S P I P
COSO & SPIP
5 PILAR & 17
PRINSIP KERANGKA
KERJA COSO
5 PILAR & 25
PRINSIP KERANGKA
KERJA SPIP
8
2
11
2
2
DASAR
HUKUM
SPIP
Pasal 55 ayat (4) : Menteri/Pimpinan lembaga selaku
Pengguna Anggaran/Pengguna Barang memberikan
pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah
diselenggarakan berdasarkan Sistem Pengendalian
Intern yang memadai dan akuntansi keuangan telah
diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi
Pemerintah (SAP).
Pasal 58 ayat (1) dan (2) : Dalam rangka meningkatkan
kinerja, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan
keuangan negara, Presiden selaku Kepala Pemerintah
mengatur dan menyelenggarakan Sistem Pengendalian
Intern di lingkungan pemerintah secara menyeluruh.
SPI ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara
PERATURAN PEMERINTAH
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 60 TAHUN 2008
TENTANG
SISTEM PENGENDALIAN
INTERN PEMERINTAH
Kegiatan yang efektif
dan efisien;
Keandalan pelaporan
keuangan;
Pengamanan aset
negara; dan
Ketaatan terhadap
peraturan perundang-
undangan.
Memberikan
keyakinan memadai
atas tercapainya
tujuan organisasi
Sistem Pengendalian
Intern adalah proses
yang integral pada
tindakan dan
kegiatan yang
dilakukan
secara terus menerus
oleh pimpinan dan
seluruh pegawai
Defenisi:
untuk melalui
Meningkatkan kinerja, transparansi,
dan akuntabilitas pengelolaan
keuangan negara
Penegasan Tujuan SPIP
Pasal 2
Pasal 2
(1)Untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif,
efisien, transparan, dan akuntabel, menteri/pimpinan lembaga,
gubernur, dan bupati/walikota wajib melakukan pengendalian
atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan.
(2)Pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan dengan
berpedoman pada SPIP sebagaimana diatur dalam Peraturan
Pemerintah ini.
(3)SPIP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bertujuan untuk
memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya
efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan
pemerintahan negara, keandalan pelaporan keuangan,
pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan
perundang-undangan.
SPIP
Lingkungan
Pengendalian
Penilaian
Risiko
Ps 4
Ps 13
Kegiatan
Pengendalian
Ps 18
Informasi dan
Komunikasi
Pemantauan
Pengendalian
Intern
Ps 41
Ps 43
Penegakan Integritas dan Nilai Etika
Komitmen terhadap Kompetensi
Kepemimpinan yang Kondusif
Struktur Organisasi yang Sesuai Kebutuhan
Pendelegasian Wewengan dan Tanggung Jawab
Kebijakan yang Sehat tentang Pembinaan SDM
Peran APIP yang Efektif
Hubungan Kerja yang Baik Instansi Pemerintah Terkait
Identifikasi Risiko
Analisis Risiko
Reviu atas Kinerja Instansi Pemerintah
Pembinaan Sumber Daya Manusia
Pengendalian Pengelolaan Sistem Infromasi
Pengendalian Fisik atas Aset
Penetapan & Reviu Indikator & Ukuran Kinerja
Pemisahan Fungsi
Otorisasi Transaksi dan Kejadian Penting
Pencatatan yang Akurat dan Tepat Waktu
Pembatasan Akses dan Sumber Daya
Akuntabilitas Terhadap Sumber Daya
Dokumentasi atas Sistem Pengendalian Intern
Sarana Komunikasi
Sistem Informasi
Pemantauan Berkelanjutan
Evaluasi Terpisah
SDM
Aktivitas
Penjelasan Unsur dan
Sub Unsur SPIP
LINGKUNGAN
PENGENDALIAN
1 ⚫PP Nomor 60 Tahun 2008 mewajibkan pimpinan instansi
pemerintah untuk menciptakan dan memelihara
lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku
positif dan kondusif untuk penerapan sistem pengendalian
intern dalam lingkungan kerjanya.
⚫Untuk menciptakan lingkungan pengendalian seperti
dimaksud tersebut, pimpinan instansi dapat
menerapkannya melalui 8 sub unsur lingkungan
pengendalian seperti dijelaskan di gambar sebelumnya.
Tujuan utama dari unsur lingkungan pengendalian pada SPIP adalah untuk
menciptakan suasana dan kondisi dalam organisasi yang mendukung penerapan
pengendalian internal secara efektif. Lingkungan pengendalian yang baik memastikan
bahwa seluruh komponen organisasi, mulai dari pimpinan hingga pegawai, memiliki
komitmen terhadap integritas, etika, dan tata kelola yang baik.
Secara spesifik, tujuan utamanya adalah:
1. Menanamkan integritas dan nilai etika
Membentuk budaya organisasi yang mendukung kejujuran, kepatuhan, dan akuntabilitas.
2. Memperkuat peran pimpinan
Pimpinan bertindak sebagai teladan (role model) dalam mendorong pengendalian yang efektif.
3. Membangun struktur organisasi yang jelas
Menyusun tugas, tanggung jawab, dan wewenang dengan baik untuk mendukung pengendalian.
4. Mendukung komitmen terhadap kompetensi
Memastikan pegawai memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sesuai untuk melaksanakan
tugasnya.
5. Menciptakan budaya pengawasan
Mendorong keterbukaan dan kepercayaan dalam organisasi untuk mendukung pelaksanaan
pengendalian.
Lingkungan pengendalian berfungsi sebagai fondasi untuk semua komponen lain dalam sistem
pengendalian internal, seperti penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta
pemantauan.
1.1 PENEGAKAN INTEGRITAS DAN NILAI ETIKA
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian Aktivitas
a. Menyusundanmenerapkanaturanperilaku; - Dokumenaturanperilaku Laporanpemeriksaanoleh
Inspektorat ataumajeliskodeetik.
b. Memberikanketeladananpelaksanaanaturanperilaku
padasetiaptingkat pimpinanInstansi Pemerintah;
- DokumenKodeEtikProfesi - Keputusanpenjatuhansanksi disiplin.
c. Menegakkantindakandisiplinyangtepat atas
penyimpanganterhadapkebijakandanprosedur, atau
pelanggaranterhadapaturanperilaku;
- DokumenPengaturanPengabaian
KebijakanolehManajemen
- Penghargaan
d. menjelaskandanmempertanggung-jawabkanadanya
intervensi ataupengabaianpengendalianintern; dan
- SOP PenangananPelanggaran
Disiplin, AturanPrilaku, danKode
Etikdsb
- Dokumenpertimbanganpromosi
jabatan
e. Menghapuskebijakanataupenugasanyangdapat
mendorongperilakutidaketis.
Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
1.1 Penegakan
Integritasdan
Nilai Etika
Menerjemahkanintegritas
dannilai etikakedalam
suatukodeetikatau
aturanperilaku, serta
menerapkannyasecara
konsistendalam kegiatan
sehari-hari.
1.2 KOMITMEN TERHADAP KOMPETENSI
No
Sub
Unsur
Nama Sub
Unsur
Pengertian Aktivitas Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
a. Mengidentifikasi dan menetapkan kegiatan yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dan fungsi
pada masing-masing posisi dalam Instansi
Pemerintah;
b. menyusun standar kompetensi untuk setiap tugas
dan fungsi pada masing-masing posisi dalam
Instansi
Pemerintah;
c. Menyelenggarakan pelatihan dan pembimbingan
untuk membantu pegawai mempertahankan dan
meningkatkan kompetensi pekerjaannya; dan
d. Memilih pimpinan Instansi Pemerintah yang memiliki
kemampuan manajerial dan pengalaman teknis
yang luas dalam pengelolaan Instansi Pemerintah.
1.2 Kemauan/kesadaran
(janji) oleh pimpinan dan
pegawai suatu instansi
pemerintah untuk
bersama-sama dan
bertanggung jawab akan
bertindak (berperilaku)
guna mewujudkan visi,
misi, dan tujuan
instansinya, dengan
melakukan tugas/jabatan
sesuai dengan peran dan
fungsinya yang sesuai
dengan pengetahuan/
kompetensi
- Dokumen pertimbangan
pimpinan mengenai kompetensi
teknis/manajerial pegawai saat
penempatan pada suatu formasi
jabatan
- Laporan pendidikan dan
pelatihan K/L/D dikaitkan dengan
kebutuhan kompetensi jabatan
- Peta formasi jabatan
- Dokumen pendukung rapat
Baperjakat
- Dokumen hasil Baperjakat
- Peraturan ttg Standar
kompetensi seluruh jabatan
- Dokumen kebijakan
pengembangan kompetensi
- Dokumen Program Diklat,
Bimtek, Pelatihan, dsb
Komitmen
terhadap
Kompetensi
1.3 KEPEMIMPINAN YANG KONDUSIF
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian Aktivitas Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi
a. Mempertimbangkanrisikodalampengambilan
keputusan;
b. Mmenerapkanmanajemenberbasiskinerja;
c. MendukungfungsitertentudalampenerapanSPIP;
d. Melindungiatasasetdaninformasidariaksesdan
penggunaanyangtidaksah;
e. Melakukaninteraksisecaraintensifdenganpejabatpada
tingkatanyanglebihrendah;dan
meresponsecarapositifterhadappelaporanyang
berkaitandengankeuangan,penganggaran,program,
dankegiatan.
-KebijakanSAKIP;
-Kebijakantentangmanajemen
risiko;
-Pedomanakuntansi;
-KebijakanSistemManajemen
Informasi;
-Pedomansistemakuntansi,
-Kebijakanpengelolaanpegawai;
-Kebijakanpengawasandantindak
lanjut atashasilpengawasan;
-KebijakanatauSOP pengelolaan
-Dokumenlaporankinerja(RPJMD,
RKPD,APBD,Renstra,Renja,DPA,
Tapkin,LapkinTriwulanan,
Semesteran,danTahunan,serta
LAKIP)
-Riskregister,RTP
-LaporanMutasiBarang,Daftar
InventarisBarang,dsb
-LaporanRekrutmen,Laporan
PelaksanaanDiklat
Kepemimpinanyang
mampumenggerakkan
anggotaorganisasiuntuk
mencapaitujuanorganisasi
denganmempertimbangkan
risiko,menerapkan
manajemenkinerja,
mempertimbangkan
perlindunganaset,dan
pengelolaanSDM
Kepemimpinan
yangKondusif
1.3
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian Aktivitas Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi
a, MenyesuaikandenganukurandansifatkegiatanInstansi
Pemerintah;
b. Memberikankejelasanwewenangdantanggungjawab
dalamInstansiPemerintah;
c. Memberikankejelasanhubungandanjenjangpelaporan
interndalamInstansiPemerintah;
d. Melaksanakanevaluasidanpenyesuaianperiodik
terhadapstrukturorganisasisehubungandengan
perubahanlingkunganstrategis;dan
e. Menetapkanjumlahpegawaiyangsesuai,terutama
untukposisipimpinan.
