STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Skala Ukur Data
Non-metric metric
nominal ordinal interval ratio
T I PE S K A L A U K U R D A T A
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Skala Ukur Nominal
Angka yang diberikan kepada obyek
hanya sebagai label atau nama saja.
Contoh:
Nomor Telepon dan Nomor Pemain Sepak
Bola
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Skala Ukur Ordinal
Angka yang diberikan kepada suatu
obyek memiliki urutan.
Contoh:
Pemenang Lomba F1 atau MotoGP,
urutan juara kelas.
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Skala Ukur Interval
Angka yang diberikan kepada objek
memiliki semua sifat skala ukur ordinal,
ditambah dengan sifat kesamaan jarak
antara masing-masing pengukuran.
TETAPI RASIO antar angka-angka
tersebut tidak memiliki arti.
Contoh:
Derajat celcius atau fahreinheit, dan tanggal
dalam kalender
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Skala Ukur Rasio
Angka yang diberikan kepada obyek
memiliki semua sifat dari skala ukur
interval dan rasio antara angka-anka
tersebut memiliki arti
Contoh:
Jarak dalam kilometer
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Skala Ukur Data
Deskripsi Urutan Jarak Rasio
Nominal Ya Tidak Tidak Tidak
Ordinal Ya Ya Tidak Tidak
Interval Ya Ya Ya Tidak
Ratio Ya Ya Ya Ya
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Seringkali orang
membicarakan
keterkaitan antara
suatu hal dengan hal
lainnya. Korelasi
adalah cara ilmiah
yang akan
memberikan informasi
mengenai hubungan
antara dua buah
variabel.
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Berdasarkan Gambar Ilustrasi tersebut. Apa yang dapat
anda katakan tentang korelasi:
1. Korelasi menyatakan kekuatan hubungan antara dua buah
variabel.
2. Semakin kuat hubungan antara dua buah variabel, semakin tinggi
nilai korelasinya.
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
KORELASI SESUAI SKALA UKUR DATA
Nominal:
Phi coefficient
Ordinal:
Spearman’s correlation, Kendall’s
correlation
Interval-Ratio:
Pearson Correlation
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
NILAI KORELASI DATA
Nominal
Ordinal
Interval
Ratio
-1.0 -0.6 -0.3 -0.1 0 +0.1 +0.3 +0.6 +1.0
Tanda – dan +
menandakan
arah hubungan.
(+) semakin tinggi
nilai suatu variabel
semakin tinggi juga
nilai variabel lainnya
(-) semakin tinggi
nilai suatu variabel
semakin rendah
nilai variabel lainnya
Catatan
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Nominal: Phi coefficient
Langkah menghitung Phi-Coefficient:
1. Buat Tabel Kontingensi
2. Hitung Nilai Chi-Square tabel tersebut dgn rumus:
1. Hitung Phi-Coefficient menggunakan rumus:
ij
k
i
l
j
ij
ij
E
E
O

 


1 1
2
2
)
(

n
2

 
Catatan:
Oij = frekuensi observasi
Eij = (ni. x n.j)/n
frekuensi ekspektasi
n = banyaknya sampel
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Nominal: Phi coefficient
Contoh Kasus:
Seorang ahli pemasaran ingin meneliti apakah co-hort (generasi) tertentu
memiliki kecendrungan tertentu dalam jenis musik yang disukainya.
---adakah hubungan antara co-hort dan jenis musik tertentu---
Musik
Rock
Non-Musik
Rock
TOTAL
80-an 43 9 52
90-an 44 4 48
TOTAL 87 13 100
Data yang dikumpulkan sbb:
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Nominal: Phi coefficient
Langkah Pengerjaannya:
1. Buat Tabel Kontingesi
2. Hitung nilai Chi-Squarenya:
E11 = (n1. x n.1)/n = (52 x 87)/100 = 45.24
E21 = (n2. x n.1)/n = (48 x 87)/100 = 41.76
E12 = (n1. x n.2)/n = (52 x 13)/100 = 6.76
E22 = (n2. x n.2)/n = (48 x 13)/100 = 6.24
Chi-Square:
2

