PROGRAM PENDIDIKAN
PROFESI GURU
(PPG) SM-3T
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DANKEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
2013
PENDAHULUAN
1. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem
pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan
ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang (UUD
1945 pasal 31 ayat 3 yang telah diamandemen)
2. Untuk mewujudkan amanat tersebut, Pemerintah mengeluarkan
berbagai kebijakan, antara lain UUSPN No.20/2003, UUGD
No.14/2005, dan PP No.74/2008 Tentang Guru  
3. NKRI dengan wilayah yang sangat luas dan heterogen memiliki
berbagai permasalahan pendidikan, terutama pada daerah 3T.
4. Daerah 3T perlu dikelola secara khusus dan
sungguh-sungguh, utamanya dalam mengatasi
permasalahan-permasalahan pendidikan, agar
dapat maju bersama dan sejajar dengan daerah
lain.
5. Untuk itu, Kemdikbud mengembangkan program

Sarjana Mendidik di daerah 3T (SM-3T) dan

Pendidikan Profesi Guru (PPG) SM-3T  
PENGERTIAN
Program PPG SM-3T adalah Program
Pendidikan Profesi Guru bagi sarjana
pendidikan yang telah melaksanakan
tugas pengabdian di daerah 3T selama
satu tahun
LANDASAN HUKUM
1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
2. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
4. PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
5. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
6. Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
7. Permendiknas Nomor 8 Tahun 2009 tentang Program
Pendidikan Profesi Guru Prajabatan.
TUJUAN PROGRAM PPG SM-3T
Menghasilkan calon guru yang memiliki
kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan,
dan menilai pembelajaran, menindaklanjuti hasil
penilaian, melakukan pembimbingan, dan
pelatihan peserta didik serta melakukan
penelitian, dan mampu mengembangkan
profesionalitas secara berkelanjutan
(Permendiknas No 8 Tahun 2009 Pasal 2)
PENYELENGGARA PROGRAM PPG SM-3T
Perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga
kependidikan yang memenuhi persyaratan:
1. pemenuhan persyaratan yang terkait dengan peringkat
akreditasi BAN-PT
2. ketaatan azas dalam penyelenggaraan perguruan tinggi
sesuai dengan peraturan perundangan
3. komitmen LPTK
4. kualitas sarana dan prasarana dalam mendukung
pelaksanaan Tridharma PT
5. fasilitas asrama
6. Program Pengalaman Lapangan (PPL)
PERSYARATAN PESERTA
1. Sarjana Pendidikan yang telah selesai melaksanakan tugas pengabdian
melalui Program SM-3T.
2. Memiliki latar belakang bidang studi yang sesuai dengan program studi PPG.
3. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan Dokter.
4. Bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) yang dibuktikan
dengan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) dari pejabat yang
berwenang, yang disertai dengan hasil tes urine.
5. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian.
6. Mendapatkan ijin dari orangtua/wali, yang dibuktikan dengan surat
pernyataan bermaterai.
7. Sanggup mengikuti seluruh kegiatan di kelas maupun di asrama, dengan
tingkat kehadiran/partisipasi penuh.
KURIKULUM DAN SISTEM PEMBELAJARAN
A. Struktur Kurikulum Program PPG
No Lulusan S-1 Kependidikan
1 Pemantapan/penguatan materi, dan
pengembangan perangkat untuk
pembelajaran bidang studi yang mendidik
(subject specific pedagogy)
2 PPL Kependidikan
B. Beban Belajar
 18 – 20 SKS untuk TK/RA/TKLB atau bentuk lain yang
sederajat lulusan S-1/D-IV Kependidikan untuk
TK/RA/TKLB atau bentuk lain yang sederajat.
 18 – 20 SKS untuk SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang
sederajat lulusan S-1/D-IV) kependidikan untuk
SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat.
 36 – 40 SKS untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang
sederajat dan satuan pendidikan MA/MA/SMALB/SMK/
MAK atau bentuk lain yang sederajat, lulusanS-1/ D-IV
Kependidikan dan S-1/D-IV Non Kependidikan.
C. Acuan Pengembangan kurikulum
1. Kompetensi yang berimplikasi kepada perancangan,
pelaksanaan dan penilaian pembelajaran dengan
mengacu pada perangkat kompetensi yang akan dicapai.
2. Pengembangan yang lebih ditekankan pada aspek
pengembangan keterampilan yang kontekstual dengan
profesi guru, didukung oleh kegiatan praktik, praktikum,
dan workshop tanpa mengabaikan aspek-aspek teoretis
yang relevan.
3. Pentingnya keterlibatan pihak-pihak pemangku
kepentingan (stakeholders), antara lain asosiasi profesi
program studi dan pengguna lulusan, dalam keseluruhan
proses pengembangan kurikulum.
D. Sistem Pembelajaran
Prinsip-prinsip pembelajaran yang perlu diperhatikan:
1.Belajar dengan berbuat (learning by doing)
2.Keaktifan peserta didik
3.Higher order thinking
4.Dampak pengiring (nurturant effects)
5.Mekanisme balikan secara berkala
6.Pemanfaatan teknologi informasi
7.Pembelajaran Kontekstual
8.Penggunaan strategi dan model pembelajaran yang
bervariasi dalam mengaktifkan peserta didik
Tahapan PPG SM-3T
E. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
Tujuan umum penyelenggaraan PPL adalah
agar peserta PPG SM-3T menjadi pendidik
profesional yang memiliki seperangkat
pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang
dapat menunjang tercapainya penguasaan
kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional secara utuh.
