Penelitian ini membandingkan sistem pertanian organik dan non organik pada benih padi kultivar Rojolele, dengan fokus pada aspek fisiologis di lokasi on-farm dan off-farm. Hasil menunjukkan bahwa padi organik memiliki kadar air lebih tinggi dan lebih hijau, serta menghasilkan biji bernas lebih banyak dibandingkan padi non organik. Secara keseluruhan, pertanian organik lebih menguntungkan dan ramah lingkungan, meskipun terdapat beberapa kelemahan dalam penelitian yang perlu diperhatikan.