Terciptanyasuatustruktur
dansistem
pengorganisasiansesuai
denganperaturan
perundang-undangan;efektif
danefisien;terdapat
kejelasankewenangan,
tanggungjawab,hubungan
danjenjangpelaporan;
fleksibeldandinamis,serta
personilorganisasiyang
Struktur
Organisasi
Sesuai
Kebutuhan
1.4 PeraturanSOTK SOTK/SOP terkaithubunandan
jenjangpelaporanintern,Anjab,
Daftarkebutuhandanpetakebutuhan
pegawai/pimpinan,Pertimbangan
penyusunanSOTK,telaahdan
sebagainya,NaskahAkademik
evaluasiSOTK
1.4 PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI YANG SESUAI
DENGAN KEBUTUHAN
1.5 PENDELEGASIAN WEWENGAN DAN TANGGUNGJAWAB YANG
TEPAT
a. Wewenangdiberikankepadapegawai
yangtepatsesuaidengantingkat
tanggungjawabnyadalam rangka
pencapaiantujuanInstansiPemerintah;
b. Pegawaiyangdiberiwewenang
sebagaimanadimaksuddalam hurufa
memahamibahwawewenangdan
tanggungjawabyangdiberikanterkait
denganpihaklaindalam Instansi
Pemerintahyangbersangkutan;dan
c. pegawaiyangdiberiwewenang
sebagaimanadimaksuddalam hurufb
memahamibahwapelaksanaan
wewenangdantanggungjawabterkait
denganpenerapanSPIP.
1.5 Pendelegasianwewenangdantanggung
jawabyangtepatolehsetiapunsur
manajemendanpegawaidalam
organisasi,akanmembuatpelaksanaan
tugasdanfungsiorganisasimenjadi
lebihlancardancepat.Kejelasan
delegasiwewenangdantanggungjawab
akanmendorongtercapainyakeputusan
yanglebihbaikdanmenghindarkan
terjadinyakonflikdalam organisasi.
-Perkadatentangpendelegasian
wewenang
-KeputusanBupatitentang
penetapanKPA
-Tatanaskahdinasyangmengatur
prosedurpendelegasianwewenang
-Dokumenformalpendelegasian
wewenangdantanggungjawab(Plt,
Plh),
-Dokumenpendelegasian
wewenangterkaittupoksi(misal
pemberianijindarikepaladaerah
kepadaDPM PTSP,dsb)
-Laporanpelaksanaankegiatan
pendelegasian
Pendelegasian
Wewenangdan
Tanggung
Jawabyang
Tepat
No
Sub
Unsur
Nama Sub
Unsur
Pengertian Aktivitas Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
a. Penetapan kebijakan dan prosedur sejak
rekrutmen sampai dengan pemberhentian
pegawai;
b. Penelusuran latar belakang calon pegawai
dalamproses rekrutmen; dan
c. Supervisi periodik yang memadai
terhadap pegawai.
Terwujudnya penerapan kebijakan
manajemen dan praktik pembinaan
SDM yang sehat, serta sistem supervisi
kepegawaian yang memadai, sehingga
memungkinkan untuk memperoleh
pegawai sesuai dengan yang
dipersyaratkan organisasi.
Suatu rangkaian konsep beserta
pelaksanaannya secara nyata tentang
bagaimana mengatur potensi yang
dimiliki oleh individu dalam organisasi,
untuk dapat digunakan secara maksimal
mencapai tujuan organisasi
Kebijakan/SOP terkait pembinaan
SDM sejak rekrutmen sampai
dengan pemberhentian, al
- SOP Penerimaan Pegawai
- SOP Mutasi
- SOP Pemberhentian Pegawai
- SOP Pensiun
- SOP Pengusulan Kenaikan
Pangkat Reguler
- SOP Pelayanan Pengusulan
Kenaikan Pangkat Pilihan
- SOP usulan kenaikan gaji berkala
- SOP Penyusunan Daftar Urut
Kepangkatan (DUK)
- SOP Diklat
- Laporan penerimaan pegawai
- Dokumen rincian penetapan
kebutuhan pegawai
- SKP Pegawai
- Dokumen penilaian/evaluasi kinerja
pegawai
- Dokumen pemberian
sanksi/penghargaan
- Laporan Pensiun
- Usulan dan Laporan Diklat
- Dokumen Kenaikan Gaji, Pangkat
1.6 Penyusunan dan
Penerapan
Kebijakan yang
Sehat tentang
Pembinaan
SDM
1.6 PENYUSUNAN DAN PENERAPAN KEBIJAKAN YANG SEHAT
TENTANG PEMBINAAN SDM
1.7 PERWUJUDAN PERAN APIP YANG EFEKTIF
No
Sub
Unsur
Nama Sub
Unsur
Pengertian Aktivitas Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
a. Memberikan keyakinan yang memadai
atas ketaatan, kehematan, efisiensi, dan
efektivitas pencapaian tujuan
penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi
Pemerintah;
b. Memberikan peringatan dini dan
meningkatkan efektivitas manajemen
risiko dalam penyelenggaraan tugas dan
fungsi Instansi Pemerintah; dan
c. Memelihara dan meningkatkan kualitas
tata kelola penyelenggaraan tugas dan
fungsi InstansiPemerintah.
1.7 Perwujudan
Peran APIP
yang Efektif
APIP dengan suatu pendekatan
keilmuan yang sistematis, melakukan
evaluasi, dan meningkatkan efektivitas
manajemen risiko, pengendalian, serta
proses tatakelola dilingkungan instansi
pemerintah. Hal ini dalam rangka
membantu manajemen dilingkungan
instansi pemerintah mencapai tujuan
organisasi secara taat, hemat, efektif,
dan efisien, dengan memberikan nilai
tambah dan meningkatkan operasi
organisasi.
- Piagam audit, Perda Inspektorat
- Dokumen PKPT APIP
- SOP Inspektorat (SOP audit,
evaluasi, reviu, penyelesaian TL,
dsb)
- ST
- Laporan hasil audit
intern/penugasan
- Surat atensi dari inspektorat
- Laporan Hasil Reviu Laporan
Keuangan
- Laporan Hasil Evaluasi LKj
- Laporan Monitoring tindak lanjut
hasil audit
- Telaahan sejawat intern dan ekstern
TKMRPI
1.8 HUBUNGAN KERJA YANG BAIK
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi
1.8 Hubungankerja
ygbaik
Hubungankerjayangbaikdenganinstansi
pemerintahterkaitmerupakanhubunganantarIP,
dalamrangkasinkronisasidanharmonisasi
pelaksanaanprogramdankegiatanIP.Hubungan
kerjayangbaikdilakukandengan:
-IP yangmelaksanakanfungsipengelolaan
anggaran,akuntansidanperbendaharaan,serta
kinerja.
-IP lainnyayangmelaksanakantanggungjawab
pengendalianyangbersifatlintassektoral
-Perdapengelolaankeuangan
daerah
-Kebijakan/SOP untukmelakukan
rekonsiliasidatasecarabulanan/
triwulanan/semesteran/tahunan
denganinstansiterkaityg
menanganianggaran,akuntansidan
perbendaharaan
-Kebijakanlintasinstansi/sektoral
-Laporan/notulenrapatkoordinasi/
rekonsiliasidenganinstansiyang
mengelolaanggaran,akuntansidan
perbendaharaan,
-BA RekonAset,Keuangan
-Forum-forum,Musrenbang,
Hubungandgeksternal(misal:BPK),
MOU,KSD
Adanyamekanismesalingujiantar
InstansiPemerintahterkait.
Aktivitas
PENILAIAN
RISIKO
Pimpinan Instansi Pemerintah Wajib Melakukan Penilaian Risiko
PENILAIAN
RISIKO
IDENTIFIKASI
RISIKO
ANALISIS
RISIKO
2
Penilaian risiko adalah kegiatan penilaian atas kemungkinan adanya
kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran instansi
pemerintah.
Penetapan Tujuan
Identifikasi Risiko
Analisis Risiko
No
Sub
Unsur
Nama Sub
Unsur
Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
a. menggunakan metodologi yang
sesuai untuk tujuan Instansi
Pemerintah dan tujuan pada
tingkatan kegiatan secara
komprehensif;
b. Menggunakan mekanisme yang
memadai untukmengenali risiko
dari faktor eksternal dan faktor
internal; dan
c. menilai faktor lain yang dapat
meningkatkan risiko.
Dokumen daftar risiko/permasalahan
(risk register)
2.1 Identifikasi
Risiko
Proses menetapkan apa, dimana, kapan,
mengapa, dan bagaimana sesuatu dapat terjadi,
sehingga dapat berdampak negatif terhadap
pencapaian tujuan. Tujuannya adalah untuk
menghasilkan suatu daftar sumber-sumber risiko
dan kejadian-kejadian yang berpotensi membawa
dampak terhadap pencapaian tiap tujuan yang telah
diidentifikasi dalam penetapan konteks/tujuan
Peraturan daerah tentang Penilaian
Risiko, Manajemen Risiko, SPIP
Aktivitas
2.1 IDENTIFIKASI RISIKO
2.2 ANALISIS RISIKO
No
Sub
Unsur
Nama Sub
Unsur
Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
a. dilaksanakan untuk menentukan
dampak dari risiko yang telah
diidentifikasi terhadap pencapaian
tujuan Instansi Pemerintah.
b. Pimpinan Instansi Pemerintah
menerapkan prinsip
kehati-hatian dalam menentukan
tingkat risiko yang
dapat diterima.
2.2 Analisis Risiko Proses penilaian terhadap risiko yang telah
teridentifikasi, dalam rangka mengestimasi
kemungkinan munculnya dan besaran dampaknya,
untuk menetapkan level atau status risikonya.
Analisis risiko bertujuan untuk memisahkan risiko-
risiko kecil (yang dapat diterima) dengan risiko-
risiko besar, dan menyiapkan data sebagai bantuan
dalam mengevaluasi dan
menangani/mengendalikan risiko
Perda Penilaian Risiko, yang
memuat metodologi analisis risiko
Dokumen peta risiko, dan RTP
Aktivitas
KEGIATAN
PENGENDALIAN
3
Tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko melalui
penetapan dan pelaksanaan kebijakan dan prosedur
Pimpinan Instansi Pemerintah wajib menyelenggarakan
kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas,
dan sifat dari tugas dan fungsi Instansi Pemerintah yang
bersangkutan.
