SlideShare a Scribd company logo
1 of 65
Download to read offline
Pencegahan
Bahaya Narkoba
di Lingkungan
SMP&SMA/SMK
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 1
Berikut adalah informasi yang bisa didapatkan
dalam panduan ini :
 Informasi umum tentang narkoba
 Call center dan kontak bantuan
 Kenapa kita harus peduli
 Ayo kenali dirimu
 Hukum yang berlaku
 Rencana pembelajaran untuk di
lingkungan pendidikan
Edukasi yang benar dapat membantu untuk mencegah penyalahgunaan
narkoba
Kepedulian kita hari ini, menanam harapan untuk generasi emas Indonesia
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 2
Lets TALK MORE
About Drugs
NARKOBA merupakan singkatan dari
NARkotika, PsiKOtropika, dan Bahan
Adiktif lainnya
Narkoba telah menjadi istilah populer di masarakat. Istilah
ini biasa digunakan oleh aparat penegak hukum seperti
Polri, BNN, jaksa, hakim, dan petugas pemasyarakatan.
Selain narkoba sebutan lain yang menunjuk ketiga zat
tersebut adalah Napza yaitu narkotika, psikotropika, dan
zat adiktif. Istilah ini lebih banyak dipakai oleh para praktisi
kesehatan dan rehabilitasi.
Perhatikan berita di media massa, baik media elektronik
maupun cetak. Setiap pemberitaan mengenai seorang
public figure yang terkena kasus narkoba, selain terjerat
sanksi sesuai, ia juga mendapat vonis dikucilkan dari
masyarakat dan tentu saja karir yang sudah dibangun dari
awal menjadi sia-sia. Begitu juga jika ada anggota
keluarga kita yang menjadi pecandu narkoba, maka
biasanya seluruh anggota keluarga akan menanggung
akibatnya, mulai dari biaya yang harus dikeluarkan untuk
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 3
penanggulangan masalah hukum, biaya perawatan
kesehatan, rehabilitasi, timbulnya perasaan kecewa, stres
yang terjadi dalam keluarga, hingga cap ‘buruk’ keluarga
di mata masyarakat sekitar.
Untuk itulah, pengetahuan dan informasi yang benar
tentang narkoba merupakan salah satu benteng untuk
melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat kita dari
jerat narkoba.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi
sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau
perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan dalam ke
dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam
undang-undang.
Dibawah ini akan disampaikan berbagai jenis narkotika.
Berdasarkan cara pembuatannya, narkotika dibedakan ke
dalam 3 golongan, yaitu narkotika alami, semisintesis, dan
narkotika sintesis.
 Narkotika alami merupakan narkotika yang zat aditifnya
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 4
diambil dari tumbuh-tumbuhan, contohnya: Ganja
 Merupakan tanaman perdu dengan daun menyerupai
singkong yang tepinya bergerigi dan berbulu halus.
 Jumlah jarinya selalu ganjil 5,7,9.
 Indonesia merupakan daerah subur untuk tanaman
ganja.
 Cara penyalahgunaan ganja ini dengan dikeringkan
dan dicampur dengan tembakau rokok atau dijadikan
rokok lalu dibakar serta dihisap.
 Hasis merupakan tanaman serupa ganja yang tumbuh
di Amerika latin dan Eropa
 Narkotika semisintesis adalah narkotika alami yang diolah
dan diambil zat aktifnya agar memiliki khasiat yang leebih
kuat sehingga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan
duniaa kedokteran, contohnya: Morfin
 Biasa dipakai dunia kedokteran untuk menghilangkan
rasa sakit atau pembiusan pada suatu operasi.
 Kodein, dipakai untuk penghilang batuk. Heroin, tidak
dapat dipakai dalam pengobatan karena daya
adiktifnya sangat besar dan manfaatnya secara medis
belum ditemukan.
 Dalam perdagangan gelap, heroin diberi nama putaw,
atau petai. Bentuknya seperti tepung terigu: halus,
putih dan agak kotor.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 5
 Narkotika Sintetis adalah narkotika palsu dibuat dari
bahan kimia. Narkotika ini digunakan untuk pembiusan
dan pengobatan bagi orang yang menderita
ketergantungan narkoba (substitusi), Contohnya: Petidin,
untuk obat bius lokal; Metadhon, untuk pengobatan
pecandu narkoba; Naltrexon untuk pengobatan pecandu
narkoba.
Psikotropika merupakan zat atau obat bukan
narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang memiliki
khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada
aktifitas normal dan perilaku. Psikotropika adalah obat
yang digunakan oleh dokter untuk mengobati gangguan
jiwa. Berdasarkan ilmu farmakologi, psikotropika
dikelompokkan ke dalam 3 golongan: depresan, stimulan,
dan halusinogen
STIMULAN
Merupakan jenis narkoba yang memacu kerja otak dan
meningkatkan aktivitas tubuh. Orang menjadi gembira dan
waspada secara berlebihan karena meningkatnya aktivitas
tubuh.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 6
Bentuknya yaitu berupa :
1. Kokain
Memperkecil pembuluh darah sehingga mengurangi aliran
darah Efek kokain, yaitu :
 Euphoria
(rasa gembira/
senang yang
berlebihan )
 Mengurangi
jumlah dopamine
atau reseptor dalam otak
 Sel otak akan bergantung pada kokain agar dapat
berfungsi normal
 Muncul rasa ketagihan karena tanpa kokain mereka
tidak dapat merasakan kenikmatan apapun.
 Menimbulkan gejala psikosis (gangguan mental)
 Kokain yang digunakan bersama alkohol dapat
menimbulkan perilaku
kekerasan.
2. Amphetamine TypeStimulants (ATS)
ATS terdiri dari :
- Amphetamine
- Methamphetamine
(Sabu)
- MDMS (Metilen dioksi metamphetamine atau
Ecstacy)
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 7
Efek Amphetamine, yaitu :
 Memicu kerja susunan
sistem saraf pusat
 Menghilangkan rasa lapar
& membuat ngantuk
 Meningkatkan stamina atau
kekuatan fisik
 Waspada berlebihan
sehingga menjadi paranoid
 Gejala putus obat (nyeri, demam, berkeringat)
3. Methamphetamine(Sabu)
Efek Methamphetamine
atau Sabu adalah:
 Pemakai merasa fly dengan
perasaan enak sementara,
yang berangsur-angsur
membangkitkan kegelisahan
luar biasa
 Otak sulit berfikir dan berkonsentrasi.
 Memicu tubuh untuk bekerja melampaui batas maksimum
dari kekuatan fisik dan mental.
 Perilaku menjurus pada kekerasan.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 8
 Berat badan menyusut, impotensi, halusinasi (seolah olah
mendengar atau melihat sesuatu), paranoid (curiga
berlebihan)
 Kerusakan pembuluh darah di otak yang dapat berlanjut
menjadi stroke atau pecahnya pembuluh darah di otak.
 Kamu tetap merasa aktif walaupun tubuh sudah sangat
lelah
 Jika tubuh tidak dapat lagi menanggung beban, kamu bisa
pingsan
dan mati karena
kelelahan
 Over Dosis
 mengakibatkan kerusakan lever dan paru-paru bahkan
kematian
4. Ecstasy
(Designed Substance),
bahasa gaulnya Inex, XTC, atau
kancing. Gejala dari penggunaan
ecstasy adalah:
- Kehangatan emosi bertambah
- Keintiman bertambah
- Nafsu makan berkurang
- Banyak berkeringat
- Gerak badan tidak terkendali
- Tekanan darah naik
- Denyut jantung dan nadi bertambah cepat
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 9
- Halusinasi (tripping) berupa perasaan melayang
yang menyeramkan, kejang, panik, mudah tersinggung
dan melakukan kekerasan yang tidak masuk akal.

 DEPRESAN 

Merupakan jenis narkoba yang menghambat kerja otak
dan memperlambat aktivitas tubuh. Penggunanya menjadi
mengantuk, terlalu tenang dan menjadi lambat dalam
merespon. Rasa nyeri dan stres hilang sementara
1. Morfin
Efek morfin, yaitu :
 Euphoria atau rasa senang berlebihan
 Menimbulkan toleransi dan ketergantungan
 Menimbulkan gejala putus zat, yaitu rasa nyeri, tubuh
demam, berkeringat dan menggigil.
 Kematian akibat terhambatnya pernafasan.
2. Heroin (Putauw)
Efek heroin, yaitu :
 Badan menjadi kurus, pucat dan kurang gizi
 Bila menggunakan jarum suntik yang dipakai bergantian
dapat tertular virus Hepatitis B, C dan HIV/AIDS
 Impotensi
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 10
 Menyebabkan sakauw (putus zat akibat terhentinya
suplai heroin/putauw) dengan gejala mual, demam, nyeri
pada tulang dan sendi, mata dan hidung berair badan
berkeringat berlebihan, dan badan menggigil.
3. Alkohol
Efek Alkohol yaitu :
 Alkohol diserap oleh tubuh dan masuk ke dalam
pembuluh darah.
 Kesadaran menurun, mabuk, jalan sempoyongan,
bicara cadel, kekerasan, kecelakaan karena
mengendarai dalam keadaan mabuk.
 Merusak hati, kelenjar getah bening, saraf tepi otak,
gangguan jantung, kanker dan bayi lahir cacat dari ibu

pecandu alkohol. 

HALUSINOGEN
Merupakan jenis narkoba yang berasal dari tanaman atau
dibuat melalui formulasi kimiawi. Efek halusinasi dapat
mengubah dan menyebabkan distorsi tentang persepsi,
pikiran dan lingkungan. Mengakibatkan rasa teror dan
kekacauan indera seperti “mendengar” warna atau
“melihat” suara, paranoid, meningkatkan risiko gangguan
mental. Contoh halusinogen yaitu : tanaman ganja dan
inhalan.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 11

1. Tanaman ganja. 

Nama latinnya adalah Cannabis
Sativa. Bagian yang digunakan
adalah daun, bunga dan biji yang
dikeringkan. Nama lainnya yaitu
ganja, marijuna, pot, cimeng, Mary
Jane, gele’ ,grass, weed.
Efek ganja, yaitu :
 Daya ingat berkurang.
 Kehilangan kendali dan keseimbangan.
 Perubahan emosi atau perasaan secara mencolok
(tertawa terbahak-bahak kemudian mendadak berubah
menjadi ketakutan).
 Gelisah, ketakutan dan halusinasi
 Apatis dan depresi.
 Kecemasan berlebihan dan timbul rasa panik.
 Keseimbangan dan koordinasi tubuh yang buruk.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 12
2.lnhalan
Adalah zat yang mudah menguap, seperti lem aica aibon
,thinner, bensin dan spritus.
Efek inhalan :
 Rasa malu berkurang
 Mengantuk
 Sakit kepala
 Gelisah 

