperti nilai, tradisi dan norma yang menjadi budaya organisasi, dan ada di dalam sebuahorganisasi.Latar Belakang Makalah PendidikanPenyelenggaraan pendidikan di sekolah dipandang sebagai suatu sistem “dimana komponen-komponen system itu saling ketergantungan sehingga berhubungan dan saling menentukankeberhasilan suatu sistem, kegagalan suatu sekolah diakibatkan oleh gangguan sub sistem itu.Kepala sekolah yang menjalankan kepemimpinannya harus mampu mengatasikegagalan/hambatan sub sistem agar tercapai kesempurnaan sistem itu.Hal ini didukung oleh pakar pendidikan Prof. Dr. Oteng Sutisna, M,Sc. Guru besar FKIP dalambukunya “Berpikir System” terbitan 1984, hal. 76. Perkembangan Ilmu pengetahuan danteknologi dari negara-negara maju sangat cepat, sangat cepat pula merupabah pola pikirmasyarakat, hal ini mengakibatkan program pendidikan dan pengajaran lebih ketinggalan biladibandingkan dengan kebutuhan masyarakat, hal ini merupakan tantangan bagi penyelenggaraanpendidikan agar tidak statis dalam menambah wawasan dari berpikir dinamis untukmenghasilkan tamatan yang berkualitas.Pengaruh kepemimpinan bisa diartikan, dampak akibat kebijakan dan keputusan yang dilakukanoleh seorang pimpinan dalam hal ini Kepala sekolah. Bila dalam menentukan keputusan dankebijaksanaan salah maka akan terjadi dampak-dampak negatif yang berakibat kegagalan dalammencapai tujuan. Bisanya muncul Konflik antar personil Semangat kerja menurun Disiplin kerja rendah Tidak merasa memiliki dan merasa tanggung jawab bersama Tidak muncul keteladanan Fungsi-fungsi manajemen tidak diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. Iklim kerja tidak menyenangkan Persoalan dan permasalahan tertutup
  2. 2. 2. Rumusan MasalahManajemen sekolah merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikandan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi tamatan (out put), olehkarena itu dalam menjalankan kepemimpinan, harus berpikir “sistem” artinya dalampenyelenggaraan pendidikan di sekolah komponen-komponen terkait seperti: guru-guru, staffTU, Orang tua siswa/Masyarakat, Pemerintah, anak didik, dan lain-lain harus berfungsi optimalyang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan.Tantangan lembaga pendidikan (sekolah) adalah mengejar ketinggalan artinya kompetisi dalammeraih prestasi terlebih dalam menghadapi persaingan global, terutama dari Sekolah MenengahKejuruan dimana tamatan telah memperoleh bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagaitenaga professional tingkat menengah hal ini sesuai dengan tuntunan Kurikulum SMK 2004.Tantangan ini akan dapat teratasi bila pengaruh kepemimpinen sekolah terkonsentrasi padapencapaian sasaran dimaksud. Pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah disamping mengejarketinggalan untuk mengatasi tantangan tersebut di atas, hal-hal lain perlu diperhatikan: Ciptakanketerbukaan dalam proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Ciptakan iklim kerjayang menyenangkan Berikan pengakuan dan penghargaan bagi personil yang berprestasiTunjukan keteladanan Terapkan fungsi-fungsi manajemen dalam proses penyelenggaraanpendidikan, seperti: Perencanaan Pengorganisasian Penentuan staff atas dasar kemampuan,kesanggupan dan kemauan Berikan bimbingan dan pembinaan kearah yang menuju kepadapencapaian tujuan Adalah kontrol terhadap semua kegiatan penyimpangan sekecil apapun dapatditemukan sehingga cepat teratasi Adakan penilaian terhadap semua program untukmengukurkeberhasilan serta menemukan cara untuk mengatasi kegagalan.3. Tujuan Pembahasan Masalah 1. Kemampuan berpikir sistem artinya memahami bahwa suatu kesatuan yang utuh didukung oleh komponen-komponen (bagian-bagian) yang satu sama lain saling ketergantungan apabila komponen-komponen itu tidak berjalan maka tidak akan terbentuk suatu kesatuan yang utuh dalam hal ini bisa diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Agar proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah merupakan suatu kesatuan yang utuh maka program akan berjalan dengan lancar dan tujuan akan tercapai. 2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan tantangan. Kepemimpinan suatu lembaga pendidikan merupakan wawasan yang perlu dipahami agar pengaruh pimpinan sekolah diarahkan kepada peningkatan semua tenaga kependidikan (guru tata usaha) berpikir dinamismenuju pencapaian/prestasi siswa sebagai objek pendidikan. 3. Pengaruh pimpinan dalam melaksanakan tugasnya harus berorientasi kepada terciptanya: Keterbukaan Iklim kerja yang menyenangkan
  3. 3. Perasaan personil diakui dan dihargai atas prestasi kerjanya Saling menunjukan keteladanan Disiplin kerja yang optimal Penerapan manajemen sekolah yang sempurna BAB II LANDASAN TEORIOrientasi studi manajemen pendidikan masih cenderung melihat sesuatu yang tampak di mata(tangible), kurang memperhatikan sesuatu yang tidak kelihatan (intangible) seperti nilai, tradisidan norma yang menjadi budaya organisasi, dan ada di dalam sebuah organisasi. Beberapa tahunterakhir orangbanyak beranggapan bahwa strategi, struktur, dan sistem adaah fokus dan faktoryang menjadi pendorong kusuksesan organisasi. Namun menurut Ouchi (1983) dan Key (1999)menyatakan bahwa kesuksesan organisasi justru terletak pada budaya organisasi yang meliputinilai, tradisi, norma, yang direkat oleh kepercayaan, keakraban