SISTIM ALIRAN AIR TANAH
SPECIFIC YIELD & SPECIFIC RETENTION
• Dalam keadaan jenuh, seluruh lubang dan ruang
yang ada pada tanah/batuan terisi air.
• Di alam, tidak seluruh volume air yang
terkandung di dalam akuifer tsb dapat memasok
air kepada sumur atau mata-air.
• Tidak seluruh air yang menempati bukaan
di dalam batuan dapat dikeluarkan.
• Meskipun dipompa terus-menerus, sebagian air
akan tetap tinggal di dalam pori-pori batuan.
•
SPECIFIC YIELD
• Volume air yang dapat dilepaskan dari pori-pori
tanah/batuan hanya oleh pengaruh gravitasi
disebut specific yield (Sy) atau kapasitas jenis.
SPECIFIC RETENTION
• Volume air yang tetap tertinggal di dalam pori-
pori batuan disebut specific retention (Sr) atau
simpanan jenis.
• Dalam hal ini air tsb tertinggal sebagai film pada
permukaan pori-pori atau rongga-rongga
batuan.
Hubungan antara Porositas, Sy, dan Sr
n = Sy + Sr
Sy = Vd/Vt
Sr = Vr/Vt
n = porositas
Sy = specific yield
Sr = specific retention
Vd = volume air yang keluar ketika pengeringan
Vr = volume air yang tertinggal ketika pengeringan
Vt = volume sampel batuan
Specific Yield berbagai batuan
No. Material Sy ( % )
1 lempung 1 - 10
2 pasir 10 - 30
3 kerikil 15 - 30
4 pasir dan kerikil 15 - 25
5 batupasir 5 - 15
6 serpih 0,5 - 5
7 batugamping 0,5 - 5
Hydraulic conductivity = Konduktivitas
hidrolika
• Sebutan lain: field coefficient of
permeability = koefisien kelulusan =
koefisien permeabilitas
• Merupakan ukuran kuantitatif untuk
menyatakan kemampuan tanah/batuan
dalam meluluskan air tanah
KETERUSAN (TRANSMISSIVITY)
• Keterusan (transmissivity = T) adalah
kemampuan suatu akuifer dalam
meluluskan air.
• Harga T diperoleh dengan menggunakan
rumus :
T = K.b.
b = ketebalan akuifer
K = konduktifitas hidrolika
Transmissivity
Hydraulic Head
Dalam kondisi terdapat kenaikan
permukaan air tanah karena adanya
gaya kapiler:
Hydraulic head & capilary
force
Total head in an aquifer
• Ini adalah tekanan air tanah yang ditahan di
dalam tanah atau batu, di celah antara partikel
(pori-pori)
• Itu di bawah garis freatik, dan diukur dalam
pisometer
• Distribusi tekanan air pori vertikal di akuifer
secara umum dapat diasumsikan mendekati
hidrostatik
Pore water pressure (tekanan air pori)
Capilary (kapilaritas)
• Di zona tak jenuh tekanan pori ditentukan
oleh kapilaritas
• Tekanan air pori dalam kondisi tak jenuh
(zona vadose) diukur dengan tensiometer
PETA KESAMAAN MUKA AIR TANAH
Arah aliran tegak lurus terhadap garis
