• Save
Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan

on

  • 8,403 views

Program Pelatihan Perencanaan Anggaran Sekretariat MPR-RI; Hotel Bumi Karsa-Jakarta, 13 April 2009

Program Pelatihan Perencanaan Anggaran Sekretariat MPR-RI; Hotel Bumi Karsa-Jakarta, 13 April 2009

Statistics

Views

Total Views
8,403
Views on SlideShare
8,395
Embed Views
8

Actions

Likes
5
Downloads
0
Comments
2

2 Embeds 8

http://www.slideshare.net 7
http://webcache.googleusercontent.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • sebuah papaaran yang cukup cerdas, saya terinspirasi dengan slide ini, trimakasih
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Keterkaitan Monev dengan siklus informasi pada hal pengambilan kebijakan dan implementasinya masih relatif lemah. Harusnya ada modifikasi skema perencanaan strategik dan pemantauan kinerjanya dalam iklim pembangunan Indonesia yang spesifik
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan Presentation Transcript

  •  
  • File Presentasi ini bisa didownload di
    • http://www.ziddu.com/download/4276218/2009_012_MPR_Monev.pdf.html
    www.dadangsolihin.com
  • www.dadangsolihin.com View slide
  • Materi
    • Sistem Evaluasi Kinerja Pembangunan
    • Indikator Kinerja Pembangunan
    • M&E dalam Siklus Manajemen Pembangunan
    • Evaluasi Kinerja Pembangunan Lima Tahunan dan Tahunan
    www.dadangsolihin.com View slide
  •  
  • Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com
    • Penyusunan Rencana
      • Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah
      • Rancangan Rencana Kerja Dep/Lembaga / SKPD
      • Musyawarah Perencanaan Pembangunan
      • Rancangan Akhir Rencana Pembangunan
    • Penetapan Rencana
      • RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda
      • RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
      • RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
  • Tahapan Perencanaan www.dadangsolihin.com Sumber: UU25/2004
    • Pengendalian Pelaksanaan Rencana
      • D ilakukan oleh masing-masing pimpinan SKPD .
      • Kepala Bappeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing pimpinan SKPD sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
    • Evaluasi Pelaksanaan Rencana
      • Kepala SKPD melakukan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan SKPD periode sebelumnya.
      • Kepala Bappeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi pimpinan SKPD.
      • Hasil evaluasi menjadi bahan bagi penyusunan rencana pembangunan daerah untuk periode berikutnya.
    • Pengendalian
      • Serangkaian kegiatan manajemen yang dimaksudkan untuk menjamin agar suatu program/kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
    • P emantauan/Monitoring
      • Kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang timbul dan/atau akan timbul untuk dapat diambil tindakan sedini mungkin.
    • Evaluasi
      • Rangkaian kegiatan membandingkan realisasi masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar.
    Pengertian www.dadangsolihin.com Sumber: PP39/2006
  • Evaluasi www.dadangsolihin.com Tahap Perencanaan ( ex‑ante ) Tahap Pelaksanaan ( on‑going ) Tahap Pasca‑Pelaksanaan ( ex‑post )
    • dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan
    • untuk memilih dan menentukan skala prioritas dari berbagai alternatif dan kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya
    • dilakukan pada saat pelaksanaan rencana pembangunan
    • untuk menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan rencana dibandingkan dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya
    • Dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana berakhir
    • untuk melihat apakah pencapaian (keluaran/ hasil/ dampak) program mampu mengatasi masalah pembangunan yang ingin dipecahkan
    • untuk menilai efisiensi (keluaran dan hasil dibandingkan masukan), efektivitas (hasil dan dampak terhadap sasaran), ataupun manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program.
  • Kegunaan Evaluasi
