EDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016 1
INFOKES
TABLOID
MEDIA INFORMASI DAN PROMOSI KESEHATAN LOMBOK TIMUR
TERBIT SETIAP BULAN
25 Puskesmas akan Diperbaiki
Terara dan Wanasaba Dapat PKM Baru
Dalam rangka meningkatkan
pelayanan kesehatan dasar
pada fasilitas pelayanan
primer, Dinas Kesehatan
Lombok Timur melalui Dana
Alokasi Khusus tahun 2016,
merencanakan perbaikan
untuk 25 Puskesmas,
penambahan ruang untuk 10
Puskesmas, pengadaan obat
dan perbekalan (regen dan
BMHP) serta berbagai fasilitas
layanan lainnya juga
dialokasikan.
ombok Timur terdiri dari 20
LKecamatan dan memiliki 29
Puskesmas. Dari jumlah
tersebut, semuanya merupakan
puskesmas perawatan dan akan segera
diperbaiki, ada juga yang ditingkatkan
statusnya.
Puskesmas yang akan direhab
adalah Puskesamas Kota Raja,
Puskesmas Montong Betok, Puskesmas
S i k u r, P u s k e s m a s M a s b a g i k ,
Puskesmas Dasan Lekong, Puskesmas
Denggen, Puskesmas Lendang Nangka,
kataAnggraini,SKM,
Selanjutnya, Puskesmas Labuan
Haji, Puskesmas Jerowaru, Puskesmas
Sambelia, Puskesmas Labuan Lombok,
Puskesmas Selong, Puskesmas
Pringgasela, Puskesmas Kalijaga,
Puskesmas Kerongkong, Puskesmas
Rensing, Puskesmas Keruak, Puskesmas
Jerowaru, Puskesmas Sukaraja, dan
Puskesmas Korleko.
“Untuk Puskesmas Belanting, Terara,
Sembalun dan Wanasaba, termasuk
rumah Dinasnya juga akan diperbaiki,
diantara puskesmas tersebut 18
diantaranya akan dilengkapi dengan
peralatan kesehatan untuk rawat
inap,”jelasnya.
Anggarini, SKM yang menjabat
Kepala Bagian Program dan Pelaporan di
Dikes menerangkan untuk 10
Puskesmas, akan diadakan penambahan
ruangan, yaitu Puskesmas Belanting,
Wanasaba, Aikmel, Kerongkong,
Korleko, Jerowaru, Keruak, Denggen,
Suela,danMasbagik.
“Untuk Puskesmas Sakra, akan
ditingkatkan dari Puskesmas perawatan
menjadiPuskesmas Poned,”lanjutnya.
Selain mengagendakan rehab,
Pemerintah Lombok Timur melalui
Dikes juga akan membangun gedung
Puskesmas baru di Kecamatan Terara
danWanasaba.
ke Halaman 6
ke Halaman 6
16
INFOKES
danya stigma dan diskriminasi
Aterhadap Orang Yang Pernah
Mengalami Kusta (OYPMK)
di Tanah Air dibuktikan dari hasil
Survei Situasi Stigma dan Diskriminasi
terhadap OYPMK di 5 kabupaten dan
hasil Penelitian Mengenai Pemenuhan
dan Perlindungan Hak OYPMK dan
Keluarga Mereka yang dilakukan
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
(KomnasHAM).
Diskriminasi dialami OYPMK
dalam bentuk penolakan di sekolah, di
tempat kerja, dan dalam mendapatkan
pekerjaan. Lebih memprihatinkan lagi
adalah “mereka juga ditolak di
layanankesehatan”.
Dalam pidato Menkes RI tanggal
27 Februari 2012, dr. Endang Rahayu
Sedyaningsih, MPH, Dr.PH bersama 11
organisasi profesi (IDI, PERDOSKI,
PERDOSRI, IPNI, IBI, PREI, ARVI,
ARSADA, IAKMI, AIPKI) 2 Fakultas
Kedokteran (FKUI, FK Atmajaya) dan
WHO Indonesia menandatangani
Piagam Seruan Nasional Mengatasi
Kusta dalam rangka Hari Kusta
SeduniaKe-59.
Pada kesempatan itu, Kemenkes
LOMBOK TIMUR BEBAS KUSTA
Hari Kusta Sedunia diperingati pada tanggal 25 Januari
setiap tahunnya sebagai momentum untuk
mengingatkan bahwa Orang yang pernah mengalami
Kusta memerlukan perhatian seluruh masyarakat.
Oleh : Supratman,SKM,MM
(Wasor Kusta Dinas Kesehatan Lombok Timur) SIRAMAN ROHANI
RI menegaskan bahwa penderita
penyakit kusta harus dilayanai seperti
penduduk Indonesia lainnya. Orang yang
pernah mengalami kusta berhak
mendapatkan pelayanan di Puskesmas, di
Rumah Sakit, di fasilitas kesehatan apa
pun dan di bagian mana pun di wilayah
Republik Indonesia. “Saya melarang
perlakuan diskriminatif kepada orang
yang pernah mengalami kusta di Tanah
Air kita dengan alasan apa pun juga,”
tegasMenkes.
Kenapa kusta perlu perhatian
masyarakat ? Saat ini Indonesia masih
menjadi penyumbang kasus baru kusta
nomor 3 di dunia setelah India dan Brasil.
Pada tahun 2010, Indonesia melaporkan
17.012 kasus baru dan 1.822 atau 10,71%
di antaranya, ditemukan sudah dalam
keadaan cacat tingkat II (ke-dua) (cacat
yangtampak).
Selanjutnya, 1.904 kasus (11,2%)
adalah anak-anak. Kejadian Kusta di
Kabupaten Lombok Timur tahun 2013
sebanyak 2 kasus 1 orang (50%) cacat
tingkat II, tahun 2014 sebanyak 9 kasus 1
orang (11,1 %) dalam kondisi cacat
tingkatII,sebanyak11kasus padatahun
Berusaha
Merasa Cukup
TGH.M.KUSYAIRI,M.Pd.I
Pembina Rubrik Siraman Rohani
KETUA YAYASAN TGH. UMAR - KELAYU
ke Halaman 15
atatan ini terinspirasi dari
Cberbagai peristiwa di negeri
ini, yang merupakan pelajaran
bahwaAllah SWT maha pengasih dan
penyanyang untuk menerima
hambanya yang mau sadar dan
berubahmenjadilebihbaik.
Dibalik masalah yang tidak pernah
luput dari perjalanan hidup manusia.
Terlepas dari definisi apapun, jika
membaca suara hati, kedatangan
masalah, baik itu dari keluarga,
profesi, birokrasi, atau apapun
namanya, semuanya datang karena
sebuah keinginan yang terlalu tinggi
dan perasaan yang tidak pernah
merasacukup.
Sebab keinginan yang terlalu
tinggi, menjadikan nafsu tidak
terkendali. Sebab kita bermain api,
kebakaranpun tak bisa dihindari.
Sebab kita menyalahgunakan tugas,
mutasi menjadi resiko. Untung
mutasi,bagaimanajikadipecat
EDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
TABLOID TERBIT SETIAP BULAN
MEDIA INFORMASI DAN PROMOSI KESEHATAN LOMBOK TIMUR
Pelindung Penasihat :
Kepala Dinias Kesehatan
Lombok Timur
Pembina :
Sekretaris Dikes Lotim
Dewan Redaksi
Kasubag Program & Pelaporan
Kasubag Keuangan
Kasubag Umum & Kepegawaian
Kepala Bidang Yankes
Kepala Bidang Kesga
Kepala Bidang P2PL
Kepala Seksi (masing-masing
bidang)
Pemimpin Umum
Kepala Bidang Promkes & PSDM
Pemimpin Produksi
Kepala Seksi Promkes & PSM
Adm Tekhnis (Pemred)
Hamzan Muhammad
Kontributor :
Tim KIP, Arsip & Promosi
Layanan Kesehatan
Dikes - Lotim
Layout :
Emzet Juwiter
Distribusi :
TU Dikes & Puskesmas
Bagian Ekspedisi
se-Lombok Timur
CP Redaksi :
081246988357/087863433249
Kantor Redaksi
Sekretariat
Dinas Kesehatan - Lotim
Jln. Ahmad Yani No.100
Sandubaya - Selong
REDAKSI
TABLOID INFOKES
DINAS KESEHATAN - LOMBOK TIMUR
SAPA REDAKSI
2 TABLOID INFOKESEDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
INFOKES ; MEDIA INFORMASI
DAN PROMOSI KESEHATAN
Undang-undang No. 36
Tahun 2009 tentang
k e s e h a t a n
mengamanatkan bahwa setiap orang
memiliki hak yang sama dalam
memperoleh akses atas sumber daya di
bidang kesehatan serta memperoleh
pelayanan kesehatan yang aman,
bermutu,danterjangkau
Untuk mewujudkannya, Pusat
Promosi Kesehatan Kementerian
kesehatan RI menetapkan sasaran
strategis, diantaranya agar ; Pertama,
perilaku Hidup Bersih dan Sehat di
masyarakatmeningkat.
K e d u a , M e n i n g k a t n y a
Kemandirian Masyarakat untuk hidup
sehat, bersama peran Desa Siaga Aktif,
Pos Kesehatan Desa yang selalu
Beroperasi, Sekolah- sekolah yang
mempromosikankesehatan
Ketiga, meningkatnya kebijakan
Publik Berwawasan Kesehatan dalam
hal ini Kabupaten/Kota bersinergi
m e n e t a p k a n k e b i j a k a n p u b l i k
berwawasankesehatan.
Menyimaknya, banyak hal yang
mesti diperjuangkan untuk menjangkau
secara universal amanah tersebut yang
juga sesungguhnya adalah pesan moral
dankemanusiaan.
Mewujudkannya, sangat penting
peran media, baik media yang
membangun, media yang memacu,
media yang menumbuhkan kesadaran
dan kecerdasan publik, terutama untuk
cita-cita bersama terkait kesadaran untuk
berprilakuhiidupsehat.
[Sambutan Kepala Dinas Kesehatan - Lombok Timur]
Kami hargai semangat sahabat
lingkup Dinas Kesehatan LombokTimur
untuk mewujudkannya dalam bentuk
Tabloid “Infokes” karena tidak semua
kalangan bisa dijangkau, maka melalui
peran inilah semoga akses informasi dan
promosi kesehatan semakin menyeluruh
danterlaksana.
Semoga Tabloid ini juga sekaligus
sebagai wadah transparansi dan
pembinaan bersama dalam rangka
menjalankan amanat Undang - Undang
nomor 14 tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik (KIP),
Undang-undang Nomor 25 tahun 2009
tentang Pelayanan Publik dan juga
undang-undang nomor 43 tentang
Kearsipan.
N a m u n d e m i k i a n k a r e n a
keterbatasan yang kami miliki, Tabloid
Infokes hanya mampu diterbitkan setiap
bulan sejumlah 1.225 eksmplar yang
semoga bisa terdistribusi kepada para
pembaca
Kami mengharapkan dukungan
dan do’a dari semua pihak agar di masa
depan Kita bisa lebih baik dalam segala
hal mengiringi kemajuan zaman yang
mau tidak mau harus diseimbangkan,
baik dari segi pelayanan ataupun
fasilitas.
Kami mohon maaf apabila dalam
layanan kami ada yang kurang berkenan,
oleh sebab itu peran bersama untuk
kedewasaan dalam berkir dan bersikap
menjadi harapan bersama. Salam Dinas
Kesehatanuntukkitasemua.
AssalamualaikumWR.WB
Assalamualaikum. WR.WB
PROMKES & Sambungan
15TABLOID INFOKES EDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
indonesiayangberkelanjutan.
Program ini juga diharapkan dapat
mendukung pencapaian millenium
development goals (MDGS) keempat di
bidang kesehatan,“harapnya. Kegiatan
dokter kecil ini merupakan upaya
kesehatan preventif dan promotif yang
secarakomprehensifterusdigalakkan.
Upaya ini menekankan pada
pembelajaran kesehatan kepada
kelompok usia dini agar mereka bisa
lebih sehat sekaligus menjadi agen
kesehatan bagi lingkungan disekitarnya,
baik disekolah, dirumah maupun di
masyarakat.
...Dokter Kecil....
Dari Halaman 4
gemilang, kalo udah gitu,, brruuhhhhhh
gakbisabuatinaqdanmamiqkitabangga.
Dibaca lebih serius yaahhh,,
khususnya pembaca remaja putri,
akibatnya lebih parah lagii guyssss,, Bagi
bayi yg akan dilahirkan akan beresiko
kekurangan berat badan yaitu (Kurang
dari 2,5KG) MUNGKIN gak lebih dari
sebesarbotolkecil.
Penyakit bisa datang tanpa minta izin
tuh...Bahkan resiko yg lebih parah lagi
ialah, Ibu dan BAYI bisa beresiko
KEMATIAN!!!!! Adduhhh amit2,
naudzubillahyah..
Kalo kita udah terserang anemia, kecil
kemungkinannya buat mengobatinya, jadii
yukk kita mulai belajar hidup sehat, dan
rutinmminumtabletFe.
Temen2, semua yg udah Aisha dan
temen2, paparkan tadi, kita dapatkan karna
SMP DARUL HAMIDIN terpilih sebagai
wakil kecamatan sukamulia, dan 10
perwakilan dari sini terpilih utk mengikuti
Kegiatan Pencanangan Penanggulangan
Anemia Desiansi Besi pada remaja putri
SMP/SMA Sederajat se-Kabupaten
Lombok Timur yg diadakan di Gedung
wanita, selong pada hari rabu, tanggal 11
November2015
S o , , t e m e n 2 p e m b a c a y g
bijaksana,dan pinter2 hehehehe, Kita
harus mulai belajar hidup sehat, dan rutin
meminum tablet FE..Terimasama, ehhh
terimakasih, smp dh, terimakasih dikes,
terimakasih semuanya yaahhh..
Assalamuallaikumwr.. wb
“Pendekatan ini dianggap strategis
karena anak-anak usia sekolah lebih
mudah dijangkau dan pendekatan antar
teman diantara mereka lebih mudah
diterima dibanding pendekatan yang
dilakukan orang dewasa“ tandasnya.
[Sie.Kia-Gunkes]
...Bentengi Kami....
Dari Halaman 10
SAMBUNGAN
14 TABLOID INFOKESEDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
Sementara itu, melihat data kelahiran
hidup di tahun 2015 sejumlah 26.629
kelahiran jumlah kematian Ibu sebanyak
28 kasus dan jumlah kematian bayi
sebanyak 482 kasus. “Jika melihat tahun
2013 dan 2014, terjadi penurunan angka
kematian, dimana kematian tahun 2013
untuk Ibu 35 kasus sedangkan pada tahun
2014 sejumlah 37 kasus, sedangkan
untuk kematian Bayi, bisa dilihat dalam
data,” demikian Hj. Rohkliana, SST,MM.
[Tyas].
hamba Allah SWT yang mau berusaha
merasa cukup, Allah SWT tidak akan
memberikan kita kekurangan,
sebagaiman mafhum dari sabda
RasulullahSAW
“Barangsiapa yang merasa cukup,
m a k a A l l a h a k a n m e m b e r i n y a
kecukupan. Dan siapa yang bersikap
iffah (menjaga kehormatan harga diri),
maka Allah akan memuliakannya. Dan
barangsiapa yang berusaha untuk selalu
sabar, maka Allah akan memberinya
kesabaran. Dan tidaklah seseorang diberi
sesuatu yang lebih baik dan lapang
daripadakesabaran.”(HR.Tirmidzi).
Maka, sampai kapan lagi kita tidak
pernah puas dalam mengejar harta,
kapan lagi kita bisa berusaha merasa
cukup kalau bukan dari sekarang.
Sedangkan lawan dari merasa cukup ini
adalah tamak. Dikatakan bahwa tamak
adalah bibit dari segala kerendahan dan
kehinaan.
Karena jiwa seperti ini selalu resah,
gelisah, susah dan gelap. Dikatakan,
penyakit tamak ini adalah budaknya
nafsu. Abu Bakar al-Waraq mengatakan,
Andaikan sifat tamak itu dapat
ditanyai:”Siapakah ayahmu ?”Pasti
jawabnya: ”Ragu terhadap takdir
Allah”.Dan bila ditanya:”Apakah
p e k e r j a a n m u ? ” J a w a b n y a :
”Merendahkan diri”. Dan bila ditanya:
”Apakah tujuanmu?” Jawabnya: ”Tidak
dapatapa-apa”.
*(Emzet G al-Kautsar)
dari berbagai sumber.
Wallahua'lam
[hidup]?.Naudzubillahimindzalik!.
Dibalik itu, kita mesti mengakui
bahwa masalah yang menimpa siapapun
hari ini sesungguhnya sangat kecil
dibandingkan dengan masalah yang
menimpa Nabi dan Rasul Allah serta
para sahabat radiallahuanhum. Nabi
Ibrahim dibakar Api, Nabi Ayub
diserang penyakit, lautan luas bisa
terbelah ketika Nabi Musa di usir firaun,
sedangkan ujian yang menimpa
RasulullahSAWtidakbisadihitung.
Dari segi pemerintahan ketika kita
mampu berusaha merasa cukup, maka
lihatlah bagaimana Umar bin Khattab
R A d e n g a n s e g e n a p c o n t o h
kesehajaaanya, diantaranya, Umar
masih bisa tidur dibawah rindang kurma
dan sempat pula menggembala
ternaknya meskipun Amirul Mukminin
telah disandangnya. Tetapi hidup beliau
tetap lezat, indah bahkan harum
sepanjangsejarah.
Dari contoh-contoh yang ada, kita
dapat belajar bahwa perasaan merasa
cukup akan datang apabila kita
menjalankan hidup dengan cara Agama
sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dari
potret tersebut, pula harus menjadi
panutan untuk belajar merasa cukup
dengan cara berdo'a merasa cukup.
Karena tidak pernah merasa cukup
menghasilkan banyak permasalahan
yang menimpa siapapun, dari hutang,
hukuman, penyakit dan begitu banyak
lagi.
Intinya, tidak ada kata tidak mampu,
untuk belajar merasa cukup, karena dari
apa yang difirmankan Allah SWT
melalui al-Qur'an tentang kisah-kisah
para Nabi dan Rasulnya, harus membuat
kita belajar berubah menjadi lebih baik.
Selain itu, yang penting disimak adalah
Berusaha Merasa Cukup
Dari Halaman 16
apa yang sering kita nikmati sehari-hari
bagaimana kasih sayang Allah SWT
kepada kita semua. Allah berikan rasa
sakit,Allah berikan obat dan kesembuhan.
Allah berikan rasa haus, Allah karuniakan
nikmatnyaair.
Meraih perasaan merasa cukup,
Rasulullah SAW mengajarkan kita berdo'a
sebagaiberikut.
“Ya Allah, berilah aku kecukupan
dengan rezeki yang halal, sehingga aku
tidak memerlukan yang haram, dan
berilah aku kekayaan dengan karuniamu,
sehingga aku tidak memerlukan bantuan
orang lain, selain diri-Mu.” (HR.
Turmudzi; dinilaisahih olehAl-Albani).
Doa ini mencerminkan bagaimana
semua kita harus berserah diri kepada
Allah SWT dengan cara mengerjakan
perintahnya dan menjauhkan larangannya.
Do'a ini menjadi cermin bagaimana
pentingnya sebuah usaha untuk sebuah
kebahagiaan hidup baik di dunia ataupun
diakhirat.
Karena, walau bagaimanpun juga,
kita sebagai manusia dituntut untuk hidup
mulia, semulia cara mendapatkannya,
mempergunakannya dan membagi
kemuliaan yang didapatkan untuk mereka
yang diberi keterbatasan (Imam
prasetyo.kompasiana.Opini).
