KURIKULUM  DAN  PENGAJARAN
BAB I KONSEP-KONSEP DASAR KURIKULUM DAN PENGAJARAN Pengertian Kurikulum  Yaitu suatu rencana yang di susun untuk melakukan suatu proses belajar-mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah / lembaga pendidikan beserta stap pengajarnya . Proses Pengembangan Kurikulum 1. Pedoman Kurikulum meliputi: - Latar belakang  - Silabus - Disain Evaluasi 2. Pedoman Intruksional Langkah-langkah dalam pengembangan pedoman kurikulum sebagai berikut  kumpulkan keterangan-keterangan mengenai factor yang turut menetukan kurikulum serta latar belakangnya tentukan mata pelajaran yang akan di ajarkan  rumuskan tiap mata pelajaran  tentukan hasil belajar yang di harapkan dari siswa dalam tiap mata pelajaran tentukan topic-topik mata pelajaran
KOMENTAR BAB I Kurikulum tak formal terdiri atas kegiatan-kagiatan yang juga di rencanakan akan tetapi tidak berkaitan langsung dengan pelajaran akademis dan kelas tertentu. Kurikulum ini di pandang sebagai pelengkap kurikulum yang termasuk kurikulum tak formal ini antara lain : pertunjukan sandiwara, pertandingan antar kelas, pramuka dll.
BAB II    DETERMINAN KURIKULUM   Dalam rumusan filsafah lembaga pendidikan secara tertulis setidaknya harus di cantumkan hal-hal sebagai berikut: - Prinsip-prinsip pokok yang mendasarinya - Nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang di junjung tinggi Prinsip-prinsip pendidikan mengenai hakikat anak, hakikat proses belajar  mengajar,haklikat pengetahuan Determinasi psikologi ada dua dimensi yang saling berkaitan yaitu: 1).Teori belajar 2) Hakikat pelajar secara individual antara lain berkenaan dengan taraf”: Motivasi, Kesiapan, Kamatangan intelektual, Kematangan emosional, Latar  belakang pengalaman Menurut Jhon Dewey ada 3 tujuan pendidikan yaitu: 1. Mengerjakan kerja sama  2. Mengerjakan penyesuaian social 3. Mengerjakan Demokrasi / kewarganegaraan aktif
KOMENTAR BAB II Boleh di katakana tidak ada orang yang menganut astu aliran sepenuhnya semua orang dalam profesi yang berbeda-beda menggunakan ke empat aliran filsafat ini menurut kondisi dan situasi tampak seorang berbeda , jadi dalam keadaan tertentu seorang itu idealis misalnya dalam hal beragama, realis dalam penelitian ilmiah, dan eksitensialis dalam hal merealisasikan dirinya.
BAB III PENDELKATAN PENDEKATADALAM PENGEMBANAGAN KURIKULUM Pendekatan-pendekatan kurikulum itu meliputi : 1. Pendekatan bidang studi 2. Pendekatan interdisipliner,meliputi: - Pendekatan “ Broad-Field” - Pendekatan kurikulum inti - Pendekatan kurikulum inti di perguruan tinggi - Pendekatan kurikulum fusi 3. Pendekatan Rekonstruksionisme. 4. Pendekatan Humanistik 5. Pendekatan “Accuountability Kelemahan system tertutup, antara lain : A. Sistem ini kebal terhadap perubahan B. Mudah di salah gunakan C. Sukar menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan D. Sukar untuk mengembangkan segi kognitif dan efektif tingkat tinggi
KOMENTAR BAB III Walaupun akuntabilitas pendidikan bukan suatu yang baru, pendekatan ini mulai mendominasi kurikulum dalam seperempat abad akhir-akhir ini gerakan akuntabilitas dalam 1960 an dan 1980 an menyebar dengan pesat dan mendesak system pendidikan di seluruh dunia.
BAB IV TUJUAN PENGAJARAN Tujuan institusional, kurikulum dan mata pelajaran biasanya di cantumkan dalam pedoman kurikulum. Tujuan umum (TU) Mahasiswa akan: 1.mempelajari konsep pokok dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dan desaint intruksional 2. mengembangkan sutau pedoman kurikulum 3. membuat desaint dan rencana intruksional bidang study itu. Tujuan intruksional umum (TIU) menentukan langkah-langkah dalam pengembangan kurikulum menjelaskan hubungan antara pengembangan kurikulum dan desaint intruksional mengembangkan silabus mata kuliah menurut pilihan sendiri mengembangkan pedoman kurikulum suatu mata kuliah membuat desaint suatu rencana intruksional salah satu topic dari silabus mata kuliah
KOMENTAR BAB IV Kita telah mengenal berbagi tingkatan tujuan dalam pengembangan kurikulum. Yakni tujuan yang ingin di capai oleh suatu lembaga pendidikan seperti SD, SM. Atau Universitas yang harus sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, hingga dapat di katakan bahwa tujuan institusioanal sama dengan kurikulum dalam keseluruhanya.