    • Memberikan umpan balik terhadap kebijakan, program dan kegiatan
    • Menjadikan kebijakan, program dan kegiatan mampu mempertanggungjawabkan penggunaan dana publik
    • Mambantu stakeholders belajar lebih banyak mengenai kebijakan, program dan kegiatan
    www.dadangsolihin.com
  • Evaluasi Memberikan Informasi mengenai:
    • Strategi
      • Apakah yang dilakukan sudah benar?
    • Operasi
      • Apakah cara yang ditempuh sudah benar?
    • Pembelajaran
      • Apakah ada cara yang lebih baik?
    www.dadangsolihin.com
  • Monitoring dan Evaluasi
    • Monitoring
      • Kegiatan rutin, sedang berjalan dan internal
      • Dipergunakan untuk mengumpulkan informasi terhadap keluaran, hasil dan indikator yang dipergunakan untuk mengukur kinerja program
    • Evaluasi
      • Periodik dan berkala
      • Dapat bersifat internal, eksternal atau partisipatif
      • Umpan balik periodik kepada pemangku kepentingan utama
    www.dadangsolihin.com
  • Kriteria Evaluasi
    • Relevansi
      • Sejauh mana kegiatan sejalan dengan prioritas dan kebijakan
    • Efektifitas
      • Suatu ukuran sejauh mana sebuah kegiatan mencapai tujuan
    • Efisiensi
      • Mengukur keluaran, kualitatif dan kuantitatif, dalam hubungan dengan masukan.
    • Dampak
      • Perubahan positif dan negatif yang dihasilkan oleh sebuah intervensi pembangunan, secara langsung maupun tidak, disengaja maupun tidak
    • Keberlanjutan
      • Mengukur apakah manfaat suatu kegiatan dapat terus dinikmati setelah anggaran tidak diberikan lagi
    www.dadangsolihin.com
  • Apa Output Sistem M&E?
    • Informasi unik tentang kinerja kebijakan, program serta kegiatan pemerintah.
      • Informasi ttg hasil-hasil idenfitikasi: apa yang berfungsi, apa yang tidak berjalan, & mengapa demikian;
      • Informasi ttg kinerja ”aktor”, seperti: pemerintah, kementerian, badan pemerintah, manajer dan staf, serta lembaga donor.
    www.dadangsolihin.com
  • Apa implikasi jika tidak ada M&E?
    • Berbahaya, karena:
      • penilaian kinerja pembangunan dan pengambilan keputusan terbatas pada ketersedian informasi parsial,
      • mekanisme cross-check dan balance (dari masyarakat) tidak optimal
    • Ide dasar sistem M&E tidak semata-mata berangkat dari tindakan melakukan atau menyediakan informasi M&E, NAMUN lebih difokuskan pada bagaimana penggunaan informasi M&E.
    www.dadangsolihin.com
  • Kenapa M&E diperlukan?
    • Mendukung pembuatan kebijakan (khususnya keputusan anggaran) yaitu penyusunan anggaran berbasis kinerja & perencanaan nasional.
    • Membantu pemerintah dalam:
      • pengembangan & analisis kebijakan serta dalam pengembangan program;
      • mengelola berbagai kegiatan pada tingkat sektor, program & kegiatan;
    • Meningkatkan transparansi & akuntabilitas  apakah telah mencapai sasaran.
    www.dadangsolihin.com
  • www.dadangsolihin.com
  • Pengertian Indikator Kinerja
    • Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan
    • KEGUNAAN
    • dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post)
    • petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran
    www.dadangsolihin.com
  • Pengertian Kinerja
    • Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3)
    • Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995)
    • Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor (Bates dan Holton 1995).
    www.dadangsolihin.com
  • Fungsi Indikator Kinerja
    • Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan
    • Menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders
    • Membangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja program pembangunan
    www.dadangsolihin.com
  • Kedudukan Indikator Kinerja www.dadangsolihin.com Perencanaan Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Indikator Kinerja Kuantitatif Kualitatif Sasaran dan Tujuan