Untuk mendapatkan rasa cukup dan
kemuliaan hidup seperti apa yang
diharapkan Imam Prasetyo, dan semua
manusia, maka satu-satunya jalan adalah
dengan cara yang diajarkan dalamAgama.
Sedangkan untuk mendapatkan rasa cukup
tersebut, kita mesti belajar untuk
memeliharahati.
Banyak cara memelihara hati dalam
konteks berusaha merasa cukup salah
satunya adalah dengan berbagi untuk
mereka yang diberi keterbatasan. Bagi
Dari Halaman 9
....Masih Impian
“Kunjungan Neonatal 3 paling
sedikit 3 kali dengan distribusi waktu 1
kali pada 6 – 48 jam, 1 kali pada hari 3
sampai hari ke 7 dan 1 kali pada pada
hari ke-8 sampai hari ke 28 pasca bayi
lahir,”jelasRohkliana.
Belum dicapainya target tersebut,
karena berbagai faktor diantaranya
masih kurangnya informasi kepada
masyarakat tentang pentingnya
pemeriksaan bayi balita termasuk
tumbuhkembangnya.
M a s y a r a k a t j u g a m a s i h
menganggap setelah mendapatkan
imunisasi lengkap, maka tidak penting
lagi pergi ke Posyandu, “Itu persepsi
yang kurang baik untuk keluarga,
disamping itu kepatuhan Ibu dan petugas
kesehatan dalam pelaksanaan kunjungan
rumah masyarakat masih kurang. Kita
berharap tahun 2016 ini target bisa
dicapai,”tandasnya.
ANALISA KEMATIAN ANAK TAHUN 2013 - 2015
Kematian Neo Kematian Bayi Kematian Balita
2013 426 165 42
2014 351 131 34
2015 389 93 35
0
20
40
60
80
100
120
140
160
180
200
220
240
260
280
300
RUBRIK
SIRAMAN ROHANI
Menerima Artikel. Isinya harus
mengandung bacaan inspiratif terkait
Kerohanian Islam dan Kesehatan Jiwa.
Artikel yang dimuat akan
diberikan Reward
3
LAPORAN KHUSUS
EDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
Ke Halaman 8
ari itu Kepala Seksi Promkes,
HHazrin SKM, mendapat
informasi pertama, karena
p i h a k n y a m e n j a d i k o r b a n
keterlambatan dengan alasan pergi
mengantarkan warga tersebut
langsung ke Kantor Satlantas Polres
LombokTimur.
Warga itu mengira bahwa
Kantor Dinas Kesehatan adalah
t e m p a t m e m b u a t S u r a t I z i n
Mengemudi (SIM). Pengalaman itu
membuktikan luas dan padatnya
p e n d u d u k L o m b o k T i m u r
membutuhkan informasi terutama
Informasi Pelayanan Publik. Semoga
Informasi singkat terkait Dinas
Kesehatan Lombok Timur di Tabloid
inibisabermanfaat.
B e r d a s a r k a n P e r a t u r a n
Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007
tentang organisasi perangkat daerah,
Dinas Kesehatan Lombok Timur
dalam Angka
Rabu, (27/01/2015) di Jalan Ahmad Yani, Sandubaya Selong. Saya
dikejar oleh warga yang mengaku dari Lenek. Tepat di Depan
Kantor Dinas Kesehatan Lombok Timur, warga itu meminta
berhenti kemudian bertanya.
“Dimana lokasi membuat SIM?”
lebih khusus berdasarkan peraturan
Bupati Lombok Timur Nomor 24
tahun 2008 tentang tugas pokok dan
fungsi menjelaskan tugas Dinas
Kesehatan adalah melaksanakan
urusan, menyusun rencana strategis,
merumus kebijakan, melaksanakan,
membina, mengevaluasi, dan
melaporkan kegiatan terkait
Kesehatan.
Dinas kesehatan juga bertugas
untuk melakukan pembinaan
terhadap unit pelaksana tekhnis dinas,
melaksanakan penatausahaan Dinas
Kesehatan serta melaksanakan tugas
lain yang diberikan Bupati sesuai
tugasdanfungsi.
Berdasarkan struktur organisasi
yangsudahditetapkanmelalui
LAPSUS, Infokes
NO BIDANG JML
1 SEKRETARIAT 35
2 KESGA 16
3 P2PL 20
4 PROMKES 15
5 YANKES 21
TOTAL 107
DATA JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)
DINAS KESEHATAN LOMBOK TIMUR
PER DESEMBER 2015
Dinas Kesehatan
Pacu Program Desa Siaga
Tahun 2006 sampai 2009 adalah tahap
awal terbentuknya Desa Siaga. Dari
75.420 desa dan kelurahan yang ada di
Indonesia (saat itu), hanya 42.295 desa
yang sudah membentuk Desa Siaga.
Bagaimana dengan Lombok Timur?
~~~
TABLOID INFOKES
i Kabupaten Lombok Timur, dari
D254 desa, hanya 229 desa dan
kelurahan saja yang sudah
membentuk Desa Siaga. Namun demikian,
Bidang Promosi Kesehatan Kab. Lombok
Timur menilai pelaksanaan tersebut masih
belum berjalan sesuai harapan. Membaca
kondisi itu Dinas kesehatan Kabupaten
Lombok Timur, memacu pelaksanaan program
yangsudahterbuktisukses menggalangperan
SIE PROMKES, Infokes
ke Halaman 14
Prestise KIA Meningkat,
Kunjungan Balita dan K.Neonatal 3 masih Impian
alah satu indikator derajat
Skesehatan masyarakat adalah
angka kematian Ibu dan
Bayi. Menekannya, berbagai upaya
dilakukan, diantaranya adalah
mencapai bahkan melampaui target
SPM yang sudah ditetapkan. Apa
Sajaitu?.
Baca di Halaman 9
DATA KEMATIAN IBU
2013 2014 2015
35 37 25
0
10
20
30
40
50
4 TABLOID INFOKESEDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
BIDANG
PROMKES DAN PSDM
Pe s e r t a J a m i n a n
Kesehatan Nasional
(JKN) terdiri dari
peserta atau masyarakat yang
membayar iuran secara mandiri dan
masyarakat yang iurannya dibayar
oleh Pemerintah sebagai bentuk
kepedulian pemerintah terhadap
pemeliharaan dan perlindungan
kesehatan.
Menyimak bentuk kepesertaan
tersebut, program JKN sesungguhnya
menganut prinsip gotong royong,
“Peserta yang tergolong mampu akan
membantu peserta yang kurang
mampu,”kata L.Bagus Wikrama,
Kepala Seksi JPKM Dinas Kesehatan
Kab.LombokTimur.
Manfaat lainnya adalah untuk
meningkatkan akses pelayanan
kesehatan kepada masyarakat miskin
dan tidak mampu, yang selama ini
m e n g a l a m i k e s u l i t a n u n t u k
mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Dengan demikian seluruh masyarakat
akan saling membantu dan tolong
menolong dalam mewujudkan derajat
JKN dengan Gotong Royong Semua Tertolong
kesehatan yang lebih baik,”tandas L.
Bagus.
Lebih detail, Kepala Seksi yang
pernah mensukseskan program SAKURA
ini juga menjelaskan beberapa point
penting yang menjadi dasar pemerintah
memprogram JKN diantaranya falsafah
dasar negara Pancasila terutama sila ke-5
yang mengakui hak asasi warga atas
kesehatan.
Pasal 28 H dan pasal 34 Undang-
U n d a n g D a s a r 1 9 4 5 , j u g a
mengamanatkan hal yang sama
Disamping itu, dalam Undang-Undang
Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
ditegaskan bahwa setiap orang
mempunyai hak yang sama dalam
memperoleh akses atas sumber daya di
bidang kesehatan dan memperoleh
pelayanan kesehatan yang aman,
bermutu,danterjangkau.
Oleh karena itu, lanjut L.
Bagus, Pemerintah Republik
Indonesia sejak 1 Januari 2014
mulai menerapkan Program
Jaminan Kesehatan Nasional,
sebagai salah satu bentuk
perlindungan sosial yang
diselenggarakan guna menjamin
warga negara untuk memenuhi
kebutuhandasarhidupyanglayak.
Program Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN) ini merupakan bagian
dari Sistem Jaminan Sosial Nasional
(SJSN) yang diselenggarakan melalui
mekanisme asuransi sosial yang
bertujuan agar seluruh penduduk
Indonesia terlindungi dalam sistem
asuransi sehingga mereka dapat
memenuhi kebutuhan dasarnya terhadap
kesehatan.
“Semua Masyarakat penting ikut
JKN, karena selain landasan sosial tadi,
sangat membantu juga mengatasi
kesulitan pembiayaan (financial barrier)
untuk mendapat pelayanan kesehatan
y a n g b e r k u a l i t a s , p a d a s a a t
sakit,”demikianL.Bagus.[Ibenk]
SIE JPKM, Infokes
Ke Halaman 15
abupaten Lombok Timur
Kdalam seleksi Dokter Kecil
Awards tahun 2015 diikuti
oleh 29 orang peserta yang masih duduk
di kelas 4 - 5 SD/sederajat. Penilaian
dokter kecil tersebut terdiri dari tes tulis,
kesehatan gigi mulut, cuci tangan pakai
sabun (CTPS), P3K, wawancara dan
penyuluhan.
Dari rangkaian penilaian lomba
tersebut yang mendapatkan nilai
tertinggi adalah Shafiya Nurah
Tsurayya. Fiya panggilan akrabnya
merupakan anak pertama dari 2
bersaudara. Pada lomba tingkat Provinsi
Fiya mampu menandingi Dokter kecil
lainnya dari 10 kabupaten/ kota se NTB
sehingga meraih juara pertama Dokter
kecil Awards tahun 2015 mewakili NTB
keJakarta.
Dokter kecil asal Sekolah Islam
Terpadu (SDIT) Nurul Fikri, Selong ini
lahir pada 18 april 2005. dari buah cinta
Ahmad Nurul Efendi dan Farida Herlina
S.Kep, MM. Fiya panggilan akrabnya
Prestise Dokter Kecil
Harumkan Lombok Timur Di Tingkat Nasional
masih duduk dikelas V memiliki
kelebihan dibandingkan peserta lain.
“ F i y a s a n g a t c e r d a s d a l a m
berkomunikasi. Dia memimiliki mental
dansemangatkuatuntukmaju.
Fiya juga memiliki keahlian dalam
berpidato/tausyhiah yang membuat semua
orang kagum,“sanjung Muksin,
SKM,MM, Kepala Seksi Kesehatan
Institusi dan Pendayagunaan Tenaga
Kesehatan,DikesLotim.
Te r k a i t P r o g r a m , M u k s i n
menjelaskan Program dokter kecil
merupakan agenda tahunan pengurus
besar Ikatan Dokter Indonesia sejak tahun
2008 dan terus dilanjutkan sampai
sekarang. Lomba yang diikuti Fiya dalam
rangka peringatan hari bakti Ikatan Dokter
Indonesia (IDI) dengan pelaksanaan
mulai dari penjaringan di tingkat sekolah,
dilajutkan ke lomba di tingkat Kabupaten,
ProvinsidanNasional.
“Harapan terbesar dari kegiatan
dokter kecil awards ini adalah
peningkatankualitaskesehatananak
SIE KIGUNAKES, Infokes
RSU,KLINIK,PUSKESMAS,DLL
13TABLOID INFOKES EDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
Demi Pelayanan
BERBENAH TIADA HENTI
Bupati Lombok Timur sangat
sering mengatakan pelayanan adalah
wajah pemerintahan. Apabila
pelayanan itu baik, maka baiklah
pemerintahan. Pelayanan dibidang
kesehatanan, satu diantara sekian
prioritas.
~~~
ndang-undang nomor 36 tahun
U2009 mengamanatkan bahwa
pelayanan kesehatan bukan
semata dari segi sik, raga dan pola
pengobatan. Bukan pula sebatas
m e n g u k u r d e r a j a t k e s e h a t a n
masyarakat.
Mengilhami amanat undang-undang
& harapan Bupati, banyak hal yang
mesti diperjuangkan. Diantara yang
terpenting adalah usaha sadar berangkat
dari diri sendiri dalam hal ini bagaimana
menjadipelayanpublikyangbaik.
M e n y a d a r i p e r u b a h a n d a n
pelayanan yang baik tidak bisa
diwujudkan hanya dalam bentuk
diskusi. “Berhenti Anda melakukan
program dengan diskusi dan kata-kata,
tapi program Anda harus berupa
tindakan,”kataAliDachlan.
Mendukungnya, Dinas Kesehatan
(Dikes) Kab.Lombok Timur sebagai
bagian dari nyawa pelayanan, terus
berbenah, dari internal Dikes sebagai
designer & konseptor sampai Bidan
desa bahkan kader Posyandu sebagai
praktisi yang langsung melayani
masyarakat.
Upaya dilakukan dengan berbagai
strategi, diantaranya memenuhi Standar
Pelayanan Kesehatan yang ditetapkan
badan dunia yang membidangi
kesehatan (WHO). atas dasar mandat
minimal dari WHO itu, kini instansi
terkait berbenah mengupayakan 1
kamar/tempat tidur untuk Persiapan
melayaniminimal1000 orang.
Sehingga, dengan jumlah penduduk
Lombok Timur yang mencapai 1,2 juta
jiwa, maka bersama Badan Layanan
Daerah (BLUD) terkait, Dinas
Kesehatan bersama mengupayakan
setidaknya 1.200 kamar untuk
pelayanankepadamasyarakat.
Demi pelayanan berbenah tiada
henti, menjadi sebuah keharusan karena
berdasarkan data tahun 2015, jumlah
total kamar untuk rumah sakit daerah
dan swasta di Lombok Timur sekitar
680 kamar.
Keseriusan serupa juga ditunjukkan
melalui upaya meningkatkan BLUD
RSUD dr Soedjono dari Tipe C menjadi
tipe B. Upaya diantaranya dilakukan
dengan melengka fasilitas di BLUD
setempat dengan peralatan Cuci Darah
bagi pasien gagal ginjal, membuka ICU
dengan merekrut lebih banyak tenaga
dokterspesialisdanrenovasigedunglama.
Di NTB, alat cuci darah hanya tiga
rumah sakit yang memilikinya, yaitu
rumah sakit Pemrov NTB, RSU Kota
Mataram dan RSUD dr. R. Soedjono -
Lombok Timur. Tentu saja terobosan ini
sangatmembanggakan.
Pembenahan lain juga
d i u p a y a k a n s e - o p t i m a l
mungkin untuk pelayanan
terdekat masyarakat, dalam hal
ini fasilitas kesehatan yang ada
di desa. Dimasa depan akan
diupayakan semua desa
memilikiPuskesmas.
Upaya ini ditunjukkan
melalui keseriusan Dinas
Kesehatan untuk mendorong
p e m b a n g u n a n g e d u n g
Poskesdes di setiap desa. Dinas
kesehatan pun mendorong desa
agar dalam pembangunan
Poskesdes tidak berorietasi
padaproyek.
“Kami bangga desa bisa
membuat Kantor Pelayanan
P o s K e s e h a t a n D e s a
(Poskesdes) yang luas dan
memadai, lebih dari kantor
induk yang sudah ada,” papar
drg H. Asrul Sani, Kadis
Kesehatan Lotim ketika
meresmikan dan membuka
layanan Poskesdes salah satu
desadiKec.Suralaga.
Dorongan untuk membangun
fasilitas Pokesdes yang luas memiliki
tujuan yang luas pula, karena jika
gedung yang layak sudah dipersiapkan,
maka layanan optimal dari segi tenaga
danperalatanjugabisaoptimal.
Masyarakat yang membutuhkan
pelayanan juga bisa cukup sampai desa,
sehingga mobilisasi berobat dan
pelayanan kesehatan bisa lebih ringan.
“semua upaya dan dorongan ini untuk
memudahkan pelayanan kepada
masyarakat,”demikianAsrul Sani.[mz]
Mitra HUSADA
12 TABLOID INFOKESEDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
ata penerimaan Zakat, Infaq,
Ddan Shadakah (ZIS) setiap
bulan di tahun 2015 ini
menunjukkan kesadaran berzis masih
tergolong rendah. “Penyebabnya kurang
maksimalnya upaya penarikan oleh
pengurus BAZNAS dan kurangnya
kesadaran pegawai terutama pimpinan
m a s i n g - m a s i n g I n s t a n s i u n t u k
memberikan himbauan terkait kesadaran
berzis, kata Kepala Bidang Hubungan
antar Lembaga BAZNAS Lotim, R.
Pandu.
Dibalik ungkapan tersebut, pensiunan
praktisi di instalansi gizi itu menyatakan,
hanya dinas kesehatan yang muzakkinya
lengkap dari berbagai unsur pegawai
“Andai semua instansi seperti Dinas
Kesehatan, kaya masyarakat pak, karena
Dikes itu paham apa yang harus dilakukan
selaintugaspokokmereka,”paparPandu.
Pandu menyebut Dinas Kesehatan
karena dari data penerimaan ZIS tiap
bulan,Dikesadalahselaluterbanyak.
ZIS yang terkumpul dari Dikes rata-
rata 81,6 juta rupiah.“Memang tergantung
jumlah karyawan di masing-masing
Instansi, tapi jika ada sebuah kepedulian
memberikan pengarahan dan ketegasan
untuk kesadaran bersama oleh masing-
masing pimpinan,saya yakin tidak ada
Dinas yang nihil, jangankan Dinas,
rekanan kerja dari masing –masing Dinas
saja ada yang mereka keluarkan pak
,”sambungPandu.
Lebih jauh Pandu mengungkapkan,
bagaimana prinsip yang seharusnya
ditanamkan oleh masing-masing
pegawai. Ketika sudah memilih jalan
hidup sebagai Abdi Negara, kesiapan
berfikir, berkorban dan meluangkan waktu
untuk masyarakat luas terutama masyarakat
yang membutuhkan itu harus, apalagi “ZIS”
ini merupakan perintah Allah untuk
dibersihkanharta.
Hal senada dipaparkan Ustadz Muh.
Khusayri, M.Pd.I. bersyukur ada
pemerintah yang mengajak taat terhadap
pemerintah agama untuk kemaslahatan
ummat, terutama masalah zakat infaq dan
shadaqah.
Peran sederhana BAZDA misalnya
dengan memberikan santunan rutin kepada
Pantai Asuhan disamping orang tidak
mampuyangberhakmenjadiMustahiq.
Ustadz M. Khusyairi, juga memaparkan
bagaimana kebarokahan harta siapapun jika
rajin mengeluarkan ZIS, dicontohkan
banyak yang bukan pegawai negeri bisa
bangun rumah tanpa hutang, itu kata ustadz
Khusyairi, rahasianya adalah Shadakah.
Karena ZIS itu adalah perintah Allah SWT.
Dengan tegas Allah SWT menggunakan
kalimat perintah dalam firmannya terkait
ZIS ini. “Huz” dalam surat at-taubah ayat
103, Artinya “Ambillah”. “Itu tidak boleh
dibantah, Itu kalimat perintah, sangat tepat
jika dikuatkan dengan kebijakan Bupati,”
tegasnya.
Seharusnya, tidak ada alasan para
pegawai ini terutama para pemimpin di
masing-masing Instansi untuk canggung
atau segan menegaskan bawahan mereka
mengeluarkan zakat, infak atau berbentuk
shadakah.
