Teori resepsi sastra menjelaskan penerimaan dan tanggapan pembaca terhadap karya sastra, dengan pendekatan sinkronis dan diakronis untuk memahami berbagai perspektif. Tokoh kunci dalam teori ini termasuk Wolfgang Iser dan Jonathan Culler, yang menekankan bahwa setiap pembaca dapat memiliki interpretasi berbeda. Metode penelitian memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, dengan penelitian sinkronis lebih sederhana dalam proses tetapi terbatas pada satu kurun waktu, sementara diakronis menawarkan fleksibilitas dengan tantangan dalam memilih teks.