Sistem, Prosedur, dan Kegiatan PPL
A. Sistem
PPL menerapkan pendekatan supervisi klinis dan tindakan
reflektif dengan prinsip berkelanjutan, terstruktur, dan
relevan dengan perangkat pembelajaran.
Supervisi klinis dilaksanakan dengan prinsip-prinsip:
(1)hubungan kolegial dan interaktif yang sinergis dan terbuka;
(2)pertemuan untuk musyawarah secara demokratis;
(3)sasaran supervisi adalah kebutuhan dan aspirasi peserta;
(4)pengkajian balikan berdasarkan data observasi untuk
memantapkan rencana kegiatan selanjutnya; dan
(5)mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab peserta.
Sistem, Prosedur, dan Kegiatan PPL
B. Prosedur dan Kegiatan
Prosedur dan kegiatan PPL dapat dilakukan dengan pola blok.
Kegiatan PPL pola blok:
1.Persiapan PPL melalui observasi dan orientasi di sekolah mitra
2.Praktik mengajar terbimbing
3.Praktik mengajar mandiri
4.Ujian praktik mengajar
Pelaksanaan Workshop Pengembangan
Perangkat Pembelajaran dan PPL Pola Blok
(untuk PPG 2 semester)
KRITERIA SEKOLAH MITRA
(1) Sekolah mitra sebagai lokasi PPL PPG SM-3T
sekurang-kurangnya memiliki peringkat
akreditasi B.
(2) Terikat dalam nota kesepahaman antara
dinas pendidikan kabupaten/kota dengan
LPTK penyelenggara PPG SM-3T yang masih
berlaku. Pola kemitraan bersifat kolaboratif.
Pelaksanaan PPL
1. Persiapan PPL
1) penetapan peserta PPL;
2)pendataan dan pemetaan sekolah;
3)penetapan DP;
4)koordinasi dengan sekolah mitra untuk menetapkan GP dan
jadwal pelaksanaan PPL;
5)pembekalan DP dan GP; dan
6)pembekalan peserta PPL.
2. Pelaksanaan PPL
1)Penyerahan peserta PPL oleh pihak LPTK penyelenggara ke
sekolah mitra.
2)Pelaksanaan PPL di sekolah mitra
3)Penarikan peserta PPL.
Pelaksanaan PPL (Lanj…)
3. Penilaian PPL
a)Penilaian terdiri atas penilaian proses dan penilaian akhir.
Komponen penilaian terdiri atas kemampuan mengemas perangkat
pembelajaran, praktik-mengajar, kemampuan melakukan tindakan
reflektif, dan kemampuan aspek personal dan sosial.
b)Penilaian dilakukan oleh GP dan DP yang meliputi: (a) praktik
mengajar, (b) kegiatan nonmengajar, (c) kompetensi sosial dan
kepribadian, (d) portofolio, (e) laporan PPL, dan (f) laporan PTK.
Seluruh aspek penilaian menggunakan instrumen penilaian disertai
deskriptornya.
c)Kriteria kelulusan PPL minimal B.
Kegiatan Peserta Selama PPL
1. Observasi dan Orientasi Lapangan
2. Praktik mengajar
3. Pengembangan kompetensi kepribadian
dan sosial
4. Melaksanakan kegiatan non-mengajar
5. Membuat Laporan PPL
6. Menyusun Laporan PTK
7. Mengumpulkan Portofolio
F. Sistem Asesmen dan Evaluasi Kompetensi
Lulusan Program PPG PPG SM-3T
1. Asesmen Penguasaan Kemampuan Akademik
Penguasaan kemampuan akademik yang komprehensif dijabarkan dari
sosok utuh calon guru yang profesional, diases melalui Tes Kemampuan
Akademik berupa ujian tertulis, baik berbentuk objektif (seperti
multiple-choice) maupun esai dan pemecahan masalah, serta ujian
kinerja.
2. Asesmen Penguasaan Kemampuan Profesional
a. Asesmen kinerja penguasaan kemampuan menyusun Rencana RPP
yang berbasis pada sistem pembelajaran seperti yang diuraikan di atas.
b. Asesmen kinerja dalam konteks otentik dilakukan melalui
pengamatan para ahli.
3. Asesmen dan Evaluasi dalam Konteks Ujian Akhir
Komponen ujian akhir terdiri dari ujian tulis dan ujian kinerja
G. Kelulusan dan Kriterianya
1. Peserta Program PPG SM-3T dapat dinyatakan lulus apabila
memenuhi syarat dan kriteria berikut. Mempunyai kedisiplinan
dalam mengikuti kegiatan workshop, PPL, dan kegiatan
akademis lainnya, termasuk kegiatan di asrama, tidak absen atau
meningggalkan kegiatan sesuai peraturan.
2. Menjaga etika dan kepribadian selama mengikuti kegiatan
workshop, PPL, dan kegiatan akademis, dan selama di asrama.
Tidak pernah melanggar peraturan, tata-tertib, dan etika yang
ada.
3. Mencapai nilai kelulusan pada kegiatan workshop, PPL, dan uji
kompetensi.
H. Penilaian Kegiatan Workshop
1. Asesmen dilakukan secara berkelanjutan.
2. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penilaian Acuan
Patokan (PAP). Hasil PAP menggambarkan profil kompetensi yang telah
dan belum dicapai mahasiswa.
3. Penilaian meliputi penilaian proses dan hasil. Penilaian proses mencakup
aktivitas mahasiswa dalam diskusi kelompok, kerja kelompok/ individual,
dan peer teaching/micro teaching. Penilaian produk/hasil berupa
portofolio yang berisi kurikulum, RPP/SKM/SKH, media pembelajaran,
instrumen penilaian perkembangan anak, bahan pembelajaran, dan
penataan lingkungan bermain. Jika diperlukan asessmen secara
mendalam dapat dilakukan melalui wawancara.