kesamaan muka air tanah
Three point problems
untuk mengetahui arah aliran airtanah
Latihan
Dalam suatu percobaan di laboratorium diketahui
berat sampel kering = 1000 g
Berat sampel dalam keadaan jenuh air = 1081,3 g. Berat air
yang dapat dipisahkan dari sampel tanpa pemanasan = 70 g.
- Berapakah porositas sampel (%)
- Berapakah specific yield (Sy)
- Berapakah specific retention (Sr)
Catatan :
berat satuan (  ) sampel = 2,7
g/cm3 berat satuan (  ) air =
1 g/cm3
Latihan
• Sumur 1 dg total head = 100,40 m, Sumur
2 dg total head = 100,52 m, dan Sumur 3
dg total head = 100,14 m
• Jarak Sumur 1 – Sumur 2 = 330 m, jarak
Sumur 2 – Sumur 3 = 430 m, jarak Sumur
3
– Sumur 1 = 300 m
• Tentukan arah aliran di daerah tersebut, dan
tentukan gradien hidrolikanya.
• Mengikuti hukum kekekalan massa/ energi
• Dipengaruhi gaya gravitasi
• Mengalir dengan kecepatan laminer dan lambat
• Alirannya mengikuti kontur energi (head) dari tinggi ke
yang lebih rendah
• Kecepatan aliran airtanah ditentukan oleh kelulusan
media geologi tempat air berada (Konduktivitas
hidraulik)
ALIRAN AIR TANAH
PERCOBAAN DARCY
(1856)
Hukum Darcy (1856)
Hukum
anggapan
Darcy ini dengan
bahwa
aliran air di
menggunakan
dalamtanah
mengikuti prinsip-prinsip dasar hidraulika sifat
laminer
Berdasarkan persamaan Darcy, kecepatan aliran air
tanah :
V = - K dh/dl
V : kecepatan aliran air tanah K
: permeabilitas tanah/batuan
dh/dl : hydraulic gradient
Persyaratan agar
Persamaan Darcy berlaku:
• Air tanah harus terdapat di dalam
media berpori
• Media berpori tersebut diasumsikan
bersifat homogen, isotropik
Homogen: perilaku fisik akifer sama di semua tempat
Isotropik : perilaku fisik akifer sama ke segala arah
Dimanakah persamaan Darcy
tidak valid diterapkan:
• Pada akifer dengan tipe aliran
melalui saluran (karst)
• Pada akifer dengan tipe aliran melalui
antar celah yang tidak rapat
dl
Q  K
dh
A  KiA
Q
K
: debit aliran
: permeabilitas (kemapuan suatu media
(tanah/batuan) untuk meloloskan cairan)
dh/dl : gradien hidraulik/landaian hidraulik
A : Luas penampang aliran
DEBIT ALIRAN AIR TANAH
PERMEABILITAS TANAH/BATUAN
Satuan Geologi Permeabilitas (m/d)
Pasir halus
Pasir kasar
1 - 5
20 - 100
Kerikil 100 - 1000
Batu lanau 5 x10-8
- 5 x 10-6
Batu pasir 1 x 10-3
– 1
Basalt (batu dari
endapan magma)
0.0003 – 3
Steady Flow in an Unconfined Aquifer
(Aliran Stabil dalam Akuifer Tidak Terkekang)
h
hA
hB
Water Table
Flow
Ground Surface
Bedrock L
x
Q  (K
dh
dx
)h   K dh2
2 dx
 