dan tanggung jawab yangmenentukan kesuksesan organisasi.Sedangkan menurut Basri (2004) menyatakan bahwa budaya organisasi dapat dijadikan sebagaikekuatan organisasi apabila budaya organisasi tersebut dikelola dengan baik. Untuk dapatmengelola budaya organisasi diperlukan pimpinan yang transformatif, memahami filosofiorganisasi, mampu merumuskan visi, misi organisasi, dan menerapkannya melalui prosesperencanaan organisasi. Dalam tulisan ini akan diulas secara ringkas manajemen pendidikandilihat dari perspektif nilai dan budaya organisasi, walaupun banyak hal yang bisa dilihat darisudut padang berbeda. Pendekatan nilai dan budaya organisasi ini cenderung lebihmempengaruhi dalam pengambilan keputusan.Organisasi lembaga pendidikan adalah suatu organisasi yang unik dan kompleks karena lembagapendidikan tersebut merupakan suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Tujuannya antara lainadalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuanakademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazahilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untukmeningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Demikiankomleksnya organisasi tersebut, maka dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswakhususnya dan masyarakat pada umumnya organisasi perlu dikelola dengan baik. Oleh sebab itulembaga pendidikan perlu menyadari adanya pergeseran dinamika internal (perkembangan danperubahan peran) dan tuntutan eksternal yang semakin berkembang.Menurut Jacques (1952) yang dikutip Hasri (2004), budaya organisasi didefinisikan sebagaiberikut:“the culture of the factory is its customary and traditional way of thinking and doing ofthings, which shared to a greater or lesser degree by all its member, and which new membersmust learn, and at least partially accept, in order to be accepted into service in the firm”Sedangkan menurut Manan (1989) ada tujuh karakteristik budaya dasar yang bersifat universalyaitu:
  4. 4. Kebudayaan itu dipelajari bukan bersifat instingtif Kebudayaan itu ditanamkan Kebudayaan itu bersifat gagasan (idetional0, kebiasaan-kebiasaan kelompok yang dikonsepsikan atau diungkapkan sebagai norma-norma ideal atau pola perilaku Kebudayaan itu sampai pada suatu tingkat meuaskan individu, memuaskan kebutuhan biologis dan kebutuhan ikutan liannya Kebudayaan itu bersifat integratif. Selalu ada tekanan ke arah konsistensi dalam setiap kebudayaan Kebudayaan itu dapat menyesuaikan diri.Schein (1985) memberi definisi bahwa budaya organisasi adalah pola asumsi dasar yang telah ditemukan suatu kelompok, ditentukan, dan dikembangkan melalui proses belajar untuk menghadapi persoalan penyesuaian (adaptasi) kelompok eksternal dan integrasi kelompok internal.Pendapat lain tentang budaya organisasi menyatakan bahwa budaya organisasi mengacu padasuatu sistem pemaknaan bersama yang dianut oleh anggota organisasi dalam bentuk nilai, tradisi,keyakinan (belief), norma, dan cara berpikir unik yang membedakan organisasi itu dariorganisasi lainnya (Ouchi, 1981).Berdasarkan berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwabudaya organisasi di lembaga pendidikan adalah pemaknaan bersama seluruh anggota organisasidi suatu lembaga pendidikan yang berkaitan dengan nilai, keyakinan, tradisi dan cara berpikirunik yang dianutnya dan tampak dalam perilaku mereka, sehingga membedakan antara lembagapendidikan dengan lembaga pendidikan lainnya.Terbentunya sikap saling percaya bahwa kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan kepadabawahan akan memberikan daya rekat (social glue), tetapi ada beberapa karyawan yang tidakbisa mengemban amanah kepercayaan tersebut. Beberapa datang tidak tepat waktu, karenamereka beranggapan bahwa pimpinan mereka kurang layak menjadi pemimpin (tidak dapatmemimpin jalannya sidang/rapat). Keakraban Disamping kepercayaan yang diberikan pimpinankepada karyawan, keakraban sesama karyawan juga merupakan hal yang menonjol dalamlembaga pendidikan. Fakta membuktikan bahwa pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan olehseorang karyawan akan dibantu karyawan lain yang mempunyai kelonggaran waktu. Kejujurandan Tanggung Jawab lembaga pendidikan yang berkyualitas menekankan perlunya kejujuran dantangggung jawab. Tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaannya terlihat dari kebersihan
  5. 5. lingkungan, piket, ruangan kelas, dan ruangan perpustakaan.1. Pengertian KinerjaKinerja (performance) atau prestasi kerja atas pencapaian kerja adalah suatu kemampuan yangdiukur berdasarkan pelaksanaan tugas sesuai dengan uraian tugasnya (Notomirjo, 1992, 23).2. Pengertian Personil SekolahPersonil sekolah adalah orang-orang yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pendidikan disekolah. (Drs. NA Ametembun Administrasi Personil, 1983, 19).3. Fungsi SekolahSekolah adalah lembaga resmi yang menyelenggarakan proses pembelaaran antara guru danmurid sehingga timbul interaksi alammenambah pengetahuan, keterampilan dan sikap.4. Upaya Meningkatkan Kinerja Personil SekolahUsaha yang paling menentuka dalam meningkatkan kinerja personil sekolah terletak padakepemimpinan sekolah, pemimpin harus mampu memberikan pengaruh agar semua bawahanguru-guru dan staff tata usaha agar berpartisipasi aktif secara maksimal dalam pencapaian tujuansecaraPengaruh pemimpin agar para personil berpartisipasi secara maksimal antara lain: 1. Kesejahteraan baik lahir maupun batin memperoleh perhatian yang serius dari pimpinan. 