“Kalau benar-benar kita ikhlas dan
tahu makna shadakah, terlalu sedikit yang
2,5 % itu, karena janji Allah itu pasti,
apalagi kalau kita niatkan juga untuk
mentaati perintah Allah, Rasul dan Ulil
Amri atau pemimpin kita, saya yakin tidak
ada pegawai negeri yang berhutang,”
lanjutnya.[mz]
Dinas Kesehatan
MUZAKKI TERBANYAK TIAP BULAN
Dinas Kesehatan Kab.
Lombok Timur
menyumbangkan Zakat,
Infak dan Shadakah (ZIS)
tertinggi setiap bulan di
tahun 2015. Data
Baznaskab Lotim
menunjukkan Muzakki atau
insan yang berzakat dari
Institusi tersebut
diharapkan menjadi
inspirasi Muzakki lainnya.
Loket JPKM
Muhlisin, ketika menerima surat keterangan Peserta Jamkesmas
LAPSUS, Infokes
SIAGA LAYANAN TUNDA WAKTU PULANG
Lega sangat, hati Muhlis alias Muhlisin,
warga Karang Asem, desa Perigi Kec.
Suela.
Pasalnya waktu itu sudah jam 14.20.
Aparatur Dinas Kesehatan sudah pulang.
Sepi.
Apa yang terjadi?.
~~~~
elahiran dan kematian, tak ada yang
Kmampu menyangka waktunya
kapan. Kelahiran prediksi rata-rata 9
bulan10hari.
Kematianpun rata-rata mencontohi usia
Rasulullah, 63 tahun. Itu sangka manusia.
Namun kehendak yang kuasa tak selamanya
sesuaiharapantapipastiadahikmahnya.
Adalah Muhlisin (30) pada minggu
kemarin, mengukir sejarah memiliki buah
hati baru, buah cintanya bersama Rida
Apriani (25), artinya Muhlisin dan Rida kini
punyaduamomongan.
Sepasang hamba itu berikhtiar
menyelamatkan buah hatinya melalui peran
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.
SoedjonoSelongsejak18 Januari2016.
Muhlisin beserta keluarga terdaftar
sebagai peserta Jaminan Kesehatan
Masyarakat (Jamkesmas), namun sayang
kartuJamkesmasnyabedanama.
Karena beda nama, tentu saja butuh
proses untuk menyesuaikan dengan data yang
sebenarnya.Atas dasar tersebut pihaknya pun
menghubungi Dinas Kesehatan Kab.
Lombok Timur, pada jadwal Pulang. Sepi
didapatkanMuhlisin.
Siaga layanan, tunda waktu pulang,
untung ada tenaga kontrak Dinas Kesehatan
yang berprinsip demikian, Ahmad Syakban
namanya. Saat itu pihaknya belum pulang,
“Sengaja, siapa tau ada yang butuh layanan,
inisudah jadikebiasaan,lembur”cetusnya.
Gayung bersambut, Syakban yang biasa
dipanggil Ibank atau Ibenk dan Muhlisin pun
bertemu. Dengan gesit, Ahmad Syakban pun
terlihatmelayanisetulushati.
“Alhamdulillah, manjuran jaok balente,
mun te ndek bedait je, begak lelah ite bolak-
balik, manjuran jemak Istri saya pulang,
harus becat ngurus administrasi”cerita
Muhlisin.
Muhlisin juga banyak bercerita tentang
kesiagaan tenaga kesehatan di kecamatan
Suela sampai proses rujukan ke RSUD dr R.
Soedjono. Selamat punya momongan baru
Muhlisin.[mz]
dr. Kurnia Akmal ;
Tabloid Infokes, Penghargaan dan Pemacu Kinerja
“Kami sampaikan terimakasih
untuk kepala Dinas Kesehatan,
program yang satu ini saya nilai sebagai
sebuah penghargan untuk kita yang ada
di Dinas Kesehatan,”papar dr Akmal
dalam rapat pembentukan Tim Promosi
Kesehatan,Kamis,14/01/2016.
Paparan itu terkait semangat Dinas
Kesehatan Kabupaten Lombok Timur
dalam memperluas akses promosi
kesehatan dalam bentuk penerbitan
Media Mandiri bernama Tabloid Infokes
yang langsung dikelola Dinas Kesehatan
(Dikes) LombokTimur.
Kabid P2PL ini juga menyampaikan
keberadaan Tabloid ini bisa memacu kinerja
layanan aparatur kesehatan yang tersebar di
semua pelosok Lombok Timur. Namun
demikian dikhawatirkannya, Tabloid ini
jangan sampai memiliki semangat hanya
diawalnyasaja.
Selain dr. Akmal, pemaparan dukungan
juga disampaikan oleh bidang-bidang lain
yang ada di Dikes Lotim. Ada yang
menyampaikan pola koordinasi dan pola
serupa demi konsistensinya keberadaan
TabloidInfokes.
Mendengar pemaparan tersebut, drg
H. Asrul Sani, Kepala Dikes Lotim
menegaskan agar proses penerbitan
Tabloid Infokes bulanan itu jangan
dianggap sulit. “Kita punya 4 bidang,
masing-masing bidang punya seksi, saya
yakin kita tidak akan kehabisan
informasi dan berita kesehatan,”tegas
KepalaDinas.
Kontribusi dari masing-masing
Puskesmas dan program kesehatan lainnya,
lanjutnya, perlu seluas-luasnya disampaikan
kepada publik karena peran media sangat
penting sebagai wadah silaturrahmi dengan
masyarakat.[mz]
5TABLOID INFOKES EDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
BIDANG P2PL
olio merupakan salah satu
Ppenyakit menular yang
disebabkan oleh virus yang
menyerang sistem saraf sehingga
penderita menderita kelumpuhan.
Penyakit yang pada umumnya
menyerang anak umur 0-3 tahun ini
ditandai dengan munculnya demam,
lelah, sakit kepala, mual, kaku di leher
dansakitditungkaidanlengan.
Hingga saat ini, cara yang paling
ampuh dan efektif dalam upaya
pencegahan dan pemberantasan
penyakit polio yang telah dilakukan
pemerintah Indonesia adalah dengan
memberikan imunisasi polio bagi yang
belum terinfeksi dan ditindaklanjuti
d e n g a n k e g i a t a n s u r v e i l a n s
epidemiologi secara aktif terhadap
kasus-kasus Acute Flaccid Paralysis
(AFP) kelompok umur <15 tahun dalam
kurun waktu tertentu guna mencari
kemungkinan adanya virus polio liar
yangberkembangdimasyarakat.
PIN POLIO 8 -15 Maret 2016 ;
Jagalah Buah Hati dari Ancaman Polio
Setelah dilaksanakan PIN polio tiga
tahun berturut-turut pada tahun 1995,
1996 dan 1997 di Indonesia hampir 10
tahun berturut-turut tidak lagi ditemukan
adanyakasus barupenyakitpolio.
Sampai suatu waktu pada tanggal 13
Maret 2005, kita dikejutkan dengan
terjadinya dan ditemukan kasus pertama
lumpuh layu akibat ulah virus polio yaitu
kasus polio importasi pertama di
k ecamatan Cid ah u , K ab u p aten
Sukabumi, Jawa Barat. Kasus polio
tersebut berkembang menjadi Kasus Luar
Biasa (KLB) yang menyerang 305 orang.
KLB ini tersebar di 47 kabupaten/kota di
10provinsi.
Sejak tahun 2006 hingga sekarang
tidak pernah lagi ditemukan kasus
Polio.Indonesia telah berhasil menerima
sertikasi bebas polio bersama dengan
negara anggota WHO di South East Asia
Region(SEAR) padabulanMaret2014.
U n t u k m e m p e r t a h a n k a n
keberhasilan tersebut Indonesia akan
melakukan beberapa rangkaian kegiatan
yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN)
Polio, penggantian vaksin trivalent Oral
Polio Vaccine (tOPV) ke bivalent Oral
Polio Vaccine (Bopv) dan Introduksi
InactvatedPolioVaccine(IPV).
Untuk Pekan Imunisasi Nasional
(PIN) Polio akan dilaksanakan pada
tanggal 8-15 Maret 2016 serentak
diseluruh provinsi di Indonesia, dengan
sasaran anak usia 0-59 bulan, termasuk
untuk pendatang. Pemberian imunisasi
polio dilaksanakan di Posyandu,
Polindes, Poskesdes, Puskesmas,
Puskesmas.Pembantu dan Rumah Sakit
serta pos pelayanan imunisasi lainnya di
bawahkoordinasiDinas Kesehatan.
Pemberian imunisasi dilakukan
pada semua balita tanpa melihat status
imunisasinya (sudah mendapatkan
imunisasi polio atau belum). Mengingat
pentingnya kegiatan PIN Polio ini, maka
penting bagi kita untuk mendukung
keberhasilankegiatanini.
Bawalah balita kita ke pos
pelayanan PIN Polio yang terdekat
untuk mendapatkan imunisasi Polio.
Dengan PIN Polio ini diharapkan pada
akhir tahun 2018 penyakit polio berhasil
dihapusdiseluruhdunia.[P2PB]
SIE P2PB, Infokes
6 TABLOID INFOKESEDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
LOMBOK TIMUR BEBAS KUSTA
Dari Halaman 16
BIDANG P2PL
(1). Kondisi Sanitasi Total adalah
kondisi ketika suatu komunitas (i)
tidak buang air besar sembarangan; (ii)
mencuci tangan pakai sabun; (iii)
mengelola air minum dan makanan
yang aman; (iv) mengelola sampah
dengan aman; dan (v) mengelola
limbah cair rumah tangga dengan
aman.
(2).Sanitasi dasar adalah sarana
sanitasi rumah tangga yang meliputi
sarana buang air besar, sarana
pengelolaan sampah dan limbah rumah
tangga.
(3)Berbasis masyarakat adalah
k o n d i s i y a n g m e n e m p a t k a n
masyarakat sebagai pengambil
keputusan dan penanggung jawab
dalam rangka menciptakan atau
meningkatkan kapasitas masyarakat
untuk memecahkan berbagai persoalan
terkait upaya peningkatan kualitas
hidup, kemandirian, kesejahteraan,
sertamenjaminkeberlanjutannya.
(4). ODF (Open Defecation Free)
atau SBS (Stop Buang air besar
Sembarangan) adalah kondisi ketika
setiap individu dalam suatu komunitas
tidak buang air besar di sembarang
tempat,tetapidisaranajambansehat.
(5).Jamban sehat adalah sarana
pembuangan tinja yang efektif untuk
memutus mata rantai penularan
penyakit. (6). Cuci Tangan Pakai
Sabun (CTPS) adalah perilaku cuci
t a n g a n s e c a r a b e n a r d e n g a n
menggunakan sabun dan air bersih
yangmengalir.
(7). Sarana CTPS adalah sarana
Insert Penting ;
STBM ?Definisi Operasional
2015, 2 orang dalam keadaan cacat
tingkat II (18%). Keadaan ini
menunjukkan, penularan penyakit
kusta masih ada di masyarakat dan
keterlambatan penemuan kasus masih
terjadi.
Dalam Global Strategy for
Further Reducing the Disease Burden
Due To Leprosy 2011-2015 yang
dicanangkan WHO, disebutkan target
global yang hendak dicapai tahun 2015
yaitu penurunan 35% angka cacat yang
kelihatan (tingkat II) pada tahun 2015
dari data tahun 2010. Hal ini relevan
untuk dicapai dengan melihat besarnya
bebanakibatkecacatankusta.
SebenarnyaApa Sih Kusta ?
Kusta atau lepra (leprosy) adalah
penyakit menular yang menahun dan
d i s e b a b k a n o l e h k u m a n k u s t a
( M y c o b a c t e r i u m L e p r a e ) y a n g
menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan
tubuh lainnya. Penyakit ini sering kali
menimbulkan masalah yang sangat
kompleks.
Masalah yang dimaksud bukan hanya
dari segi medis tetapi meluas sampai
masalah sosial, ekonomi, budaya,
keamanan dan ketahanan nasional.
Penyakit kusta bukan penyakit keturunan
untuk melakukan perilaku cuci tangan
pakai sabun yang dilengkapi dengan
sarana air mengalir, sabun dan saluran
pembuanganairlimbah.
(8). Pengelolaan Air Minum dan
Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT)
adalah suatu proses pengolahan,
penyimpanan dan pemanfaatan air
minum dan air yang digunakan untuk
produksi makanan dan keperluan oral
lainnya,serta
(9). Pengelolaan makanan yang
aman di rumah tangga yang meliputi 5
(lima) kunci keamanan pangan yakni: (i)
menjaga kebersihan, (ii) memisahkan
pangan matang dan pangan mentah, (iii)
memasak dengan benar, (iv) menjaga
pangan pada suhu aman, dan (v)
menggunakan air dan bahan baku yang
aman.
(10).Pengelolaan Sampah Rumah
Tangga (PS-RT) adalah proses
pengelolaan sampah dengan aman pada
t i n g k a t r u m a h t a n g g a d e n g a n
mengedepankan prinsip mengurangi,
memakaiulangdanmendaurulang.
Pengelolaan sampah yang aman
adalah pengumpulan, pengangkutan,
pemrosesan, pendaurulangan atau
pembuangan dari material sampah
dengan cara yang tidak membahayakan
kesehatanmasyarakatdanlingkungan.
(11). Pengelolaan Limbah Cair
Rumah Tangga (PLC-RT) adalah proses
pengelolaan limbah cair yang aman pada
tingkat rumah tangga untuk menghindari
terjadinya genangan air limbah yang
berpotensi menimbulkan penyakit
berbasislingkungan.
SIE PENYELING, Infokes
ataukutukanTuhan.
Istilah kusta berasal dari bahasa
sansekerta, yakni kushtha berarti
kumpulan gejala-gejala kulit secara
umum. Penyakit kusta disebut juga
Morbus Hansen, sesuai dengan nama
yang menemukan kuman yaitu Dr.
Gerhard Armauwer Hansen pada tahun
1874 sehingga penyakit ini disebut
Morbus Hansen.
Lalu, Bagaimana Tanda-Tandanya ?.
Tunggu diedisiselanjutnya.
(Rujukan Berbagai Sumber).
Salam Supratman.
(12). Natural leader merupakan
anggota masyarakat baik individu
maupun kelompok masyarakat yang
memotori gerakan STBM di masyarakat
tersebut.
(13). Fasilitator adalah individu
maupun kelompok yang memfalitasi
proses pemberdayaan masyarakat
melaluimetodepemicuan.
D i p i l i h n y a d u a l o k a s i i t u
berdasarkan alasan bahwa di kecamatan
tersebut hanya memiliki satu
Puskesmas dengan jumlah penduduk
yang sangat padat. Terara mencapai 67.
067jiwadanWanasaba61.190jiwa.
Lokasi yang dipilih, untuk
kecamatan wanasaba adalah di Desa
Karang Baru, sedangkan di Kecamatan
TeraralokasinyadiRarangTengah.
Dua Puskesmas Baru tersebut akan
langsung dilengkapi dengan rumah
dinas dokter, para medis dan alat
kesehatan beserta sarana mobilisasi
lainnya seperti Mobil Puskesmas
Keliling, Mobil Ambulans dan
Kendaraanrodaduaterkaittugas.
Bukan itu saja, tutur Anggraini, di
tahun 2016 ini Dinas Kesehatan
Lombok Timur akan mengadakan obat
dan perbekalan kesehatan (Reagen dan
BMHP) untuk falisitas layanan di
bidangKefarmasian.
“Sarana dan Prasarana Instalasi
Farmasi Kabupaten (IFK) seperti sarana
penyimpanan, sarana pengolah data,
s a r a n a p e n g a m a n , s a r a n a
telekomunikasi dan sarana distribusi,
j u g a d i a l o k a s i k a n m e l a l u i
DAK,”demikianAnggraini,SKM.[*]
25 PUSKESMAS...
Dari Halaman 1
Mitra HUSADA
PAUD HI dan Posyandu
Program Familiar, Minim Pemberdayaan
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Holistik Integratif (HI) adalah
mandat Undang -undang nomor 20
tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
Ditegaskan pula melalui peraturan
presiden nomor 60 Th. 2013 tentang
Pengembangan Anak Usia Dini
Holistik-Integratif.
Di Lombok Timur kabarnya minim,
bahkan nihil.
Lama benar tak terurus.
akta itulah yang kini
F[diantaranya] menjadi
perhatian Kepala Bidang
Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas
Dikpora Lotim. H.LM.Nursalim,
S.Pd,M.Si.
Mantan Kepala Seksi Kurikulum
Dikdas itu, yang sebelumnya sukses
membangun peran MKKS, MGMP,
K3S dan sebagainya dalam agenda
yang tak terhalang anggaran, kini
pihaknya menatap tugas baru yang
semakinluasdanpenting.
H.L.Nursalim, belum genap satu
bulan menjabat Kabid PLS, sehingga
untuk tahap ini, pihaknya segera
membangun kinerja untuk berbagai hal
terkait tugas luas sebagaimana yang
pernahdidedikasikannyadulu.
Tugas itu diantaranya adalah
menjalankan amanah undang-undang
dan peraturan terkait, salah satunya
berkaitan erat dengan keberadaan
Kader Posyandu dalam payung
BPMPD dan Dinas Kesehatan, dalam
haliniPAUD-Holistik-Integratif(HI).
Inspirasi itu datang dari pandangan
Kepala Dinas Kesehatan Lombok
Timur yang dalam sebuah kesempatan
menginginkan perhatian khusus
kepada Kader Posyandu. “Kami yakin
melalui perhatian Kepala Dikes,
PAUD-HI ini bisa tersebar luas, karena
hanya kita di Lombok Timur yang
masih minim pemberdayaan bermitra
antar SKPD untuk optimalnya
pendidikanluarsekolah,”harapnya.
Pola promosi dan perhatian khusus
u n t u k t e r s e b a r l u a s n y a
penyelenggaraan PAUD HI ini adalah
dengan menggalang kerjasama antara
pihak-pihak yang SDM-nya terkait
PAUD HI.
Dicontohkannya, PAUD-HI adalah
Pendidikan Anak Usia Dini yang
mendidik anak dari usia 0 - 5 tahun,
Posyandu juga melayani anak usia 0-5
tahun.
Posyandu bermitra Bidan Desa
dalam hal ini adalah wewenang Dinas
Kesehatan dan Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan Pembangunan Desa
(BPMPD).
Sasaran pemberdayaan program
sama-sama anak usia 0-5 tahun.
Memaksimalkan potensinya sambil
merintis menuju PAUD - HI yang
mandiri, serta bisa menambah peluang
kerja dan penghasilan untuk jasa-jasa
Guru-guru PAUD dan Kader Posyandu
selama ini benar-benar jauh dari
kepentinganapapun,
“Sebagaimana yang disampaikan
dokter Asrul Sani, Kader Posyandu itu
berjiwa sehat dan volunteer, mereka
p r o d u k t i f d a n p e d u l i k e p a d a
masyarakatnya,”tuturH.Nursalim.
Karena potensi itu, kini pihaknya
sedang merancang Tutorial Work
Management (TWM) atau petunjuk
tekhnis dan pelaksanaan, sesuai
peraturan/perundang-undangaan terkait
pendidikankemasyarakatan.
