PENERAPAN PMMT/ HACCP
SEBAGAISISTEM MANAJEMEN MUTU
• Persyaratan Awal
A. Fisik :
1. Lingkungan
2. Bangunan
3. Fasilitas
B. Operasional :
1. SSOP (Sanitation Standard Operating Prosedured)
adalah Prosedur Pelaksanaan Sanitasi Standar yang
harus dipenuhi oleh suatu UPI untuk mencegah
terjadinya kontaminasi terhadap produk yang diolah
2.
2. GMP (GoodManufacturing Practices)
adalah Cara/Teknik berproduksi yang baik
dan benar untuk menghasilkan produk yang
benar memenuhi persyaratan keamanan dan
mutu
C. Karyawan :
1. Tidak menjadi sumber atau penyebab
terjadinya kontaminasi terhadap produk
yang diolah.
2. Sadar Mutu
3. Bertanggung Jawab
3.
PENERAPAN MANAJEMEN MUTU
A.Perencanaan :
1. Pembentukan Tim HACCP
2. Penyusunan Buku Panduan (Manual) Mencakup
a. Diskripsi Produk
b. Alur Proses
c. 7 prinsip HACCP
d. SSOP dan GMP
e. Prosedur Pelacakan (Recall Procedure)
f. Keluhan konsumen (Consumer Complain)
g. Labelling
h. Prosedur verifikasi
I. Record
4.
B. Penerapan :
1.Pemenuhan Critical Limit
2. Pelaksanaan Monitoring
3. Pelaksanaan Tindakan Koreksi
4. Dokumentasi
5. Verifikasi Internal
C. Pengawasan :
1. Penilaian Kelayakan Dasar (SSOP dan GMP)
Tujuan : Agar penerapan SSOP dan GMP
mampu mencegah terjadinya ketidak
amanan dan atau ketidak sesuaian mutu.
5.
2. Validasi RancanganManual
Tujuan : Agar Rancangan Manual dapat diterapkan
untuk memberi jaminan dan konsistensi keamanan
dan mutu produk yang dihasilkan.
3. Audit
Tutuan : Untuk mengetahui tingkat efektifitas
penerapan HACCP sesuai dengan manual yang telah
di validasi
4. Verifikasi Audit
Tujuan : Untuk mengetahui tingkat efektifitas
penerapan HACCP sesuai dengan manual yang telah
divalidasi dan untuk mengetahui tingkat akurasi
pelaksanaan audit yang dilakukan oleh pengawas
mutu daerah
6.
SSOP
PROSEDUR PENGENDALIAN SANITASI(SSOP)
DI UNIT PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN (UPI)
TUJUAN :
Membantu industri mengembangkan dan menerapkan
SSOP di UPI, meliputi bagaimana :
Menyusun SSOP
Melaksanakan Monitoring
Menerapkan dan menjaga Kondisi Sanitasi
7.
SSOP DALAM PMMTDAN HACCP
Bagian Integral dari penerapan HACCP
Sebagai salah satu persyaratan Dasar
(Prerequisite)
Tertulis dan diterapkan secara konsisten
Penerapan harus dimonitor
Harus dilakukan koreksi terhadap keselahan
atau kekurangan
Harus dicatat
Catatan harus dipelihara
8.
“MENGAPA HARUS DIBUATPROSEDUR
MONITORING SSOP”
Untuk mengembangkan budaya kerja yang dapat
mengontrol sanitasi secara efektif di Unit
Pengolahan Perikanan (UPI)
“PROSEDUR KONTROL SANITASI”
Prosedur untuk memelihara kondisi sanitasi yang
berkaitan dengan semua sarana pengolahan,
sarana kebersihan, personil dan lingkungan di
UPI dan dituangkan dalam rancangan SSOP
9.
RANCANGAN SSOP
Setiap unitpengolahan harus memiliki rencana
SSOP yang tertulis dan spesifik sesuai dengan lokasi,
peralatan dan jenis olahan serta diterapkan secara
konsisten
RANCANGAN SSOP MELIPUTI :
Penetuan prosedur
Mempersiapkan jadwal
Mempersiapkan bhn unutk mendukung pelaksanaan
monitoring
Menentukan tindakan koreksi yang diperlukan
Mengindentifikasi permasalahan yang berkembang
dan upaya mencegahnnya
10.