2. Pemecahan permasalahan dilandasi oleh sikap keterbukaan 3. Pengakuan dan penghargaan atas prestasi kerja personil diperhatikan oleh pimpinan. 4. Penerapan manajemen sekolah didasari atas kemampuan, kesanggupan dan kemauan personil. 5. Pemimpin bertindak sebagai motivator 6. Pemimpin bertindak sebagai dinamisator 7. Menciptakan kerja sama yang harmonis 8. Menghindari konflik antara personil 9. Arif, bijaksana bila mengambil keputusan bagi setiap personil tanpa membeda-bedakan individual. 10. Hilangkan sikap suka dan tidak suka terhadap personil sekolah 11. Menciptakan rasa persaudaraan (sense of belonging).Sumpah Pemuda 28 oktober 1928 adalah menjadi tonggak kebangkitan kaum muda untukberikar tentang satu Indonesia. Dimana pemaknaan tersebut makin kabur, seakan-akan proyek
  6. 6. nasoinalisme telah terkubur hari ini. Cita-cita Indonesia antara masa lalu, saat ini, dan masa yangakan datang hendak ditakar dengan takaran yang sama. Janji-janji meningkatkan kesejahteraanrakyat hannya sebatas wancana-wancana yang tak kunjung implementasinya. SepertinyaIndonesia selesai setelah terlepas dari belenggu penjajahan dan berdaulat secara politik. Salahbesar jika pemikiran kolektif ini terus terpelihara.Keindonesaiaan adalah proyek yang terus bergerak, Indonesia harus mempunyai pandanganlogika kepentingan masa yang berbeda. Musuh yang amat nyata saat ini kemiskian,ketidakadilan, kebodohan, pengangguran dan korupsi. Inilah wajah Indonesia yang telahmembuat tinding tebal sampai hari ini. Apakah ada cara untuk membongkar dinding tebal itu?Satu-satunya jalan adalah Pemimpin yang mempunyai jiwa pemberani Revolusioner.Opini-opni fakta, dimana kaum tua gagal dalam meneguhkan cita-cita keindonesiaan yangmoderen. Warisan kultur Orde baru masih sangat kental mempengaruhi cara kepemimpinanpolitik kaum tua, bahkan ide reformasi dan demokratisasi pun gagal yang ditafsirkan kedalambentuk kebijakan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat kecil. Pemilu gagal melahirkanpemimpin yang revolusioner seperti Hugo Chves yang berani menentang intervensi Amerikadalam politik dan ekonomi di Venezuela. Idealnya Tokoh-tokoh seperti ini yang harus ditampilakan dalam pemilu 2009 nanti.Selama ini pemilu hanya di dominasi oleh kaum tua dan wajah-wajah lama warisan Orde Baru,alhasil tidak menjadi obat yang mujarab bagi Indonesia hari ini. Maka wancana kepemimpinankaum muda menjadi alternative pemimpin 2009 nanti, kemudian di hadirkan sebagi upayamengembalikan proyek-proyek keindonesiaan yang gagal dipimpin oleh kaum tua. Cita-citaberbangsa dan bernegara hendak diarahkan kembali pada konsep mulianya, seperti yangdipertegas dalam pembukaan UUD 45, menciptakan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyatIndonesia, melindunggi bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan ikut melaksanakanketertiban dunia yang berdasarkan perdamaiyan abadi dan keadilan sosilal. Pembukaan UUD1945 merupakan puncak dari proyek keindonesiaan, untuk menciptakannya diperlukanpemimpin yang yang berorientasi pada properubahan.Pada perayaan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2007 lalu, melahirkan iklar bersama: saatnyakaum muda memimpin tokoh-tokoh muda seperti Sukardi Rinakit, Faisal Basri, Yudi Latif, RayRangkuti, Efendi Ghazali dan tokoh-tokoh kaum muda lainnya (lihat Tempo Sabtu,3/11) denganlantang meneriakan kebangkitan kaum muda dan masyarakat luas merindukan hadirnyapemimpin muda. Jelas bawha pendeklarasian ikrar oleh kaum muda dipicu kekecewaan yangmendalam yang melihat pemerintahan yang selama ini dipimpin oleh kaum tua yang tidakbervisi, dan penuh dengan atmosfer kepentingan. Sebelum kita beranjak lebih jauhkepemimpinan kaum muda dalam politik praktis, muncul satu pertanyaan yang mendasar apakahkepemimpinan kaum muda nantinya bisa meramu suatu solusi untuk menyelamatkan Indonesiadari kemiskian, ketidakadilan, kebodohan, pengangguran dan korupsi yang menjadi potret kelamwajah negeri ini?Berbicara tentang kombinasi yang seharusnya harmonis, idealnya semangat kaum muda dikombinasikan dengan pengalaman kaum tua sehingga tecipta sutu dialong-dialong yang bersiatemansipatoris antara kaum muda dan kaum yang berpengalaman, sehingga nantinya tercipata
  7. 7. sutu dilalektika yang menuju Indonesia baru. Namun hal ini tidak mudah, pendapat-pendapatfakta, komunikasi kedua kaum ini tidak sejalan, karena arogansi kaum tua, mereka mengklaimkaum tua yang lebih berpengalaman, sedangan kaum muda penuh dengan keidialisannya. Meskiterkesan klise dialog adalah jawabannya.Krisis kepercayaan intelektual kepemimpnan kaum tua telah membawa peluang kaum mudauntuk melangkah pada pemilu 2009 nanti, namu muncul pesimisme munkinkah pemilu 2009melahirkan seorang pemimpin muda politik untuk menjadi Presiden. Tantangan-tantangan yangmenghalagi tampilnya tokoh-tokoh muda alternative adalah minimnya partai-partai yangmendukung ide kepemimpinan kaum muda, ini merupakan pokok permasalahan yang krusial.Jaringan-jaringan yang pro terhadap kepemimpinan kaum muda adalah lebih didominasi olehaktivis-aktivis yang independent yang tidak brfaliasi dengan partai-partai politik. Permasalahanini muncul