778
.
1
24
.
6
/
)
24
.
6
4
(
76
.
6
/
)
76
.
6
9
(
76
.
41
/
)
76
.
41
44
(
24
.
45
/
)
24
.
45
43
(
2
2
2
2
2










STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Nominal: Phi coefficient
Langkah Pengerjaannya:
3. Hitung phi-coefficient nya:
133
.
0
100
778
.
1



Kesimpulannya:
Ada hubungan yang lemah antara co-hort dan jenis musik tertentu
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Ordinal: Spearman Correlation
Rumus rho-coefficient:
ranking
beda
different
d
n
n
d
n
i
i
/
;
)
1
(
6
1 2
1
2







Contoh kasus:
Seorang ahli pendidikan ingin mengetahui adakah hubungan antara IQ dan
lamanya jam yang dihabiskan untuk menonton televisi dalam seminggu.
Berikut adalah datanya:
IQ (i) 86 97 99 100 100 103 106 110 113 113
Hours of TV
per week (t) 0 20 28 50 28 28 7 17 7 12
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Ordinal: Spearman Correlation
Langkah pengerjaan:
IQ (i)
Hours of
TV per
week (t) rank (i) rank (t) d d2
86 0 1 1 0 0
97 20 2 6 4 16
99 28 3 8 5 25
100 50 4.5 10 5.5 30.25
100 28 4.5 8 3.5 12.25
103 28 6 8 2 4
106 7 7 2.5 4.5 20.25
110 17 8 5 3 9
113 7 9.5 2.5 7 49
113 12 9.5 4 5.5 30.25
Hitung Rumus:
188
.
0
)
99
(
10
)
196
(
6
1 




STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Ordinal: Spearman Correlation
Langkah pengerjaan:
Hitung Rumus:
188
.
0
)
99
(
10
)
196
(
6
1 




Kesimpulan:
Terdapat korelasi yang lemah dan negatif antara IQ dan lamanya jam yang
dihabiskan untuk menonton televisi selama seminggu
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Ordinal: Kendall Correlation
Rumus tau-coefficient:
1
)
1
(
2
1
2



n
n
P

Contoh kasus:
Seorang ahli geniologi ingin meneliti, apakah ada hubungan antara tinggi dan
berat badan seseorang. Data yang didapat ternyata tidak sempurna sehingga
hanya mendapat data berbentuk ranking.
Person A B C D E F G H
Rank by Height 1 2 3 4 5 6 7 8
Rank by Weight 3 4 1 2 5 7 8 6
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Ordinal: Kendall Correlation
Langkah pengerjaan:
P = 5 + 4 + 5 + 4 + 3 + 1 + 0 + 0 = 22
57
.
0
1
)
7
)(
8
(
2
1
)
22
(
2




Kesimpulan:
Terdapat korelasi yang sedang antara tinggi dan berat badan seseorang
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Rasio: Pearson Correlation
Rumus r coefficient:
y
x
xy
xy
S
S
S
r
.

