WEBINAR
KNOWLEDGE MANAGEMENT
Budihartono
Budihartono
Budihartono adalah Anggota Dewan Penasehat AMMPI (Asosiasi
Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia) dan Direktur Program PT
Wahana Kendali Mutu.
Sejak tahun 90-an, Budihartono memiliki pengalaman di bidang
Penelitian dan Pengembangan, Teknologi Informasi, Manajemen
Proyek dan terutama Sistem Manajemen Mutu yang semua itu di
peroleh dari beberapa perusahaan di Indonesia, Taiwan dan Jerman.
Budihartono aktif menjadi juri di berbagai konvensi mutu di beberapa
negara seperti Jepang, Korea Selatan, New Zealand, UEA dan
Singapura dan membantu ribuan tim inovasi dari ratusan perusahaan.
Budihartono belajar Teknik Mesin di Universitas Indonesia untuk
mendapatkan gelar sarjana di bidang teknik dan belajar Teknik
Otomotif di University of Applied Science Offenburg dan memperoleh
gelar Master of Science.
KNOWLEDGE?
Knowledge (Pengetahuan) adalah informasi yang dapat
digunakan untuk membuat keputusan, memecahkan masalah
atau menjawab pertanyaan.
FAKTA & PENGETAHUAN
• Fakta yang terekam adalah data
• Data yang dapat dipahami adalah
informasi
• Informasi yang dimengerti adalah
pengetahuan (knowledge)
• Pengetahuan yang digunakan
dengan tepat adalah kebijaksanaan
(wisdom)
KNOWLEDGE MANAGEMENT?
Menurut Wikipedia:
Knowledge management (KM) is the collection of methods
relating to creating, sharing, using and managing the
knowledge and information of an organization. It refers to a
multidisciplinary approach to achieve organisational
objectives by making the best use of knowledge.
Menurut APO:
Knowledge management (KM) is an integrated
approach of creating, sharing, and applying
knowledge to enhance organizational
productivity, profitability, and growth.
Pengetahuan apa saja di organisasi Anda yang akan
membuat perbedaan besar untuk mencapai tujuan
kita jika bisa dikelola dengan lebih baik?
KM vs MUTU DAN PRODUKTIVITAS?
HINGGA BERAPA LAMA MANAJEMEN
MEMBUTUHKAN PENINGKATAN
MUTU PADA ORGANISASI?
HINGGA BERAPA LAMA MANAJEMEN
TERTARIK UNTUK MENINGKATKAN PROFITABILITAS
DAN MENAMBAH NILAI DALAM ORGANISASI?
MUTU DAN PRODUKTIVITAS MERUPAKAN
PRINSIP BISNIS YANG TAK LEKANG JAMAN
Peningkatan mutu dan
produktivitas didukung
oleh pengetahuan terbaik
yang tersedia pada eranya
Knowledge management yang efektif
menopang segala sesuatu dalam
organisasi!
Knowledge management yang Efektif
adalah, dan akan selalu, penting untuk
pengembangan organisasi, kinerja, dan
pertumbuhan.
Menurut Cambridge Dictionary:
Exlicit Knowledge is knowledge that can be expressed
in words, numbers, and symbols and stored in books,
computers, etc.
Menurut Cambridge Dictionary:
Tacit Knowledge (implicit knowledge) is knowledge
that you do not get from being taught, or from books,
etc. but get from personal experience, for example
when working in a particular organization.
KNOWLEDGE TRANSFER
Tacit-to-Explicit Explicit-to-Explicit
Explicit-to-Tacit Tacit-to-Tacit
Externalization
Internalization
Combination
Socialization
Knowledge
Amplification
5 STEPS IN THE KM PROCESS
1. Identify
2. Create
3. Store
4. Share
5. Apply
Store
KM PROCESS
KM PROCESS
Proses KM, tertanam dalam praktik kerja, mengubah organisasi
…dari “episodic” learning and innovation;
… ke “continuous” learning and innovation.
ORGANIZATIONAL KNOWLEDGE
MANAGEMENT
Vision & Objectives
Key Knowledge
Area 1
Key Knowledge
Area 2
Key Knowledge
Area 3
Key Knowledge
Area 4
Key Knowledge
Area 5
People, Communities, and Knowledge Networks
Business Processes, Policies, Methods, Work Practices
KM KM KM KM
KM
Tools & Technologies
KM
25
Knowledge Work
“The most important, and indeed truly unique,
contribution of management in the 20th century was the
fifty-fold increase in the productivity of the manual
worker in manufacturing.
The most important contribution management needs to
make in the 21st century is similarly to increase the
productivity of knowledge work and the knowledge
worker.”