dikarenakan kurangnya respon oleh tokoh-okoh partai politik terhadap kepemimpinankaum muda, sehingga kepemimpinan kaum muda agak sulit diperjuangkan.Dalam system politik yang dihegomonikan partai, memang terasa sulit bagi prodemokrasi untukmelakukan revolusi pemerintahan, karena tidak ada dukungan dari partai sebab di dalamkonsesus nasionalhanya dimungkinkan dilakukan partai politik untuk berhak mengajukan calon-calon pimpinan pimpinan untuk dipilah dalam pemelihan umum.Melihat partai-partai yang hegomoni seperti Partai golkar, Partai Demokrasi PerjuanganIndonesia, dan Partai Demokrat dimana pucuk ketua pimpinan dipegang oleh kaum-kaum tua,sulit sekali buat memajukan tokoh muda alternative, baik didalm tubuh partai maupun di luarpartai. Minimnya partai-partai yang yang pro terhadap pimpinan muda akan menyulitkanmasyarakat yang pro terhadap kepemimpinan kaum muda melakukan perubahan. Seperti yangdikatakan tokoh politik Abdul Gafur Sangaji, partai-partai hanya melakuakn daur ulang terhadaptokoh-tokoh tua yang sudah ada.Tokoh-tokoh prodemokrasi sangat kecewa dengan partai-partai politik dikarenakan tidaktersedianya space bagi tokoh-tokoh muda didalam tubuh partai maupun di luar partai inimenyulitkan tokoh-tokoh muda untuk bisa melakukan perubahan, terlebih lagi tokoh-tokohprodemokrasi bersikap antipartai yang mana lebih menyulitkan lagi untuk tokoh-tokoh mudauntuk menjadi pemimpin alternative. Seharusnya tokoh-tokoh prodemokrasi lebih mendekatkandiri pada partai politik, karena partai politiklah yang merupakan isatu-satunya demokrasi yangbisa mencapai kekuasaan. Semakin banyaknya aktivis demokrasi yang menyebar kedalam tubuhpartai, kemungkinan besar peluang kekuasaan dipegang oleh tokoh-tokoh kepemimpinan mudauntuk membawa negeri ini ke jalur mulianya. MANAJEMEN PEDIDIKANA. Pengertian KepemimpinanKepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi perilaku orang-orang lain agar maubekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Definisi itu mengandung dua pengertian pokokyang sangat penting tentang kepemimpinan, yaitu
  8. 8. Pertama, mempengaruhi perilaku orang lain. Kepe-mimpinan dalam organisasi diarahkan untuk mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya, agar mau berbuat seperti yang diharapkan ataupun diarahkan oleh orang yang memimpinnya. Motivasi o-rang untuk berperilaku ada dua macam, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Dalam hal motivasi ekstrinsik perlu ada faktor di luar diri orang tersebut yang mendorongnya untuk berperi-laku tertentu.Dalam hal semacam itu kepemimpinan adalah faktor luar. Sedang motivasi intrinsik daya doronguntuk berperilaku tertentu itu berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Jadi semacam adakesadaran kemauan sendiri untuk berbuat sesuatu, misalnya memperbaiki mutu kerjanya.Kepemimpinan yang merupakan faktor eksternal tadi, harus selalu dapat memotivasi anggotaorganisasi perguruan tinggi untuk melakukan perbaikan-perbaikan mutu. Tetapi kalau setiap kalidan dalam setiap hal harus memberi perintah atau pengarahan, itu akan menimbulkan kesulitan.Kalau setiap melakukan pekerjaan dengan baik itu harus dengan perintah pimpinan, dan kalautidak ada perintah pimpinan tidak dilakukan pekerjaan dengan baik, maka perbaikan mutukinerja yang terus menerus akan sulit diwujudkan.Oleh karena itu MMT mengajarkan agar kepemimpinan itu selain untuk memberi pengarahanatau perintah tentang hal-hal yang perlu ditingkatkan mutunya, juga perlu digunakan untukmenumbuhkan motivasi intrinsik, yaitu menumbuhkan kesadaran akan perlunya setiap orangdalam perguruan tinggi itu selalu berupaya meningkatkan mutu kinerjanya masing-ma-singsecara individual maupun bersama-sama sebagai kelompok ataupun sebagai organisasi. Kedua, kepemimpinan harus diarahkan agar orang-orang mau berkerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi perilaku yang ditimbulkan oleh kepemimpinan itu berupa kesediaan orang-orang untuk saling bekerjasama mencapai tujuan organisasi yang disepakati bersama. Dalam implementasinya kepemimpinan MMT yang berhasil adalah yang mampu menumbuhkan kesadaran orang-orang dalam perguruan tinggi untuk melakukan peningkatan-peningkatan mutu kinerja dan terciptanya kerjasama dalam kelompok-kelompok untuk meningkatkan mutu kinerja masing-masing kelompok maupun kinerja perguruan tinggi secara terpadu. Adanya kerjasama-kerjasama kelompok merupakan salah satu kunci keberhasilan MMT.Dalam proses tersebut pimpinan membimbing, memberi pengarahan, mempengaruhi perasaandan perilaku orang lain, memfasilitasi serta menggerakkan orang lain untuk bekerja menujusasaran yang diingini bersama. Semua yang dilakukan pimpinan harus bisa dipersepsikan olehorang lain dalam organisasinya sebagai bantuan kepada orang-orang itu untuk dapatmeningkatkan mutu kinerjanya.Dalam hal ini usaha mempengaruhi perasaan mempunyai peran yang sangat penting. Perasaandan emosi orang perlu disentuh dengan tujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai baru, misalnyabekerja itu harus bermutu, atau memberi pelayanan yang sebaik mungkin kepada pelanggan ituadalah suatu keharusan yang mulia, dan lain sebagainya. Dengan nilai-nilai baru yang dimilikiitu orang akan tumbuh kesadarannya untuk berbuat yang lebih bermutu. Dalam ilmu pendidikanini masuk dalam kawasan affective.