4. Hasil evaluasi dinyatakan dalam huruf atau angka atas dasar persentase
pencapaian kompetensi.
5. Kriteria minimal kelulusan adalah 80%. Hasil evaluasi di bawah kriteria
minimal diberi kesempatan untuk memperbaiki dengan pembimbingan.
I. Penilaian PPL
1. Penilaian dilakukan selama PPL, yang terdiri atas penilaian
proses dan produk. Penilaian proses mencakup praktik
mengajar, kegiatan non mengajar dan aspek sosial kepribadian.
Penilaian produk mencakup perangkat pembelajaran, dan
laporan PPL.
2. Penilaian proses dan produk PPL dilakukan oleh DP dan GP.
3. Bobot penilaian akhir PPL adalah sebagai berikut.
4. Kriteria kelulusan PPL minimal B (3,0). Mahasiswa yang hasil
evaluasinya masih di bawah kriteria minimal diberi kesempatan
latihan tambahan sampai berhasil mencapai nilai minimal.
No. Aspek yang Dinilai Bobot
1 Praktik mengajar 1 sd n 5
2 Kegiatan non mengajar 2
3 Kompetensi sosial dan kepribadian 2
4 Laporan PPL 1
Jumlah 10
J. Uji Kompetensi
 Uji kompetensi sebagai ujian akhir PPG SM-3T terdiri atas
ujian tulis dan ujian kinerja.
 Ujian ini ditempuh setelah mahasiswa lulus dalam kegiatan
workshop dan PPL.
 Ujian tulis dilaksanakan oleh program studi/ jurusan
penyelenggara.
 Ujian kinerja dilaksanakan oleh program studi/ jurusan
dengan melibatkan organisasi profesi dan atau pihak
eksternal yang profesional dan relevan.
 Mahasiswa yang lulus uji kompetensi memperoleh sertifikat
pendidik bernomor register yang dikeluarkan oleh LPTK.
Ujian Tulis
Ujian tulis diselenggarakan dengan menggunakan
seperangkat tes essai yang berupa pemecahan masalah.
Rambu-rambu ujian tulis dapat dilihat sebagai berikut.
No. Aspek Ujian Deskripsi
1 Materi ujian Materi uji bersumber dari portofolio hasil
workshop, PPL, dan Subjek Specific Paedagogy
(SSP). Bahan ajar SSP dapat berupa modul, buku
teks, media dan lain-lain.
2 Bentuk soal Soal berbentuk uaraian berbasis kasus dan
berorientasi pada pencapaian SKL PPG.
3 Kualitas soal Soal mengungkap kemampuan kognitif minimal
pada level analisis (C4).
Ujian Kinerja
Ujian kinerja berupa kemampuan membuat perencanaan dan
mengelola pembelajaran di kelas (real teaching). Ujian kinerja
dilakukan paling sedikit satu kali tatap muka. Rambu-rambu ujian
kinerja dapat dilihat sebagai berikut.
No Aspek Ujian Deskripsi
1 Materi Ujian Bahan pembelajaran sesuai dengan program pembelajaran
pada kalender akademik lembaga PAUD.
2 Bentuk ujian Praktik mengajar riil (real teaching).
3 Instrumen Lembar Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran
4 Waktu ujian Minimal 1 pertemuan kegiatan pembelajaran
5 Standar Kelulusan
minimal
Minimal untuk dinyatakan lulus mencapai nilai B
6 Penguji Penguji terdiri dari tiga orang yaitu dosen pembimbing
prodi/jurusan, guru pamong dan satu orang dari organisasi
profesi atau pihak ekternal yang profesional dan relevan.
K. Ketentuan Kelulusan
Penentuan kelulusan mahasiswa PPG SM-3T dilakukan
dengan rumus penilaian berikut :
NK = W (30) + P(40) + UT (10) + UK (20)
100
Keterangan :
NK = Nilai Kelulusan PPG
W = Nilai Workshop
P = Nilai PPL
UT = Uji Tulis
UK = Uji Kinerja
L. Hak Lulusan
Lulusan program PPG SM-3T ini akan
diberikan sertifikat guru profesional
yang diterbitkan oleh Direktorat
Diktendik, Ditjen DIKTI, Kemendikbud.
Pengelolaan Program PPG SM-3T
 Pengelolaan pendidikan profesi membutuhkan
regulasi kebijakan yang berorientasi pada reformasi
kelembagaan dan peningkatan mutu pendidikan
guru secara terintegrasi antarprogram pendidikan
S1 dan pendidikan profesi.
 Secara operasional, kelembagaan dijabarkan dalam
pelaksanaan tugas dan fungsi mulai dari tingkat
universitas, fakultas, jurusan dan program studi
Asrama Sebagai Komunitas
Pembelajaran
A. Tujuan Pendidikan Berasrama
1) membentuk mahasiswa Program PPG SM-3T
menjadi pribadi bermoral luhur, berprestasi,
mandiri, disiplin, sehat jasmani dan rohani;
2) membentuk mahasiswa yang peka dan mampu
beradaptasi dengan lingkungan yang
majemuk; dan
3) menumbuhkan pribadi-pribadi yang
berkarakter (jujur, cerdas, tangguh, dan
peduli).