Catatan:
1
)
)(
(
1






n
y
y
x
x
S
n
i
i
i
xy
1
)
(
1
2





n
x
x
S
n
i
i
x
1
)
(
1
2





n
y
y
S
n
i
i
y
Kovarian antara x dan y
; St.Dev. x ; St.Dev. y
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Rasio: Pearson Correlation
Merk A B C D E F G H I J K L
Biaya Iklan 40 20 25 20 30 50 40 20 50 40 25 50
Nilai Penjualan 385 400 395 365 475 440 490 420 560 525 480 510
Contoh kasus:
Mudahman memiliki data-data mengenai biaya iklan dan nilai penjualan 12 merk sepatu.
Data tersebut dikumpulkannya dari publikasi tahunan laporan keuangan (dalam juta rupiah)
dari masing-masing merk sepatu. Data tersebut adalah sebagai berikut:
Apakah ada hubungan antara biaya iklan dan nilai penjualan?
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Rasio: Pearson Correlation
Langkah Pengerjaannya:
Merk Biaya Iklan Nilai
Penjualan
A 40 385 5.83 34.03 -68.75 4726.56
B 20 400 -14.17 200.69 -53.75 2889.06
C 25 395 -9.17 84.03 -58.75 3451.56
D 20 365 -14.17 200.69 -88.75 7876.56
E 30 475 -4.17 17.36 21.25 451.56
F 50 440 15.83 250.69 -13.75 189.06
G 40 490 5.83 34.03 36.25 1314.06
H 20 420 -14.17 200.69 -33.75 1139.06
I 50 560 15.83 250.69 106.25 11289.06
J 40 525 5.83 34.03 71.25 5076.56
K 25 480 -9.17 84.03 26.25 689.06
L 50 510 15.83 250.69 56.25 3164.06
Total 1641.67 Total 42256.25
)
( x
x  )
( y
y 
2
)
( x
x 
2
)
( y
y 
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Rasio: Pearson Correlation
Langkah Pengerjaannya:
Merk Biaya Iklan Nilai
Penjualan
A 40 385 -401.04
B 20 400 761.46
C 25 395 538.54
D 20 365 1257.29
E 30 475 -88.54
F 50 440 -217.71
G 40 490 211.46
H 20 420 478.13
I 50 560 1682.29
J 40 525 415.63
K 25 480 -240.63
L 50 510 890.63
Total 5287.50
)
)(
( y
y
x
x 

Hitung Rumus:
Sxy= (5287.50)/11
Sx = sqrt(1641.67/11)
Sy = sqrt(42256.25/11)
r = 0.635
Kesimpulan:
Ada hubungan yang kuat dan positif antara biaya iklan dan nilai penjualan
STATISTIKA-Skala Ukur Data dan Korelasi
Contoh kasus:
Pikirkanlah kasus-kasus di bawah ini, tentukan dengan skala ukur apa variabel-
variabelnya dapat diukur dan korelasi apa yang tepat untuk variabel-variabel
tersebut.
- Market Share ada hubungannya dengan Brand Share
- Kepuasan berhubungan dengan kualitas layanan
- Preferensi berhubungan dengan keputusan membeli