TWM itu nantinya langsung sebagai
bahan sosialisasi pola yang akan
dilaksanakan, bila memungkinkan
kerjasama untuk pengabdian pendidikan
masyarakat akan diperluas, mengingat
pentingnya pendidikan luar sekolah
untuk Sumber Daya Manusia yang
semoga bisa menaikkan IPM Lombok
Timur
“Walau belum ada anggaran khusus,
tidak ada yang tidak bisa jika kita bekerja
dan bekerjasama, apalagi Pak Bupati
sangat berharap kepada kita semua agar
11TABLOID INFOKES EDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
Point-Point
Landasan PAUD HI
Kurikulum pada semua jenjang
dan jenis pendidikan dikembangkan
dengan prinsip diversikasi sesuai
dengan satuan pendidikan, potensi
daerah, dan peserta didik. (UU nomor
20Tahun 2003)
~~~~
(1). Masyarakat, terutama orang
tua dan keluarga yang mempunyai
Anak Usia Dini ; (2). kader-kader
masyarakat seperti Posyandu, BKB,
PAUD, Taman Anak Sejahtera, PKK,
dan kader-kader masyarakat yang
sejenis;
(3). penyelenggara pelayanan dan
tenaga pelayanan;(4). Pemerintah dan
Pemerintah daerah; (5) perguruan
tinggi, organisasi profesi, organisasi
kemasyarakatan, dan organisasi
keagamaan;
(6) media massa; (7). LSM, dunia
usaha, dan mitra pembangunan
nasional dan internasional (BAB III
Perpres nomor 60Tahun 2013)
~~~~
UNESCO menyarankan 75 persen
anak Indonesia wajib mendapat hak-
hak untuk mendapatkan pendidikan
usia dini secara holistik. Namun, kita
masih sanggup memenuhinya hanya
sekitar 30 %. Karenanya, seluruh
layanan sosial dasar bagi anak
didorong untuk dapat terintegrasi,
terutama pada layanan posyandu dan
PAUD,” ( Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D,
jangan bekerja dengan kata-kata, kita
harus bekerja dengan tindakan dan
terapan,”demikianNursalim.[mz]
10 EDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
PENANGGULANGAN ANEMIA
PADA REMAJA PUTRI
Sekolahku dan Dikes Bentengi Kami dari Anemia
Info ini adalah 100 % (tanpa editing) tulisan remaja yang pernah
mengikuti Kegiatan Pencanangan Penanggulangan Anemia
Desiansi Besi.
Dari kegiatan tersebut, remaja Juwiter SMP-DH Padamara ini
mampu mendeskripsikan berbagai hal terkait Kesehatan Remaja.
etiap awal tahun pelajaran Di
SSMP DARUL HAMIDIN, kami
bekerja sama dengan Dinas
Kesehatan yakni Puskesmas Dasan
Lekong dalam rangka kegiatan
Pemeriksaan Gol.Darah dan tes Hb
(Haemoglobin). Untuk mengantisipasi
adanya kekurangan Hb disekolah kami,
kami rutin setiap minggunya melakukan
KegiatanMinumBersamaTabletFe.
Kurangnya zat besi/Hb atau yg
sering disebut dengan “ANEMIA”
merupakan penyakit yg sulit utk diobati,
Nah,,, cara mengantisipasi dan
menanggulanginya adalah rutin
meminum tablet Fe dan mengkonsumsi
makananygseimbang.
Tau gak sih sobatt,,??
Empat sehat lima sempurna itu
udah gak zaman,,maksudnya
adalah, 4 sehat 5 sempurna itu
belum tentu seimbang, kita bisa
kelebihan lemak, ataupun
kekurangan, akibatnyaa kita bisa
kegemukan atau kekurusan,gak bangett
khaaaan....
So yg bner adalah mengkonsumsi
makanan yg mmpunyai nilai gizi dan
memiliki zat yg seimbang, Kalo kita udah
terserang yg namanyaANEMIA, wadduhh
sob, bisa susah tuh,, kan “lebih Baik
M e n c e g a h D a r i p a d a
MengobatI,bukan?????
Akibat yg dialami jika kita terserang
anemia, khususnya bagi pelajar ialah 5L
yaitu(Lelah,Letih,Lesu,Lemas,Lalai)
Kalo udah gitu kita pasti gak bisa
belajar dg serius, kita pasti gak bisa
mncerna pelajaran denagn baik, akibatnya
adalahkitagakbisameraihPRESTASI yg
SIE-REMALANSIA, Infokes (Rilis)
Minum Tablet
Baiq Aisyah Siddiqah (Tutor Remaja Sebaya)
saat praktik hasil penyuluhan penanggulangan Anemia
Oleh : Baiq Aisyah Siddiiqah
BIDANG
Kesehatan Keluarga
erta masyarakat dalam
sm e n g h a d a p i b e r b a g a i
persoalan, termasuk masalah
kesehatan.
“Pada era 1970 sampai 1980,
pemerintah sukses menggalang peran
aktif masyarakat dengan saling bahu
membahu, bergotong royong melalui
pendekatan pemberdayaan kesehatan
masyarakat Desa (PKMD ) yang
melahirkan berbagai Usaha kesehatan
b e r s u m b e r d a y a m a s y a r a k a t
(UKBM),”jelas Hazrin Kepala Seksi
Promkes & PSDM pada Dinas
KesehatanLombokTimur.
Dilanjutkan Hazrin, pasca tahun
1990-an sampai saat ini semangat
PKMD tersebut sudah mulai menurun
dan ingin dibangkitkan kembali melalui
Program Desa Siaga. Memacu program
tersebut, ada 5 langkah utama dalam
Desa siaga, yaitu Langkah Pertama
adalah pelayanan kesehatan dasar yang
meliputi pelayanan Ibu hamil dan
menyusui, pelayanan anak balita,
penemuan dan penanganan penderita
penyakit.
Kegiatan selanjutnya adalah
UKBM dengan surveilance berbasis
masyarakat yang meliputi pengamatan
dan pemantauan penyakit, pelaporan
cepat selama 24 jam bila ada kejadian
wabah, pencegahan dan penangulangan
penyakit sederhana dan membuat
laporan kematian. Dalam hal kegiatan
penyehatan lingkungan, program desa
siaga terdiri dari promosi tentang
sanitasi dasar seperti kepemilikan
jamban keluarga,sarana air bersih,
tempat pembuangan sampah. Bantuan
pemenuhan sanitasi dasar dan
PencegahanpencemaranLingkungan.
K e g a w a t d a r u r a t a n d a n
penanggulangan bencana, juga
merupakan langkah desa siaga. Langkah
ke empat ini meliputi penyiapan Bank
Darah,Ambulan Desa dan Tabungan Ibu
bersalin ( Tabulin ) serta untuk
penanggulangan bencana kegiatan
berupa penyiapan tempat pengungsian
yang aman, serta promosi kesehatan di
tempatpengungsian.
Langkah yang ke-5 (lima) adalah
Perilaku Hidup bersih dan Sehat ( PHBS
) meliputi 10 Indikator PHBS rumah
tangga untuk dilakukan survey dan
intervensi yang terdiri dari persalinan
Nakes, ASI Eklusif, Penimbangan
Dari Halaman 3
....Desa Siaga
Balita, Diet sayur dan Buah, Aktitas
Fisik, Jamban keluarga, Sarana air
bersih, Bebas Jentik Nyamuk DBD,
Cuci tangan Pakai sabun dan Tidak
merokokdalamruangan.
Karena pentingnnya pelayanan
siaga tersebut, belajar dari tahun
sebelumnya, maka untuk tahun 2016,
semua pemangku amanah terkait
kesehatan masyarakat harus berpacu
menjalankan langkah-langkah tersebut
agar program Desa Siaga berjalan
sesuaiharapan.
“Kami di Seksi Promoskes dan
PSDM akan terus menggaungkan
manfaat dari desa siaga ini, termasuk
langkah-langkahnya,”tandas Hazrin
TABLOID INFOKES
Ke Halaman 15
BIDANG
Pelayanan Kesehatan
7TABLOID INFOKES EDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
ahun 2014 sisa pasien yang
Tbelum dioperasi mencapai
4.719, sedangkan pada tahun
2015 ditambah sisa 2014, pasien yang
belum tertangani mencapai 4841. Untuk
tahun 2016 ini tentu membutuhkan kerja
keras agar jumlah target ditambah sisa
2015bisadiselesaikan.
Dalam catatan Dinas kesehatan
Lombok timur, nilai total operasi
katarak yang telah dilaksanakan
diperkirakan mencapai rata-rata 1000
tindakan/tahun.
Kenyataan ini tentu saja masih jauh
dari target minimal yang harus dicapai.
“Ini didasarkan pada jumlah kasus
Target Tuntas Penanganan Katarak,
Butuh Menejemen Informasi
katarak yang muncul setiap tahun
(incidence rate)” kata drg.Sidarta
Fitriadi, Kepala Seksi Kesehatan Khusus
danSwasta(Kesus).
dr.Sidarta juga menjelaskan sebesar
0.1 % / jumlah penduduk/tahun atau
lebih kurang 1.164 kasus katarak baru
menghinggapi penduduk LombokTimur
yangmencapai1.164.018ini.
Secara umum, problem mendasar
yang dihadapi sehingga belum mencapai
target setiap tahunnya adalah sampai
saat ini upaya Penanggulangan
Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (
PGPK ) belum atau tidak dianggap
sebagaiprogramprioritas.
P e r m a s a l a h a n l a i n a d a l a h
koordinasi yang kurang antar stake
holder khususnya tentang Incidence
rate dan Back Log itu sendiri, “Insya
Allah tahun 2016 permasalahan tersebut
sudah tertangani,”tandas drg Sidarta
Fitriadi.
Keyakinan tersebut, karena saat ini
Pemerintah Kabupaten lombok Timur
sudah memberikan perhatian lebih
untuk berbagai kegiatan yang terkait
dengan upaya penanggulangan buta
katarakdiLombokTimur.
Menyikapinya sangat diharapkan
kerjasama antara pemerintah, organisasi
p r o f e s i (
perdami ),
a k a d e m i s
dan peran
swasta dapat
saling bahu
m e m b a h u
melakukan
penanggulan
gan katarak
s e h i n g g a
meningkatka
n Cataract
SurgicalRate.
Disamping itu penanganan operasi
Katarak juga sering dilakukan baik oleh
Rumah Sakit Umum Daerah R.Soedjono
dan juga melalui bhakti sosial oleh
Kompas,NKRI dan Lembaga Swadaya
Masyarakat tetap (YKI), BKMM
Provinsi, BKMM Cikampek dan lain-
lain.
Mendukungnya, perlu diperkuat
dengan manajemen informasi dan
pendataan dalam penanggulangan
gangguan penglihatan dan kebutaan
mulai dari Stake Holder sampai ke
Puskesmas agar secara komulatif target
pencapaian dalam penganggulangan
buta katarak, semuanya dapat terdata
jelas,demikianSidarta.[titin]
SIE K2S, Infokes
Belajar dari sisa target yang
belum dicapai pada 2014 dan
2015. Seksi Kesehatan Khusus
dan Swasta (K2S) Dinas
Kesehatan Lombok Timur
membutuhkan menejemen
informasi dan pendataan dalam
penanggulangan gangguan
penglihatan dan kebutaan mulai
dari aparatur terkait di Dinas
sampai ke Puskesmas
1. Akreditasi Puskesmas
Ÿ Sosialisasi akreditasi
puskesmas
Ÿ Workshop Penggalangan
Komitmen Akreditasi
Puskesmas
Ÿ Pelatihan Pemahaman
Standard An Istrumen
Akreditasi Puskesmas
Ÿ Self assessment dan
penyusunan POA
akreditasi puskesmas
Ÿ Pendampingan
penyusunan dokumen
Akreditasi
Ÿ Pendampingan
implementasi dokumen
Ÿ Pre assessment survey
akreditasi puskesmas
2. Pelaksanaan Lomba Tenaga
Kesehatan Teladan
3. Workshop Penerapan
Asuhan Keperawatan di
Puskesmas
4. Orientasi Tenaga Dokter
Puskesmas
5. Sosialisasi dan Orientasi
Sistem SPGDT
6. Workshop Manajemen
Puskesmas
7. Pencetakan Buku Pedoman
SOP
8. Monitoring dan Evaluasi
Manajemen Puskesmas
9. Monitoring dan Evaluasi
Pelayanan Puskesmas
Pembantu (Pustu)
10. Survey Kepuasan Pasien
11. Lomba Puskesmas
Berprestasi
12. Workshop Bantuan Hidup
Dasar Untuk Masyarakat
13. Pertemuan Koordinator
UGD dan Rawat Inap
Puskesmas
14. Pertemuan Evaluasi
Pelayanan Rujukan Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama
(FKTP)
15. Sistem Pencacatan dan
Pelaporan Terpadu
Puskesmas (SP2TP)
16. Perawatan Kesehatan
INFORMASI
RENCANA KERJA SEKSI RUMAH SAKIT DAN PEMBINAAN UPTD
BIDANG PELAYANAN KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR 2016
drg. Sidarta Fitriadi
8 TABLOID INFOKESEDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
BIDANG
Pelayanan Kesehatan
enting mengetahui apa saja
Ppewarna makanan yang dilarang.
Kepala Seksi Kefamasian dan
makanan minuman Dinas Kesehatan
Lombok Timur menjelaskan jenis
pewarna makanan yang dilarang adalah
Rhodamin B dan Methanil Yellow.
Rhodamin B, kata Siti Nauli
S,Farm.Apt adalah pewarna sintetis
berbentuk serbuk kristal merah
menyala dan dalam larutan akan
berwarnamerahterangberpendar.
“Rhodamin B biasa digunakan
untuk industry tekstil dan kertas.
“Rhodamin B dan Methanil Yellow” Dilarang
SIE FARMAKMIN , Infokes
Sebagai masyarakat yang modern, makanan berwarna-
warni tentu sangat elok dilihat tapi ternyata berbahaya
untuk dimakan. Bahaya bahkan larangan memakannya
apabila diwarnai dengan Rhodamin B dan Menthanil
Yellow
Rhodamin B dilarang digunakan untuk
pewarna pangan,”kata Nauli. Begitu juga
dengan Methanil Yellow atau kuning
methanol yang merupakan zat warna
sintetis berwarna kuning kecoklatan dan
berbentuk padat atau serbuk yang
digunakan untuk pewarna tekstil
(kain,kertas) dan cat, juga dilarang untuk
pangan.
Dilarangnya 2 jenis pewarna tersebut
karena Bahaya akut rhodamin B dan
methanil yellow bila tertelan dapat
menyebabkan iritasi pada saluran
percernaan. Jika terpapar pada bibir dapat
menyebabkan bibir pecah-pecah,
kering, gatal, bahkan kulit bibir
terkelupas. Bahaya kronis akibat
konsumsi dalam jangka panjang
menyebabkan gangguan fungsi
hati,gangguan kandung kemih, bahkan
kanker.
“ M a s y a r a k a t h a r u s s a l i n g
mengingatkan dalam hal ini, beberapa
penyalahgunaan rhodamin B dan
methanil yellow pada pangan, antara
lain ada kerupuk, terasi, gulali/sirup
berwarna merah,”jelas Nauli, Kepala
SeksiFarmasidanMakanMinum.
Makan dengan warna-warni serupa
dengan ciri-ciri mengandung pewarna
tersebut bisa dilihat jika warna merah
mencolok (rhodamin B) atau kuning
mencolok (methanyl yellow) dan
cenderungberpendar.
Selain itu Banyak memberikan titik-
titikwarnatidakmerata.[Waspha]
...Dalam Data
Dari Halaman 3
peraturan terkait, pada Dinas Kesehatan
terdiri dari Kepala Dinas, Sekretaris
Dinas, Kelompok Jabatan Fungsional,
Kepala Sub Bagian (Kasubag) yang
terdiri dari 3 bagian yaitu Kasubag
Program dan Pelaporan, Kasubag
Keuangan dan Kasubag Umum dan
Kepegawaian.
Sedangkan Bidang di Dinas
Kesehatan Lombok Timur berjumlah 4
bidang yaitu Bidang Promkes dan
PSDM, Bidang Pelayanan Kesehatan,
Bidang Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan (P2PL) dan
Bidang Kesehatan Keluarga (Kesga)
dengan masing-masing Bidang terdiri
dari3seksi.
Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok
Timur berada di jalan Ahmad Yani
Nomor 100, Sandubaya – Selong. yang
menaungi 957 Pegawai Negeri Sipil
(PNS), 161 Pegawai Tidak Tetap
Kemenkes RI dan ratusan pegawai
kontrak ini dipimpin oleh drg.H.Asrul
Sani,M.Kes dengan Sekretaris Dikes
Lotim adalah drg I Made Pradnya
Adiputra(2016).
Sedangkan untuk Kasubag
Program dan kepegawaian ; Anggraini
SKM, Kasubag Keuangan ; Meri
Herlina,SE. Kasubag Umum dan
Kepegawaian ; L.Malawirawan,SKM.
Lengkapnya terkait pejabat di Dinas
Kesehatan Lombok Timur, tugas,
bidang dan seksi-seksi masing bisa
dilihat melalui struktur organisasi yang
terpampang jelas di tembok resepsionis
DinasKesehatanLombokTimur.
Secara merata,
penyebaran tenaga atau
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
di Dinas Kesehatan Lombok
Timur terdiri dari Dokter
U m u m , D o k t e r G i g i ,
Perawat, Bidan, Perawat
Gigi, Sanitarian, Apoteker,
A s i s t e n A p o t e k e r ,
G i z i , E p i d e m o l o g ,
A d m i n k e s , P e n y u l u h
K e s e h a t a n , A n a l i s
Kesehatan, Non Kesehatan
dan Atem atau tenaga
elektromedis.
T e r k a i t j u m l a h
masing-masing dari Tenaga
Dokter dengan perincian
Dokter umum; Laki-Laki 22
dokter dan perempuan 31
dokter. Untuk Dokter Gigi
laki-laki berjumlah 7 orang
danperempuan6dokter.
Tenaga Perawat PNS
di Lombok Timur dari data
PER Desember 2015,
kalkulasinya adalah Lulusan
SPK; Laki-laki 40 orang,
Perempuan 27 orang.
Lulusan Diploma ; Laki-
Gaji Dokter Kontrak
Setara Gaji PNS
Lotim Butuh Dokter Lagi, Kuota 2016 ; 6 Dokter
Ke p a l a S u b B a g i a n U m u m d a n
Kepegawaian (Kasubag UMPEG)
Dinas Kesehatan Lombok Timur, L.
Malawirawan mengatakan, di beberapa
Kabupaten, ada dokter yang tidak mendapatkan
jasa dari daerahnya. Mereka dicukupkan dengan
Jasa pengobatansaja.
“Disini untuk Dokter kontrak yang bertugas di
Desa Biasa, gajinya dianggarkan Rp. 2.750.000,
sedangkan untuk yang siap ditugaskan di desa
terpencilRp.3.500.000,”jelasnya.
Berdasarkan keterangannya, jika dilihat dari
GajiPNS Golongan I berartiGajiDokter Kontrak
lebih besar dari Gaji PNS (umum). Keputusan
tersebut, kata Kasubag Umpeg, tidak terlepas
dari perhatian Pemda untuk pelayanan
kesehatan.
“Untuk kuota tahun ini, kita butuh 6 dokter
lagi, dari kuota 20 Dokter berdasarkan DPA
2016, baik dokter umum atau dokter
gigi,”tandasnya.[mz]
laki, 50 orang dan perempuan 72 orang.
Sedangkan untuk Sarjana Laki-laki 69
orang, dan perempuan 30 perawat.
[Bersambung]
SIE-GIZI, Infokes
9TABLOID INFOKES EDISI JANUARI
VOL I / Th. 1/ 2016
BIDANG
Kesehatan Keluarga
Asi Ekslusif Bagi Ibu Bekerja ,
Mengapa Tidak ???
bu yang bekerja bukan
Imerupakan alasan untuk
menghentikan pemberian ASI
Ekslusif kepada buah hatinya. “Banyak
cara dan usaha yang bisa dilakukan,
diantaranya bisa berkunjung ke Klinik
Laktasi untuk menyiapkan cara
memberikan ASI apabila bayi harus
ditinggal,”kata Ibrahim,SKM,MPH
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga
DikesLotim.
