WARTA Gereja ( 23 JUNI 2013)
GEREJA BETHEL INDONESIA (GBI)
Healing Movement CabangMuara Bungo
Badan Hukum Gereja : S.K Bimas Kristen/protestan Departeman Agama RI no. 211
tahun 1989
Badan Persekutuan Gereja: P.G.I No 11/PGI-XI/SKet/1990
PERTUMBUHAN
MANUSIAROH
Sekretariat dan Gereja:
Ruko Komplek Willtop No. 3-4 Bungo Plaza
Sebelah Stefen Komputer-Muara Bungo
Phone: 085266307773 / 085382835757
Untuk Kalangan
Sendiri
VISI & MISI GBI Healing Movement Muara Bungo
Visi : Menjadikan Pribadi, Keluarga, Cool, Gereja,
Masyarakat dan kota sama seperti Kristus.
Misi : Menghadirkan dan Mengembangkan Kerajaan Allah
di Muara Bungo dan sekitarnya dengan segenap karunia dan
talenta yang ada ( Yesaya 54:2-3 )
PROGRAM GEREJA DALAM SEPEKAN
 Minggu : 1. Ibadah Raya I (09.00 WIB). Tempat → Gereja
2. Ibadah Sekolah Minggu (09.00 WIB)
3. Ibadah Raya II (18.000 WIB).
 Rabu : Cool Pemuda (19.00 WIB) (Cooler Sdr Budi (081274449221)
Kamis : Pelayanan ke Lembaga Permasyarakatan/LP M. Bungo (15.00 WIB)
 Jumat : Cool Ekklesia (Cooler Bp Indra (085266338821)
 Cool Pniel (Cooler Bp Vincent (087745174077)
 Sabtu : Puasa, Doa, Pujian & Penyembahan (18.00 WIB), tempat→ Gereja
Sabtu/29 Juni 2013
LANGKAH KAKI
...mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah...
(Kejadian 3:8)
Saat berbaring di tempat tidur, saya bisa mengenali
siapa orang rumah yang berjalan di ruang sebelah.
Saya bisa membedakan apakah itu ayah, ibu atau
adik saya dengan mendengar langkah kaki mereka.
Ini karena kami sudah hidup serumah selama lebih
dari 30 tahun.
Adam dan Hawa mengenal langkah kaki Allah (ay.
8) karena mereka tinggal dengan-Nya di Taman
Eden. Mereka bertemu dan bercakap-cakap
dengan-Nya. Mereka menikmati kasih-Nya setiap
saat. Sayang, dosa kemudian merampas
kesempatan indah itu. Mereka harus meninggalkan
taman itu (ay. 24); artinya, mereka tidak dapat lagi
mengalami sukacita seperti saat hidup bersama
dengan Allah segala sumber berkat.
Kita pun dahulu hidup dalam dosa. Kita jauh dari
Allah, jauh dari cinta kasih-Nya. Dalam kondisi
seperti itu, bagaimana mungkin kita dapat
menceritakan kasih-Nya kepada orang lain?
Bagaimana pula orang lain akan tertarik pada Allah
jika kita sendiri tidak mengenali “langkah kaki-Nya”?
Syukurlah, Allah telah menawarkan pendamaian
dengan kita melalui putra-Nya (Roma 5:10). Kita
telah dibenarkan oleh darah-Nya (Roma 5:9)
sehingga kita bisa kembali mendengarkan “langkah
kaki-Nya”. Allah tidak lagi jauh. Dia menyertai kita
sampai selama-lamanya. Jangan sia-siakan
kesempatan ini. Rayakanlah kehidupan bersama-
Nya, sehingga berkat dan penyertaan-Nya nyata
dalam hari-hari kita. Jika kita menuruti kehendak-
Nya, sukacita akan melimpah dalam hidup kita
(Maz. 16:11) dan orang lain pun dapat melihat Allah
dalam hidup kita.
JIKA KITA MENGENALI LANGKAH KAKI ALLAH,
KITA AKAN DAPAT MENGUNDANG ORANG LAIN
MENGIKUTI DIA
Jumat/28 Juni 2013
LAWANLAH GODAAN
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah
Iblis, maka ia akan lari dari hadapanmu! (Yakobus
4:7)
John White berkata dalam salah satu bukunya,
“Kecakapan terhebat iblis terletak pada
kemampuannya membuat Anda merasa sebagai
majikan atas diri sendiri.” Iblis memiliki berbagai
macam cara untuk bisa menjatuhkan kita. Dia bisa
memberikan permen kepada anak-anak, dia bisa
menggoda anak muda dengan pornografi, dia juga
bisa memberikan tawaran yang menggiurkan
melalui harta kepada para pengusaha. Sadarkah
Anda akan godaan yang ia berikan kepada kita?
Godaan untuk berbuat dosa berasal dari hawa
nafsu kedagingan dalam diri kita (ay. 1, bdk. Yak.
1:14). Manusia mudah terjerumus ke dalam dosa
(ay. 2-3). Dengan tekadnya sendiri, mustahil bagi
manusia untuk lepas dari kuasa dosa. Kalau begitu,
bagaimana kita dapat menghadapi? Menundukkan
diri kepada Allah dan melawan iblis (ay. 7). Tunduk
kepada Allah berarti menyambut anugerah-Nya dan
berjalan menurut kebenaran-Nya. Adapun melawan
iblis berarti kita secara aktif mendayagunakan
anugerah Allah untuk melawan tipu muslihat iblis,
yang mencobai kita melalui hawa nafsu
kedagingan.