 Gangguan pengelihatan
 Tidak sadar akan keadaan sekelilingnya.
 Kematian
Seringkali pemakai jenis inhalan ini adalah anak jalanan
seperti pengamen dan pengemis karena jenis ini mudah
ditemukan dan harganya murah. Mereka dengan
mudahnya tidur nyenyak di trotoar yang ramai karena
pengaruh inhalan tersebut.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 13
Jadi Sudah TAHU kan
Dampak yang Ditimbulkan dari
Penyalahgunaan Narkoba??
Apakah kesenangan palsu atau kesenangan sesaat itu
sebanding dengan akibat dari narkoba itu sendiri? Selain
diri sendiri yang dirusak juga keluarga kita maupun
masyarakat sekitar yang juga terkena akibatnya. Coba
lihat betapa dahsyatnya akibat narkoba.
I. Fungsi otak dan perkembangan terganggu :
 ingat menurun dan mudah lupa
 Sulit berkonsentrasi
 Halusinasi
 Tak dapat bertindak rasional
 Menimbulkan perasaan berkhayal
 Kemampuan belajar merosot
 Prestasi di sekolah atau kampus menurun
 Mudah melakukan kekerasan
Sangat jelas bahwa pelajar yang mengonsumsi narkoba
akan rusak susunan saraf pusat dan sel-sel otaknya.
Sepintar apapun siswa tersebut, jika sudah
menyalahgunakan narkoba maka prestasi belajarnya akan
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 14
merosot. Kualitas dan fungsi otaknya akan mengalami
penurunan, dan hal itu tidak bisa diperbaiki seperti
semula.
II. Gangguan Kesehatan, yaitu :
 Kerusakan atau gangguan fungsi organ
tubuh
seperti hati, jantung, paru-paru, ginjal,
kelenjar
endokrin, dan sistem reproduksi.
 Di samping itu
pecandu sangat rentan tertular virus
Hepatitis B
dan Hepatitis C, HIV/AIDS, penyakit
kulit, Infeksi Menular
Seksual, dan mengalami
kurang gizi serta gigi menjadi rapuh dan mudah
berlubang. Terlihat jelas terjadinya penurunan fungsi
tubuh, penurunan produktivitas.
 Pengeluaran rumah tangga dan tabungan akan
habis untuk biaya rehabilitasi, pengurusan masalah
hukum dan biaya pengobatan korban penyalahguna
narkoba. Belum lagi timbulnya stres pada seluruh
anggota keluarga
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 15
III. Gangguan Perilaku seperti :
 Mudah tersinggung
 Mudah marah
 Sulitnya mengendalikan diri
 Menyendiri
 Hubungan dengan keluarga dan orang lain terganggu
 Gangguan mental seperti paranoid (ketakutan tanpa
alasan jelas)
 Psikosis 
Seseorang yang kecanduan narkoba, akan
mengalami perubahan perilaku. Jika ada teman atau
saudara kita yang mengalami perubahan perilaku
secara kecanduan mereka.
 Jika pecandu berasal dari kalangan bawah maka bisa
dipastikan ia akan melakukan tindak kriminal seperti
mencuri untuk mendapatkan uang demi membeli
narkoba.
IV. Kehidupan Keluarga tidak berfungsi normal.
Kerusakan paling parah dari penggunaan narkoba adalah
dampaknya terhadap hubungan di dalam keluarga.
Hubungan antara orangtua dengan anak, atau antara
sesama saudara dan anggota keluarga lain menjadi rusak.
Atau orangtua menjadi sakit-sakitan atau meninggal dunia
akibat tidak mampu menahan beban masalah akibat
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 16
adanya anak yang kecanduan dalam keluarga.
V. Kerusakan Sosial
Kerusakan sosial yang diakibatkan oleh kecanduan
narkoba adalah kehancuran keluarga; penganiayaan dan
kekerasan terhadap anak dan anggota keluarga lain;
serta kematian bayi yang dilahirkan.
Bagaimana Tahap Proses
Ketergantungan Narkoba???
Ketergantungan narkoba adalah suatu keadaan atau
kondisi yang diakibatkan penyalahgunaan narkoba yang
disertai dengan adanya toleransi zat (dosis semakin
meningkat) dan gejala putus zat (withdrawal syndrome).
 Ketergantungan Fisik - Seseorang yang mengalami
ketergantungan fisik akan merasakan beberapa
gejala fisik yang tidak enak bila jenis narkoba
tersebut tidak dipakai dalam jangka waktu tertentu.
Diagnosis ketergantungan narkoba memerlukan
adanya sindrom putus atau toleransi.
 Gejala Putus Zat – adalah gejala yang terjadi akibat
penghentian atau pengurangan dosisnya. Keadaan
ini menimbulkan gejala fisik yang tidak enak berupa
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 17
kejang, mual, muntah, gemetar, gelisah, berkeringat
dan sebagainya. Berat ringan gejala putus
bergantung jenis zat, dosis, dan lama penggunaan.
Makin tinggi dosis narkoba yang disalahgunakan dan
makin lama penyalahgunaannya, makin kuat gejala
sakitnya.
 Sakauw adalah gejala putus zat karena penggunaan
putauw (heroin), dan gejala sakauw umumnya
berlangsung hingga 4-5 hari setelah penggunaan
dihentikan. Beberapa jenis narkoba lain berlangsung
hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Inilah sebabnya pecandu narkobatidak mampu
menghentikan penggunaannya. Penyalahguna
perlu tetap mempertahankan keadaan “normal”
dengan tetap menyalahgunakan narkoba.
 Toleransi adalah keadaan di mana dosis yang
sama tidak lagi berpengaruh seperti penggunaan
sebelumnya. Akibatnya, perlupenambahan dosis
yang lebih besar agar mendapatkan efek yang
dikehendaki. Keadaan ini dapat menimbulkan
overdosis (OD) dan meninggal.
 Ketergantungan Psikologis - Tidak semua narkoba
menimbulkan ketergantungan fisik, tetapi hampir
semua penyalahgunan narkoba merasa sangat
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 18
tergantung pada narkoba dan akan merasa kurang
enak dan gelisah bila jenis narkoba itu tidak ada.
Keadaan ini bersifat kejiwaan dan disebut
ketergantungan psikologis.
Berikut Tahapan Keterantungan Narkoba:
Sikap menentang narkoba tidak tegas
mau bergaul dengan pengguna
narkoba
Segan menolak tawaran untuk tetap
eksis dalam komunitasnya
Sesudah memakai beberapa kali,
perlu
penambahan dosis
Penggunaan narkoba sudah menjadi
kebiasaan yang mengikat
Kalau berhenti pakai atau dosis
kurang,
timbul gejala putus obat
Keracunan dan mengakibatkan
kerusakan pada organ tubuh dan otak
KOMPROMI
COBA-COBA
TOLERANSI
KEBIASAAN
KETERGANTUNGAN
INTOKSIFIKASI
MENINGGAL DUNIA
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 19
Badan Narkotika Nasional
Jl. MT. Haryono no.11 cawang Jakarta Timur,
13360 Indonesia
Telepon : +62-21 808871566
Call center BNN : +62 21 80880011
Sms center BNN : +62 81221575675
Email : info@bnn.go.id
Website : http//www.bnn.go.id
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 20
Narkoba Dewasa ini
Narkoba…… lagi….., narkoba..
Lagi….. “Kenapa sih Kita harus peduli
dengan masalah narkoba ini?
Generasi muda Indonesia merupakan sasaran empuk
bagi sindikat perdagangan dan peredaran gelap narkoba,
karena konsumennya banyak dan berani memberi dengan
harga tinggi. Opps! Ini bukan suatu prestasi bukan?
Pada tingkat dunia, perkiraan nilai uang peredaran gelap
narkoba menduduki rangking pertama dari seluruh jumlah
unag yang beredar, yaitu sebesar US$ 400 Milyar. Jumlah
ini merupakan 80% dari jumlah keseluruhan uang yang
beredar di dunia. Di Indonesia, kerugian ekonomi yang
ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba pada tahun
2014 mencapai ± Rp 63 triliun. Komponen biaya ekonomi
yang dikeluarkan akibat penyalahgunaan narkoba antara
lain karena timbulnya beban akibat biaya untuk konsumsi
narkoba, biaya perawatan, biaya prroduktivitas yang
hilang, biaya kematian akibat penyalahgunaan narkoba,
dan tindakan kriminalitas.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 21
Jumlah ini sangat besar dan akan
mendatangkan manfaat luar biasa
jika digunakan dengan benar
untuk pembangunan. Bayangkan
jika jumlah uang sebanyak itu
digunakan untuk membangun
sekolah, universitas, rumah sakit,
jalan, jembatan, atau memberikan lapangan pekerjaan
bagi orang-orang yang menganggur tentunya kemajuan
bangsa Indonesia akan mudah terealisasi bukan?.
Dari segi korban jiwa, setiap tahun ada 15.000 anak
bangsa yang berada dalam usia produktif mati sia-sia
akibat penyalahgunaan narkoba dan jika ini dibiarkan
terus menerus maka bisa mengakibatkan hilangnya
generasi. Bisa saja salah satunya anak kita, teman kita,
saudara, atau bahkan kita sendiri Mungkin kamu tidak
menyangka jumlah penyalahgunaan narkoba saat ini,
yaitu mencapai 4.000.000 orang, diantaranya yang
menggunakan jarum suntik sebanyak 1.000.000 orang.
Penyalahgunaan narkoba mengancam siapa saja, baik
kalangan ekonomi lemah, berkedudukan, mempunyai
jabatan, kalangan akademisi, pekerja kantor, pelajar,
seniman, artis, insinyur bahkan olahragawan.
63
TRILIUN
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 22
Berdasarkan data Polri Tahun 2013 dari 43.767 jumlah
tersangka kasus narkoba sebanyak 12.169 dan 22.952
orang berada pada rentang pendidikan sekolah
menengah(SMP) Ini berarti bahwa dunia pendidikan juga
menjadi salah satu incaran bandar narkoba. Jumlah
penyalah-guna Narkoba yang cukup tinggi memang
berada pada rentang usia 15-25 tahun, yaitu rentang usia
pelajar dan mahasiswa, pada usia tersebut kemung-kinan
penyalahgunaan Narkoba sebagian besar diakibatkan
pergaulan dengan teman penyalahguna Narkoba ataupun
permasalahan dalam keluarganya
Selama ini pengedar narkoba menawarkan dengan cara
memberikan secara cuma-cuma atau gratis, hingga
akhirnya mulai ketagihan, kemudian mereka menawarkan
agar membeli dan menjualnya. Dalam waktu yang sangat
relatif singkat, generasi muda khususnya pelajar menjadi
sasaran utama pengedar.
Penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah menjadi
sangat mengkhawatirkan. Sebagai Remaja perlu bersiap
diri untuk terus memproteksi diri agar tidak terjerumus
dengan melibatkan diri pada aktivitas yang positif. Apalagi
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 23
umumnya para pengedar mencari tempat-tempat yang
sepi, jarang dipantau oleh guru atau keamanan sekolah.
Kamu harus TAHU
Kenapa Narkoba itu ada?
Sebuah pertanyaan mendasar “narkoba itu apa?”selalu
dibarengi dengan jawaban yang menggiring pada sisi
negatif narkoba yang selalu dianggap menimbulkan
masalah maka kita harus lihat dulu asal-usul narkoba.
Narkoba bukan barang modern, narkoba sudah dikenal
sejak jaman dahulu kala. Penggunaan narkoba sudah
dikenal sejak jaman kuno, sekitar 2000 tahun sebelum
masehi, orang-orang Samaria (Palestina bagian utara)
sudah menemukan sari bunga opium (papavor
somniferitum) dan dimanfaatkan untuk membantu orang-
orang yang kesulitan tidur atau kesakitan parah.
Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India, Tiongkok
dan wilayah Asia lainnya.
Tiongkok kemudian menjadi tempat yang subur dalam
penyebaran candu ini. Memasuki abad ke-17 masalah
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 24
candu ini bagi Tiongkok telah menjadi masalah nasional.
Adalah William Jardine, lahir pada 1784, berasal dari
Skotlandia yang kemudian menjadi salah satu arsitek
perang candu (berlangsung dari tahun 1839 - 1842 dan
1856 – 1860). Seorang dokter bedah lulusan dari lulusan
University of Edinburg dan menerima gelar dokter bedah
dari Royal College of Surgeons of Edinburg pada 1802,
kemudian bergabung dengan perusahaan perdagangan
Inggris, East India Company, sebagai dokter kapal.
Wilayah perdagangan perusahaan ini sampai Asia.
Melalui perusahaan inilah ia belajar berdagang dan
akhirnya meninggalkan profesinya sebagai dokter. Jardine
kemudian bergabung dengan perusahaan produsen
opium di India dan berdagang opium sampai ke Tiongkok,
untuk dibarter dengan the dan sutera. Melihat peluang
keuntungan yang besar, armada perdagangan Inggris
membawa opium dalam jumlah besar untuk
diperdagangkan di Tiongkok.
Jardine bergabung dengan James Matheson. Kedua
tokoh inilah yang mempunyai peranan besar dalam
pasokan opium ke Tiongkok. Di tangan mereka
perdagangan opium di Tiongkok meningkat tajam. Mereka
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 25
mendapat dukungan penuh dari pemerintah kerajaan
Inggris, yang pada waktu itu dipimpin oleh Ratu Victoria.
Ketika kerajaan Inggris mulai mendapat kesulitan dalam
perdagangan opium di Tiongkok yang pada saat itu
dikuasai oleh dinasti Qing, terjadilah perang atau lebih
tepatnya penyerbuan oleh Inggris ke Tiongkok. Tiongkok
kalah dan jatuhlah dinasti Qing. Peperangan yang tidak
seimbang karena banyak prajurit Tiongkok yang telah
menjadi pecandu berat opium. Mereka dapat dengan
mudah dikalahkan oleh tentara Inggris. Kekalahan
Tiongkok berujung pada perjanjian Nanjing dimana
Hongkong harus diserahkan pada Inggris untuk dikuasai
selama 100 tahun.
1806, seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich
Wilhelim Sertuner menemukan modifikasi candu yang
dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai
Morphin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang
bernama Morphius). Tahun 1856 waktu pecah perang
saudara di Amerika Serikat, morphin ini sangat populer
digunakan untuk penghilang rasa sakit akibat luka
peperangan, namun sebagian menjadi ketagihan hingga
disebut sebagai “penyakit tentara”. Tahun 1874 seorang
ahli kimia bernama Alder Wright dari London, merebus
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 26
cairan morphin dengan asam anhidrat (cairan asam yang
ada pada sejenis jamur). Campuran ini membawa efek
ketika diuji coba pada anjing yaitu, anjing tersebut tiarap,
ketakutan, mengantuk dan muntah-muntah. Namun tahun
1898 pabrik obat Bayer memproduksi obat tersebut
dengan nama heroin, sebagai obat resmi penghilang sakit
(painkiller).
Dari sini sudah jelas bahwa narkoba, baik yang langsung
tersaji di alam maupun yang diolah oleh manusia ditujukan
semuanya untuk pemenuhan kesehatan.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 27
Bagaimana dengan Penyalahgunaan
Narkoba?
Penyalahgunaan adalah suatu proses, cara, perbuatan
menyelewengkan. Penyalahgunaan narkoba adalah
pemakaian narkoba di luar indikasi medis, tanpa
petunjuk/resep dokter. Masalah akan muncul ketika
barang itu mulai disalahgunakan. Berbagai dampak dan
resiko akan datang. Banyak faktor seseorang mulai
menyalahgunakan narkoba:
 Kurangnya pengendalian diri.
Remaja yang mencoba-coba menyalahgunakannarkoba
biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang narkoba,
bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang
melarang penyalahgunaannarkoba.
 Konflik Individu/ emosi yang masih belum stabil.
Remaja yang kerap mengalami konflik akan mengalami
frustasi tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian
masalah cenderung menggunakan narkoba, karena
berpikir keliru bahwa cemas yang ditimbulkan oleh konflik
dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba.
1 Faktor Kepribadian.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 28
 Terbiasa hidup senang/mewah.
Remaja yang terbiasa hidup dalam kesenangan kerap
berupaya menghindari permasalahan yang lebih
rumit.Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian
masalah secara instan, praktis yang dapat memberikan
kesenangan melalui penyalahgunaan narkobayang dapat
memberikan rasa euphoria secara berlebihan.
 Kurangnya kontrol keluarga.
Mungkin Orang tua terlalu sibuk sehingga jarang
mempunyai waktu . Remaja biasanya cenderung
mencari perhatian dari luar juga mencari "kesibukan"
bersama teman-temannya.
 Kurangnya disiplin dan tanggung jawab
Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh
remaja dimulai dari keluarga yang broken home,
penerapan disiplin dan tanggung jawab akan
mengurang resiko terjebak kedalam penyalahgunaan
narkoba.
2. Faktor Keluarga
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 29
 Masyarakat yang indvidualis.
Lingkungan yang individualistikdalam kehidupan kota
besar cenderung kurang peduli dengan orang lain,
Akibatnya banyak individu dalam masyarakat kurang
peduli dengan penyalahangunaan narkoba yang
semakin meluas di kalangan remaja
Pengaruh teman sebaya.
Pengaruh teman atau kelompok juga berperan
penting terhadap penggunaan narkoba, hal ini
disebabkan antara lain karena menjadi syarat
kemudahan untuk dapat diterima oleh anggota
kelompok.
Memperhatikan perbedaan gender/ jenis kelamin
merupakan hal yang penting dalam hal melakukan
perlindungan serta memperhatikan faktor resiko yang
berbeda.
3. Faktor Lingkungan
4. Faktor Gender
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 30
Pendidikan di sekolah
Pendidikan akan bahaya penyalahgunaannarkobadi
sekolah-sekolah juga merupakan salah satu bentuk
kampanye anti penyalahgunaan narkoba. Kurangnya
pengetahuan yang dimiliki oleh siswa-siswi akan bahaya
narkoba juga dapat memberikan andil terhadap
meluasnya penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar.
Faktor yang termasuk dan mempengaruhi kondisi sosial
seorang remaja antara lain hilangnya nilai-nilai dalam
sebuah keluarga dan sebuah hubungan, hilangnya
perhatian dengan komunitas, dan susahnya beradaptasi
dengan baik.
Remaja masa kini hidup dalam zaman yang berada dalam
sebuah lingkaran besar, dimana sebagian remaja berada
dalamlingkungan yang beresiko tinggi terhadap
5. Faktor Pendidikan
6. Faktor Masyarakat dan Komunitas Sosial
7. Faktor Populasi Yang Rentan
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 31
penyalahgunaan narkoba. Banyak remaja mulai mencoba-
coba narkoba.
Karena narkoba berpengaruh pada otak , setelah
menggunakan narkoba dapat timbul rasa nikmat
seperti rasa rileks, rasa senang, tenang, dan
perasaan “high”. Perasaan itulah yang dicari oleh
pemakainya yang menyebabkan narkoba
disalahgunakan. Namun, sesudah mengalami
perasaan “high”, terjadi perasaan “down” atau
pengaruh sebaliknya seperti cemas, gelisah, nyeri
otot dan sulit tidur. Untuk menghilangkan perasaan
buruk itu, orang menggunakan narkoba lagi. Jika
digunakan berulang kali, terjadi kebiasaan dan
kehidupan menjadi bagaikan “roller coaster” dan
hidup hanya demi memperoleh perasaan “high” dari
narkotika. Jika sudah demikian, tidak ada lagi rasa
nikmat akan tetapi rasa sakit dan penderitaan
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 32
Kenali Diri Kamu!
Kaum Muda, Apakah Kalian Sedang
Membangun Masa Depan?
Manusia adalah makluk yang bertanggung jawab terhadap
kehidupan diri dan kehidupan orang lain. Namun, sebelum
seseorang mampu membina hubungan dengan
sesamanya, ia harus memperhatikan keadaan dirinya
terlebih dahulu, mengenal diri sendiri (Siapa Aku?) dan
membina hubungan yang baik dengan dirinya sendiri.
 Dengan mengetahui siapa dirinya berarti ia dapat
lebih mudah mengarahkan perilakunya untuk
mencapai tujuan hidupnya. Dengan kata lain, ia akan
sulit mengarahkan perilakunya dan tujuan hidupnya
apabila ia tidak jelas dengan dirinya sendiri.
 Menyadari dan mengenal “siapa aku” berarti pula
mengetahui seluruh kelemahan/kekurangan dan
kekuatan /kelebihan dirinya dan cita-cita yang ingin ia
capai.
 Seseorang dapat menilai dirinya positif atau negatif.
Sikap dan pandangan positif terhadap dirinya sendiri
menyebabkan seseorang memandang seluruh hidup
dengan tersenyum. Sebaliknya, sikap dan pandangan
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 33
negatif terhadap diri sendiri menyebabkan individu
memandang seluruh hidup dengan muka
Penilaian diri secara positif perlu dilatih dan
dikembangkan. Cara mengembangkan penilaian diri
yang positif antara lain:
1. Jujur terhadap diri sendiri – Pandangan yang tepat
dan nyata tentang keadaan diri sendiri merupakan
permulaan penilaian diri yang sehat . Setiap orang
memiliki kelebihan dan kekurangan dan perlu belajar
menerima dan mengakui keberadaan diri kita.
Bersikap jujur tentang keberadaan diri sendiri, tidak
menutupi kelemahan dan kekurangan kita. Perlu juga
akui kesalahan kita kepada orang lain dengan tulus,
dan mintalah maaf.
2. Bersedia memperbaiki diri – Mengatasi kekurangan
dan meningkatkan kekuatan diri dapat membangun
penilaian diri yang positif. Oleh karena itu seorang
harus bersikap terbuka terhadap kritikan, teguran dan
nasihat. Belajar dari kesalahan yang dilakukan.
Hargai kritik.
3. Tetapkan tujuan hidup – Tetapkan tujuan hidup anda
dan berusahalah mencapainya. Tujuan itu harus
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 34
realistik (nyata), dan dapat dicapai sesuai
kemampuan.
4. Berbuat yang terbaik – Selalu berusaha mencapai
yang terbaik sesuai dengan kemampuan. Hiduplah
untuk hari ini dan lakukan yang terbaik. Jangan
kawatirkan hari esok, sebab hari esok ada
persoalannya sendiri.
5. Memenuhi kebutuhan orang lain - Setelah
memperlajari segala sesuatu tentang diri sendiri dan
memenuhi kebutuhan diri sendiri, anda juga perlu
berusaha untuk memenuhi kebutuhan orang lain
sesuai kemampuan. Memusatkan kebutuhan diri
sendiri dan orang lain harus seimbang. Anda akan
berbahagia karena anda merasa berharga dan
berguna bagi orang lain.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 35
Betapa Berharganya Aku!
Cobalah isi dengan hal pertama yang kamu pikirkan tentang
dirimu ….
1. Tubuhmu
_______________________________________________
2. Sifatmu
_______________________________________________
3. Kelebihanmu
_______________________________________________
4. Kekuranganmu
___________________________________________
5. Bakatmu _______________________________________
6. Minatmu ______________________________________
7. Cita-citamu
___________________________________________
8. Keluargamu
___________________________________________
9. Kemampuanmu
___________________________________________
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 36
10. Di antara teman-temanku, aku dianggap
___________________________________________
11. Dalam keluargaku, aku
____________________________________
12. Tujuan hidupku
__________________________________________
13. Aku ingin
_______________________________________________
14. Hambatan dalam mencapai cita-citaku
_________________________________________
Kesimpulan
___________________________________________
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 37
Gali Rasa Harga Diri dan Percaya Diri!
Harga diri atau rasa percaya diri adalah suara hati anda
yang menyampaikan bahwa anda adalah seorang
istimewa dan berharga, mampu mencapai cita-citanya.
Harga Diri adalah perasaan, pandangan dan keyakinan
seseorang terhadap keseluruhan dirinya. Harga diri
adalah dasar untuk membangun proses belajar,
kreativitas, tanggung jawab dan hubungan antar sesama
yang positif. Harga diri bisa tinggi atau rendah terbentuk
dari pengalaman seseorang dalam interaksi dengan orang
lain. Tanggapan yang diberikan akan dijadikan cermin
untuk menilai dan memandang dirinya.
Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya perbedaan
harga diri pada mereka yang berperilaku menyimpang
seperti penyalahgunaan narkoba, dari pada yang tidak
berperilaku menyimpang. Orang yang berperilaku
menyimpang menunjukkan harga diri yang rendah, sebab
mereka lebih banyak mengalami konflik, ketegangan dan
frustrasi.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 38
Cobalah menilai kondisi kamu saat ini
APAKAH HARGA DIRI ANDA SAAT INI KUAT
ATAU RENDAH?
HARGA DIRI KUAT HARGA DIRI
LEMAH
 Bangga dengan
hasil karya
 Mampu bertindak
mandiri
 Mudah menerima
tanggung jawab
 Dapat mengatasi
frustrasi dengan baik
 Menanggapi
tantangan baru
dengan semangat
Sanggup membantu
orang lain
 Berhasil dengan
karyanya /
pekerjaannya
 Dapat menunjukkan
jangkauan perasaan
luas
0-1 :Kurang memuaskan
2-4 : Perlu diperbaiki
5-10 : Memuaskan
 Merendahkan bakat
sendiri
 Merasa tidak ada
orang menghargai
saya
 Menyalahkan orang
lain atas kelemahan
saya
 Mudah dipengaruhi
orang lain
 Sering membela diri
dan mudah kecewa
(“bukan salah saya”)
 Merasa tidak
berdaya
 Menghendari situasi
yang dapat
menyebabkan saya
cemas
 Menunjukkan
jangkauan perasaan
sempit
0-1 : Memuaskan
2-4 : Perlu diperbaiki
5-10 Kurang memuaskan
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 39
TIPS MENAIKKAN HARGA DIRI POSITIF
 Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang
lain (Ingatlah bahwa setiap manusia berbeda dan
unik.
