TASK W9
Universitas Persatuan Islam
Teori Perilaku
Konsumen
Pendekatan Ordinal
Contoh Perhitungan
Dosen Pengampu
Hj.Enung Suwarni S.E,M.B.A
Stefan Tanaga
21.04.003
03
Dec 2021
INDIFFERRENCE CURVE AND BUDGET LINE ANALYSIS
Indifference Curve Budget Line
ISSUE
“Tujuan utama dari konsumen
dalam mengonsumsi suatu produk
atau barang dan jasa adalah untuk
memaksimalkan kepuasan total
(total utility)”
 Kepuasan total dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan
yang mencerminkan kebutuhan, keinginan, dan harapan
konsumen dapat terpenuhi melalui produk, barang dan jasa
yang dikonsumsinya.
 Kepuasan total konsumen dapat dioptimalkan jika barang
tersebut memiliki nilai tukar dan nilai pakai yang tinggi ,
artinya jika suatu produk, barang dan jasa dapat
memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan mayarakat
konsumen, maka konsumen akan bersedia membayar
dengan harga yang lebih tinggi.
Untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam memperoleh
kepuasan terhadap barang dan jasa yang dikonsumsinya
dapat dilakukan dengan dua pendekatan
1. Pendekatan Ordinal
Pendekatan ordinal menggunakan pengukuran ordinal
(atau bertingkat atau skala) dalam menganalisis
kepuasan konsumen.
2. Pendekatan Kardinal
Pendekatan ini diukur dengan satuan uang atau utilitas,
dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung
kepada subyek yang menilai.
Pendekatan ordinal berasumsi bahwa
1. Tingkat utilitas total yang dapat dicapai oleh
konsumen merupakan fungsi dari kuantitas
barang.
2. Konsumen akan berusaha untuk
memaksimalkan kepuasannya sesuai dengan
anggaran yang dimiliki atau dikeluarkannya.
3. Konsumen hanya memiliki skala preferensi.
 Skala preferensi adalah suatu kaidah dalam menentukan
pilihan terhadap barang yang akan dikonsumsi. Skala
preferensi tersebut memiliki ciri sebagai berikut:
1.Konsumen mampu membuat peringkat kepuasan
terhadap barang. Ini artinya konsumen mampu
membedakan tingkat kepuasan dalam pemenuhan barang,
misalnya minum kopi hangat lebih puas dibandingkan
minum susu hangat.
2.Peringkat kepuasan tersebut bersifat transitif artinya jika
kopi hangat lebih disukai daripada susu hangat, sedangkan
susu hangat lebih disukai daripada the hangat, maka kopi
hangat lebih disukai daripada teh hangat, bukan
sebaliknya.
3.Konsumen selalu ingin mengkonsumsi jumlah barang
yang lebih banyak karena konsumen tidak pernah
terpuaskan.
Konsep Analisa Perilaku Konsumen
1. Kepuasan Sama ( Indifference Curve )
2. Garis Anggaran ( Budget Line )
 Asumsi Indifference Curve Pendekatan Ordinal
a). Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang
konsumsi dalam bentuk indifference map atau
kumpulan indiferen.
b). Konsumen memiliki sejumlah uang atau dana tertentu
untuk memenuhi konsumsinya
c). Konsumen selalu berupaya untuk mendapatkan
kepuasan yang maksimum.
d). Kurva indiferen diasumsikana hanya ada dua jenis
barang yang dapat memberikan kepuasan kepada
konsumen.
 Ciri Ciri Indefference Curve Pendekatan Ordinal,
a). Kurva indifference bergerak turun dari kiri atas ke kanan
bawah, atau memiliki kemiringan Slop negative.
b). Kurva berbentuk cembung ke arah titik nol origin
c). Jika lebih dari saru kurva, maka tidak ada kurva yang
saling berpotongan
d). Jika lebih dari saru kurva, maka Kurva yang terletak
paling kanan menunjukkan kepuasan yang paling tinggi
Indifference curve
“suatu garis yang menggambarkan
hubungan atau kombinasi dari dua jenis
barang konsumsi yang memberikan
kepuasan yang sama”
Contoh tabel kombinasi dua barang konsumsi yaitu barang
konsumsi M dan barang konsumsi P yang memberikan
kepuasan yang sama.