Peter F. Drucker
Store
OUTCOMES
KNOWLEDGE
PROCESS
ACCELERATORS
People Processes
Leadership Technology
Team
Capability
Organizational
Capability
Individual
Capability
Societal
Capacity
APO KM FRAMEWORK
APO KM FRAMEWORK
• Titik tolak kerangka KM adalah Visi dan Misi organisasi
• KM memenuhi tujuan bisnis organisasi
• Ada tiga tingkatan dalam kerangka kerja:
• Accelerators
• Knowledge Process
• Outcomes
ACCELERATORS
• Akselerator membantu mendorong dan
mempercepat inisiatif KM dalam organisasi
• Empat akselerator dapat diidentifikasi:
• Leadership
• Technology
• People
• Processes
ACCELERATORS
People Processes
Leadership Technology
ACCELERATORS – LEADERSHIP
• Mendorong inisiatif KM dalam organisasi
• Memastikan keselarasan strategi dan proyek KM
dengan misi dan visi organisasi
• Memberikan dukungan dan sumber daya untuk
implementasi proyek KM
ACCELERATORS – TECHNOLOGY
• Mempercepat proses pengetahuan melalui alat dan
teknik yang efektif
• Alat seperti groupware dan ruang kerja kolaboratif
memungkinkan partisipasi lintas waktu dan jarak
• Menyediakan platform untuk retensi pengetahuan
organisasi
ACCELERATORS – PEOPLE
• Manusia adalah pengguna sekaligus penghasil
pengetahuan
• Mereka menciptakan dan memiliki modal
intelektual
• Kepercayaan adalah prasyarat untuk berbagi
pengetahuan
ACCELERATORS – PROCESSES
• Langkah-langkah sosial dan teknologi yang
meningkatkan kontribusi pengetahuan dalam
organisasi
• Proses yang sistematis dan efektif dapat
berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas
organisasi, profitabilitas, kualitas, dan
pertumbuhan
KNOWLEDGE PROCESS
• Mengacu pada pengembangan pengetahuan dan
proses konversi
• Lima langkah dalam KM:
• Identify
• Create
• Store
• Share
• Apply
KNOWLEDGE PROCESS STEP – IDENTIFY
• Langkah penting awal dari proses pengetahuan
• Pengetahuan kritis yang diperlukan untuk
membangun kompetensi inti organisasi
diidentifikasi
• Kesenjangan pengetahuan dalam organisasi
diidentifikasi pada langkah ini
Knowledge Process Step – Create
• Addresses knowledge gaps through knowledge
conversion and generation of new knowledge
• Many ways to create new knowledge:
• Individual level
• Team level
• Organizational level
KNOWLEDGE PROCESS STEP – STORE
• Pengumpulan dan pelestarian pengetahuan
organisasi
• Berbagai bentuk penyimpanan
• Terorganisir untuk pengambilan mudah
KNOWLEDGE PROCESS STEP – SHARE
• Pertukaran pengetahuan yang teratur dan
berkelanjutan
• Menumbuhkan pembelajaran berkelanjutan untuk
mencapai tujuan bisnis
• Rasa saling percaya dan manfaat membantu
menumbuhkan budaya berbagi
• Teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan
berbagi
KNOWLEDGE PROCESS STEP – APPLY
• Penggunaan dan penggunaan kembali pengetahuan
dalam organisasi
• Menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan
• Pengetahuan hanya menambah nilai bila digunakan
untuk meningkatkan produk dan layanan
LEARNING & INNOVATION
• Proses pengetahuan memungkinkan
pembelajaran dan inovasi di semua
tingkatan dan area dalam organisasi
• Produk, layanan, proses, pasar, teknologi,
dan model bisnis baru
• Membangun kemampuan individu, tim,
dan organisasi yang mengarah ke
kapasitas masyarakat
• Outcomes:
• Individual capability
• Team capability
• Organizational capability
• Societal capability
• Berdampak pada:
• Productivity
• Quality products and services
• Profitability
• Growth
OUTCOMES
Store
OUTCOMES
KNOWLEDGE
PROCESS
ACCELERATORS
People Processes
Leadership Technology
Team
Capability
Organizational
Capability
Individual
Capability
Societal
Capacity
APO KM FRAMEWORK
PENDEKATAN TOP-DOWN
MIDDLE
BOTTOM
TOP
 Pendekatan KM yang berpusat pada
teknologi
 Mulai membangun infrastruktur IT
 Secara bertahap menambahkan lebih
banyak aplikasi
 Dibangun di sekitar teknologi dengan
mendefinisikan lebih banyak peran
manajer pengetahuan
PENDEKATAN BOTTOM-UP
MIDDLE
BOTTOM
TOP
 Pendekatan KM terdesentralisasi
 Inisiatif berbagi pengetahuan di tingkat
akar rumput
 Menyebabkan pengembangan
Community of Practice (CoPs)
 Sukses dari inisiatif mendapat perhatian
manajemen dan dukungan akhirnya
PENDEKATAN MIDDLE-OUT
MIDDLE
BOTTOM
TOP
 Grup KM terpusat dibuat untuk memfasilitasi
program KM
TANYA JAWAB
TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA
Budihartono Fyodorov

Webinar Materials Knowledge Management.pdf

  • 1.