  9. 9. PENGARUH KEPEMIMPINAN1 Pengertian Pengaruh KepemimpinanPerubahan yang terjadi akibat interaksi yang terjadi antara bawahan dan atasan (pimpinan danyang dipimpin). Pemimpin harus mampu memperngaruhi bawahan, hal ini sesuai denganpendapat R. Iyeng Wiraputra, M.Sc. dosen IKIP Bandung Buku kepemimpinan terbitan 1985,hal 27. Bahwa kepemimpinan artinya kemampuan untuk mempengaruhi bawahan untukmengikuti atasan. Hal yang mengakibatkan memiliki pengaruh antara lain pengetahuan,pengalaman, wibawa, kharisma serta jabatan. 2.2 Tugas kepemimpinanPenyelenggaraan manajemen sekolah merupakan tugas pemimpin sekolah, inti dari manajemensekolah adalah manajemen (Drs. NA Amatembun IKIP Bandung dalam bukunya Dasarmanajemen Sekolah Jilid I, terbitan 1981, hal 38). Dengan demikian tugas pemimpin adalahmelaksanakan fungsi-fungsi manajemen seperti : Perencanaan Pengorganisasian Penetapan staf-staf pembantu pelaksana kegiatan Memberikan pengarahan bimbingan dan pembinaan Mengadakan pengawasan untuk mengatasi penyimpangan Melaksanakan penilaian untuk mengukut keberhasilanSemua fungsi manajemen diaplikasikan dalam program penyelenggaraan pendidikan di sekolah.1. Wewenang PemimpinKekuasaan yang dibebankan kepada diri seseorang pemimpin sesuai dengan objek dalamkepemimpinannya.2. Hak PemimpinPemimpin formal mempunyai hak-hak yang perlu disahkan atas ketentuan hukum yang berlakuantara lain: Hak memperoleh SK dari jabatan yang berwenang Hak memperoleh jaminan atas jabatan Hak mendapat imbalan atas dasar tugas dan tanggung jawab Hak melakukan tugas kepemimpina n kepada bawahan3. Kewajiban Pemimpin
  10. 10. Pemimpin adalah jabatan dan jabatan adalah kepercayaan kewajiban pemimpin adalahmempertahankan kepercayaan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan dan kepercayaan ituperlu dipertanggung jawabkan kepada diri sendiri, masyarakat, dan bangsa serta kepada AllahSWT.4. Tanggung Jawab PemimpinTanggung jawab adalah keberanian menanggung resiko yang terjadi akibat perbuatan dantindakan yang dikerjakan, bawahan sebenarnya hanya membantu pelaksanaan tugas dantanggung jawab seorang pemimpin. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah majumundurnya pendidikan merupakan tanggung jawab pimpinan sekolah sama halnya seperti dalamkeluarga, kepala keluarga bertanggung jawab atas anggota keluarganya dalammelaksanakankehidupan berumah tangga.2. Tujuh hal mendasar yang perlu dikuasai Untuk kepemimpinan mutuMMT dilaksanakan dalam suatu organisasi atau institusi tertentu yang pada tahap awalimplementasinya organisasi itu digerakkan oleh kepemimpinan yang sangat peduli pada mutudan bertekad kuat untuk membuat organisasinya itu selalu dan terus menerus meningkatkan mutukiner-janya, apakah itu dalam bentuk produk atau jasa. Kepemimpinan untuk MMT itumemerlukan modal dasar dalam bentuk penguasaan tujuh mendasar yang menyangkut kehidupanorganisasinya.1. Filosofi OrganisasiMengapa organisasi yang dipimpinnya ini ada dan untuk apa ? Jawaban ter-hadap pertanyaanyang sangat mendasar ini perlu dikuasai secara baik oleh semua orang yang memegang tampukkepemimpinan dari suatu organisasi. Tanpa menguasai jawabannya secara baik diragukanapakah mereka akan mampu mengarahkan orang-orang lain dalam organisasi itu ke tujuan yangseharusnya.2. V i s iAkan menjadi organisasi yang bagaimanakah organisasi itu di masa depan ? Orang-orang yangmemegang kepemimpinan perlu memiliki pandangan jauh ke depan tentang organi-sasinya;mereka ingin mengembangkan organisasinya itu menjadi organisasi yang bagaimana, yangmampu berfungsi apa dan bagaimana, yang mampu memproduksi benda dan jasa apa dan yangbagaimana, serta untuk dapat disajikan kepada siapa ? Visi ini seharusnya berjangka panjang,misalnya 10 tahun atau 25 tahun ke dapan, agar dapat memfasilitasi usaha-usaha perbaikan mutukinerja yang berkelanjutan.3. M i s iMengapa kita ada dalam organisasi ini ? Apa tugas yang harus kita lakukan ? Jawaban terhadappertanyaan-pertanyaan ini berkaitan dengan visi tersebut di atas. Bagaimana visi itu akan dapat