Seluruh Kombinasi yaitu A sampai kombinasi E akan
memberikan nilai kepuasan yang sama. Mengkonsumsi
barang dengan kombinasi A sama puasnya dengan
mengkonsumsi barang kombinasi B , C, D, atau E.
Misalkan mengkonsumsi 24 barang M dan 4 barang P akan
sama puasnya dengan mengkonsumsi 16 barang M dan 6
barang P. Dan seterusnya sampai kombinasi E.
Kurva indifference
“ Dibangun oleh sumbu horisontal
yang menunjukkan jumlah barang
konsumsi P dan sumbu vertikal
yang menunjukkan jumlah barang
konsumsi M”
Data diatas bila di konversi ke dalam
grafik akan diperoleh suatu garis
yang disebut indifference curve
seperti ditunjukkan pada gambar
disamping.
Pada kombinasi A (titik A), konsumen mengkonsumsi 24
barang konsumsi M dan 4 barang P
. Jika konsumen
mengurangi konsumsi barang M menjadi 16, maka konsumen
harus menambah konsumsi barang P sebanyak 2 unit untuk
membentuk kombinasi B (titik B), sehingga mendapat
kepuasan yang sama dengan kombinasi sebelumnya yaitu
kombinasi A.
Marginal Rate of Substitution
“Merupakan perbandingan antara perubahan (pengurangan)
suatu barang konsumsi tertentu terhadap perubahan
(penambahan) barang konsumsi yang lainnya agar mendapat
kepuasan yang sama”
Nilai Marginal rate of substitution dapat dinyatakan
dengan menggunakan persamaan rumus berikut
MRSMP = – ΔM/ΔP
MRSMP = – (Mn – Mn-1)/(Pn – Pn-1)
MRSMP = Marginal rate of substitution
ΔM= perubahan (pengurangan) konsumsi barang M
ΔP = perubahan (penambahan) konsumsi barang P
Contoh :
Nilai Marginal rate of substitution ketika konsumen
merubah kombinasi konsumsi dari kombinasi A
menjadi kombinasi B dapat dihitung seperti berikut
MRSMP = – ΔM/ΔP
MRSMP = – (MB – MA)/(PB – PA)
MRSMP = – (16 – 24)/(6 – 4)
MRSMP = – (- 8/2)
MRSMP = 4
Ketika ada perubahan kombinasi dari B ke kombinasi C,
maka Nilai Marginal rate of substitution adalah
MRSMP = – (MC – MB)/(PC – PB)
MRSMP = – (10 – 16)/(10 – 6)
MRSMP = – (- 6/4)
MRSMP = 1,5 dan seterusnya sampai kombinasi E
Perhitungan secara keseluruhan nilai Marginal Rate of
Substitution dapat dilihat pada tabel berikut
Kurva indiferen dapat bergeser ke kiri atau ke kanan ,
seperti pada gambar diatas. Pergeseran kurva indiferen
ke kiri, misal dari kurva AA ke kurva CC, menunjukkan
kepuasan yang diperoleh dalam mengkonsumsi kedua
barang berkurang. Sebaliknya, pergeseran kurva indiferen
ke kanan, misal kurva AA ke kurva BB, menunjukkan
kepuasan dalam mengkonsumsi kedua barang bertambah
Budget Line Garis Anggaran Perilaku Konsumen
Pendekatan Ordinal
Budget line adalah suatu garis yang menunjukkan
hubungan antara dua barang yang dapat dikonsumsi
dengan dana atau anggaran yang tersedia.
Fungsi Budget Line Perilaku Konsumen Pendekatan
Ordinal
Fungsi garis anggaran dapat dinyatakan dengan menggunakan
persamaan rumus berikut:
I = X. PX + Y PY
Y PY = I – X PX
jika dinyatakan dalam
besaran Y maka fungsi garis
anggaran menjadi seperti
berikut
Y = I/PY – (PX/PY) X
Keterangan
I = besar dana, pendapatan yang tersedia
Y = jumlah barang Y
PY = harga satu unit barang Y
X = jumlah barang X
PX = harga satu unit barang X
Contoh Soal
Jika dana yang dimiliki konsumen untuk konsumsi dua
barang adalah 200.000 rupiah, sedangkan harga barang X
adalah 20.000 rupiah dan harga barang Y adalah 8.000
rupiah, buatlah fungsi anggarannya
Diketahui
I = 200 rb PX = 20 rb PY = 8 rb
Rumus Fungsi Y = I/PY – (PX/PY) X
Maka fungsi garis anggarannya adalah
Y = 200/8 – (20/8) X
Y = 25 – 2,5 X
Perhitungan Kombinasi Konsumsi
Budget Line Perilaku Konsumen
Pendekatan Ordinal
Kombinasi barang X dan Y dapat dibuat dengan
menggunakan fungsi budget line. Kombinasi dapat dimulai
dengan menentukan nilai X terlebih dahulu.