Kendala pada ibu menyusui juga
dipahami Ibrahim,SKM seperti tempat
yang jauh. Untuk Ibu yang bekerja tidak
j a u h d a r i r u m a h , p i h a k n y a
menyarankan agar Ibu dapat pulang ke
rumah untuk menyusui saat jam istirahat
atau meminta seseorang untuk
mengantarkan bayi ke kantor untuk
menyusu. “Jika memungkinkan, Ibu bisa
membawa bayi ke tempat bekerja,”saran
Ibrahim, yang sangat peduli dengan
pentingnyaASI.
Namun jika jaraknya antara rumah
dengan tempat kerja/kantor, maka Ibu
harus memberi ASI sesering mungkin
selama cuti melahirkan. “Biarkan bayi
menyusu hingga kenyang dan melepas
sendiri hisapannya, susuilah bayi pada
malam hari, pagi hari dan kapan saja saat
ibuberadadirumah,”saranya.
Ibu juga harus berlatih untuk
memerah ASI setelah melahirkan karena
mau tidak mau ibu harus memberikan
ASI perah kepada bayinya karena tidak
memungkinkan untuk menyusui secara
langsung. Dalam hal ini, Kepala Seksi
Kesga ini memberikan TIPS dalam
menyediakan dan memberikan Asi Perah
kepada Bayi. Perahlah ASI sebelum
berangkat kerja dan minta kepada
pengasuh agar memberikan ASI tersebut
padawaktutertentuketikaibubekerja.
Selama ibu bekerja luangkan waktu
2-3 kali atau setiap 2-3 jam untuk
m e m e r a h
ASI.
Memera
h ASI mudah
d i l a k u k a n
j i k a
p a y u d a r a
dalam keadaan terasa penuh. Jangan
menunggu sampai payudara bengkak
dan nyeri karena payudara akan lebih
sulit diperah dalam kondisi yang
bengkak.
“Perahlah sebanyak mungkin ASI,
sedikit apapun ASI yang berhasil
diperah akan sangat bermanfaat bagi
bayi, karena pada umumnya ibu dapat
memerah ASI hingga 400-500 ml atau
bahkanlebih,”jelasnya.
Terkait cara memerah ASI,
pihaknya menyarankan agar banyak
mencari informasi yang benar, misalnya
melalui pertanyaan dan langsung
browsing di link terpercaya melalui
internet seperti bagaimana menyimpan,
cara menyiapkan yang benar dan
sebagainya. Karena ASI untuk buah
cinta itu sangat penting dan jangan
sampaidiabaikan.[Herni]
Ibrahim,S.KM,
Kepala Sie. Gizi,Dikes Lotim
Hj. Rohkliana,SST
ke Halaman 14
Prestise KIA Meningkat,
Kunjungan Balita dan K.Neonatal 3 masih Impian
erdapat 9 target yang harus
Tdikejar, berlari, kencang dan
mesti terus dalam pantauan
pula binaan.9TargettersebutadalahK4,
K Maternal ditemukan, Linakes, KF3,
KN 3, K Neonatal ditemukan,
Kunjungan Bayi 4, Kunjungan Balita 2
dan KB aktif. Terhadap SPM itu itu, di
Lombok Timur rata-rata sudah
mencapaitarget.
“Hanya Kunjungan Balita dan
Kunjungan Neotal 3 yang masih belum
m e n c a p a i t a r g e t , ” t e r a n g
Hj.Rokhliana,SST,MM, Kepala Seksi
KIA Dinas Kesehatan Lombok Timur.
Kondisi ini didasarkan pada catatan
target dalam 3 tahun terakhir, yaitu pada
tahun2013,2014dan2015.
Kunjungan Balita adalah cakupan
Balita (12-59) bulan yang memperoleh
pelayanan sesuai standar meliputi
pemantauan pertumbuhan minimal 8
kali / tahun, pemantauan perkembangan
minimal 2 kali setahun, pemberian
vitamin A sebanyak 2 kali setahun.
Sedangkan Kunjungan Neotal 3 adalah
kunjungan yang dilakukan oleh petugas
kesehatan atau bidan ke rumah ibu
setelah melahirkan untuk memeriksa
kesehatan bayi untuk mendapatkan
pelayanansesuaistandar.

Tabloid Dinas Kesehatan

  • 1.
    EDISI JANUARI VOL I/ Th. 1/ 2016 1 INFOKES TABLOID MEDIA INFORMASI DAN PROMOSI KESEHATAN LOMBOK TIMUR TERBIT SETIAP BULAN 25 Puskesmas akan Diperbaiki Terara dan Wanasaba Dapat PKM Baru Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan dasar pada fasilitas pelayanan primer, Dinas Kesehatan Lombok Timur melalui Dana Alokasi Khusus tahun 2016, merencanakan perbaikan untuk 25 Puskesmas, penambahan ruang untuk 10 Puskesmas, pengadaan obat dan perbekalan (regen dan BMHP) serta berbagai fasilitas layanan lainnya juga dialokasikan. ombok Timur terdiri dari 20 LKecamatan dan memiliki 29 Puskesmas. Dari jumlah tersebut, semuanya merupakan puskesmas perawatan dan akan segera diperbaiki, ada juga yang ditingkatkan statusnya. Puskesmas yang akan direhab adalah Puskesamas Kota Raja, Puskesmas Montong Betok, Puskesmas S i k u r, P u s k e s m a s M a s b a g i k , Puskesmas Dasan Lekong, Puskesmas Denggen, Puskesmas Lendang Nangka, kataAnggraini,SKM, Selanjutnya, Puskesmas Labuan Haji, Puskesmas Jerowaru, Puskesmas Sambelia, Puskesmas Labuan Lombok, Puskesmas Selong, Puskesmas Pringgasela, Puskesmas Kalijaga, Puskesmas Kerongkong, Puskesmas Rensing, Puskesmas Keruak, Puskesmas Jerowaru, Puskesmas Sukaraja, dan Puskesmas Korleko. “Untuk Puskesmas Belanting, Terara, Sembalun dan Wanasaba, termasuk rumah Dinasnya juga akan diperbaiki, diantara puskesmas tersebut 18 diantaranya akan dilengkapi dengan peralatan kesehatan untuk rawat inap,”jelasnya. Anggarini, SKM yang menjabat Kepala Bagian Program dan Pelaporan di Dikes menerangkan untuk 10 Puskesmas, akan diadakan penambahan ruangan, yaitu Puskesmas Belanting, Wanasaba, Aikmel, Kerongkong, Korleko, Jerowaru, Keruak, Denggen, Suela,danMasbagik. “Untuk Puskesmas Sakra, akan ditingkatkan dari Puskesmas perawatan menjadiPuskesmas Poned,”lanjutnya. Selain mengagendakan rehab, Pemerintah Lombok Timur melalui Dikes juga akan membangun gedung Puskesmas baru di Kecamatan Terara danWanasaba. ke Halaman 6 ke Halaman 6 16 INFOKES danya stigma dan diskriminasi Aterhadap Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) di Tanah Air dibuktikan dari hasil Survei Situasi Stigma dan Diskriminasi terhadap OYPMK di 5 kabupaten dan hasil Penelitian Mengenai Pemenuhan dan Perlindungan Hak OYPMK dan Keluarga Mereka yang dilakukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KomnasHAM). Diskriminasi dialami OYPMK dalam bentuk penolakan di sekolah, di tempat kerja, dan dalam mendapatkan pekerjaan. Lebih memprihatinkan lagi adalah “mereka juga ditolak di layanankesehatan”. Dalam pidato Menkes RI tanggal 27 Februari 2012, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH bersama 11 organisasi profesi (IDI, PERDOSKI, PERDOSRI, IPNI, IBI, PREI, ARVI, ARSADA, IAKMI, AIPKI) 2 Fakultas Kedokteran (FKUI, FK Atmajaya) dan WHO Indonesia menandatangani Piagam Seruan Nasional Mengatasi Kusta dalam rangka Hari Kusta SeduniaKe-59. Pada kesempatan itu, Kemenkes LOMBOK TIMUR BEBAS KUSTA Hari Kusta Sedunia diperingati pada tanggal 25 Januari setiap tahunnya sebagai momentum untuk mengingatkan bahwa Orang yang pernah mengalami Kusta memerlukan perhatian seluruh masyarakat. Oleh : Supratman,SKM,MM (Wasor Kusta Dinas Kesehatan Lombok Timur) SIRAMAN ROHANI RI menegaskan bahwa penderita penyakit kusta harus dilayanai seperti penduduk Indonesia lainnya. Orang yang pernah mengalami kusta berhak mendapatkan pelayanan di Puskesmas, di Rumah Sakit, di fasilitas kesehatan apa pun dan di bagian mana pun di wilayah Republik Indonesia. “Saya melarang perlakuan diskriminatif kepada orang yang pernah mengalami kusta di Tanah Air kita dengan alasan apa pun juga,” tegasMenkes. Kenapa kusta perlu perhatian masyarakat ? Saat ini Indonesia masih menjadi penyumbang kasus baru kusta nomor 3 di dunia setelah India dan Brasil. Pada tahun 2010, Indonesia melaporkan 17.012 kasus baru dan 1.822 atau 10,71% di antaranya, ditemukan sudah dalam keadaan cacat tingkat II (ke-dua) (cacat yangtampak). Selanjutnya, 1.904 kasus (11,2%) adalah anak-anak. Kejadian Kusta di Kabupaten Lombok Timur tahun 2013 sebanyak 2 kasus 1 orang (50%) cacat tingkat II, tahun 2014 sebanyak 9 kasus 1 orang (11,1 %) dalam kondisi cacat tingkatII,sebanyak11kasus padatahun Berusaha Merasa Cukup TGH.M.KUSYAIRI,M.Pd.I Pembina Rubrik Siraman Rohani KETUA YAYASAN TGH. UMAR - KELAYU ke Halaman 15 atatan ini terinspirasi dari Cberbagai peristiwa di negeri ini, yang merupakan pelajaran bahwaAllah SWT maha pengasih dan penyanyang untuk menerima hambanya yang mau sadar dan berubahmenjadilebihbaik. Dibalik masalah yang tidak pernah luput dari perjalanan hidup manusia. Terlepas dari definisi apapun, jika membaca suara hati, kedatangan masalah, baik itu dari keluarga, profesi, birokrasi, atau apapun namanya, semuanya datang karena sebuah keinginan yang terlalu tinggi dan perasaan yang tidak pernah merasacukup. Sebab keinginan yang terlalu tinggi, menjadikan nafsu tidak terkendali. Sebab kita bermain api, kebakaranpun tak bisa dihindari. Sebab kita menyalahgunakan tugas, mutasi menjadi resiko. Untung mutasi,bagaimanajikadipecat EDISI JANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 TABLOID TERBIT SETIAP BULAN MEDIA INFORMASI DAN PROMOSI KESEHATAN LOMBOK TIMUR
  • 2.
    Pelindung Penasihat : KepalaDinias Kesehatan Lombok Timur Pembina : Sekretaris Dikes Lotim Dewan Redaksi Kasubag Program & Pelaporan Kasubag Keuangan Kasubag Umum & Kepegawaian Kepala Bidang Yankes Kepala Bidang Kesga Kepala Bidang P2PL Kepala Seksi (masing-masing bidang) Pemimpin Umum Kepala Bidang Promkes & PSDM Pemimpin Produksi Kepala Seksi Promkes & PSM Adm Tekhnis (Pemred) Hamzan Muhammad Kontributor : Tim KIP, Arsip & Promosi Layanan Kesehatan Dikes - Lotim Layout : Emzet Juwiter Distribusi : TU Dikes & Puskesmas Bagian Ekspedisi se-Lombok Timur CP Redaksi : 081246988357/087863433249 Kantor Redaksi Sekretariat Dinas Kesehatan - Lotim Jln. Ahmad Yani No.100 Sandubaya - Selong REDAKSI TABLOID INFOKES DINAS KESEHATAN - LOMBOK TIMUR SAPA REDAKSI 2 TABLOID INFOKESEDISI JANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 INFOKES ; MEDIA INFORMASI DAN PROMOSI KESEHATAN Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang k e s e h a t a n mengamanatkan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan serta memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu,danterjangkau Untuk mewujudkannya, Pusat Promosi Kesehatan Kementerian kesehatan RI menetapkan sasaran strategis, diantaranya agar ; Pertama, perilaku Hidup Bersih dan Sehat di masyarakatmeningkat. K e d u a , M e n i n g k a t n y a Kemandirian Masyarakat untuk hidup sehat, bersama peran Desa Siaga Aktif, Pos Kesehatan Desa yang selalu Beroperasi, Sekolah- sekolah yang mempromosikankesehatan Ketiga, meningkatnya kebijakan Publik Berwawasan Kesehatan dalam hal ini Kabupaten/Kota bersinergi m e n e t a p k a n k e b i j a k a n p u b l i k berwawasankesehatan. Menyimaknya, banyak hal yang mesti diperjuangkan untuk menjangkau secara universal amanah tersebut yang juga sesungguhnya adalah pesan moral dankemanusiaan. Mewujudkannya, sangat penting peran media, baik media yang membangun, media yang memacu, media yang menumbuhkan kesadaran dan kecerdasan publik, terutama untuk cita-cita bersama terkait kesadaran untuk berprilakuhiidupsehat. [Sambutan Kepala Dinas Kesehatan - Lombok Timur] Kami hargai semangat sahabat lingkup Dinas Kesehatan LombokTimur untuk mewujudkannya dalam bentuk Tabloid “Infokes” karena tidak semua kalangan bisa dijangkau, maka melalui peran inilah semoga akses informasi dan promosi kesehatan semakin menyeluruh danterlaksana. Semoga Tabloid ini juga sekaligus sebagai wadah transparansi dan pembinaan bersama dalam rangka menjalankan amanat Undang - Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan juga undang-undang nomor 43 tentang Kearsipan. N a m u n d e m i k i a n k a r e n a keterbatasan yang kami miliki, Tabloid Infokes hanya mampu diterbitkan setiap bulan sejumlah 1.225 eksmplar yang semoga bisa terdistribusi kepada para pembaca Kami mengharapkan dukungan dan do’a dari semua pihak agar di masa depan Kita bisa lebih baik dalam segala hal mengiringi kemajuan zaman yang mau tidak mau harus diseimbangkan, baik dari segi pelayanan ataupun fasilitas. Kami mohon maaf apabila dalam layanan kami ada yang kurang berkenan, oleh sebab itu peran bersama untuk kedewasaan dalam berkir dan bersikap menjadi harapan bersama. Salam Dinas Kesehatanuntukkitasemua. AssalamualaikumWR.WB Assalamualaikum. WR.WB PROMKES & Sambungan 15TABLOID INFOKES EDISI JANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 indonesiayangberkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian millenium development goals (MDGS) keempat di bidang kesehatan,“harapnya. Kegiatan dokter kecil ini merupakan upaya kesehatan preventif dan promotif yang secarakomprehensifterusdigalakkan. Upaya ini menekankan pada pembelajaran kesehatan kepada kelompok usia dini agar mereka bisa lebih sehat sekaligus menjadi agen kesehatan bagi lingkungan disekitarnya, baik disekolah, dirumah maupun di masyarakat. ...Dokter Kecil.... Dari Halaman 4 gemilang, kalo udah gitu,, brruuhhhhhh gakbisabuatinaqdanmamiqkitabangga. Dibaca lebih serius yaahhh,, khususnya pembaca remaja putri, akibatnya lebih parah lagii guyssss,, Bagi bayi yg akan dilahirkan akan beresiko kekurangan berat badan yaitu (Kurang dari 2,5KG) MUNGKIN gak lebih dari sebesarbotolkecil. Penyakit bisa datang tanpa minta izin tuh...Bahkan resiko yg lebih parah lagi ialah, Ibu dan BAYI bisa beresiko KEMATIAN!!!!! Adduhhh amit2, naudzubillahyah.. Kalo kita udah terserang anemia, kecil kemungkinannya buat mengobatinya, jadii yukk kita mulai belajar hidup sehat, dan rutinmminumtabletFe. Temen2, semua yg udah Aisha dan temen2, paparkan tadi, kita dapatkan karna SMP DARUL HAMIDIN terpilih sebagai wakil kecamatan sukamulia, dan 10 perwakilan dari sini terpilih utk mengikuti Kegiatan Pencanangan Penanggulangan Anemia Desiansi Besi pada remaja putri SMP/SMA Sederajat se-Kabupaten Lombok Timur yg diadakan di Gedung wanita, selong pada hari rabu, tanggal 11 November2015 S o , , t e m e n 2 p e m b a c a y g bijaksana,dan pinter2 hehehehe, Kita harus mulai belajar hidup sehat, dan rutin meminum tablet FE..Terimasama, ehhh terimakasih, smp dh, terimakasih dikes, terimakasih semuanya yaahhh.. Assalamuallaikumwr.. wb “Pendekatan ini dianggap strategis karena anak-anak usia sekolah lebih mudah dijangkau dan pendekatan antar teman diantara mereka lebih mudah diterima dibanding pendekatan yang dilakukan orang dewasa“ tandasnya. [Sie.Kia-Gunkes] ...Bentengi Kami.... Dari Halaman 10
  • 3.