Iblis mengetahui titik kelemahan kita, pencobaan
apa yang paling tepat untuk menggoda kita, kapan
waktu untuk menawarkannya. Iblis menunggu saat
kita berada dalam keadaan paling rentan. Kita perlu
menyadari kelemahan tersebut, agar dapat
waspada terhadap pencobaan Iblis. Jangan
mengandalkan kekuatan diri, tapi ingatlah
kemenangan Kristus yang sudah dianugerahkan
pada kita, berpeganglah pada kebenaran, dan
tolaklah tawaran iblis.
IBLIS MENGINCAR KELEMAHAN KITA, ALLAH
MENGUATKAN KITA DENGAN KEMENANGAN
KRISTUS
MOTTO PELAYANAN
GBI HEALING MOVEMENT M. BUNGO
SUPLEMEN COOL
MENGERJAKAN KESELAMATAN SAMPAI
GARIS AKHIR
"Demikian juga halnya dengan iman; Jika iman itu
tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu pada
hakekatnya adalah mati" ~ Yakobus 2:17
Bagaimana cara mengerjakan keselamatan yang
telah diperoleh dari KRISTUS ?
1. Hasilkan buah pertobatan.
Matius 3:8 "Jadi hasilkanlah buah yang sesuai
dengan pertobatan “, kepercayaan kepada
KRISTUS sebagai TUHAN dan komitmen hidup
dalam pertobatan harus dibuktikan dengan buah
pertobatan, kalau sungguh-sungguh bertobat maka
akan terlihat dari buah kehidupan.
Tanggung jawab setiap manusia yang bertobat
dihadapan Allah adalah membuat keputusan,
komitmen untuk mematikan keinginan daging dan
hawa nafsu yang menyeret manusia untuk kembali
hidup dalam dosa. Kekuatan manusiawi tidak akan
mampu membendung keinginan daging dan hawa
nafsu dari dalam dirinya, olehnya manusia harus
memiliki persekutuan dengan TUHAN, semakin
intim dan mendalam dalam doa, pujian-
penyembahan, saat teduh dengan Firman agar
kekuatan yang dari ROH KUDUS memampukan kita
untuk menolak dan mengalahkan hawa nafsu
kedagingan tersebut.
Tunjukkan dan buktikan buah pertobatan sebagai
bentuk dari iman dan pertanggunganjawab sebagai
orang yang bertobat kepada YESUS KRISTUS dan
memperoleh keselamatan dalam hidup kita dengan
cara meninggalkan kehidupan lama (manusia
berdosa) dan menjadi manusia baru yang sesuai
dengan kehendak Allah dalam firmanNya, sampai
kita hidup seperti KRISTUS telah hidup.
2. Mengerjakan Keselamatan
Filipi 2:12-15 "...karena itu tetaplah kerjakan
keselamatan dengan takut dan gentar....lakukan
segala sesuatu tanpa bersungut-sungut...supaya
kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-
anak Allah yang tidak bercela ditengah-tengah
angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini,
sehingga kamu bercahaya diantara mereka..."
Setelah kita menerima anugrah keselamatan maka
ada bagian kita yang harus kita kerjakan yaitu hidup
sebagai anak-anak yang telah diselamatkan.
Bagaimana kita menjalani kehidupan ditengah-
tengah dunia yang bengkok hatinya dan tersesat
dalam kegelapan ini, tetapi kita muncul sebagai
pribadi yang bercahaya? Tidak ada cara lain kecuali
kita menundukkan diri dalam ketaatan penuh
terhadap perintah Firman Allah serta hidup kita
dipenuhi oleh Firman dan ROH KUDUS.
Senantiasa hidup dalam kekudusan dan kesucian
hati dihadapan Allah, ini yang membuat kita menjadi
pribadi yang tidak bernoda dan tidak ber-aib di
tengah-tengah dunia. Perbuatan hidup-lah yang
membedakan antara orang-orang yang beribadah
kepada TUHAN dan yang tidak beribadah kepada
TUHAN serta yang membedakan antara orang-
orang yang hidup benar dan yang tidak benar
dihadapan Allah.
3. Memelihara Iman sampai Garis Akhir
II Timotius 4:7 “Aku telah mengakhiri pertandingan
yang baik, akub telah mencapai garis akhir dan aku
telah memelihara iman." Melalui ayat ini Rasul
Paulus sebagai pelayan KRISTUS dan Hamba
TUHAN memberikan keteladanan dalam hidup dan
iman didalam KRISTUS, supaya setiap kita yang
telah ditebus oleh darahNya dan menerima
anugerah keselamtan tetap bertanggung jawab
untuk memelihara iman dan hidup dalam kebenaran
serta kesetiaan kepada Allah sampai garis akhir.
Apapun yang terjadi kita harus terus melangkah
dalam kehidupan dan mempertahankan iman
sampai garis akhir hidup kita dengan tetap hidup
dalam perbuatan-perbuatan sebagai orang beriman
dan setia mengerjakan kebenaran Firman TUHAN
didalam YESUS KRISTUS.