2 
L
K h2
 h2
 
 B A

Steady Flow in an Unconfined Aquifer
• K = 10-1 cm/sec
• hA = 6.5 m
• hB = 4 m
• x = 150 m
• Find Q h
Flow
hA
hB
Water Table
Ground Surface
Bedrock L
x
B
2 
L
Q  

K h2

h2 
A   
 2 150



86.4 m / d 6.52
 42
 

3
  7.56 m / d /
m
Horizontal Flow in Confined Aquifer
(Aliran Horizontal di Akuifer Terkekang)
• Pertimbangkan aliran tunak dari kiri ke kanan dalam
akuifer terbatas
• Tentukan nilai head (tekanan) akuifer, h(x)
h(x)  hA 
hB  hA
L
x
Ground surface
Bedrock
Confined aquifer
Qx
K
x
z
y
hB
Confining Layer
b
hA
L
Head in the aquifer h(x)
Contoh – Aliran Horizontal
• L = 1000 m, hA = 100 m, hB = 80 m, K = 20 m/d,  = 0.35
• Cari: head, debit spesifik, dan kecepatan rata-rata
h(x)  hA 
hB  hA x  100  0.02x m q  K
hB  hA
L
L  (20 m / d)
80 100
1000
 0.4 m /
day
v  q

 1.14 m /
day
Ground surface
Bedrock
Confined aquifer
Qx
K
x
z
y
hB
Confining Layer
b
hA
L
Penentuan penurunan muka air tanah (M.A.T) pada akuifer tak
tertekan untuk aliran laminer (steady flow) pada saat dilakukan
pemompaan
Penentuan penurunan tinggi kenaikan air (T.K.A) pada akuifer
tertekan untuk aliran laminer (steady flow)
Sw : penurunan T.K.A di sumur
rw adalah Jari-jari
sumur hw : penurunan
M.A.T
R : jari-jari pengaruh
k : hydraulic condoctivity / permeabilitas tanah/batuan
Tugas :
Kelompok I :
Ada pom bensin yang diperkirakan mencemari sumur penduduk. Di
kedalaman 10 m dijumpai dasar dari akuifer dengan ketebalan 2 m.
Akuifer tersebut mempunyai permeabilitas 10-4 cm/detik. Pada jarak 100
m dijumpai sumur penduduk dengan kedalaman akuifer yang
sama dengan di pom bensin.Lokasi sumur penduduk
lebih rendah 5 m dibanding ketinggian lokasi pom bensin. Bila terjadi
pencemaran zat yang larut air dari pom bensin maka
pencemaran tersebut akan sampai di sumur penduduk dalam waktu
berapa jam ?
Kelompok II
Ada dua sumur penduduk dengan posisi ketinggian sama menyadap
akuifer yang sama. M.A.T di sumur satu – 5 m dan M.A.T di sumur dua –
7 m, permeabilitas akuifernya 5.10-4 cm/det. Bila tidak dilakukan
pemompaan dari kedua sumur tersebut, maka berapa debit jenis dari air
yang mengalir ke sumur satu dari sumur yang lain bila jarak antara
kedua sumur tersebut 100 m ?
Kelompok III :
Dari suatu akuifer tidak tertekan dipompa dengan debit 2 l/det
dipantau oleh 2 sumur yang masing-masing berjarak 5 m dan 10 m
dari sumur yang dipompa. Pada sumur pantau yang terdekat terjadi
penurunan
M.A.T sebesar 3 m sedangkan permeabilitas akuifernya sebesar 3.10-3
cm/det maka M.A.T dari sumur pantau yang kedua turun berapa
meter
?
Kelompok IV :
Dari suatu akuifer tertekan diketahui tebal akuifernya sebesar 4 m
dan mempunyai permeabilitas 2.10-4 cm/det telah dilakukan
pemompaan sebesar 3 l/det. Data sumur mempunyai garis tengah
14 cm serta jari-jari pengaruh pemompaan sejauh 20 m dari pusat
sumur. Berapa meter penurunan T.K.A pada sumur yang dipompa ?
SISTEM ALIRAN AIR TANAH-convertedds.pptx