Karakteristik Penyelenggaraan Kegiatan Pengendalian:
a. Kegiatan pengendalian diutamakan pada kegiatan pokok
Instansi Pemerintah;
b. Kegiatan pengendalian harus dikaitkan dengan proses
penilaian risiko;
c. Kegiatan pengendalian yang dipilih disesuaikan dengan
sifat khusus Instansi Pemerintah;
d. Kebijakan dan prosedur harus ditetapkan secara tertulis;
e. Prosedur yang telah ditetapkan harus dilaksanakan
sesuai yang ditetapkan secara tertulis; dan
f. Kegiatan pengendalian dievaluasi secara teratur untuk
memastikan bahwa kegiatan tersebut masih sesuai dan
berfungsi seperti yang diharapkan.
3.1 REVIU ATAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH YANG
BERSANGKUTAN
No
Sub
Unsur
Nama Sub
Unsur
Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
3.1 Reviu Kinerja Reviu kinerja instansi pemerintah, meliputi reviu
terhadap pencapaian hasil, kegiatan, program,
kebijakan, dan keselarasan tujuan dengan misi dan
visi instansi, penganggaran, keuangan, pelaporan,
dan ketaatan terhadap peraturan perundang-
undangan.
Reviu dilakukan pada tingkat pimpinan instansi
pemerintah dan reviu pada tingkat kegiatan.
Kebijakan/SOP terkait tolok ukur
kinerja (Perkin/Tapkin), Renstra,
Renja
- Lapkin
- Dokumen proses pelaksanaan reviu
kinerja dari Pimpinan (misal kegiatan
rapat koordinasi, rapat internal, rapat
pimpinan, dsb)
- Laporan triwulanan, semesteran
Dilaksanakan
dengan membandingkan kinerja
dengan tolok ukur
kinerja yang ditetapkan.
Aktivitas
3.2 PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian ContohBuktiKebijakan ContohBuktiImplementasi
a. Mengkomunikasikanvisi,misi,tujuan,nilai,dan
strategiinstansikepadapegawai;
b. Membuatstrategiperencanaandan
pembinaansumberdayamanusiayang
mendukungpencapaianvisidanmisi;dan
c. Membuaturaianjabatan,prosedurrekrutmen,
programpendidikandanpelatihanpegawai,sistem
kompensasi,programkesejahteraandanfasilitas
pegawai,ketentuandisiplinpegawai,sistem
penilaiankinerja,sertarencanapengembangan
karir.
-Renstra,Renja
-DokumenPerencanaanSDM
-Dokumenperekrutanpegawai
-PetaJabatan
-InformasiJabatan
-Dokumenpembinaan/Pelatian
SDM
-UrjabdanAnjab
-SKP
-SKTimPenilaiKinerjaPNS
3.2 Pembinaan
SumberDaya
Manusia
Pembinaanterhadapsemuaorangyangtergabung
dalamsuatuorganisasi,baikpimpinan,staf,
atasan,bawahan,pegawaitetap,pegawaitidak
tetap,danseterusnya,yangdenganperandan
sumbangannyamasing-masingmemengaruhi
tercapainyatujuanorganisasi
SOPperencanaanSDM
SOPpembinaandan
pengembanganSDM
Aktivitas
3.3 KEGIATAN PENGENDALIAN ATAS PENGELOLAAN SISTEM
INFORMASI
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
a. PengendalianUmum
1. pengamanansistem informasi;
2. Pengendalianatasakses;
3. Pengendalianataspengembangandan
perubahanperangkat lunakaplikasi;
4. Pengendalianatasperangkat lunaksistem;
5. pemisahantugas; dan
6. kontinuitaspelayanan.
b. PengendalianAplikasi
1. pengendalianotorisasi;
2. Pengendaliankelengkapan;
3. Pengendalianakurasi; dan
4. Pengendalianterhadapkeandalan
pemrosesandan
filedata.
3.3 Pengendalian
atas
Pengelolaan
Sistem Informasi
Kegiatanpengendalianataspengelolaansistem
informasi meliputi pengendalianumum dan
pengendalianaplikasi. Pengendalianumum terkait
denganlingkunganpengelolaaninformasi,
sedangkanpengendalianaplikasi memastikan
bahwainput telahlengkap dandiperolehdari
sumber yangvalid, sistem yangmemprosesinput
dapat diandalkan, danoutput yangdihasilkandapat
diuji kebenarannya
- Kebijakan/SOP otorisasi
- Kebijakanaset teknologi yang
perludikeloladanrencana
penyusunankebijakandanprosedur
teknologi
- Kebijakan/prosedur pemisahan
fungsi dalam pengelolaansistem
informasi
- Pedomanrencanakontijensi
-Penempatanserver/komputer dlm
ruangberpendinginudara,
-Pembatasanakseskeruang
server/komputer,
-SKuser ID beberapaaplikasi
seperti SIMDA dsb.
-Adanyabackupdata,
Aktivitas
3.4 PENGENDALIAN FISIK ATAS ASET
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi
a. Rencanaidentifikasi,kebijakan,dan
prosedur
pengamananfisik;dan
b. Rencanapemulihansetelahbencana.
Kegiatanpengendalianataspengamananfisikatas
asetyangdimilikiolehinstansipemerintahagar
asettersebutamandaririsikohilang,rusak,atau
digunakanolehpihaklaintanpahak
Pengendalian
FisikatasAset
3.4 Pimpinan
InstansiPemerintahwajibmenetapkan,
mengimplementasikan,dan
mengkomunikasikan
kepadaseluruhpegawai:
-Kebijakan/pedomanpengelolaan
BMN/BMD
-Kebijakan/Pedomantentang
pengamananaset
-Kebijakan/PedomanTataCara
PelaksanaanPemindahtanganan,
PemusnahandanPenghapusanBarang
MilikDaerah
-Kebijakan/pedomantentangrencana
pemulihansetelahbencana(disaster
recoveryplan)
-DaftarBMN/BMDyangupdate
-KIR,KIB
-Beritaacararekonsiliasiaset
-Pemberianlabel/tandabataspada
seluruhBMN/BMD
-PenyimpananBMD/BMNdanbukti
pemilikanBMN/BMDyangaman
Aktivitas
3.5 PENETAPAN DAN REVIU INDIKATOR
DAN PENGUKURAN KINERJA
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi
a. Menetapkanukurandanindikatorkinerja;
b. Mereviudanmelakukanvalidasisecara
periodikatasketetapandankeandalan
ukurandanindikatorkinerja;
c. Mengevaluasifaktorpenilaian
pengukurankinerja;dan
d. Membandingkansecaraterus-menerus
datacapaiankinerjadengansasaranyang
ditetapkandanselisihnyadianalisislebih
lanjut.
-DokumenIKU organisasi
-TapkinUnitKerja
-IndikatorKinerjaKegiatan
-SKP
-LKj,Lapkin,CapaianKinerja
Individu
-DokumenhasilevaluasiLKj
Penetapanindikatordanukurankinerjaditetapkan
untuktingkatinstansipemerintah,kegiatan,dan
pegawai.Penetapanindikatordanukurankinerja
untuktingkatinstansipemerintah,dimulaidengan
kontrakmanajemen,yaitusatubentukkesepakatan
sasarandantargetkinerjayanghendakdicapai.
Kesepakataniniakanmenjadisuatubentuk
pengawasanterhadapprosespencapaiantujuan
instansipemerintah.Kesepakatankinerjadalam
kontrakmanajemendibuatantarapimpinan/
pejabatdanpegawaidenganatasanlangsungnya
dalam suatuinstansipemerintah.
Penetapandan
Reviuatas
Indikatordan
UkuranKinerja
3.5
Aktivitas
3.6 PEMISAHAN FUNGSI
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi
3.6 Pemisahan
Fungsi
Adanyaotorisasiataskejadian/
transaksi,khususnyayangterkait
aset(uang/barang),proses
pencatatantransaksidan
penyimpananasetnyatidak
dilakukanolehsatuorang,dengan
tujuanmencegahterjadinya
kesalahandankecurangan.
Kebijakan/SOP yang
mengaturtentangpemisahan
fungsipegawai terkaitdengan
otorisasi,persetujuan,
pemrosesandanpencatatan,
pembayaranataupemerimaan
dana,reviudanaudit,serta
fungsi-fungsipenyimpanan
danpenangananaset.
-Dokumenuraiantugasmasing-masingpersonil
pelaksanakegiatandenganSKPengangkatan/surat
perintahtugas(SPT).
-SKKepalaDaerahterkaitpengangkatanPA,PPK
SKPD,PP SPM,BendaharaPengeluaran,Bendahara
PengeluaranPembantu,BendaharaPenerimaan,PPTK,
PembantuPPTK),petugaspengelolabarangdanpetugas
pengadministrasikepegawaian.
-DalamSKKepalaDaerahtersebuttercantumuraian
tugasdarimasing-masingpejabatsebagaiwujudadanya
pemisahantanggungjawab.
Pemberianjaminanolehpimpinan
instansipemerintah bahwaseluruh
aspekutamatransaksiataukejadian
tidakdikendalikanoleh1(satu)
orang.
Aktivitas
3.7 OTORISASI ATAS TRANSAKSI DAN KEJADIAN YANG PENTING
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian ContohBuktiKebijakan ContohBuktiImplementasi
3.7 Otorisasiatas
Transaksidan
Kejadianyang
Penting
Otorisasiadalahpelaksanaankewenanganolehpejabat
tertentudilingkunganpemerintahuntukmengizinkanatau
tidakmengizinkansuatutindakandidalamlingkungan
birokrasipemerintahyangberakibatpadaperubahan,baik
yangsecarahukummengikatmaupunyangtidakmengikat
instansipemerintahtersebut.
Transaksidankejadianyangpentingdalaminstansi
pemerintahterkaitdenganpengelolaankeungannegara
adalahkejadianyangtimbuldalampenyelenggaraantugas
danfungsiinstansipemerintahyangberdampakpada
penerimaandanpengeluarannegara(APBN/APBD).
PimpinanInstansiPemerintah
wajibmenetapkandan
mengkomunikasikansyaratdan
ketentuanotorisasikepada
seluruhpegawai.
Kebijakan/SOP/pedomanyangmemuatproses
otorisasidanpihakyangberwenang
melaksanakanotorisasi,al:
-PeraturanKepalaDaerahtentangsistemdan
prosedurpengelolaankeuangan.
-Perkadatentangjuknispengelolaankeuangan
daerah.
-SOPpelayananperijinandiDPMPTSP.
-SOPpengelolaankeuangandanAPBDdi
BPKAD.
-SOPpengelolaankepegawaiandiBKD.
-DokumenSPJ.
-DokumenSPP.
-DokumenSPM.