Memastikan setiap orangyang terlibat untuk
memahami manajemen dan produksi
Memahami sanitasi
Menyiapkan bahan/alat untuk pelatihan
karyawan
komitmen untuk memenuhi persyaratan
Upaya pelaksanaan dan perbaikan sanitasi
“PROGRAM MONITORING SANITASI”
Setiap pengolahan harus melaksanakan sanitasi
dan monitoring sesuai prosedur dan jadwal yang
ditetapkan dengan kondisi UPI dan jenis Produk
11.
8 FUNGSI KONDISISANITASI YANG DITETAPKAN
• Menjaga keamanan air/es yang kontak dengan
produk atau peralatan
• Menjaga kondisi dan kebersihan peralatan yang
kontak dengan produk ( Peralatan, Glove dan
Pakaian Kerja)
• Mencegah kontaminasi silang langsung dan tidak
langsung terhadap produk yang diolah
• Menyiapkan alat cuci tangan dan toilet yang
dilengkapi peralatan kebersihan
• Melindungi produk, bahan pengemas, dan
peralatan yang kontak langsung dengan produk
dari berbagai cemaran (Biologi,Kimia dan Fisika)
12.
• Label yangjelas dan penanganan/penyimpanan
dan penggunaan bahan beracun
• Pengawasan kesehatan karyawan
• Pengawasan terhadap binatang pengerat dan atau
binatang lainnya.
“DOKUMEN PENGAWASAN SANITASI”
• Setiap UPI harus memelihara dokumen monitoring
sanitasi dan tindakan perbaikan
• Setiap informasi dan temuan harsu dimasukan
dalam dokumen monitoring
13.
“ TINDAKAN PERBAIKANSANITASI”
Setiap UPI harus segera melakukan perbaikan setiap
kali ditemukan kondisi yang tidak memenuhi
persyaratan
Perbaikan tersebut harus dicatat dan dilengkapi
dengan keterangan yang meliputi : lokasi,hari/tanggal
dan ditanda tanggani oleh penanggung jawab.
“MONITORING”
Setiap UPI dipersyaratkan untuk melakukan monitoring
terhadap 8 aspek sanitasi dengan mengunakan format
yang disediakan
14.
FORMAT TERSEBUT MENCAKUP
•Nama dan lokasi UPI
• Waktu pelaksanaan monitoring
• Aspek yang dimonitor
• Space untuk mencatat hasil obeservasi
• Space untuk mencatat tindakan koreksi
• Dilengkapi dengan space unutk tanda
tanggan
15.
GMP
PROSEDUR PENERAPAN CARABERPRODUKSI (GMP)
DI UNIT PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN
TUJUAN :
Membantu industri mengembangkan dan menerapkan
GMP di UPI meliputi :
• Seleksi bahan baku
• Penanganan dan pengolahan
• Bahan pembantu
• Bakan kima
• Pengemasan
• Penyimpanan
• Distribusi
16.
1. SELEKSI BAHANBAKU
Asal sumber bahan baku
Jenis dan Ukuran
Mutu (sesuai dengan Standar)
Jenis olahan (produk akhir)
2. PENANGANAN DAN PENGOLAHAN
Waktu/kecepatan
Temperatur
Teknologi (Segar,Beku,Kaleng-Kering, dll)
Peralatan
Personil
17.
3. BAHAN PEMBANTU
Jenis
Tujuan
Kulitas
Metode Penggunaan
Pengawasan
4. BAHAN KIMA
Jenis
Tujuan
Kualitas
Metode Penggunaan
Kualitas
18.
5. PENGEMASAN
JenisKemasan
Teknik Pengemasan
6. PENYIMPANAN
Jenis produk
Teknik penyimpanan
Lama pentimpanan
Kondisi penyimpanan
7. DISTRIBUSI
Jenis Produk
Jenis alat angkut
Kondisi penyimpanan