  • Logic Model Theory www.dadangsolihin.com Hasil pembangunan yang diperoleh dari pencapaian outcome Apa yang ingin diubah DAMPAK Manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah untuk beneficieries tertentu sebagai hasil dari output Apa yang ingin dicapai OUTCOME Produk/barang/jasa akhir yang dihasilkan Apa yang dihasilkan (barang) atau dilayani (jasa) OUTPUT Proses/kegiatan menggunakan input menghasilkan output yang diinginkan Apa yang dikerjakan KEGIATAN Sumberdaya yang memberikan kontribusi dalam menghasilkan output Apa yang digunakan dalam bekerja INPUT Metode Pelaksanaan Metode Penyusunan Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information , National Treasury, Republic of South Africa, May 2007
  • Indikator Kinerja INPUT
    • Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan.
    • Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan
    • Contoh:
    • Jumlah dana yang dibutuhkan
    • Tenaga yang terlibat
    • Peralatan yang digunakan
    • Jumlah bahan yang digunakan
    www.dadangsolihin.com
  • Indikator Kinerja OUTPUT
    • Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur.
    • Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi.
    • Contoh:
    • Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan
      • Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi
      • Jumlah permohonan yang diselesaikan
      • Jumlah pelatihan / peserta pelatihan
      • Jumlah jam latihan dalam sebulan
    • Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan
      • Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli
      • Jumlah komputer yang dibeli
      • Jumlah gedung /jembatan yg dibangun
      • meter panjang jalanyang dibangun/rehab
    www.dadangsolihin.com
  • Indikator Kinerja OUTCOME
    • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai.
    • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak.
    • Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat.
    www.dadangsolihin.com
  • Menentukan Indikator Outcome (1)
    • Indikator outcome mencerminkan indikator output terpenting
    www.dadangsolihin.com
    • Indikator outcome :
    • Indikator output 1a
    • Indikator output 2b, 2c
    • Indikator output 3b
    • Indikator output 4a
    OUTPUT 2 Indikator 2a Indikator 2b Indikator 2c OUTPUT 1 Indikator 1a Indikator 1b Indikator 1c OUTPUT 3 Indikator 3a Indikator 3b Indikator 3c OUTPUT 4 Indikator 4a Indikator 4b Indikator 4c OUTCOME
  • Menentukan Indikator Outcome (2)
    • Indikator outcome merupakan composite index dari indikator output
      • Indeks gabungan ( composite indexes ) diperoleh dengan membobot output
    www.dadangsolihin.com OUTPUT 2 Indikator : (Pt b ) OUTPUT 1 Indikator : (Pt a ) OUTPUT 3 Indikator : (Pt c ) OUTCOME Indikator : ( I = (∑P t / ∑P t-1 ) x 100)
  • Menentukan Indikator Outcome (3)
    • Indikator outcome merupakan hasil Survei
      • Indikator output harus mendukung pencapaian outcome, meskipun tidak terkait langsung dalam penyusunan indikator outcome
    www.dadangsolihin.com OUTCOME (mis : IHSG, IPM, APK) OUTPUT 3 Indikator output OUTPUT 2 Indikator output OUTPUT 1 Indikator output
  • Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome
    • Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan
      • Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan
      • tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer)
      • kemenangan tim dlm setiap pertandingan
    • Peningkatan langsung hal-hal yg positif
      • kenaikan prestasi kelulusan siswa
      • peningkatan daya tahan bangunan
      • Penambahan daya tampung siswa
    • Penurunan langsung hal-hal yang negatif
      • Penurunan Tingkat Kemacetan
      • Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas
    www.dadangsolihin.com
  • Indikator Kinerja IMPACT
    • Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan.
    • Seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang.
    • Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan nasional.
    • Contoh:
    • Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang
      • % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat
      • Peningkatan cadangan pangan
