Disusun Oleh : Ahmad Muhzani
Ina Nurhikmah
Meliya Faradisa
PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP BUMIAYU
 Ilmu Tajwid yaitu ilmu yang dipergunakan
untuk mengetahui tempat keluarnya huruf (
makhraj ), dan sifat – sifatnya serta bacaan –
bacaanya.
 Tujuan ilmu Tajwid yaitu supaya orang dapat
membaca ayat – ayat Al Qur’an dengan Fasih (
terang dan jelas ) dan cocok dengan ajaran –
ajaran Nabi Muhammad SAW, serta dapat
menjaga lisannya dari kesalahan – kesalahan
ketika membaca Al Qur’an.
 Hukum Belajar Ilmu Tajwid yaitu Fardhu
Kifayah. Tetapi mengamalkan ilmu Tajwid
merupakan Fardhu ‘Ain bagi orang Islam, Laki
– laki ataupun perempuan.




“… dan Bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”
( Al Muzzammil : 4)
IDZHAR HALQI
 Idz-har yaitu membaca dengan terang dan
jelas , mengeluarekan huruf dari makhrajnya
dengan tidak bercampur ghunnah (
mendengung ) dan tasydid.
 Halqi artinya tenggorokan. Huruf Halqi
artinya huruf yang keluarnya suara dari
tenggorokan
     
















 

 Idgham artinya memasukkan huruf satu ke
dalam huruf yang lain ( berikutnya )
 Gunnah artinya bacaan yang berdengung
 IDGHAM BIGUNNAH
Membaca dengan memasukkan huruf dan
dibaca berdengung




Idgham Bigunnah

 


 



 Idgham artinya memasukkan huruf satu ke
dalam huruf yang lain ( berikutnya )
 Bilagunnah artinya tidak mendengung
 IDGHAM BILAGUNNAH
Membaca dengan memasukkan huruf dan
dibaca tidak berdengung





 Ikhfa artinya samar – samar
 IKHFA
Dibaca dengan samar – samar antara huruf
Nun ( Mendengung ) dengan huruf
sesudahnya.
     
     
  




























 Apabila Mim atau Nun Bertasydid maka
hukum bacaannya wajib ghunnah
(mendengung)
Contoh :
 Mim bertasydid

 


 Nun Bertasydid









 IKHFA’ SYAFAWI
Apabila ada Mim Mati bertemu dengan huruf
ba’ ( ).
Contoh :




 


 IDGHAM MITSLAIN MA’AL
GHUNNAH
Apabila ada Mim mati bertemu dengan huruf
mim ( )
Contoh :



 



 IDZHAR SAFAWI
Apabila ada Mim Mati bertemu dengan salah satu
huruf hijaiyyah selain ba’ ( ) dan mim
( ).
Contoh :
1.  = 
 
2.  =


3.  = 
 
4.  = 

5.  =


6.  =  

10.  =

 
11.  =


12.  =


17.  = 

18.  = 

19.  = 

20.  = 

21.  =
23.  = 

24.  =


25.  = 


26.  = 
 Bila ada huruf dua yang sama makhraj
dan sifatnya bertemu menjadi satu,
sedang huruf yang pertama mati dan
huruf yang kedua hidup.
Contoh :


 Ada dua huruf sama makhraj dan sifatnya
bertemu menjadi satu sedang keduanya hidup.
Contoh : 

 Ada dua huruf sama makhrajnya tetapi
berlainan sifatnya, sedang huruf yang pertama
mati. Bacaannya huruf yang awal dimasukkan
kedalam huruf yang kedua.
Contoh :
 Ada dua huruf sama makhrajnya tetapi
berlainan sifatnya,keduanya merupakan huruf
hidup.
Contoh :
 Dua huruf yang berdekatan makhraj dan
sifatnya sedang huruf yang awal mati.
Contoh : 
 Dua huruf yang berdekatan makhraj dan
sifatnya dan keduanya hidup.
Contoh : 
1. AL QOMARIYAH
Yaitu apabila ada AL dirangkaikan dengan salah
satu huruf Qomariyah, ada 14, yaitu :
          