B. Prinsip pendidikan berasrama
1)Keteladanan
2)Latihan dan Pembiasaan
3)Pendidikan melalui Ibrah (Mengambil Hikmah)
4)Pendidikan melalui Nasihat
5)Pendidikan melalui Kedisiplinan
6)Kemandirian
7)Persaudaraan dan Persatuan
B. Alternatif Program Pendidikan Berasrama
1. Pembinaan Mental (Bintal).
2. Program Belajar Bersama (PBB).
3. Apel Pagi (Apa).
4. Senam Asrama (Senar).
5. Gerakan Budaya Bersih Asrama (GBBA).
6. Gugus Disiplin Asrama (GDA).
C. Persiapan yang Perlu Dilakukan LPTK
1. Merumuskan visi, misi, prasetya, kode kehormatan, tata tertib,
dan etiket kehidupan warga asrama.
2. Menyosialisasikan visi, misi, prasetya, kode kehormatan, tata
tertib, dan etiket kehidupan asrama kepada semua pemangku
kepentingan.
3. Menyusun struktur organisasi dan fungsi asrama dilengkapi
dengan rumusan diskripsi tugas, tanggung jawab, dan hak
setiap unsur pengelola.
4. Menyusun jadwal kegiatan penghuni atau warga asrama.
5. Menyusun jadwal kegiatan yang bersifat periodik dan/atau
insidental yang dapat menumbuhkan dan membentuk soft skill
dan hard skill atau keterampilan-keterampilan tertentu
D. Fasilitas Asrama
1. Kamar tidur dilengkapi dengan tempat tidur, almari pakaian,
meja, rak buku, . Jika memungkinkan di dalam kamar tidur
disediakan meja kursi belajar.
2. Ruang belajar bersama yang dapat berfungsi juga sebagai
tempat diskusi atau rapat warga asrama.
3. Ruang makan beserta mebeler dan perlengkapannya.
4. Sarana ibadah dan pendalaman/kajian agama.
5. Sarana olah raga.
6. Ruang kesehatan yang dilengkapi perlengkapan PPPK dan
akses untuk merujuk ke rumah sakit diperlukan.
7. Sarana MCK yang memadai dari segi jumlah dan kebersihan.
8. Wisma pengelola asrama.
9. Ruang dan perlengkapan pendukung lainnya, antara lain
dapur, ruang menerima tamu, dan perlengkapan kebersihan.
Pengertian: Proses penetapan dan pemenuhan
standar mutu pengelolaan pendidikan tinggi secara
konsisten dan berkelanjutan.
Tujuan: agar stakeholders (mahasiswa, orang tua,
dunia kerja, pemerintah, dosen, tenaga penunjang,
serta pihak-pihak lain yang berkepentingan)
memperoleh kepuasan
37
Penjaminan Mutu
Konsep Penjaminan Mutu
 Penjaminan mutu adalah proses penetapan dan
pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten
dan berkelanjutan, sehingga konsumen, produsen, dan
pihak lain yang berkepentingan memperoleh kepuasan.
 Penjaminan mutu harus dilakukan secara internal
maupun eksternal. Penjaminan mutu internal
dilaksanakan oleh penyelenggara program PPG SM-3T
melalui evaluasi diri berdasarkan fakta yang ada,
dianalisis dan hasilnya digunakan untuk menyusun
perencanaan program. Evaluasi eksternal dilaksanakan
oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
D. Monitoring dan Evaluasi Program PPG SM-3T
1. Tujuan Evaluasi Program PPG SM-3T
a.Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu program
PPG sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
b.Kegiatan monitoring pelaksanaan program PPG SM-3T
dimaksudkan untuk mengamati dan memantau kegiatan yang
dilakukan oleh penyelenggara, agar program ini dapat berjalan
sesuai dengan ketentuan dan rambu-rambu yang telah
ditetapkan, sehingga tujuan dapat dicapai. Selain itu hasil
monitoring juga dapat digunakan untuk memberi masukan
kepada penyelenggara tentang berbagai faktor yang menjadi
kendala sehingga perlu segera dicarikan solusinya.
2. Ruang lingkup
Konteks, meliputi kebutuhan dan harapan daerah dan
stakeholders terhadap pelaksanaan program PPG SM-3T.
Input, meliputi ketersediaan dan kesiapan sumberdaya, sarana
dan prasarana penyelenggaraan program PPG SM-3T.
Proses, meliputi kegiatan dalam pelaksanaan program PPG SM-
3T.
Produk/Hasil, meliputi:
a. Output, meliputi kinerja yang dicapai pengelola program
PPG SM-3T, misalnya kualitas dan jumlah lulusan.
b. Outcomes, meliputi dampak jangka pendek dan jangka
panjang terhadap perkembangan profesionalitas calon guru
dan peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan.
3. Pelaksanaan
a.Evaluasi program PPG SM-3T dilakukan oleh evaluator
internal, yaitu lembaga penyelenggara melalui unit
penjaminan mutu LPTK.
b.Evaluasi program PPG SM-3T juga dilakukan oleh evaluator
eksternal, yaitu guru dan kepala sekolah jenjang PAUD,
pendidikan dasar dan menengah, organisasi profesi, LPTK
lain.
4. Laporan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
a. Laporan hasil evaluasi berisi tentang pelaksanaan program PPG SM-3T
dan hasil yang dicapai.
b. Laporan hasil evaluasi juga memuat tentang faktor-faktor penghambat
dan pendukung keberhasilan program PPG SM-3T.
c. Laporan hasil evaluasi program PPG SM-3T disusun dengan sistematika
sebagai berikut: pendahuluan, pelaksanaan, hasil evaluasi, kesimpulan,
dan rekomendasi.
d. Laporan hasil evaluasi yang dibuat oleh unit program ditujukan kepada
pimpinan perguruan tinggi penyelenggara (Dekan/Rektor).
e. Laporan hasil evaluasi program PPG SM-3T yang dilakukan oleh pihak
penyelenggara disampaikan kepada Direktur Ketenagaan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional setiap
akhir semester.
f. Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk
kelanjutan pelaksanaan program PPG SM-3T.