      • Peningkatan PDRB sektor tertentu
    • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang
      • Penurunan Tingkat kemiskinan
      • Penurunan Tingkat Kematian
    www.dadangsolihin.com
  • Persyaratan Indikator Kinerja: SMART
    • S PESIFIC -jelas, tidak mengundang multi interpretasi
    • M EASUREABLE -dapat diukur (“What gets measured gets managed”)
    • A TTAINABLE -dapat dicapai (reasonable cost using and appropriate collection method)
    • R ELEVANT (information needs of the people who will use the data)
    • T IMELY -tepat waktu (collected and reported at the right time to influence many manage decision)
    www.dadangsolihin.com
  • www.dadangsolihin.com
  • Menggabungkan M&E ke dalam Siklus Manajemen Pembangunan www.dadangsolihin.com Reporting (4) M & E (1) Planning (2) Budgeting (3) Implementation
    • Sederhana dan mudah dikontrol
    • Kapasitas evaluasi yang kuat
    • Informasi yang terbuka dan dapat dievaluasi
    • Adanya penghargaan terhadap kinerja
    • Kejelasan status hasil evaluasi
    Prinsip Dasar Sistem Monitoring dan Evaluasi www.dadangsolihin.com
  • Gambaran Sistem M&E (Sekarang dan Akan Datang) www.dadangsolihin.com Sekarang Akan Datang
    • Adanya berbagai macam peraturan yang mengamanatkan agar sektor (K/L) dan daerah menyusun laporan evaluasi kinerja pembangunan
      • Depdagri
      • LAN
      • Menpan
      • Departemen Keuangan
      • Bappenas
      • Setneg
      • K/L terkait
    • Tidak adanya implikasi/dampak dari pelaksanaan kegiatan evaluasi
    • Sangat Mahal (Biaya dan Waktu)
    • Evaluasi top-down
    • Evaluasi fragmentasi 1 waktu
    • Evaluasi pasif
    • Kurangnya penghargaan terhadap hasil evaluasi
    • Satu laporan dapat diakses oleh seluruh institusi (K/L) dan daerah
    • Evaluasi dapat dilakukan secara komprehensif
    • Sistem evaluasi yang baru diharapkan mewujudkan integrasi dan saling keterkaitan yang bersinergi dan mempengaruhi antara hasil evaluasi yang satu dengan yang lainnya
    • Lebih efisien dan biaya rendah
    • Memperkenalkan evaluasi yang terintegrasi, sistem top-down dan bottom-up
    • Evaluasi yang kontinu untuk proses pembelajaran institusi
    • Evaluasi aktif (melibatkan pihak eksternal)
    • Menciptakan sistem insentif-disinsentif dari hasil evaluasi
    • Adanya komunitas evaluator
  • www.dadangsolihin.com Who does what? + 30 Laws and Regulations regarding M&E Picture from John Mancini, ECM in State and Local Government
  • www.dadangsolihin.com
  • Target Kinerja
    • Merupakan jumlah indikator kinerja yang direncanakan akan dicapai.
    • Target Kinerja harus:
      • Berupa angka numerik
      • Dapat diperbandingkan
      • Cukup spesifik.
    www.dadangsolihin.com
  • Realisasi/Capaian Kinerja
    • Merupakan informasi mengenai ukuran kinerja yang dicapai setelah dilaksanakannya suatu kegiatan/ program tertentu.
    • Realisasi/capaian kinerja harus:
      • Berupa angka numerik
      • berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya
    www.dadangsolihin.com
  • Langkah-Langkah Menyusun Indikator Kinerja
    • Susun dan tetapkan rencana strategis: visi, misi, tujuan,sasaran dan cara mencapai tujuan/sasaran (kebijakan, program dan kegiatan)
    • Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan menjadi indikator kinerja.
      • Dalam hal ini data hendaknya relevan, akurat,lengkap dan kemapuan pengetahuan tentang bidang yang akan dibahas akan banyak menolong untuk menyusun dan menetapkan indikator kinerja yang tepat dan relevan.
    • Pilih dan tetapkan indikator kinerja yang paling relevan dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan pelaksanaan kebijaksanaan/program/kegiatan.
    www.dadangsolihin.com
  • Penjabaran Indikator Kinerja RPJMN 2004-2009 www.dadangsolihin.com VISI MISI AGENDA STRATEGI POKOK SASARAN PRIORITAS SASARAN PRIORITAS Fokus pada tujuan pembangunan Indikator Kinerja Pencapaian Pembangunan ARAH KEBIJAKAN PROGRAM PEMBANGUNAN
  • Visi Pembangunan Nasional
    • Terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa, dan negara yang aman, bersatu, rukun, dan damai;
    • Terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia; serta
    • Terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa, dan negara yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan
    www.dadangsolihin.com
  • Strategi Pokok
    • STRATEGI PENATAAN KEMBALI INDONESIA
      • Menyelamatkan sistem ketatanegaraan RI berdasarkan semangat ,jiwa, dan konsensus dasar;
      • Tetap tegaknya NKRI;
      • Tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
    • STRATEGI PEMBANGUNAN INDONESIA
      • Diarahkan untuk membangun di segala bidang merupakan perwujudan amanat Pembukaan UUD NRI 1945 terutama dalam pemenuhan hak dasar rakyat dan penciptaan landasan pembangunan yang kokoh.
    www.dadangsolihin.com
  • Misi Pembangunan Nasional
    • Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai ;
    • Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis ;
    • Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera .
    www.dadangsolihin.com
  • Agenda Pembangunan Nasional
    • Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai
    • Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis
    • Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia
    www.dadangsolihin.com
  • Agenda Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai www.dadangsolihin.com Sasaran Prioritas
    • Meningkatnya rasa aman dan damai
    • Peningkatan rasa saling percaya dan harmonisasi antar kelompok;
    • Pengembangan budaya yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur;
    • Peningkatan keamananm ketertiban, dan penanggulangan kriminalitas
    • Semakin kokohnya NKRI
    • Pencegahan dan penanggulangan separatisme;
    • Pencegahan dan penanggulangan terorisme;
    • Peningkatan kemampuan pertahanan negara.
  • Agenda Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis www.dadangsolihin.com Sasaran Prioritas
    • Meningkatnya keadilan dan penegakan hukum
    • Pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum;
    • Penghapusan diskriminasi dalam segala bentuk;
    • Penghormatan, pemenuhan, dan penegakan atas hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia
    • Keadilan gender
    • Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan serta kesejahteraan dan perlindungan anak
    • Otonomi Daerah
    • Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah
    • Meningkatnya pelayanan birokrasi
    • Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa
    • Terlaksananya pemilu 2009 secara demokratis, jujur, dan adil
    • Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh
  • Agenda Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia www.dadangsolihin.com Sasaran Prioritas
    • Penurunan
      • jumlah penduduk miskin dari 16,6% menjadi 8,2%,
      • pengangguran terbuka dari 9,5% menjadi 5,1%.
    • Penanggulangan kemiskinan;
    • Peningkatan investasi dan ekspor non migas
    • Peningkatan daya saing industri manufaktur
    • Revitalisasi pertanian;
    • Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menenngah;
    • Peningkatan pengelolaan BUMN
    • Peningkatan kemampuan Iptek
    • Perbaikan iklim keytenaga-kerjaan
    • Pemantapan stabilitas ekonomi makro
    • Pengurangan kesenjangan antar wilayah
    • Pembangunan perdesaan
    • Pengurangan ketimpangan pembangunan antar wilayah
  • Agenda Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia www.dadangsolihin.com Sasaran Prioritas
    • Meningkatnya kualitas manusia Indonesia
    • Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas
    • Peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih berkualitas
    • Peningkatan perlindungan dan kesejahteraan sosial
    • Pembangunan kependudukan, dan keluarga kecil berkualitas serta pemuda dan olah raga;
    • Peningkatan kualitas kehidupan beragama
    • Membaiknya mutu LH
    • Perbaikan pengelolaan SDA dan pelestarian mutu lingkungan hidup
    • Membaiknya Infrastruktur
    • Percepatan pembangunan infrastruktur