KRISTUS telah memberikan keselamatan bagi
setiap orang yang percaya dan menerimanya
sebagai TUHAN serta Juruselamat. Dengan
hidup dalam pertobatan, bagian kita
menunjukkan buah pertobatan, mengerjakan
keselamatan yang telah diberikan serta
memelihara iman didalam YESUS KRISTUS
sampai garis akhir.
Rabu/26 Juni 2013
MEMANDANG RENDAH
Jangan seorang pun menganggap engkau rendah
karena engkau muda. (1 Timotius 4:12a)
Siapa yang mau dipandang rendah oleh
sesamanya? Tidak ada. Ada orang yang
menyikapinya secara positif, misalnya dengan giat
bekerja agar sukses. Namun, ada pula yang
menempuh jalur negatif, misalnya dengan
mengorbankan nilai-nilai kebajikan agar diterima
dalam suatu komunitas.
Dalam surat pertamanya kepada Timotius, Rasul
Paulus mengingatkan adanya potensi tersebut
dalam lingkup pelayanan jemaat. Mengapa? Ia
masih muda dan berasal dari keluarga campuran.
Melihat latar belakang itu saja, orang dapat
merendahkannya. Apalagi Timotius melayani
jemaat di kota besar, Efesus, sebuah kota
pelabuhan termashyur. Di sana ada kuil Dewi
Artemis yang dipenuhi dengan pelacur sebagai
pelayan kuil. Uang berputar cepat di kota itu,
menggoda orang untuk mengejar kekayaan. Ada
banyak tawaran untuk memuaskan hasrat duniawi
dengan menghalalkan segala cara.
Sebagai orang muda, Timotius pun rentan terhadap
godaan itu. Bisa saja untuk lebih diterima orang, ia
mengikuti saja kemauan dan ajakan orang lain. Di
sinilah Paulus sebagai bapa rohani mengingatkan
bahwa Timotius dapat menjadi teladan bagi orang
percaya meskipun ia masih muda. Dengan berjalan
menurut keinginan Roh, ia dapat menjaga
perkataan dan tingkah lakunya serta mengasihi
dalam kesetiaan dan kesucian hidup. Ia tak perlu
“ikut arus” agar diterima oleh orang banyak.
Bagaimana dengan kita? Kiranya kita belajar
menuruti keinginan Roh untuk menjalani kehidupan
yang tak bercela dan patut diteladani.
ORANG LAIN BISA JADI MERENDAHKAN KITA,
NAMUN JANGAN TERGODA UNTUK BERSIKAP
RENDAH
Kamis/27 Juni 2013
SEDIH BERSAMA TUHAN
Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa
lama lagi engkau berdukacita karena Saul?” (1
Samuel 16:1)
Bagaimana reaksi Anda ketika menyaksikan
pemimpin yang bobrok? Mereka seharusnya
memberi contoh, namun justru menyalahgunakan
kekuasaan. Mereka tidak takut akan Tuhan dan
melakukan berbagai penyelewengan. Apakah
Anda mengkritik mereka habis-habisan? Anda
menyerang dan melawan mereka? Atau, Anda
tidak peduli karena Anda merasa apa pun yang
Anda lakukan akan percuma saja?
Ketika melihat Saul berkali-kali melanggar perintah
Tuhan, Samuel sangat gusar. Betapa tidak! Suatu
kali Saul yang terdesak oleh orang Filistin dengan
lancang mempersembahkan kurban bakaran yang
menjadi hak nabi Samuel (1 Sam. 13:9). Bukannya
bertobat, kali berikutnya, Saul kembali melanggar
perintah untuk memusnahkan orang Amalek
beserta segala kepunyaan mereka (15:3). Oleh
ketamakan hatinya, ia membiarkan raja Agag tetap
hidup dan menyisakan ternak mereka yang baik
(15:8-9). Samuel pun berduka oleh tabiat Saul
yang buruk dan tidak mau mengaku salah (15:13,
35). Namun, kemarahan dan kesedihan Samuel ini
seiring dan sejalan dengan isi hati Tuhan. Karena
itu, Tuhan pun menghibur Samuel dan
menyuruhnya menobatkan raja yang baru bagi-
Nya.
Anda boleh kecewa melihat pemimpin Anda tidak
melakukan tugasnya. Masalahnya, apakah respon
Anda terhadapnya sesuai dengan hati Tuhan?
Anda tetap perlu tunduk padanya. Namun, bila
tersedia kesempatan untuk menegur dan
mengoreksi pemimpin, Anda perlu mendoakannya
lebih dulu supaya hati Anda dipenuhi oleh kasih,
agar Anda terhindar dari kebencian dan dendam.
KEPEMIMPINAN YANG SALAH ARAH PATUT
DIKOREKSI
BUKAN DENGAN KEBENCIAN, MELAINKAN
DENGAN KEBENARAN
POJOK HUMOR
Doa Anak
Ridi yang baru kelas dua SD malam
itu mengeluh kepada Mamanya karena
besok mau ada ulangan.
Ridi : Ma, susah banget
pelajarannya... sejak tadi nggak bisa2
sekarang Ridi pusing Ma...