BAB V  STRATEGI DAN SUMBER MENGAJAR Sebagai alasan-alasan tentang perlunya perencanaan strategi mengajar dapat di kemukakan  Menjamin agar kurikulum yang di rencanakan dapat di laksanakan sehingga tujuan tercapai Agar pelajaran yang sama di berikan oleh beberapa tenaga pengajar di lakukan, secara konsisten sehingga tidak merugikan kelas tertentu Mengusahakan agar dalam proses belajar mengajar di terapkan berbagai strategi mengajar yang serasi Membantu guru memberikan pelajaran yang efektif serta menarik dengan menyediakan sumber belajar yang memadai Strategi mengajar bertambah kompleks tergantung pada: Tinggi tingkat tujuan, kognitif,afektif, dan keterampilan yang ingin di capai Banyak dan cermatnya persiapan yang harus di adakan  Target kemampuan berpikir yang di perlukan
KOMENTAR BAB V Jumlah strategi mengajar terbatas akan tetapi dalam satu pelajaran dapat di gunakan beberapa macam agar tujuan pelajaran tercapai ada strategi mengajar yang lebih sesuai untuk mencapai tujuan tingakat rendah, sedangkat untuk tujuan pelajaran tingkat tinggi strategi itu tidak serasi dan harus di gunakan strategi lain, tiap syrategi mengajar mempunyai sejumlah kebaikan akantetapi di samping itu ada pula kelemahan masing-masing.
BAB VI    MENDISAIN RENCANA EVALUSI KURIKULUM   Evaluasi kurikulum hendaknya di dasarkan atas : Determinan kurikulum orientasi filsofi lembaga pendidikan itu konteks social ekonomi hakiakt pelajar hakikat bahan pelajaran  harapan-harapan golongan klien / konsumen bukti mengenai tingkat produktivitas dengan mempertimbangkan.hasil belajar biayaya waktu. Factor yang harus di pertimbangkan antara lain : jumlah minimum yang di perlukan agar dapat di adakan analisis jumlah orang yang bersedia melakukan survey itu waktu yang tersedia  lokasi sample populasi dan sebagainya
KOMENTAR BAB VI Dikebanyakan Negara di dunia makin bangkit gerakan di kalangan kaum politik. Dan ekonomi / industri yang mempunyai suara dalam pengambilan keputusan pendidikan, harus “ accountable “ harus dapat di minya pertanggung jawaban atas kemajuan. Mahasiswa seperti halnya dengan sekolah rendah dan menengah yang tiap tahun mengikuti ujian akhir atau tes masuk perguruan tinggi.
BAB VII DESAIN RENCANA INTRUKSIONAL PENGAJARAN EFEKTIF Pada awal lingkaran proses intruksional harus di adakan asemen. Mengenai siswa untuk mengatahui  tingkat perkembangan kognitif dan afektif kesiapan mempelajari bahan baru bahan yang telah di pelajari sebelumnya  pengalaman yang berhubungan dengan pelajaran . selama berlangsungnya proses belajar mengajar siswa harus di pantau dan dinilai terus menerus untuk mengetahui hingga manakah bahan yang telah di kuasai bahan manakah yang kurang di pahami apa sebab ada kegagalan memahami bahan terentu metode dan alat manakah ternyata paling besar atau paling kecil manfaatnya bahan manakah yang harus di ajarkan kembali
KOMENTAR BAB VII Walaupun tiap pengajar mempunyai gaya mengajar menurut watak, keyakinan, kepribadian masing-masing namun penelitian menunjukan bahwa ciri-ciri yang tercantum diatas boleh di katakan terdapat secara konsisten dalam semua gaya mengajar dan pribadi guru yang efektif cirri-ciri itu dapat di jadikan sebagai pegangan, semua patokan itu dapat di terapkan pengajar di SD, SM, maupun perguruan tinggi.
NAMA : SANTI NPM : 20080210078 TINGKAT : 2 C PE TERIMA KASIH

Tugas Kurikulum

  • 1.
    KURIKULUM DAN PENGAJARAN
  • 2.