-Persetujuandokumenterkaitperijinandi
DPM PTSP
Aktivitas
3.8 PENCATATAN YANG AKURAT DAN TEPAT WAKTU ATAS
TRANSAKSI DAN KEJADIAN
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian ContohBuktiKebijakan ContohBuktiImplementasi
3.8 Pencatatanyang
Akuratdan
TepatWaktu
atasTransaksi
danKejadian
Pencatatan yangakuratadalahapabilatransaksitelah
diklasifikasikandenganlayakdandikelompokkandengan
benar.Pengklasifikasiansecaralayakdanpencatatantelah
dilaksanakanataskeseluruhansiklustransaksi/kejadianyang
meliputiotorisasi,inisiasi,pemrosesan,danpengklasifikasian
dalamcatatanringkas.
Pencatatanyangtepatwaktuadalahapabilatransaksi/
kejadiansegeradicatatsehinggatetapterjagarelevansinilai-
nilaisertakegunaannyabagimanajemendalam
mengandalikanoperasidanmengambilkeputusan.
Pedomanakuntansidanpelaporan,
pedomanpengelolaanaset/BMD,
pengelolaankas/keuangan,SOP
kegiatanutama,dll.
-BKU
-DaftarBMD
-KIB
-LRA
-Penggunaansimdakeuangan,simdaBMD,
simdapendapatan,siskeudes.
-LaporankeuanganopiniWTP.
-Registerdanpelaporanyangdilakukan
untukmendukungkegiatanutama
Pelaksanaanfungsipenatausahaan
keuangandanaset
Aktivitas
3.9 PEMBATASAN
AKSES ATAS SUMBER DAYA DAN PENCATATANNYA
No
Sub
Unsur
Nama Sub
Unsur
Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
Pembatasan
Akses atas
Sumber Daya
dan
Pencatatannya
3.9 Pimpinan Instansi Pemerintah wajib
memberikan akses hanya kepada
pegawai yang berwenang dan
melakukan reviu atas pembatasan
tersebut secara berkala.
Akses adalah cara atau peluang untuk mendekati
sesuatu atau memasuki tempat tertentu.
Pembatasan akses adalah mambatasi agar hanya
pihak tertentu yang dapat menggunakan/ memperoleh
sesuatu, atau memasuki sesuatu tempat.
Pembatasan akses atas sumber daya adalah
pembatasan atas kesempatan, hak untuk
menggunakan, atau memperoleh sesuatu yang
berguna, atau bernilai. Pembatasan akses tidak hanya
dilakukan pada sumber daya saja, tetapi pembatasan
akses juga dilakukan atas pencatatan sumber daya.
Kebijakan pembatasan akses yang
antara lain tercermin dari
- Sisdur akuntansi
- SOP terkait tupoksi utama OPD
- Perkada tentang keamanan dan
akses arsip dinamis
- SK Kepala Daerah tentang
penetapan pengguna barang
(kendaraan, alat elektronik, dsb)
- SK Kepala OPD tentang
pemegang user id
- Aplikasi berbasis komputer dilindungi dengan
password yang hanya bisa diakses oleh orang-orang
yang ditunjuk/ditetapkan.
- Admin SIMDA Keuangan dan SIMDA Aset
ditetapkan dengan keputusan Kepala BPPKAD dan
setiap pimpinan OPD telah menunjuk personil
pemegang identitas pengguna (user ID ) dan kata
sandi (password ) aplikasi SIMDA Keuangan dan
aplikasi SIMDA Aset, ditetapkan dengan keputusan
pimpinan OPD.
- Pencatatan keuangan hanya bisa diakses oleh
pegawai tertentu
- Pembatasan akses ke brangkas, gudang, dan
tempat-tempat tertentu
Aktivitas
3.10 AKUNTABILITAS TERHADAP SUMBER DAYA DAN
PENCATATANNYA
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian ContohBuktiKebijakan ContohBuktiImplementasi
3.10 Akuntabilitas
terhadapsumber
dayadan
pencatatannya
Perwujudanpertanggungjawaban
seseorangatauunitorganisasidalam
mengelolasumberdayayangdiberikan/
dikuasakankepadanyadalamrangka
pencapaiantujuan.
-SKpengelola/pengurusbarang, SK
pengelolakeuangan,SKpengelola
kepegawaian,SKpengelolaperijinan,SK
pengelolapendapatan,dllygrelevan.
-Kebijakanterkaitpenyimpanan,
Kebijakanterkaitpenyusunanlaporan
pertanggunggjawabandll
Laporanpenerimaanataumutasi
barang,laporankeuangan,
laporaninvetarisasiaset,laporan
pengadaandanpenggunaan
sumberdaya
PimpinanInstansiPemerintahwajib
menugaskanpegawaiyang
bertanggungjawabterhadap
penyimpanansumberdayadan
pencatatannyasertamelakukanreviu
ataspenugasantersebutsecara
berkala.
Aktivitas
3.11 DOKUMENTASI ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
3.11 Dokumentasi
atasSPIserta
transaksi dan
kejadianpenting
Instansi pemerintahwajibmemiliki,
mengelola, memelihara, dansecara
berkalamemutakhirkandokumentasi
yangmencakupseluruhSPIserta
transaksi dankejadianpenting.
Pendokumentasianyangbaiktersebut
dilakukanagar kegiatandapat
dikendalikandandievaluasi.
Dokumentasi atastransaksi dankejadian
pentingdilaksanakansecaralengkapdan
akurat untukmemfasilitasi penelusuran
transaksi, kejadian, daninformasi terkait,
sejaktahapotorisasi, inisiasi,
pemrosesan, sampai dengan
penyelesaian.
- Kebijakan/SOP Pengarsian
Dokumen
- Kebijakan/SOP terkait
pelaksanaanTupoksi OPD, yang
memuat pendokumentasianbukti-
bukti pelaksanaantupoksi
PenatausahaanKeuangan:
- Laporankeuanganyangdisusunsesuai kebijakanakuntansi yang
ditetapkanpimpinaninstansi.
Dilengkapi bukti-bukti yangterdokumentasi denganbaikuntuk
memudahkanpemeriksaan.
PengelolaanSistem Informasi:
- DokumenPemeliharaan/Perbaikan/ Update Sistem Informasi
PenilaianRisiko:
- DokumenRegister Risiko& RTP
Pelaksanaantupoksi
- Dokumentasi perijinandi DPMPTSP
- Dokumentasi rekam medisdi RS
- DOkumentasi administrasi kependudukandi DinasDukcapil
PimpinanInstansi
Pemerintahwajibmemiliki,
mengelola, memelihara,
dansecaraberkala
memutakhirkan
dokumentasi yang
mencakupseluruhSistem
PengendalianInternserta
transaksi dankejadian
penting.
Aktivitas
INFORMASI
DAN
KOMUNIKASI
4
Pimpinan Instansi Pemerintah wajib
mengidentifikasi, mencatat, dan
mengkomunikasikan informasi dalam
bentuk dan waktu yang tepat.
4.1 INFORMASI
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi
4.1 Informasi Informasidarisumberinternaldaneksternal
diidentifikasi,diperoleh,dan didistribusikankepada
pihakyangberhakdenganrincianyangmemadai,
bentuk,danwaktuyangtepat,sehingga
memungkinkanmerekadapatmelaksanakantugas
dantanggungjawabnyasecaraefektifdanefisien.
PeraturanMenteri/Kepala
Badan/Perkadayangmengatur:
-Strukturpengelolainformasi
-Jenisinformasiinternaldan
eksternal
-Kebutuhaninformasiuntuksetiap
tingkatanmanajemen
-Mekanismeperolehaninformasi
-Pelaporanpelaksanaantugasolehpengelola
informasi
-KUAPPAS danRenstra(padabagianyang
memuattentanginformasieksternaldariBPS dan
informasikinerjainternal)
-Penggunaansisteminformasiuntukpengolahan
datadanasisteminformasi(misalSIMDA,SIMA),
yangdapatdiaksesolehberbagaitingkatanpimpinan
Menyediakandanmemanfaatkan
berbagaibentukdansarana
komunikasi;dan
Aktivitas
4.1 KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
No
Sub
Unsur
NamaSub
Unsur
Pengertian ContohBuktiKebijakan ContohBuktiImplementasi
4.2 Komunikasiyang
Efektif
Pimpinaninstansipemerintahharusmemastikan
terjalinnyakomunikasiinternaldaneksternalyang
efektifterutamayangmemberikandampaksignifikan
terhadapprogram,proyek,operasidankegiatan
lainnyatermasukpenganggarandanpendanaannya.
Agarterjadikomunikasiyangefektifinstansi
pemerintahharusmenyediakandanmemanfaatkan
berbagaibentukdansaranakomunikasi,serta
mengelola,mengembangkan,danmemperbarui
sisteminformasisecaraterusmenerus.
-Dokumenkebijakan/prosedur
terkaitpenyelenggaraanproses
komunikasiinternaldaneksternal
misalapelrutin,rapat-rapatinternal,
rapatkoordinasi,forumgelar
pengawasandaerah,dsb
-Rapatrutininternal
-RapatrutinantarpimpinanOPDdgnKaDaerah.
-ForumGelarPengawasan
-ForumTLTemuanAudit
-TersediaLKjIPOPD,DokumenPenilaianRisiko
OPD
Mengelola,mengembangkan,dan
memperbarui
sisteminformasisecaraterus
menerus.
Aktivitas
PEMANTAUAN
SPI
5 Adalah proses penilaian atas mutu kinerja sistem pengendalian
intern dan proses yang memberikan keyakinan, bahwa temuan
audit dan evaluasi lainnya segera ditindaklanjuti.
Pemantauan pengendalian intern menilai kualitas kinerja
pengendalian intern instansi pemerintah secara
terus-menerus sebagai bagian dari proses pelaksanaan
kegiatan sehari-hari.
Evaluasi terpisah terhadap pengendalian intern dilakukan
secara berkala dan kelemahan yang ditemukan diteliti lebih
lanjut. Perlu ada prosedur untuk memastikan bahwa seluruh
temuan audit dan reviu lainnya segera dievaluasi, ditentukan
tanggapan yang tepat, dan dilaksanakan Tindakan
perbaikannya.
5.1 PEMANTAUAN BERKALANJUTAN
No
Sub
Unsur
Nama Sub
Unsur
Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
5.1 Pemantauan
Berkelanjutan
Pengecekan atas mutu kinerja SPI
yang dilakukan oleh pihak di dalam
manajemen secara terus menerus
dan menyatu dalam kegiatan
instansi pemerintah.