  11. 11. diwujudkan ? Tugas-tugas pokok apakah yang harus dilakukan oleh organisasi agar visi ataukondisi masa depan organisasi tadi dapat diwujudkan. Rumusan tentang misi organisasi ini jugaseharusnya dapat dikuasai dengan baik dan jelas oleh orang-orang yang memegangkepemimpinan agar mereka dapat memberi arahan yang benar dan jelas kepada orang-orang lain.4. Nilai-nilai (values)Prinsip-prinsip apa yang diyakini sebagai kebenaran yang berfungsi sebagai pedoman dalammenjalankan tugas organisasi, dan ingin agar orang lain dalam organisasi juga mengadopsiprinsip-prinsip tersebut. Misalnya mutu, fokus pada pelanggan, disiplin, kepelayanan adalahnilai-nilai yang seharusnya dianut oleh orang-orang yang memegang kepemimpinan MMT.5. Kebijakan (policy)Ialah rumusan-rumusan yang akan disampaikan kepada orang-orang dalam organisasi sebagaiarahan agar mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menyediakan pelayanan danbarang kepada para pelanggan. Orang-orang yang memegang kepemim-pinan harus mampumerumuskan kebijakan-kebijakan semacam itu agar orang-orang dapat menyajikan mutu sepertiyang diinginkan oleh organisasi.6. Tujuan-tujuan Organisasi :Ialah hal-hal yang perlu dicapai oleh organisasi dalam jangka panjang dan jangka pendek agarmemungkinkan orang-orang dalam organisasi memenuhi misinya dan mewujudkan visi mereka.Tujuan-tujuan organisasi itu perlu dirumuskan secara kongkrit dan jelas.7. MetodologiAdalah rumusan tentang cara-cara yang dipilih secara garis besar dalam bertindak menujupewujudan visi dan pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Metodologi ini terbatas pada garis-garisbesar yang perlu dilakukan dan bukan detil-detil teknik kerja.Ketujuh hal yang sangat mendasar itu perlu dikuasai dan dalam implementasi MMT hal itu akandituangkan dalam merumuskan rencana strategis untuk mutu. Tanpa kemampuan merumuskanketujuh hal itu secara spesifik dan mengkomunikasikannya kepada orang-orang dalamorganisasi, sulit bagi orang-orang itu untuk mewujudkan mutu seperti yang diinginkan.C. Pengertian Kepemimpinan MMTUntuk menerapkan MMT dalam suatu organisasi diperlukan adanya kepemimpinan yang ciri-cirinya berbeda dengan kepemimpinan yang tidak untuk meraih mutu. MMT diterapkan dalamorganisasi yang melihat tugas organisasinya tidak sekedar melaksanakan tugas rutin, yang samasaja dari hari ke hari berikutnya. Semua sudah ditentukan standarnya, dan kalau kinerja sudahsesuai standar maka bereslah segalanya. MMT juga mengenal standar kinerja, tetapi bedanya
  12. 12. standar ini bersifat dinamis, artinya standar itu selalu bisa ditingkatkan. Sehingga memungkinkanterjadinya peningkatan mutu secara berkelanjutan. Untuk itu MMT memerlukan kepemimpinanyang mempu-nyai ciri-ciri yang agak khusus seperti yang akan dibahas berikut ini1. Fokus pada Kelompok.Kepemimpinan lebih diarahkan kepada kelompok-kelompok kerja yang memiliki tugas ataufungsi masing-masing, tidak memfokus kepada individu. Hal ini akan berakibat tumbuhberkembangnya kerjasama dalam kelompok-kelompok. Motivasi individu akan menjadi tugassemua orang dalam kelompok, jadi kelompok kerja menjadi sumber motivasi bagi setiap ang-gota dalam kelompok. Karena pimpinan selalu menilai kinerja kelompok, bukan individu, makama-sing-masing kelompok akan berusaha memacu kerjasama yang sebaik-baiknya, kalau perludengan menarik-narik teman sekelompoknya yang kurang benar kerjanya.2. Melimpahkan wewenang untuk membuat keputusan.Kepemimpinan MMT tidak selalu membuat keputusan sendiri dalam segala hal, tetapi hanyamelakukannya dalam hal-hal yang akan lebih baik kalau dia yang memutuskannya. Sisanyadiserahkan wewenangnya kepada ke-lompok-kelompok yang ada di bawah pengawasannya. Halini dilakukan terutama untuk hal-hal yang menyangkut cara melaksanakan pekerjaan secarateknis. Orang-orang yang ada dalam kelompok-kelompok kerja yang sudah mendapatkanpelatihan dan sehari-hari melakukan pekerjaan itulah yang lebih tahu bagaimana melakukanpekerjaan dan karenanya menjadi lebih kompeten untuk membuat keputusan dari pada sangpimpinan.3. Merangsang kreativitas.Setiap upaya meningkatkan mutu kinerja, apakah itu dalam mengha-silkan barang ataumenghasilkan jasa, pada dasarnya selalu diperlukan adanya perubahan cara kerja. Jadi kaludiinginkan adanya mutu yang lebih baik jangan takut menghadapi perubahan, se-bab tanpaperubahan tidak akan terjadi peningkatan mutu kinerja. Perubahan bisa diciptakan olehpemimpin, tetapi tidak perlu harus selalu berasal dari pimpinan, sebab kemampuan pemim-pinpun terbatas. Oleh karena itu pemimpin justru perlu merangsang timbulnya kreativitas di ka-langan orang-orang yang dipimpinnya guna menciptakan hal-hal baru yang sekiranya akanmenghasilkan kinerja yang lebih bermutu. Seorang pemimpin tidak selayaknya memaksakan ide-ide lama yang sudah terbukti tidak dapat menghasilkan mutu kinerja seperti yang diharap-kan.Setiap ide baru yang dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bermutu darimanapun asalnya patut disambut baik. Orang-orang dalam organisasi harus dibuat tidak takutuntuk berkreasi, dan orang yang terbukti menghasilkan ide yang bagus harus diberi pengakuandan penghargaan.4. Memberi semangat dan motivasi untuk berinisiatif dan berinovasi.Seorang pimpinan MMT selalu mendambakan pembaharuan, sebab dia tahu bahwa hanyadengan pembaharuan akan dapat dihasilkan mutu yang lebih baik. Oleh karena itu dia harusselalu mendorong semua orang dalam organisasinya untuk berani melakukan inovasi-inovasi,
