Stockholder’s
Equity
OUR TEAM
Muhammad Famungkas (C1F015066)
Nanda Diksen Sandes Hutabalian (C1F015070)
Rizki Febrian (C1F015074)
Zakky Yoga Adhi Pratama (C1F015081)
Pramadita Yulianasari Astuti
(C1F015089)
Pokok Bahasan
1. Bentuk Organisasi Perseroan
2. Modal Saham atau Sistem Saham
3. Prosedur Penerbitan Saham
4. Akuntansi Saham Treasury
5. Akuntansi dan Peloporan Saham Preferen
6. Kebijakan Dividen
7. Bentuk-bentuk dividen
8. Pemecahan Saham (Stock Split)
9. Penyajian Stockholder’s Equity
10. Dividen Saham Preferen dan Nilai Buku per Saham
11. Perbandingan US GAAP dengan IFRS
Bentuk Organisasi
Perseroan
1
3 Bentuk Utama Organisasi
Bisnis
Persekutuan
(Partnership)
Perseorangan
(Proprietorshi
p)
Korporasi/
Perseroan
(Corporation)
Karakteristik khusus dari bentuk perseroan yang mempengaruhi akuntansi
adalah :
1. 1. Pengaruh dari undang-undang perseroan terbatas,
2. 2. Penggunaan modal saham atau sistem saham, dan
Hukum Perseroan Negara
Bagian (US)
Siapapun yang ingin mendirikan perusahaan harus
menyerahkan anggaran dasar perusahaan (articles of
incorporation) pada negara bagian tempat perusahaan
tersebut akan didirikan.
• General Motors – didirikan di Delaware.
• U.S. Steel – didirikan di New Jersey.
Hukum Perseroan di
Indonesia
Prosedur Pendirian PT di Indonesia (UU PT Tahun 2007),
siapapun yang ingin mendirikan perseroan terbatas harus
memenuhi persyaratan yang telah diatur, yaitu:
• Didirikan minimal 2 orang yang memiliki bagian saham
dengan akta notaris
• Perusahaan harus mengajukan permohonan kepada
Menteri untuk mendapatkan pengesahan atas pendirian
perseroan terbatas setelah akte pendirian ditandatangani
oleh notaris.
Modal Saham atau
Sistem Saham
2
Modal Saham
Ekuitas pemegang saham dalam satu perusahaan umumnya
terdiri dari sejumlah besar unit atau lembar saham. Dalam
satu kelompok saham, setiap lembar saham sama dengan
lembar saham lainnya. Setiap kepentingan pemilik perusahaan
diwakili oleh jumlah lembar saham yang dimiliki.
Setiap saham memiliki hak dan keistimewaan atau privilege
tertentu yang hanya dapat dibatasi oleh kontrak khusus pada
saat saham diterbitkan.
Modal Saham
Jika tidak ada ketentuan yang membatasi, maka setiap saham
memiliki hak-hak berikut:
• Untuk membagi laba dan rugi secara proporsional.
• Untuk ikut serta dalam manajemen (hak untuk memilih
direktur) secara proporsional.
• Untuk membagi aktiva perusahaan bila terjadi likuidasi
secara proporsional.
• Untuk ikut serta secara proporsional dalam setiap
penerbitan saham baru dari kelompok sama (hak
istimewa/preemptive right).
Keunggulan utama dari sistem saham adalah kemudahannya
dalam pemindahan kepentingan dalam perusahaan seseorang
ke pihak lainnya
Berbagai Kepentingan
Kepemilikan
Dalam setiap perseroan, satu kelompok saham harus mewakili
hak kepemilikan dasar (saham biasa/common stock), dengan
ciri:
• Menanggung risiko besar bila terjadi kerugian
• Menerima manfaat bila terjadi keuntungan.
• Tidak dijamin akan menerima dividen atau pembagian
aktiva
Dalam usaha menarik semua jenis investor, perseroan
biasanya menawarkan dua atau lebih kelompok saham dengan
hak atau keistimewaan yang berbeda (saham preferen
/preferred stock). Sebagai pengganti atas setiap preferensi
khusus, ada hal yang dikorbankan dari setiap hak yang
melekat dalam modal saham, contohnya jaminan menerima
Modal Perseroan
Ekuitas pemilik= ekuitas pemegang saham, shareholders
equity, atau modal perseroan
Modal
Disetor
Laba Ditahan
Tambahan
Modal Disetor
Sumber
Modal
Perusahaan
Saham Biasa
Saham
Preferen
Assets – Liabilities = Equity
Prosedur
Penerbitan Saham
3
Prosedur Penerbitan Saham
1. Perusahaan mendaftarkan saham ke pihak otorisasi yang
berwenang (OJK)
2. Perusahaan menawarkan saham kepada masyarakat
(investor). Investor dapat membeli saham tersebut melalui
agen-agen penjual yang telah ditunjuk.
3. Setelah selesai penjualan saham di pasar perdana,
selanjutnya saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek.
Prosedur Penerbitan Saham
Masalah akuntansi yang ada pada penerbitan saham, antara
lain:
• Saham dengan nilai par.
• Saham tanpa nilai par.
• Penerbitan saham digabungkan dengan sekuritas lainnya
(penjualan lumpsum).
• Saham diterbitkan dalam transaksi non-kas.
• Biaya penerbitan saham
Saham dengan Nilai Par
Dalam menerbitkan saham dengan nilai par, perusahaan perlu
mencatat akun berikut :
Saham yang dikeluarkan dengan nilai nominal dicatat sebesar nilai
nominalnya. Selisih antara nilai nominal dengan harga jual saham
disebut agio/premi (paid-in capital in excess of par/additional paid-in
capital) atau disagio/diskon (discount on stock).
Saham Preferen atau Saham Biasa.
Kedua akun ini merefleksikan nilai par
saham perusahaan yang diterbitkan.
Akun ini dikredit ketika saham pertama
kali diterbitkan. Tidak ada ayat jurnal
tambahan pada akun ini kecuali ada
saham tambahan yang diterbitkan
atau saham yang ditarik.
Modal Disetor yang Melebihi Nilai
Par atau Tambahan Modal Disetor.
Menunjukkan setiap kelebihan atas
nilai par yang disetor oleh pemegang
saham sebagai pengganti saham yang
diterbitkan untuk mereka.
Contoh
X Corp. menjual 1.000 lembar saham dengan nilai par $10 per lembar
saham
Cash $10.000
Common Stock $10.000
Jika X Corp. menjual 1.000 lembar saham dengan nilai pari $10 per
lembar saham dengan harga $ 12.000
Cash $12.000
Common Stock $10.000
Paid in Capital in Excess of Par
$2.000
Jika saham dijual dengan harga $8.000 (dibawah nilai pari)
Cash $8.000
Discount on Common Stock $2.000
Saham tanpa Nilai Par
Alasan untuk penerbitan saham tanpa nilai par ada dua, yaitu :
1. menghindari kewajiban kontinjen yang mungkin terjadi bila
saham dengan nilai par diterbitkan pada disagio.
2. Menghindari kebingungan di dalam pencatatan antara nilai
par dengan nilai pasar
Contoh
Jika 1.000 lembar saham tanpa nilai par diterbitkan dengan harga $10
per lembar saham
Cash $10.000
Common Stock – No Par Value $10.000
Jika 1.000 lembar lagi diterbitkan dengan harga $11 per lembar saham
Cash $11.000
Common Stock – No Par Value $11.000
Saham yang Diterbitkan
dengan Sekuritas Lainnya
(Penjualan Lump Sum)
• saham yang diterbitkan dengan sekuritas lain harus
dipisahkan komponen ekuitas dengan komponen lainnya.
• biasanya diterbitkan oleh perusahaan untuk suatu
pembayaran tunggal atau sekaligus (lump sum), contohnya
pada saat mengakuisisi perusahaan lain.
• Perusahaan menggunakan dua metode alokasi yang
tersedia,yaitu :
1. metode proporsional
2. metode inkremental.