Penutup
Panduan program PPG SM-3T ini disusun untuk
dijadikan panduan dalam menyelenggarakan
pendidikan profesi guru, sehingga hal-hal yang
bersifat teknis yang terkandung di dalam
naskah ini diterjemahkan dalam bentuk
perencanaan program PPG SM-3T.
Tayangan program ppg sm 3 t 2013 final acacia

Tayangan program ppg sm 3 t 2013 final acacia

  • 1.
    PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)SM-3T KEMENTERIAN PENDIDIKAN DANKEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI 2013
  • 2.
    PENDAHULUAN 1. Pemerintah mengusahakandan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang (UUD 1945 pasal 31 ayat 3 yang telah diamandemen) 2. Untuk mewujudkan amanat tersebut, Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan, antara lain UUSPN No.20/2003, UUGD No.14/2005, dan PP No.74/2008 Tentang Guru   3. NKRI dengan wilayah yang sangat luas dan heterogen memiliki berbagai permasalahan pendidikan, terutama pada daerah 3T.
  • 3.
    4. Daerah 3Tperlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh, utamanya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan pendidikan, agar dapat maju bersama dan sejajar dengan daerah lain. 5. Untuk itu, Kemdikbud mengembangkan program  Sarjana Mendidik di daerah 3T (SM-3T) dan  Pendidikan Profesi Guru (PPG) SM-3T  
  • 4.
    PENGERTIAN Program PPG SM-3Tadalah Program Pendidikan Profesi Guru bagi sarjana pendidikan yang telah melaksanakan tugas pengabdian di daerah 3T selama satu tahun
  • 5.
    LANDASAN HUKUM 1. UUNomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 3. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 4. PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 5. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. 6. Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. 7. Permendiknas Nomor 8 Tahun 2009 tentang Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan.
  • 6.
    TUJUAN PROGRAM PPGSM-3T Menghasilkan calon guru yang memiliki kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, melakukan pembimbingan, dan pelatihan peserta didik serta melakukan penelitian, dan mampu mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan (Permendiknas No 8 Tahun 2009 Pasal 2)
  • 7.
    PENYELENGGARA PROGRAM PPGSM-3T Perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang memenuhi persyaratan: 1. pemenuhan persyaratan yang terkait dengan peringkat akreditasi BAN-PT 2. ketaatan azas dalam penyelenggaraan perguruan tinggi sesuai dengan peraturan perundangan 3. komitmen LPTK 4. kualitas sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan Tridharma PT 5. fasilitas asrama 6. Program Pengalaman Lapangan (PPL)
  • 8.
    PERSYARATAN PESERTA 1. SarjanaPendidikan yang telah selesai melaksanakan tugas pengabdian melalui Program SM-3T. 2. Memiliki latar belakang bidang studi yang sesuai dengan program studi PPG. 3. Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan Dokter. 4. Bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) dari pejabat yang berwenang, yang disertai dengan hasil tes urine. 5. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian. 6. Mendapatkan ijin dari orangtua/wali, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai. 7. Sanggup mengikuti seluruh kegiatan di kelas maupun di asrama, dengan tingkat kehadiran/partisipasi penuh.
  • 9.
    KURIKULUM DAN SISTEMPEMBELAJARAN A. Struktur Kurikulum Program PPG No Lulusan S-1 Kependidikan 1 Pemantapan/penguatan materi, dan pengembangan perangkat untuk pembelajaran bidang studi yang mendidik (subject specific pedagogy) 2 PPL Kependidikan
  • 10.
    B. Beban Belajar 18 – 20 SKS untuk TK/RA/TKLB atau bentuk lain yang sederajat lulusan S-1/D-IV Kependidikan untuk TK/RA/TKLB atau bentuk lain yang sederajat.  18 – 20 SKS untuk SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat lulusan S-1/D-IV) kependidikan untuk SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat.  36 – 40 SKS untuk SMP/MTs/SMPLB atau bentuk lain yang sederajat dan satuan pendidikan MA/MA/SMALB/SMK/ MAK atau bentuk lain yang sederajat, lulusanS-1/ D-IV Kependidikan dan S-1/D-IV Non Kependidikan.
  • 11.
    C. Acuan Pengembangankurikulum 1. Kompetensi yang berimplikasi kepada perancangan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran dengan mengacu pada perangkat kompetensi yang akan dicapai. 2. Pengembangan yang lebih ditekankan pada aspek pengembangan keterampilan yang kontekstual dengan profesi guru, didukung oleh kegiatan praktik, praktikum, dan workshop tanpa mengabaikan aspek-aspek teoretis yang relevan. 3. Pentingnya keterlibatan pihak-pihak pemangku kepentingan (stakeholders), antara lain asosiasi profesi program studi dan pengguna lulusan, dalam keseluruhan proses pengembangan kurikulum.
  • 12.
    D. Sistem Pembelajaran Prinsip-prinsippembelajaran yang perlu diperhatikan: 1.Belajar dengan berbuat (learning by doing) 2.Keaktifan peserta didik 3.Higher order thinking 4.Dampak pengiring (nurturant effects) 5.Mekanisme balikan secara berkala 6.Pemanfaatan teknologi informasi 7.Pembelajaran Kontekstual 8.Penggunaan strategi dan model pembelajaran yang bervariasi dalam mengaktifkan peserta didik
  • 13.
  • 14.
    E. Praktik PengalamanLapangan (PPL) Tujuan umum penyelenggaraan PPL adalah agar peserta PPG SM-3T menjadi pendidik profesional yang memiliki seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional secara utuh.
  • 15.