Mama : Jangan mengeluh sayang..
cobalah sekali lagi dan.. jangan lupa
berdoa ya.. besok kamu pasti berhasil
Ridi masuk ke kamarnya lagi dan
Mamanya merasa senang karena Ridi
mulai tenang tidak sebentar2 keluar.
Selang beberapa lama Ridi keluar lagi
tapi kini dengan wajah ceria
Mama : Kamu sudah berdoa tadi
sayang ?
Ridi : Oh... pasti Ma...
Mama : Benarkan kata Mama, kalau
kamu mau berdoa kamu pasti bisa
belajar dengan baik. Eh ngomong2
kamu tadi berdoanya bagaimana ?
Ridi : Ya Tuhan, Ridi pusing banget
nih, tolonglah agar besok Bu Guru
tidak masuk, jadi tidak jadi ulangan..
Mama : ????
Website :
http://GBIBungo.com
Facebook :
GBI Muara Bungo
Email Umum :
contact@gbibungo.com
Email Cool :
cool@gbibungo.com
Email Kaum Muda :
youth@gbibungo.com
Email Informasi :
info@gbibungo.com
Rekening Gereja:
Bank Central Asia
No Rek. : 8525-0751-21
An. NICODEMUS
SUDIMAN / HENDERY
Selasa/25 Juni 2013
MENGHADAPI GODAAN
Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan
kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan
supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di
dalam dunia sekarang ini. (Titus 2:12)
Seorang pelayan Tuhan menuliskan pengalaman
pahitnya terjatuh ke dalam dosa perselingkuhan.
Kehidupannya porak-poranda; istri dan anak-
anaknya meninggalkannya. Ia mengakui,
perselingkuhan itu buah dari kecanduan akan
pornografi yang membelenggunya sejak muda. Ia
menutup kesaksiannya dengan berkata,
“Seandainya saya bisa mengendalikan diri dan
berkata „tidak‟ kepada godaan pertama dari
pornografi pada waktu saya masih muda, saya
tentu tidak akan terpuruk sejauh ini sekarang!”
Definisi dalam kesaksian di atas kurang lengkap
dan bisa menyesatkan karena penguasaan diri
terkesan semata-mata usaha kita. Padahal,
penguasaan diri bukanlah kekuatan kehendak
manusia belaka. Secara sederhana, penguasaan
diri berarti ketegasan dan keteguhan untuk berkata
„tidak‟ terhadap godaan dosa. Dalam terjemahan
NIV, ay. 12 berbunyi, “Anugerah-Nya mengajarkan
kita untuk berkata „tidak‟ kepada ketidaksalehan
dan hawa nafsu duniawi.” Seperti ditegaskan oleh
Paulus, anugerah Allah yang memampukan kita
untuk berkata „tidak‟ terhadap dosa (ay. 12).
Tuhanlah yang menguduskan kita (ay. 14).
Bukankah Galatia 5:23 juga menyatakan bahwa
penguasaan diri adalah salah satu manifestasi dari
buah Roh?
Apakah selama ini Anda sulit menguasai diri dari
godaan dosa? Mungkinkah itu karena Anda belum
sepenuhnya bergantung kepada anugerah dan
kuasa Allah? Marilah kita berhenti bersandar pada
kekuatan diri sendiri saja. Kita dapat datang
kepada Tuhan, meminta pertolongan-Nya setiap
kali pencobaan untuk berdosa muncul.
ANUGERAH-NYA MEMAMPUKAN KITA
BERKATA ‘YA’ PADA KEBENARAN ALLAH
DAN BERKATA ‘TIDAK’ PADA PENCOBAAN DAN
GODAAN DOSA
Senin/24 Juni 2013
TAK BERTERIMA KASIH
Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu
berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
(Lukas 6:35)
Seorang gelandangan diundang ke rumah seorang
kaya yang baik hati. Sambil mengganti pakaiannya
yang dekil dengan pakaian baru yang diberi tuan
rumah, ia berkata, “Ini baju yang bagus, namun
saya tidak terlalu suka warna garis-garisnya!” Ketika
menyantap hidangan, ia berkata, “Ini makanan yang
enak, hanya saja ikan panggangnya terlalu gosong.
Supnya pasti lebih enak kalau ditambah sedikit lagi
merica. Dan, es buahnya akan lebih nikmat kalau
ditambah sirup rasa leci.” Ketika ia dipersilakan
beristirahat di kamar, ia berkata, “Ini kamar yang
mewah, lengkap dengan pendingin ruangan. Hanya
saja, kasurnya kurang tebal!” Sikap yang konyol,
bukan?
Akan tetapi, jika dicermati, manusia kerap bersikap
seperti si gelandangan itu terhadap Allah yang
mahabaik. Kebanyakan orang cenderung tidak tahu
berterima kasih kepada-Nya. Mereka lupa bersyukur
pada saat tengah dilingkupi kebahagiaan.
Sebaliknya, mereka mulai mempertanyakan
kebaikan Tuhan ketika hal buruk menimpa mereka.
Tidak jarang orang menganggap dirinya terlalu
saleh sehingga tidak pantas mengalami penderitaan
tertentu. “Saya sudah setia melayani Tuhan, tetapi
mengapa Tuhan mengizinkan musibah ini menimpa
keluarga saya?” kata mereka.