Metode Proporsional
Zega Co. menerbitkan 300 lembar saham biasa dengan nilai
par $10 dan nilai wajar $20, serta 100 lembar saham preferen
dengan nilai par $50 dan nilai wajar $90 yang dijual dengan
lump sum $13.500
Jurnal Metode Proporsional
Zega Co. menerbitkan 300 lembar saham biasa dengan nilai par $10
dan nilai wajar $20, serta 100 lembar saham preferen dengan nilai par
$50 dan nilai wajar $90 yang dijual dengan lump sum $13.500
Cash $13,500
Preferred stock (100 x $50) $5,000
Paid-in capital in excess of par - preferred 3,100
Common stock (300 x $10) 3,000
Paid-in capital in excess of par - common 2,400
Metode Inkremental
Zega Co. menerbitkan 300 lembar saham biasa dengan nilai par
$10 dan nilai wajar $20, serta 100 lembar saham preferen dengan
nilai par $50 dan nilai wajar $90 yang dijual dengan lump sum
$13.500
Penerimaan Lumpsum =
$13.500 Dialokasikan ke saham biasa (300 x $20)
= $6.000
Saldo yang dialokasikan ke saham preferen =
$7.500
Jurnal Metode Inkremental
Cash $13.500
Preferred stock (100 x $50) $5.000
Paid-in capital in excess of par - preferred 2.500
Common stock (300 x $10) 3.000
Paid-in capital in excess of par - common 3.000
Saham yang Diterbitkan
dalam Transaksi Non-kas
Perusahaan harus mencatat transaksi saham yang diterbitkan
untuk jasa/properti selain kas pada :
1. nilai pasar wajar saham yang diterbitkan, atau
2. nilai pasar wajar dari nonkas yang diterima.
tergantung kepada yang dapat ditentukan secara lebih jelas.
Contoh
Ximiao Co. menerbitkan saham biasa sebanyak 10.000 lembar dengan nilai par
$10 per lembar saham untuk mendapatkan patent atas produk Samsang Co.
Kasus 1:
Ximiao Co tidak dapat menentukan nilai wajar paten, tetapi dapat menentukan
nilai wajar saham sebesar @$20,-
Patents $200.000
Common Stock $100.000
Paid-in capital in excess of par $100.000
Kasus 2
Ximiao Co tidak dapat menentukan nilai wajar saham, tetapi dapat menentukan
nilai wajar patent sebesar $150.000,
Patents $100.000
Common Stock $100.000
Paid-in capital in excess of par $ 50.000
Contoh
Kasus 3:
Ximiao Co tidak dapat menentukan nilai wajar saham dan paten, tetapi konsultan
independen menentukan nilai wajar paten sebesar $125.000 berdasarkan
metode diskonto arus kas.
Patents $100.000
Common Stock $100.000
Paid-in capital in excess of par $ 25.000
Biaya Penerbitan Saham
• Ketika sebuah perusahaan menerbitkan saham, biaya yang
dikeluarkan untuk menjual saham tersebut harus
dilaporkan.
Contohnya : underwriting costs, accounting and legal fees,
printing cost, dan Taxes
• Oleh karena itu, biaya penerbitan didebet ke akun Paid-in
capital in excess of par karena biaya tersebut tidak
berhubungan dengan operasional perusahaan.
• Biaya penerbitan adalah cost financing dan harus
mengurangi hasil yang diterima dari penjualan saham.
Akuntansi Saham
Treasury
4
Reakuisisi Saham (Buyback)
Merupakan proses pembelian kembali saham yang beredar di
publik (outstanding shares).
Berikut ini beberapa alasan perusahaan melakukan aksi
buyback
• untuk memperkecil jumlah pajak;
• untuk meningkatkan rasio keuangan (laba per saham dan
tingkat pengembalian ekuitas);
• untuk memenuhi saham dalam rangka kompensasi saham
kepada karyawan atau memenuhi kebutuhan merger;
• untuk menghindari upaya pengambilalihan atau
mengurangi jumlah pemegang saham;
• Menciptakan demand bagi saham.
Saham Treasury
Saham treasury adalah saham sendiri yang dibeli kembali dan
disimpan atas nama perseroan dan tidak dihentikan
peredarannya secara formal.
Saham treasury :
• Bukan merupakan asset
• Saham treasury sama saja seperti saham yang tidak
diedarkan oleh perusahaan.
Pembelian Saham Treasury
Terdapat 2 metode umum yang digunakan untuk menangani
saham treasuri yaitu:
1. Metode biaya (cost method). Metode ini mendebet akun
Treasury Stock untuk biaya reakuisisi, serta melaporkan
akun ini sebagai suatu pengurangan dari total Paid in
Capital dan laba ditahan di Neraca
2. Metode nilai par (par value method) atau nilai ditetapkan.
Metode ini mencatat semua transaksi saham treasury pada
nilai par nya dan melaporkan saham treasury hanya
sebagai pengurang atas modal saham.
Apapun metode yang digunakan, biaya saham treasury yang
diakuisisi tidak boleh dimasukkan dalam laba ditahan
Contoh
Sunny Co. menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan nilai par
$1 pada harga @$10. Laba ditahan sebesar $300.000
Posisi pada tanggal 1 Januari 2017, sebelum pembelian saham
treasuri:
Contoh
Berdasarkan hasil RUPS , disepakati Sunny Co. akan membeli kembali
sahamnya pada tanggal 5 Januari 2017, sebanyak 10.000 lembar
sahamnya pada @ $11,
Treasury Stock $ 110,000
Cash $ 110,000
Penjualan Saham Treasury
Berikut 3 kondisi yang mungkin akan terjadi pada saat
perusahaan menjual saham Treasury, yaitu:
1. Harga jual Saham Treasury sama dengan harga pokoknya.
2. Harga jual Saham Treasury lebih besar dari harga pokoknya
Chips Co. membeli 10.000 lembar saham treasury dengan
harga @$11. Pada 10 Maret, Chips Co. menjual kembali
saham tersebut sebanyak 1.000 lembar dengan @$15
Cash 15,000
Treasury Stock 11,000
Paid-in Capital from Treasury Stock
4,000
Penjualan Saham Treasury
3. Harga jual Saham Treasury lebih kecil dari harga pokoknya
Pada 21 Maret, Chips Co. kemudian menjual lagi saham
tersebut sebanyak 1.000 lembar dengan @$8
Cash 8,000
Paid-in Capital from Treasury Stock 3,000
Treasury Stock 11,000
Penjualan Saham Treasury
Pada 10 April, Chips Co. kemudian menjual lagi saham
tersebut sebanyak 1.000 lembar dengan @$8.
Cash 8,000
Paid-in Capital from Treasury Stock 1,000
Retained Earnings 2,000
Treasury Stock 11,000
Penarikan Saham Treasury
• Penarikan saham treasury berakibat pembatalan dari saham
treasury dan pengurangan dari jumlah saham yang beredar.
• Pengaruh akuntansinya adalah hampir sama dengan
penjualan saham treasuri, kecuali bahwa debet dilakukan ke
akun Paid in Capital yang dapat diaplikasikan ke penarikan
saham, bukan pada kas.
Akuntansi dan
Pelaporan Saham
Preferen
5
Pengertian
Saham Preferen (Preferred Stock) adalah saham dengan kelas
khusus yang memiliki kelebihan/fitur (keistimewaan) yang
tidak dimiliki saham biasa (Common Stock).