Dokumen mekanisme pemantauan rutin,
misal
- Kebijakan akuntansi yang menekankan
rekonsiliasi
- SOP yang mewajibkan adanya
pemantauan berkelanjutan melalui routing
slip
- SOP Penerbitan Izin yang mewajibkan
adanya check list
- SOP pemantauan tindak lanjut oleh
manajemen untuk memastikan berfungsinya
pengendalian intern
- Berita acara rekonsiliasi
- Routing slip
- Checklist penerbitan ijin
- Pemantauan tindak lanjut oleh
pimpinan
pengelolaan rutin, supervisi,
pembandingan,
rekonsiliasi, dan tindakan lain yang
terkait dalam
pelaksanaan tugas.
Aktivitas
5.2 EVALUASI TERPISAH
No
Sub
Unsur
Nama Sub
Unsur
Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi
a. Diselenggarakan melalui
penilaian
sendiri, reviu, dan pengujian
efektivitas Sistem
Pengendalian Intern.
b. Evaluasi terpisah dapat
dilakukan oleh aparat
pengawasan intern
pemerintah atau pihak
eksternal
pemerintah.
-Kebijakan/SOP terkait evaluasi terpisah,
misal Audit charter yang menyatakan
tentang tupoksi evaluasi SPIbagi APIP,
Pedoman pengawasan yang mengharuskan
reviu atas pengendalian intern
-Kebijakan/SOP Tindak Lanjut Temuan
- ST dan Laporan pengawasan oleh
APIP, terutama bagian pengujian
SPIdan saran perbaikan SPI
- Tindak lanjut atas pengawasan
oleh APIP
5.2 Evaluasi
Terpisah
Kegiatan membandingkan kinerja
SPIdengan standar yang
seharusnya, dilakukan oleh pelaku
evaluasi yang berbeda dari
pelaksana kegiatan. Evaluasi
terpisah dapat dilakukan oleh
instansi pemerintah itu sendiri,
APIP atau pihak eksternal yang
independen.
Aktivitas
TERIMA KASIH

SPIP AUDIT INTERNAL APIP INDONESIA N N J

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    5 PILAR &17 PRINSIP KERANGKA KERJA COSO 5 PILAR & 25 PRINSIP KERANGKA KERJA SPIP 8 2 11 2 2
  • 4.
    DASAR HUKUM SPIP Pasal 55 ayat(4) : Menteri/Pimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang memberikan pernyataan bahwa pengelolaan APBN telah diselenggarakan berdasarkan Sistem Pengendalian Intern yang memadai dan akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Pasal 58 ayat (1) dan (2) : Dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, Presiden selaku Kepala Pemerintah mengatur dan menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern di lingkungan pemerintah secara menyeluruh. SPI ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
  • 5.
    PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR60 TAHUN 2008 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH
  • 6.
    Kegiatan yang efektif danefisien; Keandalan pelaporan keuangan; Pengamanan aset negara; dan Ketaatan terhadap peraturan perundang- undangan. Memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi Sistem Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai Defenisi: untuk melalui Meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara
  • 7.
    Penegasan Tujuan SPIP Pasal2 Pasal 2 (1)Untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, menteri/pimpinan lembaga, gubernur, dan bupati/walikota wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan. (2)Pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan dengan berpedoman pada SPIP sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah ini. (3)SPIP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan negara, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
  • 8.
    SPIP Lingkungan Pengendalian Penilaian Risiko Ps 4 Ps 13 Kegiatan Pengendalian Ps18 Informasi dan Komunikasi Pemantauan Pengendalian Intern Ps 41 Ps 43 Penegakan Integritas dan Nilai Etika Komitmen terhadap Kompetensi Kepemimpinan yang Kondusif Struktur Organisasi yang Sesuai Kebutuhan Pendelegasian Wewengan dan Tanggung Jawab Kebijakan yang Sehat tentang Pembinaan SDM Peran APIP yang Efektif Hubungan Kerja yang Baik Instansi Pemerintah Terkait Identifikasi Risiko Analisis Risiko Reviu atas Kinerja Instansi Pemerintah Pembinaan Sumber Daya Manusia Pengendalian Pengelolaan Sistem Infromasi Pengendalian Fisik atas Aset Penetapan & Reviu Indikator & Ukuran Kinerja Pemisahan Fungsi Otorisasi Transaksi dan Kejadian Penting Pencatatan yang Akurat dan Tepat Waktu Pembatasan Akses dan Sumber Daya Akuntabilitas Terhadap Sumber Daya Dokumentasi atas Sistem Pengendalian Intern Sarana Komunikasi Sistem Informasi Pemantauan Berkelanjutan Evaluasi Terpisah SDM Aktivitas
  • 9.
  • 10.
    LINGKUNGAN PENGENDALIAN 1 ⚫PP Nomor60 Tahun 2008 mewajibkan pimpinan instansi pemerintah untuk menciptakan dan memelihara lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan sistem pengendalian intern dalam lingkungan kerjanya. ⚫Untuk menciptakan lingkungan pengendalian seperti dimaksud tersebut, pimpinan instansi dapat menerapkannya melalui 8 sub unsur lingkungan pengendalian seperti dijelaskan di gambar sebelumnya.
  • 11.
    Tujuan utama dariunsur lingkungan pengendalian pada SPIP adalah untuk menciptakan suasana dan kondisi dalam organisasi yang mendukung penerapan pengendalian internal secara efektif. Lingkungan pengendalian yang baik memastikan bahwa seluruh komponen organisasi, mulai dari pimpinan hingga pegawai, memiliki komitmen terhadap integritas, etika, dan tata kelola yang baik. Secara spesifik, tujuan utamanya adalah: 1. Menanamkan integritas dan nilai etika Membentuk budaya organisasi yang mendukung kejujuran, kepatuhan, dan akuntabilitas. 2. Memperkuat peran pimpinan Pimpinan bertindak sebagai teladan (role model) dalam mendorong pengendalian yang efektif. 3. Membangun struktur organisasi yang jelas Menyusun tugas, tanggung jawab, dan wewenang dengan baik untuk mendukung pengendalian. 4. Mendukung komitmen terhadap kompetensi Memastikan pegawai memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. 5. Menciptakan budaya pengawasan Mendorong keterbukaan dan kepercayaan dalam organisasi untuk mendukung pelaksanaan pengendalian. Lingkungan pengendalian berfungsi sebagai fondasi untuk semua komponen lain dalam sistem pengendalian internal, seperti penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.
  • 12.
    1.1 PENEGAKAN INTEGRITASDAN NILAI ETIKA No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Aktivitas a. Menyusundanmenerapkanaturanperilaku; - Dokumenaturanperilaku Laporanpemeriksaanoleh Inspektorat ataumajeliskodeetik. b. Memberikanketeladananpelaksanaanaturanperilaku padasetiaptingkat pimpinanInstansi Pemerintah; - DokumenKodeEtikProfesi - Keputusanpenjatuhansanksi disiplin. c. Menegakkantindakandisiplinyangtepat atas penyimpanganterhadapkebijakandanprosedur, atau pelanggaranterhadapaturanperilaku; - DokumenPengaturanPengabaian KebijakanolehManajemen - Penghargaan d. menjelaskandanmempertanggung-jawabkanadanya intervensi ataupengabaianpengendalianintern; dan - SOP PenangananPelanggaran Disiplin, AturanPrilaku, danKode Etikdsb - Dokumenpertimbanganpromosi jabatan e. Menghapuskebijakanataupenugasanyangdapat mendorongperilakutidaketis. Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi 1.1 Penegakan Integritasdan Nilai Etika Menerjemahkanintegritas dannilai etikakedalam suatukodeetikatau aturanperilaku, serta menerapkannyasecara konsistendalam kegiatan sehari-hari.
  • 13.
    1.2 KOMITMEN TERHADAPKOMPETENSI No Sub Unsur Nama Sub Unsur Pengertian Aktivitas Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi a. Mengidentifikasi dan menetapkan kegiatan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dan fungsi pada masing-masing posisi dalam Instansi Pemerintah; b. menyusun standar kompetensi untuk setiap tugas dan fungsi pada masing-masing posisi dalam Instansi Pemerintah; c. Menyelenggarakan pelatihan dan pembimbingan untuk membantu pegawai mempertahankan dan meningkatkan kompetensi pekerjaannya; dan d. Memilih pimpinan Instansi Pemerintah yang memiliki kemampuan manajerial dan pengalaman teknis yang luas dalam pengelolaan Instansi Pemerintah. 1.2 Kemauan/kesadaran (janji) oleh pimpinan dan pegawai suatu instansi pemerintah untuk bersama-sama dan bertanggung jawab akan bertindak (berperilaku) guna mewujudkan visi, misi, dan tujuan instansinya, dengan melakukan tugas/jabatan sesuai dengan peran dan fungsinya yang sesuai dengan pengetahuan/ kompetensi - Dokumen pertimbangan pimpinan mengenai kompetensi teknis/manajerial pegawai saat penempatan pada suatu formasi jabatan - Laporan pendidikan dan pelatihan K/L/D dikaitkan dengan kebutuhan kompetensi jabatan - Peta formasi jabatan - Dokumen pendukung rapat Baperjakat - Dokumen hasil Baperjakat - Peraturan ttg Standar kompetensi seluruh jabatan - Dokumen kebijakan pengembangan kompetensi - Dokumen Program Diklat, Bimtek, Pelatihan, dsb Komitmen terhadap Kompetensi
  • 14.
    1.3 KEPEMIMPINAN YANGKONDUSIF No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Aktivitas Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi a. Mempertimbangkanrisikodalampengambilan keputusan; b. Mmenerapkanmanajemenberbasiskinerja; c. MendukungfungsitertentudalampenerapanSPIP; d. Melindungiatasasetdaninformasidariaksesdan penggunaanyangtidaksah; e. Melakukaninteraksisecaraintensifdenganpejabatpada tingkatanyanglebihrendah;dan meresponsecarapositifterhadappelaporanyang berkaitandengankeuangan,penganggaran,program, dankegiatan. -KebijakanSAKIP; -Kebijakantentangmanajemen risiko; -Pedomanakuntansi; -KebijakanSistemManajemen Informasi; -Pedomansistemakuntansi, -Kebijakanpengelolaanpegawai; -Kebijakanpengawasandantindak lanjut atashasilpengawasan; -KebijakanatauSOP pengelolaan -Dokumenlaporankinerja(RPJMD, RKPD,APBD,Renstra,Renja,DPA, Tapkin,LapkinTriwulanan, Semesteran,danTahunan,serta LAKIP) -Riskregister,RTP -LaporanMutasiBarang,Daftar InventarisBarang,dsb -LaporanRekrutmen,Laporan PelaksanaanDiklat Kepemimpinanyang mampumenggerakkan anggotaorganisasiuntuk mencapaitujuanorganisasi denganmempertimbangkan risiko,menerapkan manajemenkinerja, mempertimbangkan perlindunganaset,dan pengelolaanSDM Kepemimpinan yangKondusif 1.3
  • 15.