Misal X adalah 0, 2, 4, 6, 8, dan 10.
Maka nilai Y dapat ditentukan dengan mensubstitusikan
nilai X ke fungsi budget line berikut
Y = 25 – 2,5 X
untuk X = 0 maka Y adalah
Y = 25 – 2,5 (0)
Y = 25
untuk X = 2 maka Y adalah
Y = 25 – 2,5 (2)
Y = 20 dan seterusnya
Membuat Kurva Budget Line Perilaku
Konsumen Pendekatan Ordinal
Fungsi garis anggaran berbentuk linear sehingga untuk
membuat Kurva cukup hubungkan dua titik akhir kurva
(curve end point).
Untuk titik akhir 1 pada X = 0 dan titik akhir 2 pada Y = 0
Membuat titik akhir 1 dengan mensubstitusi X = 0 ke
fungsi budget line berikut
Y = 25 – 2,5 X
Y = 25 – 2,5 (0)
Y = 25
Titik akhir 1 adalah (25, 0)
Membuat titik 2 dengan mensubstitusikan Y = 0 ke fungsi
budget line
Y = 25 – 2,5 X
0 = 25 – 2,5 X
X = 25/2,5
X = 10
Jadi titik akhir 2 adalah (0, 10)
Kurva budget line dari fungsi Y = 25 – 2,5 X
dapat dilihat pada gambar dibawah ini
Titik A memperlihatkan bahwa konsumen menghabiskan
anggarannya hanya untuk barang X sebanyak 25 unit.
Sedangkan titik F menunjukkan anggaran yang tersedia
hanya dibelanjakan untuk barang X.
Titik titik sepanjang kurva budget line mulai dari titik A
sampai ke titik F merupakan kombinasi barang konsumsi
yang diperoleh konsumen dengan anggaran yang sama
yaitu 200 ribu rupiah.
Kurva budget line dapat berubah apabila ada perubahan
pada harga (P) dan pendapatan atau dana yang tersedia (I)
Pengaruh Harga Barang Pada Fungsi Garis Anggaran
“Jika harga barang P turun, maka budget line bergeser ke kanan
menjauh dari titik nol (origin).Jika harga barang P naik, maka
budget line bergeser ke kiri mendekati titik nol (origin)”
Contoh
Harga barang ( P ) naik menjadi dua kali, maka
PX = 2 x 20 rb = 40 rb
PY = 2 x 8 rb = 16 rb
I = 200 rb
Fungsi garis anggaran setelah harga barang naik dua kali
adalah
Y = I/PY– (PX/PY) X
Y = 200/16 – (40/16) X
Y = 12,5 – 2,5 X
Pengaruh Pendapatan Pada Garis Anggaran
“Jika dana tersedia I turun, maka budget line bergeser sejajar
ke kiri mendekati titik nol (origin).
Jika dana tersedia I naik, maka budget line bergeser sejajar ke
kanan menjauhi titik nol (origin)”
Contoh
Anggaran naik menjadi dua kali, maka
I = 2 x 200 rb = 400 rb
PX = 20 rb
PY = 8 rb
Fungsi budget line setelah anggaran naik dua kali adalah
Y = I/PY– (PX/PY) X
Y = (400/8)– (20/8) X
Y = 50 – 2,5 X
Pergeseran Kurva Budget line akibat perubahan
harga barang dan pendapatan anggaran dapat
dilihat pada gambar dibawah ini :
Kenaikan harga dua barang konsumsi mampu menggeser kurva
budget line ke arah kiri mendekat titik nol origin yang
ditunjukkan oleh garis merah, jika anggaran yang disediakan
dinaikkan, maka kurva budget line bergerak ke arah kanan
menjauh dari titik nol origin yang ditunjukkan oleh garis hijau.