Bagaimana mengatasinya? Dengan menyadari
bahwa kita diberi anugerah oleh Tuhan karena
kebaikan-Nya, bukan karena kehebatan diri kita.
Kesadaran ini mendorong kita untuk bersyukur
kepada-Nya dan berbelas kasihan pada orang yang
tidak tahu berterima kasih pada kita.
MENYADARI KETIDAKLAYAKAN KITA DALAM
MENERIMA ANUGERAH
AKAN MEMENUHI HATI KITA DENGAN RASA
SYUKUR YANG BERLIMPAH

Warta gereja 23 juni 2013

  • 1.
    WARTA Gereja (23 JUNI 2013) GEREJA BETHEL INDONESIA (GBI) Healing Movement CabangMuara Bungo Badan Hukum Gereja : S.K Bimas Kristen/protestan Departeman Agama RI no. 211 tahun 1989 Badan Persekutuan Gereja: P.G.I No 11/PGI-XI/SKet/1990 PERTUMBUHAN MANUSIAROH Sekretariat dan Gereja: Ruko Komplek Willtop No. 3-4 Bungo Plaza Sebelah Stefen Komputer-Muara Bungo Phone: 085266307773 / 085382835757 Untuk Kalangan Sendiri
  • 2.
    VISI & MISIGBI Healing Movement Muara Bungo Visi : Menjadikan Pribadi, Keluarga, Cool, Gereja, Masyarakat dan kota sama seperti Kristus. Misi : Menghadirkan dan Mengembangkan Kerajaan Allah di Muara Bungo dan sekitarnya dengan segenap karunia dan talenta yang ada ( Yesaya 54:2-3 ) PROGRAM GEREJA DALAM SEPEKAN  Minggu : 1. Ibadah Raya I (09.00 WIB). Tempat → Gereja 2. Ibadah Sekolah Minggu (09.00 WIB) 3. Ibadah Raya II (18.000 WIB).  Rabu : Cool Pemuda (19.00 WIB) (Cooler Sdr Budi (081274449221) Kamis : Pelayanan ke Lembaga Permasyarakatan/LP M. Bungo (15.00 WIB)  Jumat : Cool Ekklesia (Cooler Bp Indra (085266338821)  Cool Pniel (Cooler Bp Vincent (087745174077)  Sabtu : Puasa, Doa, Pujian & Penyembahan (18.00 WIB), tempat→ Gereja Sabtu/29 Juni 2013 LANGKAH KAKI ...mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah... (Kejadian 3:8) Saat berbaring di tempat tidur, saya bisa mengenali siapa orang rumah yang berjalan di ruang sebelah. Saya bisa membedakan apakah itu ayah, ibu atau adik saya dengan mendengar langkah kaki mereka. Ini karena kami sudah hidup serumah selama lebih dari 30 tahun. Adam dan Hawa mengenal langkah kaki Allah (ay. 8) karena mereka tinggal dengan-Nya di Taman Eden. Mereka bertemu dan bercakap-cakap dengan-Nya. Mereka menikmati kasih-Nya setiap saat. Sayang, dosa kemudian merampas kesempatan indah itu. Mereka harus meninggalkan taman itu (ay. 24); artinya, mereka tidak dapat lagi mengalami sukacita seperti saat hidup bersama dengan Allah segala sumber berkat. Kita pun dahulu hidup dalam dosa. Kita jauh dari Allah, jauh dari cinta kasih-Nya. Dalam kondisi seperti itu, bagaimana mungkin kita dapat menceritakan kasih-Nya kepada orang lain? Bagaimana pula orang lain akan tertarik pada Allah jika kita sendiri tidak mengenali “langkah kaki-Nya”? Syukurlah, Allah telah menawarkan pendamaian dengan kita melalui putra-Nya (Roma 5:10). Kita telah dibenarkan oleh darah-Nya (Roma 5:9) sehingga kita bisa kembali mendengarkan “langkah kaki-Nya”. Allah tidak lagi jauh. Dia menyertai kita sampai selama-lamanya. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Rayakanlah kehidupan bersama- Nya, sehingga berkat dan penyertaan-Nya nyata dalam hari-hari kita. Jika kita menuruti kehendak- Nya, sukacita akan melimpah dalam hidup kita (Maz. 16:11) dan orang lain pun dapat melihat Allah dalam hidup kita. JIKA KITA MENGENALI LANGKAH KAKI ALLAH, KITA AKAN DAPAT MENGUNDANG ORANG LAIN MENGIKUTI DIA Jumat/28 Juni 2013 LAWANLAH GODAAN Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari hadapanmu! (Yakobus 4:7) John White berkata dalam salah satu bukunya, “Kecakapan terhebat iblis terletak pada kemampuannya membuat Anda merasa sebagai majikan atas diri sendiri.” Iblis memiliki berbagai macam cara untuk bisa menjatuhkan kita. Dia bisa memberikan permen kepada anak-anak, dia bisa menggoda anak muda dengan pornografi, dia juga bisa memberikan tawaran yang menggiurkan melalui harta kepada para pengusaha. Sadarkah Anda akan godaan yang ia berikan kepada kita? Godaan untuk berbuat dosa berasal dari hawa nafsu kedagingan dalam diri kita (ay. 1, bdk. Yak. 1:14). Manusia mudah terjerumus ke dalam dosa (ay. 2-3). Dengan tekadnya sendiri, mustahil bagi manusia untuk lepas dari kuasa dosa. Kalau begitu, bagaimana kita dapat menghadapi? Menundukkan diri kepada Allah dan melawan iblis (ay. 7). Tunduk kepada Allah berarti menyambut anugerah-Nya dan berjalan menurut kebenaran-Nya. Adapun melawan iblis berarti kita secara aktif mendayagunakan anugerah Allah untuk melawan tipu muslihat iblis, yang mencobai kita melalui hawa nafsu kedagingan. Iblis mengetahui titik kelemahan kita, pencobaan apa yang paling tepat untuk menggoda kita, kapan waktu untuk menawarkannya. Iblis menunggu saat kita berada dalam keadaan paling rentan. Kita perlu menyadari kelemahan tersebut, agar dapat waspada terhadap pencobaan Iblis. Jangan mengandalkan kekuatan diri, tapi ingatlah kemenangan Kristus yang sudah dianugerahkan pada kita, berpeganglah pada kebenaran, dan tolaklah tawaran iblis. IBLIS MENGINCAR KELEMAHAN KITA, ALLAH MENGUATKAN KITA DENGAN KEMENANGAN KRISTUS MOTTO PELAYANAN GBI HEALING MOVEMENT M. BUNGO
  • 3.
