Kelompok II 
Agung Pradana Iskandar 
Yode Arliando 
Prahasti 
Venny Novita Sari 
Hari Aspriyono 
MATA KULIAH : KOMPUTER SEKURITI 
Dosen Pengampu: Dr. Rusdianto
Pengertian SQL Script Injection dan 
Cross-Site Scripting 
Sebelum menjelaskan teknik atau mekanisme kedua 
serangan tersebut, kemi akan menjelaskan terlebih 
dahulu pengertian dari masing-masing serangan. 
SQL Script Injection adalah sebuah teknik untuk mengeksplorasi 
aplikasi web dengan memanfaatkan suplai data dari client 
dalam sintak atau script SQL. 
Cross-Site Scripting atau XSS merupakan sejenis serangan yang 
ditujukan ke pengguna lainnya. Serangan ini tidak akan 
memberikan akses root ataupun system dalam server web, 
serangan ini hanya berusaha mendapatkan informasi yang 
berkaitan dengan aplikasi web yang digunakan. Aplikasi web 
ini dapat berupa aplikasi email berbasiskan web, forum online 
atau situs e-shopping.
Teknik atau Mekanisme SQL Script 
Injection 
Teknik atau mekanisme SQL Script Injection dimulai dari 
pencarian target yaitu berupa halaman web yg memiliki 
submit data seperti login atau web yang memiliki 
parameter url tertentu seperti “id=”, tes vulnerabilitas 
pada form submit data atau Url dengan menambahkan 
karakter tertentu biasanya karakter (‘), Menentukan 
jumlah kolom untuk mengetahui kolom tabel pada 
database, mencari kolom yang Vulnerable untuk 
memasukkan SQL Script Injection, menentukan nama 
database untuk menelusuri seluruh kolom dan data yang 
ada, menemukan nama tabel untuk mencari data 
tertentu, mencari nama kolom seperti username dan 
password serta menampilkan isi data yang diperlukan.
Gambar SQL Script Injection
Teknik atau Mekanisme Cross-Site 
Scripting 
Ada tiga hal yang berkait dan dapat disusun sebagai 
sebuah anatomi serangan XSS yaitu penemuan, 
serangan, dan eksploitasi. 
Penemuan Titik Rawan Aplikasi 
Serangan XSS berdampak pada ketidaksempurnaan 
aplikasi berbasis web dan bermuasal pada masukan 
pengguna (user) yang tidak begitu baik dibersihkan pada 
penggunaan karakter HTML. Hal ini dapat 
memungkinkan penyerang menyisipkan kode HTML 
tambahan dimana mereka dapat mengendalikan 
eksekusi pada halaman tersebut dibawah izin yang 
diberikan oleh situs itu sendiri.
Serangan 
Sekali masukan rawan teridentifikasi pada metode HTTP 
yang bergantung pada fasilitas protokol HTTP, maka 
aktivitas serangan dapat dilakukan baik dengan metode 
GET, POST dan metode lainnya. 
Penyisipan dengn metode GET merupakan cara termudah 
tapi juga sering dijumpai. Karena pengguna cukup banyak 
mengerti akan adanya pengarahan ulang (redirection) atau 
adanya pemanggilan alamat lain yang tampak pada 
tabulasi alamat (address bar). Metode cukup dilihat pada 
URI dan biasanya tercatat di server HTTP. Contoh 
serangan dengan metode ini dapat dilihat seperti berikut: 
http://www.microsoft.com/education/?ID=MCTN&target 
=http://www.microsoft.com/education/?ID=MCTN&targe 
t="><script>alert(document.cookie)</script>
Eksploitasi 
Setelah melakukan serangan, penyerang dapat 
melakukan eksploitasi atas situs web yang menjadi 
target. Umumnya dilakukan dengan membajak sesi 
koneksi dari korban dan melakukan aksi seperti 
layaknya si korban mengakses situs web target. 
Kerugian yang muncul dapat merugikan situs web itu 
sendiri ataupun korban. Setelah eksploitasi ini, sesi 
serangan XSS dapat dikatakan telah sempurna.
Gambar untuk Cross-Site Scripting
Kerusakan Yang Terjadi Akibat 
SQL Script Injection 
Kerusakan yang terjadi akibat SQL Script 
Injection adalah data pada database aplikasi 
website dapat di baca, dimanfaatkan dan 
dirubah oleh Attacker. 
Sistem autentifikasi seperti Login dapat di 
bypass oleh Attacker.