    SAMBUNGAN 14 TABLOID INFOKESEDISIJANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 Sementara itu, melihat data kelahiran hidup di tahun 2015 sejumlah 26.629 kelahiran jumlah kematian Ibu sebanyak 28 kasus dan jumlah kematian bayi sebanyak 482 kasus. “Jika melihat tahun 2013 dan 2014, terjadi penurunan angka kematian, dimana kematian tahun 2013 untuk Ibu 35 kasus sedangkan pada tahun 2014 sejumlah 37 kasus, sedangkan untuk kematian Bayi, bisa dilihat dalam data,” demikian Hj. Rohkliana, SST,MM. [Tyas]. hamba Allah SWT yang mau berusaha merasa cukup, Allah SWT tidak akan memberikan kita kekurangan, sebagaiman mafhum dari sabda RasulullahSAW “Barangsiapa yang merasa cukup, m a k a A l l a h a k a n m e m b e r i n y a kecukupan. Dan siapa yang bersikap iffah (menjaga kehormatan harga diri), maka Allah akan memuliakannya. Dan barangsiapa yang berusaha untuk selalu sabar, maka Allah akan memberinya kesabaran. Dan tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih baik dan lapang daripadakesabaran.”(HR.Tirmidzi). Maka, sampai kapan lagi kita tidak pernah puas dalam mengejar harta, kapan lagi kita bisa berusaha merasa cukup kalau bukan dari sekarang. Sedangkan lawan dari merasa cukup ini adalah tamak. Dikatakan bahwa tamak adalah bibit dari segala kerendahan dan kehinaan. Karena jiwa seperti ini selalu resah, gelisah, susah dan gelap. Dikatakan, penyakit tamak ini adalah budaknya nafsu. Abu Bakar al-Waraq mengatakan, Andaikan sifat tamak itu dapat ditanyai:”Siapakah ayahmu ?”Pasti jawabnya: ”Ragu terhadap takdir Allah”.Dan bila ditanya:”Apakah p e k e r j a a n m u ? ” J a w a b n y a : ”Merendahkan diri”. Dan bila ditanya: ”Apakah tujuanmu?” Jawabnya: ”Tidak dapatapa-apa”. *(Emzet G al-Kautsar) dari berbagai sumber. Wallahua'lam [hidup]?.Naudzubillahimindzalik!. Dibalik itu, kita mesti mengakui bahwa masalah yang menimpa siapapun hari ini sesungguhnya sangat kecil dibandingkan dengan masalah yang menimpa Nabi dan Rasul Allah serta para sahabat radiallahuanhum. Nabi Ibrahim dibakar Api, Nabi Ayub diserang penyakit, lautan luas bisa terbelah ketika Nabi Musa di usir firaun, sedangkan ujian yang menimpa RasulullahSAWtidakbisadihitung. Dari segi pemerintahan ketika kita mampu berusaha merasa cukup, maka lihatlah bagaimana Umar bin Khattab R A d e n g a n s e g e n a p c o n t o h kesehajaaanya, diantaranya, Umar masih bisa tidur dibawah rindang kurma dan sempat pula menggembala ternaknya meskipun Amirul Mukminin telah disandangnya. Tetapi hidup beliau tetap lezat, indah bahkan harum sepanjangsejarah. Dari contoh-contoh yang ada, kita dapat belajar bahwa perasaan merasa cukup akan datang apabila kita menjalankan hidup dengan cara Agama sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dari potret tersebut, pula harus menjadi panutan untuk belajar merasa cukup dengan cara berdo'a merasa cukup. Karena tidak pernah merasa cukup menghasilkan banyak permasalahan yang menimpa siapapun, dari hutang, hukuman, penyakit dan begitu banyak lagi. Intinya, tidak ada kata tidak mampu, untuk belajar merasa cukup, karena dari apa yang difirmankan Allah SWT melalui al-Qur'an tentang kisah-kisah para Nabi dan Rasulnya, harus membuat kita belajar berubah menjadi lebih baik. Selain itu, yang penting disimak adalah Berusaha Merasa Cukup Dari Halaman 16 apa yang sering kita nikmati sehari-hari bagaimana kasih sayang Allah SWT kepada kita semua. Allah berikan rasa sakit,Allah berikan obat dan kesembuhan. Allah berikan rasa haus, Allah karuniakan nikmatnyaair. Meraih perasaan merasa cukup, Rasulullah SAW mengajarkan kita berdo'a sebagaiberikut. “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Turmudzi; dinilaisahih olehAl-Albani). Doa ini mencerminkan bagaimana semua kita harus berserah diri kepada Allah SWT dengan cara mengerjakan perintahnya dan menjauhkan larangannya. Do'a ini menjadi cermin bagaimana pentingnya sebuah usaha untuk sebuah kebahagiaan hidup baik di dunia ataupun diakhirat. Karena, walau bagaimanpun juga, kita sebagai manusia dituntut untuk hidup mulia, semulia cara mendapatkannya, mempergunakannya dan membagi kemuliaan yang didapatkan untuk mereka yang diberi keterbatasan (Imam prasetyo.kompasiana.Opini). Untuk mendapatkan rasa cukup dan kemuliaan hidup seperti apa yang diharapkan Imam Prasetyo, dan semua manusia, maka satu-satunya jalan adalah dengan cara yang diajarkan dalamAgama. Sedangkan untuk mendapatkan rasa cukup tersebut, kita mesti belajar untuk memeliharahati. Banyak cara memelihara hati dalam konteks berusaha merasa cukup salah satunya adalah dengan berbagi untuk mereka yang diberi keterbatasan. Bagi Dari Halaman 9 ....Masih Impian “Kunjungan Neonatal 3 paling sedikit 3 kali dengan distribusi waktu 1 kali pada 6 – 48 jam, 1 kali pada hari 3 sampai hari ke 7 dan 1 kali pada pada hari ke-8 sampai hari ke 28 pasca bayi lahir,”jelasRohkliana. Belum dicapainya target tersebut, karena berbagai faktor diantaranya masih kurangnya informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan bayi balita termasuk tumbuhkembangnya. M a s y a r a k a t j u g a m a s i h menganggap setelah mendapatkan imunisasi lengkap, maka tidak penting lagi pergi ke Posyandu, “Itu persepsi yang kurang baik untuk keluarga, disamping itu kepatuhan Ibu dan petugas kesehatan dalam pelaksanaan kunjungan rumah masyarakat masih kurang. Kita berharap tahun 2016 ini target bisa dicapai,”tandasnya. ANALISA KEMATIAN ANAK TAHUN 2013 - 2015 Kematian Neo Kematian Bayi Kematian Balita 2013 426 165 42 2014 351 131 34 2015 389 93 35 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 RUBRIK SIRAMAN ROHANI Menerima Artikel. Isinya harus mengandung bacaan inspiratif terkait Kerohanian Islam dan Kesehatan Jiwa. Artikel yang dimuat akan diberikan Reward 3 LAPORAN KHUSUS EDISI JANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 Ke Halaman 8 ari itu Kepala Seksi Promkes, HHazrin SKM, mendapat informasi pertama, karena p i h a k n y a m e n j a d i k o r b a n keterlambatan dengan alasan pergi mengantarkan warga tersebut langsung ke Kantor Satlantas Polres LombokTimur. Warga itu mengira bahwa Kantor Dinas Kesehatan adalah t e m p a t m e m b u a t S u r a t I z i n Mengemudi (SIM). Pengalaman itu membuktikan luas dan padatnya p e n d u d u k L o m b o k T i m u r membutuhkan informasi terutama Informasi Pelayanan Publik. Semoga Informasi singkat terkait Dinas Kesehatan Lombok Timur di Tabloid inibisabermanfaat. B e r d a s a r k a n P e r a t u r a n Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah, Dinas Kesehatan Lombok Timur dalam Angka Rabu, (27/01/2015) di Jalan Ahmad Yani, Sandubaya Selong. Saya dikejar oleh warga yang mengaku dari Lenek. Tepat di Depan Kantor Dinas Kesehatan Lombok Timur, warga itu meminta berhenti kemudian bertanya. “Dimana lokasi membuat SIM?” lebih khusus berdasarkan peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 24 tahun 2008 tentang tugas pokok dan fungsi menjelaskan tugas Dinas Kesehatan adalah melaksanakan urusan, menyusun rencana strategis, merumus kebijakan, melaksanakan, membina, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan terkait Kesehatan. Dinas kesehatan juga bertugas untuk melakukan pembinaan terhadap unit pelaksana tekhnis dinas, melaksanakan penatausahaan Dinas Kesehatan serta melaksanakan tugas lain yang diberikan Bupati sesuai tugasdanfungsi. Berdasarkan struktur organisasi yangsudahditetapkanmelalui LAPSUS, Infokes NO BIDANG JML 1 SEKRETARIAT 35 2 KESGA 16 3 P2PL 20 4 PROMKES 15 5 YANKES 21 TOTAL 107 DATA JUMLAH PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DINAS KESEHATAN LOMBOK TIMUR PER DESEMBER 2015 Dinas Kesehatan Pacu Program Desa Siaga Tahun 2006 sampai 2009 adalah tahap awal terbentuknya Desa Siaga. Dari 75.420 desa dan kelurahan yang ada di Indonesia (saat itu), hanya 42.295 desa yang sudah membentuk Desa Siaga. Bagaimana dengan Lombok Timur? ~~~ TABLOID INFOKES i Kabupaten Lombok Timur, dari D254 desa, hanya 229 desa dan kelurahan saja yang sudah membentuk Desa Siaga. Namun demikian, Bidang Promosi Kesehatan Kab. Lombok Timur menilai pelaksanaan tersebut masih belum berjalan sesuai harapan. Membaca kondisi itu Dinas kesehatan Kabupaten Lombok Timur, memacu pelaksanaan program yangsudahterbuktisukses menggalangperan SIE PROMKES, Infokes ke Halaman 14 Prestise KIA Meningkat, Kunjungan Balita dan K.Neonatal 3 masih Impian alah satu indikator derajat Skesehatan masyarakat adalah angka kematian Ibu dan Bayi. Menekannya, berbagai upaya dilakukan, diantaranya adalah mencapai bahkan melampaui target SPM yang sudah ditetapkan. Apa Sajaitu?. Baca di Halaman 9 DATA KEMATIAN IBU 2013 2014 2015 35 37 25 0 10 20 30 40 50
  • 4.
    4 TABLOID INFOKESEDISIJANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 BIDANG PROMKES DAN PSDM Pe s e r t a J a m i n a n Kesehatan Nasional (JKN) terdiri dari peserta atau masyarakat yang membayar iuran secara mandiri dan masyarakat yang iurannya dibayar oleh Pemerintah sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemeliharaan dan perlindungan kesehatan. Menyimak bentuk kepesertaan tersebut, program JKN sesungguhnya menganut prinsip gotong royong, “Peserta yang tergolong mampu akan membantu peserta yang kurang mampu,”kata L.Bagus Wikrama, Kepala Seksi JPKM Dinas Kesehatan Kab.LombokTimur. Manfaat lainnya adalah untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin dan tidak mampu, yang selama ini m e n g a l a m i k e s u l i t a n u n t u k mendapatkan pelayanan kesehatan. “Dengan demikian seluruh masyarakat akan saling membantu dan tolong menolong dalam mewujudkan derajat JKN dengan Gotong Royong Semua Tertolong kesehatan yang lebih baik,”tandas L. Bagus. Lebih detail, Kepala Seksi yang pernah mensukseskan program SAKURA ini juga menjelaskan beberapa point penting yang menjadi dasar pemerintah memprogram JKN diantaranya falsafah dasar negara Pancasila terutama sila ke-5 yang mengakui hak asasi warga atas kesehatan. Pasal 28 H dan pasal 34 Undang- U n d a n g D a s a r 1 9 4 5 , j u g a mengamanatkan hal yang sama Disamping itu, dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu,danterjangkau. Oleh karena itu, lanjut L. Bagus, Pemerintah Republik Indonesia sejak 1 Januari 2014 mulai menerapkan Program Jaminan Kesehatan Nasional, sebagai salah satu bentuk perlindungan sosial yang diselenggarakan guna menjamin warga negara untuk memenuhi kebutuhandasarhidupyanglayak. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan melalui mekanisme asuransi sosial yang bertujuan agar seluruh penduduk Indonesia terlindungi dalam sistem asuransi sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan dasarnya terhadap kesehatan. “Semua Masyarakat penting ikut JKN, karena selain landasan sosial tadi, sangat membantu juga mengatasi kesulitan pembiayaan (financial barrier) untuk mendapat pelayanan kesehatan y a n g b e r k u a l i t a s , p a d a s a a t sakit,”demikianL.Bagus.[Ibenk] SIE JPKM, Infokes Ke Halaman 15 abupaten Lombok Timur Kdalam seleksi Dokter Kecil Awards tahun 2015 diikuti oleh 29 orang peserta yang masih duduk di kelas 4 - 5 SD/sederajat. Penilaian dokter kecil tersebut terdiri dari tes tulis, kesehatan gigi mulut, cuci tangan pakai sabun (CTPS), P3K, wawancara dan penyuluhan. Dari rangkaian penilaian lomba tersebut yang mendapatkan nilai tertinggi adalah Shafiya Nurah Tsurayya. Fiya panggilan akrabnya merupakan anak pertama dari 2 bersaudara. Pada lomba tingkat Provinsi Fiya mampu menandingi Dokter kecil lainnya dari 10 kabupaten/ kota se NTB sehingga meraih juara pertama Dokter kecil Awards tahun 2015 mewakili NTB keJakarta. Dokter kecil asal Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Nurul Fikri, Selong ini lahir pada 18 april 2005. dari buah cinta Ahmad Nurul Efendi dan Farida Herlina S.Kep, MM. Fiya panggilan akrabnya Prestise Dokter Kecil Harumkan Lombok Timur Di Tingkat Nasional masih duduk dikelas V memiliki kelebihan dibandingkan peserta lain. “ F i y a s a n g a t c e r d a s d a l a m berkomunikasi. Dia memimiliki mental dansemangatkuatuntukmaju. Fiya juga memiliki keahlian dalam berpidato/tausyhiah yang membuat semua orang kagum,“sanjung Muksin, SKM,MM, Kepala Seksi Kesehatan Institusi dan Pendayagunaan Tenaga Kesehatan,DikesLotim. Te r k a i t P r o g r a m , M u k s i n menjelaskan Program dokter kecil merupakan agenda tahunan pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia sejak tahun 2008 dan terus dilanjutkan sampai sekarang. Lomba yang diikuti Fiya dalam rangka peringatan hari bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan pelaksanaan mulai dari penjaringan di tingkat sekolah, dilajutkan ke lomba di tingkat Kabupaten, ProvinsidanNasional. “Harapan terbesar dari kegiatan dokter kecil awards ini adalah peningkatankualitaskesehatananak SIE KIGUNAKES, Infokes RSU,KLINIK,PUSKESMAS,DLL 13TABLOID INFOKES EDISI JANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 Demi Pelayanan BERBENAH TIADA HENTI Bupati Lombok Timur sangat sering mengatakan pelayanan adalah wajah pemerintahan. Apabila pelayanan itu baik, maka baiklah pemerintahan. Pelayanan dibidang kesehatanan, satu diantara sekian prioritas. ~~~ ndang-undang nomor 36 tahun U2009 mengamanatkan bahwa pelayanan kesehatan bukan semata dari segi sik, raga dan pola pengobatan. Bukan pula sebatas m e n g u k u r d e r a j a t k e s e h a t a n masyarakat. Mengilhami amanat undang-undang & harapan Bupati, banyak hal yang mesti diperjuangkan. Diantara yang terpenting adalah usaha sadar berangkat dari diri sendiri dalam hal ini bagaimana menjadipelayanpublikyangbaik. M e n y a d a r i p e r u b a h a n d a n pelayanan yang baik tidak bisa diwujudkan hanya dalam bentuk diskusi. “Berhenti Anda melakukan program dengan diskusi dan kata-kata, tapi program Anda harus berupa tindakan,”kataAliDachlan. Mendukungnya, Dinas Kesehatan (Dikes) Kab.Lombok Timur sebagai bagian dari nyawa pelayanan, terus berbenah, dari internal Dikes sebagai designer & konseptor sampai Bidan desa bahkan kader Posyandu sebagai praktisi yang langsung melayani masyarakat. Upaya dilakukan dengan berbagai strategi, diantaranya memenuhi Standar Pelayanan Kesehatan yang ditetapkan badan dunia yang membidangi kesehatan (WHO). atas dasar mandat minimal dari WHO itu, kini instansi terkait berbenah mengupayakan 1 kamar/tempat tidur untuk Persiapan melayaniminimal1000 orang. Sehingga, dengan jumlah penduduk Lombok Timur yang mencapai 1,2 juta jiwa, maka bersama Badan Layanan Daerah (BLUD) terkait, Dinas Kesehatan bersama mengupayakan setidaknya 1.200 kamar untuk pelayanankepadamasyarakat. Demi pelayanan berbenah tiada henti, menjadi sebuah keharusan karena berdasarkan data tahun 2015, jumlah total kamar untuk rumah sakit daerah dan swasta di Lombok Timur sekitar 680 kamar. Keseriusan serupa juga ditunjukkan melalui upaya meningkatkan BLUD RSUD dr Soedjono dari Tipe C menjadi tipe B. Upaya diantaranya dilakukan dengan melengka fasilitas di BLUD setempat dengan peralatan Cuci Darah bagi pasien gagal ginjal, membuka ICU dengan merekrut lebih banyak tenaga dokterspesialisdanrenovasigedunglama. Di NTB, alat cuci darah hanya tiga rumah sakit yang memilikinya, yaitu rumah sakit Pemrov NTB, RSU Kota Mataram dan RSUD dr. R. Soedjono - Lombok Timur. Tentu saja terobosan ini sangatmembanggakan. Pembenahan lain juga d i u p a y a k a n s e - o p t i m a l mungkin untuk pelayanan terdekat masyarakat, dalam hal ini fasilitas kesehatan yang ada di desa. Dimasa depan akan diupayakan semua desa memilikiPuskesmas. Upaya ini ditunjukkan melalui keseriusan Dinas Kesehatan untuk mendorong p e m b a n g u n a n g e d u n g Poskesdes di setiap desa. Dinas kesehatan pun mendorong desa agar dalam pembangunan Poskesdes tidak berorietasi padaproyek. “Kami bangga desa bisa membuat Kantor Pelayanan P o s K e s e h a t a n D e s a (Poskesdes) yang luas dan memadai, lebih dari kantor induk yang sudah ada,” papar drg H. Asrul Sani, Kadis Kesehatan Lotim ketika meresmikan dan membuka layanan Poskesdes salah satu desadiKec.Suralaga. Dorongan untuk membangun fasilitas Pokesdes yang luas memiliki tujuan yang luas pula, karena jika gedung yang layak sudah dipersiapkan, maka layanan optimal dari segi tenaga danperalatanjugabisaoptimal. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan juga bisa cukup sampai desa, sehingga mobilisasi berobat dan pelayanan kesehatan bisa lebih ringan. “semua upaya dan dorongan ini untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat,”demikianAsrul Sani.[mz]
  • 5.