    SUPLEMEN COOL MENGERJAKAN KESELAMATANSAMPAI GARIS AKHIR "Demikian juga halnya dengan iman; Jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati" ~ Yakobus 2:17 Bagaimana cara mengerjakan keselamatan yang telah diperoleh dari KRISTUS ? 1. Hasilkan buah pertobatan. Matius 3:8 "Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan “, kepercayaan kepada KRISTUS sebagai TUHAN dan komitmen hidup dalam pertobatan harus dibuktikan dengan buah pertobatan, kalau sungguh-sungguh bertobat maka akan terlihat dari buah kehidupan. Tanggung jawab setiap manusia yang bertobat dihadapan Allah adalah membuat keputusan, komitmen untuk mematikan keinginan daging dan hawa nafsu yang menyeret manusia untuk kembali hidup dalam dosa. Kekuatan manusiawi tidak akan mampu membendung keinginan daging dan hawa nafsu dari dalam dirinya, olehnya manusia harus memiliki persekutuan dengan TUHAN, semakin intim dan mendalam dalam doa, pujian- penyembahan, saat teduh dengan Firman agar kekuatan yang dari ROH KUDUS memampukan kita untuk menolak dan mengalahkan hawa nafsu kedagingan tersebut. Tunjukkan dan buktikan buah pertobatan sebagai bentuk dari iman dan pertanggunganjawab sebagai orang yang bertobat kepada YESUS KRISTUS dan memperoleh keselamatan dalam hidup kita dengan cara meninggalkan kehidupan lama (manusia berdosa) dan menjadi manusia baru yang sesuai dengan kehendak Allah dalam firmanNya, sampai kita hidup seperti KRISTUS telah hidup. 2. Mengerjakan Keselamatan Filipi 2:12-15 "...karena itu tetaplah kerjakan keselamatan dengan takut dan gentar....lakukan segala sesuatu tanpa bersungut-sungut...supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak- anak Allah yang tidak bercela ditengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya diantara mereka..." Setelah kita menerima anugrah keselamatan maka ada bagian kita yang harus kita kerjakan yaitu hidup sebagai anak-anak yang telah diselamatkan. Bagaimana kita menjalani kehidupan ditengah- tengah dunia yang bengkok hatinya dan tersesat dalam kegelapan ini, tetapi kita muncul sebagai pribadi yang bercahaya? Tidak ada cara lain kecuali kita menundukkan diri dalam ketaatan penuh terhadap perintah Firman Allah serta hidup kita dipenuhi oleh Firman dan ROH KUDUS. Senantiasa hidup dalam kekudusan dan kesucian hati dihadapan Allah, ini yang membuat kita menjadi pribadi yang tidak bernoda dan tidak ber-aib di tengah-tengah dunia. Perbuatan hidup-lah yang membedakan antara orang-orang yang beribadah kepada TUHAN dan yang tidak beribadah kepada TUHAN serta yang membedakan antara orang- orang yang hidup benar dan yang tidak benar dihadapan Allah. 3. Memelihara Iman sampai Garis Akhir II Timotius 4:7 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, akub telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." Melalui ayat ini Rasul Paulus sebagai pelayan KRISTUS dan Hamba TUHAN memberikan keteladanan dalam hidup dan iman didalam KRISTUS, supaya setiap kita yang telah ditebus oleh darahNya dan menerima anugerah keselamtan tetap bertanggung jawab untuk memelihara iman dan hidup dalam kebenaran serta kesetiaan kepada Allah sampai garis akhir. Apapun yang terjadi kita harus terus melangkah dalam kehidupan dan mempertahankan iman sampai garis akhir hidup kita dengan tetap hidup dalam perbuatan-perbuatan sebagai orang beriman dan setia mengerjakan kebenaran Firman TUHAN didalam YESUS KRISTUS. KRISTUS telah memberikan keselamatan bagi setiap orang yang percaya dan menerimanya sebagai TUHAN serta Juruselamat. Dengan