SlideShare a Scribd company logo
1 of 78
PENYUSUNAN
INDIKATOR DAN
TARGET KINERJA
Moh. Agung Widodo
Fungsional Perencana Direktorat Pengembangan Wilayah
Bappenas
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perencanaan
Pembangunan Daerah
Bappeda Provinsi Papua
Jayapura, 5 Juli 2013
agungwidodo@bappenas.go.i
d
 Indikator kinerja
 Data dan informasi
 Penentuan target kinerja
Bahasan
Indikator kinerja merupakan bagian tak
terpisahkan dari proses perencanaan dan
penganggaran berbasis kinerja
Indikator Kinerja
Perencanaan dalam Siklus Manajemen
AKUNTABILITAS PUBLIK
Evaluasi Antara/
Mid Term
Evaluasi
Terminal
Ex Ante
Evaluation
Ex Post
Evaluation
RENCANA
Perencanaan Strategis
Project Design Matrix/
Logical Frameworks
PELAKSANAAN
RENCANA
PELAKSANAAN SELESAI
Siklus Kecil
(individual project cycle)
Umpanbalik
Umpanbalik
Umpanbalik
Umpanbalik
Siklus Besar
(Policy/Program)
Evaluasi Ex-post
Kementerian/Lembaga
Evaluasi Ex-ante
Evaluasi Mid-
Term/
Antara
Terminal E.
5
1. Indikator adalah variabel yang membantu kita dalam
mengukur perubahan-perubahan yang terjadi baik
secara langsung maupun tidak langsung (WHO, 1981).
2. Indikator adalah suatu ukuran tidak langsung dari suatu
kejadian atau kondisi. Misalnya berat badan bayi
berdasarkan umur adalah indikator bagi status gizi bayi
tersebut (Wilson & Sapanuchart, 1993).
3. Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi
atau memberi petunjuk kepada kita tentang suatu
keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk
mengukur perubahan (Green1992).
PENGERTIAN INDIKATOR
6
PENGERTIAN RINGKAS INDIKATOR
 Suatu alat ukur untuk menilai apakah tujuan yang
ditetapkan telah tercapai atau belum/tidak
KEGUNAAN
 Dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan
(ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya
(ex-post)
 Petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau
sasaran
7
PENGERTIAN KINERJA
• Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu
kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran,
tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3)
• Kane dan Johnson (1995); hasil kerja keras organisasi dalam
mewujudkan tujuan strategis yang ditetapkan organisasi, kepuasan
pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi
masyarakat
• Bates dan Holton (1995); perilaku berkarya, penampilan atau hasil
karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang
multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi
tergantung pada banyak faktor
8
Pengembangan Indikator Kinerja Penting
sekaligus Menantang
 Tidak cukup hanya dengan memfokuskan pada penghitungan
biaya keluaran (efisiensi). Tujuan kebijakan dan pendekatan
program – juga harus dianalisa (efektivitas, dampak)
 Indikator bisa diterapkan untuk: (a) Masukan; (b) Efisiensi –
Keluaran; (c) Efektivitas – Hasil; (d) Kualitas; dan (e) Kepuasan
Pelanggan.
 Indikator memerlukan definisi dan penafsiran yang hati-hati –
seringkali diformulasikan, diimplementasikan dan ditafsirkan
dengan buruk
 Harus dikembangkan untuk masing-masing
program/kegiatan – ada yang sulit misalnya pertahanan –
beberapa lebih mudah misalnya penyelenggara jasa.
9
 memperjelas tentang apa (what), bagaimana (how),
siapa (who), dan kapan (when) suatu kegiatan
dilaksanakan
 menciptakan konsensus yang dibangun oleh
stakeholders (pemangku kepentingan)
 membangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi
kinerja program pembangunan
FUNGSI INDIKATOR KINERJA
10
Input Proses Output
Indikator Kinerja
Outcomes
Benefit
Impact
JENIS INDIKATOR KINERJA
11
TAHAPAN DALAM PENGUKURAN INDIKATOR KINERJA
MANFAAT Tujuan/manfaat yang diperoleh dengan
berfungsinya keluaran secara optimal
HASIL
Segala sesuatu yang mencerminkan
berfungsinya suatu keluaran
OUTPUT Sesuatu yang langsung diperoleh/
dicapai dari pelaksanaan kegiatan
INPUT
Kegiatan dan sumberdaya/dana yg
dibutuhkan agar keluaran sesuai yg diharapkan
DAMPAK
Pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat
yang diperoleh dari hasil kegiatan
Menggambarkan aspek makro tujuan proyek
secara sektoral, regional maupun nasional
12
 Jumlah dana yang dibutuhkan
 Tenaga yang terlibat
 Peralatan yang digunakan
 Jumlah Bahan yang digunakan
INDIKATOR KINERJA INPUT
Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti
anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan
lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan.
Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis
apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai
dengan rencana strategis yang ditetapkan
13
 Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan
 Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi
 Jumlah permohonan yang diselesaikan
 Jumlah pelatihan / peserta pelatihan
 Jumlah jam latihan dalam sebulan
 Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan
 Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli
 Jumlah komputer yang dibeli
 Jumlah gedung /jembatan yg dibangun
 meter panjang jalanyang dibangun/rehab
INDIKATOR KINERJA OUTPUT
Dengan membandingkan keluaran dapat dianalisis apakah kegiatan yang terlaksana sesuai
dengan rencana. Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu
kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik
dan terukur (pemantauan/pengendalian). Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan
lingkup dan sifat kegiatan instansi.
14
INDIKATOR KINERJA OUTCOME
Indikator Kinerja Hasil (Outcome) seringkali dirancukan dengan Indikator
Keluaran (Output). Indikator outcome lebih utama dari sekedar output. Indikator
Hasil (Outcome) menggambarkan berfungsinya keluaran kegiatan. Walaupun
produk sudah dihasilkan dg baik, belum tentu hasilnya tercapai.
Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil yang telah
diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat
 Jumlah / % hasil langsung dari kegiatan
 Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan
 Tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer)
 Peningkatan langsung hal-hal yg positif
 Peningkatan daya tahan bangunan
 Penambahan daya tampung siswa
 Penurunan langsung hal-hal yang negatif
 Penurunan Tingkat Kemacetan
 Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas
15
• Peningkatan hal yg positif dalam jangka menengah – panjang
– Persentase (%) kenaikan lapangan kerja
– Peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat
• Penurunan hal yang negatif dalam jangka menengah – panjang
– Penurunan Tingkat Penyakit TBC
– Penurunan Tingkat Kriminalitas
– Penurunan Tingkat Kecelakaan lalulintas
INDIKATOR KINERJA MANFAAT
Indikator Kinerja Manfaat (Benefit) menggambarkan manfaat yang
diperoleh dari indikator hasil (outcome). Manfaat tersebut baru tampak
setelah beberapa waktu kemudian, khususnya dalam jangka menengah
dan panjang. Indikator manfaat menunjukkan hal yang diharapkan untuk
dicapai bila keluaran dapat diselesaikan dan berfungsi dengan optimal
(tepat waktu, lokasi, dana dll).
16
• Peningkatan hal yg positif dalam jangka panjang
– Persentase (%) kenaikan pendapatan perkapita masyarakat
– Peningkatan cadangan pangan
– Peningkatan PDRB sektor tertentu
• Penurunan hal yang negatif dalam jangka panjang
– Penurunan Tingkat kemiskinan
– Penurunan Tingkat Kematian
INDIKATOR KINERJA DAMPAK
Indikator Dampak (Impact) memperlihatkan pengaruh yang
ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan. Seperti
halnya indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui
dalam jangka waktu menengah dan panjang. Indikator dampak
menunjukkan dasar pemikiran kenapa kegiatan dilaksanakan,
menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan
kegiatan secara sektoral, regional dan nasional.
17
Jenis Indikator Menurut
Waktunya
 Di samping menurut tahapannya, jenis indikator
juga bisa dibagi menurut waktu kejadiannya:
 Leading indicators: indikator yg memberi petunjuk
tentang peristiwa di masa datang. Contoh: IHSG.
 Lagging indicators: indikator yang mengikuti suatu
kejadian. Contoh: tingkat pengangguran.
 Coincident indicators: indikator yang berubah pada
saat bersamaan dengan suatu peristiwa. Contoh:
tingkat pendapatan per kapita.
specific
measurable
attainable
relevant
time-bound
KRITERIA INDIKATOR YANG BAIK
SMART
• tidak multi-tafsir; bisa juga
“sensitif”
• mudah diukur
• data dapat diperoleh
dengan mudah
• sesuai dengan tujuan; bisa
juga “realistis”
• terikat waktu
19
TARGET KINERJA
Merupakan jumlah/besaran indikator kinerja
yang direncanakan akan dicapai oleh kegiatan
tertentu
Target kinerja harus:
1. Berupa angka numerik
2. Dapat diperbandingkan
3. Cukup spesifik
4. Dilengkapi dengan satuan.
20
REALISASI/CAPAIAN KINERJA
Merupakan informasi mengenai ukuran kinerja
yang dicapai setelah dilaksanakannya suatu
kegiatan /program tertentu
Realisasi/capaian kinerja harus:
1. Berupa angka numerik
2. Berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan
kebenarannya
21
Proses penyusunan indikator
 Identifikasi masalah yang akan dipecahkan
 Kembangkan pohon masalah, telusuri sebab-
akibat sampai ke akar masalah
 Rumuskan tujuan
 Susun indikator yang SMART
MASALAH DAN AKIBAT
Belum
Optimalnya
Pos Pelayanan
Terpadu
Akibat
Langsung
Inti
Masalah
Tinnginya Angka
Gizi Buruk
Akibat Tidak
Langsung
Terbatasnya
Layanan Kesehatan
Terbatasnya
Pengetahuan Gizi
Terbatasnya
Informasi
Terbatasnya
Peralatan
kesehatan
Terbatasnya
Jumlah dan mutu
tenaga kesehatan
Rendahnya
Keterampilan
petani
Terbatasnya
lahan
produktif
Rendahnya
Produksi Pangan
23
PERUMUSAN TUJUAN
Mengoptimalkan
Pos Pelayanan
Terpadu
Akibat
Langsung
Inti
Masalah
Menurunkan Angka
Gizi Buruk
Akibat Tidak
Langsung
Meningkatkan
Layanan Kesehatan
Meningkatkan
Pengetahuan Gizi
Meningkatkan
ketersediaan
informasi
Meningkatkan
ketersediaan
peralatan
kesehatan
Meningkatkan
Jumlah dan mutu
tenaga kesehatan
Meningkatkan
Keterampilan
petani
Memperluas
lahan
produktif
Meningkatkan
Produksi Pangan
24
PERUMUSAN TUJUAN
Jml desa
menyelenggarakan
posyandu
Indikator Hasil
Indikator
Keluaran
Angka
Gizi Buruk
Indikator
Dampak
Jumlah kunjungan
puskesmas
Tingkat konsumsi
masyarakat
(kalori/kapita)
Persentase
rumah tangga
mendapatkan
kartu sehat
Jumlah
sarana
kesehatan
Persentase desa
dengan Tenaga
Medis
Tingkat
pemakaian
traktor
(unit/1000 org)
Luas areal
Tanam (ha)
Tingkat
Produksi Pangan
(ton)
25
Identifikasi Penanggungjawab (SKPD)
Mengoptimalkan
Pos Pelayanan
Terpadu
Akibat
Langsung
Inti
Masalah
Menurunkan Angka
Gizi Buruk
Akibat Tidak
Langsung
Dinas KesehatanDinas Kesehatan
Dinas Pendidikan
Meningkatkan
ketersediaan
informasi
Meningkatkan
ketersediaan
peralatan
kesehatan
Meningkatkan
Jumlah dan mutu
tenaga kesehatan
Meningkatkan
Keterampilan
petani
Memperluas
lahan
produktif
Dinas Pertanian
Tanaman Pangan
26
Sektor Kesehatan, Pertanian, Pekerjaan
Umum
Contoh Indikator Kinerja
Instansi Pemerintah
27
PROGRAM KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR KINERJA
Peningkatan
Pelayanan
Puskesmas
Perbaikan/penggantian
peralatan medis yang
rusak atau kurang
memenuhi persyaratan
di Puskesmas
• Masukan (Input) – Dana
• Keluaran (Output) –
Jumlah peralatan medis
yang dibeli
• Hasil (Outcome) –
kuantitas & kualitas
pemeriksaan pasien
• Manfaat (Benefit) – tingkat
kesembuhan pasien
• Dampak (Impact) – tingkat
kesehatan masyarakat
INDIKATOR KINERJA BIDANG KESEHATAN
28
PROGRAM KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR KINERJA TARGET KINERJA
Peningkatan
Produksi Pangan
Intensifikasi Lahan Pertanian
Sawah
Input
• Dana untuk Pemberian
bantuan pupuk dengan
harga 50% dari harga resmi
• Dana untuk Pemberian
batuan obat-obatan secara
Cuma-Cuma
Rp 20 Juta
Rp 15 Juta
Ouput
• Jumlah bantuan pupuk urea
dengan harga 50% dari harga
resmi
• Jumlah bantuan obat-obatan
DDT secara Cuma-Cuma
2000 petani @ 20 kg
2000 petani @ 15 ltr
Outcome
• Meningkatnya kesuburan dan
daya tahan lahan –