Keseimbangan Fungsi Indifference Curve dan Budget Line
Misalkan konsumen berkeinginan untuk mengkonsumsi dua
jenis barang yaitu barang X dan Barang dengan kombinasi
seperti pada tabel dibawah ini
Contoh
Konsumen memiliki anggaran yang siap digunakan
untuk konsumsi sebesar 200 ribu rupiah. Harga barang
X adalah 20 ribu rupiah dan harga barang Y adalah 8
ribu rupiah. Tentukanlah kombinasi keseimbangan
yang dapat memberikan kepuasan paling tinggi dengan
anggaran yang tersedia.
Perhitungan Kebutuhan Anggaran Dan
Kombinasi Konsumsi
Angaran yang dibutuhkan untuk tiap kombinasi dapat dihitung
dengan rumus berikut
I = X. PX + Y PY
Substitusikan harga barang untuk tiap tiap kombinasi yang ada
dalam tabel diatas seperti berikut
I1 = X1 PX + Y1 PY
X1 = 12
Y1 = 6
PX = 20 rb
PY = 8 rb
I1 = (12 x 20) + (6 x 8)
I1 = 240 + 48
I1 = 288 rb
Jadi Anggaran yang dibutuhkan untuk mendapatkan
kombinasi K1 adalah 288 ribu rupiah.
I2 = X2 PX + Y2 PY
X2 = 7
Y2 = 10
I2= (7 x 20) + (10 x 8)
I2 = 140 + 80
I2 = 220 rb
Jadi anggaran yang dibutuhkan agar dapat mengkonsumsi
Grafik Keseimbangan Indifference Curve dan Budget Line
Grafik keseimbangan dibuat dengan meletakkan fungsi
indifference curve dan fungsi budget line dalam satu grafik
yang sama seperti ditunjukkan pada gambar di bawah
Keseimbangan konsumen terjadi ketika indiferen curve
dan budget line saling bersinggungan. Titik singgungnya
merupakan titik keseimbangan. Pada titik singgung ini. ,
jumlah barang X dan Y merupakan kombinasi yang
membutuhkan anggaran sesuai dengan dana yang tersedia.
Dalam gambar di atas diketahui bahwa pada titik C
terjadi singgungan antara Indifference Curve IC dan
Budget Line BL. Titik C merupakan titik keseimbangan
antara Indifference Curve IC dan Budget Line BL.
Titik C Terjadi ketika jumlah barang X adalah 4 unit dan
barang Y adalah 15 unit. Titik C merupakan kombinasi
yang memberikan kepuasan paling tinggi untuk anggaran
200 ribu rupiah.
Terima
Kasih

TASK W9 indifference curve budget line.pptx

  • 1.
    TASK W9 Universitas PersatuanIslam Teori Perilaku Konsumen Pendekatan Ordinal Contoh Perhitungan Dosen Pengampu Hj.Enung Suwarni S.E,M.B.A Stefan Tanaga 21.04.003 03 Dec 2021 INDIFFERRENCE CURVE AND BUDGET LINE ANALYSIS Indifference Curve Budget Line ISSUE
  • 2.
    “Tujuan utama darikonsumen dalam mengonsumsi suatu produk atau barang dan jasa adalah untuk memaksimalkan kepuasan total (total utility)”  Kepuasan total dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mencerminkan kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen dapat terpenuhi melalui produk, barang dan jasa yang dikonsumsinya.  Kepuasan total konsumen dapat dioptimalkan jika barang tersebut memiliki nilai tukar dan nilai pakai yang tinggi , artinya jika suatu produk, barang dan jasa dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan mayarakat konsumen, maka konsumen akan bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi. Untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam memperoleh kepuasan terhadap barang dan jasa yang dikonsumsinya dapat dilakukan dengan dua pendekatan 1. Pendekatan Ordinal Pendekatan ordinal menggunakan pengukuran ordinal (atau bertingkat atau skala) dalam menganalisis kepuasan konsumen. 2. Pendekatan Kardinal Pendekatan ini diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung kepada subyek yang menilai.
  • 3.