Dengan Karakteristik
• Preferensi atas dividen
• Preferensi atas aktiva pada saat likuidasi
• Dapat dikonversi menjadi saham biasa
• Dapat ditebus opsi perseroan (Callable)
• Tidak mempunyai hak suara (Nonvoting)
Fitur Saham Preferen
1. Saham Preferen Kumulatif
2. Saham Preferen Partisipasi
3. Saham Preferen Konvertibel
4. Saham Preferen yang Dapat Ditarik
5. Saham Preferen yang Dapat Ditebus
Saham Preferen Kumulatif
Saham preferen kumulatif dinyatakan bahwa jika perseroan
gagal membayar dividen dalam suatu tahun, maka harus
dibayarkan dalam tahun berikutnya sebelum laba dapat
dibagikan kepada pemegang saham biasa. Setiap dividen yang
terlewat atas saham preferen kumulatif merupakan “dividen
tunggak”. Dividen tunggak tidak dicatat sebagai kewajiban
tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Saham Preferen Partisipasi
Pemegang saham preferen partisipasi membagi rata dengan
pemegang saham biasa setiap pembagian laba diluar tingkat
yang ditentukan. Jadi, saham preferen 5%, jika berpartisipasi
penuh, akan menerima tidak hanya pengembalian 5%, tetapi
juga dividen pada tingkat yang sama seperti yang dibayarkan
kepada pemegang saham biasa jika jumlah yang melebihi 5%
dari nilai pari atau nilai ditetapkan dibayarkan kepada
pemegang saham biasa.
Saham Preferen Konvertibel
Saham preferen konvertibel mengizinkan pemegang saham,
menurut opsinya menukar saham preferen menjadi saham
biasa pada rasio yang telah ditentukan sebelumnya.
Saham Preferen yang Dapat
Ditarik
Saham preferen yang dapat ditarik mengizinkan perusahaan
penerbit saham untuk menarik atau menebus pada opsi saham
preferen yang beredar pada tanggal tertentu di masa depan
dan pada harga yang ditentukan. Harga penarikan biasanya
ditetapkan sedikit di atas harga penerbitan awal dan
ditentukan pada satuan yang berkaitan dengan nilai pari.
Saham Preferen yang Dapat
Ditebus
Saham Preferen yang dapat ditebus, bersifat seperti hutang
yang mempunyai kewajiban untuk membayar dan bukan
seperti instrumen ekuitas. Saham Preferen yang dapat ditebus
memiliki periode penebusan wajib atau karakter penebusan
yang tidak dapat dikontrol oleh perusahaan penerbit saham.
Akuntansi
PT ABC menerbitkan 5.000 lembar saham preferen dengan nilai par @
Rp 300 per lembar dengan harga Rp 1.000 per lembar saham. PT ABC
mencatat penerbitan saham sebagai berikut:
Kas 5.000.000
Saham preferen
1.500.000
Agio saham preferen
3.500.000
Pelaporan dan Penyajian
• Saham preferen diklasifikasikan dan disajikan sebagai
bagain dari ekuitas pemegang saham pada laporan posisi
keuangan perusahaan.
• Saham preferen biasanya dilaporkan pada nilai pari sebagai
pos pertama dalam kelompok ekuitas pemegang saham dari
laporan posisi keuangan perusahaan.
• Kelebihan atas nilai pari dilaporkan sebagai bagian dari
tambahan modal disetor (agio saham).
• Dividen saham preferen diperlakukan sebagai distribusi
laba, bukan sebagai beban perseroan.
• Hak yang berhubungan dengan saham preferen yang
beredar harus diungkapkan dalam catatan atas laporan
Kebijakan Dividen
6
Dividen v.s. Laba Ditahan
Sangat sedikit perusahaan yang membayar dividen dalam jumlah yang sama
dengan laba ditahan yang tersedia secara legal. Alasan utamanya adalah Sebagai
berikut:
• Persetujuan (kontrak obligasi) dengan kreditor tertentu untuk menahan
semua atau sebagian laba, dalam bentuk aktiva, guna membentuk proteksi
tambahan terhadap kemungkinan kerugian
• Beberapa hukum perseroan Negara bagian mensyaratkan bahwa laba yang
ekuivalen dengan biaya saham treasuri yang dibeli dilarang untuk
diumumkan sebagai dividen
• Kerugian untuk menahan aktiva yang tidak dibayarkan sebagai dividen guna
membiayai pertumbuhan atau ekspansi
• Keinginan untuk memperlancar pembayaran dividen dari tahun ke tahun
dengan mengakumulasi laba dalam tahun-tahun yang menghasilkan laba dan
menggunakan akumulasi itu sebagai dasar untuk membayar dividen tahun-
tahun yang buruk
• Keinginan untuk membentuk perlindungan atau penyangga terhadap
kemungkinan kerugian atau kesalahan dalam kalkulasi laba.
Kondisi Keuangan dan
Pembagian Dividen
• Eksistensi kewajiban lancar sangat kuat menyatakan bahwa
sebagian dari kas diperlukan untuk membayar kewajiban lancar
ketika jatuh tempo. Selain itu kebutuhan akan uang tunai sehari-hari
untuk penggajian dan pengeluaran lainnya yang tidak dimasukkan
dalam kewajiban lancar juga memerlukan kas.
• Jadi, sebelum dividen diumumkan, manajemen harus
mempertimbangkan ketersediaan dana untuk membayar dividen.
Suatu dividen sebaiknya tidak dibayarkan kecuali baik posisi
keuangan sekarang ataupun yang akan datang tampak menjamin
pembagian dividen.
Bentuk-bentuk
Dividen
7
Dividen Kas / Tunai
• Dewan direksi mengusulkan pengumuman dividen kas
• Dividen kas yang diumumkan merupakan kewajiban
(biasanya termasuk kewajiban lancar).
• Perusahaan tidak mengumumkan atau membayar dividen
kas pada saham treasuri.
Contoh
Tanggal 1 Juni PT ABC mengumumkan pembayaran kas dividen @Rp
200 atas 200.000 lembar saham yang akan dibayar pada tanggal 11 Juli
kepada semua pemegang saham yang tercatat pada tanggal 21 Juni.
Tanggal pengumuman (1 Juni)
Laba ditahan 40.000.000
Utang dividen 40.000.000
Tanggal pencatatan (21 Juni)
No entry
Tanggal pembayaran (11 Juli)
Utang dividen 40.000.000
Kas 40.000.000
Dividen Properti
• Merupakan utang dividen dalam bentuk aset selain kas.
• Properti yang akan didistribusikan dinyatakan ulang ke
dalam nilai wajar; keuntungan dan kerugian atas selisih nilai
properti diakui dalam Laporan laba-rugi.
Contoh
PT ABC melakukan transfer kepada pemegang saham beberapa investasinya
dalam bentuk sekuritas senilai Rp 300.000.000 dengan mengumumkan dividen
properti tanggal 15 Desember 2015, untuk didistribusikan tanggal 20 Januari
2016 kepada pemegang saham yang tercatat pada 1 Januari 2016. Pada tanggal
pengumuman, sekuritas tersebut memiliki nilai wajar Rp 200.000,000.
Tanggal pengumuman (15 Desember 2015)
Unrealized Holding Gain or Loss—Kerugian 100.000.000
Investasi ekuitas 100.000.000
Laba ditahan 200.000.000
Utang dividen properti 200.000.000
Tanggal distribusi (20 Januari 2016)
Utang dividen properti 200.000.000
Investasi ekuitas 200.000.000
Dividen Likuidasi
• Dividen yang tidak didasarkan pada pendapatan/laba
ditahan dan mengurangi ekuitas pemegang saham.
• Dividen likuidasi lebih mengimplikasikan return atas modal
investasi daripada profit yang dihasilkan perusahaan.
Contoh
PT ABC menerbitkan “dividen” kepada pemegang saham biasa sebesar Rp
220.000.000. Pengumuman menyebutkan bahwa pemegang saham harus
mempertimbangkan Rp 100.000.000 sebagai pendapatan dan sisanya sebagai
pengembalian modal.
Tanggal pengumuman
Laba ditahan 100.000.000
Agio saham biasa 120.000.000
Utang dividen 220.000.000
Tanggal pembayaran
Utang dividen 220.000.000
Kas 220.000.000
Dividen Saham
• Penerbitan saham sendiri kepada pemegang saham dengan
basis pro rata, tanpa mendapatkan pembayaran apapun
(tidak ada kas masuk dan keluar).