  13. 13. baik itu menyangkut cara kerja maupun barang dan jasa yang dihasilkan. Tentu semua itudilakukan melalui proses uji coba dan evaluasi secara ketat sebelum diadopsi secara luas dalamorganisasi. Sebaliknya seo-rang pimpinan tidak sepatutnya mempertahankan kebiasaan-kebiasaan kerja lama yang sudah terbukti tidak menghasilkan mutu seperti yang diharapkan olahorganisasi maupun oleh para pe-langgannya.5. Memikirkan program penyertaan bersama.MMT selalu mengupayakan adanya kerjasama dalam tim, kelompok, atau dalam unit-unitorganisasi. Program-program mulai dari tahap peren-canaan sampai ke pelaksanaan danevaluasinya dilaksanakan melalui kerjasama, dan bukan pro-gram sendiri-sendiri yang bersifatindividual. Adanya sistem kerja yang didasari oleh kerjasama dalam tim, kelompok atau unit ituharus selalu menjadi pemikiran para pimpinan MMT. Dasarnya adalah pengikut-sertaan semuaorang dalam kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan ba-kat, minat dan kemampuan masing-masing orang. Orang adalah aset terpenting dalam organisasi dan karena itu setiap orang yangada harus dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan penca-paian tujuan organisasi.6. Bertindak proaktif.Pemimpin MMT selalu bertindak proaktif yang bersifat preventif dan an-tisipatif. PemimpinMMT tidak hanya bertindak reaktif yang mulai mengambil tindakan bila su-dah terjadi masalah.Pimpinan yang proaktif selalu bertindak untuk mencegah munculnya masa-lah dan kesulitan dimasa yang akan datang. Setiap rencana tindakan sudah difikirkan akibat dan konsekuensi yangbakal muncul, dan kemudian difikirkan bagaimana cara untuk mengeliminasi hal-hal yangbersifat negatif atau sekurang berusaha meminimalkannya. Dengan demikian ke-hidupanorganisasi selalu dalam pengendalian pimpinan dalam arti semua sudah dapat diper-hitungkansebelumnya, dan bukannya memungkinkan munculnya masalah-masalah secara me-ngejutkandan menimbulkan kepanikan dalam organisasi. Tindakan yang reaktif biasanya sudah terlambatatau setidaknya sudah sempat menimbulkan kerugian atau akibat negatif lainnya.7. Memperhatikan sumberdaya manusia.Sudah dikatakan sebelumnya bahwa orang adalah sumberdaya yang paling utama dan palingberharga dalam setiap organisasi. Oleh karena itu SDM harus selalu mendapat perhatian yangbesar dari pimpinan MMT dalam arti selalu diupa-yakan untuk lebih diberdayakan agarkemampuan-kemampuannya selalu meningkat dari waktu ke waktu. Dengan kemampuan yangmeningkat itulah SDM itu dapat diharapkan untuk mening-katkan mutu kinerjanya. Program-program pelatihan, pendidikan dan lain-lain kegiatan yang bersifat memberdayakan SDM harusdilembagakan dalam arti selalu direncanakan dan dilaksa-nakan bagi setiap orang secarabergiliran sesuai keperluan dan situasi.8. Bicara tentang adanya persaingan ketat.Bila berbicara tentang mutu tentu akan terlintas adanya mutu yang tinggi dan mutu yang rendah.Bila dikatakan bahwa kinerja suatu organisasi itu tinggi tentu karena dibandingkan dengan mutuorganisasi lain yang kenyataannya lebih rendah. Artinya mutu tentang segala sesuatu itu sifatnya
  14. 14. relatif, bukan absolut. Setidaknya begitulah pengertian mutu menurut MMT. Pimpinan dalamMMT dianjurkan melakukan pem-bandingan dengan organisasi lain, membandingkan mutuorganisasinya dengan mutu organisasi lain yang sejenis. Kegiatan ini disebut benchmarking.Pimpinan MMT selalu berusaha menya-mai mutu kinerja organisasi lain dan kalau bisa bahkanberusaha melampaui mutu organisasi lain.Bila pimpinan berbicara tentang mutu organisasi lain dan kemudian ingin menyamai ataumelebihi mutu organisasi lain itu, berarti pmpinan itu berbicara tentang persaingan. Setiaporganisasi berusaha mendapatkan pelanggan yang lebih banyak dan yang berciri lebih baik.Usaha ini hanya akan berhasil kalau organisasi itu mampu berkinerja yang mutunya lebih tinggidari organisasi lain. Ini persaingan. MMT dikembangkan untuk memenangkan persaingan. Olehkarena itu pimpinan MMT selalu harus menyadari adanya persaingan dan berbicara tentang itudengan orang-orang dalam organisasinya.9. Membina karakter, budaya dan iklim organisasi.Karakter suatu organisasi tercermin dari pola sikap dan perilaku orang-orangnya. Sikap danperilaku organsasi yang cenderung menim-bulkan rasa senang dan puas pada fihak pelanggan-pelanggannya perlu dibina oleh pimpinan. Demikian pula budaya organisasi yang menjunjungtinggi nilai-nilai tertentu