Meningkatnya jumlah masa
tanam/panen padi
Dari 2 kali panen
menjadi 3 kali panen
setahun
INDIKATOR KINERJA BIDANG PERTANIAN
29
PROGRAM KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR KINERJA TARGET KINERJA
Peningkatan
Produksi Pangan
Intensifikasi Lahan
Pertanian Sawah
Manfaat/benefit
•Meningkatnya
produktivitas petani padi –
hasil gabah per hektar per
panen
Dari 10 kw/ha
menjadi 14 kw/ha
Dampak
•Meningkatnya persediaan
beras – stok cadangan
beras per tahun
•Meningkatnya
pendapatan rata-rata
petani – pendapatan per
hektar per panen.
Dari 40 ton menjadi
60 ton
Dari Rp 6
jt/ha/panen menjadi
Rp 8 jt
per/ha/panen
INDIKATOR KINERJA BIDANG PERTANIAN
30
PROGRAM KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR KINERJA TARGET KINERJA
Pemeliharaan Jalan Pemeliharaan Jalan dan
Jembatan Daerah A
Input
• Alokasi Anggaran Rp 12 milyar
Output
• panjang pemelihraan jalan (km)
• Panjang rehabilitasi jalan (m)
5 km
100 m
Outcome
• Meningkatnya kualitas teknis jalan
• penyerapan tenaga kerja
50 %
1000 TK
Benefit
• Peningkatan tingkat kelancaran
arus lalulintas
50 % (dari 300
kendaraan/jam
menjadi 450/jam)
Dampak
• Meningkatnya Kegiatan Ekonomi
wiayah A (PDRB)
7 %
INDIKATOR KINERJA BIDANG PU
31
32
CONTOH KESELARASAN
PROGRAM – KEGIATAN – INDIKATOR KINERJA
Arah Kebijakan RPJMD:
Mewujudkan sektor pertanian yang handal
Kegiatan 1: Ekstensifikasi Pertanian
Kegiatan 2: Pembangunan Jalan Perdesaan
Kegiatan 3: Pembinaan Petani
Contoh Keselarasan
Kebijakan-Program-Kegiatan
Program Peningkatan Produksi Pertanian
33
RPJMD:
Mewujudkan sektor pertanian
yang handal
Indikator Kinerja :
• PDRB sektor pertanian (daerah)
• Tingkat pendapatan petani
(daerah)
• Tingkat produksi komoditas
pertanian (daerah)
Contoh Keselarasan Indikator Kinerja
Renstra Kement. Pertanian
Indikator Kinerja:
Tingkat produksi pertanian
Renstra Dinas
Indikator Kinerja :
• PDRB sektor pertanian (nasional)
• Tingkat pendapatan petani
(nasional)
• Tingkat produksi komoditas
pertanian (nasional)
34
Subdin Pengairan
Prog. Pengelolaan SD
Air
Keg. #1 : Pembangunan
Saluran Irigasi
Keg. #2: Rehab Irigasi
Dinas Pertanian
Prog. Peningkatan Prod.
Pertanian
Keg. 1: Perluasan Areal Pertanian
Keg. 2: Bina Kelompok Tani
Keg. 3: Intensifikasi Pertanian
Subdin Binamarga
Prog. Penyelenggaraan
Jalan
Keg. 1: Pemb. Jalan
Perdesaan
Keg. 2: Pemb. Jembatan
di wilayah
pertanian
Dinas Koperasi
Prog. Pemberdayaan
UMKMK Pertanian
Keg. #1: Bina KUD
Keg. #2: Kredit Pertanian
Dinas Perindustrian
Prog. Peningkatan Industri
Pertanian
Keg. : Pelatihan Teknologi
pertanian
RPJMD Pemda
Program Peningkatan Produksi Pertanian
Kegiatan #1 : Ekstensifikasi Pertanian
Kegiatan #2 : Pembangunan Jalan dan Irigasi Pedesaan
Kegiatan #3 : Pembinaan Petani
Contoh Keselarasan
Program - Kegiatan
35
Dinas Pengairan
Indikator Kinerja :
• Luas areal irigasi (ha)
• Panjang saluran
pengairan yang
dibangun/rehab (m)
Dinas Pertanian
Indikator Kinerja :
• Luas areal intensifikasi &
ekstensifikasi
• Tingkat produksi pertanian
• Jumlah petani yang
mengikuti pelatihan usaha
tani
Dinas Binamarga
Indikator Kinerja :
• Panjang jalan ke wil.
Pertanian yg dipelihara
• Juml. jembatan yg
dibangun/dipelihara
Dinas Koperasi
Indikator Kinerja :
• Jumlah koperasi tani
yang dibina
• Jumlah
penduduk/kelompok
penerima SKIM kredit
Dinas Perindustrian
Indikator Kinerja :
• Juml. petani yg mengikuti
pelatihan teknologi
pertanian
RPJMD
Indikator Kinerja :
• PDRB sektor pertanian
• Tingkat pendapatan petani
• Tingkat produksi pertanian
Contoh Keselarasan Indikator Kinerja Program Lintas Sektor36
Ketersediaan data merupakan kunci bagi
penyusunan indikator kinerja, sehingga
menentukan pelaksanaan perencanaan &
penganggaran berbasis kinerja
Data dan Informasi
Data vs Informasi
 Data dan informsi sering dianggap sinonim, tapi sebenarnya
berbeda
 Data: nilai dari suatu variabel, bisa kuantitatif maupun kualitatif
 Informasi: data yang telah diberi konteks dan diinterpretasikan
Data
 Fakta mentah
 Tanpa konteks
 Hanya angka atau teks
 Belum berguna sebelum diolah
Informasi
 Data dengan konteks
 Data yg diproses
 Data yg telah diberi nilai
tambah
 Sudah diolah (summary, rekap)
 Telah diorganisir
 Hasil analisis, interpretasi
Contoh:
 Data: 5072013
 Informasi:
 5/07/2013 tanggal pelaksanaan training
 Rp 5.072.013 rata2 gaji pertama sarjana teknik
 5072013 nomor telepon Dinas Perikanan
Data vs Informasi
27.6
81.6
20.6
42.7
27.2
41.0
63.4
43.6
40.3
14.0
26.2
26.4
74.7
25.3
46.2
6.8
11.4
9.6
7.0
7.1
33.4
69.2
18.6
22.0
40.5
27.3
17.9
31.0
43.9
Data
27.6
81.6
20.6
42.7
27.2
41.0
63.4
43.6
40.3
14.0
26.2
26.4
74.7
25.3
46.2
6.8
11.4
9.6
7.0
7.1
33.4
69.2
18.6
22.0
40.5
27.3
17.9
31.0
43.9
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
Jumlah Penduduk Miskin (Ribu Orang)
Informasi
Pemanfaatan data
Data Informasi Pengetahuan
Mengolah data
Menyeleksi data
Menyajikan grafik
Menambahkan konteks
Menambahkan nilai
Bagaimana informasi
terkait dengan
outcome?
Apakah ada pola
tertentu dari informasi?
Informasi apa yg
relevan dg problem?
Apakah ada cara
terbaik menggunakan
informasi?
Pemanfaatan data
Data Informasi Pengetahuan
• Data jumlah
penduduk miskin
kabupaten/kota se
Papua
• Data mata
pencaharian
penduduk miskin
• Data tingkat
pendidikan
• Data kondisi
wilayah
• Data jumlah
keluarga
• Apakah kemiskinan
terkait dengan mata
pencaharian?
• Ataukah pendidikan
yang berpengaruh?
• Apakah kondisi geografis
menghambat usaha
masyarakat
berkembang?
• Bagaimmana cara yang
efektif memerangi
kemiskinan?
• Profil kemiskinan di
Provinsi Papua
• Karakter
masyarakat miskin
di Papua
Jenis-jenis data
 Data kuantitatif (angka) vs data kualitatif (teks, gambar)
 Data diskrit (bilangan bulat) vs data kontinyu (bersifat
berkesinambungan)
 Data nominal (label) vs data ordinal (bertingkat)
 Menurut cara memperolehnya:
 Data primer: diperoleh langsung dari obyek penelitian/observasi
 Data sekunder: data yang dikumpulkan pihak lain (data BPS,
data BI)
 Menurut waktu pengumpulannya:
 Data cross section: data populasi per satu titik waktu tertentu
 Data time series: data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu
 Data panel: data suatu obyek yang sama dikumpulkan dari
waktu ke waktu
Pengolahan data
 Statistik sederhana
 Rata-rata (mean)
 Nilai tengah (median)
 Persentase, rasio
 Indeksasi  membandingkan nilai pada tahun
tertentu dengan nilai pada tahun dasar (biasanya
nilai tahun dasar = 100)
 Rasio tertinggi/terendah (dispersion ratio)
 Deviasi standar
Penghitungan untuk Indikator Utama
 Pertumbuhan
 𝑔 =
𝑃𝐷𝑅𝐵(𝑡) − 𝑃𝐷𝑅𝐵(𝑡−1)
𝑃𝐷𝑅𝐵(𝑡−1)
× 100%
 Indeks Ketimpangan Williamson
 𝐼𝑊 =
𝑛 𝑖
𝑁 𝑦 𝑖− 𝑦 2
𝑦
 Tingkat kemiskinan
 𝑇𝐾 =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑀𝑖𝑠𝑘𝑖𝑛
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘
× 100%
 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
 𝑇𝑃𝑇 =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛𝑔𝑔𝑢𝑟
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐴𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑟𝑗𝑎
× 100%
Indikator yang umum digunakan
Ekonomi
• PDRB/kapita
• Pertumbuhan PDRB
• Struktur PDRB
• Inflasi
• Indeks Williamson
• Persentase
penduduk miskin
• Tingkat
pengangguran
terbuka
• Rasio Gini
• Rasio
kredit/simpanan
masyarakat di bank
• Nilai Tukar Petani
Sosial
• Umur Harapan
Hidup
• Angka Melek Huruf
• Rata-rata lama
sekolah
• Angka partisipasi
kasar
• Angka partisipasi
murni
• Persentase balita
gizi buruk
• Angka mortalitas
• Angka morbiditas
• Laju pertumbuhan
penduduk
Infrastruktur & LH
• Rasio elektrifikasi
• Kerapatan jalan
• Kondisi permukaan
jalan
• Luas areal irigasi
• Persentase rumah
tangga dengan
akses air bersih
• Persentase rumah
tangga dengan
sanitasi layak
• Rasio ruang terbuka
hijau
• Laju deforestasi
• Luas lahan kritis
Perencanaan berbasis kinerja harus
menetapkan target apa yang akan
dihasilkan, apa manfaat yang diperoleh,
dan kondisi apa yang diubah.
Penetapan Target Kinerja47
Penetapan Target Kinerja
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
 Tren historis
 Standar Pelayanan Minimum
 Kondisi lingkungan (internal dan eksternal)
 Janji/komitmen politik
48
 Lihat capaian indikator dalam 5-10 tahun terakhir
(gambaran kondisi pelayanan SKPD)
 Bentuk penyajian:
 Tabel
 Grafik – lebih informatif dan mudah dipahami
 Pola-pola tren:
 Linier
 Non-linier: diminishing return, eksponensial – kuadratik
 Sebagai baseline – skenario “business as usual”
kondisi/kecenderungan yang akan terjadi bila keadaan
tidak diubah
Tren Historis
49
Tabel vs Grafik
Tahun Papua Nasional
2000 8,315.79 6,751.60
2001 8,776.78 6,895.17
2002 12,315.40 7,101.31
2003 12,013.14 7,326.26
2004 8,689.76 7,603.79
2005 10,126.36 7,924.90
2006 7,963.32 8,237.73
2007 7,886.31 8,631.42
2008 7,396.74 8,990.42
2009 8,572.52 9,281.30
2010 7,849.24 9,703.47
2011 7,089.83 10,225.27
2012 6,816.88 10,720.59
0
2,000
4,000
6,000
8,000
10,000
12,000
14,000
(Ribu Rp) PDRB Per Kapita ADHK 2000 (Ribu Rp)
Papua Nasional
PDRB Per Kapita ADHK 2000
Tabel vs Diagram Pie
Sektor Milyar Rp Persen
pertanian 8946.43 11.7
pertambangan 40271.22 52.7
industri
pengolahan
1421.57 1.9
listrik, gas, air
bersih
129.43 0.2
bangunan 8139.83 10.7
perdagangan,
hotel, restoran
4538.79 5.9
angkutan dan
telekomunikasi
4397.8 5.8
keuangan dan jasa
perusahaan
2092.98 2.7
jasa-jasa 6432.55 8.4
Jumlah 76,370.60 100.0
Struktur PDRB Papua 2011
pertanian
12%
pertambang
an
53%
industri
pengolahan
2%
listrik, gas,
air bersih
0%
bangunan
10%
perdaganga
n, hotel,
restoran
6%
angkutan
dan
telekomunik
asi
6%
keuangan
dan jasa
perusahaan
3%
jasa-jasa
8%
Struktur PDRB Papua 2011
Kecenderungan Linier
2012 20172002 2007
52
Pertambahan yang
sama/konstan
Kecenderungan Melandai
2012 20172002 2007
53
Pertambahan yang
semakin mengecil
Kecenderungan Eksponensial
2012 20172002 2007
54
Pertambahan yang
semakin meningkat
 Apakah SPM telah terpenuhi?
 Jika belum, bagaimana gap-nya?
 Apakah tren mengarah pada pencapaian SPM?
 Berapa lama waktu diperlukan untuk mencapai SPM?
 Skenario “business as usual” vs “akselerasi”
Standar Pelayanan Minimum
55
 Analisis faktor-faktor internal dan eksternal
 Apakah faktor-faktor internal membantu peningkatan
kinerja?
 Apakah faktor-faktor eksternal memungkinkan
pencapaian kinerja lebih tinggi? Atau sebaliknya?
Analisis Kondisi Lingkungan
56
 Janji politik harus diprioritaskan untuk dipenuhi
 Jika ada gap dengan kondisi saat ini dan
baseline, harus diikuti dengan perumusan
strategi pencapaiannya
 Skenario “not business as usual”
 Prioritas alokasi sumber daya
Penting !
57
BAU vs Not BAU
2012 20172002 2007
baseline
target, janji
58
Sasaran Utama Pembangunan
 Mengurangi tingkat
kemiskinan – pro poor
 Mengurangi tingkat
pengangguran – pro job
 Mempercepat pertumbuhan
ekonomi – pro growth
 Ketiganya saling terkait
 Proses perumusan target
dilakukan secara iteratif
(bolak-balik, berulang) agar
konsisten dan realistis
Penciptaan
lapangan kerja
Pengurangan
kemiskinan
Pertumbuhan
ekonomi
59
Proses penetapan target
 Target pertumbuhan
ekonomi ditetapkan
 Menghitung elastisitas
pertumbuhan terhadap
kemiskinan (data historis)
 Menghitung tingkat
kemiskinan yang bisa
diturunkan sesuai dengan
pertumbuhan ekonomi
yang ditargetkan
 Hal yang sama bisa
dilakukan untuk
pertumbuhan dan
pengangguran
 Pemerintah menetapkan
target tingkat kemiskinan
(janji kampanye)
 Berdasarkan elastisitas
pertumbuhan ekonomi
terhadap tingkat
kemiskinan, laju
pertumbuhan yang
diperlukan untuk mencapai
tingkat kemiskinan bisa
dihitung
JALUR 1 JALUR 2
60
Target Pertumbuhan Ekonomi
 Dekomposisi pertumbuhan menurut sumber-
sumbernya
 Dari sisi penggunaan/permintaan:
 Konsumsi: rumah tangga, pemerintah
 Investasi: swasta, pemerintah
 Ekspor net
 Dari sisi produksi/penawaran:
 Pertanian
 Pertambangan
 Industri Pengolahan, dst… s.d. Jasa-Jasa
61
Sumber Pertumbuhan - 1
 