• Ketika saham dividen kurang dari 20–25 persen dari saham
biasa yang beredar, maka perusahaan melakukan transfer
nilai wajar dari laba ditahan (dividen saham kecil).
• Ketika saham dividen lebih dari 20–25 persen dari saham
biasa yang beredar, maka nilai par dialihkan dari laba
ditahan ke modal saham (dividen saham besar).
Contoh 1
PT ABC memiliki 2 juta lembar saham biasa beredar dengan nilai par Rp 200 dan
laba ditahan sebesar Rp 700 juta. Jika PT ABC mengumumkan 10 persen dividen
saham, maka perusahaan menerbitkan 200 ribu lembar saham tambahan
kepada pemegang saham. Jika nilai wajar saham saat itu adalah Rp 300 per
lembar, maka pencatatannya adalah:
Tanggal pengumuman
Laba ditahan 60 juta
Saham biasa yang dapat didistribusikan 40 juta
Agio saham biasa 20 juta
Tanggal distribusi
Saham biasa yang dapat didistribusikan 40 juta
Saham biasa 40 juta
Contoh 2
PT CBA memiliki 2 juta lembar saham biasa beredar dengan nilai par Rp 200 dan
laba ditahan sebesar Rp 700 juta. Jika PT CBA mengumumkan 30 persen dividen
saham, maka perusahaan menerbitkan 600 ribu lembar saham tambahan
kepada pemegang saham. Jika nilai wajar saham saat itu adalah Rp 300 per
lembar, maka pencatatannya adalah:
Tanggal pengumuman
Laba ditahan (600 ribu x Rp 200) 120 juta
Saham biasa yang dapat didistribusikan 120 juta
Tanggal distribusi
Saham biasa yang dapat didistribusikan 120 juta
Saham biasa 120 juta
Pemecahan
Saham
8
Pemecahan Saham
• Stock Split : pemecahan nilai nominal saham ke dalam nilai
nominal yang lebih kecil.
• Nilai pari atau nilai yang ditetapkan menjadi menurun tetapi
di lain pihak jumlah lembar saham yang beredar akan
bertambah.
• Salah satu alasan perseroan melakukan stock split adalah
untuk menurunkan harga sahamnya.
• Tidak ada jurnal yang dicatat untuk stock split.
Stock Split vs Stock Dividend
Stock Split
menghasilkan kenaikan
jumlah saham yang beredar
dan penurunan nilai pari atau
nilai ditetapkan per saham.
Stock Dividend
meskipun menghasilkan
kenaikan jumlah saham yang
beredar, namun tidak
mengurangi nilai pari saham
yang beredar.
Stock Dividend yang lebih besar dari 20%-25% jumlah saham
yang sebelumnya beredar adalah Dividen Saham Besar (Large
Stock Dividend)  namun lebih tepat disebut sebagai Stock Split
Contoh
BLUE Inc. mengumumkan 30% dividen saham pada 20 November. Dicatat pada
12 Desember dan dibagikan pada tanggal 29 Desember Pada tanggal
pengumuman, saham beredar adalah 1juta lembar dengan nilai pari $10 dan fair
value $200.
Pengaruh Dividend dan
Stock Split terhadap Unsur
Laporan Keuangan
Pengumuman dan pembagian
Pengaruh
terhadap:
Pengumuman
dividen tunai:
Pembayaran
dividen tunai:
Dividen
saham
kecil:
Dividen
saham
besar:
Pemecahan
saham:
Laba ditahan Turun -0- Turuna
Turuna
-0-
Modal saham -0- -0- Naikb
Naikb
-0-
Tambahan modal
disetor
-0- -0- Naikc
-0- -0-
Total ekuitas
pemegang saham
Turun -0- -0- -0- -0-
Modal kerja Turun -0- -0- -0- -0-
Total aktiva -0- Turun -0- -0- -0-
Jumlah saham
yang beredar
-0- -0- Naik Naik Naik
a
Nilai pasar saham. b
Nilai pari atau ditetapkan dari saham.
c
Kelebihan nilai pasar atas nilai pari.
Penyajian
Stockholder’s
Equity
9
Penyajian
Statement of Stockholders’
Equity
Analisis
1. Tingkat Pengembalian Terhadap Ekuitas
GREEN Inc. memiliki laba $360,000, mengumumkan dan
membagikan dividen untuk pemegang saham preferen $54,000,
dan rata-rata ekuitas pemegang saham biasa $2,550,000.
Rasio tersebut menunjukkan seberapa banyak rupiah/dollar dari
laba bersih yang diperoleh perusahaan untuk setiap
rupiah/dollar yang diinvestasikan oleh pemilik
Analisis
2. Rasio Payout
BLUE Co. memiliki dividen kas $100,000 dan laba bersih
$500,000 serta tidak mempunyai saham preferen.
Rasio tersebut menunjukkan rasio pendapatan yang diperoleh
oleh investor atas laba bersih perusahaan.
Analisis
3. Nilai Buku per Lembar Saham
GREY Co. memiliki 100.000 lembar saham beredar dengan total
nilai $1,000,000 dan tidak mempunyai saham preferen.
Menunjukkan jumlah yang akan diterima oleh tiap lembar
saham jika perusahaan dilikuidasi berdasarkan jumlah yang
dilaporkan dalam neraca.
Dividen Saham
Preferen dan Nilai
Buku per Saham
1
0
Dividen Preferen
Dividen saham preferen akan mempengaruhi pembagian
dividen kepada stockholder. Saham preferen dapat berupa,
1. kumulatif atau nonkumulatif, dan
2. Partisipasi penuh, sebagian, atau non partisipasi.
Jika ada dividen saham preferen yang terutang, jika jenis
saham preferen partisipasi, atau jika saham preferen memiliki
nilai likuidasi yang lebih tinggi dari nilai bukunya, maka laba
ditahan dialokasikan diantara pemilik saham preferen dan
saham biasa dalam penghitungan nilai buku per saham.
Saham Preferen non
kumulatif dan non
partisipasi
Pada tahun 2012, Tjurhat Company membagikan $50,000
dividen kas, Saham biasa yang beredar memiliki nilai $400,000,
dan 6% saham preferen memiliki nilai $100,000.
Saham Preferen kumulatif
dan non partisipasi
Pada tahun 2012, Tjurhat Company membagikan $50,000
dividen kas, Saham biasa yang beredar memiliki nilai $400,000,
dan 6% saham preferen memiliki nilai $100,000. Dan Tjurhat
Company belum membayar saham preferen selama dua tahun.
Saham Preferen non
kumulatif dan partisipasi
penuh
Saham Preferen kumulatif
dan partisipasi penuh
Tjurhat Company belum membayar saham preferen selama
dua tahun.
Nilai Buku per Saham
Nilai Buku per Saham dihitung dengan rumus net aset dibagi
dengan saham beredar pada akhir periode.
Nilai Buku per Saham
Data yang sama seperti sebelumnya, diasumsikan terdapat
saham preferen kumulatif 5%, dan partisipasi hingga 8%, dan
dividen terutan selama 3 tahun
Perbandingan US
GAAP dengan IFRS
1
1
Perbandingan
US GAAP IFRS
Penarikan
Saham Treasury
1. Membebankan kelebihan biaya
kelebihan atas par ke laba ditahan,
2. Mengalokasikan perbedaan antara
tambahan modal disetor dan laba
ditahan atau,
3. Membebankan keseluruhan ke
tambahan modal disetor.
Kelebihan dibebankan pada tambahan modal
disetor terkait dengan penerbitan sahamnya.
Perubahan
Nama Laporan
Statement of change in equity (Laporan
perubahan ekuitas)
Statement of Stockholder Equity (Laporan
Pemegang Saham)
Laba Ditahan Accumulated Other Comprehensive
Income (Loss).
Sebagai Cadangan untuk mencatat transaksi-
transaksi seperti pendapatan komprehensif
lainnya serta transaksi luar biasa terkait
dengan hutang dan dan opsi saham.