 Sadarilah bahwa anda berharga dan unik.
 Selalu ingat bahwa anda istimewa. Biarkan dirimu
berkembang
 Jangan menghina diri sendiri, meremehkan atau
mengabaikan diri sendiri.
 Hargailah diri sendiri
 Berfikirlah positif
 Bergabunglah dengan kegiatan yang positif
 Hindarilah orang yang memperlakukan dirimu
dengan buruk
 Lakukanlah hal-hal yang menarik minat anda
 Ketahuilah dan berfokus pada kelebihan dan
kekuatannya. Buatlah sebuah daftar “kualitas positif”
yang anda miliki.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 40
Percaya Diri
Agar seseorang mampu menolak tekanan atau pengaruh
sesama, ia perlu meningkatkan percaya diri.
Percaya diriadalah gambaran keyakinan, keberanian,
cara pandang, pemikiran, perasaan tentang dirinya
sendiri. Percaya diri meliputi kemampuan intelektual,
sikap, perasaan, kekuatan fisik dan penampilan diri.
Melalui percaya diri, anda akan bercermin untuk
melakukan proses menilai atas apa yang dimilikinya.
Perasaan anda dalam merespon segala rangsangan dari
luar ditentukan oleh percaya diri anda. Jika percaya diri
anda positif, anda akan memberi dorongan, kekuatan dan
keberanian untuk bertindak positif dalam bentuk
penerimaan dan kesiapan melaksanakan tugasmu.
Seorang percaya diri …
 Berani menyatakan hak-haknya tanpa mengurangi
hak-hak orang lain;
 Mengenal dan menyatakan perasaannya,
 Melakukan perilaku yang dikehendakinya .
 Berperilaku yang bertanggung jawab pada diri
sendiri dan sesama
 Menetapkan dan mencapai tujuannya yang realistis
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 41
 Bangga dengan diri sendiri
Rasa percaya diri merupakan aspek penting dalam
kepribadian seseorang. Dengan rasa percaya diri yang
tinggi seseorang akan lebih berhasil menjalani
kehidupannya. Dengan percaya diri, seseorang akan
memperoleh banyak manfaat seperti:
 Lebih mudah mengatasi masalah
 Meningkatkan hubungan antar sesama
 Mengurangi kecemasan atau ketegangan
 Meningkatkan harga diri
Cara Menunjukkan percaya diri dengan kata-kata
1. Berbicara secara rasional mencegah orang lain
memanfaatkan dirimu. Contoh: “Saya datang lebih
dulu”; “Tolong, radionya dimatikan”, “Maaf, saya
ada janji.”
2. Perasaan. Kamu menyatakan perasaanmu tentang
apa yang kamu sukai dan tidak kamu sukai.
Contoh: “Bagus sekali bajumu.” “Saya lelah”; Saya
lebih suka pakaian tadi”
3. Memberi salam. Jangan menghindar dari orang
lain karena malu atau tidak tahu apa yang harus
kamu lakukan. Bersikaplah ramah kepada orang
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 42
yang ingin kamu kenal. Contoh: “Hello, apa kabar?;
“Sedang apa kamu?”
4. Tidak menyetujui. Jika tidak setuju sikap atau
tindakan seseorang, jangan memberi kesan, seolah-
olah kamu menyetujui hal itu dengan tersenyum,
atau memberi perhatian. Alihkan pembicaraan,
palingkan muka, atau nyatakan tidak setuju.
5. Bertanya mengapa. Jika seseorang yang memiliki
otoritas atas dirimu seperti orang yang lebih tua,
menyuruhmu melakukan sesuatu yang menurut
pendapatmu tidak benar atau tidak baik, tanyakan
dengan sopan mengapa kamu harus melakukan hal
itu. Mintalah agar ia menjelaskan hal itu kepadamu.
6. Berbicara tentang diri sendiri. Jika kamu
melakukan sesuatu yang berharga atau menarik,
tunjukkan hal itu kepada orang lain. Jangan takut
berbicara. Tunggu giliranmu untuk berbicara tiba.
7. Penghargaan. Jangan malu jika orang memujimu.
Katakan terima kasih atas penghargaan itu.
8. Berkata tidak. Jika seseorang menawarkan sesuatu
yang tidak masuk akal dan merasa hakmu tidak
dihargai, kamu harus berkata tidak, menggelengkan
kepala, memalingkan muka.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 43
9. Menatap mata. Jika berbicara, menyatakan pendapat
atau memberi salam kepada seseorang, tataplah
matanya.
10. Postur dan gerakan tubuh. Makin kamu rileks, makin
nyaman dirimu untuk merasa percaya diri.
11. Nada dan kualitas suara. Suara yang lembut dan
berirama lebih menunjukkan percaya diri dari pada
nada suara yang rendah dan datar.
Bagaimana Rentannya Remaja
Seperti Kamu?
Menurut WHO remaja didefinisikan sebagai masa
peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.
Sedangkan batasan usia remaja WHO adalah 12 sampai
24 tahun, namun jika pada usia remaja telah menikah
maka tergolong dalam remaja. Sedangakan dalam ilmu
psikologi, rentang usia remaja dibagi menjadi tiga, yaitu
Remaja Awal (10-13 tahun), Remaja Pertengahan (14-16
tahun), dan Remaja Akhir (17-19 tahun).
Menurut Jean Peaget seorang tokoh pendidikan
menyatakan pandangannya tentang masa remaja “Masa
remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 44
masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa
di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan
berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya
dalam masalah hak “
Ada beberapa ciri perkembangan remaja yang mungkin
perlu kamu waspadai karena rentan terhadap
permasalahan penyalahgunaan narkoba antara lain:
Perasaan galau.
Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-
kanak ke masa dewasa dan remaja mengalami banyak
perubahan baik fisik, mental, emosional dan sosial.
Dengan perubahan ini, anak remaja sering mengalami
ketegangan, perasaan tertekan, keresahan, kebingungan
dan frustrasi, sehingga berisiko tinggi menyalahgunakan
narkoba.
Perasaan ingin tahu.
Ciri remaja adalah ingin tahu dan ingin mencoba. Pada
masa remaja ada dorongan untuk mengeksplorasi dunia
sekitarnya, mencoba pengalaman baru, termasuk
mencoba-coba narkoba.
Kegoncangan emosional.
Dengan adanya perubahan-perubahan psikologis secara
mendalam dan mendadak pada masa remaja,
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 45
penyalahgunaan narkoba dapat dipandang pula sebagai
suatu penyaluran dorongan alamiah untuk melakukan
perbuatan-perbuatan yang mengandung bahaya besar
dan yang mengundang resiko.
Cenderung melawan otoritas.
Pada masa remaja, terkadang ada dorongan untuk
melawan otoritas dan menentang nilai-nilai yang diakui
oleh masyarakat orang dewasa, untuk mencari identitas
diri.
Tekanan kelompok sebaya.
Ciri yang menonjol pada masa remaja adalah ingin
diterima dan diakui oleh kelompok sebayanya. Jika
kelompok sebaya memiliki nilai-nilai positif, perkembangan
remaja pun positif. Jika tidak, remaja akan terjerumus
kepada berbagai perbuatan berbahaya. Oleh karena itu
remaja harus memiliki kepribadian yang tangguh dan
bertanggung jawab kepada diri sendiri dan kehidupan
orang lain supaya remaja akan lebih siap menghadapi
berbagai tantangan dalam kehidupan termasuk
penyalahgunaan narkoba.
Terampil Mengatasi Perasaan/Masalah
Remaja perlu belajar cara mengelola perasaannya,
seperti rasa takut, khawatir, marah, jengkel, benci dan
sebagainya, sehingga tidak lari dari masalah dan akhirnya
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 46
menyalahgunakan narkoba. Ia perlu Terampil mengatasi
masalahnya, mengelola perasaan dan mengendalikan diri
agar tetap maju dan dapat mencapai tujuan yang
ditetapkan.
Tips Mengelola Berbagai Perasaan
1. Rasa Malu (seperti malu berteman/ ingin menyendiri)
 Perlu menyadari bahwa seseorang tidak harus
sempurna dan harus disetujui orang lain. Kamu
berhak atas ketaksempurnaan tersebut.
 Bergaul secara positif dan lebih terbuka dengan orang
lain
 Melakukan latihan dalam hal menghadapi dan
berbicara kepada orang lain.
 Siap mengambil tugas-tugas pada dirimu sendiri.
 Membuat orang tahu bahwa kamu ingin berteman
(orang menghindarimu karena kamu kurang menaruh
perhatian pada mereka)
 Bersikap manis dan ramah terhadap dirimu sendiri
dan terhadap orang lain (Jangan
mengharapkansesuatu dari orang yang kamu sendiri
tidak lakukan).
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 47
2. Takut Ejekan
 Yang penting, kamu sadari bahwa ejekan itu tidak
pernah bisa melukaimu, menyakiti dan membuat
dirimu kesal.
 Katakan pada dirimu “mereka tidak sempurna dan
khususnya dalam hal ini mereka salah. Jadi
merekalah yang mempunyai masalah. Sungguh
malang mereka.”
 Jangan memberi reaksi pada mereka. Setiap kamu
marah atau merasa disakiti, mereka merasa senang.
Bila kamu tidak marah, mereka akan merasa bosan
akan hal tersebut setelah beberapa lama dan mungkin
berhenti. (Ilustrasi ini seperti memancing ikan. Bila
kamu melempar pancing ke dalam dan tidak
mendapat gigitan, apa yang kamu lakukan? Coba lagi
kan? Dan setelah mencoba beberapa kali, mencoba di
tempat lain atau pulang ke rumah. Itulah yang
dilakukan orang yang berpikiran sehat).
 Katakan pada dirimu terus menerus “tongkat dan batu
dapat mematahkan tulang saya tetapi ejekan tidak
pernah menyakiti saya.”
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 48
 Katakan pada dirimu bahwa mereka mempunyai
masalah dan kamu tidak perlu terganggu hanya
karena mereka aneh.
 Biarkanlah masuk di telinga kiri keluar dari telinga
kanan. Ingatlah, kamu tidak akan luka bila mereka
tidak menyukaimu. Tenanglah
 Ingatlah bahwa penolakan itu yang menjadi bahan
membentuk kehidupan. Kalau semua objek
menakutkan itu dihilangkan, akan kehilangan
kesempatan untuk belajar menghadapi keadaan itu.
3. Rasa Khawatir dan Depresi
 Jangan menyalahkan siapa pun, atau diri anda, akan
sesuatu, pada setiap saat, di setiap tempat.
 Tinggalkan perasaan kasihan pada diri sendiri. Katakan
bahwa masih ada hari esok dan hadapilah; terus jalani
kehidupan
 Hindari pikiranmu dari hal-hal yang menyedihkan.
 Masalah tidak perlu membuat kita putus asa dan
depresif. Hadapi permasalahan dan mencoba
memecahkannya. Lebih cepat masalah diatasi, lebih
cepat pula masalah tersebut dapat dikendalikan.
 Perlunya Dukungan. Depresi menyebabkan rasa
terisolasi. Adanya dukungan dari keluarga, teman
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 49
sebaya dan lingkungan menunjukkan bahwa anda tidak
sendiri.
 Musik, lagu-lagu dapat menyejukkan jiwa dan membuat
rasa nyaman
Terampil Mengambil Keputusan
Dalam kehidupan, manusia selalu dihadapkan pada
masalah serta tantangan yang harus diatasi. Keputusan
yang tepat dan bijaksana memerlukan sebuah
keterampilan dalam pengambilan keputusan.
Keterampilan pengambilan keputusan sangat diperlukan
oleh anak remaja yang sedang menghadapi berbagai
tantangan dan masalah termasuk masalah
penyalahgunaan narkoba.
Pengambilan keputusan (decision-making) adalah
proses ketika seseorang memilih dari beberapa
alternatif/pilihan keputusan. Hal ini merupakan proses
logis dari cara pikir seseorang mengenai
permasalahannya dan mengambil keputusan yang paling
tepat dan bijaksana untuk mengatasi masalahnya itu.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 50
Yuk Proteksi Diri
dari Sekarang!
Buat Bangga Dirimu Sendiri
Narkotika, alkohol,
psikotropika, dan zat-
zat adiktif lainnya kini
sudah merambah
sekolah-
sekolah.Penggunaan
heroin dalam bentuk
putaw dan penggunan
amphetamine dalam
bentuk shabu dan
ekstasi sudah amat lazim ditemukan di anatara pemakai
narkoba di kalangan siswa Sekolah Menengah (SMP).
Berani menolak, dan berani berkata “tidak” merupakan
tindakan yang lebih mudah daripada keluar dari jerat
narkoba. Berikut adalah tips untuk berani menolak
tawaran mengonsumsi narkoba :
Kepribadian yang tangguh
dan bertanggung jawab
kepada diri sendiri dan
orang lain adalah aspek
penting yang bisa
membantu seseorang siap
menghadapi berbagai
tantangan dalam
kehidupan termasuk
menolak penyalahgunaan
narkoba .
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 51
 Berani untuk berdiri teguh dalam sikap dan
keyakinan
kita, terutama jika menghadapi teman atau
bahkan anggota keluarga yang mengajak atau
meminta kita untuk menuruti apa yang
dikehendakinya.
Persiapkan mental untuk menolak jika ditawarkan, dan
kuatkan tekad untuk menolaknya. Pasti bisa, kok!
Biar saja kehilangan teman seperti itu, karena
sesungguhnya yang mereka cari bukan seorang
teman melainkan korban. Loe nggak mau, donk, jadi
korban?
 Teman sejati adalah mereka yang menginginkan setiap
orang menjadi dirinya sendiri, atau yang memberikan
dukungan terhadap hal-hal yang baik.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 52
Tetap Sehat, Perkaya Aktivitasmu!
Kita sebagai generasi
muda adalah generasi
aset bangsa yang
berharga. Negara
memerlukan generasi
muda yang sehat,
tumbuh berkembang
menjadi manusia dewasa
yang sehat. Orang yang
sehat akan memiliki banyak peluang dalam kehidupan
dibandingkan dengan orang yang sakit.
Pesan-pesan yang bersifat positif seperti : “Sehat itu
nikmat”; “Health is Wealth” ; “ Think Health, Not Drugs”,
sangatlah bermanfaat untuk mengingatkan dan
menghimbau anak remaja untuk “Hidup Sehat” agar
terhindar dari berbagai penyakit termasuk Narkoba”. Gaya
hidup sehat serta kepribadian yang sehat merupakan
senjata dalam perang melawan Narkoba bagi anak remaja
yang seharusnya sudah dimiliki sejak usia dini.
Hidup sehat serta
keterampilan untuk
hidup tanpa Narkoba
jauh lebih murah
daripada pengobatan
dan rehabilitasi.
Pola hidup sehat dapat
mencegah stress
maupun depresi
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 53
 Sering-sering ngobrol dan diskusi dengan dengan
orangtua dan guru.
 Bergaul dengan teman-teman yang perilakunya baik.
 Meningkatkan iman dan takwa dengan rajin
beribadah.
 Aktif dalam kegiatan rohani di lingkungan rumah
atau
sekolah, sehingga kita bisa saling mengingatkan dan
meneguhkan dalam keimanan antar anggotanya.
 Lakukan hobi yang positif dan bermanfaat.
 Berolah raga secara teratur.
 Jagalah kedekatan dengan orangtua, kakak, adik.
Karena mereka akan lebih cepat tanggap jika ada
perubahan dalam perilaku kita, dan mereka pasti akan
menjaga kita supaya tidak terjerumus.
 Memilih tempat/ lingkungan kos/ tempat tinggal yang
bersih dan sehat.
 Berhenti dari merokok karena rokok adalah pintu
gerbang narkoba. Ingat-ingat, perokok mempunyai
risiko yang lebih besar
 Memahami bahwa narkoba dapat menjadikan kita
budak setan yang tidak rasional lagi.
 Cari informasi tentang bahaya narkoba.
 Berurusan dengan narkoba adalah perbuatan kriminal.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 54
PENGGOLONGAN NARKOTIKA BERDASARKAN
HUKUM
UU NO 35/2009, PASAL 127
Golongan I (Dituntut 4 Tahun) :
 Dilarang digunakan untuk kepentingan kesehatan
 Dalam jumlah terbatas dapat digunakan untuk kepentingan
penelitian atas rekomendasi Kemenkes
 Termasuk narkotika golongan I adalah Opium, Heroin,
Kokain, Ganja, Metakualon, Metamfetamin, Amfetamin,
MDMA, STP, Fensiklidin
Golongan II (dituntut 2 Tahun) :
 Berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan dan
digunakan dalam pengobatan sebagai pilihan terakhir
 Termasuk dalam golongan ini adalah Morfin, Petidin,
Metadon
Golongan III (dituntut 1 Tahun) :
 Berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan dan
digunakan dalam pengobatan
 Termasuk dalam golongan ini adalah Kodein, Bufrenorfin.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 55
GLOSARIUM
Agresif Perilaku seseorang yang cenderung
menyerang.
Alkohol Minuman yang mengandung etil
alkohol atau etanol, yang diperoleh
melalui peragian dari gula, sari buah,
biji-bijian, madu, dan umbi-umbian.
Tergolong bahan adiktif.
Amfetamin
Type Stimulants (ATS): Senyawa sintetik yang memacu otak.
Yang banyak disalahkan adalah
ekstasi dan shabu.
Asertif Percaya diri, perilaku seseorang yang
yakin akan kekuatan dirinya, sehingga
tidak mudah dipengaruhi orang lain.
Bahan Adiktif Bahan yang menyebabkan seseorang
ketergantungan pada bahan itu.
BK Obat penenang/ tidur, sering
disalahgunakan.
Candu Tanaman candu (Papaver
Somniferum) yang jika diolah menjadi
morfin, lalu heroin. Menghambat kerja
otak.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 56
Daya tangkal Kemampuan seseorang untuk
menolak pemakaian narkoba.
Depresansia Segolongan obat/bahan/zat yang
menghambat kerja otak. Contoh :
heroin, morfin, obat penenang/tidur
dan alkohol.
Dewasa Akil baligh, matang pikirannya. Ada
beberapa tingkatan kedewasaan:
dewasa jasmani, sosial, kejiwaan dan
rohani.
Dialog Percakapan, komunikasi timbale balik
atau dua arah.
Disiplin Tata tertib: ketaatan atau kepatuhan
pada peraturan.
Ekstasi Istilah gaul untuk MDMA (Methylebne
Dioxy MetAmfetamin), memacu kerja
otak. Ekstasi artinya perasaan yang
sangat gembira.
Fakta Hal, keadaan, peristiwa yang
merupakan kenyataan yang benar-
benar ada atau terjadi.
Fly Perasaan melambung (‘naik’) ketika
seseorang memakai narkoba yang
dihayati sebagai perasaan nyaman,
yang mula-mula dicari oleh pemakai
narkoba.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 57
Ganja Dari tanaman ganja (Cannabis sativa)
yang dikeringkan, dilinting dan
dirokok, atau dimakan. Menyebabkan
daya khayal meningkat. Istilah gaul :
cimeng, gelek.
Gejala putus zat Gejala pada ketergantungan narkoba
ketika berhenti atau mengurangi
pemakaiannya. Gejalanya bergantung
jenis narkoba.
Halusinasi mendengar suara tanpa ada sumber
suara, melihat atau merasakan
sesuatu tanpa ada objeknya. Narkoba
yang menyebabkan halusinasi disebut
halusinogen. Contoh : LSD, ganja.
Harm Reduction upaya mengurangi bahaya terutama
dari tertular HIV, karena memakai
narkoba suntikan bergantian.
Harga diri Kesadaran akan nilai dirinya.
Hepatitis B/C Penyakit radang hati karena infeksi
virus hepatitis B/C, ditularkan melalui
darah.
Heroin jenis narkoba yang sangat cepat
menyebabkan ketergantungan.
Menghambat kerja otak. Heroin murni
berbentuk Kristal putih, yang banyak
beredar tidak murni, disebut putauw.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 58
HIV Virus penyebab AIDS, yaitu Human
Immuno Deficiency Virus. Ditularkan
melalui darah (pemakaian narkoba
suntik, ditato, transfuse darah tidak
steril) dan hubungan seks tidak aman.
Kambuh Kumat atau kembali pada keadaan
semula,biasanya keadaannya
menjadi lebih buruk.
Kekerasan Melakuka tindakan keras, dengan
kekuatan atau ancaman, baik secara
fisik maupun mental.
Komunikasi Proses menyampaikan pesan oleh
seseorang kepada orang lain.
Konsentrasi Pemusatan pikiran pada sesuatu hal.
Pemakaian narkoba mengganggu
konsentrasi seseorang, sehingga sulit
berpikir.
Kelebihan dosis penggunaan narkoba dalam jumlah
berlebih, suatu keadaan yang
berbahaya dan dapat menimbulkan
kematian.
Ketergantungan Keadaaan penyalahgunaan narkoba
berat, ketika orang lain tidak mampu
lagi mengendalikan pemakaiannya.
Koplo, pil Sejenis obat tidur yang banyak
disalahgunakan.
Lexo Istilah gaul untuk Lexotan, obat tidur.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 59
Metamfetamin Zat sintesis yang memacu kerja otak.
Istilah gaul untuk shabu
MDMA Methylene Dioxy MetAmfetamin, yang
memacu kerja otak. Disebut ekstasi,
XTC, atau Inex (Indonesian ectasy).
Mogadon (MG) Sejenis obat penenang/ tidur yang
sering disalahgunakan.
Morfin Diolah dari candu. Menghilangkan
rasa nyeri, untuk pengobatan amat
terbatas.
Motivasi Dorongan pada seseorang secara
sadar atau tidak sadar untuk
melakukan suatu tindakan dengan
tujuan tertentu.
Narkotika Segolongan bahan/obat/zat dari
tanaman dan bukan tanaman, yang
jika masuk tubuh, berpengaruh pada
otak, menurunkan kesadaran,
menghilangkan rasa nyeri, dan sering
menimbulkan ketergantungan.
Nikotin Bahan adiktif pada tembakau
(Nicotiana tobacum L) Yang memacu
kerja otak. Menyebabkan
ketergantungan.
Norma Aturan, ketentuan yang mengikat
masya-rakat, sebagai panduan,
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 60
tatanan, pengen-dali perilaku yang
sesuai dan diterima.
Overdosis, OD Kelebihan dosis yang sangat
berbahaya.
Parno Istilah gaul, paranoia, perasaan
seperti dikejar, gangguan jiwa akibat
pemakaian narkoba tertentu (shabu).
Paranoid Sejenis gangguan jiwa.
Pasif Bersifat menerima saja, tidak aktif.
Pengendalian diri Perbuatan mengekang atau menahan
nafsu dan keinginan diri sendiri.
Penilaian diri Cara seseorang menilai dirinya, dapat
positif atau negatif.
Percaya diri Sikap dan perilaku orang yang yakin
akan kemampuannya.
Perilaku Tindakan seseorang yang
mencerminkan pikiran dan
perasaannya terhadap rangsangan
atau lingkungannya.
Persepsi Tanggapan seseorang tentang suatu
hal.
Psikotropika Segolongan bahan/obat/zat bukan
narkotika, dari tanaman dan bukan
tanaman, yang jika masuk tubuh,
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 61
menimbulkan berbagai pengaruh
pada otak.
Putauw Bubuk heroin tidak murni yang
beredar di pasar gelap dan banyak
disalahgunakan.
Rehabilitasi upaya pemulihan pecandu narkoba
agar bebasa dari pemakaian narkoba
dan dapat menjalankan kehidupannya
sehari-hari dimasyarakat normal.
Remaja Masa transisi (10-19 tahun) dari usia
anak menuju dewasa.
Risiko Akibat, bahaya, atau konsekuensi dari
setiap perbuatan.
Rohyp Rohypnol, obat tidur, sering
disalahgunakan.
Sakaw Sakit karena putaw, gejala putus zat
pada ketergantungan heroin.
Sedativa Segolongan obat yang berkhasiat
menenangkan. Digunakan untuk
pengobatan.
Situasi Penawaran Narkoba Situasi ketika seseorang
ditawari narkoba. Biasanya dibujuk,
atau setengah dipaksa.
Shabu Istilah gaul untuk Methamfetamin,
stimalansia.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 62
Stimulansia Jenis narkoba yang memacu kerja
otak.
Stres Reaksi alami pada seseorang, ketika
ada tekan-an atau perubahan dari
lingkungan.
Submisif Tunduk, menaklukan diri, mengikuti
kemauan orang lain.
Terapi Pertolongan bagi pengguna narkoba,
agar bebas dari pengaruh langsung
narkoba yang dipakai dan
mengurangi dampak buruknya.
Tembakau Tanaman (Nicotiana tabacum L) yang
mengandung nikotin. Diduga berasal
dari Argentina, menyebar keseluruh
dunia.
Toleransi Suatu keadaan ketika untuk
memperoleh pengaruh zat seperti
semula, diperlukan jumlah yang
semakin banyak.’
Turun, perasaan Perasaan seseorang sebagai
pengaruh negative atau buruk
sesudah memakai narkoba. Makin
tinggi perasaan naik ketika memakai
narkoba, makin buruk keadaannya
ketika turun.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 63
DAFTAR PUSTAKA
Apandi, Yusuf.2010.Katakan Tidak pada Narkoba.Jakarta
: Simbiosa Rekatam Media
Badan Narkotika Nasional. 2011. Pencegahan
Penyalahgunaan Narkoba bagi Remaja: Jakarta
Colombo Plan Drug Advisory Programme. Life Skills for
Youth (A Drug Abuse Prevention Training Manual). 2004.
Gunawan, Weka. 2006.Keren Tanpa Narkoba. Jakarta :
PT Grasindo
Harlina, Lydia.dr. dkk.2006. Pencegahan dan
Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis
Sekolah. Jakarta : PT Balai Pustaka
Hauck, Paul Dr. Mendidik Anak Dengan Berhasil
(Psikologi Populer). 1991. Penerbit Arcan. Jakarta,
Indonesia
Kementerian Komunikasi dan Informatika.2015 Hidup
Cuma Sekali. Jakarta
Martono, L. Harlina dan Satya Joewana, 2006.
Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahguna Narkoba
Berbasis Sekolah. Jakarta: PT Balai Pustaka.
Office for Substance Abuse Prevention. 1989. Prevention
Plus II, Tools for Creating Drug Free Communities. OSAP
Prevention
Monograph 3. Rockville, MD, USA: National Clearing
House for Alcohol and Drug Information.
Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 64
Sofyan, Ahmadi. 2007. Narkoba Mengincar Anak Anda.
Jakarta : Prestasi Pustaka
United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
Prevention for Effective School-Based Prevention.
Prevention that Works. A Comprehensive Approach for Anti
Drug Programmes. Publication No. 11. 2007
United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
Terminology and Information on Drugs (Second edition),
2003.
Indra Akuntono. 2015. Dalam SetahunKerugian
Ekonomi akibat Narkoba 63 Triliun
http://nasional.kompas.com/read/2015/06/26/11444211/Dal
am.Setahun.Estimasi.Kerugian.Akibat.Narkoba.Mencapai.
Rp.63.Triliundiakses 23 september 2015
Imanuel Bayu. 2010.Siapakah Itu
Remaja?http://edukasi.kompasiana.com/2010/09/17/siapak
ah-itu-remaja/ diakses 23 September 2015