  • Kebutuhan akan Indikator Pembangunan www.dadangsolihin.com Contoh: Prioritas Peningkatan Keamanan, Ketertiban, dan Penanggulangan Kriminalitas Sasaran Prioritas Indikator??
          • Menurunnya ketegangan dan ancaman konflik antarkelompok masyarakat atau antargolongan di daerah-daerah rawan konflik;
          • Terpeliharanya situasi aman dan damai;
          • Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik dan penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan.
            • Indeks Kriminalitas di wilayah konflik
  • Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 Ekonomi Makro (1) www.dadangsolihin.com Indikator Sasaran 2005 2006 2007 2008 2009
    • Penggangguran terbuka
    • Jumlah (juta orang)
    • % terhadap angkatan kerja
    9,9 9,5 9,4 8,9 8,5 7,9 7,3 6,6 5,7 5,1
    • Penduduk miskin
    • Jumlah (juta orang)
    • % terhadap penduduk
    - - - - - - - - 18,8 8,2
    • Pertumbuhan Ekonomi
    • Pertumbuhan PDB (%)
    • PDB per kapita (ribu Rp.)
    5,5 7.946 6,1 8.333 6,7 8.791 7,2 9.317 7,6 9.914 Laju inflasi, Ind Harga Kons (%) 7,0 5,5 5,0 4,0 3,0
    • Neraca Pembayaran
    • Transaksi Berjalan/PDB (%)
    • Cadangan devisa (US$ miliar)
    1,6 36,8 0,5 36,0 0,1 35,6 -0,2 35,2 -0,6 35,9
    • Keuangan Negara
    • Keseimbangan Primer APBN/PDB (%)
    • Surplus/Defisit APBN/PDB (%)
    1,8 -0,7 1,7 -0,6 1,9 -0.3 1,9 -0,0 2,0 0,3
  • Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 Ekonomi Makro (2) www.dadangsolihin.com Indikator Sasaran 2005 2006 2007 2008 2009
    • Pertumbuhan PDB sisi pengeluaran (%)
    • Konsumsi
    • Investasi
    • Ekspor
    • Impor
    4,1 14,6 5,7 10,3 5,2 17,8 6,0 8,6 5,0 16,3 6,4 10,2 5,8 14,3 7,4 10,8 6,3 12,8 10,1 11,0
    • Pertumbuhan PDB sisi produksi (%)
    • Pertanian
    • Industri Pengolahan
    • Industri Pengolahan Non-migas
    • Lainnya
    3,2 6,1 6,8 5,8 3,4 6,9 7,7 6,3 3,6 7,8 8,7 6,9 3,6 8,6 9,4 7,4 3,8 9,5 10,2 7,6
    • Tenaga Kerja
    • Kesempatan Kerja (juta orang)
    • Pertanian
    • distribusi (%)
    • Industri Pengolahan
    • distribusi (%)
    • Lainnya
    • distribusi (%)
    94,2 43,8 46,5 11,1 11,8 39,3 41,7 96,7 44,4 45,9 11,5 11,9 40,8 42,2 99,7 44,9 45,1 12,0 12,0 42,7 42,9 103,0 45,4 44,1 12,7 12,3 44,9 43,6 106,6 45,7 42,9 13,4 12,6 47,4 44,5
  • Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 Sektor Utama Lainnya www.dadangsolihin.com Sektor Sasaran Pendidikan
    • Meningkatnya secara nyata p ersentase penduduk yang dapat menyelesaikan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun
    • Meningkatnya secara signifikan partisipasi penduduk yang mengikuti pendidikan menengah
    • Meningkatnya proporsi anak yang terlayani pada pendidikan anak usia dini
    • Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia 15 tahun keatas menjadi 5 persen
    Kesehatan
    • Meningkatnya umur harapan hidup dari 66,2 tahun menjadi 70,6 tahun;
    • Menurunnya angka kematian bayi dari 35 menjadi 26 per 1000 kelahiran hidup;
    • Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 menjadi 226 per 100.000 kelahiran hidup; dan
    • Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita dari 25,8 persen menjadi 20,0 persen.
  • Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 Sektor Utama Lainnya www.dadangsolihin.com Sektor Sasaran Lingkungan Hidup
    • Meningkatnya kualitas air permukaan (sungai, danau dan situ) dan kualitas air tanah disertai pengendalian dan pemantauan terpadu antar sektor
    • Terkendalinya pencemaran pesisir dan laut
    Prasarana dan Sarana
    • M eningkatnya kondisi dan kualitas pelayanan berbagai prasarana dan sarana dengan menurunkan tingkat backlog pemeliharaan .
    • Meningkatnya aksesibilitas setiap golongan masyarakat dan setiap daerah terhadap layanan prasarana dan sarana yang berkualitas.
    • Revitalisasi pengelolaan kelembagaan prasarana dan sarana
    • Peningkatan kapasitas penyediaan prasarana dan sarana bagi pemerintah daerah
  • Terima Kasih
  • Tentang Narasumber www.dadangsolihin.com