Kenaikan atau
Pengurangan
Unrealized Gain (tidak dilaporkan) Revaluation Surplus
Any Question?
Thanks!

STAR_BATCH_4_Kelompok_3_Stockholder_Equi.pptx

  • 1.
  • 2.
    OUR TEAM Muhammad Famungkas(C1F015066) Nanda Diksen Sandes Hutabalian (C1F015070) Rizki Febrian (C1F015074) Zakky Yoga Adhi Pratama (C1F015081) Pramadita Yulianasari Astuti (C1F015089)
  • 3.
    Pokok Bahasan 1. BentukOrganisasi Perseroan 2. Modal Saham atau Sistem Saham 3. Prosedur Penerbitan Saham 4. Akuntansi Saham Treasury 5. Akuntansi dan Peloporan Saham Preferen 6. Kebijakan Dividen 7. Bentuk-bentuk dividen 8. Pemecahan Saham (Stock Split) 9. Penyajian Stockholder’s Equity 10. Dividen Saham Preferen dan Nilai Buku per Saham 11. Perbandingan US GAAP dengan IFRS
  • 4.
  • 5.
    3 Bentuk UtamaOrganisasi Bisnis Persekutuan (Partnership) Perseorangan (Proprietorshi p) Korporasi/ Perseroan (Corporation) Karakteristik khusus dari bentuk perseroan yang mempengaruhi akuntansi adalah : 1. 1. Pengaruh dari undang-undang perseroan terbatas, 2. 2. Penggunaan modal saham atau sistem saham, dan
  • 6.
    Hukum Perseroan Negara Bagian(US) Siapapun yang ingin mendirikan perusahaan harus menyerahkan anggaran dasar perusahaan (articles of incorporation) pada negara bagian tempat perusahaan tersebut akan didirikan. • General Motors – didirikan di Delaware. • U.S. Steel – didirikan di New Jersey.
  • 7.
    Hukum Perseroan di Indonesia ProsedurPendirian PT di Indonesia (UU PT Tahun 2007), siapapun yang ingin mendirikan perseroan terbatas harus memenuhi persyaratan yang telah diatur, yaitu: • Didirikan minimal 2 orang yang memiliki bagian saham dengan akta notaris • Perusahaan harus mengajukan permohonan kepada Menteri untuk mendapatkan pengesahan atas pendirian perseroan terbatas setelah akte pendirian ditandatangani oleh notaris.
  • 8.
  • 9.
    Modal Saham Ekuitas pemegangsaham dalam satu perusahaan umumnya terdiri dari sejumlah besar unit atau lembar saham. Dalam satu kelompok saham, setiap lembar saham sama dengan lembar saham lainnya. Setiap kepentingan pemilik perusahaan diwakili oleh jumlah lembar saham yang dimiliki. Setiap saham memiliki hak dan keistimewaan atau privilege tertentu yang hanya dapat dibatasi oleh kontrak khusus pada saat saham diterbitkan.
  • 10.
    Modal Saham Jika tidakada ketentuan yang membatasi, maka setiap saham memiliki hak-hak berikut: • Untuk membagi laba dan rugi secara proporsional. • Untuk ikut serta dalam manajemen (hak untuk memilih direktur) secara proporsional. • Untuk membagi aktiva perusahaan bila terjadi likuidasi secara proporsional. • Untuk ikut serta secara proporsional dalam setiap penerbitan saham baru dari kelompok sama (hak istimewa/preemptive right). Keunggulan utama dari sistem saham adalah kemudahannya dalam pemindahan kepentingan dalam perusahaan seseorang ke pihak lainnya
  • 11.
    Berbagai Kepentingan Kepemilikan Dalam setiapperseroan, satu kelompok saham harus mewakili hak kepemilikan dasar (saham biasa/common stock), dengan ciri: • Menanggung risiko besar bila terjadi kerugian • Menerima manfaat bila terjadi keuntungan. • Tidak dijamin akan menerima dividen atau pembagian aktiva Dalam usaha menarik semua jenis investor, perseroan biasanya menawarkan dua atau lebih kelompok saham dengan hak atau keistimewaan yang berbeda (saham preferen /preferred stock). Sebagai pengganti atas setiap preferensi khusus, ada hal yang dikorbankan dari setiap hak yang melekat dalam modal saham, contohnya jaminan menerima
  • 12.
    Modal Perseroan Ekuitas pemilik=ekuitas pemegang saham, shareholders equity, atau modal perseroan Modal Disetor Laba Ditahan Tambahan Modal Disetor Sumber Modal Perusahaan Saham Biasa Saham Preferen Assets – Liabilities = Equity
  • 13.
  • 14.
    Prosedur Penerbitan Saham 1.Perusahaan mendaftarkan saham ke pihak otorisasi yang berwenang (OJK) 2. Perusahaan menawarkan saham kepada masyarakat (investor). Investor dapat membeli saham tersebut melalui agen-agen penjual yang telah ditunjuk. 3. Setelah selesai penjualan saham di pasar perdana, selanjutnya saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek.
  • 15.
    Prosedur Penerbitan Saham Masalahakuntansi yang ada pada penerbitan saham, antara lain: • Saham dengan nilai par. • Saham tanpa nilai par. • Penerbitan saham digabungkan dengan sekuritas lainnya (penjualan lumpsum). • Saham diterbitkan dalam transaksi non-kas. • Biaya penerbitan saham
  • 16.
    Saham dengan NilaiPar Dalam menerbitkan saham dengan nilai par, perusahaan perlu mencatat akun berikut : Saham yang dikeluarkan dengan nilai nominal dicatat sebesar nilai nominalnya. Selisih antara nilai nominal dengan harga jual saham disebut agio/premi (paid-in capital in excess of par/additional paid-in capital) atau disagio/diskon (discount on stock). Saham Preferen atau Saham Biasa. Kedua akun ini merefleksikan nilai par saham perusahaan yang diterbitkan. Akun ini dikredit ketika saham pertama kali diterbitkan. Tidak ada ayat jurnal tambahan pada akun ini kecuali ada saham tambahan yang diterbitkan atau saham yang ditarik. Modal Disetor yang Melebihi Nilai Par atau Tambahan Modal Disetor. Menunjukkan setiap kelebihan atas nilai par yang disetor oleh pemegang saham sebagai pengganti saham yang diterbitkan untuk mereka.
  • 17.
    Contoh X Corp. menjual1.000 lembar saham dengan nilai par $10 per lembar saham Cash $10.000 Common Stock $10.000 Jika X Corp. menjual 1.000 lembar saham dengan nilai pari $10 per lembar saham dengan harga $ 12.000 Cash $12.000 Common Stock $10.000 Paid in Capital in Excess of Par $2.000 Jika saham dijual dengan harga $8.000 (dibawah nilai pari) Cash $8.000 Discount on Common Stock $2.000
  • 18.
    Saham tanpa NilaiPar Alasan untuk penerbitan saham tanpa nilai par ada dua, yaitu : 1. menghindari kewajiban kontinjen yang mungkin terjadi bila saham dengan nilai par diterbitkan pada disagio. 2. Menghindari kebingungan di dalam pencatatan antara nilai par dengan nilai pasar
  • 19.
    Contoh Jika 1.000 lembarsaham tanpa nilai par diterbitkan dengan harga $10 per lembar saham Cash $10.000 Common Stock – No Par Value $10.000 Jika 1.000 lembar lagi diterbitkan dengan harga $11 per lembar saham Cash $11.000 Common Stock – No Par Value $11.000
  • 20.
    Saham yang Diterbitkan denganSekuritas Lainnya (Penjualan Lump Sum) • saham yang diterbitkan dengan sekuritas lain harus dipisahkan komponen ekuitas dengan komponen lainnya. • biasanya diterbitkan oleh perusahaan untuk suatu pembayaran tunggal atau sekaligus (lump sum), contohnya pada saat mengakuisisi perusahaan lain. • Perusahaan menggunakan dua metode alokasi yang tersedia,yaitu : 1. metode proporsional 2. metode inkremental.
