Napza

2,148 views

Published on

Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,148
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
82
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Napza

  1. 1. NAPZA ( NARKOTIKA, PSIKOTOPRIKA, DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA )
  2. 2. NAPZA -Napza adalah zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik melalui mulut, dihirup atau disuntikkan. -Penggunaan Napza secara berkelanjutan dapat mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan psikologis serta dapat merusak sistem syaraf dan disertai kerusakan pada organ otonom. -Napza terdiri atas bahan yang bersifat alamiah maupun sintetik. Bahan alamiah terdiri atas tumbuhan, sedangkan Napza sintetik terdiri atas bahan kimiawi
  3. 3. NARKOTIKA  Narkotika adalah zat alamiah maupun buatan yang terbuat dari bahan candu atau kokaina atau turunannya.  Zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semu sintetis yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Pengertian menurut UU RI no.22 tahun 1997 PENGERTIAN
  4. 4. 3 GOLONGAN NARKOTIKA Golongan Pertama Golongan Kedua Golongan Ketiga
  5. 5. GANJA Ganja adalah tumbuhan budidaya penghasil serat. Namun, lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, yaitu THC yang dapat membuat pemakainya mengalami rasa senang berkepanjangan tanpa sebab. Tanaman ganja biasanya diolah menjadi rokok mariyuana. Tanaman ganja tingginya dapat mencapai 2 meter dengan daun menjari. Bunganya kecil- kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya dapat tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian 1.000 meter diatas permukaan laut. Efek penggunaan ganja yaitu kejang-kejang, mabuk, muntah, kebingungan, nafsu makan meningkat, mata merah dan halusinasi. Ganja juga memiliki efek jangka panjang yaitu munculnya bronkitis, kanker paru-paru, kehilangan tenaga, perilaku gangguan mental hebat dan merusak sistem kekebalan tubuh. Narkotika Golongan Pertama
  6. 6. MORFIN Narkotika Golongan Kedua
  7. 7. CODEIN Codein termasuk turunan dari candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungan rendah. Codein biasanya berbentuk pil atau cairan jernih. Codein dapat digunakan sebagai obat batuk kronis. Namun, pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Narkotika Golongan Ketiga
  8. 8. •Fenobarbital •Flunitrazepam • Diazepam • Klobazam • Bromazepam • Nitrazepam • Amfetamin • Fensiklidin • Sekobarbital • Metakualon • Ritalin • MDMA • Ekstasi • LSD • ST Golongan Pertama Golongan Kedua Golongan Ketiga Golongan Keempat
  9. 9. EKSTASI Ekstasi merupakan psikotropika golongan pertama. Mengkonsumsi ekstasi dapat berakibat sebagai berikut :  Merasa gembira, percaya diri  Mengeluarkan keringat dan merasa haus  Adanya keinginan untuk terus bergerak  Rahang berkerut  Gemetaran, sulit tidur, jantung berdebar-debar  Menjadi agresif  Akal sehat hilang
  10. 10. SABU-SABU  Bila mengkonsumsi berlebihan dapat merasakan gembira, percaya diri, berhalusinasi dan tidak memiliki rasa malu.
  11. 11. Alkohol adalah zat aktif dalam berbagai minuman keras. Alkohol mengandung etanol yang dapat menekan syaraf pusat. Akibat konsumsi Alkohol : 1. Menghambat kerja otak 2. Menyebabkan rasa rileks, mabuk, cadel, sempoyongan 3. Dapat menyebabkan kematian 4. Sulit berkonsentrasi 5. Mudah lupa 6. Berperilaku agresif dan menjadi pemurung . ALKOHOL
  12. 12. ZAT ADIKTIF Zat adiktif merupakan zat yang mengakibatkan ketergantungan. Seperti zat solvent. Zat tersebut sangat berbahaya karena dapat mematikan sel otak. Zat adiktif dapat menimbulkan ketergantungan yang apabila penggunaannya dihentikan dapat menyebabkan rasa lelah atau sakit yang luar biasa.
  13. 13. INHALASIA Inhalasia atau solven adalah zat kimia yang menghasilkan pengaruh psikoaktif yang sangat kuat apabila dihirup. Contoh dari inhalasia adalah thiner, lem, bensin dan aerosol spray. Pengaruh pemakaian inhalasia adalah : *hidung keluar air, batuk, bersin dan berdarah *bicara pelo dan adanya gangguan keseimbangan *sakit kepala, pusing, gangguan penglihatan, jantung berdebar, denyut nadi cepat, sulit bernafas dan hilangnya selera makan *mulut kering, lemas, mual serta muntah *otot lemah, nyeri perut *mudah tersinggung, kebingungan *risiko kerusakan otak, kerusakan syaraf, sistem jantung dan sistem pernafasan, risiko kerusakan paru-paru dan hilangnya penciuman.

×