Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 menetapkan otonomi daerah yang memperkuat desentralisasi pemerintahan dengan memberikan kewenangan luas kepada daerah dalam mengatur kepentingan masyarakat lokal. Regulasi ini bertujuan untuk mewujudkan pemerintahan yang demokratis, adil, dan berkeadilan, serta membentuk pemerintahan daerah yang dapat bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Selain itu, undang-undang ini menggantikan undang-undang sebelumnya yang dianggap tidak sesuai lagi dengan prinsip-prinsip otonomi yang baru.