Pengertian Analisis Korelasi
AnalisisKorelasi
Analisis korelasi adalah metode statistik yang digunakan untuk mengukur kuat dan arah
hubungan linier antara dua variabel numerik.
• Analisis korelasi digunakan untuk mengukur kuat dan arah hubungan antara dua
variabel numerik.
• Menjawab pertanyaan seperti:
• ”Apakah tinggi badan berhubungan dengan berat badan?”
• Korelasi tidak menunjukkan sebab-akibat (kausalitas).
2 / 36
3.
Koefisien Korelasi Pearson(r)
−1 ≤ r ≤ 1
• r = 1: Korelasi positif sempurna
• r = −1: Korelasi negatif sempurna
• r = 0: Tidak ada hubungan linier
3 / 36
4.
Interpretasi Nilai Korelasi
Nilair Interpretasi
r = 1 Positif sempurna
0.7 ≤ r < 1 Positif kuat
0.3 ≤ r < 0.7 Positif sedang
0 < r < 0.3 Positif lemah
r = 0 Tidak ada hubungan linier
−0.3 < r < 0 Negatif lemah
−0.7 < r ≤ −0.3 Negatif sedang
−1 < r ≤ −0.7 Negatif kuat
4 / 36
5.
Jenis-Jenis Korelasi
• KorelasiPositif: Kenaikan satu variabel diikuti kenaikan variabel lain.
• Korelasi Negatif: Kenaikan satu variabel diikuti penurunan variabel lain.
• Korelasi Nol: Tidak ada pola hubungan linier.
5 / 36
6.
Contoh Korelasi Positifdan Negatif
• Positif: Tingkat pendidikan dan pendapatan.
• Negatif: Jumlah rokok yang dikonsumsi dan harapan hidup.
• Nol: Ukuran sepatu dan nilai ujian.
6 / 36
7.
Rumus Korelasi Pearson(r)
Rumus:
r =
P
(Xi − X̄)(Yi − Ȳ )
pP
(Xi − X̄)2 ·
P
(Yi − Ȳ )2
Versi alternatif (untuk penghitungan manual):
r =
n
P
XY − (
P
X)(
P
Y )
p
[n
P
X2 − (
P
X)2][n
P
Y 2 − (
P
Y )2]
Kegunaan: Mengukur hubungan linier dua variabel kuantitatif.
7 / 36
8.
Rumus Korelasi Spearman()
Digunakan untuk data ordinal (peringkat) atau data tidak normal.
ρ = 1 −
6
P
d2
i
n(n2 − 1)
• di = selisih peringkat antara Xi dan Yi
• n = jumlah pasangan data
Kelebihan: Tidak sensitif terhadap outlier.
8 / 36
9.
Koefisien Determinasi (R2
)
R2
=r2
• Menyatakan proporsi variasi pada variabel Y yang dapat dijelaskan oleh variabel X.
• Nilai R2 berkisar antara 0 dan 1, atau dalam persen.
• Contoh: Jika r = 0.8, maka R2 = 0.64 → 64
9 / 36
10.
Contoh Soal Korelasi
Seorangpeneliti mencatat data tinggi badan (cm) dan berat badan (kg) dari 5 orang:
Orang Tinggi (X) Berat (Y)
A 160 50
B 165 55
C 170 58
D 175 65
E 180 70
Hitung koefisien korelasi Pearson r dan interpretasikan hasilnya.
10 / 36
Interpretasi
• Nilai r= 0.987 mendekati 1.
• Terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara tinggi dan berat badan.
• Kenaikan tinggi cenderung diikuti kenaikan berat.
12 / 36
13.
Contoh Soal KorelasiSpearman
Seorang guru ingin mengetahui hubungan antara peringkat 6 siswa pada dua mata
pelajaran: Matematika dan Fisika.
Siswa Matematika (X) Fisika (Y)
A 1 2
B 2 1
C 3 4
D 4 3
E 5 6
F 6 5
Hitung koefisien korelasi Spearman () dan interpretasikan hasilnya.
13 / 36
14.
Langkah 1: HitungSelisih dan Kuadrat Selisih
Siswa X Y di = X − Y d2
i
A 1 2 -1 1
B 2 1 1 1
C 3 4 -1 1
D 4 3 1 1
E 5 6 -1 1
F 6 5 1 1
Jumlah 6
X
d2
i = 6 dan n = 6
14 / 36
Interpretasi Hasil
• Nilaiρ ≈ 0.83
• Artinya terdapat hubungan positif yang kuat antara peringkat Matematika dan Fisika.
• Siswa dengan peringkat tinggi di Matematika cenderung juga berperingkat tinggi di
Fisika.
16 / 36
17.
Contoh Kasus
Seorang guruingin mengetahui hubungan antara jumlah jam belajar dan nilai ujian
matematika.