yang relevan dengan mutu yang diinginkan oleh organisasi itu jugaperlu dibina. Misalnya dalam lembaga pendidikan perlu dikembangkan budaya yang menjunjungtinggi nilai-nilai belajar, kejujuran, kepelayanan, dan sebagainya. Nilai-nilai yang merupakanbagian dari budaya organisasi itu harus menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku dalamorganisasi. Namun demikian ka-rakter dan budaya organisasi itu hanya akan tumbuh danberkembang bila iklim organisasi itu menunjang. Olah karena itu pimpinan juga harus selalumembina iklim organisasinya agar kon-dusif bagi tumbuh dan berkembangnya karakter danbudaya organisasi tadi. Misalnya dengan menciptakan dan melaksanakan sistem penghargaanyang mendorong orang untuk bekerja dan berprestasi lebih baik. Atau pimpinan yang selaluberusaha berperilaku sedemikian rupa hingga dapat menjadi model yang selalu dicontoh olehorang-orang lain.10. Kepemimpinan yang tersebar.Pemimpin MMT tidak berusaha memusatkan kepemimpinan pada dirinya, tetapi akanmenyebarkan kepemimpinan itu pada orang-orang lain, dan hanya me-nyisakan pada dirinyayang memang harus dipegang oleh seorang pimpinan. Kepemimpinan yang dimaksudkan adalahpengambilan keputusan dan pengaruh pada orang lain. Pengambilan tentang kebijaksanaanorganisasi tetap ditangan pimpinan-atas, dan lainnya yang bersifat operasional atau bersifatteknis disebarkan kepada orang-orang lain sesuai dengan kedudukan dan tugasnya. Dalambanyak hal bahkan pengambilan keputusan itu diserahkan kepada tim atau kelompok kerjatertentu. Dengan demikian ketergantungan organisasi pada pimpinan akan sangat kecil, tetapisebagian besar dari orang-orang dalam organisasi itu memiliki kemandirian yang tinggi. Kondisisemacam ini tentu saja akan tercapai melalui penerapan MMT yang baik dan benar, dan setelahmelalui proses pembinaan yang panjang.Makin banyak dari kesepuluh ciri itu yang diterapkan oleh pimpinan MMT semakin baiklah
  15. 15. mutu kepemimpinannya, dalam arti makin baiklah suasana kerja yang kondusif untuk terciptanyamutu, dan makin kuatlah dorongan yang diberikan kepada orang-orang dalam orga- nisasinyauntuk meningkatkan mutu kinerjanya. Kesepuluh hal tersebut perlu dihayati dan di-praktekkanoleh semua pimpinan , dari yang tertinggi sampai yang terrendah, sehingga akhirnya akanmenjelma menjadi pola tindak yang normatif dari semua unsur pimpinan.A. KesimpulanDari penulisan ringkas di atas dengan melihat latar belakang dan pembahasan masalah, makadapat diambil kesipulan sebagai berikut: Bahwa tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Budaya organisasi di lembaga pendidikan adalah pemaknaan bersama seluruh anggota organisasi di suatu lembaga pendidikan yang berkaitan dengan nilai, keyakinan, tradisi dan cara berpikir unik yang dianutnya dan tampak dalam perilaku mereka, sehingga membedakan antara lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan lainnya. Perekat organisasi pendidikan adalah kepercayaan pimpinan kepada bawahan, keakraban/kebersamaan, dan kejujuran dan tanggung jawab.Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agarpengaruh yang timbul dapat meningkatkan kinerja personil secara optimal. Maka pemimpinharus memiliki wawasan dan kemampuan dalam melaksanakan gaya kepemimpinanKemampuan pemimpin dalam memerankan gaya kepemimpinan yang bertumpu kepadapartisipasi aktif semua personil sekolah akan memunculkan keberhasilan seorang pemimpinPemimpin harus memiliki pemahaman tentang konsep sistem (berpikir secara sistematik) dalammemahami suatu sekolah sebagai suatu kesatuan yang utuh.Pemimpin harus memahami wawasan jauh kedepan agar tantangan masadepan telah menjadiprogram dalam penyelenggaraan pendidikan.Konsentrasi pemimpin terhadap kinerja personil pada akhirnya sasaran yang hendak dicapaiadalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai adalah peningkatan prestasisekolah pada umumnya dapat tercapai dan pada khususnya menghasilkan tamatan yangberkualitas.
  16. 16. B. Saran-Saran Untuk meningkatkan kinerja personil sekolah sebaiknya kunjungan antar sekolah sering dilakukan untuk melihat kemajuan dan perkembangan yang telah dicapai di sekolah masing-masing. Sebaiknya kesejahteraan lahir dan batin mendapat prioritas dalam melaksanakan tugas pemimpin.-----------, 2003. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 manajemenpendidikan , Jakarta: Depdiknas RI-----------,2002. Masalah manajemen pendidikan di Indonesia, Jakarta: Departemen Pendidikandan kebudayaan Ditjen Dikdasmen - Dik menum.http://artikelrande.blogspot.com/2010/07/manajemen-pedidikan.htmlWanto, 2005. manajemen dan pendidikan, Surabaya; Tabloid Nyata IV Desember

×