  • 2.
    Budihartono Budihartono adalah AnggotaDewan Penasehat AMMPI (Asosiasi Manajemen Mutu & Produktivitas Indonesia) dan Direktur Program PT Wahana Kendali Mutu. Sejak tahun 90-an, Budihartono memiliki pengalaman di bidang Penelitian dan Pengembangan, Teknologi Informasi, Manajemen Proyek dan terutama Sistem Manajemen Mutu yang semua itu di peroleh dari beberapa perusahaan di Indonesia, Taiwan dan Jerman. Budihartono aktif menjadi juri di berbagai konvensi mutu di beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, New Zealand, UEA dan Singapura dan membantu ribuan tim inovasi dari ratusan perusahaan. Budihartono belajar Teknik Mesin di Universitas Indonesia untuk mendapatkan gelar sarjana di bidang teknik dan belajar Teknik Otomotif di University of Applied Science Offenburg dan memperoleh gelar Master of Science.
  • 3.
  • 4.
    Knowledge (Pengetahuan) adalahinformasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan, memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan.
  • 5.
    FAKTA & PENGETAHUAN •Fakta yang terekam adalah data • Data yang dapat dipahami adalah informasi • Informasi yang dimengerti adalah pengetahuan (knowledge) • Pengetahuan yang digunakan dengan tepat adalah kebijaksanaan (wisdom)
  • 6.
  • 7.
    Menurut Wikipedia: Knowledge management(KM) is the collection of methods relating to creating, sharing, using and managing the knowledge and information of an organization. It refers to a multidisciplinary approach to achieve organisational objectives by making the best use of knowledge.
  • 8.
    Menurut APO: Knowledge management(KM) is an integrated approach of creating, sharing, and applying knowledge to enhance organizational productivity, profitability, and growth.
  • 9.
    Pengetahuan apa sajadi organisasi Anda yang akan membuat perbedaan besar untuk mencapai tujuan kita jika bisa dikelola dengan lebih baik?
  • 10.
    KM vs MUTUDAN PRODUKTIVITAS?
  • 11.
    HINGGA BERAPA LAMAMANAJEMEN MEMBUTUHKAN PENINGKATAN MUTU PADA ORGANISASI?
  • 12.
    HINGGA BERAPA LAMAMANAJEMEN TERTARIK UNTUK MENINGKATKAN PROFITABILITAS DAN MENAMBAH NILAI DALAM ORGANISASI?
  • 13.
    MUTU DAN PRODUKTIVITASMERUPAKAN PRINSIP BISNIS YANG TAK LEKANG JAMAN
  • 14.
    Peningkatan mutu dan produktivitasdidukung oleh pengetahuan terbaik yang tersedia pada eranya
  • 15.
    Knowledge management yangefektif menopang segala sesuatu dalam organisasi!
  • 16.
    Knowledge management yangEfektif adalah, dan akan selalu, penting untuk pengembangan organisasi, kinerja, dan pertumbuhan.
  • 18.
    Menurut Cambridge Dictionary: ExlicitKnowledge is knowledge that can be expressed in words, numbers, and symbols and stored in books, computers, etc.
  • 19.
    Menurut Cambridge Dictionary: TacitKnowledge (implicit knowledge) is knowledge that you do not get from being taught, or from books, etc. but get from personal experience, for example when working in a particular organization.
  • 20.
    KNOWLEDGE TRANSFER Tacit-to-Explicit Explicit-to-Explicit Explicit-to-TacitTacit-to-Tacit Externalization Internalization Combination Socialization Knowledge Amplification
  • 21.
    5 STEPS INTHE KM PROCESS 1. Identify 2. Create 3. Store 4. Share 5. Apply
  • 22.
  • 23.
    KM PROCESS Proses KM,tertanam dalam praktik kerja, mengubah organisasi …dari “episodic” learning and innovation; … ke “continuous” learning and innovation.
  • 24.
    ORGANIZATIONAL KNOWLEDGE MANAGEMENT Vision &Objectives Key Knowledge Area 1 Key Knowledge Area 2 Key Knowledge Area 3 Key Knowledge Area 4 Key Knowledge Area 5 People, Communities, and Knowledge Networks Business Processes, Policies, Methods, Work Practices KM KM KM KM KM Tools & Technologies KM
  • 25.
    25 Knowledge Work “The mostimportant, and indeed truly unique, contribution of management in the 20th century was the fifty-fold increase in the productivity of the manual worker in manufacturing. The most important contribution management needs to make in the 21st century is similarly to increase the productivity of knowledge work and the knowledge worker.” Peter F. Drucker
  • 26.