Statistika ukur data dan korelasi 9..ppt

  • 1.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Skala Ukur Data Non-metric metric nominal ordinal interval ratio T I PE S K A L A U K U R D A T A
  • 2.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Skala Ukur Nominal Angka yang diberikan kepada obyek hanya sebagai label atau nama saja. Contoh: Nomor Telepon dan Nomor Pemain Sepak Bola
  • 3.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Skala Ukur Ordinal Angka yang diberikan kepada suatu obyek memiliki urutan. Contoh: Pemenang Lomba F1 atau MotoGP, urutan juara kelas.
  • 4.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Skala Ukur Interval Angka yang diberikan kepada objek memiliki semua sifat skala ukur ordinal, ditambah dengan sifat kesamaan jarak antara masing-masing pengukuran. TETAPI RASIO antar angka-angka tersebut tidak memiliki arti. Contoh: Derajat celcius atau fahreinheit, dan tanggal dalam kalender
  • 5.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Skala Ukur Rasio Angka yang diberikan kepada obyek memiliki semua sifat dari skala ukur interval dan rasio antara angka-anka tersebut memiliki arti Contoh: Jarak dalam kilometer
  • 6.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Skala Ukur Data Deskripsi Urutan Jarak Rasio Nominal Ya Tidak Tidak Tidak Ordinal Ya Ya Tidak Tidak Interval Ya Ya Ya Tidak Ratio Ya Ya Ya Ya
  • 7.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Seringkali orang membicarakan keterkaitan antara suatu hal dengan hal lainnya. Korelasi adalah cara ilmiah yang akan memberikan informasi mengenai hubungan antara dua buah variabel.
  • 8.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Berdasarkan Gambar Ilustrasi tersebut. Apa yang dapat anda katakan tentang korelasi: 1. Korelasi menyatakan kekuatan hubungan antara dua buah variabel. 2. Semakin kuat hubungan antara dua buah variabel, semakin tinggi nilai korelasinya.
  • 9.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi KORELASI SESUAI SKALA UKUR DATA Nominal: Phi coefficient Ordinal: Spearman’s correlation, Kendall’s correlation Interval-Ratio: Pearson Correlation
  • 10.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi NILAI KORELASI DATA Nominal Ordinal Interval Ratio -1.0 -0.6 -0.3 -0.1 0 +0.1 +0.3 +0.6 +1.0 Tanda – dan + menandakan arah hubungan. (+) semakin tinggi nilai suatu variabel semakin tinggi juga nilai variabel lainnya (-) semakin tinggi nilai suatu variabel semakin rendah nilai variabel lainnya Catatan
  • 11.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Nominal: Phi coefficient Langkah menghitung Phi-Coefficient: 1. Buat Tabel Kontingensi 2. Hitung Nilai Chi-Square tabel tersebut dgn rumus: 1. Hitung Phi-Coefficient menggunakan rumus: ij k i l j ij ij E E O      1 1 2 2 ) (  n 2    Catatan: Oij = frekuensi observasi Eij = (ni. x n.j)/n frekuensi ekspektasi n = banyaknya sampel
  • 12.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Nominal: Phi coefficient Contoh Kasus: Seorang ahli pemasaran ingin meneliti apakah co-hort (generasi) tertentu memiliki kecendrungan tertentu dalam jenis musik yang disukainya. ---adakah hubungan antara co-hort dan jenis musik tertentu--- Musik Rock Non-Musik Rock TOTAL 80-an 43 9 52 90-an 44 4 48 TOTAL 87 13 100 Data yang dikumpulkan sbb:
  • 13.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Nominal: Phi coefficient Langkah Pengerjaannya: 1. Buat Tabel Kontingesi 2. Hitung nilai Chi-Squarenya: E11 = (n1. x n.1)/n = (52 x 87)/100 = 45.24 E21 = (n2. x n.1)/n = (48 x 87)/100 = 41.76 E12 = (n1. x n.2)/n = (52 x 13)/100 = 6.76 E22 = (n2. x n.2)/n = (48 x 13)/100 = 6.24 Chi-Square: 2  778 . 1 24 . 6 / ) 24 . 6 4 ( 76 . 6 / ) 76 . 6 9 ( 76 . 41 / ) 76 . 41 44 ( 24 . 45 / ) 24 . 45 43 ( 2 2 2 2 2          
  • 14.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Nominal: Phi coefficient Langkah Pengerjaannya: 3. Hitung phi-coefficient nya: 133 . 0 100 778 . 1    Kesimpulannya: Ada hubungan yang lemah antara co-hort dan jenis musik tertentu