    Pendekatan ordinal berasumsibahwa 1. Tingkat utilitas total yang dapat dicapai oleh konsumen merupakan fungsi dari kuantitas barang. 2. Konsumen akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya sesuai dengan anggaran yang dimiliki atau dikeluarkannya. 3. Konsumen hanya memiliki skala preferensi.  Skala preferensi adalah suatu kaidah dalam menentukan pilihan terhadap barang yang akan dikonsumsi. Skala preferensi tersebut memiliki ciri sebagai berikut: 1.Konsumen mampu membuat peringkat kepuasan terhadap barang. Ini artinya konsumen mampu membedakan tingkat kepuasan dalam pemenuhan barang, misalnya minum kopi hangat lebih puas dibandingkan minum susu hangat. 2.Peringkat kepuasan tersebut bersifat transitif artinya jika kopi hangat lebih disukai daripada susu hangat, sedangkan susu hangat lebih disukai daripada the hangat, maka kopi hangat lebih disukai daripada teh hangat, bukan sebaliknya. 3.Konsumen selalu ingin mengkonsumsi jumlah barang yang lebih banyak karena konsumen tidak pernah terpuaskan.
  • 4.
    Konsep Analisa PerilakuKonsumen 1. Kepuasan Sama ( Indifference Curve ) 2. Garis Anggaran ( Budget Line )  Asumsi Indifference Curve Pendekatan Ordinal a). Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang konsumsi dalam bentuk indifference map atau kumpulan indiferen. b). Konsumen memiliki sejumlah uang atau dana tertentu untuk memenuhi konsumsinya c). Konsumen selalu berupaya untuk mendapatkan kepuasan yang maksimum. d). Kurva indiferen diasumsikana hanya ada dua jenis barang yang dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.  Ciri Ciri Indefference Curve Pendekatan Ordinal, a). Kurva indifference bergerak turun dari kiri atas ke kanan bawah, atau memiliki kemiringan Slop negative. b). Kurva berbentuk cembung ke arah titik nol origin c). Jika lebih dari saru kurva, maka tidak ada kurva yang saling berpotongan d). Jika lebih dari saru kurva, maka Kurva yang terletak paling kanan menunjukkan kepuasan yang paling tinggi
  • 5.
    Indifference curve “suatu garisyang menggambarkan hubungan atau kombinasi dari dua jenis barang konsumsi yang memberikan kepuasan yang sama” Contoh tabel kombinasi dua barang konsumsi yaitu barang konsumsi M dan barang konsumsi P yang memberikan kepuasan yang sama. Seluruh Kombinasi yaitu A sampai kombinasi E akan memberikan nilai kepuasan yang sama. Mengkonsumsi barang dengan kombinasi A sama puasnya dengan mengkonsumsi barang kombinasi B , C, D, atau E. Misalkan mengkonsumsi 24 barang M dan 4 barang P akan sama puasnya dengan mengkonsumsi 16 barang M dan 6 barang P. Dan seterusnya sampai kombinasi E.
  • 6.
    Kurva indifference “ Dibangunoleh sumbu horisontal yang menunjukkan jumlah barang konsumsi P dan sumbu vertikal yang menunjukkan jumlah barang konsumsi M” Data diatas bila di konversi ke dalam grafik akan diperoleh suatu garis yang disebut indifference curve seperti ditunjukkan pada gambar disamping. Pada kombinasi A (titik A), konsumen mengkonsumsi 24 barang konsumsi M dan 4 barang P . Jika konsumen mengurangi konsumsi barang M menjadi 16, maka konsumen harus menambah konsumsi barang P sebanyak 2 unit untuk membentuk kombinasi B (titik B), sehingga mendapat kepuasan yang sama dengan kombinasi sebelumnya yaitu kombinasi A.
  • 7.
    Marginal Rate ofSubstitution “Merupakan perbandingan antara perubahan (pengurangan) suatu barang konsumsi tertentu terhadap perubahan (penambahan) barang konsumsi yang lainnya agar mendapat kepuasan yang sama” Nilai Marginal rate of substitution dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut MRSMP = – ΔM/ΔP MRSMP = – (Mn – Mn-1)/(Pn – Pn-1) MRSMP = Marginal rate of substitution ΔM= perubahan (pengurangan) konsumsi barang M ΔP = perubahan (penambahan) konsumsi barang P Contoh : Nilai Marginal rate of substitution ketika konsumen merubah kombinasi konsumsi dari kombinasi A menjadi kombinasi B dapat dihitung seperti berikut MRSMP = – ΔM/ΔP MRSMP = – (MB – MA)/(PB – PA) MRSMP = – (16 – 24)/(6 – 4) MRSMP = – (- 8/2) MRSMP = 4
  • 8.