    Sistem, Prosedur, danKegiatan PPL A. Sistem PPL menerapkan pendekatan supervisi klinis dan tindakan reflektif dengan prinsip berkelanjutan, terstruktur, dan relevan dengan perangkat pembelajaran. Supervisi klinis dilaksanakan dengan prinsip-prinsip: (1)hubungan kolegial dan interaktif yang sinergis dan terbuka; (2)pertemuan untuk musyawarah secara demokratis; (3)sasaran supervisi adalah kebutuhan dan aspirasi peserta; (4)pengkajian balikan berdasarkan data observasi untuk memantapkan rencana kegiatan selanjutnya; dan (5)mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab peserta.
  • 16.
    Sistem, Prosedur, danKegiatan PPL B. Prosedur dan Kegiatan Prosedur dan kegiatan PPL dapat dilakukan dengan pola blok. Kegiatan PPL pola blok: 1.Persiapan PPL melalui observasi dan orientasi di sekolah mitra 2.Praktik mengajar terbimbing 3.Praktik mengajar mandiri 4.Ujian praktik mengajar
  • 17.
    Pelaksanaan Workshop Pengembangan PerangkatPembelajaran dan PPL Pola Blok (untuk PPG 2 semester)
  • 18.
    KRITERIA SEKOLAH MITRA (1)Sekolah mitra sebagai lokasi PPL PPG SM-3T sekurang-kurangnya memiliki peringkat akreditasi B. (2) Terikat dalam nota kesepahaman antara dinas pendidikan kabupaten/kota dengan LPTK penyelenggara PPG SM-3T yang masih berlaku. Pola kemitraan bersifat kolaboratif.
  • 19.
    Pelaksanaan PPL 1. PersiapanPPL 1) penetapan peserta PPL; 2)pendataan dan pemetaan sekolah; 3)penetapan DP; 4)koordinasi dengan sekolah mitra untuk menetapkan GP dan jadwal pelaksanaan PPL; 5)pembekalan DP dan GP; dan 6)pembekalan peserta PPL. 2. Pelaksanaan PPL 1)Penyerahan peserta PPL oleh pihak LPTK penyelenggara ke sekolah mitra. 2)Pelaksanaan PPL di sekolah mitra 3)Penarikan peserta PPL.
  • 20.
    Pelaksanaan PPL (Lanj…) 3.Penilaian PPL a)Penilaian terdiri atas penilaian proses dan penilaian akhir. Komponen penilaian terdiri atas kemampuan mengemas perangkat pembelajaran, praktik-mengajar, kemampuan melakukan tindakan reflektif, dan kemampuan aspek personal dan sosial. b)Penilaian dilakukan oleh GP dan DP yang meliputi: (a) praktik mengajar, (b) kegiatan nonmengajar, (c) kompetensi sosial dan kepribadian, (d) portofolio, (e) laporan PPL, dan (f) laporan PTK. Seluruh aspek penilaian menggunakan instrumen penilaian disertai deskriptornya. c)Kriteria kelulusan PPL minimal B.
  • 21.
    Kegiatan Peserta SelamaPPL 1. Observasi dan Orientasi Lapangan 2. Praktik mengajar 3. Pengembangan kompetensi kepribadian dan sosial 4. Melaksanakan kegiatan non-mengajar 5. Membuat Laporan PPL 6. Menyusun Laporan PTK 7. Mengumpulkan Portofolio
  • 22.
    F. Sistem Asesmendan Evaluasi Kompetensi Lulusan Program PPG PPG SM-3T 1. Asesmen Penguasaan Kemampuan Akademik Penguasaan kemampuan akademik yang komprehensif dijabarkan dari sosok utuh calon guru yang profesional, diases melalui Tes Kemampuan Akademik berupa ujian tertulis, baik berbentuk objektif (seperti multiple-choice) maupun esai dan pemecahan masalah, serta ujian kinerja. 2. Asesmen Penguasaan Kemampuan Profesional a. Asesmen kinerja penguasaan kemampuan menyusun Rencana RPP yang berbasis pada sistem pembelajaran seperti yang diuraikan di atas. b. Asesmen kinerja dalam konteks otentik dilakukan melalui pengamatan para ahli. 3. Asesmen dan Evaluasi dalam Konteks Ujian Akhir Komponen ujian akhir terdiri dari ujian tulis dan ujian kinerja
  • 23.
    G. Kelulusan danKriterianya 1. Peserta Program PPG SM-3T dapat dinyatakan lulus apabila memenuhi syarat dan kriteria berikut. Mempunyai kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan workshop, PPL, dan kegiatan akademis lainnya, termasuk kegiatan di asrama, tidak absen atau meningggalkan kegiatan sesuai peraturan. 2. Menjaga etika dan kepribadian selama mengikuti kegiatan workshop, PPL, dan kegiatan akademis, dan selama di asrama. Tidak pernah melanggar peraturan, tata-tertib, dan etika yang ada. 3. Mencapai nilai kelulusan pada kegiatan workshop, PPL, dan uji kompetensi.
  • 24.
    H. Penilaian KegiatanWorkshop 1. Asesmen dilakukan secara berkelanjutan. 2. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Hasil PAP menggambarkan profil kompetensi yang telah dan belum dicapai mahasiswa. 3. Penilaian meliputi penilaian proses dan hasil. Penilaian proses mencakup aktivitas mahasiswa dalam diskusi kelompok, kerja kelompok/ individual, dan peer teaching/micro teaching. Penilaian produk/hasil berupa portofolio yang berisi kurikulum, RPP/SKM/SKH, media pembelajaran, instrumen penilaian perkembangan anak, bahan pembelajaran, dan penataan lingkungan bermain. Jika diperlukan asessmen secara mendalam dapat dilakukan melalui wawancara. 4. Hasil evaluasi dinyatakan dalam huruf atau angka atas dasar persentase pencapaian kompetensi. 5. Kriteria minimal kelulusan adalah 80%. Hasil evaluasi di bawah kriteria minimal diberi kesempatan untuk memperbaiki dengan pembimbingan.