    No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Aktivitas ContohBuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi a, MenyesuaikandenganukurandansifatkegiatanInstansi Pemerintah; b. Memberikankejelasanwewenangdantanggungjawab dalamInstansiPemerintah; c. Memberikankejelasanhubungandanjenjangpelaporan interndalamInstansiPemerintah; d. Melaksanakanevaluasidanpenyesuaianperiodik terhadapstrukturorganisasisehubungandengan perubahanlingkunganstrategis;dan e. Menetapkanjumlahpegawaiyangsesuai,terutama untukposisipimpinan. Terciptanyasuatustruktur dansistem pengorganisasiansesuai denganperaturan perundang-undangan;efektif danefisien;terdapat kejelasankewenangan, tanggungjawab,hubungan danjenjangpelaporan; fleksibeldandinamis,serta personilorganisasiyang Struktur Organisasi Sesuai Kebutuhan 1.4 PeraturanSOTK SOTK/SOP terkaithubunandan jenjangpelaporanintern,Anjab, Daftarkebutuhandanpetakebutuhan pegawai/pimpinan,Pertimbangan penyusunanSOTK,telaahdan sebagainya,NaskahAkademik evaluasiSOTK 1.4 PEMBENTUKAN STRUKTUR ORGANISASI YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN
  • 16.
    1.5 PENDELEGASIAN WEWENGANDAN TANGGUNGJAWAB YANG TEPAT a. Wewenangdiberikankepadapegawai yangtepatsesuaidengantingkat tanggungjawabnyadalam rangka pencapaiantujuanInstansiPemerintah; b. Pegawaiyangdiberiwewenang sebagaimanadimaksuddalam hurufa memahamibahwawewenangdan tanggungjawabyangdiberikanterkait denganpihaklaindalam Instansi Pemerintahyangbersangkutan;dan c. pegawaiyangdiberiwewenang sebagaimanadimaksuddalam hurufb memahamibahwapelaksanaan wewenangdantanggungjawabterkait denganpenerapanSPIP. 1.5 Pendelegasianwewenangdantanggung jawabyangtepatolehsetiapunsur manajemendanpegawaidalam organisasi,akanmembuatpelaksanaan tugasdanfungsiorganisasimenjadi lebihlancardancepat.Kejelasan delegasiwewenangdantanggungjawab akanmendorongtercapainyakeputusan yanglebihbaikdanmenghindarkan terjadinyakonflikdalam organisasi. -Perkadatentangpendelegasian wewenang -KeputusanBupatitentang penetapanKPA -Tatanaskahdinasyangmengatur prosedurpendelegasianwewenang -Dokumenformalpendelegasian wewenangdantanggungjawab(Plt, Plh), -Dokumenpendelegasian wewenangterkaittupoksi(misal pemberianijindarikepaladaerah kepadaDPM PTSP,dsb) -Laporanpelaksanaankegiatan pendelegasian Pendelegasian Wewenangdan Tanggung Jawabyang Tepat
  • 17.
    No Sub Unsur Nama Sub Unsur Pengertian AktivitasContoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi a. Penetapan kebijakan dan prosedur sejak rekrutmen sampai dengan pemberhentian pegawai; b. Penelusuran latar belakang calon pegawai dalamproses rekrutmen; dan c. Supervisi periodik yang memadai terhadap pegawai. Terwujudnya penerapan kebijakan manajemen dan praktik pembinaan SDM yang sehat, serta sistem supervisi kepegawaian yang memadai, sehingga memungkinkan untuk memperoleh pegawai sesuai dengan yang dipersyaratkan organisasi. Suatu rangkaian konsep beserta pelaksanaannya secara nyata tentang bagaimana mengatur potensi yang dimiliki oleh individu dalam organisasi, untuk dapat digunakan secara maksimal mencapai tujuan organisasi Kebijakan/SOP terkait pembinaan SDM sejak rekrutmen sampai dengan pemberhentian, al - SOP Penerimaan Pegawai - SOP Mutasi - SOP Pemberhentian Pegawai - SOP Pensiun - SOP Pengusulan Kenaikan Pangkat Reguler - SOP Pelayanan Pengusulan Kenaikan Pangkat Pilihan - SOP usulan kenaikan gaji berkala - SOP Penyusunan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) - SOP Diklat - Laporan penerimaan pegawai - Dokumen rincian penetapan kebutuhan pegawai - SKP Pegawai - Dokumen penilaian/evaluasi kinerja pegawai - Dokumen pemberian sanksi/penghargaan - Laporan Pensiun - Usulan dan Laporan Diklat - Dokumen Kenaikan Gaji, Pangkat 1.6 Penyusunan dan Penerapan Kebijakan yang Sehat tentang Pembinaan SDM 1.6 PENYUSUNAN DAN PENERAPAN KEBIJAKAN YANG SEHAT TENTANG PEMBINAAN SDM
  • 18.
    1.7 PERWUJUDAN PERANAPIP YANG EFEKTIF No Sub Unsur Nama Sub Unsur Pengertian Aktivitas Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi a. Memberikan keyakinan yang memadai atas ketaatan, kehematan, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah; b. Memberikan peringatan dini dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah; dan c. Memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi InstansiPemerintah. 1.7 Perwujudan Peran APIP yang Efektif APIP dengan suatu pendekatan keilmuan yang sistematis, melakukan evaluasi, dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko, pengendalian, serta proses tatakelola dilingkungan instansi pemerintah. Hal ini dalam rangka membantu manajemen dilingkungan instansi pemerintah mencapai tujuan organisasi secara taat, hemat, efektif, dan efisien, dengan memberikan nilai tambah dan meningkatkan operasi organisasi. - Piagam audit, Perda Inspektorat - Dokumen PKPT APIP - SOP Inspektorat (SOP audit, evaluasi, reviu, penyelesaian TL, dsb) - ST - Laporan hasil audit intern/penugasan - Surat atensi dari inspektorat - Laporan Hasil Reviu Laporan Keuangan - Laporan Hasil Evaluasi LKj - Laporan Monitoring tindak lanjut hasil audit - Telaahan sejawat intern dan ekstern TKMRPI
  • 19.
    1.8 HUBUNGAN KERJAYANG BAIK No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi 1.8 Hubungankerja ygbaik Hubungankerjayangbaikdenganinstansi pemerintahterkaitmerupakanhubunganantarIP, dalamrangkasinkronisasidanharmonisasi pelaksanaanprogramdankegiatanIP.Hubungan kerjayangbaikdilakukandengan: -IP yangmelaksanakanfungsipengelolaan anggaran,akuntansidanperbendaharaan,serta kinerja. -IP lainnyayangmelaksanakantanggungjawab pengendalianyangbersifatlintassektoral -Perdapengelolaankeuangan daerah -Kebijakan/SOP untukmelakukan rekonsiliasidatasecarabulanan/ triwulanan/semesteran/tahunan denganinstansiterkaityg menanganianggaran,akuntansidan perbendaharaan -Kebijakanlintasinstansi/sektoral -Laporan/notulenrapatkoordinasi/ rekonsiliasidenganinstansiyang mengelolaanggaran,akuntansidan perbendaharaan, -BA RekonAset,Keuangan -Forum-forum,Musrenbang, Hubungandgeksternal(misal:BPK), MOU,KSD Adanyamekanismesalingujiantar InstansiPemerintahterkait. Aktivitas
  • 20.
    PENILAIAN RISIKO Pimpinan Instansi PemerintahWajib Melakukan Penilaian Risiko PENILAIAN RISIKO IDENTIFIKASI RISIKO ANALISIS RISIKO 2 Penilaian risiko adalah kegiatan penilaian atas kemungkinan adanya kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran instansi pemerintah. Penetapan Tujuan Identifikasi Risiko Analisis Risiko
  • 21.
    No Sub Unsur Nama Sub Unsur Pengertian ContohBukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi a. menggunakan metodologi yang sesuai untuk tujuan Instansi Pemerintah dan tujuan pada tingkatan kegiatan secara komprehensif; b. Menggunakan mekanisme yang memadai untukmengenali risiko dari faktor eksternal dan faktor internal; dan c. menilai faktor lain yang dapat meningkatkan risiko. Dokumen daftar risiko/permasalahan (risk register) 2.1 Identifikasi Risiko Proses menetapkan apa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana sesuatu dapat terjadi, sehingga dapat berdampak negatif terhadap pencapaian tujuan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan suatu daftar sumber-sumber risiko dan kejadian-kejadian yang berpotensi membawa dampak terhadap pencapaian tiap tujuan yang telah diidentifikasi dalam penetapan konteks/tujuan Peraturan daerah tentang Penilaian Risiko, Manajemen Risiko, SPIP Aktivitas 2.1 IDENTIFIKASI RISIKO
  • 22.
    2.2 ANALISIS RISIKO No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi a. dilaksanakan untuk menentukan dampak dari risiko yang telah diidentifikasi terhadap pencapaian tujuan Instansi Pemerintah. b. Pimpinan Instansi Pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menentukan tingkat risiko yang dapat diterima. 2.2 Analisis Risiko Proses penilaian terhadap risiko yang telah teridentifikasi, dalam rangka mengestimasi kemungkinan munculnya dan besaran dampaknya, untuk menetapkan level atau status risikonya. Analisis risiko bertujuan untuk memisahkan risiko- risiko kecil (yang dapat diterima) dengan risiko- risiko besar, dan menyiapkan data sebagai bantuan dalam mengevaluasi dan menangani/mengendalikan risiko Perda Penilaian Risiko, yang memuat metodologi analisis risiko Dokumen peta risiko, dan RTP Aktivitas
  • 23.
    KEGIATAN PENGENDALIAN 3 Tindakan yang diperlukanuntuk mengatasi risiko melalui penetapan dan pelaksanaan kebijakan dan prosedur Pimpinan Instansi Pemerintah wajib menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari tugas dan fungsi Instansi Pemerintah yang bersangkutan. Karakteristik Penyelenggaraan Kegiatan Pengendalian: a. Kegiatan pengendalian diutamakan pada kegiatan pokok Instansi Pemerintah; b. Kegiatan pengendalian harus dikaitkan dengan proses penilaian risiko; c. Kegiatan pengendalian yang dipilih disesuaikan dengan sifat khusus Instansi Pemerintah; d. Kebijakan dan prosedur harus ditetapkan secara tertulis; e. Prosedur yang telah ditetapkan harus dilaksanakan sesuai yang ditetapkan secara tertulis; dan f. Kegiatan pengendalian dievaluasi secara teratur untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut masih sesuai dan berfungsi seperti yang diharapkan.
  • 24.