SISTEM ALIRAN AIR TANAH-convertedds.pptx

  • 1.
  • 2.
    SPECIFIC YIELD &SPECIFIC RETENTION • Dalam keadaan jenuh, seluruh lubang dan ruang yang ada pada tanah/batuan terisi air. • Di alam, tidak seluruh volume air yang terkandung di dalam akuifer tsb dapat memasok air kepada sumur atau mata-air. • Tidak seluruh air yang menempati bukaan di dalam batuan dapat dikeluarkan. • Meskipun dipompa terus-menerus, sebagian air akan tetap tinggal di dalam pori-pori batuan. •
  • 3.
    SPECIFIC YIELD • Volumeair yang dapat dilepaskan dari pori-pori tanah/batuan hanya oleh pengaruh gravitasi disebut specific yield (Sy) atau kapasitas jenis.
  • 4.
    SPECIFIC RETENTION • Volumeair yang tetap tertinggal di dalam pori- pori batuan disebut specific retention (Sr) atau simpanan jenis. • Dalam hal ini air tsb tertinggal sebagai film pada permukaan pori-pori atau rongga-rongga batuan.
  • 5.
    Hubungan antara Porositas,Sy, dan Sr n = Sy + Sr Sy = Vd/Vt Sr = Vr/Vt n = porositas Sy = specific yield Sr = specific retention Vd = volume air yang keluar ketika pengeringan Vr = volume air yang tertinggal ketika pengeringan Vt = volume sampel batuan
  • 6.
    Specific Yield berbagaibatuan No. Material Sy ( % ) 1 lempung 1 - 10 2 pasir 10 - 30 3 kerikil 15 - 30 4 pasir dan kerikil 15 - 25 5 batupasir 5 - 15 6 serpih 0,5 - 5 7 batugamping 0,5 - 5
  • 7.
    Hydraulic conductivity =Konduktivitas hidrolika • Sebutan lain: field coefficient of permeability = koefisien kelulusan = koefisien permeabilitas • Merupakan ukuran kuantitatif untuk menyatakan kemampuan tanah/batuan dalam meluluskan air tanah
  • 8.
    KETERUSAN (TRANSMISSIVITY) • Keterusan(transmissivity = T) adalah kemampuan suatu akuifer dalam meluluskan air. • Harga T diperoleh dengan menggunakan rumus : T = K.b. b = ketebalan akuifer K = konduktifitas hidrolika
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    Dalam kondisi terdapatkenaikan permukaan air tanah karena adanya gaya kapiler:
  • 12.
    Hydraulic head &capilary force
  • 13.
    Total head inan aquifer
  • 14.
    • Ini adalahtekanan air tanah yang ditahan di dalam tanah atau batu, di celah antara partikel (pori-pori) • Itu di bawah garis freatik, dan diukur dalam pisometer • Distribusi tekanan air pori vertikal di akuifer secara umum dapat diasumsikan mendekati hidrostatik
  • 15.
    Pore water pressure(tekanan air pori)
  • 16.
    Capilary (kapilaritas) • Dizona tak jenuh tekanan pori ditentukan oleh kapilaritas • Tekanan air pori dalam kondisi tak jenuh (zona vadose) diukur dengan tensiometer
  • 18.
    PETA KESAMAAN MUKAAIR TANAH Arah aliran tegak lurus terhadap garis kesamaan muka air tanah
  • 19.
    Three point problems untukmengetahui arah aliran airtanah
  • 20.
    Latihan Dalam suatu percobaandi laboratorium diketahui berat sampel kering = 1000 g Berat sampel dalam keadaan jenuh air = 1081,3 g. Berat air yang dapat dipisahkan dari sampel tanpa pemanasan = 70 g. - Berapakah porositas sampel (%) - Berapakah specific yield (Sy) - Berapakah specific retention (Sr) Catatan : berat satuan (  ) sampel = 2,7 g/cm3 berat satuan (  ) air = 1 g/cm3
  • 21.
    Latihan • Sumur 1dg total head = 100,40 m, Sumur 2 dg total head = 100,52 m, dan Sumur 3 dg total head = 100,14 m • Jarak Sumur 1 – Sumur 2 = 330 m, jarak Sumur 2 – Sumur 3 = 430 m, jarak Sumur 3 – Sumur 1 = 300 m • Tentukan arah aliran di daerah tersebut, dan tentukan gradien hidrolikanya.
  • 22.
    • Mengikuti hukumkekekalan massa/ energi • Dipengaruhi gaya gravitasi • Mengalir dengan kecepatan laminer dan lambat • Alirannya mengikuti kontur energi (head) dari tinggi ke yang lebih rendah • Kecepatan aliran airtanah ditentukan oleh kelulusan media geologi tempat air berada (Konduktivitas hidraulik) ALIRAN AIR TANAH
  • 23.
  • 24.
    Hukum Darcy (1856) Hukum anggapan Darcyini dengan bahwa aliran air di menggunakan dalamtanah mengikuti prinsip-prinsip dasar hidraulika sifat laminer Berdasarkan persamaan Darcy, kecepatan aliran air tanah : V = - K dh/dl V : kecepatan aliran air tanah K : permeabilitas tanah/batuan dh/dl : hydraulic gradient