hidup dalam pertobatan, bagian kita menunjukkan buah pertobatan, mengerjakan keselamatan yang telah diberikan serta memelihara iman didalam YESUS KRISTUS sampai garis akhir. Rabu/26 Juni 2013 MEMANDANG RENDAH Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. (1 Timotius 4:12a) Siapa yang mau dipandang rendah oleh sesamanya? Tidak ada. Ada orang yang menyikapinya secara positif, misalnya dengan giat bekerja agar sukses. Namun, ada pula yang menempuh jalur negatif, misalnya dengan mengorbankan nilai-nilai kebajikan agar diterima dalam suatu komunitas. Dalam surat pertamanya kepada Timotius, Rasul Paulus mengingatkan adanya potensi tersebut dalam lingkup pelayanan jemaat. Mengapa? Ia masih muda dan berasal dari keluarga campuran. Melihat latar belakang itu saja, orang dapat merendahkannya. Apalagi Timotius melayani jemaat di kota besar, Efesus, sebuah kota pelabuhan termashyur. Di sana ada kuil Dewi Artemis yang dipenuhi dengan pelacur sebagai pelayan kuil. Uang berputar cepat di kota itu, menggoda orang untuk mengejar kekayaan. Ada banyak tawaran untuk memuaskan hasrat duniawi dengan menghalalkan segala cara. Sebagai orang muda, Timotius pun rentan terhadap godaan itu. Bisa saja untuk lebih diterima orang, ia mengikuti saja kemauan dan ajakan orang lain. Di sinilah Paulus sebagai bapa rohani mengingatkan bahwa Timotius dapat menjadi teladan bagi orang percaya meskipun ia masih muda. Dengan berjalan menurut keinginan Roh, ia dapat menjaga perkataan dan tingkah lakunya serta mengasihi dalam kesetiaan dan kesucian hidup. Ia tak perlu “ikut arus” agar diterima oleh orang banyak. Bagaimana dengan kita? Kiranya kita belajar menuruti keinginan Roh untuk menjalani kehidupan yang tak bercela dan patut diteladani. ORANG LAIN BISA JADI MERENDAHKAN KITA, NAMUN JANGAN TERGODA UNTUK BERSIKAP RENDAH Kamis/27 Juni 2013 SEDIH BERSAMA TUHAN Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul?” (1 Samuel 16:1) Bagaimana reaksi Anda ketika menyaksikan pemimpin yang bobrok? Mereka seharusnya memberi contoh, namun justru menyalahgunakan kekuasaan. Mereka tidak takut akan Tuhan dan melakukan berbagai penyelewengan. Apakah Anda mengkritik mereka habis-habisan? Anda menyerang dan melawan mereka? Atau, Anda tidak peduli karena Anda merasa apa pun yang Anda lakukan akan percuma saja? Ketika melihat Saul berkali-kali melanggar perintah Tuhan, Samuel sangat gusar. Betapa tidak! Suatu kali Saul yang terdesak oleh orang Filistin dengan lancang mempersembahkan kurban bakaran yang menjadi hak nabi Samuel (1 Sam. 13:9). Bukannya bertobat, kali berikutnya, Saul kembali melanggar perintah untuk memusnahkan orang Amalek beserta segala kepunyaan mereka (15:3). Oleh ketamakan hatinya, ia membiarkan raja Agag tetap hidup dan menyisakan ternak mereka yang baik (15:8-9). Samuel pun berduka oleh tabiat Saul yang buruk dan tidak mau mengaku salah (15:13, 35). Namun, kemarahan dan kesedihan Samuel ini seiring dan sejalan dengan isi hati Tuhan. Karena itu, Tuhan pun menghibur Samuel dan menyuruhnya menobatkan raja yang baru bagi- Nya. Anda boleh kecewa melihat pemimpin Anda tidak melakukan tugasnya. Masalahnya, apakah respon Anda terhadapnya sesuai dengan hati Tuhan? Anda tetap perlu tunduk padanya. Namun, bila tersedia kesempatan untuk menegur dan mengoreksi pemimpin, Anda perlu mendoakannya lebih dulu supaya hati Anda dipenuhi oleh kasih, agar Anda terhindar dari kebencian dan dendam. KEPEMIMPINAN YANG SALAH ARAH PATUT DIKOREKSI BUKAN DENGAN KEBENCIAN, MELAINKAN DENGAN KEBENARAN
  • 4.