   
 
       
 
   
 
     SSMiMiAgAgY
AgAg
o
t
o
o
o
o
o
t
o
ot
o
ot
o
ot
Y
oooo
otototot
Y
oooo
ooootttt
Y
o
ot
Y
gsharegsharegshareg
gshare
Ag
Ag
Y
Ag
Y
Ag
Y
Ag
Y
AgAg
Y
SS
Y
AgAg
g
SMaMiAg
SSMaMaMiMiAgAg
g
SMaMiAg
SMaMiAgSMaMiAg
g
Y
YY
g
PDRBY














 















...
1
%100...
%100
...
...
%100
...
......
%100
62
 Formula di atas bisa dipakai untuk menghitung
pertumbuhan baik dari sisi produksi (sektor) maupun
penggunaan
 Dari tren tahun2 sebelumnya plus informasi tentang
prospek/proyeksi sektoral kita bisa memperkirakan
pertumbuhan sektoral
 Selanjutnya, sesuai dengan bobot share-nya masing2,
proyeksi pertumbuhan sektor2 tsb akan membentuk
baseline pertumbuhan PDRB (skenario business as
usual)
 Dengan langkah yang sama, pemerintah menetapkan
target pertumbuhan berdasarkan target sektoral
(skenario kebijakan)
Sumber Pertumbuhan - 2
63
Target Tingkat Pengangguran
 Elastisitas (semi elastisitas) pertumbuhan ekonomi terhadap
penciptaan lapangan kerja
 Berapa ribu lapangan kerja baru tercipta dari setiap 1%
pertumbuhan ekonomi
 Ԑ 𝑔𝐿 =
𝐿
∆𝑌
𝑌
 Misalnya setiap 1% pertumbuhan akan menciptakan 300 ribu
lapangan kerja baru (secara nasional)
 Dengan asumsi laju pertumbuhan angkatan kerja konstan,
maka angkatan kerja baru bisa diperkirakan
 Jika lapangan kerja baru yang tercipta lebih besar dari angkatan
kerja baru, maka jumlah pengangguran akan menurun
 Selanjutnya dihitung tingkat pengangguran yang mungkin
dicapai: rasio antara penganggur terbuka terhadap angkatan
kerja
64
Target Tingkat Kemiskinan
 Elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat
kemiskinan
 Berapa persen tingkat kemiskinan berubah (menurun) dari setiap
1% pertumbuhan ekonomi
 Ԑ 𝑔𝑃 =
∆𝑃
𝑃
∆𝑌
𝑌
 Misal elastisitas -0,8 maka jika pertumbuhan ekonomi 5%,
kemungkinan tingkat kemiskinan akan berubah sebesar -
0,8 x 5% = -4%
 Jika tingkat kemiskinan awal sebesar 10%, maka
diperkirakan tingkat kemiskinan tahun depan sebesar 10%
x (1 – 4%) = 9,6%
65
 Identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
pencapaian sasaran
 Y = f (x1, x2, x3, …, xn)
 Jika data historis tersedia, bisa dilakukan analisis kuantitatif
 Regresi: log Y = β0 + β1 logX1 + β2 logX2 + … + βn logXn + u
 Koefisien elastisitas = β
 Marginal effect: jika X1 berubah 1%, maka Y berubah sebesar β1 %,
dg asumsi X lainnya tidak berubah.
 Identifikasi faktor2 yang bisa dikendalikan dan faktor2 di luar
kontrol
 Gunakan asumsi untuk faktor2 di luar kendali
 Gunakan hasil regresi untuk estimasi ke depan
Wrap-up: ideal
66
Indikator kinerja sebenarnya terkait erat dan
merupakan turunan dari tujuan dan visi
pembangunan. Tujuan dan visi pembangunan
mengalami perkembangan seiring dengan evolusi
paradigma pembangunan. maka indikator
pembangunanpun mengalami perkembangan
sepanjang waktu.
Bahan diskusi
Paradigma Pembangunan
 Suatu kerangka pemikiran yang meliputi teori, asumsi,
dan model dalam memandang bagaimana
pembangunan (pertumbuhan, perubahan, kemajuan)
berlangsung.
 Berkembang sejak Pasca Perang Dunia II
 Bersifat dinamis  berubah sepanjang waktu, sebagai
respon perkembangan jaman
Evolusi Pemikiran Pembangunan (1)
GDP
Real Per
Capita GDP
HDI
Mitigation of
Poverty
Entitlement &
Capabilities
Freedom
Sustainable
Development
Harrod-Domar
Analysis
Solow-Swan Growth
Model
New Growth Theory
GOALS OF DEVELOPMENT
MACROECONOMIC GROWTH THEORY
Source: Meier & Stiglitz (2001), Frontiers of Development Economics
Physical Capital Human Capital
Knowledge
Capital
Social Capital
CAPITAL ACCUMULATION
Evolusi Pemikiran Pembangunan (2)
Market failures Nonmarket failures
New Market
failures
Institutional
failures
STATE AND MARKET
Source: Meier & Stiglitz (2001), Frontiers of Development Economics
Programming & planning Minimalist government
Complementarity of
government & market
“Poor because poor”
Poor because poor
policies: “get prices right”
“Get all policies right” “Get institutions right”
GOVERNMENT INTERVENTION
POLICY REFORM
Perkembangan indikator pembangunan
Pertumbuhan
Ekonomi
Kemiskinan,
Pengangguran,
Rasio Gini
Indeks
Pembangunan
Manusia
Indeks
Demokrasi &
Kebebasan
Tata
Pemerintahan
yang Baik
Pembangunan
Berkelanjutan
Indeks
Kebahagiaan ?
Mengukur kebahagiaan?
Gross
National
Happiness
Kesehatan
jiwa
Standard of
living
Good
governance
Kesehatan
Pendidikan
Vitalitas
komunitas
Keragaman
& ketahanan
budaya
Penggunaan
waktu
Keragaman
&
ketahanan
ekologi
Bhutan Gross National
Happiness
“Inti dari filosofi Gross
National Happiness adalah
kedamaian dan kebahagiaan
rakyat serta keamanan dan
kedaulatan bangsa”
Jigme Singye Wangchuck
(Raja Bhutan IV)
Mengukur keberlanjutan pembangunan?
 “Indikator ekonomi PDB telah
usang dan menyesatkan. Itu
seperti mengukur kinerja
perusahaan hanya berdasarkan
arus kas pada suatu hari dan
mengabaikan penyusutan aset
dan biaya lainnya” (J. Stiglitz,
peraih Nobel)
 Perubahan PDB menunjukkan
pertumbuhan berlangsung, tetapi
perubahan aset kekayaan
(wealth) memberikan
pemahaman apakah
pertumbuhan berkelanjutan atau
tidak.
 Pembangunan dimaknai sebagai
upaya mengembangkan aset
kekayaan dan mengelola
portofolio aset-asetnya.
Prosperity and well-being
Long-term growth
Wealth
- Manufactured capital
- Human & social capital
- Natural capital
Terima Kasih74
Masalah dan penyebab
Krisis suplai listrik
kuota terbatas
terbatasnya pasokan BBM
rendahnya kapasitas pembangkit
listrik Minimnya jaringan
Tidak lancarnya
distribusi
mahalnya t
Biaya ransportasi
tidak ada
Pembangunan
Pembangkit baru
i
Menetapkan ….
Frenkuensi dan
Lamanya Listrik
Mati
Volume kota
Volume pasokan bbm
produksi listrik wilayah
papua Panjang jaringan
Frekuensi pasokan
Mengevesienkan
Biaya trasportasi
Jumlah unit baru
i
Menetapkan tujuan
i
Merumuskan indikator
i