  
Hukumnya dibaca Idzhar.
Contoh :






2. AL SYAMSIYAH
Yaitu apabila ada AL dirangkaikan dengan
salah satu huruf Syamsiyah, ada 14, yaitu
:
         

Hukumnya dibaca Idgham
Contoh :




 
 

 Apabila Lam () mati bertempat pada
kalimat fiil, bertemu dengan salah satu
huruf Hijaiyyah selain Lam () dan Ra’ (
) maka hukumnya dibaca Idzhar. Jika
sebaliknya maka dibaca idgham.
Contoh :
Dibaca Idgham =  
Dibaca Idzhar =

Hukum ini berlaku juga untuk pertemuan
huruf khalak dengan sesamanya.
 Huruf Tafkhim ( Tebal ) / Isti’la’
      
 Huruf Tarqiq ( Tipis )
Huruf – hurufnya yaitu selain huruf
Tafkhim.
1. Hukum Ra’ ( )
Memiliki 3 hukum yaitu :
 Dibaca Tafkhim ( tebal ), manakala :
1) Ra’ berharakat fathah, contoh :

2) Ra’ berharakat Dlomah, contoh :
 
3) Ro’ yang mati dan sebelumnya berupa
harakat fathah, contoh :
4) Ra’ yang mati dan sebelumnya berupa harakat
Dlomah
5) Ra’ yang mati dan sebelumnya berupa harakat
kasrah tetapi kasrahnya tidak asli dari kalimat
itu.
6) Ra’ yang mati dan sebelumnya harakat kasrah
yang asli, tetapi sesudah Ra’ berupa salah satu
huruf :       
 Dibaca Tarqiq ( tipis ), manakala :
1) Ra’ berharakat kasrah, contoh :
2) Ra’ mati jatuh sesudah Ya’ mati,
3) Ra’ mati sebelumnya berupa harakat kasrah
asli, tetapi sesudah Ra’ tidak ada huruf Isti’la.
Ra’ dapat diobaca dengan keduanya jika ada Ra’
mati sebelumnya berupa harakat kasrah dan
sesudahnya berupa huruf Isti’la yang
berharakat kasrah.
 Tafkhim ( Tebal )
Yaitui jika oleh huruf yang berharakat Fathah
atau Dlomah
Contoh :




 Tarqiq ( tipis )
Yaitu jika didahului oleh huruf yang berharakat
kasrah
Contoh :


(  )
1) Qalqalah Shugra
Yaitu huruf qalqalah yang mati asli. Bacaannya
harus terang dan memantul.
Contoh :  ,

2) Qalqalah Kubra
Yaitu huruf qalqalah yang matinya tidak asli, tapi
karena waqaf. Bacaannya harus terang dan
nyata.
Contoh :



MAD yaitu memanjangkan suara karena ada
huruf MAD.
Huruf MAD ada 3 Yaitu :
  
1. Apabila huruf Madnya alif maka harakat
sebelumnya harus harakat fathah.
2. Apabila huruf MADnya Wawu maka harakat
sebelumnya harus harakat Dlomah.
3. Apabila huruf MADnya berupa Ya’ maka
harakat sebelumnya harus harakat kasrah.
 MAD ASLI ( Mad Tabi’I )
 MAD FAR’I
Mad Far’I dibagi menjadi 13 bagian.
Apabila ada huruf Alif sebelumnya berupa
harakat fathah, wawu sebelumnya
harakat dlomah, Ya’ sebelumnya berupa
harakat kasrah.
Apabila huruf MAD berkumpul dengan Hamzah
dalam satu kalimat.
Contoh
:
 

Bacaannya panjang dua setengah alif ( 5
Apabila huruf MAD bertemu dengan hamzah,
tetapi tidak dalam satu kalimat.
Contoh :


Bacaannya panjang dua setengah alif ( 5
harakat )
Apabila ada huruf yang bertasydid jatuh sesudah
huruf MAD dan dalam satu kalimat.
Contoh :



TAJWID.ppt