    3.1 REVIU ATASKINERJA INSTANSI PEMERINTAH YANG BERSANGKUTAN No Sub Unsur Nama Sub Unsur Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi 3.1 Reviu Kinerja Reviu kinerja instansi pemerintah, meliputi reviu terhadap pencapaian hasil, kegiatan, program, kebijakan, dan keselarasan tujuan dengan misi dan visi instansi, penganggaran, keuangan, pelaporan, dan ketaatan terhadap peraturan perundang- undangan. Reviu dilakukan pada tingkat pimpinan instansi pemerintah dan reviu pada tingkat kegiatan. Kebijakan/SOP terkait tolok ukur kinerja (Perkin/Tapkin), Renstra, Renja - Lapkin - Dokumen proses pelaksanaan reviu kinerja dari Pimpinan (misal kegiatan rapat koordinasi, rapat internal, rapat pimpinan, dsb) - Laporan triwulanan, semesteran Dilaksanakan dengan membandingkan kinerja dengan tolok ukur kinerja yang ditetapkan. Aktivitas
  • 25.
    3.2 PEMBINAAN SUMBERDAYA MANUSIA No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian ContohBuktiKebijakan ContohBuktiImplementasi a. Mengkomunikasikanvisi,misi,tujuan,nilai,dan strategiinstansikepadapegawai; b. Membuatstrategiperencanaandan pembinaansumberdayamanusiayang mendukungpencapaianvisidanmisi;dan c. Membuaturaianjabatan,prosedurrekrutmen, programpendidikandanpelatihanpegawai,sistem kompensasi,programkesejahteraandanfasilitas pegawai,ketentuandisiplinpegawai,sistem penilaiankinerja,sertarencanapengembangan karir. -Renstra,Renja -DokumenPerencanaanSDM -Dokumenperekrutanpegawai -PetaJabatan -InformasiJabatan -Dokumenpembinaan/Pelatian SDM -UrjabdanAnjab -SKP -SKTimPenilaiKinerjaPNS 3.2 Pembinaan SumberDaya Manusia Pembinaanterhadapsemuaorangyangtergabung dalamsuatuorganisasi,baikpimpinan,staf, atasan,bawahan,pegawaitetap,pegawaitidak tetap,danseterusnya,yangdenganperandan sumbangannyamasing-masingmemengaruhi tercapainyatujuanorganisasi SOPperencanaanSDM SOPpembinaandan pengembanganSDM Aktivitas
  • 26.
    3.3 KEGIATAN PENGENDALIANATAS PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi a. PengendalianUmum 1. pengamanansistem informasi; 2. Pengendalianatasakses; 3. Pengendalianataspengembangandan perubahanperangkat lunakaplikasi; 4. Pengendalianatasperangkat lunaksistem; 5. pemisahantugas; dan 6. kontinuitaspelayanan. b. PengendalianAplikasi 1. pengendalianotorisasi; 2. Pengendaliankelengkapan; 3. Pengendalianakurasi; dan 4. Pengendalianterhadapkeandalan pemrosesandan filedata. 3.3 Pengendalian atas Pengelolaan Sistem Informasi Kegiatanpengendalianataspengelolaansistem informasi meliputi pengendalianumum dan pengendalianaplikasi. Pengendalianumum terkait denganlingkunganpengelolaaninformasi, sedangkanpengendalianaplikasi memastikan bahwainput telahlengkap dandiperolehdari sumber yangvalid, sistem yangmemprosesinput dapat diandalkan, danoutput yangdihasilkandapat diuji kebenarannya - Kebijakan/SOP otorisasi - Kebijakanaset teknologi yang perludikeloladanrencana penyusunankebijakandanprosedur teknologi - Kebijakan/prosedur pemisahan fungsi dalam pengelolaansistem informasi - Pedomanrencanakontijensi -Penempatanserver/komputer dlm ruangberpendinginudara, -Pembatasanakseskeruang server/komputer, -SKuser ID beberapaaplikasi seperti SIMDA dsb. -Adanyabackupdata, Aktivitas
  • 27.
    3.4 PENGENDALIAN FISIKATAS ASET No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi a. Rencanaidentifikasi,kebijakan,dan prosedur pengamananfisik;dan b. Rencanapemulihansetelahbencana. Kegiatanpengendalianataspengamananfisikatas asetyangdimilikiolehinstansipemerintahagar asettersebutamandaririsikohilang,rusak,atau digunakanolehpihaklaintanpahak Pengendalian FisikatasAset 3.4 Pimpinan InstansiPemerintahwajibmenetapkan, mengimplementasikan,dan mengkomunikasikan kepadaseluruhpegawai: -Kebijakan/pedomanpengelolaan BMN/BMD -Kebijakan/Pedomantentang pengamananaset -Kebijakan/PedomanTataCara PelaksanaanPemindahtanganan, PemusnahandanPenghapusanBarang MilikDaerah -Kebijakan/pedomantentangrencana pemulihansetelahbencana(disaster recoveryplan) -DaftarBMN/BMDyangupdate -KIR,KIB -Beritaacararekonsiliasiaset -Pemberianlabel/tandabataspada seluruhBMN/BMD -PenyimpananBMD/BMNdanbukti pemilikanBMN/BMDyangaman Aktivitas
  • 28.
    3.5 PENETAPAN DANREVIU INDIKATOR DAN PENGUKURAN KINERJA No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Contoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi a. Menetapkanukurandanindikatorkinerja; b. Mereviudanmelakukanvalidasisecara periodikatasketetapandankeandalan ukurandanindikatorkinerja; c. Mengevaluasifaktorpenilaian pengukurankinerja;dan d. Membandingkansecaraterus-menerus datacapaiankinerjadengansasaranyang ditetapkandanselisihnyadianalisislebih lanjut. -DokumenIKU organisasi -TapkinUnitKerja -IndikatorKinerjaKegiatan -SKP -LKj,Lapkin,CapaianKinerja Individu -DokumenhasilevaluasiLKj Penetapanindikatordanukurankinerjaditetapkan untuktingkatinstansipemerintah,kegiatan,dan pegawai.Penetapanindikatordanukurankinerja untuktingkatinstansipemerintah,dimulaidengan kontrakmanajemen,yaitusatubentukkesepakatan sasarandantargetkinerjayanghendakdicapai. Kesepakataniniakanmenjadisuatubentuk pengawasanterhadapprosespencapaiantujuan instansipemerintah.Kesepakatankinerjadalam kontrakmanajemendibuatantarapimpinan/ pejabatdanpegawaidenganatasanlangsungnya dalam suatuinstansipemerintah. Penetapandan Reviuatas Indikatordan UkuranKinerja 3.5 Aktivitas
  • 29.
    3.6 PEMISAHAN FUNGSI No Sub Unsur NamaSub Unsur PengertianContoh BuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi 3.6 Pemisahan Fungsi Adanyaotorisasiataskejadian/ transaksi,khususnyayangterkait aset(uang/barang),proses pencatatantransaksidan penyimpananasetnyatidak dilakukanolehsatuorang,dengan tujuanmencegahterjadinya kesalahandankecurangan. Kebijakan/SOP yang mengaturtentangpemisahan fungsipegawai terkaitdengan otorisasi,persetujuan, pemrosesandanpencatatan, pembayaranataupemerimaan dana,reviudanaudit,serta fungsi-fungsipenyimpanan danpenangananaset. -Dokumenuraiantugasmasing-masingpersonil pelaksanakegiatandenganSKPengangkatan/surat perintahtugas(SPT). -SKKepalaDaerahterkaitpengangkatanPA,PPK SKPD,PP SPM,BendaharaPengeluaran,Bendahara PengeluaranPembantu,BendaharaPenerimaan,PPTK, PembantuPPTK),petugaspengelolabarangdanpetugas pengadministrasikepegawaian. -DalamSKKepalaDaerahtersebuttercantumuraian tugasdarimasing-masingpejabatsebagaiwujudadanya pemisahantanggungjawab. Pemberianjaminanolehpimpinan instansipemerintah bahwaseluruh aspekutamatransaksiataukejadian tidakdikendalikanoleh1(satu) orang. Aktivitas
  • 30.
    3.7 OTORISASI ATASTRANSAKSI DAN KEJADIAN YANG PENTING No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian ContohBuktiKebijakan ContohBuktiImplementasi 3.7 Otorisasiatas Transaksidan Kejadianyang Penting Otorisasiadalahpelaksanaankewenanganolehpejabat tertentudilingkunganpemerintahuntukmengizinkanatau tidakmengizinkansuatutindakandidalamlingkungan birokrasipemerintahyangberakibatpadaperubahan,baik yangsecarahukummengikatmaupunyangtidakmengikat instansipemerintahtersebut. Transaksidankejadianyangpentingdalaminstansi pemerintahterkaitdenganpengelolaankeungannegara adalahkejadianyangtimbuldalampenyelenggaraantugas danfungsiinstansipemerintahyangberdampakpada penerimaandanpengeluarannegara(APBN/APBD). PimpinanInstansiPemerintah wajibmenetapkandan mengkomunikasikansyaratdan ketentuanotorisasikepada seluruhpegawai. Kebijakan/SOP/pedomanyangmemuatproses otorisasidanpihakyangberwenang melaksanakanotorisasi,al: -PeraturanKepalaDaerahtentangsistemdan prosedurpengelolaankeuangan. -Perkadatentangjuknispengelolaankeuangan daerah. -SOPpelayananperijinandiDPMPTSP. -SOPpengelolaankeuangandanAPBDdi BPKAD. -SOPpengelolaankepegawaiandiBKD. -DokumenSPJ. -DokumenSPP. -DokumenSPM. -Persetujuandokumenterkaitperijinandi DPM PTSP Aktivitas
  • 31.
    3.8 PENCATATAN YANGAKURAT DAN TEPAT WAKTU ATAS TRANSAKSI DAN KEJADIAN No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian ContohBuktiKebijakan ContohBuktiImplementasi 3.8 Pencatatanyang Akuratdan TepatWaktu atasTransaksi danKejadian Pencatatan yangakuratadalahapabilatransaksitelah diklasifikasikandenganlayakdandikelompokkandengan benar.Pengklasifikasiansecaralayakdanpencatatantelah dilaksanakanataskeseluruhansiklustransaksi/kejadianyang meliputiotorisasi,inisiasi,pemrosesan,danpengklasifikasian dalamcatatanringkas. Pencatatanyangtepatwaktuadalahapabilatransaksi/ kejadiansegeradicatatsehinggatetapterjagarelevansinilai- nilaisertakegunaannyabagimanajemendalam mengandalikanoperasidanmengambilkeputusan. Pedomanakuntansidanpelaporan, pedomanpengelolaanaset/BMD, pengelolaankas/keuangan,SOP kegiatanutama,dll. -BKU -DaftarBMD -KIB -LRA -Penggunaansimdakeuangan,simdaBMD, simdapendapatan,siskeudes. -LaporankeuanganopiniWTP. -Registerdanpelaporanyangdilakukan untukmendukungkegiatanutama Pelaksanaanfungsipenatausahaan keuangandanaset Aktivitas
  • 32.