  • 25.
    I. Penilaian PPL 1.Penilaian dilakukan selama PPL, yang terdiri atas penilaian proses dan produk. Penilaian proses mencakup praktik mengajar, kegiatan non mengajar dan aspek sosial kepribadian. Penilaian produk mencakup perangkat pembelajaran, dan laporan PPL. 2. Penilaian proses dan produk PPL dilakukan oleh DP dan GP. 3. Bobot penilaian akhir PPL adalah sebagai berikut. 4. Kriteria kelulusan PPL minimal B (3,0). Mahasiswa yang hasil evaluasinya masih di bawah kriteria minimal diberi kesempatan latihan tambahan sampai berhasil mencapai nilai minimal. No. Aspek yang Dinilai Bobot 1 Praktik mengajar 1 sd n 5 2 Kegiatan non mengajar 2 3 Kompetensi sosial dan kepribadian 2 4 Laporan PPL 1 Jumlah 10
  • 26.
    J. Uji Kompetensi Uji kompetensi sebagai ujian akhir PPG SM-3T terdiri atas ujian tulis dan ujian kinerja.  Ujian ini ditempuh setelah mahasiswa lulus dalam kegiatan workshop dan PPL.  Ujian tulis dilaksanakan oleh program studi/ jurusan penyelenggara.  Ujian kinerja dilaksanakan oleh program studi/ jurusan dengan melibatkan organisasi profesi dan atau pihak eksternal yang profesional dan relevan.  Mahasiswa yang lulus uji kompetensi memperoleh sertifikat pendidik bernomor register yang dikeluarkan oleh LPTK.
  • 27.
    Ujian Tulis Ujian tulisdiselenggarakan dengan menggunakan seperangkat tes essai yang berupa pemecahan masalah. Rambu-rambu ujian tulis dapat dilihat sebagai berikut. No. Aspek Ujian Deskripsi 1 Materi ujian Materi uji bersumber dari portofolio hasil workshop, PPL, dan Subjek Specific Paedagogy (SSP). Bahan ajar SSP dapat berupa modul, buku teks, media dan lain-lain. 2 Bentuk soal Soal berbentuk uaraian berbasis kasus dan berorientasi pada pencapaian SKL PPG. 3 Kualitas soal Soal mengungkap kemampuan kognitif minimal pada level analisis (C4).
  • 28.
    Ujian Kinerja Ujian kinerjaberupa kemampuan membuat perencanaan dan mengelola pembelajaran di kelas (real teaching). Ujian kinerja dilakukan paling sedikit satu kali tatap muka. Rambu-rambu ujian kinerja dapat dilihat sebagai berikut. No Aspek Ujian Deskripsi 1 Materi Ujian Bahan pembelajaran sesuai dengan program pembelajaran pada kalender akademik lembaga PAUD. 2 Bentuk ujian Praktik mengajar riil (real teaching). 3 Instrumen Lembar Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran 4 Waktu ujian Minimal 1 pertemuan kegiatan pembelajaran 5 Standar Kelulusan minimal Minimal untuk dinyatakan lulus mencapai nilai B 6 Penguji Penguji terdiri dari tiga orang yaitu dosen pembimbing prodi/jurusan, guru pamong dan satu orang dari organisasi profesi atau pihak ekternal yang profesional dan relevan.
  • 29.
    K. Ketentuan Kelulusan Penentuankelulusan mahasiswa PPG SM-3T dilakukan dengan rumus penilaian berikut : NK = W (30) + P(40) + UT (10) + UK (20) 100 Keterangan : NK = Nilai Kelulusan PPG W = Nilai Workshop P = Nilai PPL UT = Uji Tulis UK = Uji Kinerja
  • 30.
    L. Hak Lulusan Lulusanprogram PPG SM-3T ini akan diberikan sertifikat guru profesional yang diterbitkan oleh Direktorat Diktendik, Ditjen DIKTI, Kemendikbud.
  • 31.
    Pengelolaan Program PPGSM-3T  Pengelolaan pendidikan profesi membutuhkan regulasi kebijakan yang berorientasi pada reformasi kelembagaan dan peningkatan mutu pendidikan guru secara terintegrasi antarprogram pendidikan S1 dan pendidikan profesi.  Secara operasional, kelembagaan dijabarkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi mulai dari tingkat universitas, fakultas, jurusan dan program studi
  • 32.
    Asrama Sebagai Komunitas Pembelajaran A.Tujuan Pendidikan Berasrama 1) membentuk mahasiswa Program PPG SM-3T menjadi pribadi bermoral luhur, berprestasi, mandiri, disiplin, sehat jasmani dan rohani; 2) membentuk mahasiswa yang peka dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang majemuk; dan 3) menumbuhkan pribadi-pribadi yang berkarakter (jujur, cerdas, tangguh, dan peduli).
  • 33.
    B. Prinsip pendidikanberasrama 1)Keteladanan 2)Latihan dan Pembiasaan 3)Pendidikan melalui Ibrah (Mengambil Hikmah) 4)Pendidikan melalui Nasihat 5)Pendidikan melalui Kedisiplinan 6)Kemandirian 7)Persaudaraan dan Persatuan
  • 34.