  • 21.
    Metode Proporsional Zega Co.menerbitkan 300 lembar saham biasa dengan nilai par $10 dan nilai wajar $20, serta 100 lembar saham preferen dengan nilai par $50 dan nilai wajar $90 yang dijual dengan lump sum $13.500
  • 22.
    Jurnal Metode Proporsional ZegaCo. menerbitkan 300 lembar saham biasa dengan nilai par $10 dan nilai wajar $20, serta 100 lembar saham preferen dengan nilai par $50 dan nilai wajar $90 yang dijual dengan lump sum $13.500 Cash $13,500 Preferred stock (100 x $50) $5,000 Paid-in capital in excess of par - preferred 3,100 Common stock (300 x $10) 3,000 Paid-in capital in excess of par - common 2,400
  • 23.
    Metode Inkremental Zega Co.menerbitkan 300 lembar saham biasa dengan nilai par $10 dan nilai wajar $20, serta 100 lembar saham preferen dengan nilai par $50 dan nilai wajar $90 yang dijual dengan lump sum $13.500 Penerimaan Lumpsum = $13.500 Dialokasikan ke saham biasa (300 x $20) = $6.000 Saldo yang dialokasikan ke saham preferen = $7.500
  • 24.
    Jurnal Metode Inkremental Cash$13.500 Preferred stock (100 x $50) $5.000 Paid-in capital in excess of par - preferred 2.500 Common stock (300 x $10) 3.000 Paid-in capital in excess of par - common 3.000
  • 25.
    Saham yang Diterbitkan dalamTransaksi Non-kas Perusahaan harus mencatat transaksi saham yang diterbitkan untuk jasa/properti selain kas pada : 1. nilai pasar wajar saham yang diterbitkan, atau 2. nilai pasar wajar dari nonkas yang diterima. tergantung kepada yang dapat ditentukan secara lebih jelas.
  • 26.
    Contoh Ximiao Co. menerbitkansaham biasa sebanyak 10.000 lembar dengan nilai par $10 per lembar saham untuk mendapatkan patent atas produk Samsang Co. Kasus 1: Ximiao Co tidak dapat menentukan nilai wajar paten, tetapi dapat menentukan nilai wajar saham sebesar @$20,- Patents $200.000 Common Stock $100.000 Paid-in capital in excess of par $100.000 Kasus 2 Ximiao Co tidak dapat menentukan nilai wajar saham, tetapi dapat menentukan nilai wajar patent sebesar $150.000, Patents $100.000 Common Stock $100.000 Paid-in capital in excess of par $ 50.000
  • 27.
    Contoh Kasus 3: Ximiao Cotidak dapat menentukan nilai wajar saham dan paten, tetapi konsultan independen menentukan nilai wajar paten sebesar $125.000 berdasarkan metode diskonto arus kas. Patents $100.000 Common Stock $100.000 Paid-in capital in excess of par $ 25.000
  • 28.
    Biaya Penerbitan Saham •Ketika sebuah perusahaan menerbitkan saham, biaya yang dikeluarkan untuk menjual saham tersebut harus dilaporkan. Contohnya : underwriting costs, accounting and legal fees, printing cost, dan Taxes • Oleh karena itu, biaya penerbitan didebet ke akun Paid-in capital in excess of par karena biaya tersebut tidak berhubungan dengan operasional perusahaan. • Biaya penerbitan adalah cost financing dan harus mengurangi hasil yang diterima dari penjualan saham.
  • 29.
  • 30.
    Reakuisisi Saham (Buyback) Merupakanproses pembelian kembali saham yang beredar di publik (outstanding shares). Berikut ini beberapa alasan perusahaan melakukan aksi buyback • untuk memperkecil jumlah pajak; • untuk meningkatkan rasio keuangan (laba per saham dan tingkat pengembalian ekuitas); • untuk memenuhi saham dalam rangka kompensasi saham kepada karyawan atau memenuhi kebutuhan merger; • untuk menghindari upaya pengambilalihan atau mengurangi jumlah pemegang saham; • Menciptakan demand bagi saham.
  • 31.
    Saham Treasury Saham treasuryadalah saham sendiri yang dibeli kembali dan disimpan atas nama perseroan dan tidak dihentikan peredarannya secara formal. Saham treasury : • Bukan merupakan asset • Saham treasury sama saja seperti saham yang tidak diedarkan oleh perusahaan.
  • 32.
    Pembelian Saham Treasury Terdapat2 metode umum yang digunakan untuk menangani saham treasuri yaitu: 1. Metode biaya (cost method). Metode ini mendebet akun Treasury Stock untuk biaya reakuisisi, serta melaporkan akun ini sebagai suatu pengurangan dari total Paid in Capital dan laba ditahan di Neraca 2. Metode nilai par (par value method) atau nilai ditetapkan. Metode ini mencatat semua transaksi saham treasury pada nilai par nya dan melaporkan saham treasury hanya sebagai pengurang atas modal saham. Apapun metode yang digunakan, biaya saham treasury yang diakuisisi tidak boleh dimasukkan dalam laba ditahan
  • 33.
    Contoh Sunny Co. menerbitkan100.000 lembar saham biasa dengan nilai par $1 pada harga @$10. Laba ditahan sebesar $300.000 Posisi pada tanggal 1 Januari 2017, sebelum pembelian saham treasuri:
  • 34.
    Contoh Berdasarkan hasil RUPS, disepakati Sunny Co. akan membeli kembali sahamnya pada tanggal 5 Januari 2017, sebanyak 10.000 lembar sahamnya pada @ $11, Treasury Stock $ 110,000 Cash $ 110,000
  • 35.
    Penjualan Saham Treasury Berikut3 kondisi yang mungkin akan terjadi pada saat perusahaan menjual saham Treasury, yaitu: 1. Harga jual Saham Treasury sama dengan harga pokoknya. 2. Harga jual Saham Treasury lebih besar dari harga pokoknya Chips Co. membeli 10.000 lembar saham treasury dengan harga @$11. Pada 10 Maret, Chips Co. menjual kembali saham tersebut sebanyak 1.000 lembar dengan @$15 Cash 15,000 Treasury Stock 11,000 Paid-in Capital from Treasury Stock 4,000
  • 36.
    Penjualan Saham Treasury 3.Harga jual Saham Treasury lebih kecil dari harga pokoknya Pada 21 Maret, Chips Co. kemudian menjual lagi saham tersebut sebanyak 1.000 lembar dengan @$8 Cash 8,000 Paid-in Capital from Treasury Stock 3,000 Treasury Stock 11,000
  • 37.
    Penjualan Saham Treasury Pada10 April, Chips Co. kemudian menjual lagi saham tersebut sebanyak 1.000 lembar dengan @$8. Cash 8,000 Paid-in Capital from Treasury Stock 1,000 Retained Earnings 2,000 Treasury Stock 11,000
  • 38.
    Penarikan Saham Treasury •Penarikan saham treasury berakibat pembatalan dari saham treasury dan pengurangan dari jumlah saham yang beredar. • Pengaruh akuntansinya adalah hampir sama dengan penjualan saham treasuri, kecuali bahwa debet dilakukan ke akun Paid in Capital yang dapat diaplikasikan ke penarikan saham, bukan pada kas.
  • 39.
  • 40.
    Pengertian Saham Preferen (PreferredStock) adalah saham dengan kelas khusus yang memiliki kelebihan/fitur (keistimewaan) yang tidak dimiliki saham biasa (Common Stock). Dengan Karakteristik • Preferensi atas dividen • Preferensi atas aktiva pada saat likuidasi • Dapat dikonversi menjadi saham biasa • Dapat ditebus opsi perseroan (Callable) • Tidak mempunyai hak suara (Nonvoting)
  • 41.
    Fitur Saham Preferen 1.Saham Preferen Kumulatif 2. Saham Preferen Partisipasi 3. Saham Preferen Konvertibel 4. Saham Preferen yang Dapat Ditarik 5. Saham Preferen yang Dapat Ditebus
  • 42.