    Mitra HUSADA 12 TABLOIDINFOKESEDISI JANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 ata penerimaan Zakat, Infaq, Ddan Shadakah (ZIS) setiap bulan di tahun 2015 ini menunjukkan kesadaran berzis masih tergolong rendah. “Penyebabnya kurang maksimalnya upaya penarikan oleh pengurus BAZNAS dan kurangnya kesadaran pegawai terutama pimpinan m a s i n g - m a s i n g I n s t a n s i u n t u k memberikan himbauan terkait kesadaran berzis, kata Kepala Bidang Hubungan antar Lembaga BAZNAS Lotim, R. Pandu. Dibalik ungkapan tersebut, pensiunan praktisi di instalansi gizi itu menyatakan, hanya dinas kesehatan yang muzakkinya lengkap dari berbagai unsur pegawai “Andai semua instansi seperti Dinas Kesehatan, kaya masyarakat pak, karena Dikes itu paham apa yang harus dilakukan selaintugaspokokmereka,”paparPandu. Pandu menyebut Dinas Kesehatan karena dari data penerimaan ZIS tiap bulan,Dikesadalahselaluterbanyak. ZIS yang terkumpul dari Dikes rata- rata 81,6 juta rupiah.“Memang tergantung jumlah karyawan di masing-masing Instansi, tapi jika ada sebuah kepedulian memberikan pengarahan dan ketegasan untuk kesadaran bersama oleh masing- masing pimpinan,saya yakin tidak ada Dinas yang nihil, jangankan Dinas, rekanan kerja dari masing –masing Dinas saja ada yang mereka keluarkan pak ,”sambungPandu. Lebih jauh Pandu mengungkapkan, bagaimana prinsip yang seharusnya ditanamkan oleh masing-masing pegawai. Ketika sudah memilih jalan hidup sebagai Abdi Negara, kesiapan berfikir, berkorban dan meluangkan waktu untuk masyarakat luas terutama masyarakat yang membutuhkan itu harus, apalagi “ZIS” ini merupakan perintah Allah untuk dibersihkanharta. Hal senada dipaparkan Ustadz Muh. Khusayri, M.Pd.I. bersyukur ada pemerintah yang mengajak taat terhadap pemerintah agama untuk kemaslahatan ummat, terutama masalah zakat infaq dan shadaqah. Peran sederhana BAZDA misalnya dengan memberikan santunan rutin kepada Pantai Asuhan disamping orang tidak mampuyangberhakmenjadiMustahiq. Ustadz M. Khusyairi, juga memaparkan bagaimana kebarokahan harta siapapun jika rajin mengeluarkan ZIS, dicontohkan banyak yang bukan pegawai negeri bisa bangun rumah tanpa hutang, itu kata ustadz Khusyairi, rahasianya adalah Shadakah. Karena ZIS itu adalah perintah Allah SWT. Dengan tegas Allah SWT menggunakan kalimat perintah dalam firmannya terkait ZIS ini. “Huz” dalam surat at-taubah ayat 103, Artinya “Ambillah”. “Itu tidak boleh dibantah, Itu kalimat perintah, sangat tepat jika dikuatkan dengan kebijakan Bupati,” tegasnya. Seharusnya, tidak ada alasan para pegawai ini terutama para pemimpin di masing-masing Instansi untuk canggung atau segan menegaskan bawahan mereka mengeluarkan zakat, infak atau berbentuk shadakah. “Kalau benar-benar kita ikhlas dan tahu makna shadakah, terlalu sedikit yang 2,5 % itu, karena janji Allah itu pasti, apalagi kalau kita niatkan juga untuk mentaati perintah Allah, Rasul dan Ulil Amri atau pemimpin kita, saya yakin tidak ada pegawai negeri yang berhutang,” lanjutnya.[mz] Dinas Kesehatan MUZAKKI TERBANYAK TIAP BULAN Dinas Kesehatan Kab. Lombok Timur menyumbangkan Zakat, Infak dan Shadakah (ZIS) tertinggi setiap bulan di tahun 2015. Data Baznaskab Lotim menunjukkan Muzakki atau insan yang berzakat dari Institusi tersebut diharapkan menjadi inspirasi Muzakki lainnya. Loket JPKM Muhlisin, ketika menerima surat keterangan Peserta Jamkesmas LAPSUS, Infokes SIAGA LAYANAN TUNDA WAKTU PULANG Lega sangat, hati Muhlis alias Muhlisin, warga Karang Asem, desa Perigi Kec. Suela. Pasalnya waktu itu sudah jam 14.20. Aparatur Dinas Kesehatan sudah pulang. Sepi. Apa yang terjadi?. ~~~~ elahiran dan kematian, tak ada yang Kmampu menyangka waktunya kapan. Kelahiran prediksi rata-rata 9 bulan10hari. Kematianpun rata-rata mencontohi usia Rasulullah, 63 tahun. Itu sangka manusia. Namun kehendak yang kuasa tak selamanya sesuaiharapantapipastiadahikmahnya. Adalah Muhlisin (30) pada minggu kemarin, mengukir sejarah memiliki buah hati baru, buah cintanya bersama Rida Apriani (25), artinya Muhlisin dan Rida kini punyaduamomongan. Sepasang hamba itu berikhtiar menyelamatkan buah hatinya melalui peran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. SoedjonoSelongsejak18 Januari2016. Muhlisin beserta keluarga terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), namun sayang kartuJamkesmasnyabedanama. Karena beda nama, tentu saja butuh proses untuk menyesuaikan dengan data yang sebenarnya.Atas dasar tersebut pihaknya pun menghubungi Dinas Kesehatan Kab. Lombok Timur, pada jadwal Pulang. Sepi didapatkanMuhlisin. Siaga layanan, tunda waktu pulang, untung ada tenaga kontrak Dinas Kesehatan yang berprinsip demikian, Ahmad Syakban namanya. Saat itu pihaknya belum pulang, “Sengaja, siapa tau ada yang butuh layanan, inisudah jadikebiasaan,lembur”cetusnya. Gayung bersambut, Syakban yang biasa dipanggil Ibank atau Ibenk dan Muhlisin pun bertemu. Dengan gesit, Ahmad Syakban pun terlihatmelayanisetulushati. “Alhamdulillah, manjuran jaok balente, mun te ndek bedait je, begak lelah ite bolak- balik, manjuran jemak Istri saya pulang, harus becat ngurus administrasi”cerita Muhlisin. Muhlisin juga banyak bercerita tentang kesiagaan tenaga kesehatan di kecamatan Suela sampai proses rujukan ke RSUD dr R. Soedjono. Selamat punya momongan baru Muhlisin.[mz] dr. Kurnia Akmal ; Tabloid Infokes, Penghargaan dan Pemacu Kinerja “Kami sampaikan terimakasih untuk kepala Dinas Kesehatan, program yang satu ini saya nilai sebagai sebuah penghargan untuk kita yang ada di Dinas Kesehatan,”papar dr Akmal dalam rapat pembentukan Tim Promosi Kesehatan,Kamis,14/01/2016. Paparan itu terkait semangat Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dalam memperluas akses promosi kesehatan dalam bentuk penerbitan Media Mandiri bernama Tabloid Infokes yang langsung dikelola Dinas Kesehatan (Dikes) LombokTimur. Kabid P2PL ini juga menyampaikan keberadaan Tabloid ini bisa memacu kinerja layanan aparatur kesehatan yang tersebar di semua pelosok Lombok Timur. Namun demikian dikhawatirkannya, Tabloid ini jangan sampai memiliki semangat hanya diawalnyasaja. Selain dr. Akmal, pemaparan dukungan juga disampaikan oleh bidang-bidang lain yang ada di Dikes Lotim. Ada yang menyampaikan pola koordinasi dan pola serupa demi konsistensinya keberadaan TabloidInfokes. Mendengar pemaparan tersebut, drg H. Asrul Sani, Kepala Dikes Lotim menegaskan agar proses penerbitan Tabloid Infokes bulanan itu jangan dianggap sulit. “Kita punya 4 bidang, masing-masing bidang punya seksi, saya yakin kita tidak akan kehabisan informasi dan berita kesehatan,”tegas KepalaDinas. Kontribusi dari masing-masing Puskesmas dan program kesehatan lainnya, lanjutnya, perlu seluas-luasnya disampaikan kepada publik karena peran media sangat penting sebagai wadah silaturrahmi dengan masyarakat.[mz] 5TABLOID INFOKES EDISI JANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 BIDANG P2PL olio merupakan salah satu Ppenyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf sehingga penderita menderita kelumpuhan. Penyakit yang pada umumnya menyerang anak umur 0-3 tahun ini ditandai dengan munculnya demam, lelah, sakit kepala, mual, kaku di leher dansakitditungkaidanlengan. Hingga saat ini, cara yang paling ampuh dan efektif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit polio yang telah dilakukan pemerintah Indonesia adalah dengan memberikan imunisasi polio bagi yang belum terinfeksi dan ditindaklanjuti d e n g a n k e g i a t a n s u r v e i l a n s epidemiologi secara aktif terhadap kasus-kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP) kelompok umur <15 tahun dalam kurun waktu tertentu guna mencari kemungkinan adanya virus polio liar yangberkembangdimasyarakat. PIN POLIO 8 -15 Maret 2016 ; Jagalah Buah Hati dari Ancaman Polio Setelah dilaksanakan PIN polio tiga tahun berturut-turut pada tahun 1995, 1996 dan 1997 di Indonesia hampir 10 tahun berturut-turut tidak lagi ditemukan adanyakasus barupenyakitpolio. Sampai suatu waktu pada tanggal 13 Maret 2005, kita dikejutkan dengan terjadinya dan ditemukan kasus pertama lumpuh layu akibat ulah virus polio yaitu kasus polio importasi pertama di k ecamatan Cid ah u , K ab u p aten Sukabumi, Jawa Barat. Kasus polio tersebut berkembang menjadi Kasus Luar Biasa (KLB) yang menyerang 305 orang. KLB ini tersebar di 47 kabupaten/kota di 10provinsi. Sejak tahun 2006 hingga sekarang tidak pernah lagi ditemukan kasus Polio.Indonesia telah berhasil menerima sertikasi bebas polio bersama dengan negara anggota WHO di South East Asia Region(SEAR) padabulanMaret2014. U n t u k m e m p e r t a h a n k a n keberhasilan tersebut Indonesia akan melakukan beberapa rangkaian kegiatan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, penggantian vaksin trivalent Oral Polio Vaccine (tOPV) ke bivalent Oral Polio Vaccine (Bopv) dan Introduksi InactvatedPolioVaccine(IPV). Untuk Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio akan dilaksanakan pada tanggal 8-15 Maret 2016 serentak diseluruh provinsi di Indonesia, dengan sasaran anak usia 0-59 bulan, termasuk untuk pendatang. Pemberian imunisasi polio dilaksanakan di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas.Pembantu dan Rumah Sakit serta pos pelayanan imunisasi lainnya di bawahkoordinasiDinas Kesehatan. Pemberian imunisasi dilakukan pada semua balita tanpa melihat status imunisasinya (sudah mendapatkan imunisasi polio atau belum). Mengingat pentingnya kegiatan PIN Polio ini, maka penting bagi kita untuk mendukung keberhasilankegiatanini. Bawalah balita kita ke pos pelayanan PIN Polio yang terdekat untuk mendapatkan imunisasi Polio. Dengan PIN Polio ini diharapkan pada akhir tahun 2018 penyakit polio berhasil dihapusdiseluruhdunia.[P2PB] SIE P2PB, Infokes
  • 6.
    6 TABLOID INFOKESEDISIJANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 LOMBOK TIMUR BEBAS KUSTA Dari Halaman 16 BIDANG P2PL (1). Kondisi Sanitasi Total adalah kondisi ketika suatu komunitas (i) tidak buang air besar sembarangan; (ii) mencuci tangan pakai sabun; (iii) mengelola air minum dan makanan yang aman; (iv) mengelola sampah dengan aman; dan (v) mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman. (2).Sanitasi dasar adalah sarana sanitasi rumah tangga yang meliputi sarana buang air besar, sarana pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga. (3)Berbasis masyarakat adalah k o n d i s i y a n g m e n e m p a t k a n masyarakat sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab dalam rangka menciptakan atau meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian, kesejahteraan, sertamenjaminkeberlanjutannya. (4). ODF (Open Defecation Free) atau SBS (Stop Buang air besar Sembarangan) adalah kondisi ketika setiap individu dalam suatu komunitas tidak buang air besar di sembarang tempat,tetapidisaranajambansehat. (5).Jamban sehat adalah sarana pembuangan tinja yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit. (6). Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah perilaku cuci t a n g a n s e c a r a b e n a r d e n g a n menggunakan sabun dan air bersih yangmengalir. (7). Sarana CTPS adalah sarana Insert Penting ; STBM ?Definisi Operasional 2015, 2 orang dalam keadaan cacat tingkat II (18%). Keadaan ini menunjukkan, penularan penyakit kusta masih ada di masyarakat dan keterlambatan penemuan kasus masih terjadi. Dalam Global Strategy for Further Reducing the Disease Burden Due To Leprosy 2011-2015 yang dicanangkan WHO, disebutkan target global yang hendak dicapai tahun 2015 yaitu penurunan 35% angka cacat yang kelihatan (tingkat II) pada tahun 2015 dari data tahun 2010. Hal ini relevan untuk dicapai dengan melihat besarnya bebanakibatkecacatankusta. SebenarnyaApa Sih Kusta ? Kusta atau lepra (leprosy) adalah penyakit menular yang menahun dan d i s e b a b k a n o l e h k u m a n k u s t a ( M y c o b a c t e r i u m L e p r a e ) y a n g menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya. Penyakit ini sering kali menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional. Penyakit kusta bukan penyakit keturunan untuk melakukan perilaku cuci tangan pakai sabun yang dilengkapi dengan sarana air mengalir, sabun dan saluran pembuanganairlimbah. (8). Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT) adalah suatu proses pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatan air minum dan air yang digunakan untuk produksi makanan dan keperluan oral lainnya,serta (9). Pengelolaan makanan yang aman di rumah tangga yang meliputi 5 (lima) kunci keamanan pangan yakni: (i) menjaga kebersihan, (ii) memisahkan pangan matang dan pangan mentah, (iii) memasak dengan benar, (iv) menjaga pangan pada suhu aman, dan (v) menggunakan air dan bahan baku yang aman. (10).Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PS-RT) adalah proses pengelolaan sampah dengan aman pada t i n g k a t r u m a h t a n g g a d e n g a n mengedepankan prinsip mengurangi, memakaiulangdanmendaurulang. Pengelolaan sampah yang aman adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaurulangan atau pembuangan dari material sampah dengan cara yang tidak membahayakan kesehatanmasyarakatdanlingkungan. (11). Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC-RT) adalah proses pengelolaan limbah cair yang aman pada tingkat rumah tangga untuk menghindari terjadinya genangan air limbah yang berpotensi menimbulkan penyakit berbasislingkungan. SIE PENYELING, Infokes ataukutukanTuhan. Istilah kusta berasal dari bahasa sansekerta, yakni kushtha berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Penyakit kusta disebut juga Morbus Hansen, sesuai dengan nama yang menemukan kuman yaitu Dr. Gerhard Armauwer Hansen pada tahun 1874 sehingga penyakit ini disebut Morbus Hansen. Lalu, Bagaimana Tanda-Tandanya ?. Tunggu diedisiselanjutnya. (Rujukan Berbagai Sumber). Salam Supratman. (12). Natural leader merupakan anggota masyarakat baik individu maupun kelompok masyarakat yang memotori gerakan STBM di masyarakat tersebut. (13). Fasilitator adalah individu maupun kelompok yang memfalitasi proses pemberdayaan masyarakat melaluimetodepemicuan. D i p i l i h n y a d u a l o k a s i i t u berdasarkan alasan bahwa di kecamatan tersebut hanya memiliki satu Puskesmas dengan jumlah penduduk yang sangat padat. Terara mencapai 67. 067jiwadanWanasaba61.190jiwa. Lokasi yang dipilih, untuk kecamatan wanasaba adalah di Desa Karang Baru, sedangkan di Kecamatan TeraralokasinyadiRarangTengah. Dua Puskesmas Baru tersebut akan langsung dilengkapi dengan rumah dinas dokter, para medis dan alat kesehatan beserta sarana mobilisasi lainnya seperti Mobil Puskesmas Keliling, Mobil Ambulans dan Kendaraanrodaduaterkaittugas. Bukan itu saja, tutur Anggraini, di tahun 2016 ini Dinas Kesehatan Lombok Timur akan mengadakan obat dan perbekalan kesehatan (Reagen dan BMHP) untuk falisitas layanan di bidangKefarmasian. “Sarana dan Prasarana Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) seperti sarana penyimpanan, sarana pengolah data, s a r a n a p e n g a m a n , s a r a n a telekomunikasi dan sarana distribusi, j u g a d i a l o k a s i k a n m e l a l u i DAK,”demikianAnggraini,SKM.[*] 25 PUSKESMAS... Dari Halaman 1 Mitra HUSADA PAUD HI dan Posyandu Program Familiar, Minim Pemberdayaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI) adalah mandat Undang -undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ditegaskan pula melalui peraturan presiden nomor 60 Th. 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif. Di Lombok Timur kabarnya minim, bahkan nihil. Lama benar tak terurus. akta itulah yang kini F[diantaranya] menjadi perhatian Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Dikpora Lotim. H.LM.Nursalim, S.Pd,M.Si. Mantan Kepala Seksi Kurikulum Dikdas itu, yang sebelumnya sukses membangun peran MKKS, MGMP, K3S dan sebagainya dalam agenda yang tak terhalang anggaran, kini pihaknya menatap tugas baru yang semakinluasdanpenting. H.L.Nursalim, belum genap satu bulan menjabat Kabid PLS, sehingga untuk tahap ini, pihaknya segera membangun kinerja untuk berbagai hal terkait tugas luas sebagaimana yang pernahdidedikasikannyadulu. Tugas itu diantaranya adalah menjalankan amanah undang-undang dan peraturan terkait, salah satunya berkaitan erat dengan keberadaan Kader Posyandu dalam payung BPMPD dan Dinas Kesehatan, dalam haliniPAUD-Holistik-Integratif(HI). Inspirasi itu datang dari pandangan Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur yang dalam sebuah kesempatan menginginkan perhatian khusus kepada Kader Posyandu. “Kami yakin melalui perhatian Kepala Dikes, PAUD-HI ini bisa tersebar luas, karena hanya kita di Lombok Timur yang masih minim pemberdayaan bermitra antar SKPD untuk optimalnya pendidikanluarsekolah,”harapnya. Pola promosi dan perhatian khusus u n t u k t e r s e b a r l u a s n y a penyelenggaraan PAUD HI ini adalah dengan menggalang kerjasama antara pihak-pihak yang SDM-nya terkait PAUD HI. Dicontohkannya, PAUD-HI adalah Pendidikan Anak Usia Dini yang mendidik anak dari usia 0 - 5 tahun, Posyandu juga melayani anak usia 0-5 tahun. Posyandu bermitra Bidan Desa dalam hal ini adalah wewenang Dinas Kesehatan dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD). Sasaran pemberdayaan program sama-sama anak usia 0-5 tahun. Memaksimalkan potensinya sambil merintis menuju PAUD - HI yang mandiri, serta bisa menambah peluang kerja dan penghasilan untuk jasa-jasa Guru-guru PAUD dan Kader Posyandu selama ini benar-benar jauh dari kepentinganapapun, “Sebagaimana yang disampaikan dokter Asrul Sani, Kader Posyandu itu berjiwa sehat dan volunteer, mereka p r o d u k t i f d a n p e d u l i k e p a d a masyarakatnya,”tuturH.Nursalim. Karena potensi itu, kini pihaknya sedang merancang Tutorial Work Management (TWM) atau petunjuk tekhnis dan pelaksanaan, sesuai peraturan/perundang-undangaan terkait pendidikankemasyarakatan. TWM itu nantinya langsung sebagai bahan sosialisasi pola yang akan dilaksanakan, bila memungkinkan kerjasama untuk pengabdian pendidikan masyarakat akan diperluas, mengingat pentingnya pendidikan luar sekolah untuk Sumber Daya Manusia yang semoga bisa menaikkan IPM Lombok Timur “Walau belum ada anggaran khusus, tidak ada yang tidak bisa jika kita bekerja dan bekerjasama, apalagi Pak Bupati sangat berharap kepada kita semua agar 11TABLOID INFOKES EDISI JANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 Point-Point Landasan PAUD HI Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. (UU nomor 20Tahun 2003) ~~~~ (1). Masyarakat, terutama orang tua dan keluarga yang mempunyai Anak Usia Dini ; (2). kader-kader masyarakat seperti Posyandu, BKB, PAUD, Taman Anak Sejahtera, PKK, dan kader-kader masyarakat yang sejenis; (3). penyelenggara pelayanan dan tenaga pelayanan;(4). Pemerintah dan Pemerintah daerah; (5) perguruan tinggi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi keagamaan; (6) media massa; (7). LSM, dunia usaha, dan mitra pembangunan nasional dan internasional (BAB III Perpres nomor 60Tahun 2013) ~~~~ UNESCO menyarankan 75 persen anak Indonesia wajib mendapat hak- hak untuk mendapatkan pendidikan usia dini secara holistik. Namun, kita masih sanggup memenuhinya hanya sekitar 30 %. Karenanya, seluruh layanan sosial dasar bagi anak didorong untuk dapat terintegrasi, terutama pada layanan posyandu dan PAUD,” ( Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, jangan bekerja dengan kata-kata, kita harus bekerja dengan tindakan dan terapan,”demikianNursalim.[mz]
  • 7.