    POJOK HUMOR Doa Anak Ridiyang baru kelas dua SD malam itu mengeluh kepada Mamanya karena besok mau ada ulangan. Ridi : Ma, susah banget pelajarannya... sejak tadi nggak bisa2 sekarang Ridi pusing Ma... Mama : Jangan mengeluh sayang.. cobalah sekali lagi dan.. jangan lupa berdoa ya.. besok kamu pasti berhasil Ridi masuk ke kamarnya lagi dan Mamanya merasa senang karena Ridi mulai tenang tidak sebentar2 keluar. Selang beberapa lama Ridi keluar lagi tapi kini dengan wajah ceria Mama : Kamu sudah berdoa tadi sayang ? Ridi : Oh... pasti Ma... Mama : Benarkan kata Mama, kalau kamu mau berdoa kamu pasti bisa belajar dengan baik. Eh ngomong2 kamu tadi berdoanya bagaimana ? Ridi : Ya Tuhan, Ridi pusing banget nih, tolonglah agar besok Bu Guru tidak masuk, jadi tidak jadi ulangan.. Mama : ???? Website : http://GBIBungo.com Facebook : GBI Muara Bungo Email Umum : contact@gbibungo.com Email Cool : cool@gbibungo.com Email Kaum Muda : youth@gbibungo.com Email Informasi : info@gbibungo.com Rekening Gereja: Bank Central Asia No Rek. : 8525-0751-21 An. NICODEMUS SUDIMAN / HENDERY Selasa/25 Juni 2013 MENGHADAPI GODAAN Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini. (Titus 2:12) Seorang pelayan Tuhan menuliskan pengalaman pahitnya terjatuh ke dalam dosa perselingkuhan. Kehidupannya porak-poranda; istri dan anak- anaknya meninggalkannya. Ia mengakui, perselingkuhan itu buah dari kecanduan akan pornografi yang membelenggunya sejak muda. Ia menutup kesaksiannya dengan berkata, “Seandainya saya bisa mengendalikan diri dan berkata „tidak‟ kepada godaan pertama dari pornografi pada waktu saya masih muda, saya tentu tidak akan terpuruk sejauh ini sekarang!” Definisi dalam kesaksian di atas kurang lengkap dan bisa menyesatkan karena penguasaan diri terkesan semata-mata usaha kita. Padahal, penguasaan diri bukanlah kekuatan kehendak manusia belaka. Secara sederhana, penguasaan diri berarti ketegasan dan keteguhan untuk berkata „tidak‟ terhadap godaan dosa. Dalam terjemahan NIV, ay. 12 berbunyi, “Anugerah-Nya mengajarkan kita untuk berkata „tidak‟ kepada ketidaksalehan dan hawa nafsu duniawi.” Seperti ditegaskan oleh Paulus, anugerah Allah yang memampukan kita untuk berkata „tidak‟ terhadap dosa (ay. 12). Tuhanlah yang menguduskan kita (ay. 14). Bukankah Galatia 5:23 juga menyatakan bahwa penguasaan diri adalah salah satu manifestasi dari buah Roh? Apakah selama ini Anda sulit menguasai diri dari godaan dosa? Mungkinkah itu karena Anda belum sepenuhnya bergantung kepada anugerah dan kuasa Allah? Marilah kita berhenti bersandar pada kekuatan diri sendiri saja. Kita dapat datang kepada Tuhan, meminta pertolongan-Nya setiap kali pencobaan untuk berdosa muncul. ANUGERAH-NYA MEMAMPUKAN KITA BERKATA ‘YA’ PADA KEBENARAN ALLAH DAN BERKATA ‘TIDAK’ PADA PENCOBAAN DAN GODAAN DOSA Senin/24 Juni 2013 TAK BERTERIMA KASIH Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. (Lukas 6:35) Seorang gelandangan diundang ke rumah seorang kaya yang baik hati. Sambil mengganti pakaiannya yang dekil dengan pakaian baru yang diberi tuan rumah, ia berkata, “Ini baju yang bagus, namun saya tidak terlalu suka warna garis-garisnya!” Ketika menyantap hidangan, ia berkata, “Ini makanan yang enak, hanya saja ikan panggangnya terlalu gosong. Supnya pasti lebih enak kalau ditambah sedikit lagi merica. Dan, es buahnya akan lebih nikmat kalau ditambah sirup rasa leci.” Ketika ia dipersilakan beristirahat di kamar, ia berkata, “Ini kamar yang mewah, lengkap dengan pendingin ruangan. Hanya saja, kasurnya kurang tebal!” Sikap yang konyol, bukan? Akan tetapi, jika dicermati, manusia kerap bersikap seperti si gelandangan itu terhadap Allah yang mahabaik. Kebanyakan orang cenderung tidak tahu berterima kasih kepada-Nya. Mereka lupa bersyukur pada saat tengah dilingkupi kebahagiaan. Sebaliknya, mereka mulai mempertanyakan kebaikan Tuhan ketika hal buruk menimpa mereka. Tidak jarang orang menganggap dirinya terlalu saleh sehingga tidak pantas mengalami penderitaan tertentu. “Saya sudah setia melayani Tuhan, tetapi mengapa Tuhan mengizinkan musibah ini menimpa keluarga saya?” kata mereka. Bagaimana mengatasinya? Dengan menyadari bahwa kita diberi anugerah oleh Tuhan karena kebaikan-Nya, bukan karena kehebatan diri kita. Kesadaran ini mendorong kita untuk bersyukur kepada-Nya dan berbelas kasihan pada orang yang tidak tahu berterima kasih pada kita. MENYADARI KETIDAKLAYAKAN KITA DALAM MENERIMA ANUGERAH AKAN MEMENUHI HATI KITA DENGAN RASA SYUKUR YANG BERLIMPAH