    BAB I KONSEP-KONSEPDASAR KURIKULUM DAN PENGAJARAN Pengertian Kurikulum Yaitu suatu rencana yang di susun untuk melakukan suatu proses belajar-mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah / lembaga pendidikan beserta stap pengajarnya . Proses Pengembangan Kurikulum 1. Pedoman Kurikulum meliputi: - Latar belakang - Silabus - Disain Evaluasi 2. Pedoman Intruksional Langkah-langkah dalam pengembangan pedoman kurikulum sebagai berikut kumpulkan keterangan-keterangan mengenai factor yang turut menetukan kurikulum serta latar belakangnya tentukan mata pelajaran yang akan di ajarkan rumuskan tiap mata pelajaran tentukan hasil belajar yang di harapkan dari siswa dalam tiap mata pelajaran tentukan topic-topik mata pelajaran
  • 3.
    KOMENTAR BAB IKurikulum tak formal terdiri atas kegiatan-kagiatan yang juga di rencanakan akan tetapi tidak berkaitan langsung dengan pelajaran akademis dan kelas tertentu. Kurikulum ini di pandang sebagai pelengkap kurikulum yang termasuk kurikulum tak formal ini antara lain : pertunjukan sandiwara, pertandingan antar kelas, pramuka dll.
  • 4.
    BAB II DETERMINAN KURIKULUM Dalam rumusan filsafah lembaga pendidikan secara tertulis setidaknya harus di cantumkan hal-hal sebagai berikut: - Prinsip-prinsip pokok yang mendasarinya - Nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang di junjung tinggi Prinsip-prinsip pendidikan mengenai hakikat anak, hakikat proses belajar mengajar,haklikat pengetahuan Determinasi psikologi ada dua dimensi yang saling berkaitan yaitu: 1).Teori belajar 2) Hakikat pelajar secara individual antara lain berkenaan dengan taraf”: Motivasi, Kesiapan, Kamatangan intelektual, Kematangan emosional, Latar belakang pengalaman Menurut Jhon Dewey ada 3 tujuan pendidikan yaitu: 1. Mengerjakan kerja sama 2. Mengerjakan penyesuaian social 3. Mengerjakan Demokrasi / kewarganegaraan aktif
  • 5.
    KOMENTAR BAB IIBoleh di katakana tidak ada orang yang menganut astu aliran sepenuhnya semua orang dalam profesi yang berbeda-beda menggunakan ke empat aliran filsafat ini menurut kondisi dan situasi tampak seorang berbeda , jadi dalam keadaan tertentu seorang itu idealis misalnya dalam hal beragama, realis dalam penelitian ilmiah, dan eksitensialis dalam hal merealisasikan dirinya.
  • 6.
    BAB III PENDELKATANPENDEKATADALAM PENGEMBANAGAN KURIKULUM Pendekatan-pendekatan kurikulum itu meliputi : 1. Pendekatan bidang studi 2. Pendekatan interdisipliner,meliputi: - Pendekatan “ Broad-Field” - Pendekatan kurikulum inti - Pendekatan kurikulum inti di perguruan tinggi - Pendekatan kurikulum fusi 3. Pendekatan Rekonstruksionisme. 4. Pendekatan Humanistik 5. Pendekatan “Accuountability Kelemahan system tertutup, antara lain : A. Sistem ini kebal terhadap perubahan B. Mudah di salah gunakan C. Sukar menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan D. Sukar untuk mengembangkan segi kognitif dan efektif tingkat tinggi
  • 7.
    KOMENTAR BAB IIIWalaupun akuntabilitas pendidikan bukan suatu yang baru, pendekatan ini mulai mendominasi kurikulum dalam seperempat abad akhir-akhir ini gerakan akuntabilitas dalam 1960 an dan 1980 an menyebar dengan pesat dan mendesak system pendidikan di seluruh dunia.
  • 8.
    BAB IV TUJUANPENGAJARAN Tujuan institusional, kurikulum dan mata pelajaran biasanya di cantumkan dalam pedoman kurikulum. Tujuan umum (TU) Mahasiswa akan: 1.mempelajari konsep pokok dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dan desaint intruksional 2. mengembangkan sutau pedoman kurikulum 3. membuat desaint dan rencana intruksional bidang study itu. Tujuan intruksional umum (TIU) menentukan langkah-langkah dalam pengembangan kurikulum menjelaskan hubungan antara pengembangan kurikulum dan desaint intruksional mengembangkan silabus mata kuliah menurut pilihan sendiri mengembangkan pedoman kurikulum suatu mata kuliah membuat desaint suatu rencana intruksional salah satu topic dari silabus mata kuliah
  • 9.