More Related Content

What's hot

presentasi keren bahaya narkoba
presentasi keren bahaya narkobapresentasi keren bahaya narkoba
presentasi keren bahaya narkobatelnong
 
Napza power point tik pamungkas
Napza power point tik pamungkasNapza power point tik pamungkas
Napza power point tik pamungkasYashinta Sekarini
 
presentasi penyalahgunaan narkoba
 presentasi penyalahgunaan narkoba presentasi penyalahgunaan narkoba
presentasi penyalahgunaan narkobaRinaldi Asertua
 
Ppt penyalahgunaan narkoba
Ppt penyalahgunaan narkobaPpt penyalahgunaan narkoba
Ppt penyalahgunaan narkobaHenry Kurniawan
 
Napza materi ppt
Napza materi pptNapza materi ppt
Napza materi pptIin Inayah
 
PPT kebiasaan merokok
PPT kebiasaan merokokPPT kebiasaan merokok
PPT kebiasaan merokokizar jk
 
Penyuluhan Napza
Penyuluhan NapzaPenyuluhan Napza
Penyuluhan Napzaana ananta
 
Rokok dan Narkoba PPT
Rokok dan Narkoba PPTRokok dan Narkoba PPT
Rokok dan Narkoba PPTFauzany Azkia
 
Ppt anti narkoba penyuluhan Yudo punya
Ppt anti narkoba penyuluhan Yudo punyaPpt anti narkoba penyuluhan Yudo punya
Ppt anti narkoba penyuluhan Yudo punyaYanastaYudoPratama
 
Presentasi narkoba
Presentasi narkobaPresentasi narkoba
Presentasi narkobalondoireng24
 
Materi ringkasan narkoba 2016
Materi  ringkasan narkoba 2016 Materi  ringkasan narkoba 2016
Materi ringkasan narkoba 2016 ali mustofa
 
Makalah tentang bahaya narkoba
Makalah tentang bahaya narkobaMakalah tentang bahaya narkoba
Makalah tentang bahaya narkobadami barri
 

What's hot (20)

Materi narkoba
Materi narkobaMateri narkoba
Materi narkoba
 
Napza
NapzaNapza
Napza
 
Narkoba
NarkobaNarkoba
Narkoba
 
Narkoba
NarkobaNarkoba
Narkoba
 
presentasi keren bahaya narkoba
presentasi keren bahaya narkobapresentasi keren bahaya narkoba
presentasi keren bahaya narkoba
 
Napza power point tik pamungkas
Napza power point tik pamungkasNapza power point tik pamungkas
Napza power point tik pamungkas
 
presentasi penyalahgunaan narkoba
 presentasi penyalahgunaan narkoba presentasi penyalahgunaan narkoba
presentasi penyalahgunaan narkoba
 
PPT NAPZA
PPT NAPZAPPT NAPZA
PPT NAPZA
 
Ppt penyalahgunaan narkoba
Ppt penyalahgunaan narkobaPpt penyalahgunaan narkoba
Ppt penyalahgunaan narkoba
 
Napza materi ppt
Napza materi pptNapza materi ppt
Napza materi ppt
 
PPT kebiasaan merokok
PPT kebiasaan merokokPPT kebiasaan merokok
PPT kebiasaan merokok
 
Penyuluhan Napza
Penyuluhan NapzaPenyuluhan Napza
Penyuluhan Napza
 
Rokok dan Narkoba PPT
Rokok dan Narkoba PPTRokok dan Narkoba PPT
Rokok dan Narkoba PPT
 
Ppt anti narkoba penyuluhan Yudo punya
Ppt anti narkoba penyuluhan Yudo punyaPpt anti narkoba penyuluhan Yudo punya
Ppt anti narkoba penyuluhan Yudo punya
 
Presentasi narkoba
Presentasi narkobaPresentasi narkoba
Presentasi narkoba
 
Ppt napza (irman)
Ppt napza (irman)Ppt napza (irman)
Ppt napza (irman)
 
Materi ringkasan narkoba 2016
Materi  ringkasan narkoba 2016 Materi  ringkasan narkoba 2016
Materi ringkasan narkoba 2016
 
Makalah tentang narkoba
Makalah tentang narkobaMakalah tentang narkoba
Makalah tentang narkoba
 
Makalah tentang bahaya narkoba
Makalah tentang bahaya narkobaMakalah tentang bahaya narkoba
Makalah tentang bahaya narkoba
 
NAPZA
NAPZA NAPZA
NAPZA
 

Similar to Pencegahan Bahaya Narkoba Di Lingkungan SMP Dan SMA

Similar to Pencegahan Bahaya Narkoba Di Lingkungan SMP Dan SMA (20)

Makalah narkoba
Makalah narkobaMakalah narkoba
Makalah narkoba
 
Narkoba dan Bahayanya
Narkoba dan BahayanyaNarkoba dan Bahayanya
Narkoba dan Bahayanya
 
Cccciiii
CccciiiiCccciiii
Cccciiii
 
Bahaya dan Jenis Jenis Narkoba
Bahaya dan Jenis Jenis NarkobaBahaya dan Jenis Jenis Narkoba
Bahaya dan Jenis Jenis Narkoba
 
Makalah narkoba
Makalah narkobaMakalah narkoba
Makalah narkoba
 
Makalah narkoba SMA NEGERI 1 RAHA
Makalah narkoba SMA NEGERI 1 RAHA Makalah narkoba SMA NEGERI 1 RAHA
Makalah narkoba SMA NEGERI 1 RAHA
 
karya ilmiah narkoba
karya ilmiah narkobakarya ilmiah narkoba
karya ilmiah narkoba
 
Presentasi_narkoba.ppt
Presentasi_narkoba.pptPresentasi_narkoba.ppt
Presentasi_narkoba.ppt
 
Makalah bahaya narkoba
Makalah bahaya narkobaMakalah bahaya narkoba
Makalah bahaya narkoba
 
Makalah bahaya narkoba
Makalah bahaya narkobaMakalah bahaya narkoba
Makalah bahaya narkoba
 
Makalah bahaya narkoba
Makalah bahaya narkobaMakalah bahaya narkoba
Makalah bahaya narkoba
 
Narkoba
NarkobaNarkoba
Narkoba
 
Narkoba
NarkobaNarkoba
Narkoba
 
Narkoba
NarkobaNarkoba
Narkoba
 
Narkoba dan bahaya pemakaiannya di kalangan remaja
Narkoba dan bahaya pemakaiannya di kalangan remajaNarkoba dan bahaya pemakaiannya di kalangan remaja
Narkoba dan bahaya pemakaiannya di kalangan remaja
 
43393707 presentasi-narkoba
43393707 presentasi-narkoba43393707 presentasi-narkoba
43393707 presentasi-narkoba
 
43393707 presentasi-narkoba
43393707 presentasi-narkoba43393707 presentasi-narkoba
43393707 presentasi-narkoba
 
43393707 presentasi-narkoba
43393707 presentasi-narkoba43393707 presentasi-narkoba
43393707 presentasi-narkoba
 
43393707 presentasi-narkoba
43393707 presentasi-narkoba43393707 presentasi-narkoba
43393707 presentasi-narkoba
 
Makalah penyalahgunaan narkoba
Makalah penyalahgunaan narkobaMakalah penyalahgunaan narkoba
Makalah penyalahgunaan narkoba
 