  • 25.
    Persyaratan agar Persamaan Darcyberlaku: • Air tanah harus terdapat di dalam media berpori • Media berpori tersebut diasumsikan bersifat homogen, isotropik Homogen: perilaku fisik akifer sama di semua tempat Isotropik : perilaku fisik akifer sama ke segala arah
  • 26.
    Dimanakah persamaan Darcy tidakvalid diterapkan: • Pada akifer dengan tipe aliran melalui saluran (karst) • Pada akifer dengan tipe aliran melalui antar celah yang tidak rapat
  • 27.
    dl Q  K dh A KiA Q K : debit aliran : permeabilitas (kemapuan suatu media (tanah/batuan) untuk meloloskan cairan) dh/dl : gradien hidraulik/landaian hidraulik A : Luas penampang aliran DEBIT ALIRAN AIR TANAH
  • 28.
  • 29.
    Satuan Geologi Permeabilitas(m/d) Pasir halus Pasir kasar 1 - 5 20 - 100 Kerikil 100 - 1000 Batu lanau 5 x10-8 - 5 x 10-6 Batu pasir 1 x 10-3 – 1 Basalt (batu dari endapan magma) 0.0003 – 3
  • 30.
    Steady Flow inan Unconfined Aquifer (Aliran Stabil dalam Akuifer Tidak Terkekang) h hA hB Water Table Flow Ground Surface Bedrock L x Q  (K dh dx )h   K dh2 2 dx   2  L K h2  h2    B A 
  • 31.
    Steady Flow inan Unconfined Aquifer • K = 10-1 cm/sec • hA = 6.5 m • hB = 4 m • x = 150 m • Find Q h Flow hA hB Water Table Ground Surface Bedrock L x B 2  L Q    K h2  h2  A     2 150    86.4 m / d 6.52  42    3   7.56 m / d / m
  • 32.
    Horizontal Flow inConfined Aquifer (Aliran Horizontal di Akuifer Terkekang) • Pertimbangkan aliran tunak dari kiri ke kanan dalam akuifer terbatas • Tentukan nilai head (tekanan) akuifer, h(x) h(x)  hA  hB  hA L x Ground surface Bedrock Confined aquifer Qx K x z y hB Confining Layer b hA L Head in the aquifer h(x)
  • 33.
    Contoh – AliranHorizontal • L = 1000 m, hA = 100 m, hB = 80 m, K = 20 m/d,  = 0.35 • Cari: head, debit spesifik, dan kecepatan rata-rata h(x)  hA  hB  hA x  100  0.02x m q  K hB  hA L L  (20 m / d) 80 100 1000  0.4 m / day v  q   1.14 m / day Ground surface Bedrock Confined aquifer Qx K x z y hB Confining Layer b hA L
  • 34.
    Penentuan penurunan mukaair tanah (M.A.T) pada akuifer tak tertekan untuk aliran laminer (steady flow) pada saat dilakukan pemompaan
  • 35.
    Penentuan penurunan tinggikenaikan air (T.K.A) pada akuifer tertekan untuk aliran laminer (steady flow) Sw : penurunan T.K.A di sumur rw adalah Jari-jari sumur hw : penurunan M.A.T R : jari-jari pengaruh k : hydraulic condoctivity / permeabilitas tanah/batuan
  • 37.
    Tugas : Kelompok I: Ada pom bensin yang diperkirakan mencemari sumur penduduk. Di kedalaman 10 m dijumpai dasar dari akuifer dengan ketebalan 2 m. Akuifer tersebut mempunyai permeabilitas 10-4 cm/detik. Pada jarak 100 m dijumpai sumur penduduk dengan kedalaman akuifer yang sama dengan di pom bensin.Lokasi sumur penduduk lebih rendah 5 m dibanding ketinggian lokasi pom bensin. Bila terjadi pencemaran zat yang larut air dari pom bensin maka pencemaran tersebut akan sampai di sumur penduduk dalam waktu berapa jam ? Kelompok II Ada dua sumur penduduk dengan posisi ketinggian sama menyadap akuifer yang sama. M.A.T di sumur satu – 5 m dan M.A.T di sumur dua – 7 m, permeabilitas akuifernya 5.10-4 cm/det. Bila tidak dilakukan pemompaan dari kedua sumur tersebut, maka berapa debit jenis dari air yang mengalir ke sumur satu dari sumur yang lain bila jarak antara kedua sumur tersebut 100 m ?
  • 38.
    Kelompok III : Darisuatu akuifer tidak tertekan dipompa dengan debit 2 l/det dipantau oleh 2 sumur yang masing-masing berjarak 5 m dan 10 m dari sumur yang dipompa. Pada sumur pantau yang terdekat terjadi penurunan M.A.T sebesar 3 m sedangkan permeabilitas akuifernya sebesar 3.10-3 cm/det maka M.A.T dari sumur pantau yang kedua turun berapa meter ? Kelompok IV : Dari suatu akuifer tertekan diketahui tebal akuifernya sebesar 4 m dan mempunyai permeabilitas 2.10-4 cm/det telah dilakukan pemompaan sebesar 3 l/det. Data sumur mempunyai garis tengah 14 cm serta jari-jari pengaruh pemompaan sejauh 20 m dari pusat sumur. Berapa meter penurunan T.K.A pada sumur yang dipompa ?