    B. Alternatif ProgramPendidikan Berasrama 1. Pembinaan Mental (Bintal). 2. Program Belajar Bersama (PBB). 3. Apel Pagi (Apa). 4. Senam Asrama (Senar). 5. Gerakan Budaya Bersih Asrama (GBBA). 6. Gugus Disiplin Asrama (GDA).
  • 35.
    C. Persiapan yangPerlu Dilakukan LPTK 1. Merumuskan visi, misi, prasetya, kode kehormatan, tata tertib, dan etiket kehidupan warga asrama. 2. Menyosialisasikan visi, misi, prasetya, kode kehormatan, tata tertib, dan etiket kehidupan asrama kepada semua pemangku kepentingan. 3. Menyusun struktur organisasi dan fungsi asrama dilengkapi dengan rumusan diskripsi tugas, tanggung jawab, dan hak setiap unsur pengelola. 4. Menyusun jadwal kegiatan penghuni atau warga asrama. 5. Menyusun jadwal kegiatan yang bersifat periodik dan/atau insidental yang dapat menumbuhkan dan membentuk soft skill dan hard skill atau keterampilan-keterampilan tertentu
  • 36.
    D. Fasilitas Asrama 1.Kamar tidur dilengkapi dengan tempat tidur, almari pakaian, meja, rak buku, . Jika memungkinkan di dalam kamar tidur disediakan meja kursi belajar. 2. Ruang belajar bersama yang dapat berfungsi juga sebagai tempat diskusi atau rapat warga asrama. 3. Ruang makan beserta mebeler dan perlengkapannya. 4. Sarana ibadah dan pendalaman/kajian agama. 5. Sarana olah raga. 6. Ruang kesehatan yang dilengkapi perlengkapan PPPK dan akses untuk merujuk ke rumah sakit diperlukan. 7. Sarana MCK yang memadai dari segi jumlah dan kebersihan. 8. Wisma pengelola asrama. 9. Ruang dan perlengkapan pendukung lainnya, antara lain dapur, ruang menerima tamu, dan perlengkapan kebersihan.
  • 37.
    Pengertian: Proses penetapandan pemenuhan standar mutu pengelolaan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan. Tujuan: agar stakeholders (mahasiswa, orang tua, dunia kerja, pemerintah, dosen, tenaga penunjang, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan) memperoleh kepuasan 37 Penjaminan Mutu
  • 38.
    Konsep Penjaminan Mutu Penjaminan mutu adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga konsumen, produsen, dan pihak lain yang berkepentingan memperoleh kepuasan.  Penjaminan mutu harus dilakukan secara internal maupun eksternal. Penjaminan mutu internal dilaksanakan oleh penyelenggara program PPG SM-3T melalui evaluasi diri berdasarkan fakta yang ada, dianalisis dan hasilnya digunakan untuk menyusun perencanaan program. Evaluasi eksternal dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
  • 39.
    D. Monitoring danEvaluasi Program PPG SM-3T 1. Tujuan Evaluasi Program PPG SM-3T a.Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu program PPG sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. b.Kegiatan monitoring pelaksanaan program PPG SM-3T dimaksudkan untuk mengamati dan memantau kegiatan yang dilakukan oleh penyelenggara, agar program ini dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan rambu-rambu yang telah ditetapkan, sehingga tujuan dapat dicapai. Selain itu hasil monitoring juga dapat digunakan untuk memberi masukan kepada penyelenggara tentang berbagai faktor yang menjadi kendala sehingga perlu segera dicarikan solusinya.
  • 40.
    2. Ruang lingkup Konteks,meliputi kebutuhan dan harapan daerah dan stakeholders terhadap pelaksanaan program PPG SM-3T. Input, meliputi ketersediaan dan kesiapan sumberdaya, sarana dan prasarana penyelenggaraan program PPG SM-3T. Proses, meliputi kegiatan dalam pelaksanaan program PPG SM- 3T. Produk/Hasil, meliputi: a. Output, meliputi kinerja yang dicapai pengelola program PPG SM-3T, misalnya kualitas dan jumlah lulusan. b. Outcomes, meliputi dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap perkembangan profesionalitas calon guru dan peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan.
  • 41.
    3. Pelaksanaan a.Evaluasi programPPG SM-3T dilakukan oleh evaluator internal, yaitu lembaga penyelenggara melalui unit penjaminan mutu LPTK. b.Evaluasi program PPG SM-3T juga dilakukan oleh evaluator eksternal, yaitu guru dan kepala sekolah jenjang PAUD, pendidikan dasar dan menengah, organisasi profesi, LPTK lain.
  • 42.
    4. Laporan HasilEvaluasi dan Tindak Lanjut a. Laporan hasil evaluasi berisi tentang pelaksanaan program PPG SM-3T dan hasil yang dicapai. b. Laporan hasil evaluasi juga memuat tentang faktor-faktor penghambat dan pendukung keberhasilan program PPG SM-3T. c. Laporan hasil evaluasi program PPG SM-3T disusun dengan sistematika sebagai berikut: pendahuluan, pelaksanaan, hasil evaluasi, kesimpulan, dan rekomendasi. d. Laporan hasil evaluasi yang dibuat oleh unit program ditujukan kepada pimpinan perguruan tinggi penyelenggara (Dekan/Rektor). e. Laporan hasil evaluasi program PPG SM-3T yang dilakukan oleh pihak penyelenggara disampaikan kepada Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional setiap akhir semester. f. Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk kelanjutan pelaksanaan program PPG SM-3T.
  • 43.
    Penutup Panduan program PPGSM-3T ini disusun untuk dijadikan panduan dalam menyelenggarakan pendidikan profesi guru, sehingga hal-hal yang bersifat teknis yang terkandung di dalam naskah ini diterjemahkan dalam bentuk perencanaan program PPG SM-3T.