Siswa Jam Belajar (X) Nilai Ujian (Y)
A 2 60
B 4 65
C 6 75
D 8 80
E 10 88
F 12 95
Hitung koefisien korelasi Pearson dan koefisien determinasi.
17 / 36
Langkah 2: HitungKorelasi Pearson
r =
n
P
XY − (
P
X)(
P
Y )
p
[n
P
X2 − (
P
X)2][n
P
Y 2 − (
P
Y )2]
r =
6(3490) − 42 · 463
p
(6 · 364 − 422)(6 · 36619 − 4632)
r =
20940 − 19446
p
(2184 − 1764)(219714 − 214369)
r =
1494
√
420 · 5345
≈
1494
1498.3
≈ 0.9971
19 / 36
20.
Langkah 3: HitungKoefisien Determinasi
R2
= r2
= (0.9971)2
≈ 0.9942
• Artinya: 99.42% variasi nilai ujian dapat dijelaskan oleh jumlah jam belajar.
• Sisanya 0.58% dijelaskan oleh faktor lain (konsentrasi, metode belajar, dsb).
20 / 36
21.
Kesimpulan
• Korelasi r≈ 0.9971 menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif.
• Koefisien determinasi R2 ≈ 0.9942 berarti hampir seluruh variasi nilai ujian dapat
dijelaskan oleh jam belajar.
• Model regresi sederhana sangat baik dalam menjelaskan hubungan dua variabel ini.
21 / 36
22.
Pengertian Korelasi Parsial
•Korelasi parsial mengukur hubungan linier antara dua variabel (X dan Y ), dengan
menghilangkan pengaruh variabel ketiga (Z).
• Digunakan saat ingin mengetahui apakah hubungan antara X dan Y tetap signifikan
setelah mengendalikan pengaruh Z.
22 / 36
23.
Rumus Korelasi Parsial(3 Variabel)
rXY ·Z =
rXY − rXZ rYZ
q
(1 − r2
XZ )(1 − r2
YZ )
Keterangan:
• rXY = korelasi antara X dan Y
• rXZ = korelasi antara X dan Z
• rYZ = korelasi antara Y dan Z
23 / 36
24.
Contoh Soal
Diketahui:
• rXY= 0.8
• rXZ = 0.6
• rYZ = 0.7
Hitung korelasi parsial antara X dan Y setelah mengontrol Z: rXY ·Z
24 / 36
Interpretasi Hasil
• NilairXY ·Z ≈ 0.665
• Artinya, setelah mengendalikan pengaruh Z, hubungan X dan Y tetap kuat.
• Korelasi asli rXY = 0.8, tetapi sebagian pengaruh tersebut disebabkan oleh variabel
Z.
26 / 36
27.
Koefisien Korelasi Parsial
•Mengukur kekuatan hubungan linier antara dua variabel (misalnya Y dan X1) setelah
menghilangkan pengaruh variabel lain (X2, X3, . . .).
• Dilambangkan sebagai:
rYX1·X2,...,Xk
• Nilai antara -1 sampai 1 (tanpa satuan).
27 / 36
28.
Koefisien Regresi Parsial
•Koefisien regresi β1 dalam model regresi ganda:
Y = β0 + β1X1 + β2X2 + · · · + ε
• Menyatakan perubahan rata-rata Y saat X1 naik satu unit, dengan variabel lain
tetap konstan.
• Memiliki satuan sesuai dengan variabel.
28 / 36
29.
Persamaan Tujuan, PendekatanBerbeda
• Keduanya digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel
lain dengan mengendalikan variabel ketiga.
• Korelasi parsial → ukuran kekuatan hubungan.
• Regresi parsial → ukuran besarnya pengaruh numerik.
29 / 36
30.
Perbandingan Regresi danKorelasi Parsial
Aspek Regresi Parsial vs Korelasi Parsial
Tujuan Ukur pengaruh X terhadap Y setelah kontrol
Satuan Regresi: tergantung satuan variabel
Korelasi: tanpa satuan, -1 s.d. 1
Pendekatan Regresi: perubahan rata-rata Y
Korelasi: kekuatan hubungan Y-X
Output β1 vs rYX1·X2
30 / 36
31.
Keterkaitan Matematis
Dalam kasusregresi linear ganda:
β1 = rYX1·X2 ·
sY
sX1·X2
• rYX1·X2 : korelasi parsial antara Y dan X1 setelah kontrol X2
• sY : standar deviasi Y
• sX1·X2 : standar deviasi residual dari X1
31 / 36
Interpretasi
• rYX1·X2 ≈0.75 menunjukkan hubungan positif yang kuat antara Y dan X1 setelah
efek X2 dikendalikan.
• β1 ≈ 1.50: setiap kenaikan 1 unit pada X1 menyebabkan kenaikan rata-rata sebesar
1.50 unit pada Y , jika X2 tetap konstan.
35 / 36