More from AntiNarkoba.com

Hasil survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok pelajar...
Hasil survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok pelajar...Hasil survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok pelajar...
Hasil survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok pelajar...AntiNarkoba.com
 
Heal th 2019 research on drugs abuse 2
Heal th 2019 research on drugs abuse 2Heal th 2019 research on drugs abuse 2
Heal th 2019 research on drugs abuse 2AntiNarkoba.com
 
Potensi desa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba 2019 (bnn bkkbn) 2
Potensi desa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba 2019 (bnn   bkkbn) 2Potensi desa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba 2019 (bnn   bkkbn) 2
Potensi desa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba 2019 (bnn bkkbn) 2AntiNarkoba.com
 
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn lipi ) 2
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn   lipi ) 2Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn   lipi ) 2
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn lipi ) 2AntiNarkoba.com
 
Potret efektifitas rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di lembaga permasyar...
Potret efektifitas rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di lembaga permasyar...Potret efektifitas rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di lembaga permasyar...
Potret efektifitas rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di lembaga permasyar...AntiNarkoba.com
 
Village potential in drug abuse prevention 2019 2
Village potential in drug abuse prevention 2019 2Village potential in drug abuse prevention 2019 2
Village potential in drug abuse prevention 2019 2AntiNarkoba.com
 
Health 2019 research on drugs abuse 2
Health 2019 research on drugs abuse 2Health 2019 research on drugs abuse 2
Health 2019 research on drugs abuse 2AntiNarkoba.com
 
Potrait of drug abuse rehabilitation effectiveness in correctional facility 2...
Potrait of drug abuse rehabilitation effectiveness in correctional facility 2...Potrait of drug abuse rehabilitation effectiveness in correctional facility 2...
Potrait of drug abuse rehabilitation effectiveness in correctional facility 2...AntiNarkoba.com
 
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn lipi ) 2
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn   lipi ) 2Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn   lipi ) 2
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn lipi ) 2AntiNarkoba.com
 
Village potential in drug abuse prevention 2019 2
Village potential in drug abuse prevention 2019 2Village potential in drug abuse prevention 2019 2
Village potential in drug abuse prevention 2019 2AntiNarkoba.com
 
Jurnal Data P4GN 2015 - Edisi 2016 - EN
Jurnal Data P4GN 2015 - Edisi 2016 - ENJurnal Data P4GN 2015 - Edisi 2016 - EN
Jurnal Data P4GN 2015 - Edisi 2016 - ENAntiNarkoba.com
 
Jurnal Data P4GN 2014 - Edisi 2015 - EN
Jurnal Data P4GN 2014 - Edisi 2015 - ENJurnal Data P4GN 2014 - Edisi 2015 - EN
Jurnal Data P4GN 2014 - Edisi 2015 - ENAntiNarkoba.com
 
Jurnal Data P4GN 2013 - Edisi 2014 - EN
Jurnal Data P4GN 2013 - Edisi 2014 - ENJurnal Data P4GN 2013 - Edisi 2014 - EN
Jurnal Data P4GN 2013 - Edisi 2014 - ENAntiNarkoba.com
 
Jurnal Data P4GN 2012 - Edisi 2013 - EN
Jurnal Data P4GN 2012 - Edisi 2013 - ENJurnal Data P4GN 2012 - Edisi 2013 - EN
Jurnal Data P4GN 2012 - Edisi 2013 - ENAntiNarkoba.com
 
Jurnal Data P4GN 2011 - Edisi 2012 - EN
Jurnal Data P4GN 2011 - Edisi 2012 - ENJurnal Data P4GN 2011 - Edisi 2012 - EN
Jurnal Data P4GN 2011 - Edisi 2012 - ENAntiNarkoba.com
 
Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kewirausahaan Pada Kawasan Rawan Narkoba
Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kewirausahaan Pada Kawasan Rawan NarkobaBuku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kewirausahaan Pada Kawasan Rawan Narkoba
Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kewirausahaan Pada Kawasan Rawan NarkobaAntiNarkoba.com
 
Buku Awas Narkoba Masuk Desa 2018
Buku Awas Narkoba Masuk Desa 2018Buku Awas Narkoba Masuk Desa 2018
Buku Awas Narkoba Masuk Desa 2018AntiNarkoba.com
 
Buku Pencegahan Narkoba Sejak Usia Dini
Buku Pencegahan Narkoba Sejak Usia DiniBuku Pencegahan Narkoba Sejak Usia Dini
Buku Pencegahan Narkoba Sejak Usia DiniAntiNarkoba.com
 
Buku Raih Prestasi Tanpa Narkoba
Buku Raih Prestasi Tanpa NarkobaBuku Raih Prestasi Tanpa Narkoba
Buku Raih Prestasi Tanpa NarkobaAntiNarkoba.com
 
Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkoba 2019
Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkoba 2019Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkoba 2019
Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkoba 2019AntiNarkoba.com
 

More from AntiNarkoba.com (20)

Hasil survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok pelajar...
Hasil survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok pelajar...Hasil survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok pelajar...
Hasil survei penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba pada kelompok pelajar...
 
Heal th 2019 research on drugs abuse 2
Heal th 2019 research on drugs abuse 2Heal th 2019 research on drugs abuse 2
Heal th 2019 research on drugs abuse 2
 
Potensi desa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba 2019 (bnn bkkbn) 2
Potensi desa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba 2019 (bnn   bkkbn) 2Potensi desa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba 2019 (bnn   bkkbn) 2
Potensi desa dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba 2019 (bnn bkkbn) 2
 
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn lipi ) 2
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn   lipi ) 2Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn   lipi ) 2
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn lipi ) 2
 
Potret efektifitas rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di lembaga permasyar...
Potret efektifitas rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di lembaga permasyar...Potret efektifitas rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di lembaga permasyar...
Potret efektifitas rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di lembaga permasyar...
 
Village potential in drug abuse prevention 2019 2
Village potential in drug abuse prevention 2019 2Village potential in drug abuse prevention 2019 2
Village potential in drug abuse prevention 2019 2
 
Health 2019 research on drugs abuse 2
Health 2019 research on drugs abuse 2Health 2019 research on drugs abuse 2
Health 2019 research on drugs abuse 2
 
Potrait of drug abuse rehabilitation effectiveness in correctional facility 2...
Potrait of drug abuse rehabilitation effectiveness in correctional facility 2...Potrait of drug abuse rehabilitation effectiveness in correctional facility 2...
Potrait of drug abuse rehabilitation effectiveness in correctional facility 2...
 
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn lipi ) 2
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn   lipi ) 2Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn   lipi ) 2
Survei prevalensi penyalahgunaan narkoba 2019 ( bnn lipi ) 2
 
Village potential in drug abuse prevention 2019 2
Village potential in drug abuse prevention 2019 2Village potential in drug abuse prevention 2019 2
Village potential in drug abuse prevention 2019 2
 
Jurnal Data P4GN 2015 - Edisi 2016 - EN
Jurnal Data P4GN 2015 - Edisi 2016 - ENJurnal Data P4GN 2015 - Edisi 2016 - EN
Jurnal Data P4GN 2015 - Edisi 2016 - EN
 
Jurnal Data P4GN 2014 - Edisi 2015 - EN
Jurnal Data P4GN 2014 - Edisi 2015 - ENJurnal Data P4GN 2014 - Edisi 2015 - EN
Jurnal Data P4GN 2014 - Edisi 2015 - EN
 
Jurnal Data P4GN 2013 - Edisi 2014 - EN
Jurnal Data P4GN 2013 - Edisi 2014 - ENJurnal Data P4GN 2013 - Edisi 2014 - EN
Jurnal Data P4GN 2013 - Edisi 2014 - EN
 
Jurnal Data P4GN 2012 - Edisi 2013 - EN
Jurnal Data P4GN 2012 - Edisi 2013 - ENJurnal Data P4GN 2012 - Edisi 2013 - EN
Jurnal Data P4GN 2012 - Edisi 2013 - EN
 
Jurnal Data P4GN 2011 - Edisi 2012 - EN
Jurnal Data P4GN 2011 - Edisi 2012 - ENJurnal Data P4GN 2011 - Edisi 2012 - EN
Jurnal Data P4GN 2011 - Edisi 2012 - EN
 
Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kewirausahaan Pada Kawasan Rawan Narkoba
Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kewirausahaan Pada Kawasan Rawan NarkobaBuku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kewirausahaan Pada Kawasan Rawan Narkoba
Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kewirausahaan Pada Kawasan Rawan Narkoba
 
Buku Awas Narkoba Masuk Desa 2018
Buku Awas Narkoba Masuk Desa 2018Buku Awas Narkoba Masuk Desa 2018
Buku Awas Narkoba Masuk Desa 2018
 
Buku Pencegahan Narkoba Sejak Usia Dini
Buku Pencegahan Narkoba Sejak Usia DiniBuku Pencegahan Narkoba Sejak Usia Dini
Buku Pencegahan Narkoba Sejak Usia Dini
 
Buku Raih Prestasi Tanpa Narkoba
Buku Raih Prestasi Tanpa NarkobaBuku Raih Prestasi Tanpa Narkoba
Buku Raih Prestasi Tanpa Narkoba
 
Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkoba 2019
Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkoba 2019Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkoba 2019
Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkoba 2019
 

Recently uploaded

Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian KasihTeks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasihssuserfcb9e3
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfGugunGunawan93
 
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptx
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptxMATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptx
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptxrofikpriyanto2
 
PPT-Sistem-Pencernaan-Manusia-Kelas-8-K13.pptx
PPT-Sistem-Pencernaan-Manusia-Kelas-8-K13.pptxPPT-Sistem-Pencernaan-Manusia-Kelas-8-K13.pptx
PPT-Sistem-Pencernaan-Manusia-Kelas-8-K13.pptxdanangpamungkas11
 
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OKLA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OKDeviIndriaMustikorin
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2noviamaiyanti
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKARenoMardhatillahS
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanssuserc81826
 
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaDinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaEzraCalva
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuHANHAN164733
 
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdfShintaNovianti1
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaSABDA
 
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptPertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptNabilahKhairunnisa6
 
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdfAKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdfTaqdirAlfiandi1
 
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.pptP_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.pptAfifFikri11
 
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxJurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxBambang440423
 
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxLATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxnataliadwiasty
 

Recently uploaded (20)

Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian KasihTeks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
Teks ucapan Majlis Perpisahan Lambaian Kasih
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
 
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptx
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptxMATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptx
MATERI 1_ Modul 1 dan 2 Konsep Dasar IPA SD jadi.pptx
 
PPT-Sistem-Pencernaan-Manusia-Kelas-8-K13.pptx
PPT-Sistem-Pencernaan-Manusia-Kelas-8-K13.pptxPPT-Sistem-Pencernaan-Manusia-Kelas-8-K13.pptx
PPT-Sistem-Pencernaan-Manusia-Kelas-8-K13.pptx
 
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OKLA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
 
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaDinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
 
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
 
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptPertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
 
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdfAKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
 
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.pptP_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
 
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxJurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
 
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxLATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
 