Kerusakan Yang Terjadi Akibat 
Cross-Site Scripting 
Kerusakan yang terjadi akibat Cross-Site 
Scripting adalah keamanan yang dapat 
dibypass, dibajaknya informasi yang sensitif, 
aplikasi web dapat disisipi aplikasi 
berbahaya seperti trojan.
Perbedaan SQL Script Injection 
dengan Cross-Site Scripting 
Perbedaan SQL Script Injection dan Cross-Site Scripting 
dapat dilihat dari script yang digunakan dimana SQL 
Script Injection menggunakan Script / Bahasa SQL untuk 
menelusuri isi data dalam database. Sedangkan pada 
Cross-site scripting menggunakan menggunakan Client 
Side Scripting atau skrip yang berjalan di sisi client 
seperti html, javascript, bahkan flash script. 
Selain itu dilihat dari sisi hasil serangan, jika SQL Script 
Injection hanya menguasai database, sedangkan Cross-site 
scripting selain dapat menguasai data pada 
database juga dapat menguasai aplikasi sampai dapat 
memasukkan aplikasi berbahaya seperti trojan pada web 
server.
Contoh SQL Script Injection dan 
Kerusakan Yang Ditimbulkan 
 Pada Tanggal 11 Mei 2011 : Andi Kurniawan 
(Mahasiswa STIMIK Amikom Jogjakarta) 
melakukan tindakan hacking dengan teknik SQL 
Script Injection di website Mabes Polri 
Kerusakan: 
Website yang berisikan informasi tentang 
Kepolisian Republik Indonesia itu berubah 
tampilannya. Tampilan website menjadi gambar 
dua orang yang salah satunya memegang 
bendera dan bertuliskan kata-kata seruan jihad.
Contoh Cross-Site Scripting dan 
Kerusakan Yang Ditimbulkan 
 Pada tanggal 15 April 2004 silam, seorang peretas 
kawakan dengan inisial Xnuxer atau juga kadang dikenal 
dengan nama Schizoprenic berhasil temukan lubang di 
situs TNP-KPU. 
Dia melakukan uji coba terhadap sistem keamanan di situs 
Tnp.Kpu.go.id dengan menggunakan XSS (cross site 
scripting) dari IP 202.158.10.117. 
Kerusakan: 
Nama-nama partai yang ada di dalam database TNP-KPU 
dengan nama buah-buahan. Akhirnya, pada tanggal 21 
April 2004 pukul 14.30 WIB, dia tangkap Satuan Cyber 
Crime Direktorat Reserse Khusus Kepolisian Daerah Metro 
Jaya dan resmi di tahan pada tanggal 24 April 2004 sekitar 
pukul 17:20 di Jakarta.

SQL Injection dan XSS

  • 1.
    Kelompok II AgungPradana Iskandar Yode Arliando Prahasti Venny Novita Sari Hari Aspriyono MATA KULIAH : KOMPUTER SEKURITI Dosen Pengampu: Dr. Rusdianto
  • 2.
    Pengertian SQL ScriptInjection dan Cross-Site Scripting Sebelum menjelaskan teknik atau mekanisme kedua serangan tersebut, kemi akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian dari masing-masing serangan. SQL Script Injection adalah sebuah teknik untuk mengeksplorasi aplikasi web dengan memanfaatkan suplai data dari client dalam sintak atau script SQL. Cross-Site Scripting atau XSS merupakan sejenis serangan yang ditujukan ke pengguna lainnya. Serangan ini tidak akan memberikan akses root ataupun system dalam server web, serangan ini hanya berusaha mendapatkan informasi yang berkaitan dengan aplikasi web yang digunakan. Aplikasi web ini dapat berupa aplikasi email berbasiskan web, forum online atau situs e-shopping.
  • 3.
    Teknik atau MekanismeSQL Script Injection Teknik atau mekanisme SQL Script Injection dimulai dari pencarian target yaitu berupa halaman web yg memiliki submit data seperti login atau web yang memiliki parameter url tertentu seperti “id=”, tes vulnerabilitas pada form submit data atau Url dengan menambahkan karakter tertentu biasanya karakter (‘), Menentukan jumlah kolom untuk mengetahui kolom tabel pada database, mencari kolom yang Vulnerable untuk memasukkan SQL Script Injection, menentukan nama database untuk menelusuri seluruh kolom dan data yang ada, menemukan nama tabel untuk mencari data tertentu, mencari nama kolom seperti username dan password serta menampilkan isi data yang diperlukan.
  • 4.
  • 5.