More Related Content

What's hot

Logframe Analysis dan Pengembangan Instrumen Monitoring dan Evaluasi
Logframe Analysis dan Pengembangan Instrumen Monitoring dan Evaluasi Logframe Analysis dan Pengembangan Instrumen Monitoring dan Evaluasi
Logframe Analysis dan Pengembangan Instrumen Monitoring dan Evaluasi Dadang Solihin
 
Konsep Monitoring dan Evaluasi
Konsep Monitoring dan Evaluasi Konsep Monitoring dan Evaluasi
Konsep Monitoring dan Evaluasi Dadang Solihin
 
Proses pengambilan keputusan dalam kebijakan publik
Proses pengambilan keputusan dalam kebijakan publikProses pengambilan keputusan dalam kebijakan publik
Proses pengambilan keputusan dalam kebijakan publikSiti Sahati
 
Paparan indikator kinerja utama
Paparan indikator kinerja utamaPaparan indikator kinerja utama
Paparan indikator kinerja utamajhd
 
Laporan Kerja Praktek Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar
Laporan Kerja Praktek Badan Pusat Statistik (BPS) Kota MakassarLaporan Kerja Praktek Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar
Laporan Kerja Praktek Badan Pusat Statistik (BPS) Kota MakassarDian Arisona
 
Teori monitoring dan evaluasi
Teori monitoring dan evaluasiTeori monitoring dan evaluasi
Teori monitoring dan evaluasiArfan Fahmi
 
Strategi pelaknasanaan manajemen kinerja
Strategi pelaknasanaan manajemen kinerjaStrategi pelaknasanaan manajemen kinerja
Strategi pelaknasanaan manajemen kinerjaKutsiyatinMSi
 
Teknik Penyusunan Model Logik
Teknik Penyusunan Model LogikTeknik Penyusunan Model Logik
Teknik Penyusunan Model LogikRandy Wrihatnolo
 
Konsep Pemantauan dan Evaluasi
Konsep Pemantauan dan  EvaluasiKonsep Pemantauan dan  Evaluasi
Konsep Pemantauan dan EvaluasiDadang Solihin
 
Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Daerah
Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan DaerahEvaluasi dan Pengendalian Pembangunan Daerah
Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan DaerahRusman R. Manik
 
TATA CARA PENYUSUNAN TOR
TATA CARA PENYUSUNAN TORTATA CARA PENYUSUNAN TOR
TATA CARA PENYUSUNAN TORJoko Riswanto
 
Evaluasi dan Pengendalian
Evaluasi dan PengendalianEvaluasi dan Pengendalian
Evaluasi dan PengendalianM Handoko
 
Dasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan
Dasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan PembangunanDasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan
Dasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan PembangunanDadang Solihin
 

What's hot (20)

Logframe Analysis dan Pengembangan Instrumen Monitoring dan Evaluasi
Logframe Analysis dan Pengembangan Instrumen Monitoring dan Evaluasi Logframe Analysis dan Pengembangan Instrumen Monitoring dan Evaluasi
Logframe Analysis dan Pengembangan Instrumen Monitoring dan Evaluasi
 
Indikator kinerja utama
Indikator kinerja utamaIndikator kinerja utama
Indikator kinerja utama
 
Paradigma Pembangunan
Paradigma PembangunanParadigma Pembangunan
Paradigma Pembangunan
 
Konsep Monitoring dan Evaluasi
Konsep Monitoring dan Evaluasi Konsep Monitoring dan Evaluasi
Konsep Monitoring dan Evaluasi
 
Proses pengambilan keputusan dalam kebijakan publik
Proses pengambilan keputusan dalam kebijakan publikProses pengambilan keputusan dalam kebijakan publik
Proses pengambilan keputusan dalam kebijakan publik
 
Paparan indikator kinerja utama
Paparan indikator kinerja utamaPaparan indikator kinerja utama
Paparan indikator kinerja utama
 
Laporan Kerja Praktek Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar
Laporan Kerja Praktek Badan Pusat Statistik (BPS) Kota MakassarLaporan Kerja Praktek Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar
Laporan Kerja Praktek Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar
 
Teori monitoring dan evaluasi
Teori monitoring dan evaluasiTeori monitoring dan evaluasi
Teori monitoring dan evaluasi
 
Strategi pelaknasanaan manajemen kinerja
Strategi pelaknasanaan manajemen kinerjaStrategi pelaknasanaan manajemen kinerja
Strategi pelaknasanaan manajemen kinerja
 
Pertemuan ke 6 & 7 - logical framework approach
Pertemuan ke 6 & 7 - logical framework approachPertemuan ke 6 & 7 - logical framework approach
Pertemuan ke 6 & 7 - logical framework approach
 
Teknik Penyusunan Model Logik
Teknik Penyusunan Model LogikTeknik Penyusunan Model Logik
Teknik Penyusunan Model Logik
 
Analisis Kebijakan Publik
Analisis Kebijakan PublikAnalisis Kebijakan Publik
Analisis Kebijakan Publik
 
Konsep Pemantauan dan Evaluasi
Konsep Pemantauan dan  EvaluasiKonsep Pemantauan dan  Evaluasi
Konsep Pemantauan dan Evaluasi
 
Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Daerah
Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan DaerahEvaluasi dan Pengendalian Pembangunan Daerah
Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Daerah
 
TATA CARA PENYUSUNAN TOR
TATA CARA PENYUSUNAN TORTATA CARA PENYUSUNAN TOR
TATA CARA PENYUSUNAN TOR
 
Evaluasi dan Pengendalian
Evaluasi dan PengendalianEvaluasi dan Pengendalian
Evaluasi dan Pengendalian
 
Analisis Kebijakan Publik
Analisis Kebijakan PublikAnalisis Kebijakan Publik
Analisis Kebijakan Publik
 
Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2015-2025
Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2015-2025Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2015-2025
Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2015-2025
 
Dasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan
Dasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan PembangunanDasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan
Dasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan
 
Asn dan upaya mewujudkan visi indonesia 2045
Asn dan upaya mewujudkan visi indonesia 2045Asn dan upaya mewujudkan visi indonesia 2045
Asn dan upaya mewujudkan visi indonesia 2045
 

Viewers also liked

Gross National Happiness and Assam
Gross National Happiness and AssamGross National Happiness and Assam
Gross National Happiness and Assamkkshare
 
Hambatan tarif dalam bisnis internasional
Hambatan tarif dalam bisnis internasionalHambatan tarif dalam bisnis internasional
Hambatan tarif dalam bisnis internasionalWahono Diphayana
 
Dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman
Dinas perumahan rakyat dan kawasan permukimanDinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman
Dinas perumahan rakyat dan kawasan permukimanpandirambo900
 
Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permuk...
Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permuk...Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permuk...
Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permuk...Oswar Mungkasa
 
Modul 3-sikap-jujur-dan-disiplin
Modul 3-sikap-jujur-dan-disiplinModul 3-sikap-jujur-dan-disiplin
Modul 3-sikap-jujur-dan-disiplinNarto Wastyowadi
 
Pergeseran paradigma dalam pembangunan
Pergeseran paradigma dalam pembangunanPergeseran paradigma dalam pembangunan
Pergeseran paradigma dalam pembangunanWiekewardani
 
Buku Saku. Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Maret 2012
Buku Saku. Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Maret 2012Buku Saku. Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Maret 2012
Buku Saku. Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Maret 2012Oswar Mungkasa
 
Manfaat dan pengaruh perdagangan internasional
Manfaat dan pengaruh perdagangan internasionalManfaat dan pengaruh perdagangan internasional
Manfaat dan pengaruh perdagangan internasionalWahono Diphayana
 
Indikator kinerja rs
Indikator kinerja rsIndikator kinerja rs
Indikator kinerja rsResdi Budaya
 
Teori perdag internasional : keunggulan absolut & keunggulan komparatif
Teori perdag internasional : keunggulan absolut & keunggulan komparatifTeori perdag internasional : keunggulan absolut & keunggulan komparatif
Teori perdag internasional : keunggulan absolut & keunggulan komparatifWahono Diphayana
 
Pp no 14 2016 penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman
Pp no 14 2016 penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukimanPp no 14 2016 penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman
Pp no 14 2016 penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukimanharris87an
 
2017-03-03 Penyaluran DAK Fisik
2017-03-03 Penyaluran DAK Fisik2017-03-03 Penyaluran DAK Fisik
2017-03-03 Penyaluran DAK FisikAhmad Abdul Haq
 
Draf NA raperda Kumuh Kota Surakarta 13102015
Draf NA raperda Kumuh Kota Surakarta 13102015Draf NA raperda Kumuh Kota Surakarta 13102015
Draf NA raperda Kumuh Kota Surakarta 13102015Bagus ardian
 
PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTANPERTUMBUHAN EKONOMI DALAM KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTANDorii Listypeach
 
Standar pelayanan publik
Standar pelayanan publikStandar pelayanan publik
Standar pelayanan publikherlambangdiaz
 

Viewers also liked (20)

Gross National Happiness and Assam
Gross National Happiness and AssamGross National Happiness and Assam
Gross National Happiness and Assam
 
Hambatan tarif dalam bisnis internasional
Hambatan tarif dalam bisnis internasionalHambatan tarif dalam bisnis internasional
Hambatan tarif dalam bisnis internasional
 
Dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman
Dinas perumahan rakyat dan kawasan permukimanDinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman
Dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman
 
Renja 2016
Renja 2016Renja 2016
Renja 2016
 
Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permuk...
Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permuk...Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permuk...
Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perumahan dan Kawasan Permuk...
 
Modul 3-sikap-jujur-dan-disiplin
Modul 3-sikap-jujur-dan-disiplinModul 3-sikap-jujur-dan-disiplin
Modul 3-sikap-jujur-dan-disiplin
 
Pergeseran paradigma dalam pembangunan
Pergeseran paradigma dalam pembangunanPergeseran paradigma dalam pembangunan
Pergeseran paradigma dalam pembangunan
 
Buku Saku. Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Maret 2012
Buku Saku. Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Maret 2012Buku Saku. Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Maret 2012
Buku Saku. Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Maret 2012
 
Manfaat dan pengaruh perdagangan internasional
Manfaat dan pengaruh perdagangan internasionalManfaat dan pengaruh perdagangan internasional
Manfaat dan pengaruh perdagangan internasional
 
Keunggulan kompetitif
Keunggulan kompetitifKeunggulan kompetitif
Keunggulan kompetitif
 
Indikator kinerja rs
Indikator kinerja rsIndikator kinerja rs
Indikator kinerja rs
 
Teori perdag internasional : keunggulan absolut & keunggulan komparatif
Teori perdag internasional : keunggulan absolut & keunggulan komparatifTeori perdag internasional : keunggulan absolut & keunggulan komparatif
Teori perdag internasional : keunggulan absolut & keunggulan komparatif
 
Pp no 14 2016 penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman
Pp no 14 2016 penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukimanPp no 14 2016 penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman
Pp no 14 2016 penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman
 
2017-03-03 Penyaluran DAK Fisik
2017-03-03 Penyaluran DAK Fisik2017-03-03 Penyaluran DAK Fisik
2017-03-03 Penyaluran DAK Fisik
 
Asuhan keperawatan jiwa
Asuhan keperawatan jiwa Asuhan keperawatan jiwa
Asuhan keperawatan jiwa
 
Draf NA raperda Kumuh Kota Surakarta 13102015
Draf NA raperda Kumuh Kota Surakarta 13102015Draf NA raperda Kumuh Kota Surakarta 13102015
Draf NA raperda Kumuh Kota Surakarta 13102015
 
PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTANPERTUMBUHAN EKONOMI DALAM KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
PERTUMBUHAN EKONOMI DALAM KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
 
Standar pelayanan publik
Standar pelayanan publikStandar pelayanan publik
Standar pelayanan publik
 
Bhutan 2010 gnh_index_2
Bhutan 2010 gnh_index_2Bhutan 2010 gnh_index_2
Bhutan 2010 gnh_index_2
 