    Ketika ada perubahankombinasi dari B ke kombinasi C, maka Nilai Marginal rate of substitution adalah MRSMP = – (MC – MB)/(PC – PB) MRSMP = – (10 – 16)/(10 – 6) MRSMP = – (- 6/4) MRSMP = 1,5 dan seterusnya sampai kombinasi E Perhitungan secara keseluruhan nilai Marginal Rate of Substitution dapat dilihat pada tabel berikut
  • 9.
    Kurva indiferen dapatbergeser ke kiri atau ke kanan , seperti pada gambar diatas. Pergeseran kurva indiferen ke kiri, misal dari kurva AA ke kurva CC, menunjukkan kepuasan yang diperoleh dalam mengkonsumsi kedua barang berkurang. Sebaliknya, pergeseran kurva indiferen ke kanan, misal kurva AA ke kurva BB, menunjukkan kepuasan dalam mengkonsumsi kedua barang bertambah Budget Line Garis Anggaran Perilaku Konsumen Pendekatan Ordinal Budget line adalah suatu garis yang menunjukkan hubungan antara dua barang yang dapat dikonsumsi dengan dana atau anggaran yang tersedia.
  • 10.
    Fungsi Budget LinePerilaku Konsumen Pendekatan Ordinal Fungsi garis anggaran dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut: I = X. PX + Y PY Y PY = I – X PX jika dinyatakan dalam besaran Y maka fungsi garis anggaran menjadi seperti berikut Y = I/PY – (PX/PY) X Keterangan I = besar dana, pendapatan yang tersedia Y = jumlah barang Y PY = harga satu unit barang Y X = jumlah barang X PX = harga satu unit barang X Contoh Soal Jika dana yang dimiliki konsumen untuk konsumsi dua barang adalah 200.000 rupiah, sedangkan harga barang X adalah 20.000 rupiah dan harga barang Y adalah 8.000 rupiah, buatlah fungsi anggarannya Diketahui I = 200 rb PX = 20 rb PY = 8 rb Rumus Fungsi Y = I/PY – (PX/PY) X Maka fungsi garis anggarannya adalah Y = 200/8 – (20/8) X Y = 25 – 2,5 X
  • 11.
    Perhitungan Kombinasi Konsumsi BudgetLine Perilaku Konsumen Pendekatan Ordinal Kombinasi barang X dan Y dapat dibuat dengan menggunakan fungsi budget line. Kombinasi dapat dimulai dengan menentukan nilai X terlebih dahulu. Misal X adalah 0, 2, 4, 6, 8, dan 10. Maka nilai Y dapat ditentukan dengan mensubstitusikan nilai X ke fungsi budget line berikut Y = 25 – 2,5 X untuk X = 0 maka Y adalah Y = 25 – 2,5 (0) Y = 25 untuk X = 2 maka Y adalah Y = 25 – 2,5 (2) Y = 20 dan seterusnya
  • 12.
    Membuat Kurva BudgetLine Perilaku Konsumen Pendekatan Ordinal Fungsi garis anggaran berbentuk linear sehingga untuk membuat Kurva cukup hubungkan dua titik akhir kurva (curve end point). Untuk titik akhir 1 pada X = 0 dan titik akhir 2 pada Y = 0 Membuat titik akhir 1 dengan mensubstitusi X = 0 ke fungsi budget line berikut Y = 25 – 2,5 X Y = 25 – 2,5 (0) Y = 25 Titik akhir 1 adalah (25, 0) Membuat titik 2 dengan mensubstitusikan Y = 0 ke fungsi budget line Y = 25 – 2,5 X 0 = 25 – 2,5 X X = 25/2,5 X = 10 Jadi titik akhir 2 adalah (0, 10)
  • 13.
    Kurva budget linedari fungsi Y = 25 – 2,5 X dapat dilihat pada gambar dibawah ini Titik A memperlihatkan bahwa konsumen menghabiskan anggarannya hanya untuk barang X sebanyak 25 unit. Sedangkan titik F menunjukkan anggaran yang tersedia hanya dibelanjakan untuk barang X. Titik titik sepanjang kurva budget line mulai dari titik A sampai ke titik F merupakan kombinasi barang konsumsi yang diperoleh konsumen dengan anggaran yang sama yaitu 200 ribu rupiah. Kurva budget line dapat berubah apabila ada perubahan pada harga (P) dan pendapatan atau dana yang tersedia (I)
  • 14.