    3.9 PEMBATASAN AKSES ATASSUMBER DAYA DAN PENCATATANNYA No Sub Unsur Nama Sub Unsur Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi Pembatasan Akses atas Sumber Daya dan Pencatatannya 3.9 Pimpinan Instansi Pemerintah wajib memberikan akses hanya kepada pegawai yang berwenang dan melakukan reviu atas pembatasan tersebut secara berkala. Akses adalah cara atau peluang untuk mendekati sesuatu atau memasuki tempat tertentu. Pembatasan akses adalah mambatasi agar hanya pihak tertentu yang dapat menggunakan/ memperoleh sesuatu, atau memasuki sesuatu tempat. Pembatasan akses atas sumber daya adalah pembatasan atas kesempatan, hak untuk menggunakan, atau memperoleh sesuatu yang berguna, atau bernilai. Pembatasan akses tidak hanya dilakukan pada sumber daya saja, tetapi pembatasan akses juga dilakukan atas pencatatan sumber daya. Kebijakan pembatasan akses yang antara lain tercermin dari - Sisdur akuntansi - SOP terkait tupoksi utama OPD - Perkada tentang keamanan dan akses arsip dinamis - SK Kepala Daerah tentang penetapan pengguna barang (kendaraan, alat elektronik, dsb) - SK Kepala OPD tentang pemegang user id - Aplikasi berbasis komputer dilindungi dengan password yang hanya bisa diakses oleh orang-orang yang ditunjuk/ditetapkan. - Admin SIMDA Keuangan dan SIMDA Aset ditetapkan dengan keputusan Kepala BPPKAD dan setiap pimpinan OPD telah menunjuk personil pemegang identitas pengguna (user ID ) dan kata sandi (password ) aplikasi SIMDA Keuangan dan aplikasi SIMDA Aset, ditetapkan dengan keputusan pimpinan OPD. - Pencatatan keuangan hanya bisa diakses oleh pegawai tertentu - Pembatasan akses ke brangkas, gudang, dan tempat-tempat tertentu Aktivitas
  • 33.
    3.10 AKUNTABILITAS TERHADAPSUMBER DAYA DAN PENCATATANNYA No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian ContohBuktiKebijakan ContohBuktiImplementasi 3.10 Akuntabilitas terhadapsumber dayadan pencatatannya Perwujudanpertanggungjawaban seseorangatauunitorganisasidalam mengelolasumberdayayangdiberikan/ dikuasakankepadanyadalamrangka pencapaiantujuan. -SKpengelola/pengurusbarang, SK pengelolakeuangan,SKpengelola kepegawaian,SKpengelolaperijinan,SK pengelolapendapatan,dllygrelevan. -Kebijakanterkaitpenyimpanan, Kebijakanterkaitpenyusunanlaporan pertanggunggjawabandll Laporanpenerimaanataumutasi barang,laporankeuangan, laporaninvetarisasiaset,laporan pengadaandanpenggunaan sumberdaya PimpinanInstansiPemerintahwajib menugaskanpegawaiyang bertanggungjawabterhadap penyimpanansumberdayadan pencatatannyasertamelakukanreviu ataspenugasantersebutsecara berkala. Aktivitas
  • 34.
    3.11 DOKUMENTASI ATASSISTEM PENGENDALIAN INTERN No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi 3.11 Dokumentasi atasSPIserta transaksi dan kejadianpenting Instansi pemerintahwajibmemiliki, mengelola, memelihara, dansecara berkalamemutakhirkandokumentasi yangmencakupseluruhSPIserta transaksi dankejadianpenting. Pendokumentasianyangbaiktersebut dilakukanagar kegiatandapat dikendalikandandievaluasi. Dokumentasi atastransaksi dankejadian pentingdilaksanakansecaralengkapdan akurat untukmemfasilitasi penelusuran transaksi, kejadian, daninformasi terkait, sejaktahapotorisasi, inisiasi, pemrosesan, sampai dengan penyelesaian. - Kebijakan/SOP Pengarsian Dokumen - Kebijakan/SOP terkait pelaksanaanTupoksi OPD, yang memuat pendokumentasianbukti- bukti pelaksanaantupoksi PenatausahaanKeuangan: - Laporankeuanganyangdisusunsesuai kebijakanakuntansi yang ditetapkanpimpinaninstansi. Dilengkapi bukti-bukti yangterdokumentasi denganbaikuntuk memudahkanpemeriksaan. PengelolaanSistem Informasi: - DokumenPemeliharaan/Perbaikan/ Update Sistem Informasi PenilaianRisiko: - DokumenRegister Risiko& RTP Pelaksanaantupoksi - Dokumentasi perijinandi DPMPTSP - Dokumentasi rekam medisdi RS - DOkumentasi administrasi kependudukandi DinasDukcapil PimpinanInstansi Pemerintahwajibmemiliki, mengelola, memelihara, dansecaraberkala memutakhirkan dokumentasi yang mencakupseluruhSistem PengendalianInternserta transaksi dankejadian penting. Aktivitas
  • 35.
    INFORMASI DAN KOMUNIKASI 4 Pimpinan Instansi Pemerintahwajib mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan informasi dalam bentuk dan waktu yang tepat.
  • 36.
    4.1 INFORMASI No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian ContohBuktiKebijakan Contoh BuktiImplementasi 4.1 Informasi Informasidarisumberinternaldaneksternal diidentifikasi,diperoleh,dan didistribusikankepada pihakyangberhakdenganrincianyangmemadai, bentuk,danwaktuyangtepat,sehingga memungkinkanmerekadapatmelaksanakantugas dantanggungjawabnyasecaraefektifdanefisien. PeraturanMenteri/Kepala Badan/Perkadayangmengatur: -Strukturpengelolainformasi -Jenisinformasiinternaldan eksternal -Kebutuhaninformasiuntuksetiap tingkatanmanajemen -Mekanismeperolehaninformasi -Pelaporanpelaksanaantugasolehpengelola informasi -KUAPPAS danRenstra(padabagianyang memuattentanginformasieksternaldariBPS dan informasikinerjainternal) -Penggunaansisteminformasiuntukpengolahan datadanasisteminformasi(misalSIMDA,SIMA), yangdapatdiaksesolehberbagaitingkatanpimpinan Menyediakandanmemanfaatkan berbagaibentukdansarana komunikasi;dan Aktivitas
  • 37.
    4.1 KOMUNIKASI YANGEFEKTIF No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian ContohBuktiKebijakan ContohBuktiImplementasi 4.2 Komunikasiyang Efektif Pimpinaninstansipemerintahharusmemastikan terjalinnyakomunikasiinternaldaneksternalyang efektifterutamayangmemberikandampaksignifikan terhadapprogram,proyek,operasidankegiatan lainnyatermasukpenganggarandanpendanaannya. Agarterjadikomunikasiyangefektifinstansi pemerintahharusmenyediakandanmemanfaatkan berbagaibentukdansaranakomunikasi,serta mengelola,mengembangkan,danmemperbarui sisteminformasisecaraterusmenerus. -Dokumenkebijakan/prosedur terkaitpenyelenggaraanproses komunikasiinternaldaneksternal misalapelrutin,rapat-rapatinternal, rapatkoordinasi,forumgelar pengawasandaerah,dsb -Rapatrutininternal -RapatrutinantarpimpinanOPDdgnKaDaerah. -ForumGelarPengawasan -ForumTLTemuanAudit -TersediaLKjIPOPD,DokumenPenilaianRisiko OPD Mengelola,mengembangkan,dan memperbarui sisteminformasisecaraterus menerus. Aktivitas
  • 38.
    PEMANTAUAN SPI 5 Adalah prosespenilaian atas mutu kinerja sistem pengendalian intern dan proses yang memberikan keyakinan, bahwa temuan audit dan evaluasi lainnya segera ditindaklanjuti. Pemantauan pengendalian intern menilai kualitas kinerja pengendalian intern instansi pemerintah secara terus-menerus sebagai bagian dari proses pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Evaluasi terpisah terhadap pengendalian intern dilakukan secara berkala dan kelemahan yang ditemukan diteliti lebih lanjut. Perlu ada prosedur untuk memastikan bahwa seluruh temuan audit dan reviu lainnya segera dievaluasi, ditentukan tanggapan yang tepat, dan dilaksanakan Tindakan perbaikannya.
  • 39.
    5.1 PEMANTAUAN BERKALANJUTAN No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi 5.1 Pemantauan Berkelanjutan Pengecekan atas mutu kinerja SPI yang dilakukan oleh pihak di dalam manajemen secara terus menerus dan menyatu dalam kegiatan instansi pemerintah. Dokumen mekanisme pemantauan rutin, misal - Kebijakan akuntansi yang menekankan rekonsiliasi - SOP yang mewajibkan adanya pemantauan berkelanjutan melalui routing slip - SOP Penerbitan Izin yang mewajibkan adanya check list - SOP pemantauan tindak lanjut oleh manajemen untuk memastikan berfungsinya pengendalian intern - Berita acara rekonsiliasi - Routing slip - Checklist penerbitan ijin - Pemantauan tindak lanjut oleh pimpinan pengelolaan rutin, supervisi, pembandingan, rekonsiliasi, dan tindakan lain yang terkait dalam pelaksanaan tugas. Aktivitas
  • 40.
    5.2 EVALUASI TERPISAH No Sub Unsur NamaSub Unsur Pengertian Contoh Bukti Kebijakan Contoh Bukti Implementasi a. Diselenggarakan melalui penilaian sendiri, reviu, dan pengujian efektivitas Sistem Pengendalian Intern. b. Evaluasi terpisah dapat dilakukan oleh aparat pengawasan intern pemerintah atau pihak eksternal pemerintah. -Kebijakan/SOP terkait evaluasi terpisah, misal Audit charter yang menyatakan tentang tupoksi evaluasi SPIbagi APIP, Pedoman pengawasan yang mengharuskan reviu atas pengendalian intern -Kebijakan/SOP Tindak Lanjut Temuan - ST dan Laporan pengawasan oleh APIP, terutama bagian pengujian SPIdan saran perbaikan SPI - Tindak lanjut atas pengawasan oleh APIP 5.2 Evaluasi Terpisah Kegiatan membandingkan kinerja SPIdengan standar yang seharusnya, dilakukan oleh pelaku evaluasi yang berbeda dari pelaksana kegiatan. Evaluasi terpisah dapat dilakukan oleh instansi pemerintah itu sendiri, APIP atau pihak eksternal yang independen. Aktivitas
  • 42.