Part 3 2
Part 3 2Part 3 2
Part 3 2
 

Similar to OPTIMALKAN POS PELAYANAN TERPADU

Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pembangunan Wilayah Kawasan Timur...
Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pembangunan Wilayah Kawasan Timur...Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pembangunan Wilayah Kawasan Timur...
Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pembangunan Wilayah Kawasan Timur...Dadang Solihin
 
MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DESA DAN KELURAHAN
MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DESA DAN KELURAHANMONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DESA DAN KELURAHAN
MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DESA DAN KELURAHANDadang Solihin
 
Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pencapaian Sasaran RPJMN 2004-2009
Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pencapaian Sasaran RPJMN 2004-2009Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pencapaian Sasaran RPJMN 2004-2009
Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pencapaian Sasaran RPJMN 2004-2009Dadang Solihin
 
Membangun Sistem Pengukuran Kinerja Pemerintahan Daerah
Membangun Sistem Pengukuran Kinerja Pemerintahan DaerahMembangun Sistem Pengukuran Kinerja Pemerintahan Daerah
Membangun Sistem Pengukuran Kinerja Pemerintahan DaerahDadang Solihin
 
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan DaerahMonitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan DaerahDadang Solihin
 
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja PembangunanTeknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja PembangunanDadang Solihin
 
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja PembangunanTeknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja PembangunanDadang Solihin
 
Penyusunan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Penyusunan Monitoring dan Evaluasi PembangunanPenyusunan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Penyusunan Monitoring dan Evaluasi PembangunanDadang Solihin
 
Pedoman Penilaian Monitoring dan Evaluasi
Pedoman Penilaian Monitoring dan EvaluasiPedoman Penilaian Monitoring dan Evaluasi
Pedoman Penilaian Monitoring dan EvaluasiDadang Solihin
 
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja PembangunanTeknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja PembangunanDadang Solihin
 
Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan
Monitoring dan Evaluasi Kinerja PembangunanMonitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan
Monitoring dan Evaluasi Kinerja PembangunanDadang Solihin
 
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan DaerahMonitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan DaerahDadang Solihin
 
Indikator dan Perencanaan Penetapan Kinerja Prov Kalimantan Barat 121214
Indikator dan Perencanaan Penetapan Kinerja Prov Kalimantan Barat 121214Indikator dan Perencanaan Penetapan Kinerja Prov Kalimantan Barat 121214
Indikator dan Perencanaan Penetapan Kinerja Prov Kalimantan Barat 121214PSEKP - UGM
 
Pelatihan Monitoring dan Evaluasi di Surabaya
Pelatihan Monitoring dan Evaluasi di SurabayaPelatihan Monitoring dan Evaluasi di Surabaya
Pelatihan Monitoring dan Evaluasi di SurabayaRandy Wrihatnolo
 
Sistem Monitoring Kinerja Kebijakan Program dan Kegiatan yang Efektif
Sistem Monitoring Kinerja Kebijakan Program dan Kegiatan yang EfektifSistem Monitoring Kinerja Kebijakan Program dan Kegiatan yang Efektif
Sistem Monitoring Kinerja Kebijakan Program dan Kegiatan yang EfektifDadang Solihin
 
Pengenalan_Kerangka_Kerja_Logis.pptx
Pengenalan_Kerangka_Kerja_Logis.pptxPengenalan_Kerangka_Kerja_Logis.pptx
Pengenalan_Kerangka_Kerja_Logis.pptxAnggrekParia
 
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan PembangunanMonitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan PembangunanDadang Solihin
 
20230221_04. SIILS_PM_Project Monitoring, Control & Report.pptx
20230221_04. SIILS_PM_Project Monitoring, Control & Report.pptx20230221_04. SIILS_PM_Project Monitoring, Control & Report.pptx
20230221_04. SIILS_PM_Project Monitoring, Control & Report.pptxFajarKurniawan341103
 
Prinsip Dasar Perencanaan Berbasis Hasil Prov Jawa Timur 211014
Prinsip Dasar Perencanaan Berbasis Hasil Prov Jawa Timur 211014Prinsip Dasar Perencanaan Berbasis Hasil Prov Jawa Timur 211014
Prinsip Dasar Perencanaan Berbasis Hasil Prov Jawa Timur 211014PSEKP - UGM
 

Similar to OPTIMALKAN POS PELAYANAN TERPADU (20)

Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pembangunan Wilayah Kawasan Timur...
Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pembangunan Wilayah Kawasan Timur...Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pembangunan Wilayah Kawasan Timur...
Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pembangunan Wilayah Kawasan Timur...
 
MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DESA DAN KELURAHAN
MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DESA DAN KELURAHANMONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DESA DAN KELURAHAN
MONITORING DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DESA DAN KELURAHAN
 
Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pencapaian Sasaran RPJMN 2004-2009
Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pencapaian Sasaran RPJMN 2004-2009Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pencapaian Sasaran RPJMN 2004-2009
Pengukuran Kinerja Pembangunan Daerah dalam Pencapaian Sasaran RPJMN 2004-2009
 
Membangun Sistem Pengukuran Kinerja Pemerintahan Daerah
Membangun Sistem Pengukuran Kinerja Pemerintahan DaerahMembangun Sistem Pengukuran Kinerja Pemerintahan Daerah
Membangun Sistem Pengukuran Kinerja Pemerintahan Daerah
 
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan DaerahMonitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
 
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja PembangunanTeknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
 
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja PembangunanTeknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
 
Penyusunan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Penyusunan Monitoring dan Evaluasi PembangunanPenyusunan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Penyusunan Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
 
Pedoman Penilaian Monitoring dan Evaluasi
Pedoman Penilaian Monitoring dan EvaluasiPedoman Penilaian Monitoring dan Evaluasi
Pedoman Penilaian Monitoring dan Evaluasi
 
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja PembangunanTeknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
 
Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan
Monitoring dan Evaluasi Kinerja PembangunanMonitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan
Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan
 
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan DaerahMonitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
 
Indikator dan Perencanaan Penetapan Kinerja Prov Kalimantan Barat 121214
Indikator dan Perencanaan Penetapan Kinerja Prov Kalimantan Barat 121214Indikator dan Perencanaan Penetapan Kinerja Prov Kalimantan Barat 121214
Indikator dan Perencanaan Penetapan Kinerja Prov Kalimantan Barat 121214
 
Pelatihan Monitoring dan Evaluasi di Surabaya
Pelatihan Monitoring dan Evaluasi di SurabayaPelatihan Monitoring dan Evaluasi di Surabaya
Pelatihan Monitoring dan Evaluasi di Surabaya
 
Sistem Monitoring Kinerja Kebijakan Program dan Kegiatan yang Efektif
Sistem Monitoring Kinerja Kebijakan Program dan Kegiatan yang EfektifSistem Monitoring Kinerja Kebijakan Program dan Kegiatan yang Efektif
Sistem Monitoring Kinerja Kebijakan Program dan Kegiatan yang Efektif
 
Pengenalan_Kerangka_Kerja_Logis.pptx
Pengenalan_Kerangka_Kerja_Logis.pptxPengenalan_Kerangka_Kerja_Logis.pptx
Pengenalan_Kerangka_Kerja_Logis.pptx
 
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan PembangunanMonitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan
 
20230221_04. SIILS_PM_Project Monitoring, Control & Report.pptx
20230221_04. SIILS_PM_Project Monitoring, Control & Report.pptx20230221_04. SIILS_PM_Project Monitoring, Control & Report.pptx
20230221_04. SIILS_PM_Project Monitoring, Control & Report.pptx
 
PPT ASP FIX.pptx
PPT ASP FIX.pptxPPT ASP FIX.pptx
PPT ASP FIX.pptx
 
Prinsip Dasar Perencanaan Berbasis Hasil Prov Jawa Timur 211014
Prinsip Dasar Perencanaan Berbasis Hasil Prov Jawa Timur 211014Prinsip Dasar Perencanaan Berbasis Hasil Prov Jawa Timur 211014
Prinsip Dasar Perencanaan Berbasis Hasil Prov Jawa Timur 211014
 

Recently uploaded

Konsep Management RisikoRev Pak Budi.pptx
Konsep Management RisikoRev Pak Budi.pptxKonsep Management RisikoRev Pak Budi.pptx
Konsep Management RisikoRev Pak Budi.pptxBudyHermawan3
 
mars pkk yang selalu dinyanyikan saat kegiatan PKK.pptx
mars pkk yang selalu dinyanyikan saat kegiatan PKK.pptxmars pkk yang selalu dinyanyikan saat kegiatan PKK.pptx
mars pkk yang selalu dinyanyikan saat kegiatan PKK.pptxSusatyoTriwilopo
 
Tata Kelola Pengadaan barang dan Jasa di Desa pptx
Tata Kelola Pengadaan barang dan Jasa di Desa pptxTata Kelola Pengadaan barang dan Jasa di Desa pptx
Tata Kelola Pengadaan barang dan Jasa di Desa pptxBudyHermawan3
 
Membangun Budaya Ber-Integritas ASN.pptx
Membangun Budaya Ber-Integritas ASN.pptxMembangun Budaya Ber-Integritas ASN.pptx
Membangun Budaya Ber-Integritas ASN.pptxBudyHermawan3
 
Aparatur Sipil Negara sebagai Perekat Bangsa.pptx
Aparatur Sipil Negara sebagai Perekat Bangsa.pptxAparatur Sipil Negara sebagai Perekat Bangsa.pptx
Aparatur Sipil Negara sebagai Perekat Bangsa.pptxBudyHermawan3
 
PB.2 KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMDES.pptx
PB.2 KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMDES.pptxPB.2 KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMDES.pptx
PB.2 KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMDES.pptxBudyHermawan3
 
Penyesuaian AK Jabatan Fungsional Konvensional Ke Integrasi
Penyesuaian AK Jabatan Fungsional Konvensional Ke IntegrasiPenyesuaian AK Jabatan Fungsional Konvensional Ke Integrasi
Penyesuaian AK Jabatan Fungsional Konvensional Ke Integrasiasaliaraudhatii
 
OPERASI DAN PEMELIHARAAN SPAM DALAM PROGRAM PAMSIMAS.ppt
OPERASI DAN PEMELIHARAAN SPAM DALAM PROGRAM PAMSIMAS.pptOPERASI DAN PEMELIHARAAN SPAM DALAM PROGRAM PAMSIMAS.ppt
OPERASI DAN PEMELIHARAAN SPAM DALAM PROGRAM PAMSIMAS.pptRyanWinter25
 
NILAI TUKAR NELAYAN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2024
NILAI TUKAR NELAYAN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2024NILAI TUKAR NELAYAN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2024
NILAI TUKAR NELAYAN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2024ssuser8905b3
 
LAPORAN KEPALA DESA. sebagai kewajiban pptx
LAPORAN KEPALA DESA. sebagai kewajiban pptxLAPORAN KEPALA DESA. sebagai kewajiban pptx
LAPORAN KEPALA DESA. sebagai kewajiban pptxBudyHermawan3
 
PB.1 BINA SUASANA DAN ORIENTASI BELAJAR.pptx
PB.1 BINA SUASANA DAN ORIENTASI BELAJAR.pptxPB.1 BINA SUASANA DAN ORIENTASI BELAJAR.pptx
PB.1 BINA SUASANA DAN ORIENTASI BELAJAR.pptxBudyHermawan3
 
Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah .pptx
Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah .pptxInovasi Pelayanan Publik Pemerintah .pptx
Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah .pptxBudyHermawan3
 
PENERAPAN IURAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS 2023.pptx
PENERAPAN IURAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS 2023.pptxPENERAPAN IURAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS 2023.pptx
PENERAPAN IURAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS 2023.pptxRyanWinter25
 
Pengantar dan Teknik Public Speaking.pptx
Pengantar dan Teknik Public Speaking.pptxPengantar dan Teknik Public Speaking.pptx
Pengantar dan Teknik Public Speaking.pptxBudyHermawan3
 

Recently uploaded (14)

Konsep Management RisikoRev Pak Budi.pptx
Konsep Management RisikoRev Pak Budi.pptxKonsep Management RisikoRev Pak Budi.pptx
Konsep Management RisikoRev Pak Budi.pptx
 
mars pkk yang selalu dinyanyikan saat kegiatan PKK.pptx
mars pkk yang selalu dinyanyikan saat kegiatan PKK.pptxmars pkk yang selalu dinyanyikan saat kegiatan PKK.pptx
mars pkk yang selalu dinyanyikan saat kegiatan PKK.pptx
 