  • 27.
    APO KM FRAMEWORK •Titik tolak kerangka KM adalah Visi dan Misi organisasi • KM memenuhi tujuan bisnis organisasi • Ada tiga tingkatan dalam kerangka kerja: • Accelerators • Knowledge Process • Outcomes
  • 28.
    ACCELERATORS • Akselerator membantumendorong dan mempercepat inisiatif KM dalam organisasi • Empat akselerator dapat diidentifikasi: • Leadership • Technology • People • Processes ACCELERATORS People Processes Leadership Technology
  • 29.
    ACCELERATORS – LEADERSHIP •Mendorong inisiatif KM dalam organisasi • Memastikan keselarasan strategi dan proyek KM dengan misi dan visi organisasi • Memberikan dukungan dan sumber daya untuk implementasi proyek KM
  • 30.
    ACCELERATORS – TECHNOLOGY •Mempercepat proses pengetahuan melalui alat dan teknik yang efektif • Alat seperti groupware dan ruang kerja kolaboratif memungkinkan partisipasi lintas waktu dan jarak • Menyediakan platform untuk retensi pengetahuan organisasi
  • 31.
    ACCELERATORS – PEOPLE •Manusia adalah pengguna sekaligus penghasil pengetahuan • Mereka menciptakan dan memiliki modal intelektual • Kepercayaan adalah prasyarat untuk berbagi pengetahuan
  • 32.
    ACCELERATORS – PROCESSES •Langkah-langkah sosial dan teknologi yang meningkatkan kontribusi pengetahuan dalam organisasi • Proses yang sistematis dan efektif dapat berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas organisasi, profitabilitas, kualitas, dan pertumbuhan
  • 33.
    KNOWLEDGE PROCESS • Mengacupada pengembangan pengetahuan dan proses konversi • Lima langkah dalam KM: • Identify • Create • Store • Share • Apply
  • 34.
    KNOWLEDGE PROCESS STEP– IDENTIFY • Langkah penting awal dari proses pengetahuan • Pengetahuan kritis yang diperlukan untuk membangun kompetensi inti organisasi diidentifikasi • Kesenjangan pengetahuan dalam organisasi diidentifikasi pada langkah ini
  • 35.
    Knowledge Process Step– Create • Addresses knowledge gaps through knowledge conversion and generation of new knowledge • Many ways to create new knowledge: • Individual level • Team level • Organizational level
  • 36.
    KNOWLEDGE PROCESS STEP– STORE • Pengumpulan dan pelestarian pengetahuan organisasi • Berbagai bentuk penyimpanan • Terorganisir untuk pengambilan mudah
  • 37.
    KNOWLEDGE PROCESS STEP– SHARE • Pertukaran pengetahuan yang teratur dan berkelanjutan • Menumbuhkan pembelajaran berkelanjutan untuk mencapai tujuan bisnis • Rasa saling percaya dan manfaat membantu menumbuhkan budaya berbagi • Teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan berbagi
  • 38.
    KNOWLEDGE PROCESS STEP– APPLY • Penggunaan dan penggunaan kembali pengetahuan dalam organisasi • Menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan • Pengetahuan hanya menambah nilai bila digunakan untuk meningkatkan produk dan layanan
  • 39.
    LEARNING & INNOVATION •Proses pengetahuan memungkinkan pembelajaran dan inovasi di semua tingkatan dan area dalam organisasi • Produk, layanan, proses, pasar, teknologi, dan model bisnis baru • Membangun kemampuan individu, tim, dan organisasi yang mengarah ke kapasitas masyarakat
  • 40.
    • Outcomes: • Individualcapability • Team capability • Organizational capability • Societal capability • Berdampak pada: • Productivity • Quality products and services • Profitability • Growth OUTCOMES
  • 41.
  • 42.
    PENDEKATAN TOP-DOWN MIDDLE BOTTOM TOP  PendekatanKM yang berpusat pada teknologi  Mulai membangun infrastruktur IT  Secara bertahap menambahkan lebih banyak aplikasi  Dibangun di sekitar teknologi dengan mendefinisikan lebih banyak peran manajer pengetahuan
  • 43.
    PENDEKATAN BOTTOM-UP MIDDLE BOTTOM TOP  PendekatanKM terdesentralisasi  Inisiatif berbagi pengetahuan di tingkat akar rumput  Menyebabkan pengembangan Community of Practice (CoPs)  Sukses dari inisiatif mendapat perhatian manajemen dan dukungan akhirnya
  • 44.
    PENDEKATAN MIDDLE-OUT MIDDLE BOTTOM TOP  GrupKM terpusat dibuat untuk memfasilitasi program KM
  • 45.
  • 46.
    TERIMA KASIH ATASPERHATIANNYA Budihartono Fyodorov