    Teknik atau MekanismeCross-Site Scripting Ada tiga hal yang berkait dan dapat disusun sebagai sebuah anatomi serangan XSS yaitu penemuan, serangan, dan eksploitasi. Penemuan Titik Rawan Aplikasi Serangan XSS berdampak pada ketidaksempurnaan aplikasi berbasis web dan bermuasal pada masukan pengguna (user) yang tidak begitu baik dibersihkan pada penggunaan karakter HTML. Hal ini dapat memungkinkan penyerang menyisipkan kode HTML tambahan dimana mereka dapat mengendalikan eksekusi pada halaman tersebut dibawah izin yang diberikan oleh situs itu sendiri.
  • 6.
    Serangan Sekali masukanrawan teridentifikasi pada metode HTTP yang bergantung pada fasilitas protokol HTTP, maka aktivitas serangan dapat dilakukan baik dengan metode GET, POST dan metode lainnya. Penyisipan dengn metode GET merupakan cara termudah tapi juga sering dijumpai. Karena pengguna cukup banyak mengerti akan adanya pengarahan ulang (redirection) atau adanya pemanggilan alamat lain yang tampak pada tabulasi alamat (address bar). Metode cukup dilihat pada URI dan biasanya tercatat di server HTTP. Contoh serangan dengan metode ini dapat dilihat seperti berikut: http://www.microsoft.com/education/?ID=MCTN&target =http://www.microsoft.com/education/?ID=MCTN&targe t="><script>alert(document.cookie)</script>
  • 7.
    Eksploitasi Setelah melakukanserangan, penyerang dapat melakukan eksploitasi atas situs web yang menjadi target. Umumnya dilakukan dengan membajak sesi koneksi dari korban dan melakukan aksi seperti layaknya si korban mengakses situs web target. Kerugian yang muncul dapat merugikan situs web itu sendiri ataupun korban. Setelah eksploitasi ini, sesi serangan XSS dapat dikatakan telah sempurna.
  • 8.
  • 9.
    Kerusakan Yang TerjadiAkibat SQL Script Injection Kerusakan yang terjadi akibat SQL Script Injection adalah data pada database aplikasi website dapat di baca, dimanfaatkan dan dirubah oleh Attacker. Sistem autentifikasi seperti Login dapat di bypass oleh Attacker.
  • 10.
    Kerusakan Yang TerjadiAkibat Cross-Site Scripting Kerusakan yang terjadi akibat Cross-Site Scripting adalah keamanan yang dapat dibypass, dibajaknya informasi yang sensitif, aplikasi web dapat disisipi aplikasi berbahaya seperti trojan.
  • 11.
    Perbedaan SQL ScriptInjection dengan Cross-Site Scripting Perbedaan SQL Script Injection dan Cross-Site Scripting dapat dilihat dari script yang digunakan dimana SQL Script Injection menggunakan Script / Bahasa SQL untuk menelusuri isi data dalam database. Sedangkan pada Cross-site scripting menggunakan menggunakan Client Side Scripting atau skrip yang berjalan di sisi client seperti html, javascript, bahkan flash script. Selain itu dilihat dari sisi hasil serangan, jika SQL Script Injection hanya menguasai database, sedangkan Cross-site scripting selain dapat menguasai data pada database juga dapat menguasai aplikasi sampai dapat memasukkan aplikasi berbahaya seperti trojan pada web server.
  • 12.
    Contoh SQL ScriptInjection dan Kerusakan Yang Ditimbulkan  Pada Tanggal 11 Mei 2011 : Andi Kurniawan (Mahasiswa STIMIK Amikom Jogjakarta) melakukan tindakan hacking dengan teknik SQL Script Injection di website Mabes Polri Kerusakan: Website yang berisikan informasi tentang Kepolisian Republik Indonesia itu berubah tampilannya. Tampilan website menjadi gambar dua orang yang salah satunya memegang bendera dan bertuliskan kata-kata seruan jihad.
  • 13.
    Contoh Cross-Site Scriptingdan Kerusakan Yang Ditimbulkan  Pada tanggal 15 April 2004 silam, seorang peretas kawakan dengan inisial Xnuxer atau juga kadang dikenal dengan nama Schizoprenic berhasil temukan lubang di situs TNP-KPU. Dia melakukan uji coba terhadap sistem keamanan di situs Tnp.Kpu.go.id dengan menggunakan XSS (cross site scripting) dari IP 202.158.10.117. Kerusakan: Nama-nama partai yang ada di dalam database TNP-KPU dengan nama buah-buahan. Akhirnya, pada tanggal 21 April 2004 pukul 14.30 WIB, dia tangkap Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya dan resmi di tahan pada tanggal 24 April 2004 sekitar pukul 17:20 di Jakarta.