Tata Kelola Pengadaan barang dan Jasa di Desa pptx
Tata Kelola Pengadaan barang dan Jasa di Desa pptxTata Kelola Pengadaan barang dan Jasa di Desa pptx
Tata Kelola Pengadaan barang dan Jasa di Desa pptx
 
Membangun Budaya Ber-Integritas ASN.pptx
Membangun Budaya Ber-Integritas ASN.pptxMembangun Budaya Ber-Integritas ASN.pptx
Membangun Budaya Ber-Integritas ASN.pptx
 
Aparatur Sipil Negara sebagai Perekat Bangsa.pptx
Aparatur Sipil Negara sebagai Perekat Bangsa.pptxAparatur Sipil Negara sebagai Perekat Bangsa.pptx
Aparatur Sipil Negara sebagai Perekat Bangsa.pptx
 
PB.2 KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMDES.pptx
PB.2 KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMDES.pptxPB.2 KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMDES.pptx
PB.2 KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMDES.pptx
 
Penyesuaian AK Jabatan Fungsional Konvensional Ke Integrasi
Penyesuaian AK Jabatan Fungsional Konvensional Ke IntegrasiPenyesuaian AK Jabatan Fungsional Konvensional Ke Integrasi
Penyesuaian AK Jabatan Fungsional Konvensional Ke Integrasi
 
OPERASI DAN PEMELIHARAAN SPAM DALAM PROGRAM PAMSIMAS.ppt
OPERASI DAN PEMELIHARAAN SPAM DALAM PROGRAM PAMSIMAS.pptOPERASI DAN PEMELIHARAAN SPAM DALAM PROGRAM PAMSIMAS.ppt
OPERASI DAN PEMELIHARAAN SPAM DALAM PROGRAM PAMSIMAS.ppt
 
NILAI TUKAR NELAYAN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2024
NILAI TUKAR NELAYAN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2024NILAI TUKAR NELAYAN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2024
NILAI TUKAR NELAYAN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2024
 
LAPORAN KEPALA DESA. sebagai kewajiban pptx
LAPORAN KEPALA DESA. sebagai kewajiban pptxLAPORAN KEPALA DESA. sebagai kewajiban pptx
LAPORAN KEPALA DESA. sebagai kewajiban pptx
 
PB.1 BINA SUASANA DAN ORIENTASI BELAJAR.pptx
PB.1 BINA SUASANA DAN ORIENTASI BELAJAR.pptxPB.1 BINA SUASANA DAN ORIENTASI BELAJAR.pptx
PB.1 BINA SUASANA DAN ORIENTASI BELAJAR.pptx
 
Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah .pptx
Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah .pptxInovasi Pelayanan Publik Pemerintah .pptx
Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah .pptx
 
PENERAPAN IURAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS 2023.pptx
PENERAPAN IURAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS 2023.pptxPENERAPAN IURAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS 2023.pptx
PENERAPAN IURAN DALAM PROGRAM PAMSIMAS 2023.pptx
 
Pengantar dan Teknik Public Speaking.pptx
Pengantar dan Teknik Public Speaking.pptxPengantar dan Teknik Public Speaking.pptx
Pengantar dan Teknik Public Speaking.pptx
 