    Saham Preferen Kumulatif Sahampreferen kumulatif dinyatakan bahwa jika perseroan gagal membayar dividen dalam suatu tahun, maka harus dibayarkan dalam tahun berikutnya sebelum laba dapat dibagikan kepada pemegang saham biasa. Setiap dividen yang terlewat atas saham preferen kumulatif merupakan “dividen tunggak”. Dividen tunggak tidak dicatat sebagai kewajiban tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
  • 43.
    Saham Preferen Partisipasi Pemegangsaham preferen partisipasi membagi rata dengan pemegang saham biasa setiap pembagian laba diluar tingkat yang ditentukan. Jadi, saham preferen 5%, jika berpartisipasi penuh, akan menerima tidak hanya pengembalian 5%, tetapi juga dividen pada tingkat yang sama seperti yang dibayarkan kepada pemegang saham biasa jika jumlah yang melebihi 5% dari nilai pari atau nilai ditetapkan dibayarkan kepada pemegang saham biasa.
  • 44.
    Saham Preferen Konvertibel Sahampreferen konvertibel mengizinkan pemegang saham, menurut opsinya menukar saham preferen menjadi saham biasa pada rasio yang telah ditentukan sebelumnya.
  • 45.
    Saham Preferen yangDapat Ditarik Saham preferen yang dapat ditarik mengizinkan perusahaan penerbit saham untuk menarik atau menebus pada opsi saham preferen yang beredar pada tanggal tertentu di masa depan dan pada harga yang ditentukan. Harga penarikan biasanya ditetapkan sedikit di atas harga penerbitan awal dan ditentukan pada satuan yang berkaitan dengan nilai pari.
  • 46.
    Saham Preferen yangDapat Ditebus Saham Preferen yang dapat ditebus, bersifat seperti hutang yang mempunyai kewajiban untuk membayar dan bukan seperti instrumen ekuitas. Saham Preferen yang dapat ditebus memiliki periode penebusan wajib atau karakter penebusan yang tidak dapat dikontrol oleh perusahaan penerbit saham.
  • 47.
    Akuntansi PT ABC menerbitkan5.000 lembar saham preferen dengan nilai par @ Rp 300 per lembar dengan harga Rp 1.000 per lembar saham. PT ABC mencatat penerbitan saham sebagai berikut: Kas 5.000.000 Saham preferen 1.500.000 Agio saham preferen 3.500.000
  • 48.
    Pelaporan dan Penyajian •Saham preferen diklasifikasikan dan disajikan sebagai bagain dari ekuitas pemegang saham pada laporan posisi keuangan perusahaan. • Saham preferen biasanya dilaporkan pada nilai pari sebagai pos pertama dalam kelompok ekuitas pemegang saham dari laporan posisi keuangan perusahaan. • Kelebihan atas nilai pari dilaporkan sebagai bagian dari tambahan modal disetor (agio saham). • Dividen saham preferen diperlakukan sebagai distribusi laba, bukan sebagai beban perseroan. • Hak yang berhubungan dengan saham preferen yang beredar harus diungkapkan dalam catatan atas laporan
  • 49.
  • 50.
    Dividen v.s. LabaDitahan Sangat sedikit perusahaan yang membayar dividen dalam jumlah yang sama dengan laba ditahan yang tersedia secara legal. Alasan utamanya adalah Sebagai berikut: • Persetujuan (kontrak obligasi) dengan kreditor tertentu untuk menahan semua atau sebagian laba, dalam bentuk aktiva, guna membentuk proteksi tambahan terhadap kemungkinan kerugian • Beberapa hukum perseroan Negara bagian mensyaratkan bahwa laba yang ekuivalen dengan biaya saham treasuri yang dibeli dilarang untuk diumumkan sebagai dividen • Kerugian untuk menahan aktiva yang tidak dibayarkan sebagai dividen guna membiayai pertumbuhan atau ekspansi • Keinginan untuk memperlancar pembayaran dividen dari tahun ke tahun dengan mengakumulasi laba dalam tahun-tahun yang menghasilkan laba dan menggunakan akumulasi itu sebagai dasar untuk membayar dividen tahun- tahun yang buruk • Keinginan untuk membentuk perlindungan atau penyangga terhadap kemungkinan kerugian atau kesalahan dalam kalkulasi laba.
  • 51.
    Kondisi Keuangan dan PembagianDividen • Eksistensi kewajiban lancar sangat kuat menyatakan bahwa sebagian dari kas diperlukan untuk membayar kewajiban lancar ketika jatuh tempo. Selain itu kebutuhan akan uang tunai sehari-hari untuk penggajian dan pengeluaran lainnya yang tidak dimasukkan dalam kewajiban lancar juga memerlukan kas. • Jadi, sebelum dividen diumumkan, manajemen harus mempertimbangkan ketersediaan dana untuk membayar dividen. Suatu dividen sebaiknya tidak dibayarkan kecuali baik posisi keuangan sekarang ataupun yang akan datang tampak menjamin pembagian dividen.
  • 52.
  • 53.
    Dividen Kas /Tunai • Dewan direksi mengusulkan pengumuman dividen kas • Dividen kas yang diumumkan merupakan kewajiban (biasanya termasuk kewajiban lancar). • Perusahaan tidak mengumumkan atau membayar dividen kas pada saham treasuri.
  • 54.
    Contoh Tanggal 1 JuniPT ABC mengumumkan pembayaran kas dividen @Rp 200 atas 200.000 lembar saham yang akan dibayar pada tanggal 11 Juli kepada semua pemegang saham yang tercatat pada tanggal 21 Juni. Tanggal pengumuman (1 Juni) Laba ditahan 40.000.000 Utang dividen 40.000.000 Tanggal pencatatan (21 Juni) No entry Tanggal pembayaran (11 Juli) Utang dividen 40.000.000 Kas 40.000.000
  • 55.
    Dividen Properti • Merupakanutang dividen dalam bentuk aset selain kas. • Properti yang akan didistribusikan dinyatakan ulang ke dalam nilai wajar; keuntungan dan kerugian atas selisih nilai properti diakui dalam Laporan laba-rugi.
  • 56.
    Contoh PT ABC melakukantransfer kepada pemegang saham beberapa investasinya dalam bentuk sekuritas senilai Rp 300.000.000 dengan mengumumkan dividen properti tanggal 15 Desember 2015, untuk didistribusikan tanggal 20 Januari 2016 kepada pemegang saham yang tercatat pada 1 Januari 2016. Pada tanggal pengumuman, sekuritas tersebut memiliki nilai wajar Rp 200.000,000. Tanggal pengumuman (15 Desember 2015) Unrealized Holding Gain or Loss—Kerugian 100.000.000 Investasi ekuitas 100.000.000 Laba ditahan 200.000.000 Utang dividen properti 200.000.000 Tanggal distribusi (20 Januari 2016) Utang dividen properti 200.000.000 Investasi ekuitas 200.000.000
  • 57.
    Dividen Likuidasi • Dividenyang tidak didasarkan pada pendapatan/laba ditahan dan mengurangi ekuitas pemegang saham. • Dividen likuidasi lebih mengimplikasikan return atas modal investasi daripada profit yang dihasilkan perusahaan.
  • 58.
    Contoh PT ABC menerbitkan“dividen” kepada pemegang saham biasa sebesar Rp 220.000.000. Pengumuman menyebutkan bahwa pemegang saham harus mempertimbangkan Rp 100.000.000 sebagai pendapatan dan sisanya sebagai pengembalian modal. Tanggal pengumuman Laba ditahan 100.000.000 Agio saham biasa 120.000.000 Utang dividen 220.000.000 Tanggal pembayaran Utang dividen 220.000.000 Kas 220.000.000
  • 59.