  • 15.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Ordinal: Spearman Correlation Rumus rho-coefficient: ranking beda different d n n d n i i / ; ) 1 ( 6 1 2 1 2        Contoh kasus: Seorang ahli pendidikan ingin mengetahui adakah hubungan antara IQ dan lamanya jam yang dihabiskan untuk menonton televisi dalam seminggu. Berikut adalah datanya: IQ (i) 86 97 99 100 100 103 106 110 113 113 Hours of TV per week (t) 0 20 28 50 28 28 7 17 7 12
  • 16.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Ordinal: Spearman Correlation Langkah pengerjaan: IQ (i) Hours of TV per week (t) rank (i) rank (t) d d2 86 0 1 1 0 0 97 20 2 6 4 16 99 28 3 8 5 25 100 50 4.5 10 5.5 30.25 100 28 4.5 8 3.5 12.25 103 28 6 8 2 4 106 7 7 2.5 4.5 20.25 110 17 8 5 3 9 113 7 9.5 2.5 7 49 113 12 9.5 4 5.5 30.25 Hitung Rumus: 188 . 0 ) 99 ( 10 ) 196 ( 6 1     
  • 17.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Ordinal: Spearman Correlation Langkah pengerjaan: Hitung Rumus: 188 . 0 ) 99 ( 10 ) 196 ( 6 1      Kesimpulan: Terdapat korelasi yang lemah dan negatif antara IQ dan lamanya jam yang dihabiskan untuk menonton televisi selama seminggu
  • 18.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Ordinal: Kendall Correlation Rumus tau-coefficient: 1 ) 1 ( 2 1 2    n n P  Contoh kasus: Seorang ahli geniologi ingin meneliti, apakah ada hubungan antara tinggi dan berat badan seseorang. Data yang didapat ternyata tidak sempurna sehingga hanya mendapat data berbentuk ranking. Person A B C D E F G H Rank by Height 1 2 3 4 5 6 7 8 Rank by Weight 3 4 1 2 5 7 8 6
  • 19.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Ordinal: Kendall Correlation Langkah pengerjaan: P = 5 + 4 + 5 + 4 + 3 + 1 + 0 + 0 = 22 57 . 0 1 ) 7 )( 8 ( 2 1 ) 22 ( 2     Kesimpulan: Terdapat korelasi yang sedang antara tinggi dan berat badan seseorang
  • 20.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Rasio: Pearson Correlation Rumus r coefficient: y x xy xy S S S r .  Catatan: 1 ) )( ( 1       n y y x x S n i i i xy 1 ) ( 1 2      n x x S n i i x 1 ) ( 1 2      n y y S n i i y Kovarian antara x dan y ; St.Dev. x ; St.Dev. y
  • 21.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Rasio: Pearson Correlation Merk A B C D E F G H I J K L Biaya Iklan 40 20 25 20 30 50 40 20 50 40 25 50 Nilai Penjualan 385 400 395 365 475 440 490 420 560 525 480 510 Contoh kasus: Mudahman memiliki data-data mengenai biaya iklan dan nilai penjualan 12 merk sepatu. Data tersebut dikumpulkannya dari publikasi tahunan laporan keuangan (dalam juta rupiah) dari masing-masing merk sepatu. Data tersebut adalah sebagai berikut: Apakah ada hubungan antara biaya iklan dan nilai penjualan?
  • 22.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Rasio: Pearson Correlation Langkah Pengerjaannya: Merk Biaya Iklan Nilai Penjualan A 40 385 5.83 34.03 -68.75 4726.56 B 20 400 -14.17 200.69 -53.75 2889.06 C 25 395 -9.17 84.03 -58.75 3451.56 D 20 365 -14.17 200.69 -88.75 7876.56 E 30 475 -4.17 17.36 21.25 451.56 F 50 440 15.83 250.69 -13.75 189.06 G 40 490 5.83 34.03 36.25 1314.06 H 20 420 -14.17 200.69 -33.75 1139.06 I 50 560 15.83 250.69 106.25 11289.06 J 40 525 5.83 34.03 71.25 5076.56 K 25 480 -9.17 84.03 26.25 689.06 L 50 510 15.83 250.69 56.25 3164.06 Total 1641.67 Total 42256.25 ) ( x x  ) ( y y  2 ) ( x x  2 ) ( y y 
  • 23.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Rasio: Pearson Correlation Langkah Pengerjaannya: Merk Biaya Iklan Nilai Penjualan A 40 385 -401.04 B 20 400 761.46 C 25 395 538.54 D 20 365 1257.29 E 30 475 -88.54 F 50 440 -217.71 G 40 490 211.46 H 20 420 478.13 I 50 560 1682.29 J 40 525 415.63 K 25 480 -240.63 L 50 510 890.63 Total 5287.50 ) )( ( y y x x   Hitung Rumus: Sxy= (5287.50)/11 Sx = sqrt(1641.67/11) Sy = sqrt(42256.25/11) r = 0.635 Kesimpulan: Ada hubungan yang kuat dan positif antara biaya iklan dan nilai penjualan
  • 24.
    STATISTIKA-Skala Ukur Datadan Korelasi Contoh kasus: Pikirkanlah kasus-kasus di bawah ini, tentukan dengan skala ukur apa variabel- variabelnya dapat diukur dan korelasi apa yang tepat untuk variabel-variabel tersebut. - Market Share ada hubungannya dengan Brand Share - Kepuasan berhubungan dengan kualitas layanan - Preferensi berhubungan dengan keputusan membeli