OPTIMALKAN POS PELAYANAN TERPADU

  • 1. PENYUSUNAN INDIKATOR DAN TARGET KINERJA Moh. Agung Widodo Fungsional Perencana Direktorat Pengembangan Wilayah Bappenas Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda Provinsi Papua Jayapura, 5 Juli 2013
  • 3.  Indikator kinerja  Data dan informasi  Penentuan target kinerja Bahasan
  • 4. Indikator kinerja merupakan bagian tak terpisahkan dari proses perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja Indikator Kinerja
  • 5. Perencanaan dalam Siklus Manajemen AKUNTABILITAS PUBLIK Evaluasi Antara/ Mid Term Evaluasi Terminal Ex Ante Evaluation Ex Post Evaluation RENCANA Perencanaan Strategis Project Design Matrix/ Logical Frameworks PELAKSANAAN RENCANA PELAKSANAAN SELESAI Siklus Kecil (individual project cycle) Umpanbalik Umpanbalik Umpanbalik Umpanbalik Siklus Besar (Policy/Program) Evaluasi Ex-post Kementerian/Lembaga Evaluasi Ex-ante Evaluasi Mid- Term/ Antara Terminal E. 5
  • 6. 1. Indikator adalah variabel yang membantu kita dalam mengukur perubahan-perubahan yang terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung (WHO, 1981). 2. Indikator adalah suatu ukuran tidak langsung dari suatu kejadian atau kondisi. Misalnya berat badan bayi berdasarkan umur adalah indikator bagi status gizi bayi tersebut (Wilson & Sapanuchart, 1993). 3. Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi atau memberi petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan (Green1992). PENGERTIAN INDIKATOR 6
  • 7. PENGERTIAN RINGKAS INDIKATOR  Suatu alat ukur untuk menilai apakah tujuan yang ditetapkan telah tercapai atau belum/tidak KEGUNAAN  Dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post)  Petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran 7
  • 8. PENGERTIAN KINERJA • Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3) • Kane dan Johnson (1995); hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan strategis yang ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat • Bates dan Holton (1995); perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor 8
  • 9. Pengembangan Indikator Kinerja Penting sekaligus Menantang  Tidak cukup hanya dengan memfokuskan pada penghitungan biaya keluaran (efisiensi). Tujuan kebijakan dan pendekatan program – juga harus dianalisa (efektivitas, dampak)  Indikator bisa diterapkan untuk: (a) Masukan; (b) Efisiensi – Keluaran; (c) Efektivitas – Hasil; (d) Kualitas; dan (e) Kepuasan Pelanggan.  Indikator memerlukan definisi dan penafsiran yang hati-hati – seringkali diformulasikan, diimplementasikan dan ditafsirkan dengan buruk  Harus dikembangkan untuk masing-masing program/kegiatan – ada yang sulit misalnya pertahanan – beberapa lebih mudah misalnya penyelenggara jasa. 9
  • 10.  memperjelas tentang apa (what), bagaimana (how), siapa (who), dan kapan (when) suatu kegiatan dilaksanakan  menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders (pemangku kepentingan)  membangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja program pembangunan FUNGSI INDIKATOR KINERJA 10
  • 11. Input Proses Output Indikator Kinerja Outcomes Benefit Impact JENIS INDIKATOR KINERJA 11
  • 12. TAHAPAN DALAM PENGUKURAN INDIKATOR KINERJA MANFAAT Tujuan/manfaat yang diperoleh dengan berfungsinya keluaran secara optimal HASIL Segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya suatu keluaran OUTPUT Sesuatu yang langsung diperoleh/ dicapai dari pelaksanaan kegiatan INPUT Kegiatan dan sumberdaya/dana yg dibutuhkan agar keluaran sesuai yg diharapkan DAMPAK Pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan Menggambarkan aspek makro tujuan proyek secara sektoral, regional maupun nasional 12
  • 13.  Jumlah dana yang dibutuhkan  Tenaga yang terlibat  Peralatan yang digunakan  Jumlah Bahan yang digunakan INDIKATOR KINERJA INPUT Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan. Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana strategis yang ditetapkan 13
  • 14.  Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan  Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi  Jumlah permohonan yang diselesaikan  Jumlah pelatihan / peserta pelatihan  Jumlah jam latihan dalam sebulan  Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan  Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli  Jumlah komputer yang dibeli  Jumlah gedung /jembatan yg dibangun  meter panjang jalanyang dibangun/rehab INDIKATOR KINERJA OUTPUT Dengan membandingkan keluaran dapat dianalisis apakah kegiatan yang terlaksana sesuai dengan rencana. Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur (pemantauan/pengendalian). Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. 14
  • 15. INDIKATOR KINERJA OUTCOME Indikator Kinerja Hasil (Outcome) seringkali dirancukan dengan Indikator Keluaran (Output). Indikator outcome lebih utama dari sekedar output. Indikator Hasil (Outcome) menggambarkan berfungsinya keluaran kegiatan. Walaupun produk sudah dihasilkan dg baik, belum tentu hasilnya tercapai. Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat  Jumlah / % hasil langsung dari kegiatan  Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan  Tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer)  Peningkatan langsung hal-hal yg positif  Peningkatan daya tahan bangunan  Penambahan daya tampung siswa  Penurunan langsung hal-hal yang negatif  Penurunan Tingkat Kemacetan  Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas 15
  • 16. • Peningkatan hal yg positif dalam jangka menengah – panjang – Persentase (%) kenaikan lapangan kerja – Peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat • Penurunan hal yang negatif dalam jangka menengah – panjang – Penurunan Tingkat Penyakit TBC – Penurunan Tingkat Kriminalitas – Penurunan Tingkat Kecelakaan lalulintas INDIKATOR KINERJA MANFAAT Indikator Kinerja Manfaat (Benefit) menggambarkan manfaat yang diperoleh dari indikator hasil (outcome). Manfaat tersebut baru tampak setelah beberapa waktu kemudian, khususnya dalam jangka menengah dan panjang. Indikator manfaat menunjukkan hal yang diharapkan untuk dicapai bila keluaran dapat diselesaikan dan berfungsi dengan optimal (tepat waktu, lokasi, dana dll). 16
  • 17. • Peningkatan hal yg positif dalam jangka panjang – Persentase (%) kenaikan pendapatan perkapita masyarakat – Peningkatan cadangan pangan – Peningkatan PDRB sektor tertentu • Penurunan hal yang negatif dalam jangka panjang – Penurunan Tingkat kemiskinan – Penurunan Tingkat Kematian INDIKATOR KINERJA DAMPAK Indikator Dampak (Impact) memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan. Seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran kenapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan nasional. 17
  • 18. Jenis Indikator Menurut Waktunya  Di samping menurut tahapannya, jenis indikator juga bisa dibagi menurut waktu kejadiannya:  Leading indicators: indikator yg memberi petunjuk tentang peristiwa di masa datang. Contoh: IHSG.  Lagging indicators: indikator yang mengikuti suatu kejadian. Contoh: tingkat pengangguran.  Coincident indicators: indikator yang berubah pada saat bersamaan dengan suatu peristiwa. Contoh: tingkat pendapatan per kapita.
  • 19. specific measurable attainable relevant time-bound KRITERIA INDIKATOR YANG BAIK SMART • tidak multi-tafsir; bisa juga “sensitif” • mudah diukur • data dapat diperoleh dengan mudah • sesuai dengan tujuan; bisa juga “realistis” • terikat waktu 19
  • 20. TARGET KINERJA Merupakan jumlah/besaran indikator kinerja yang direncanakan akan dicapai oleh kegiatan tertentu Target kinerja harus: 1. Berupa angka numerik 2. Dapat diperbandingkan 3. Cukup spesifik 4. Dilengkapi dengan satuan. 20
  • 21. REALISASI/CAPAIAN KINERJA Merupakan informasi mengenai ukuran kinerja yang dicapai setelah dilaksanakannya suatu kegiatan /program tertentu Realisasi/capaian kinerja harus: 1. Berupa angka numerik 2. Berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya 21
  • 22. Proses penyusunan indikator  Identifikasi masalah yang akan dipecahkan  Kembangkan pohon masalah, telusuri sebab- akibat sampai ke akar masalah  Rumuskan tujuan  Susun indikator yang SMART
  • 23. MASALAH DAN AKIBAT Belum Optimalnya Pos Pelayanan Terpadu Akibat Langsung Inti Masalah Tinnginya Angka Gizi Buruk Akibat Tidak Langsung Terbatasnya Layanan Kesehatan Terbatasnya Pengetahuan Gizi Terbatasnya Informasi Terbatasnya Peralatan kesehatan Terbatasnya Jumlah dan mutu tenaga kesehatan Rendahnya Keterampilan petani Terbatasnya lahan produktif Rendahnya Produksi Pangan 23
  • 24. PERUMUSAN TUJUAN Mengoptimalkan Pos Pelayanan Terpadu Akibat Langsung Inti Masalah Menurunkan Angka Gizi Buruk Akibat Tidak Langsung Meningkatkan Layanan Kesehatan Meningkatkan Pengetahuan Gizi Meningkatkan ketersediaan informasi Meningkatkan ketersediaan peralatan kesehatan Meningkatkan Jumlah dan mutu tenaga kesehatan Meningkatkan Keterampilan petani Memperluas lahan produktif Meningkatkan Produksi Pangan 24
  • 25. PERUMUSAN TUJUAN Jml desa menyelenggarakan posyandu Indikator Hasil Indikator Keluaran Angka Gizi Buruk Indikator Dampak Jumlah kunjungan puskesmas Tingkat konsumsi masyarakat (kalori/kapita) Persentase rumah tangga mendapatkan kartu sehat Jumlah sarana kesehatan Persentase desa dengan Tenaga Medis Tingkat pemakaian traktor (unit/1000 org) Luas areal Tanam (ha) Tingkat Produksi Pangan (ton) 25
  • 26. Identifikasi Penanggungjawab (SKPD) Mengoptimalkan Pos Pelayanan Terpadu Akibat Langsung Inti Masalah Menurunkan Angka Gizi Buruk Akibat Tidak Langsung Dinas KesehatanDinas Kesehatan Dinas Pendidikan Meningkatkan ketersediaan informasi Meningkatkan ketersediaan peralatan kesehatan Meningkatkan Jumlah dan mutu tenaga kesehatan Meningkatkan Keterampilan petani Memperluas lahan produktif Dinas Pertanian Tanaman Pangan 26
  • 27. Sektor Kesehatan, Pertanian, Pekerjaan Umum Contoh Indikator Kinerja Instansi Pemerintah 27
  • 28. PROGRAM KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR KINERJA Peningkatan Pelayanan Puskesmas Perbaikan/penggantian peralatan medis yang rusak atau kurang memenuhi persyaratan di Puskesmas • Masukan (Input) – Dana • Keluaran (Output) – Jumlah peralatan medis yang dibeli • Hasil (Outcome) – kuantitas & kualitas pemeriksaan pasien • Manfaat (Benefit) – tingkat kesembuhan pasien • Dampak (Impact) – tingkat kesehatan masyarakat INDIKATOR KINERJA BIDANG KESEHATAN 28
  • 29. PROGRAM KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR KINERJA TARGET KINERJA Peningkatan Produksi Pangan Intensifikasi Lahan Pertanian Sawah Input • Dana untuk Pemberian bantuan pupuk dengan harga 50% dari harga resmi • Dana untuk Pemberian batuan obat-obatan secara Cuma-Cuma Rp 20 Juta Rp 15 Juta Ouput • Jumlah bantuan pupuk urea dengan harga 50% dari harga resmi • Jumlah bantuan obat-obatan DDT secara Cuma-Cuma 2000 petani @ 20 kg 2000 petani @ 15 ltr Outcome • Meningkatnya kesuburan dan daya tahan lahan – Meningkatnya jumlah masa tanam/panen padi Dari 2 kali panen menjadi 3 kali panen setahun INDIKATOR KINERJA BIDANG PERTANIAN 29
  • 30. PROGRAM KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR KINERJA TARGET KINERJA Peningkatan Produksi Pangan Intensifikasi Lahan Pertanian Sawah Manfaat/benefit •Meningkatnya produktivitas petani padi – hasil gabah per hektar per panen Dari 10 kw/ha menjadi 14 kw/ha Dampak •Meningkatnya persediaan beras – stok cadangan beras per tahun •Meningkatnya pendapatan rata-rata petani – pendapatan per hektar per panen. Dari 40 ton menjadi 60 ton Dari Rp 6 jt/ha/panen menjadi Rp 8 jt per/ha/panen INDIKATOR KINERJA BIDANG PERTANIAN 30
  • 31. PROGRAM KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR KINERJA TARGET KINERJA Pemeliharaan Jalan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Daerah A Input • Alokasi Anggaran Rp 12 milyar Output • panjang pemelihraan jalan (km) • Panjang rehabilitasi jalan (m) 5 km 100 m Outcome • Meningkatnya kualitas teknis jalan • penyerapan tenaga kerja 50 % 1000 TK Benefit • Peningkatan tingkat kelancaran arus lalulintas 50 % (dari 300 kendaraan/jam menjadi 450/jam) Dampak • Meningkatnya Kegiatan Ekonomi wiayah A (PDRB) 7 % INDIKATOR KINERJA BIDANG PU 31
  • 32. 32 CONTOH KESELARASAN PROGRAM – KEGIATAN – INDIKATOR KINERJA
  • 33. Arah Kebijakan RPJMD: Mewujudkan sektor pertanian yang handal Kegiatan 1: Ekstensifikasi Pertanian Kegiatan 2: Pembangunan Jalan Perdesaan Kegiatan 3: Pembinaan Petani Contoh Keselarasan Kebijakan-Program-Kegiatan Program Peningkatan Produksi Pertanian 33
  • 34. RPJMD: Mewujudkan sektor pertanian yang handal Indikator Kinerja : • PDRB sektor pertanian (daerah) • Tingkat pendapatan petani (daerah) • Tingkat produksi komoditas pertanian (daerah) Contoh Keselarasan Indikator Kinerja Renstra Kement. Pertanian Indikator Kinerja: Tingkat produksi pertanian Renstra Dinas Indikator Kinerja : • PDRB sektor pertanian (nasional) • Tingkat pendapatan petani (nasional) • Tingkat produksi komoditas pertanian (nasional) 34
  • 35. Subdin Pengairan Prog. Pengelolaan SD Air Keg. #1 : Pembangunan Saluran Irigasi Keg. #2: Rehab Irigasi Dinas Pertanian Prog. Peningkatan Prod. Pertanian Keg. 1: Perluasan Areal Pertanian Keg. 2: Bina Kelompok Tani Keg. 3: Intensifikasi Pertanian Subdin Binamarga Prog. Penyelenggaraan Jalan Keg. 1: Pemb. Jalan Perdesaan Keg. 2: Pemb. Jembatan di wilayah pertanian Dinas Koperasi Prog. Pemberdayaan UMKMK Pertanian Keg. #1: Bina KUD Keg. #2: Kredit Pertanian Dinas Perindustrian Prog. Peningkatan Industri Pertanian Keg. : Pelatihan Teknologi pertanian RPJMD Pemda Program Peningkatan Produksi Pertanian Kegiatan #1 : Ekstensifikasi Pertanian Kegiatan #2 : Pembangunan Jalan dan Irigasi Pedesaan Kegiatan #3 : Pembinaan Petani Contoh Keselarasan Program - Kegiatan 35