    10 EDISI JANUARI VOLI / Th. 1/ 2016 PENANGGULANGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Sekolahku dan Dikes Bentengi Kami dari Anemia Info ini adalah 100 % (tanpa editing) tulisan remaja yang pernah mengikuti Kegiatan Pencanangan Penanggulangan Anemia Desiansi Besi. Dari kegiatan tersebut, remaja Juwiter SMP-DH Padamara ini mampu mendeskripsikan berbagai hal terkait Kesehatan Remaja. etiap awal tahun pelajaran Di SSMP DARUL HAMIDIN, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan yakni Puskesmas Dasan Lekong dalam rangka kegiatan Pemeriksaan Gol.Darah dan tes Hb (Haemoglobin). Untuk mengantisipasi adanya kekurangan Hb disekolah kami, kami rutin setiap minggunya melakukan KegiatanMinumBersamaTabletFe. Kurangnya zat besi/Hb atau yg sering disebut dengan “ANEMIA” merupakan penyakit yg sulit utk diobati, Nah,,, cara mengantisipasi dan menanggulanginya adalah rutin meminum tablet Fe dan mengkonsumsi makananygseimbang. Tau gak sih sobatt,,?? Empat sehat lima sempurna itu udah gak zaman,,maksudnya adalah, 4 sehat 5 sempurna itu belum tentu seimbang, kita bisa kelebihan lemak, ataupun kekurangan, akibatnyaa kita bisa kegemukan atau kekurusan,gak bangett khaaaan.... So yg bner adalah mengkonsumsi makanan yg mmpunyai nilai gizi dan memiliki zat yg seimbang, Kalo kita udah terserang yg namanyaANEMIA, wadduhh sob, bisa susah tuh,, kan “lebih Baik M e n c e g a h D a r i p a d a MengobatI,bukan????? Akibat yg dialami jika kita terserang anemia, khususnya bagi pelajar ialah 5L yaitu(Lelah,Letih,Lesu,Lemas,Lalai) Kalo udah gitu kita pasti gak bisa belajar dg serius, kita pasti gak bisa mncerna pelajaran denagn baik, akibatnya adalahkitagakbisameraihPRESTASI yg SIE-REMALANSIA, Infokes (Rilis) Minum Tablet Baiq Aisyah Siddiqah (Tutor Remaja Sebaya) saat praktik hasil penyuluhan penanggulangan Anemia Oleh : Baiq Aisyah Siddiiqah BIDANG Kesehatan Keluarga erta masyarakat dalam sm e n g h a d a p i b e r b a g a i persoalan, termasuk masalah kesehatan. “Pada era 1970 sampai 1980, pemerintah sukses menggalang peran aktif masyarakat dengan saling bahu membahu, bergotong royong melalui pendekatan pemberdayaan kesehatan masyarakat Desa (PKMD ) yang melahirkan berbagai Usaha kesehatan b e r s u m b e r d a y a m a s y a r a k a t (UKBM),”jelas Hazrin Kepala Seksi Promkes & PSDM pada Dinas KesehatanLombokTimur. Dilanjutkan Hazrin, pasca tahun 1990-an sampai saat ini semangat PKMD tersebut sudah mulai menurun dan ingin dibangkitkan kembali melalui Program Desa Siaga. Memacu program tersebut, ada 5 langkah utama dalam Desa siaga, yaitu Langkah Pertama adalah pelayanan kesehatan dasar yang meliputi pelayanan Ibu hamil dan menyusui, pelayanan anak balita, penemuan dan penanganan penderita penyakit. Kegiatan selanjutnya adalah UKBM dengan surveilance berbasis masyarakat yang meliputi pengamatan dan pemantauan penyakit, pelaporan cepat selama 24 jam bila ada kejadian wabah, pencegahan dan penangulangan penyakit sederhana dan membuat laporan kematian. Dalam hal kegiatan penyehatan lingkungan, program desa siaga terdiri dari promosi tentang sanitasi dasar seperti kepemilikan jamban keluarga,sarana air bersih, tempat pembuangan sampah. Bantuan pemenuhan sanitasi dasar dan PencegahanpencemaranLingkungan. K e g a w a t d a r u r a t a n d a n penanggulangan bencana, juga merupakan langkah desa siaga. Langkah ke empat ini meliputi penyiapan Bank Darah,Ambulan Desa dan Tabungan Ibu bersalin ( Tabulin ) serta untuk penanggulangan bencana kegiatan berupa penyiapan tempat pengungsian yang aman, serta promosi kesehatan di tempatpengungsian. Langkah yang ke-5 (lima) adalah Perilaku Hidup bersih dan Sehat ( PHBS ) meliputi 10 Indikator PHBS rumah tangga untuk dilakukan survey dan intervensi yang terdiri dari persalinan Nakes, ASI Eklusif, Penimbangan Dari Halaman 3 ....Desa Siaga Balita, Diet sayur dan Buah, Aktitas Fisik, Jamban keluarga, Sarana air bersih, Bebas Jentik Nyamuk DBD, Cuci tangan Pakai sabun dan Tidak merokokdalamruangan. Karena pentingnnya pelayanan siaga tersebut, belajar dari tahun sebelumnya, maka untuk tahun 2016, semua pemangku amanah terkait kesehatan masyarakat harus berpacu menjalankan langkah-langkah tersebut agar program Desa Siaga berjalan sesuaiharapan. “Kami di Seksi Promoskes dan PSDM akan terus menggaungkan manfaat dari desa siaga ini, termasuk langkah-langkahnya,”tandas Hazrin TABLOID INFOKES Ke Halaman 15 BIDANG Pelayanan Kesehatan 7TABLOID INFOKES EDISI JANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 ahun 2014 sisa pasien yang Tbelum dioperasi mencapai 4.719, sedangkan pada tahun 2015 ditambah sisa 2014, pasien yang belum tertangani mencapai 4841. Untuk tahun 2016 ini tentu membutuhkan kerja keras agar jumlah target ditambah sisa 2015bisadiselesaikan. Dalam catatan Dinas kesehatan Lombok timur, nilai total operasi katarak yang telah dilaksanakan diperkirakan mencapai rata-rata 1000 tindakan/tahun. Kenyataan ini tentu saja masih jauh dari target minimal yang harus dicapai. “Ini didasarkan pada jumlah kasus Target Tuntas Penanganan Katarak, Butuh Menejemen Informasi katarak yang muncul setiap tahun (incidence rate)” kata drg.Sidarta Fitriadi, Kepala Seksi Kesehatan Khusus danSwasta(Kesus). dr.Sidarta juga menjelaskan sebesar 0.1 % / jumlah penduduk/tahun atau lebih kurang 1.164 kasus katarak baru menghinggapi penduduk LombokTimur yangmencapai1.164.018ini. Secara umum, problem mendasar yang dihadapi sehingga belum mencapai target setiap tahunnya adalah sampai saat ini upaya Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan ( PGPK ) belum atau tidak dianggap sebagaiprogramprioritas. P e r m a s a l a h a n l a i n a d a l a h koordinasi yang kurang antar stake holder khususnya tentang Incidence rate dan Back Log itu sendiri, “Insya Allah tahun 2016 permasalahan tersebut sudah tertangani,”tandas drg Sidarta Fitriadi. Keyakinan tersebut, karena saat ini Pemerintah Kabupaten lombok Timur sudah memberikan perhatian lebih untuk berbagai kegiatan yang terkait dengan upaya penanggulangan buta katarakdiLombokTimur. Menyikapinya sangat diharapkan kerjasama antara pemerintah, organisasi p r o f e s i ( perdami ), a k a d e m i s dan peran swasta dapat saling bahu m e m b a h u melakukan penanggulan gan katarak s e h i n g g a meningkatka n Cataract SurgicalRate. Disamping itu penanganan operasi Katarak juga sering dilakukan baik oleh Rumah Sakit Umum Daerah R.Soedjono dan juga melalui bhakti sosial oleh Kompas,NKRI dan Lembaga Swadaya Masyarakat tetap (YKI), BKMM Provinsi, BKMM Cikampek dan lain- lain. Mendukungnya, perlu diperkuat dengan manajemen informasi dan pendataan dalam penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan mulai dari Stake Holder sampai ke Puskesmas agar secara komulatif target pencapaian dalam penganggulangan buta katarak, semuanya dapat terdata jelas,demikianSidarta.[titin] SIE K2S, Infokes Belajar dari sisa target yang belum dicapai pada 2014 dan 2015. Seksi Kesehatan Khusus dan Swasta (K2S) Dinas Kesehatan Lombok Timur membutuhkan menejemen informasi dan pendataan dalam penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan mulai dari aparatur terkait di Dinas sampai ke Puskesmas 1. Akreditasi Puskesmas Ÿ Sosialisasi akreditasi puskesmas Ÿ Workshop Penggalangan Komitmen Akreditasi Puskesmas Ÿ Pelatihan Pemahaman Standard An Istrumen Akreditasi Puskesmas Ÿ Self assessment dan penyusunan POA akreditasi puskesmas Ÿ Pendampingan penyusunan dokumen Akreditasi Ÿ Pendampingan implementasi dokumen Ÿ Pre assessment survey akreditasi puskesmas 2. Pelaksanaan Lomba Tenaga Kesehatan Teladan 3. Workshop Penerapan Asuhan Keperawatan di Puskesmas 4. Orientasi Tenaga Dokter Puskesmas 5. Sosialisasi dan Orientasi Sistem SPGDT 6. Workshop Manajemen Puskesmas 7. Pencetakan Buku Pedoman SOP 8. Monitoring dan Evaluasi Manajemen Puskesmas 9. Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) 10. Survey Kepuasan Pasien 11. Lomba Puskesmas Berprestasi 12. Workshop Bantuan Hidup Dasar Untuk Masyarakat 13. Pertemuan Koordinator UGD dan Rawat Inap Puskesmas 14. Pertemuan Evaluasi Pelayanan Rujukan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) 15. Sistem Pencacatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) 16. Perawatan Kesehatan INFORMASI RENCANA KERJA SEKSI RUMAH SAKIT DAN PEMBINAAN UPTD BIDANG PELAYANAN KESEHATAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR 2016 drg. Sidarta Fitriadi
  • 8.
    8 TABLOID INFOKESEDISIJANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 BIDANG Pelayanan Kesehatan enting mengetahui apa saja Ppewarna makanan yang dilarang. Kepala Seksi Kefamasian dan makanan minuman Dinas Kesehatan Lombok Timur menjelaskan jenis pewarna makanan yang dilarang adalah Rhodamin B dan Methanil Yellow. Rhodamin B, kata Siti Nauli S,Farm.Apt adalah pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal merah menyala dan dalam larutan akan berwarnamerahterangberpendar. “Rhodamin B biasa digunakan untuk industry tekstil dan kertas. “Rhodamin B dan Methanil Yellow” Dilarang SIE FARMAKMIN , Infokes Sebagai masyarakat yang modern, makanan berwarna- warni tentu sangat elok dilihat tapi ternyata berbahaya untuk dimakan. Bahaya bahkan larangan memakannya apabila diwarnai dengan Rhodamin B dan Menthanil Yellow Rhodamin B dilarang digunakan untuk pewarna pangan,”kata Nauli. Begitu juga dengan Methanil Yellow atau kuning methanol yang merupakan zat warna sintetis berwarna kuning kecoklatan dan berbentuk padat atau serbuk yang digunakan untuk pewarna tekstil (kain,kertas) dan cat, juga dilarang untuk pangan. Dilarangnya 2 jenis pewarna tersebut karena Bahaya akut rhodamin B dan methanil yellow bila tertelan dapat menyebabkan iritasi pada saluran percernaan. Jika terpapar pada bibir dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, kering, gatal, bahkan kulit bibir terkelupas. Bahaya kronis akibat konsumsi dalam jangka panjang menyebabkan gangguan fungsi hati,gangguan kandung kemih, bahkan kanker. “ M a s y a r a k a t h a r u s s a l i n g mengingatkan dalam hal ini, beberapa penyalahgunaan rhodamin B dan methanil yellow pada pangan, antara lain ada kerupuk, terasi, gulali/sirup berwarna merah,”jelas Nauli, Kepala SeksiFarmasidanMakanMinum. Makan dengan warna-warni serupa dengan ciri-ciri mengandung pewarna tersebut bisa dilihat jika warna merah mencolok (rhodamin B) atau kuning mencolok (methanyl yellow) dan cenderungberpendar. Selain itu Banyak memberikan titik- titikwarnatidakmerata.[Waspha] ...Dalam Data Dari Halaman 3 peraturan terkait, pada Dinas Kesehatan terdiri dari Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kelompok Jabatan Fungsional, Kepala Sub Bagian (Kasubag) yang terdiri dari 3 bagian yaitu Kasubag Program dan Pelaporan, Kasubag Keuangan dan Kasubag Umum dan Kepegawaian. Sedangkan Bidang di Dinas Kesehatan Lombok Timur berjumlah 4 bidang yaitu Bidang Promkes dan PSDM, Bidang Pelayanan Kesehatan, Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dan Bidang Kesehatan Keluarga (Kesga) dengan masing-masing Bidang terdiri dari3seksi. Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur berada di jalan Ahmad Yani Nomor 100, Sandubaya – Selong. yang menaungi 957 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 161 Pegawai Tidak Tetap Kemenkes RI dan ratusan pegawai kontrak ini dipimpin oleh drg.H.Asrul Sani,M.Kes dengan Sekretaris Dikes Lotim adalah drg I Made Pradnya Adiputra(2016). Sedangkan untuk Kasubag Program dan kepegawaian ; Anggraini SKM, Kasubag Keuangan ; Meri Herlina,SE. Kasubag Umum dan Kepegawaian ; L.Malawirawan,SKM. Lengkapnya terkait pejabat di Dinas Kesehatan Lombok Timur, tugas, bidang dan seksi-seksi masing bisa dilihat melalui struktur organisasi yang terpampang jelas di tembok resepsionis DinasKesehatanLombokTimur. Secara merata, penyebaran tenaga atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Lombok Timur terdiri dari Dokter U m u m , D o k t e r G i g i , Perawat, Bidan, Perawat Gigi, Sanitarian, Apoteker, A s i s t e n A p o t e k e r , G i z i , E p i d e m o l o g , A d m i n k e s , P e n y u l u h K e s e h a t a n , A n a l i s Kesehatan, Non Kesehatan dan Atem atau tenaga elektromedis. T e r k a i t j u m l a h masing-masing dari Tenaga Dokter dengan perincian Dokter umum; Laki-Laki 22 dokter dan perempuan 31 dokter. Untuk Dokter Gigi laki-laki berjumlah 7 orang danperempuan6dokter. Tenaga Perawat PNS di Lombok Timur dari data PER Desember 2015, kalkulasinya adalah Lulusan SPK; Laki-laki 40 orang, Perempuan 27 orang. Lulusan Diploma ; Laki- Gaji Dokter Kontrak Setara Gaji PNS Lotim Butuh Dokter Lagi, Kuota 2016 ; 6 Dokter Ke p a l a S u b B a g i a n U m u m d a n Kepegawaian (Kasubag UMPEG) Dinas Kesehatan Lombok Timur, L. Malawirawan mengatakan, di beberapa Kabupaten, ada dokter yang tidak mendapatkan jasa dari daerahnya. Mereka dicukupkan dengan Jasa pengobatansaja. “Disini untuk Dokter kontrak yang bertugas di Desa Biasa, gajinya dianggarkan Rp. 2.750.000, sedangkan untuk yang siap ditugaskan di desa terpencilRp.3.500.000,”jelasnya. Berdasarkan keterangannya, jika dilihat dari GajiPNS Golongan I berartiGajiDokter Kontrak lebih besar dari Gaji PNS (umum). Keputusan tersebut, kata Kasubag Umpeg, tidak terlepas dari perhatian Pemda untuk pelayanan kesehatan. “Untuk kuota tahun ini, kita butuh 6 dokter lagi, dari kuota 20 Dokter berdasarkan DPA 2016, baik dokter umum atau dokter gigi,”tandasnya.[mz] laki, 50 orang dan perempuan 72 orang. Sedangkan untuk Sarjana Laki-laki 69 orang, dan perempuan 30 perawat. [Bersambung] SIE-GIZI, Infokes 9TABLOID INFOKES EDISI JANUARI VOL I / Th. 1/ 2016 BIDANG Kesehatan Keluarga Asi Ekslusif Bagi Ibu Bekerja , Mengapa Tidak ??? bu yang bekerja bukan Imerupakan alasan untuk menghentikan pemberian ASI Ekslusif kepada buah hatinya. “Banyak cara dan usaha yang bisa dilakukan, diantaranya bisa berkunjung ke Klinik Laktasi untuk menyiapkan cara memberikan ASI apabila bayi harus ditinggal,”kata Ibrahim,SKM,MPH Kepala Seksi Kesehatan Keluarga DikesLotim. Kendala pada ibu menyusui juga dipahami Ibrahim,SKM seperti tempat yang jauh. Untuk Ibu yang bekerja tidak j a u h d a r i r u m a h , p i h a k n y a menyarankan agar Ibu dapat pulang ke rumah untuk menyusui saat jam istirahat atau meminta seseorang untuk mengantarkan bayi ke kantor untuk menyusu. “Jika memungkinkan, Ibu bisa membawa bayi ke tempat bekerja,”saran Ibrahim, yang sangat peduli dengan pentingnyaASI. Namun jika jaraknya antara rumah dengan tempat kerja/kantor, maka Ibu harus memberi ASI sesering mungkin selama cuti melahirkan. “Biarkan bayi menyusu hingga kenyang dan melepas sendiri hisapannya, susuilah bayi pada malam hari, pagi hari dan kapan saja saat ibuberadadirumah,”saranya. Ibu juga harus berlatih untuk memerah ASI setelah melahirkan karena mau tidak mau ibu harus memberikan ASI perah kepada bayinya karena tidak memungkinkan untuk menyusui secara langsung. Dalam hal ini, Kepala Seksi Kesga ini memberikan TIPS dalam menyediakan dan memberikan Asi Perah kepada Bayi. Perahlah ASI sebelum berangkat kerja dan minta kepada pengasuh agar memberikan ASI tersebut padawaktutertentuketikaibubekerja. Selama ibu bekerja luangkan waktu 2-3 kali atau setiap 2-3 jam untuk m e m e r a h ASI. Memera h ASI mudah d i l a k u k a n j i k a p a y u d a r a dalam keadaan terasa penuh. Jangan menunggu sampai payudara bengkak dan nyeri karena payudara akan lebih sulit diperah dalam kondisi yang bengkak. “Perahlah sebanyak mungkin ASI, sedikit apapun ASI yang berhasil diperah akan sangat bermanfaat bagi bayi, karena pada umumnya ibu dapat memerah ASI hingga 400-500 ml atau bahkanlebih,”jelasnya. Terkait cara memerah ASI, pihaknya menyarankan agar banyak mencari informasi yang benar, misalnya melalui pertanyaan dan langsung browsing di link terpercaya melalui internet seperti bagaimana menyimpan, cara menyiapkan yang benar dan sebagainya. Karena ASI untuk buah cinta itu sangat penting dan jangan sampaidiabaikan.[Herni] Ibrahim,S.KM, Kepala Sie. Gizi,Dikes Lotim Hj. Rohkliana,SST ke Halaman 14 Prestise KIA Meningkat, Kunjungan Balita dan K.Neonatal 3 masih Impian erdapat 9 target yang harus Tdikejar, berlari, kencang dan mesti terus dalam pantauan pula binaan.9TargettersebutadalahK4, K Maternal ditemukan, Linakes, KF3, KN 3, K Neonatal ditemukan, Kunjungan Bayi 4, Kunjungan Balita 2 dan KB aktif. Terhadap SPM itu itu, di Lombok Timur rata-rata sudah mencapaitarget. “Hanya Kunjungan Balita dan Kunjungan Neotal 3 yang masih belum m e n c a p a i t a r g e t , ” t e r a n g Hj.Rokhliana,SST,MM, Kepala Seksi KIA Dinas Kesehatan Lombok Timur. Kondisi ini didasarkan pada catatan target dalam 3 tahun terakhir, yaitu pada tahun2013,2014dan2015. Kunjungan Balita adalah cakupan Balita (12-59) bulan yang memperoleh pelayanan sesuai standar meliputi pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali / tahun, pemantauan perkembangan minimal 2 kali setahun, pemberian vitamin A sebanyak 2 kali setahun. Sedangkan Kunjungan Neotal 3 adalah kunjungan yang dilakukan oleh petugas kesehatan atau bidan ke rumah ibu setelah melahirkan untuk memeriksa kesehatan bayi untuk mendapatkan pelayanansesuaistandar.