    Dividen Saham • Penerbitansaham sendiri kepada pemegang saham dengan basis pro rata, tanpa mendapatkan pembayaran apapun (tidak ada kas masuk dan keluar). • Ketika saham dividen kurang dari 20–25 persen dari saham biasa yang beredar, maka perusahaan melakukan transfer nilai wajar dari laba ditahan (dividen saham kecil). • Ketika saham dividen lebih dari 20–25 persen dari saham biasa yang beredar, maka nilai par dialihkan dari laba ditahan ke modal saham (dividen saham besar).
  • 60.
    Contoh 1 PT ABCmemiliki 2 juta lembar saham biasa beredar dengan nilai par Rp 200 dan laba ditahan sebesar Rp 700 juta. Jika PT ABC mengumumkan 10 persen dividen saham, maka perusahaan menerbitkan 200 ribu lembar saham tambahan kepada pemegang saham. Jika nilai wajar saham saat itu adalah Rp 300 per lembar, maka pencatatannya adalah: Tanggal pengumuman Laba ditahan 60 juta Saham biasa yang dapat didistribusikan 40 juta Agio saham biasa 20 juta Tanggal distribusi Saham biasa yang dapat didistribusikan 40 juta Saham biasa 40 juta
  • 61.
    Contoh 2 PT CBAmemiliki 2 juta lembar saham biasa beredar dengan nilai par Rp 200 dan laba ditahan sebesar Rp 700 juta. Jika PT CBA mengumumkan 30 persen dividen saham, maka perusahaan menerbitkan 600 ribu lembar saham tambahan kepada pemegang saham. Jika nilai wajar saham saat itu adalah Rp 300 per lembar, maka pencatatannya adalah: Tanggal pengumuman Laba ditahan (600 ribu x Rp 200) 120 juta Saham biasa yang dapat didistribusikan 120 juta Tanggal distribusi Saham biasa yang dapat didistribusikan 120 juta Saham biasa 120 juta
  • 62.
  • 63.
    Pemecahan Saham • StockSplit : pemecahan nilai nominal saham ke dalam nilai nominal yang lebih kecil. • Nilai pari atau nilai yang ditetapkan menjadi menurun tetapi di lain pihak jumlah lembar saham yang beredar akan bertambah. • Salah satu alasan perseroan melakukan stock split adalah untuk menurunkan harga sahamnya. • Tidak ada jurnal yang dicatat untuk stock split.
  • 64.
    Stock Split vsStock Dividend Stock Split menghasilkan kenaikan jumlah saham yang beredar dan penurunan nilai pari atau nilai ditetapkan per saham. Stock Dividend meskipun menghasilkan kenaikan jumlah saham yang beredar, namun tidak mengurangi nilai pari saham yang beredar. Stock Dividend yang lebih besar dari 20%-25% jumlah saham yang sebelumnya beredar adalah Dividen Saham Besar (Large Stock Dividend)  namun lebih tepat disebut sebagai Stock Split
  • 65.
    Contoh BLUE Inc. mengumumkan30% dividen saham pada 20 November. Dicatat pada 12 Desember dan dibagikan pada tanggal 29 Desember Pada tanggal pengumuman, saham beredar adalah 1juta lembar dengan nilai pari $10 dan fair value $200.
  • 66.
    Pengaruh Dividend dan StockSplit terhadap Unsur Laporan Keuangan Pengumuman dan pembagian Pengaruh terhadap: Pengumuman dividen tunai: Pembayaran dividen tunai: Dividen saham kecil: Dividen saham besar: Pemecahan saham: Laba ditahan Turun -0- Turuna Turuna -0- Modal saham -0- -0- Naikb Naikb -0- Tambahan modal disetor -0- -0- Naikc -0- -0- Total ekuitas pemegang saham Turun -0- -0- -0- -0- Modal kerja Turun -0- -0- -0- -0- Total aktiva -0- Turun -0- -0- -0- Jumlah saham yang beredar -0- -0- Naik Naik Naik a Nilai pasar saham. b Nilai pari atau ditetapkan dari saham. c Kelebihan nilai pasar atas nilai pari.
  • 67.
  • 68.
  • 69.
  • 70.
    Analisis 1. Tingkat PengembalianTerhadap Ekuitas GREEN Inc. memiliki laba $360,000, mengumumkan dan membagikan dividen untuk pemegang saham preferen $54,000, dan rata-rata ekuitas pemegang saham biasa $2,550,000. Rasio tersebut menunjukkan seberapa banyak rupiah/dollar dari laba bersih yang diperoleh perusahaan untuk setiap rupiah/dollar yang diinvestasikan oleh pemilik
  • 71.
    Analisis 2. Rasio Payout BLUECo. memiliki dividen kas $100,000 dan laba bersih $500,000 serta tidak mempunyai saham preferen. Rasio tersebut menunjukkan rasio pendapatan yang diperoleh oleh investor atas laba bersih perusahaan.
  • 72.
    Analisis 3. Nilai Bukuper Lembar Saham GREY Co. memiliki 100.000 lembar saham beredar dengan total nilai $1,000,000 dan tidak mempunyai saham preferen. Menunjukkan jumlah yang akan diterima oleh tiap lembar saham jika perusahaan dilikuidasi berdasarkan jumlah yang dilaporkan dalam neraca.
  • 73.
    Dividen Saham Preferen danNilai Buku per Saham 1 0
  • 74.
    Dividen Preferen Dividen sahampreferen akan mempengaruhi pembagian dividen kepada stockholder. Saham preferen dapat berupa, 1. kumulatif atau nonkumulatif, dan 2. Partisipasi penuh, sebagian, atau non partisipasi. Jika ada dividen saham preferen yang terutang, jika jenis saham preferen partisipasi, atau jika saham preferen memiliki nilai likuidasi yang lebih tinggi dari nilai bukunya, maka laba ditahan dialokasikan diantara pemilik saham preferen dan saham biasa dalam penghitungan nilai buku per saham.
  • 75.
    Saham Preferen non kumulatifdan non partisipasi Pada tahun 2012, Tjurhat Company membagikan $50,000 dividen kas, Saham biasa yang beredar memiliki nilai $400,000, dan 6% saham preferen memiliki nilai $100,000.
  • 76.
    Saham Preferen kumulatif dannon partisipasi Pada tahun 2012, Tjurhat Company membagikan $50,000 dividen kas, Saham biasa yang beredar memiliki nilai $400,000, dan 6% saham preferen memiliki nilai $100,000. Dan Tjurhat Company belum membayar saham preferen selama dua tahun.
  • 77.
    Saham Preferen non kumulatifdan partisipasi penuh
  • 78.
    Saham Preferen kumulatif danpartisipasi penuh Tjurhat Company belum membayar saham preferen selama dua tahun.
  • 79.
    Nilai Buku perSaham Nilai Buku per Saham dihitung dengan rumus net aset dibagi dengan saham beredar pada akhir periode.
  • 80.
    Nilai Buku perSaham Data yang sama seperti sebelumnya, diasumsikan terdapat saham preferen kumulatif 5%, dan partisipasi hingga 8%, dan dividen terutan selama 3 tahun
  • 81.
  • 82.
    Perbandingan US GAAP IFRS Penarikan SahamTreasury 1. Membebankan kelebihan biaya kelebihan atas par ke laba ditahan, 2. Mengalokasikan perbedaan antara tambahan modal disetor dan laba ditahan atau, 3. Membebankan keseluruhan ke tambahan modal disetor. Kelebihan dibebankan pada tambahan modal disetor terkait dengan penerbitan sahamnya. Perubahan Nama Laporan Statement of change in equity (Laporan perubahan ekuitas) Statement of Stockholder Equity (Laporan Pemegang Saham) Laba Ditahan Accumulated Other Comprehensive Income (Loss). Sebagai Cadangan untuk mencatat transaksi- transaksi seperti pendapatan komprehensif lainnya serta transaksi luar biasa terkait dengan hutang dan dan opsi saham. Kenaikan atau Pengurangan Unrealized Gain (tidak dilaporkan) Revaluation Surplus
  • 83.