Pencegahan Bahaya Narkoba Di Lingkungan SMP Dan SMA

  • 2. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 1 Berikut adalah informasi yang bisa didapatkan dalam panduan ini :  Informasi umum tentang narkoba  Call center dan kontak bantuan  Kenapa kita harus peduli  Ayo kenali dirimu  Hukum yang berlaku  Rencana pembelajaran untuk di lingkungan pendidikan Edukasi yang benar dapat membantu untuk mencegah penyalahgunaan narkoba Kepedulian kita hari ini, menanam harapan untuk generasi emas Indonesia
  • 3. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 2 Lets TALK MORE About Drugs NARKOBA merupakan singkatan dari NARkotika, PsiKOtropika, dan Bahan Adiktif lainnya Narkoba telah menjadi istilah populer di masarakat. Istilah ini biasa digunakan oleh aparat penegak hukum seperti Polri, BNN, jaksa, hakim, dan petugas pemasyarakatan. Selain narkoba sebutan lain yang menunjuk ketiga zat tersebut adalah Napza yaitu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Istilah ini lebih banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Perhatikan berita di media massa, baik media elektronik maupun cetak. Setiap pemberitaan mengenai seorang public figure yang terkena kasus narkoba, selain terjerat sanksi sesuai, ia juga mendapat vonis dikucilkan dari masyarakat dan tentu saja karir yang sudah dibangun dari awal menjadi sia-sia. Begitu juga jika ada anggota keluarga kita yang menjadi pecandu narkoba, maka biasanya seluruh anggota keluarga akan menanggung akibatnya, mulai dari biaya yang harus dikeluarkan untuk
  • 4. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 3 penanggulangan masalah hukum, biaya perawatan kesehatan, rehabilitasi, timbulnya perasaan kecewa, stres yang terjadi dalam keluarga, hingga cap ‘buruk’ keluarga di mata masyarakat sekitar. Untuk itulah, pengetahuan dan informasi yang benar tentang narkoba merupakan salah satu benteng untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat kita dari jerat narkoba. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan dalam ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam undang-undang. Dibawah ini akan disampaikan berbagai jenis narkotika. Berdasarkan cara pembuatannya, narkotika dibedakan ke dalam 3 golongan, yaitu narkotika alami, semisintesis, dan narkotika sintesis.  Narkotika alami merupakan narkotika yang zat aditifnya
  • 5. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 4 diambil dari tumbuh-tumbuhan, contohnya: Ganja  Merupakan tanaman perdu dengan daun menyerupai singkong yang tepinya bergerigi dan berbulu halus.  Jumlah jarinya selalu ganjil 5,7,9.  Indonesia merupakan daerah subur untuk tanaman ganja.  Cara penyalahgunaan ganja ini dengan dikeringkan dan dicampur dengan tembakau rokok atau dijadikan rokok lalu dibakar serta dihisap.  Hasis merupakan tanaman serupa ganja yang tumbuh di Amerika latin dan Eropa  Narkotika semisintesis adalah narkotika alami yang diolah dan diambil zat aktifnya agar memiliki khasiat yang leebih kuat sehingga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan duniaa kedokteran, contohnya: Morfin  Biasa dipakai dunia kedokteran untuk menghilangkan rasa sakit atau pembiusan pada suatu operasi.  Kodein, dipakai untuk penghilang batuk. Heroin, tidak dapat dipakai dalam pengobatan karena daya adiktifnya sangat besar dan manfaatnya secara medis belum ditemukan.  Dalam perdagangan gelap, heroin diberi nama putaw, atau petai. Bentuknya seperti tepung terigu: halus, putih dan agak kotor.
  • 6. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 5  Narkotika Sintetis adalah narkotika palsu dibuat dari bahan kimia. Narkotika ini digunakan untuk pembiusan dan pengobatan bagi orang yang menderita ketergantungan narkoba (substitusi), Contohnya: Petidin, untuk obat bius lokal; Metadhon, untuk pengobatan pecandu narkoba; Naltrexon untuk pengobatan pecandu narkoba. Psikotropika merupakan zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas normal dan perilaku. Psikotropika adalah obat yang digunakan oleh dokter untuk mengobati gangguan jiwa. Berdasarkan ilmu farmakologi, psikotropika dikelompokkan ke dalam 3 golongan: depresan, stimulan, dan halusinogen STIMULAN Merupakan jenis narkoba yang memacu kerja otak dan meningkatkan aktivitas tubuh. Orang menjadi gembira dan waspada secara berlebihan karena meningkatnya aktivitas tubuh.
  • 7. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 6 Bentuknya yaitu berupa : 1. Kokain Memperkecil pembuluh darah sehingga mengurangi aliran darah Efek kokain, yaitu :  Euphoria (rasa gembira/ senang yang berlebihan )  Mengurangi jumlah dopamine atau reseptor dalam otak  Sel otak akan bergantung pada kokain agar dapat berfungsi normal  Muncul rasa ketagihan karena tanpa kokain mereka tidak dapat merasakan kenikmatan apapun.  Menimbulkan gejala psikosis (gangguan mental)  Kokain yang digunakan bersama alkohol dapat menimbulkan perilaku
kekerasan. 2. Amphetamine TypeStimulants (ATS) ATS terdiri dari :
- Amphetamine
- Methamphetamine (Sabu)
- MDMS (Metilen dioksi metamphetamine atau Ecstacy)
  • 8. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 7 Efek Amphetamine, yaitu :  Memicu kerja susunan sistem saraf pusat  Menghilangkan rasa lapar & membuat ngantuk  Meningkatkan stamina atau kekuatan fisik  Waspada berlebihan sehingga menjadi paranoid  Gejala putus obat (nyeri, demam, berkeringat) 3. Methamphetamine(Sabu) Efek Methamphetamine atau Sabu adalah:  Pemakai merasa fly dengan perasaan enak sementara, yang berangsur-angsur membangkitkan kegelisahan luar biasa  Otak sulit berfikir dan berkonsentrasi.  Memicu tubuh untuk bekerja melampaui batas maksimum dari kekuatan fisik dan mental.  Perilaku menjurus pada kekerasan.
  • 9. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 8  Berat badan menyusut, impotensi, halusinasi (seolah olah mendengar atau melihat sesuatu), paranoid (curiga berlebihan)  Kerusakan pembuluh darah di otak yang dapat berlanjut menjadi stroke atau pecahnya pembuluh darah di otak.  Kamu tetap merasa aktif walaupun tubuh sudah sangat lelah  Jika tubuh tidak dapat lagi menanggung beban, kamu bisa pingsan
dan mati karena
kelelahan  Over Dosis  mengakibatkan kerusakan lever dan paru-paru bahkan kematian 4. Ecstasy
(Designed Substance), bahasa gaulnya Inex, XTC, atau kancing. Gejala dari penggunaan ecstasy adalah: - Kehangatan emosi bertambah - Keintiman bertambah - Nafsu makan berkurang - Banyak berkeringat - Gerak badan tidak terkendali - Tekanan darah naik - Denyut jantung dan nadi bertambah cepat
  • 10. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 9 - Halusinasi (tripping) berupa perasaan melayang yang menyeramkan, kejang, panik, mudah tersinggung dan melakukan kekerasan yang tidak masuk akal. 
 DEPRESAN 
 Merupakan jenis narkoba yang menghambat kerja otak dan memperlambat aktivitas tubuh. Penggunanya menjadi mengantuk, terlalu tenang dan menjadi lambat dalam merespon. Rasa nyeri dan stres hilang sementara 1. Morfin Efek morfin, yaitu :  Euphoria atau rasa senang berlebihan  Menimbulkan toleransi dan ketergantungan  Menimbulkan gejala putus zat, yaitu rasa nyeri, tubuh demam, berkeringat dan menggigil.  Kematian akibat terhambatnya pernafasan. 2. Heroin (Putauw) Efek heroin, yaitu :  Badan menjadi kurus, pucat dan kurang gizi  Bila menggunakan jarum suntik yang dipakai bergantian dapat tertular virus Hepatitis B, C dan HIV/AIDS  Impotensi
  • 11. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 10  Menyebabkan sakauw (putus zat akibat terhentinya suplai heroin/putauw) dengan gejala mual, demam, nyeri pada tulang dan sendi, mata dan hidung berair badan berkeringat berlebihan, dan badan menggigil. 3. Alkohol Efek Alkohol yaitu :  Alkohol diserap oleh tubuh dan masuk ke dalam pembuluh darah.  Kesadaran menurun, mabuk, jalan sempoyongan, bicara cadel, kekerasan, kecelakaan karena mengendarai dalam keadaan mabuk.  Merusak hati, kelenjar getah bening, saraf tepi otak, gangguan jantung, kanker dan bayi lahir cacat dari ibu 
pecandu alkohol. 
 HALUSINOGEN Merupakan jenis narkoba yang berasal dari tanaman atau dibuat melalui formulasi kimiawi. Efek halusinasi dapat mengubah dan menyebabkan distorsi tentang persepsi, pikiran dan lingkungan. Mengakibatkan rasa teror dan kekacauan indera seperti “mendengar” warna atau “melihat” suara, paranoid, meningkatkan risiko gangguan mental. Contoh halusinogen yaitu : tanaman ganja dan inhalan.
  • 12. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 11 
1. Tanaman ganja. 
 Nama latinnya adalah Cannabis Sativa. Bagian yang digunakan adalah daun, bunga dan biji yang dikeringkan. Nama lainnya yaitu ganja, marijuna, pot, cimeng, Mary Jane, gele’ ,grass, weed. Efek ganja, yaitu :  Daya ingat berkurang.  Kehilangan kendali dan keseimbangan.  Perubahan emosi atau perasaan secara mencolok (tertawa terbahak-bahak kemudian mendadak berubah menjadi ketakutan).  Gelisah, ketakutan dan halusinasi  Apatis dan depresi.  Kecemasan berlebihan dan timbul rasa panik.  Keseimbangan dan koordinasi tubuh yang buruk.
  • 13. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 12 2.lnhalan Adalah zat yang mudah menguap, seperti lem aica aibon ,thinner, bensin dan spritus. Efek inhalan :  Rasa malu berkurang  Mengantuk  Sakit kepala  Gelisah 
  Gangguan pengelihatan  Tidak sadar akan keadaan sekelilingnya.  Kematian Seringkali pemakai jenis inhalan ini adalah anak jalanan seperti pengamen dan pengemis karena jenis ini mudah ditemukan dan harganya murah. Mereka dengan mudahnya tidur nyenyak di trotoar yang ramai karena pengaruh inhalan tersebut.
  • 14. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 13 Jadi Sudah TAHU kan Dampak yang Ditimbulkan dari Penyalahgunaan Narkoba?? Apakah kesenangan palsu atau kesenangan sesaat itu sebanding dengan akibat dari narkoba itu sendiri? Selain diri sendiri yang dirusak juga keluarga kita maupun masyarakat sekitar yang juga terkena akibatnya. Coba lihat betapa dahsyatnya akibat narkoba. I. Fungsi otak dan perkembangan terganggu :  ingat menurun dan mudah lupa  Sulit berkonsentrasi  Halusinasi  Tak dapat bertindak rasional  Menimbulkan perasaan berkhayal  Kemampuan belajar merosot  Prestasi di sekolah atau kampus menurun  Mudah melakukan kekerasan Sangat jelas bahwa pelajar yang mengonsumsi narkoba akan rusak susunan saraf pusat dan sel-sel otaknya. Sepintar apapun siswa tersebut, jika sudah menyalahgunakan narkoba maka prestasi belajarnya akan
  • 15. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 14 merosot. Kualitas dan fungsi otaknya akan mengalami penurunan, dan hal itu tidak bisa diperbaiki seperti semula. II. Gangguan Kesehatan, yaitu :  Kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh
seperti hati, jantung, paru-paru, ginjal, kelenjar
endokrin, dan sistem reproduksi.  Di samping itu
pecandu sangat rentan tertular virus Hepatitis B
dan Hepatitis C, HIV/AIDS, penyakit kulit, Infeksi Menular
Seksual, dan mengalami kurang gizi serta gigi menjadi rapuh dan mudah berlubang. Terlihat jelas terjadinya penurunan fungsi tubuh, penurunan produktivitas.  Pengeluaran rumah tangga dan tabungan akan habis untuk biaya rehabilitasi, pengurusan masalah hukum dan biaya pengobatan korban penyalahguna narkoba. Belum lagi timbulnya stres pada seluruh anggota keluarga
  • 16. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 15 III. Gangguan Perilaku seperti :  Mudah tersinggung  Mudah marah  Sulitnya mengendalikan diri  Menyendiri  Hubungan dengan keluarga dan orang lain terganggu  Gangguan mental seperti paranoid (ketakutan tanpa alasan jelas)  Psikosis 
Seseorang yang kecanduan narkoba, akan mengalami perubahan perilaku. Jika ada teman atau saudara kita yang mengalami perubahan perilaku secara kecanduan mereka.  Jika pecandu berasal dari kalangan bawah maka bisa dipastikan ia akan melakukan tindak kriminal seperti mencuri untuk mendapatkan uang demi membeli narkoba. IV. Kehidupan Keluarga tidak berfungsi normal. Kerusakan paling parah dari penggunaan narkoba adalah dampaknya terhadap hubungan di dalam keluarga. Hubungan antara orangtua dengan anak, atau antara sesama saudara dan anggota keluarga lain menjadi rusak. Atau orangtua menjadi sakit-sakitan atau meninggal dunia akibat tidak mampu menahan beban masalah akibat
  • 17. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 16 adanya anak yang kecanduan dalam keluarga. V. Kerusakan Sosial Kerusakan sosial yang diakibatkan oleh kecanduan narkoba adalah kehancuran keluarga; penganiayaan dan kekerasan terhadap anak dan anggota keluarga lain; serta kematian bayi yang dilahirkan. Bagaimana Tahap Proses Ketergantungan Narkoba??? Ketergantungan narkoba adalah suatu keadaan atau kondisi yang diakibatkan penyalahgunaan narkoba yang disertai dengan adanya toleransi zat (dosis semakin meningkat) dan gejala putus zat (withdrawal syndrome).  Ketergantungan Fisik - Seseorang yang mengalami ketergantungan fisik akan merasakan beberapa gejala fisik yang tidak enak bila jenis narkoba tersebut tidak dipakai dalam jangka waktu tertentu. Diagnosis ketergantungan narkoba memerlukan adanya sindrom putus atau toleransi.  Gejala Putus Zat – adalah gejala yang terjadi akibat penghentian atau pengurangan dosisnya. Keadaan ini menimbulkan gejala fisik yang tidak enak berupa
  • 18. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 17 kejang, mual, muntah, gemetar, gelisah, berkeringat dan sebagainya. Berat ringan gejala putus bergantung jenis zat, dosis, dan lama penggunaan. Makin tinggi dosis narkoba yang disalahgunakan dan makin lama penyalahgunaannya, makin kuat gejala sakitnya.  Sakauw adalah gejala putus zat karena penggunaan putauw (heroin), dan gejala sakauw umumnya berlangsung hingga 4-5 hari setelah penggunaan dihentikan. Beberapa jenis narkoba lain berlangsung hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Inilah sebabnya pecandu narkobatidak mampu menghentikan penggunaannya. Penyalahguna perlu tetap mempertahankan keadaan “normal” dengan tetap menyalahgunakan narkoba.  Toleransi adalah keadaan di mana dosis yang sama tidak lagi berpengaruh seperti penggunaan sebelumnya. Akibatnya, perlupenambahan dosis yang lebih besar agar mendapatkan efek yang dikehendaki. Keadaan ini dapat menimbulkan overdosis (OD) dan meninggal.  Ketergantungan Psikologis - Tidak semua narkoba menimbulkan ketergantungan fisik, tetapi hampir semua penyalahgunan narkoba merasa sangat
  • 19. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 18 tergantung pada narkoba dan akan merasa kurang enak dan gelisah bila jenis narkoba itu tidak ada. Keadaan ini bersifat kejiwaan dan disebut ketergantungan psikologis. Berikut Tahapan Keterantungan Narkoba: Sikap menentang narkoba tidak tegas mau bergaul dengan pengguna narkoba Segan menolak tawaran untuk tetap eksis dalam komunitasnya Sesudah memakai beberapa kali, perlu penambahan dosis Penggunaan narkoba sudah menjadi kebiasaan yang mengikat Kalau berhenti pakai atau dosis kurang, timbul gejala putus obat Keracunan dan mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh dan otak KOMPROMI COBA-COBA TOLERANSI KEBIASAAN KETERGANTUNGAN INTOKSIFIKASI MENINGGAL DUNIA
  • 20. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 19 Badan Narkotika Nasional Jl. MT. Haryono no.11 cawang Jakarta Timur, 13360 Indonesia Telepon : +62-21 808871566 Call center BNN : +62 21 80880011 Sms center BNN : +62 81221575675 Email : info@bnn.go.id Website : http//www.bnn.go.id
  • 21. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 20 Narkoba Dewasa ini Narkoba…… lagi….., narkoba.. Lagi….. “Kenapa sih Kita harus peduli dengan masalah narkoba ini? Generasi muda Indonesia merupakan sasaran empuk bagi sindikat perdagangan dan peredaran gelap narkoba, karena konsumennya banyak dan berani memberi dengan harga tinggi. Opps! Ini bukan suatu prestasi bukan? Pada tingkat dunia, perkiraan nilai uang peredaran gelap narkoba menduduki rangking pertama dari seluruh jumlah unag yang beredar, yaitu sebesar US$ 400 Milyar. Jumlah ini merupakan 80% dari jumlah keseluruhan uang yang beredar di dunia. Di Indonesia, kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba pada tahun 2014 mencapai ± Rp 63 triliun. Komponen biaya ekonomi yang dikeluarkan akibat penyalahgunaan narkoba antara lain karena timbulnya beban akibat biaya untuk konsumsi narkoba, biaya perawatan, biaya prroduktivitas yang hilang, biaya kematian akibat penyalahgunaan narkoba, dan tindakan kriminalitas.
  • 22. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 21 Jumlah ini sangat besar dan akan mendatangkan manfaat luar biasa jika digunakan dengan benar untuk pembangunan. Bayangkan jika jumlah uang sebanyak itu digunakan untuk membangun sekolah, universitas, rumah sakit, jalan, jembatan, atau memberikan lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang menganggur tentunya kemajuan bangsa Indonesia akan mudah terealisasi bukan?. Dari segi korban jiwa, setiap tahun ada 15.000 anak bangsa yang berada dalam usia produktif mati sia-sia akibat penyalahgunaan narkoba dan jika ini dibiarkan terus menerus maka bisa mengakibatkan hilangnya generasi. Bisa saja salah satunya anak kita, teman kita, saudara, atau bahkan kita sendiri Mungkin kamu tidak menyangka jumlah penyalahgunaan narkoba saat ini, yaitu mencapai 4.000.000 orang, diantaranya yang menggunakan jarum suntik sebanyak 1.000.000 orang. Penyalahgunaan narkoba mengancam siapa saja, baik kalangan ekonomi lemah, berkedudukan, mempunyai jabatan, kalangan akademisi, pekerja kantor, pelajar, seniman, artis, insinyur bahkan olahragawan. 63 TRILIUN
  • 23. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 22 Berdasarkan data Polri Tahun 2013 dari 43.767 jumlah tersangka kasus narkoba sebanyak 12.169 dan 22.952 orang berada pada rentang pendidikan sekolah menengah(SMP) Ini berarti bahwa dunia pendidikan juga menjadi salah satu incaran bandar narkoba. Jumlah penyalah-guna Narkoba yang cukup tinggi memang berada pada rentang usia 15-25 tahun, yaitu rentang usia pelajar dan mahasiswa, pada usia tersebut kemung-kinan penyalahgunaan Narkoba sebagian besar diakibatkan pergaulan dengan teman penyalahguna Narkoba ataupun permasalahan dalam keluarganya Selama ini pengedar narkoba menawarkan dengan cara memberikan secara cuma-cuma atau gratis, hingga akhirnya mulai ketagihan, kemudian mereka menawarkan agar membeli dan menjualnya. Dalam waktu yang sangat relatif singkat, generasi muda khususnya pelajar menjadi sasaran utama pengedar. Penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah menjadi sangat mengkhawatirkan. Sebagai Remaja perlu bersiap diri untuk terus memproteksi diri agar tidak terjerumus dengan melibatkan diri pada aktivitas yang positif. Apalagi