    KOMENTAR BAB IVKita telah mengenal berbagi tingkatan tujuan dalam pengembangan kurikulum. Yakni tujuan yang ingin di capai oleh suatu lembaga pendidikan seperti SD, SM. Atau Universitas yang harus sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, hingga dapat di katakan bahwa tujuan institusioanal sama dengan kurikulum dalam keseluruhanya.
  • 10.
    BAB V STRATEGI DAN SUMBER MENGAJAR Sebagai alasan-alasan tentang perlunya perencanaan strategi mengajar dapat di kemukakan Menjamin agar kurikulum yang di rencanakan dapat di laksanakan sehingga tujuan tercapai Agar pelajaran yang sama di berikan oleh beberapa tenaga pengajar di lakukan, secara konsisten sehingga tidak merugikan kelas tertentu Mengusahakan agar dalam proses belajar mengajar di terapkan berbagai strategi mengajar yang serasi Membantu guru memberikan pelajaran yang efektif serta menarik dengan menyediakan sumber belajar yang memadai Strategi mengajar bertambah kompleks tergantung pada: Tinggi tingkat tujuan, kognitif,afektif, dan keterampilan yang ingin di capai Banyak dan cermatnya persiapan yang harus di adakan Target kemampuan berpikir yang di perlukan
  • 11.
    KOMENTAR BAB VJumlah strategi mengajar terbatas akan tetapi dalam satu pelajaran dapat di gunakan beberapa macam agar tujuan pelajaran tercapai ada strategi mengajar yang lebih sesuai untuk mencapai tujuan tingakat rendah, sedangkat untuk tujuan pelajaran tingkat tinggi strategi itu tidak serasi dan harus di gunakan strategi lain, tiap syrategi mengajar mempunyai sejumlah kebaikan akantetapi di samping itu ada pula kelemahan masing-masing.
  • 12.
    BAB VI MENDISAIN RENCANA EVALUSI KURIKULUM Evaluasi kurikulum hendaknya di dasarkan atas : Determinan kurikulum orientasi filsofi lembaga pendidikan itu konteks social ekonomi hakiakt pelajar hakikat bahan pelajaran harapan-harapan golongan klien / konsumen bukti mengenai tingkat produktivitas dengan mempertimbangkan.hasil belajar biayaya waktu. Factor yang harus di pertimbangkan antara lain : jumlah minimum yang di perlukan agar dapat di adakan analisis jumlah orang yang bersedia melakukan survey itu waktu yang tersedia lokasi sample populasi dan sebagainya
  • 13.
    KOMENTAR BAB VIDikebanyakan Negara di dunia makin bangkit gerakan di kalangan kaum politik. Dan ekonomi / industri yang mempunyai suara dalam pengambilan keputusan pendidikan, harus “ accountable “ harus dapat di minya pertanggung jawaban atas kemajuan. Mahasiswa seperti halnya dengan sekolah rendah dan menengah yang tiap tahun mengikuti ujian akhir atau tes masuk perguruan tinggi.
  • 14.
    BAB VII DESAINRENCANA INTRUKSIONAL PENGAJARAN EFEKTIF Pada awal lingkaran proses intruksional harus di adakan asemen. Mengenai siswa untuk mengatahui tingkat perkembangan kognitif dan afektif kesiapan mempelajari bahan baru bahan yang telah di pelajari sebelumnya pengalaman yang berhubungan dengan pelajaran . selama berlangsungnya proses belajar mengajar siswa harus di pantau dan dinilai terus menerus untuk mengetahui hingga manakah bahan yang telah di kuasai bahan manakah yang kurang di pahami apa sebab ada kegagalan memahami bahan terentu metode dan alat manakah ternyata paling besar atau paling kecil manfaatnya bahan manakah yang harus di ajarkan kembali
  • 15.
    KOMENTAR BAB VIIWalaupun tiap pengajar mempunyai gaya mengajar menurut watak, keyakinan, kepribadian masing-masing namun penelitian menunjukan bahwa ciri-ciri yang tercantum diatas boleh di katakan terdapat secara konsisten dalam semua gaya mengajar dan pribadi guru yang efektif cirri-ciri itu dapat di jadikan sebagai pegangan, semua patokan itu dapat di terapkan pengajar di SD, SM, maupun perguruan tinggi.
  • 16.
    NAMA : SANTINPM : 20080210078 TINGKAT : 2 C PE TERIMA KASIH