    Pengaruh Harga BarangPada Fungsi Garis Anggaran “Jika harga barang P turun, maka budget line bergeser ke kanan menjauh dari titik nol (origin).Jika harga barang P naik, maka budget line bergeser ke kiri mendekati titik nol (origin)” Contoh Harga barang ( P ) naik menjadi dua kali, maka PX = 2 x 20 rb = 40 rb PY = 2 x 8 rb = 16 rb I = 200 rb Fungsi garis anggaran setelah harga barang naik dua kali adalah Y = I/PY– (PX/PY) X Y = 200/16 – (40/16) X Y = 12,5 – 2,5 X Pengaruh Pendapatan Pada Garis Anggaran “Jika dana tersedia I turun, maka budget line bergeser sejajar ke kiri mendekati titik nol (origin). Jika dana tersedia I naik, maka budget line bergeser sejajar ke kanan menjauhi titik nol (origin)”
  • 15.
    Contoh Anggaran naik menjadidua kali, maka I = 2 x 200 rb = 400 rb PX = 20 rb PY = 8 rb Fungsi budget line setelah anggaran naik dua kali adalah Y = I/PY– (PX/PY) X Y = (400/8)– (20/8) X Y = 50 – 2,5 X Pergeseran Kurva Budget line akibat perubahan harga barang dan pendapatan anggaran dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
  • 16.
    Kenaikan harga duabarang konsumsi mampu menggeser kurva budget line ke arah kiri mendekat titik nol origin yang ditunjukkan oleh garis merah, jika anggaran yang disediakan dinaikkan, maka kurva budget line bergerak ke arah kanan menjauh dari titik nol origin yang ditunjukkan oleh garis hijau. Keseimbangan Fungsi Indifference Curve dan Budget Line Misalkan konsumen berkeinginan untuk mengkonsumsi dua jenis barang yaitu barang X dan Barang dengan kombinasi seperti pada tabel dibawah ini Contoh Konsumen memiliki anggaran yang siap digunakan untuk konsumsi sebesar 200 ribu rupiah. Harga barang X adalah 20 ribu rupiah dan harga barang Y adalah 8 ribu rupiah. Tentukanlah kombinasi keseimbangan yang dapat memberikan kepuasan paling tinggi dengan anggaran yang tersedia.
  • 17.
    Perhitungan Kebutuhan AnggaranDan Kombinasi Konsumsi Angaran yang dibutuhkan untuk tiap kombinasi dapat dihitung dengan rumus berikut I = X. PX + Y PY Substitusikan harga barang untuk tiap tiap kombinasi yang ada dalam tabel diatas seperti berikut I1 = X1 PX + Y1 PY X1 = 12 Y1 = 6 PX = 20 rb PY = 8 rb I1 = (12 x 20) + (6 x 8) I1 = 240 + 48 I1 = 288 rb Jadi Anggaran yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi K1 adalah 288 ribu rupiah. I2 = X2 PX + Y2 PY X2 = 7 Y2 = 10 I2= (7 x 20) + (10 x 8) I2 = 140 + 80 I2 = 220 rb Jadi anggaran yang dibutuhkan agar dapat mengkonsumsi
  • 18.
    Grafik Keseimbangan IndifferenceCurve dan Budget Line Grafik keseimbangan dibuat dengan meletakkan fungsi indifference curve dan fungsi budget line dalam satu grafik yang sama seperti ditunjukkan pada gambar di bawah Keseimbangan konsumen terjadi ketika indiferen curve dan budget line saling bersinggungan. Titik singgungnya merupakan titik keseimbangan. Pada titik singgung ini. , jumlah barang X dan Y merupakan kombinasi yang membutuhkan anggaran sesuai dengan dana yang tersedia. Dalam gambar di atas diketahui bahwa pada titik C terjadi singgungan antara Indifference Curve IC dan Budget Line BL. Titik C merupakan titik keseimbangan antara Indifference Curve IC dan Budget Line BL. Titik C Terjadi ketika jumlah barang X adalah 4 unit dan barang Y adalah 15 unit. Titik C merupakan kombinasi yang memberikan kepuasan paling tinggi untuk anggaran 200 ribu rupiah.
  • 19.