  • 36. Dinas Pengairan Indikator Kinerja : • Luas areal irigasi (ha) • Panjang saluran pengairan yang dibangun/rehab (m) Dinas Pertanian Indikator Kinerja : • Luas areal intensifikasi & ekstensifikasi • Tingkat produksi pertanian • Jumlah petani yang mengikuti pelatihan usaha tani Dinas Binamarga Indikator Kinerja : • Panjang jalan ke wil. Pertanian yg dipelihara • Juml. jembatan yg dibangun/dipelihara Dinas Koperasi Indikator Kinerja : • Jumlah koperasi tani yang dibina • Jumlah penduduk/kelompok penerima SKIM kredit Dinas Perindustrian Indikator Kinerja : • Juml. petani yg mengikuti pelatihan teknologi pertanian RPJMD Indikator Kinerja : • PDRB sektor pertanian • Tingkat pendapatan petani • Tingkat produksi pertanian Contoh Keselarasan Indikator Kinerja Program Lintas Sektor36
  • 37. Ketersediaan data merupakan kunci bagi penyusunan indikator kinerja, sehingga menentukan pelaksanaan perencanaan & penganggaran berbasis kinerja Data dan Informasi
  • 38. Data vs Informasi  Data dan informsi sering dianggap sinonim, tapi sebenarnya berbeda  Data: nilai dari suatu variabel, bisa kuantitatif maupun kualitatif  Informasi: data yang telah diberi konteks dan diinterpretasikan Data  Fakta mentah  Tanpa konteks  Hanya angka atau teks  Belum berguna sebelum diolah Informasi  Data dengan konteks  Data yg diproses  Data yg telah diberi nilai tambah  Sudah diolah (summary, rekap)  Telah diorganisir  Hasil analisis, interpretasi
  • 39. Contoh:  Data: 5072013  Informasi:  5/07/2013 tanggal pelaksanaan training  Rp 5.072.013 rata2 gaji pertama sarjana teknik  5072013 nomor telepon Dinas Perikanan
  • 41. Pemanfaatan data Data Informasi Pengetahuan Mengolah data Menyeleksi data Menyajikan grafik Menambahkan konteks Menambahkan nilai Bagaimana informasi terkait dengan outcome? Apakah ada pola tertentu dari informasi? Informasi apa yg relevan dg problem? Apakah ada cara terbaik menggunakan informasi?
  • 42. Pemanfaatan data Data Informasi Pengetahuan • Data jumlah penduduk miskin kabupaten/kota se Papua • Data mata pencaharian penduduk miskin • Data tingkat pendidikan • Data kondisi wilayah • Data jumlah keluarga • Apakah kemiskinan terkait dengan mata pencaharian? • Ataukah pendidikan yang berpengaruh? • Apakah kondisi geografis menghambat usaha masyarakat berkembang? • Bagaimmana cara yang efektif memerangi kemiskinan? • Profil kemiskinan di Provinsi Papua • Karakter masyarakat miskin di Papua
  • 43. Jenis-jenis data  Data kuantitatif (angka) vs data kualitatif (teks, gambar)  Data diskrit (bilangan bulat) vs data kontinyu (bersifat berkesinambungan)  Data nominal (label) vs data ordinal (bertingkat)  Menurut cara memperolehnya:  Data primer: diperoleh langsung dari obyek penelitian/observasi  Data sekunder: data yang dikumpulkan pihak lain (data BPS, data BI)  Menurut waktu pengumpulannya:  Data cross section: data populasi per satu titik waktu tertentu  Data time series: data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu  Data panel: data suatu obyek yang sama dikumpulkan dari waktu ke waktu
  • 44. Pengolahan data  Statistik sederhana  Rata-rata (mean)  Nilai tengah (median)  Persentase, rasio  Indeksasi  membandingkan nilai pada tahun tertentu dengan nilai pada tahun dasar (biasanya nilai tahun dasar = 100)  Rasio tertinggi/terendah (dispersion ratio)  Deviasi standar
  • 45. Penghitungan untuk Indikator Utama  Pertumbuhan  𝑔 = 𝑃𝐷𝑅𝐵(𝑡) − 𝑃𝐷𝑅𝐵(𝑡−1) 𝑃𝐷𝑅𝐵(𝑡−1) × 100%  Indeks Ketimpangan Williamson  𝐼𝑊 = 𝑛 𝑖 𝑁 𝑦 𝑖− 𝑦 2 𝑦  Tingkat kemiskinan  𝑇𝐾 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑀𝑖𝑠𝑘𝑖𝑛 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 × 100%  Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)  𝑇𝑃𝑇 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛𝑔𝑔𝑢𝑟 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐴𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡𝑎𝑛 𝐾𝑒𝑟𝑗𝑎 × 100%
  • 46. Indikator yang umum digunakan Ekonomi • PDRB/kapita • Pertumbuhan PDRB • Struktur PDRB • Inflasi • Indeks Williamson • Persentase penduduk miskin • Tingkat pengangguran terbuka • Rasio Gini • Rasio kredit/simpanan masyarakat di bank • Nilai Tukar Petani Sosial • Umur Harapan Hidup • Angka Melek Huruf • Rata-rata lama sekolah • Angka partisipasi kasar • Angka partisipasi murni • Persentase balita gizi buruk • Angka mortalitas • Angka morbiditas • Laju pertumbuhan penduduk Infrastruktur & LH • Rasio elektrifikasi • Kerapatan jalan • Kondisi permukaan jalan • Luas areal irigasi • Persentase rumah tangga dengan akses air bersih • Persentase rumah tangga dengan sanitasi layak • Rasio ruang terbuka hijau • Laju deforestasi • Luas lahan kritis
  • 47. Perencanaan berbasis kinerja harus menetapkan target apa yang akan dihasilkan, apa manfaat yang diperoleh, dan kondisi apa yang diubah. Penetapan Target Kinerja47
  • 48. Penetapan Target Kinerja Hal-hal yang perlu diperhatikan:  Tren historis  Standar Pelayanan Minimum  Kondisi lingkungan (internal dan eksternal)  Janji/komitmen politik 48
  • 49.  Lihat capaian indikator dalam 5-10 tahun terakhir (gambaran kondisi pelayanan SKPD)  Bentuk penyajian:  Tabel  Grafik – lebih informatif dan mudah dipahami  Pola-pola tren:  Linier  Non-linier: diminishing return, eksponensial – kuadratik  Sebagai baseline – skenario “business as usual” kondisi/kecenderungan yang akan terjadi bila keadaan tidak diubah Tren Historis 49
  • 50. Tabel vs Grafik Tahun Papua Nasional 2000 8,315.79 6,751.60 2001 8,776.78 6,895.17 2002 12,315.40 7,101.31 2003 12,013.14 7,326.26 2004 8,689.76 7,603.79 2005 10,126.36 7,924.90 2006 7,963.32 8,237.73 2007 7,886.31 8,631.42 2008 7,396.74 8,990.42 2009 8,572.52 9,281.30 2010 7,849.24 9,703.47 2011 7,089.83 10,225.27 2012 6,816.88 10,720.59 0 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 (Ribu Rp) PDRB Per Kapita ADHK 2000 (Ribu Rp) Papua Nasional PDRB Per Kapita ADHK 2000
  • 51. Tabel vs Diagram Pie Sektor Milyar Rp Persen pertanian 8946.43 11.7 pertambangan 40271.22 52.7 industri pengolahan 1421.57 1.9 listrik, gas, air bersih 129.43 0.2 bangunan 8139.83 10.7 perdagangan, hotel, restoran 4538.79 5.9 angkutan dan telekomunikasi 4397.8 5.8 keuangan dan jasa perusahaan 2092.98 2.7 jasa-jasa 6432.55 8.4 Jumlah 76,370.60 100.0 Struktur PDRB Papua 2011 pertanian 12% pertambang an 53% industri pengolahan 2% listrik, gas, air bersih 0% bangunan 10% perdaganga n, hotel, restoran 6% angkutan dan telekomunik asi 6% keuangan dan jasa perusahaan 3% jasa-jasa 8% Struktur PDRB Papua 2011
  • 52. Kecenderungan Linier 2012 20172002 2007 52 Pertambahan yang sama/konstan
  • 53. Kecenderungan Melandai 2012 20172002 2007 53 Pertambahan yang semakin mengecil
  • 54. Kecenderungan Eksponensial 2012 20172002 2007 54 Pertambahan yang semakin meningkat
  • 55.  Apakah SPM telah terpenuhi?  Jika belum, bagaimana gap-nya?  Apakah tren mengarah pada pencapaian SPM?  Berapa lama waktu diperlukan untuk mencapai SPM?  Skenario “business as usual” vs “akselerasi” Standar Pelayanan Minimum 55
  • 56.  Analisis faktor-faktor internal dan eksternal  Apakah faktor-faktor internal membantu peningkatan kinerja?  Apakah faktor-faktor eksternal memungkinkan pencapaian kinerja lebih tinggi? Atau sebaliknya? Analisis Kondisi Lingkungan 56
  • 57.  Janji politik harus diprioritaskan untuk dipenuhi  Jika ada gap dengan kondisi saat ini dan baseline, harus diikuti dengan perumusan strategi pencapaiannya  Skenario “not business as usual”  Prioritas alokasi sumber daya Penting ! 57
  • 58. BAU vs Not BAU 2012 20172002 2007 baseline target, janji 58
  • 59. Sasaran Utama Pembangunan  Mengurangi tingkat kemiskinan – pro poor  Mengurangi tingkat pengangguran – pro job  Mempercepat pertumbuhan ekonomi – pro growth  Ketiganya saling terkait  Proses perumusan target dilakukan secara iteratif (bolak-balik, berulang) agar konsisten dan realistis Penciptaan lapangan kerja Pengurangan kemiskinan Pertumbuhan ekonomi 59
  • 60. Proses penetapan target  Target pertumbuhan ekonomi ditetapkan  Menghitung elastisitas pertumbuhan terhadap kemiskinan (data historis)  Menghitung tingkat kemiskinan yang bisa diturunkan sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan  Hal yang sama bisa dilakukan untuk pertumbuhan dan pengangguran  Pemerintah menetapkan target tingkat kemiskinan (janji kampanye)  Berdasarkan elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan, laju pertumbuhan yang diperlukan untuk mencapai tingkat kemiskinan bisa dihitung JALUR 1 JALUR 2 60
  • 61. Target Pertumbuhan Ekonomi  Dekomposisi pertumbuhan menurut sumber- sumbernya  Dari sisi penggunaan/permintaan:  Konsumsi: rumah tangga, pemerintah  Investasi: swasta, pemerintah  Ekspor net  Dari sisi produksi/penawaran:  Pertanian  Pertambangan  Industri Pengolahan, dst… s.d. Jasa-Jasa 61
  • 62. Sumber Pertumbuhan - 1                              SSMiMiAgAgY AgAg o t o o o o o t o ot o ot o ot Y oooo otototot Y oooo ooootttt Y o ot Y gsharegsharegshareg gshare Ag Ag Y Ag Y Ag Y Ag Y AgAg Y SS Y AgAg g SMaMiAg SSMaMaMiMiAgAg g SMaMiAg SMaMiAgSMaMiAg g Y YY g PDRBY                                ... 1 %100... %100 ... ... %100 ... ...... %100 62
  • 63.  Formula di atas bisa dipakai untuk menghitung pertumbuhan baik dari sisi produksi (sektor) maupun penggunaan  Dari tren tahun2 sebelumnya plus informasi tentang prospek/proyeksi sektoral kita bisa memperkirakan pertumbuhan sektoral  Selanjutnya, sesuai dengan bobot share-nya masing2, proyeksi pertumbuhan sektor2 tsb akan membentuk baseline pertumbuhan PDRB (skenario business as usual)  Dengan langkah yang sama, pemerintah menetapkan target pertumbuhan berdasarkan target sektoral (skenario kebijakan) Sumber Pertumbuhan - 2 63
  • 64. Target Tingkat Pengangguran  Elastisitas (semi elastisitas) pertumbuhan ekonomi terhadap penciptaan lapangan kerja  Berapa ribu lapangan kerja baru tercipta dari setiap 1% pertumbuhan ekonomi  Ԑ 𝑔𝐿 = 𝐿 ∆𝑌 𝑌  Misalnya setiap 1% pertumbuhan akan menciptakan 300 ribu lapangan kerja baru (secara nasional)  Dengan asumsi laju pertumbuhan angkatan kerja konstan, maka angkatan kerja baru bisa diperkirakan  Jika lapangan kerja baru yang tercipta lebih besar dari angkatan kerja baru, maka jumlah pengangguran akan menurun  Selanjutnya dihitung tingkat pengangguran yang mungkin dicapai: rasio antara penganggur terbuka terhadap angkatan kerja 64
  • 65. Target Tingkat Kemiskinan  Elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan  Berapa persen tingkat kemiskinan berubah (menurun) dari setiap 1% pertumbuhan ekonomi  Ԑ 𝑔𝑃 = ∆𝑃 𝑃 ∆𝑌 𝑌  Misal elastisitas -0,8 maka jika pertumbuhan ekonomi 5%, kemungkinan tingkat kemiskinan akan berubah sebesar - 0,8 x 5% = -4%  Jika tingkat kemiskinan awal sebesar 10%, maka diperkirakan tingkat kemiskinan tahun depan sebesar 10% x (1 – 4%) = 9,6% 65
  • 66.  Identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian sasaran  Y = f (x1, x2, x3, …, xn)  Jika data historis tersedia, bisa dilakukan analisis kuantitatif  Regresi: log Y = β0 + β1 logX1 + β2 logX2 + … + βn logXn + u  Koefisien elastisitas = β  Marginal effect: jika X1 berubah 1%, maka Y berubah sebesar β1 %, dg asumsi X lainnya tidak berubah.  Identifikasi faktor2 yang bisa dikendalikan dan faktor2 di luar kontrol  Gunakan asumsi untuk faktor2 di luar kendali  Gunakan hasil regresi untuk estimasi ke depan Wrap-up: ideal 66
  • 67. Indikator kinerja sebenarnya terkait erat dan merupakan turunan dari tujuan dan visi pembangunan. Tujuan dan visi pembangunan mengalami perkembangan seiring dengan evolusi paradigma pembangunan. maka indikator pembangunanpun mengalami perkembangan sepanjang waktu. Bahan diskusi
  • 68. Paradigma Pembangunan  Suatu kerangka pemikiran yang meliputi teori, asumsi, dan model dalam memandang bagaimana pembangunan (pertumbuhan, perubahan, kemajuan) berlangsung.  Berkembang sejak Pasca Perang Dunia II  Bersifat dinamis  berubah sepanjang waktu, sebagai respon perkembangan jaman
  • 69. Evolusi Pemikiran Pembangunan (1) GDP Real Per Capita GDP HDI Mitigation of Poverty Entitlement & Capabilities Freedom Sustainable Development Harrod-Domar Analysis Solow-Swan Growth Model New Growth Theory GOALS OF DEVELOPMENT MACROECONOMIC GROWTH THEORY Source: Meier & Stiglitz (2001), Frontiers of Development Economics Physical Capital Human Capital Knowledge Capital Social Capital CAPITAL ACCUMULATION
  • 70. Evolusi Pemikiran Pembangunan (2) Market failures Nonmarket failures New Market failures Institutional failures STATE AND MARKET Source: Meier & Stiglitz (2001), Frontiers of Development Economics Programming & planning Minimalist government Complementarity of government & market “Poor because poor” Poor because poor policies: “get prices right” “Get all policies right” “Get institutions right” GOVERNMENT INTERVENTION POLICY REFORM
  • 71. Perkembangan indikator pembangunan Pertumbuhan Ekonomi Kemiskinan, Pengangguran, Rasio Gini Indeks Pembangunan Manusia Indeks Demokrasi & Kebebasan Tata Pemerintahan yang Baik Pembangunan Berkelanjutan Indeks Kebahagiaan ?
  • 72. Mengukur kebahagiaan? Gross National Happiness Kesehatan jiwa Standard of living Good governance Kesehatan Pendidikan Vitalitas komunitas Keragaman & ketahanan budaya Penggunaan waktu Keragaman & ketahanan ekologi Bhutan Gross National Happiness “Inti dari filosofi Gross National Happiness adalah kedamaian dan kebahagiaan rakyat serta keamanan dan kedaulatan bangsa” Jigme Singye Wangchuck (Raja Bhutan IV)
  • 73. Mengukur keberlanjutan pembangunan?  “Indikator ekonomi PDB telah usang dan menyesatkan. Itu seperti mengukur kinerja perusahaan hanya berdasarkan arus kas pada suatu hari dan mengabaikan penyusutan aset dan biaya lainnya” (J. Stiglitz, peraih Nobel)  Perubahan PDB menunjukkan pertumbuhan berlangsung, tetapi perubahan aset kekayaan (wealth) memberikan pemahaman apakah pertumbuhan berkelanjutan atau tidak.  Pembangunan dimaknai sebagai upaya mengembangkan aset kekayaan dan mengelola portofolio aset-asetnya. Prosperity and well-being Long-term growth Wealth - Manufactured capital - Human & social capital - Natural capital
  • 75. Masalah dan penyebab Krisis suplai listrik kuota terbatas terbatasnya pasokan BBM rendahnya kapasitas pembangkit listrik Minimnya jaringan Tidak lancarnya distribusi mahalnya t Biaya ransportasi tidak ada Pembangunan Pembangkit baru i
  • 76. Menetapkan …. Frenkuensi dan Lamanya Listrik Mati Volume kota Volume pasokan bbm produksi listrik wilayah papua Panjang jaringan Frekuensi pasokan Mengevesienkan Biaya trasportasi Jumlah unit baru i