  • 24. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 23 umumnya para pengedar mencari tempat-tempat yang sepi, jarang dipantau oleh guru atau keamanan sekolah. Kamu harus TAHU Kenapa Narkoba itu ada? Sebuah pertanyaan mendasar “narkoba itu apa?”selalu dibarengi dengan jawaban yang menggiring pada sisi negatif narkoba yang selalu dianggap menimbulkan masalah maka kita harus lihat dulu asal-usul narkoba. Narkoba bukan barang modern, narkoba sudah dikenal sejak jaman dahulu kala. Penggunaan narkoba sudah dikenal sejak jaman kuno, sekitar 2000 tahun sebelum masehi, orang-orang Samaria (Palestina bagian utara) sudah menemukan sari bunga opium (papavor somniferitum) dan dimanfaatkan untuk membantu orang- orang yang kesulitan tidur atau kesakitan parah. Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India, Tiongkok dan wilayah Asia lainnya. Tiongkok kemudian menjadi tempat yang subur dalam penyebaran candu ini. Memasuki abad ke-17 masalah
  • 25. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 24 candu ini bagi Tiongkok telah menjadi masalah nasional. Adalah William Jardine, lahir pada 1784, berasal dari Skotlandia yang kemudian menjadi salah satu arsitek perang candu (berlangsung dari tahun 1839 - 1842 dan 1856 – 1860). Seorang dokter bedah lulusan dari lulusan University of Edinburg dan menerima gelar dokter bedah dari Royal College of Surgeons of Edinburg pada 1802, kemudian bergabung dengan perusahaan perdagangan Inggris, East India Company, sebagai dokter kapal. Wilayah perdagangan perusahaan ini sampai Asia. Melalui perusahaan inilah ia belajar berdagang dan akhirnya meninggalkan profesinya sebagai dokter. Jardine kemudian bergabung dengan perusahaan produsen opium di India dan berdagang opium sampai ke Tiongkok, untuk dibarter dengan the dan sutera. Melihat peluang keuntungan yang besar, armada perdagangan Inggris membawa opium dalam jumlah besar untuk diperdagangkan di Tiongkok. Jardine bergabung dengan James Matheson. Kedua tokoh inilah yang mempunyai peranan besar dalam pasokan opium ke Tiongkok. Di tangan mereka perdagangan opium di Tiongkok meningkat tajam. Mereka
  • 26. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 25 mendapat dukungan penuh dari pemerintah kerajaan Inggris, yang pada waktu itu dipimpin oleh Ratu Victoria. Ketika kerajaan Inggris mulai mendapat kesulitan dalam perdagangan opium di Tiongkok yang pada saat itu dikuasai oleh dinasti Qing, terjadilah perang atau lebih tepatnya penyerbuan oleh Inggris ke Tiongkok. Tiongkok kalah dan jatuhlah dinasti Qing. Peperangan yang tidak seimbang karena banyak prajurit Tiongkok yang telah menjadi pecandu berat opium. Mereka dapat dengan mudah dikalahkan oleh tentara Inggris. Kekalahan Tiongkok berujung pada perjanjian Nanjing dimana Hongkong harus diserahkan pada Inggris untuk dikuasai selama 100 tahun. 1806, seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich Wilhelim Sertuner menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morphin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morphius). Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di Amerika Serikat, morphin ini sangat populer digunakan untuk penghilang rasa sakit akibat luka peperangan, namun sebagian menjadi ketagihan hingga disebut sebagai “penyakit tentara”. Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London, merebus
  • 27. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 26 cairan morphin dengan asam anhidrat (cairan asam yang ada pada sejenis jamur). Campuran ini membawa efek ketika diuji coba pada anjing yaitu, anjing tersebut tiarap, ketakutan, mengantuk dan muntah-muntah. Namun tahun 1898 pabrik obat Bayer memproduksi obat tersebut dengan nama heroin, sebagai obat resmi penghilang sakit (painkiller). Dari sini sudah jelas bahwa narkoba, baik yang langsung tersaji di alam maupun yang diolah oleh manusia ditujukan semuanya untuk pemenuhan kesehatan.
  • 28. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 27 Bagaimana dengan Penyalahgunaan Narkoba? Penyalahgunaan adalah suatu proses, cara, perbuatan menyelewengkan. Penyalahgunaan narkoba adalah pemakaian narkoba di luar indikasi medis, tanpa petunjuk/resep dokter. Masalah akan muncul ketika barang itu mulai disalahgunakan. Berbagai dampak dan resiko akan datang. Banyak faktor seseorang mulai menyalahgunakan narkoba:  Kurangnya pengendalian diri. Remaja yang mencoba-coba menyalahgunakannarkoba biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang melarang penyalahgunaannarkoba.  Konflik Individu/ emosi yang masih belum stabil. Remaja yang kerap mengalami konflik akan mengalami frustasi tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung menggunakan narkoba, karena berpikir keliru bahwa cemas yang ditimbulkan oleh konflik dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba. 1 Faktor Kepribadian.
  • 29. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 28  Terbiasa hidup senang/mewah. Remaja yang terbiasa hidup dalam kesenangan kerap berupaya menghindari permasalahan yang lebih rumit.Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan, praktis yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan narkobayang dapat memberikan rasa euphoria secara berlebihan.  Kurangnya kontrol keluarga. Mungkin Orang tua terlalu sibuk sehingga jarang mempunyai waktu . Remaja biasanya cenderung mencari perhatian dari luar juga mencari "kesibukan" bersama teman-temannya.  Kurangnya disiplin dan tanggung jawab Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimulai dari keluarga yang broken home, penerapan disiplin dan tanggung jawab akan mengurang resiko terjebak kedalam penyalahgunaan narkoba. 2. Faktor Keluarga
  • 30. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 29  Masyarakat yang indvidualis. Lingkungan yang individualistikdalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain, Akibatnya banyak individu dalam masyarakat kurang peduli dengan penyalahangunaan narkoba yang semakin meluas di kalangan remaja Pengaruh teman sebaya. Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap penggunaan narkoba, hal ini disebabkan antara lain karena menjadi syarat kemudahan untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Memperhatikan perbedaan gender/ jenis kelamin merupakan hal yang penting dalam hal melakukan perlindungan serta memperhatikan faktor resiko yang berbeda. 3. Faktor Lingkungan 4. Faktor Gender
  • 31. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 30 Pendidikan di sekolah Pendidikan akan bahaya penyalahgunaannarkobadi sekolah-sekolah juga merupakan salah satu bentuk kampanye anti penyalahgunaan narkoba. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh siswa-siswi akan bahaya narkoba juga dapat memberikan andil terhadap meluasnya penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar. Faktor yang termasuk dan mempengaruhi kondisi sosial seorang remaja antara lain hilangnya nilai-nilai dalam sebuah keluarga dan sebuah hubungan, hilangnya perhatian dengan komunitas, dan susahnya beradaptasi dengan baik. Remaja masa kini hidup dalam zaman yang berada dalam sebuah lingkaran besar, dimana sebagian remaja berada dalamlingkungan yang beresiko tinggi terhadap 5. Faktor Pendidikan 6. Faktor Masyarakat dan Komunitas Sosial 7. Faktor Populasi Yang Rentan
  • 32. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 31 penyalahgunaan narkoba. Banyak remaja mulai mencoba- coba narkoba. Karena narkoba berpengaruh pada otak , setelah menggunakan narkoba dapat timbul rasa nikmat seperti rasa rileks, rasa senang, tenang, dan perasaan “high”. Perasaan itulah yang dicari oleh pemakainya yang menyebabkan narkoba disalahgunakan. Namun, sesudah mengalami perasaan “high”, terjadi perasaan “down” atau pengaruh sebaliknya seperti cemas, gelisah, nyeri otot dan sulit tidur. Untuk menghilangkan perasaan buruk itu, orang menggunakan narkoba lagi. Jika digunakan berulang kali, terjadi kebiasaan dan kehidupan menjadi bagaikan “roller coaster” dan hidup hanya demi memperoleh perasaan “high” dari narkotika. Jika sudah demikian, tidak ada lagi rasa nikmat akan tetapi rasa sakit dan penderitaan
  • 33. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 32 Kenali Diri Kamu! Kaum Muda, Apakah Kalian Sedang Membangun Masa Depan? Manusia adalah makluk yang bertanggung jawab terhadap kehidupan diri dan kehidupan orang lain. Namun, sebelum seseorang mampu membina hubungan dengan sesamanya, ia harus memperhatikan keadaan dirinya terlebih dahulu, mengenal diri sendiri (Siapa Aku?) dan membina hubungan yang baik dengan dirinya sendiri.  Dengan mengetahui siapa dirinya berarti ia dapat lebih mudah mengarahkan perilakunya untuk mencapai tujuan hidupnya. Dengan kata lain, ia akan sulit mengarahkan perilakunya dan tujuan hidupnya apabila ia tidak jelas dengan dirinya sendiri.  Menyadari dan mengenal “siapa aku” berarti pula mengetahui seluruh kelemahan/kekurangan dan kekuatan /kelebihan dirinya dan cita-cita yang ingin ia capai.  Seseorang dapat menilai dirinya positif atau negatif. Sikap dan pandangan positif terhadap dirinya sendiri menyebabkan seseorang memandang seluruh hidup dengan tersenyum. Sebaliknya, sikap dan pandangan
  • 34. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 33 negatif terhadap diri sendiri menyebabkan individu memandang seluruh hidup dengan muka Penilaian diri secara positif perlu dilatih dan dikembangkan. Cara mengembangkan penilaian diri yang positif antara lain: 1. Jujur terhadap diri sendiri – Pandangan yang tepat dan nyata tentang keadaan diri sendiri merupakan permulaan penilaian diri yang sehat . Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan dan perlu belajar menerima dan mengakui keberadaan diri kita. Bersikap jujur tentang keberadaan diri sendiri, tidak menutupi kelemahan dan kekurangan kita. Perlu juga akui kesalahan kita kepada orang lain dengan tulus, dan mintalah maaf. 2. Bersedia memperbaiki diri – Mengatasi kekurangan dan meningkatkan kekuatan diri dapat membangun penilaian diri yang positif. Oleh karena itu seorang harus bersikap terbuka terhadap kritikan, teguran dan nasihat. Belajar dari kesalahan yang dilakukan. Hargai kritik. 3. Tetapkan tujuan hidup – Tetapkan tujuan hidup anda dan berusahalah mencapainya. Tujuan itu harus
  • 35. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 34 realistik (nyata), dan dapat dicapai sesuai kemampuan. 4. Berbuat yang terbaik – Selalu berusaha mencapai yang terbaik sesuai dengan kemampuan. Hiduplah untuk hari ini dan lakukan yang terbaik. Jangan kawatirkan hari esok, sebab hari esok ada persoalannya sendiri. 5. Memenuhi kebutuhan orang lain - Setelah memperlajari segala sesuatu tentang diri sendiri dan memenuhi kebutuhan diri sendiri, anda juga perlu berusaha untuk memenuhi kebutuhan orang lain sesuai kemampuan. Memusatkan kebutuhan diri sendiri dan orang lain harus seimbang. Anda akan berbahagia karena anda merasa berharga dan berguna bagi orang lain.
  • 36. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 35 Betapa Berharganya Aku! Cobalah isi dengan hal pertama yang kamu pikirkan tentang dirimu …. 1. Tubuhmu _______________________________________________ 2. Sifatmu _______________________________________________ 3. Kelebihanmu _______________________________________________ 4. Kekuranganmu ___________________________________________ 5. Bakatmu _______________________________________ 6. Minatmu ______________________________________ 7. Cita-citamu ___________________________________________ 8. Keluargamu ___________________________________________ 9. Kemampuanmu ___________________________________________
  • 37. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 36 10. Di antara teman-temanku, aku dianggap ___________________________________________ 11. Dalam keluargaku, aku ____________________________________ 12. Tujuan hidupku __________________________________________ 13. Aku ingin _______________________________________________ 14. Hambatan dalam mencapai cita-citaku _________________________________________ Kesimpulan ___________________________________________
  • 38. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 37 Gali Rasa Harga Diri dan Percaya Diri! Harga diri atau rasa percaya diri adalah suara hati anda yang menyampaikan bahwa anda adalah seorang istimewa dan berharga, mampu mencapai cita-citanya. Harga Diri adalah perasaan, pandangan dan keyakinan seseorang terhadap keseluruhan dirinya. Harga diri adalah dasar untuk membangun proses belajar, kreativitas, tanggung jawab dan hubungan antar sesama yang positif. Harga diri bisa tinggi atau rendah terbentuk dari pengalaman seseorang dalam interaksi dengan orang lain. Tanggapan yang diberikan akan dijadikan cermin untuk menilai dan memandang dirinya. Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya perbedaan harga diri pada mereka yang berperilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba, dari pada yang tidak berperilaku menyimpang. Orang yang berperilaku menyimpang menunjukkan harga diri yang rendah, sebab mereka lebih banyak mengalami konflik, ketegangan dan frustrasi.
  • 39. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 38 Cobalah menilai kondisi kamu saat ini APAKAH HARGA DIRI ANDA SAAT INI KUAT ATAU RENDAH? HARGA DIRI KUAT HARGA DIRI LEMAH  Bangga dengan hasil karya  Mampu bertindak mandiri  Mudah menerima tanggung jawab  Dapat mengatasi frustrasi dengan baik  Menanggapi tantangan baru dengan semangat Sanggup membantu orang lain  Berhasil dengan karyanya / pekerjaannya  Dapat menunjukkan jangkauan perasaan luas 0-1 :Kurang memuaskan 2-4 : Perlu diperbaiki 5-10 : Memuaskan  Merendahkan bakat sendiri  Merasa tidak ada orang menghargai saya  Menyalahkan orang lain atas kelemahan saya  Mudah dipengaruhi orang lain  Sering membela diri dan mudah kecewa (“bukan salah saya”)  Merasa tidak berdaya  Menghendari situasi yang dapat menyebabkan saya cemas  Menunjukkan jangkauan perasaan sempit 0-1 : Memuaskan 2-4 : Perlu diperbaiki 5-10 Kurang memuaskan
  • 40. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 39 TIPS MENAIKKAN HARGA DIRI POSITIF  Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain (Ingatlah bahwa setiap manusia berbeda dan unik.  Sadarilah bahwa anda berharga dan unik.  Selalu ingat bahwa anda istimewa. Biarkan dirimu berkembang  Jangan menghina diri sendiri, meremehkan atau mengabaikan diri sendiri.  Hargailah diri sendiri  Berfikirlah positif  Bergabunglah dengan kegiatan yang positif  Hindarilah orang yang memperlakukan dirimu dengan buruk  Lakukanlah hal-hal yang menarik minat anda  Ketahuilah dan berfokus pada kelebihan dan kekuatannya. Buatlah sebuah daftar “kualitas positif” yang anda miliki.
  • 41. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 40 Percaya Diri Agar seseorang mampu menolak tekanan atau pengaruh sesama, ia perlu meningkatkan percaya diri. Percaya diriadalah gambaran keyakinan, keberanian, cara pandang, pemikiran, perasaan tentang dirinya sendiri. Percaya diri meliputi kemampuan intelektual, sikap, perasaan, kekuatan fisik dan penampilan diri. Melalui percaya diri, anda akan bercermin untuk melakukan proses menilai atas apa yang dimilikinya. Perasaan anda dalam merespon segala rangsangan dari luar ditentukan oleh percaya diri anda. Jika percaya diri anda positif, anda akan memberi dorongan, kekuatan dan keberanian untuk bertindak positif dalam bentuk penerimaan dan kesiapan melaksanakan tugasmu. Seorang percaya diri …  Berani menyatakan hak-haknya tanpa mengurangi hak-hak orang lain;  Mengenal dan menyatakan perasaannya,  Melakukan perilaku yang dikehendakinya .  Berperilaku yang bertanggung jawab pada diri sendiri dan sesama  Menetapkan dan mencapai tujuannya yang realistis
  • 42. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 41  Bangga dengan diri sendiri Rasa percaya diri merupakan aspek penting dalam kepribadian seseorang. Dengan rasa percaya diri yang tinggi seseorang akan lebih berhasil menjalani kehidupannya. Dengan percaya diri, seseorang akan memperoleh banyak manfaat seperti:  Lebih mudah mengatasi masalah  Meningkatkan hubungan antar sesama  Mengurangi kecemasan atau ketegangan  Meningkatkan harga diri Cara Menunjukkan percaya diri dengan kata-kata 1. Berbicara secara rasional mencegah orang lain memanfaatkan dirimu. Contoh: “Saya datang lebih dulu”; “Tolong, radionya dimatikan”, “Maaf, saya ada janji.” 2. Perasaan. Kamu menyatakan perasaanmu tentang apa yang kamu sukai dan tidak kamu sukai. Contoh: “Bagus sekali bajumu.” “Saya lelah”; Saya lebih suka pakaian tadi” 3. Memberi salam. Jangan menghindar dari orang lain karena malu atau tidak tahu apa yang harus kamu lakukan. Bersikaplah ramah kepada orang
  • 43. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 42 yang ingin kamu kenal. Contoh: “Hello, apa kabar?; “Sedang apa kamu?” 4. Tidak menyetujui. Jika tidak setuju sikap atau tindakan seseorang, jangan memberi kesan, seolah- olah kamu menyetujui hal itu dengan tersenyum, atau memberi perhatian. Alihkan pembicaraan, palingkan muka, atau nyatakan tidak setuju. 5. Bertanya mengapa. Jika seseorang yang memiliki otoritas atas dirimu seperti orang yang lebih tua, menyuruhmu melakukan sesuatu yang menurut pendapatmu tidak benar atau tidak baik, tanyakan dengan sopan mengapa kamu harus melakukan hal itu. Mintalah agar ia menjelaskan hal itu kepadamu. 6. Berbicara tentang diri sendiri. Jika kamu melakukan sesuatu yang berharga atau menarik, tunjukkan hal itu kepada orang lain. Jangan takut berbicara. Tunggu giliranmu untuk berbicara tiba. 7. Penghargaan. Jangan malu jika orang memujimu. Katakan terima kasih atas penghargaan itu. 8. Berkata tidak. Jika seseorang menawarkan sesuatu yang tidak masuk akal dan merasa hakmu tidak dihargai, kamu harus berkata tidak, menggelengkan kepala, memalingkan muka.
  • 44. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 43 9. Menatap mata. Jika berbicara, menyatakan pendapat atau memberi salam kepada seseorang, tataplah matanya. 10. Postur dan gerakan tubuh. Makin kamu rileks, makin nyaman dirimu untuk merasa percaya diri. 11. Nada dan kualitas suara. Suara yang lembut dan berirama lebih menunjukkan percaya diri dari pada nada suara yang rendah dan datar. Bagaimana Rentannya Remaja Seperti Kamu? Menurut WHO remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Sedangkan batasan usia remaja WHO adalah 12 sampai 24 tahun, namun jika pada usia remaja telah menikah maka tergolong dalam remaja. Sedangakan dalam ilmu psikologi, rentang usia remaja dibagi menjadi tiga, yaitu Remaja Awal (10-13 tahun), Remaja Pertengahan (14-16 tahun), dan Remaja Akhir (17-19 tahun). Menurut Jean Peaget seorang tokoh pendidikan menyatakan pandangannya tentang masa remaja “Masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan
  • 45. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 44 masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak “ Ada beberapa ciri perkembangan remaja yang mungkin perlu kamu waspadai karena rentan terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba antara lain: Perasaan galau. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak- kanak ke masa dewasa dan remaja mengalami banyak perubahan baik fisik, mental, emosional dan sosial. Dengan perubahan ini, anak remaja sering mengalami ketegangan, perasaan tertekan, keresahan, kebingungan dan frustrasi, sehingga berisiko tinggi menyalahgunakan narkoba. Perasaan ingin tahu. Ciri remaja adalah ingin tahu dan ingin mencoba. Pada masa remaja ada dorongan untuk mengeksplorasi dunia sekitarnya, mencoba pengalaman baru, termasuk mencoba-coba narkoba. Kegoncangan emosional. Dengan adanya perubahan-perubahan psikologis secara mendalam dan mendadak pada masa remaja,
  • 46. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 45 penyalahgunaan narkoba dapat dipandang pula sebagai suatu penyaluran dorongan alamiah untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang mengandung bahaya besar dan yang mengundang resiko. Cenderung melawan otoritas. Pada masa remaja, terkadang ada dorongan untuk melawan otoritas dan menentang nilai-nilai yang diakui oleh masyarakat orang dewasa, untuk mencari identitas diri. Tekanan kelompok sebaya. Ciri yang menonjol pada masa remaja adalah ingin diterima dan diakui oleh kelompok sebayanya. Jika kelompok sebaya memiliki nilai-nilai positif, perkembangan remaja pun positif. Jika tidak, remaja akan terjerumus kepada berbagai perbuatan berbahaya. Oleh karena itu remaja harus memiliki kepribadian yang tangguh dan bertanggung jawab kepada diri sendiri dan kehidupan orang lain supaya remaja akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan termasuk penyalahgunaan narkoba. Terampil Mengatasi Perasaan/Masalah Remaja perlu belajar cara mengelola perasaannya, seperti rasa takut, khawatir, marah, jengkel, benci dan sebagainya, sehingga tidak lari dari masalah dan akhirnya
  • 47. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 46 menyalahgunakan narkoba. Ia perlu Terampil mengatasi masalahnya, mengelola perasaan dan mengendalikan diri agar tetap maju dan dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Tips Mengelola Berbagai Perasaan 1. Rasa Malu (seperti malu berteman/ ingin menyendiri)  Perlu menyadari bahwa seseorang tidak harus sempurna dan harus disetujui orang lain. Kamu berhak atas ketaksempurnaan tersebut.  Bergaul secara positif dan lebih terbuka dengan orang lain  Melakukan latihan dalam hal menghadapi dan berbicara kepada orang lain.  Siap mengambil tugas-tugas pada dirimu sendiri.  Membuat orang tahu bahwa kamu ingin berteman (orang menghindarimu karena kamu kurang menaruh perhatian pada mereka)  Bersikap manis dan ramah terhadap dirimu sendiri dan terhadap orang lain (Jangan mengharapkansesuatu dari orang yang kamu sendiri tidak lakukan).
  • 48. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 47 2. Takut Ejekan  Yang penting, kamu sadari bahwa ejekan itu tidak pernah bisa melukaimu, menyakiti dan membuat dirimu kesal.  Katakan pada dirimu “mereka tidak sempurna dan khususnya dalam hal ini mereka salah. Jadi merekalah yang mempunyai masalah. Sungguh malang mereka.”  Jangan memberi reaksi pada mereka. Setiap kamu marah atau merasa disakiti, mereka merasa senang. Bila kamu tidak marah, mereka akan merasa bosan akan hal tersebut setelah beberapa lama dan mungkin berhenti. (Ilustrasi ini seperti memancing ikan. Bila kamu melempar pancing ke dalam dan tidak mendapat gigitan, apa yang kamu lakukan? Coba lagi kan? Dan setelah mencoba beberapa kali, mencoba di tempat lain atau pulang ke rumah. Itulah yang dilakukan orang yang berpikiran sehat).  Katakan pada dirimu terus menerus “tongkat dan batu dapat mematahkan tulang saya tetapi ejekan tidak pernah menyakiti saya.”
  • 49. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 48  Katakan pada dirimu bahwa mereka mempunyai masalah dan kamu tidak perlu terganggu hanya karena mereka aneh.  Biarkanlah masuk di telinga kiri keluar dari telinga kanan. Ingatlah, kamu tidak akan luka bila mereka tidak menyukaimu. Tenanglah  Ingatlah bahwa penolakan itu yang menjadi bahan membentuk kehidupan. Kalau semua objek menakutkan itu dihilangkan, akan kehilangan kesempatan untuk belajar menghadapi keadaan itu. 3. Rasa Khawatir dan Depresi  Jangan menyalahkan siapa pun, atau diri anda, akan sesuatu, pada setiap saat, di setiap tempat.  Tinggalkan perasaan kasihan pada diri sendiri. Katakan bahwa masih ada hari esok dan hadapilah; terus jalani kehidupan  Hindari pikiranmu dari hal-hal yang menyedihkan.  Masalah tidak perlu membuat kita putus asa dan depresif. Hadapi permasalahan dan mencoba memecahkannya. Lebih cepat masalah diatasi, lebih cepat pula masalah tersebut dapat dikendalikan.  Perlunya Dukungan. Depresi menyebabkan rasa terisolasi. Adanya dukungan dari keluarga, teman
  • 50. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 49 sebaya dan lingkungan menunjukkan bahwa anda tidak sendiri.  Musik, lagu-lagu dapat menyejukkan jiwa dan membuat rasa nyaman Terampil Mengambil Keputusan Dalam kehidupan, manusia selalu dihadapkan pada masalah serta tantangan yang harus diatasi. Keputusan yang tepat dan bijaksana memerlukan sebuah keterampilan dalam pengambilan keputusan. Keterampilan pengambilan keputusan sangat diperlukan oleh anak remaja yang sedang menghadapi berbagai tantangan dan masalah termasuk masalah penyalahgunaan narkoba. Pengambilan keputusan (decision-making) adalah proses ketika seseorang memilih dari beberapa alternatif/pilihan keputusan. Hal ini merupakan proses logis dari cara pikir seseorang mengenai permasalahannya dan mengambil keputusan yang paling tepat dan bijaksana untuk mengatasi masalahnya itu.
  • 51. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 50 Yuk Proteksi Diri dari Sekarang! Buat Bangga Dirimu Sendiri Narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat- zat adiktif lainnya kini sudah merambah sekolah- sekolah.Penggunaan heroin dalam bentuk putaw dan penggunan amphetamine dalam bentuk shabu dan ekstasi sudah amat lazim ditemukan di anatara pemakai narkoba di kalangan siswa Sekolah Menengah (SMP). Berani menolak, dan berani berkata “tidak” merupakan tindakan yang lebih mudah daripada keluar dari jerat narkoba. Berikut adalah tips untuk berani menolak tawaran mengonsumsi narkoba : Kepribadian yang tangguh dan bertanggung jawab kepada diri sendiri dan orang lain adalah aspek penting yang bisa membantu seseorang siap menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan termasuk menolak penyalahgunaan narkoba .
  • 52. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 51  Berani untuk berdiri teguh dalam sikap dan keyakinan
kita, terutama jika menghadapi teman atau bahkan anggota keluarga yang mengajak atau meminta kita untuk menuruti apa yang dikehendakinya. Persiapkan mental untuk menolak jika ditawarkan, dan kuatkan tekad untuk menolaknya. Pasti bisa, kok! Biar saja kehilangan teman seperti itu, karena sesungguhnya yang mereka cari bukan seorang teman melainkan korban. Loe nggak mau, donk, jadi korban?  Teman sejati adalah mereka yang menginginkan setiap orang menjadi dirinya sendiri, atau yang memberikan dukungan terhadap hal-hal yang baik.
  • 53. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 52 Tetap Sehat, Perkaya Aktivitasmu! Kita sebagai generasi muda adalah generasi aset bangsa yang berharga. Negara memerlukan generasi muda yang sehat, tumbuh berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat. Orang yang sehat akan memiliki banyak peluang dalam kehidupan dibandingkan dengan orang yang sakit. Pesan-pesan yang bersifat positif seperti : “Sehat itu nikmat”; “Health is Wealth” ; “ Think Health, Not Drugs”, sangatlah bermanfaat untuk mengingatkan dan menghimbau anak remaja untuk “Hidup Sehat” agar terhindar dari berbagai penyakit termasuk Narkoba”. Gaya hidup sehat serta kepribadian yang sehat merupakan senjata dalam perang melawan Narkoba bagi anak remaja yang seharusnya sudah dimiliki sejak usia dini. Hidup sehat serta keterampilan untuk hidup tanpa Narkoba jauh lebih murah daripada pengobatan dan rehabilitasi. Pola hidup sehat dapat mencegah stress maupun depresi
  • 54. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 53  Sering-sering ngobrol dan diskusi dengan dengan orangtua dan guru.  Bergaul dengan teman-teman yang perilakunya baik.  Meningkatkan iman dan takwa dengan rajin beribadah.  Aktif dalam kegiatan rohani di lingkungan rumah
atau sekolah, sehingga kita bisa saling mengingatkan dan meneguhkan dalam keimanan antar anggotanya.  Lakukan hobi yang positif dan bermanfaat.  Berolah raga secara teratur.  Jagalah kedekatan dengan orangtua, kakak, adik. Karena mereka akan lebih cepat tanggap jika ada perubahan dalam perilaku kita, dan mereka pasti akan menjaga kita supaya tidak terjerumus.  Memilih tempat/ lingkungan kos/ tempat tinggal yang bersih dan sehat.  Berhenti dari merokok karena rokok adalah pintu gerbang narkoba. Ingat-ingat, perokok mempunyai risiko yang lebih besar  Memahami bahwa narkoba dapat menjadikan kita budak setan yang tidak rasional lagi.  Cari informasi tentang bahaya narkoba.  Berurusan dengan narkoba adalah perbuatan kriminal.
  • 55. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 54 PENGGOLONGAN NARKOTIKA BERDASARKAN HUKUM UU NO 35/2009, PASAL 127 Golongan I (Dituntut 4 Tahun) :  Dilarang digunakan untuk kepentingan kesehatan  Dalam jumlah terbatas dapat digunakan untuk kepentingan penelitian atas rekomendasi Kemenkes  Termasuk narkotika golongan I adalah Opium, Heroin, Kokain, Ganja, Metakualon, Metamfetamin, Amfetamin, MDMA, STP, Fensiklidin Golongan II (dituntut 2 Tahun) :  Berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan dan digunakan dalam pengobatan sebagai pilihan terakhir  Termasuk dalam golongan ini adalah Morfin, Petidin, Metadon Golongan III (dituntut 1 Tahun) :  Berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan dan digunakan dalam pengobatan  Termasuk dalam golongan ini adalah Kodein, Bufrenorfin.
  • 56. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 55 GLOSARIUM Agresif Perilaku seseorang yang cenderung menyerang. Alkohol Minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol, yang diperoleh melalui peragian dari gula, sari buah, biji-bijian, madu, dan umbi-umbian. Tergolong bahan adiktif. Amfetamin Type Stimulants (ATS): Senyawa sintetik yang memacu otak. Yang banyak disalahkan adalah ekstasi dan shabu. Asertif Percaya diri, perilaku seseorang yang yakin akan kekuatan dirinya, sehingga tidak mudah dipengaruhi orang lain. Bahan Adiktif Bahan yang menyebabkan seseorang ketergantungan pada bahan itu. BK Obat penenang/ tidur, sering disalahgunakan. Candu Tanaman candu (Papaver Somniferum) yang jika diolah menjadi morfin, lalu heroin. Menghambat kerja otak.
  • 57. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 56 Daya tangkal Kemampuan seseorang untuk menolak pemakaian narkoba. Depresansia Segolongan obat/bahan/zat yang menghambat kerja otak. Contoh : heroin, morfin, obat penenang/tidur dan alkohol. Dewasa Akil baligh, matang pikirannya. Ada beberapa tingkatan kedewasaan: dewasa jasmani, sosial, kejiwaan dan rohani. Dialog Percakapan, komunikasi timbale balik atau dua arah. Disiplin Tata tertib: ketaatan atau kepatuhan pada peraturan. Ekstasi Istilah gaul untuk MDMA (Methylebne Dioxy MetAmfetamin), memacu kerja otak. Ekstasi artinya perasaan yang sangat gembira. Fakta Hal, keadaan, peristiwa yang merupakan kenyataan yang benar- benar ada atau terjadi. Fly Perasaan melambung (‘naik’) ketika seseorang memakai narkoba yang dihayati sebagai perasaan nyaman, yang mula-mula dicari oleh pemakai narkoba.
  • 58. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 57 Ganja Dari tanaman ganja (Cannabis sativa) yang dikeringkan, dilinting dan dirokok, atau dimakan. Menyebabkan daya khayal meningkat. Istilah gaul : cimeng, gelek. Gejala putus zat Gejala pada ketergantungan narkoba ketika berhenti atau mengurangi pemakaiannya. Gejalanya bergantung jenis narkoba. Halusinasi mendengar suara tanpa ada sumber suara, melihat atau merasakan sesuatu tanpa ada objeknya. Narkoba yang menyebabkan halusinasi disebut halusinogen. Contoh : LSD, ganja. Harm Reduction upaya mengurangi bahaya terutama dari tertular HIV, karena memakai narkoba suntikan bergantian. Harga diri Kesadaran akan nilai dirinya. Hepatitis B/C Penyakit radang hati karena infeksi virus hepatitis B/C, ditularkan melalui darah. Heroin jenis narkoba yang sangat cepat menyebabkan ketergantungan. Menghambat kerja otak. Heroin murni berbentuk Kristal putih, yang banyak beredar tidak murni, disebut putauw.
  • 59. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 58 HIV Virus penyebab AIDS, yaitu Human Immuno Deficiency Virus. Ditularkan melalui darah (pemakaian narkoba suntik, ditato, transfuse darah tidak steril) dan hubungan seks tidak aman. Kambuh Kumat atau kembali pada keadaan semula,biasanya keadaannya menjadi lebih buruk. Kekerasan Melakuka tindakan keras, dengan kekuatan atau ancaman, baik secara fisik maupun mental. Komunikasi Proses menyampaikan pesan oleh seseorang kepada orang lain. Konsentrasi Pemusatan pikiran pada sesuatu hal. Pemakaian narkoba mengganggu konsentrasi seseorang, sehingga sulit berpikir. Kelebihan dosis penggunaan narkoba dalam jumlah berlebih, suatu keadaan yang berbahaya dan dapat menimbulkan kematian. Ketergantungan Keadaaan penyalahgunaan narkoba berat, ketika orang lain tidak mampu lagi mengendalikan pemakaiannya. Koplo, pil Sejenis obat tidur yang banyak disalahgunakan. Lexo Istilah gaul untuk Lexotan, obat tidur.
  • 60. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 59 Metamfetamin Zat sintesis yang memacu kerja otak. Istilah gaul untuk shabu MDMA Methylene Dioxy MetAmfetamin, yang memacu kerja otak. Disebut ekstasi, XTC, atau Inex (Indonesian ectasy). Mogadon (MG) Sejenis obat penenang/ tidur yang sering disalahgunakan. Morfin Diolah dari candu. Menghilangkan rasa nyeri, untuk pengobatan amat terbatas. Motivasi Dorongan pada seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Narkotika Segolongan bahan/obat/zat dari tanaman dan bukan tanaman, yang jika masuk tubuh, berpengaruh pada otak, menurunkan kesadaran, menghilangkan rasa nyeri, dan sering menimbulkan ketergantungan. Nikotin Bahan adiktif pada tembakau (Nicotiana tobacum L) Yang memacu kerja otak. Menyebabkan ketergantungan. Norma Aturan, ketentuan yang mengikat masya-rakat, sebagai panduan,
  • 61. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 60 tatanan, pengen-dali perilaku yang sesuai dan diterima. Overdosis, OD Kelebihan dosis yang sangat berbahaya. Parno Istilah gaul, paranoia, perasaan seperti dikejar, gangguan jiwa akibat pemakaian narkoba tertentu (shabu). Paranoid Sejenis gangguan jiwa. Pasif Bersifat menerima saja, tidak aktif. Pengendalian diri Perbuatan mengekang atau menahan nafsu dan keinginan diri sendiri. Penilaian diri Cara seseorang menilai dirinya, dapat positif atau negatif. Percaya diri Sikap dan perilaku orang yang yakin akan kemampuannya. Perilaku Tindakan seseorang yang mencerminkan pikiran dan perasaannya terhadap rangsangan atau lingkungannya. Persepsi Tanggapan seseorang tentang suatu hal. Psikotropika Segolongan bahan/obat/zat bukan narkotika, dari tanaman dan bukan tanaman, yang jika masuk tubuh,
  • 62. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 61 menimbulkan berbagai pengaruh pada otak. Putauw Bubuk heroin tidak murni yang beredar di pasar gelap dan banyak disalahgunakan. Rehabilitasi upaya pemulihan pecandu narkoba agar bebasa dari pemakaian narkoba dan dapat menjalankan kehidupannya sehari-hari dimasyarakat normal. Remaja Masa transisi (10-19 tahun) dari usia anak menuju dewasa. Risiko Akibat, bahaya, atau konsekuensi dari setiap perbuatan. Rohyp Rohypnol, obat tidur, sering disalahgunakan. Sakaw Sakit karena putaw, gejala putus zat pada ketergantungan heroin. Sedativa Segolongan obat yang berkhasiat menenangkan. Digunakan untuk pengobatan. Situasi Penawaran Narkoba Situasi ketika seseorang ditawari narkoba. Biasanya dibujuk, atau setengah dipaksa. Shabu Istilah gaul untuk Methamfetamin, stimalansia.
  • 63. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 62 Stimulansia Jenis narkoba yang memacu kerja otak. Stres Reaksi alami pada seseorang, ketika ada tekan-an atau perubahan dari lingkungan. Submisif Tunduk, menaklukan diri, mengikuti kemauan orang lain. Terapi Pertolongan bagi pengguna narkoba, agar bebas dari pengaruh langsung narkoba yang dipakai dan mengurangi dampak buruknya. Tembakau Tanaman (Nicotiana tabacum L) yang mengandung nikotin. Diduga berasal dari Argentina, menyebar keseluruh dunia. Toleransi Suatu keadaan ketika untuk memperoleh pengaruh zat seperti semula, diperlukan jumlah yang semakin banyak.’ Turun, perasaan Perasaan seseorang sebagai pengaruh negative atau buruk sesudah memakai narkoba. Makin tinggi perasaan naik ketika memakai narkoba, makin buruk keadaannya ketika turun.
  • 64. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 63 DAFTAR PUSTAKA Apandi, Yusuf.2010.Katakan Tidak pada Narkoba.Jakarta : Simbiosa Rekatam Media Badan Narkotika Nasional. 2011. Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi Remaja: Jakarta Colombo Plan Drug Advisory Programme. Life Skills for Youth (A Drug Abuse Prevention Training Manual). 2004. Gunawan, Weka. 2006.Keren Tanpa Narkoba. Jakarta : PT Grasindo Harlina, Lydia.dr. dkk.2006. Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Sekolah. Jakarta : PT Balai Pustaka Hauck, Paul Dr. Mendidik Anak Dengan Berhasil (Psikologi Populer). 1991. Penerbit Arcan. Jakarta, Indonesia Kementerian Komunikasi dan Informatika.2015 Hidup Cuma Sekali. Jakarta Martono, L. Harlina dan Satya Joewana, 2006. Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahguna Narkoba Berbasis Sekolah. Jakarta: PT Balai Pustaka. Office for Substance Abuse Prevention. 1989. Prevention Plus II, Tools for Creating Drug Free Communities. OSAP Prevention Monograph 3. Rockville, MD, USA: National Clearing House for Alcohol and Drug Information.
  • 65. Buku Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Siswa SLTP dan SMA 64 Sofyan, Ahmadi. 2007. Narkoba Mengincar Anak Anda. Jakarta : Prestasi Pustaka United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Prevention for Effective School-Based Prevention. Prevention that Works. A Comprehensive Approach for Anti Drug Programmes. Publication No. 11. 2007 United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Terminology and Information on Drugs (Second edition), 2003. Indra Akuntono. 2015. Dalam SetahunKerugian Ekonomi akibat Narkoba 63 Triliun http://nasional.kompas.com/read/2015/06/26/11444211/Dal am.Setahun.Estimasi.Kerugian.Akibat.Narkoba.Mencapai. Rp.63.Triliundiakses 23 september 2015 Imanuel Bayu. 2010.Siapakah Itu Remaja?http://edukasi.kompasiana.com/2010/09/17/siapak ah-itu-remaja/ diakses 23 September 2015