EMULSI
PENGERTIAN
• Emulsi adalah suatu system heterogen
yang tidak stabil secara termodinamika,
yang terdiri dari paling sedikit dua fase
cairan yang tidak bercampur, dimana salah
satunya terdispersi dalam cairan lainnya
dalam bentuk tetesan–tetesan kecil, yang
berukuran 0,1-100 mm, yang distabilkan
dengan emulgator/surfaktan yang cocok.
Keuntungan Sediaan Emulsi
• Obat dapat dibuat lebih enak
• Lebih mudah diabsorbsi
• Emulsi memiliki derajat elegansi tertentu dan mudah dicuci bila diinginkan
• Formulator dapat mengontrol penampilan, viskositas, dan kekerasan dari
emulsi
• Dapat diperpanjang dan efek emolien yang lebih besa
• Dapat mengantarkan obat dengan kelarutan dalam air yang rendah
• Emulsi farmasi dapat digunakan untuk mengelola obat untuk pasien yang
mengalami kesulitan menelan bentuk sediaan obat padat
• Emulsi digunakan untuk total nutrisi parenteral.
Kerugian Emulsi
• Emulsi farmasi secara termodinamik
tidak stabil dan karena itu harus
diformulasikan untuk menstabilkan
emulsi dari pemisahan dua fase. Ini tidak
berarti mudah.
• Emulsi farmasi mungkin sulit untuk
diproduksi
KOMPOSISI EMULSI
• Emulsi yang stabil harus terdiri dari 3 komponen yaitu fase
terdispersi atau fase internal, fase kontinyu atau fase eksternal
dan bahan pengemulsi
TIPE-TIPE EMULSI DAN UKURAN
TETESAN EMULSI
• M/A (minyak/air) : Suatu emulsi dimana minyak terdispersi sebagai
tetesan-tetesan dalam fase air dan diistilahkan emulsi minyak dalam air.
• A/M (air/minyak) : Jika air adalah fase terdispersi dan minyak adalah
medium pendispersi, maka emulsi disebut emulsi air dalam minyak.
• Emulsi ganda telah dikembangkan berdasarkan penundaan pelepasan
bahan aktif. Dalam tipe emulsi ini memiliki 3 fase yang disebut bentuk
emulsi A/M/A atau M/A/M atau disebut “emulsi dalam emulsi”.
CARA MEMPREDIKSI TIPE EMULSI
• Jika ampifil adalah larutan air yang esensial (misalnya sabun kalium/polioksietilen alkil dengan
unit etilenoksida biasanya membantu pembentukan emulsi M/A, jika surfaktan terutama larut
dalam bagian lemak (sabun kalium, polioksietilen alkil dengan unit etilenoksida’-5) dapat
membantu pembentukan emulsi A/M jika kondisi lain diberikan
• Bagian polar dari emulgator biasanya adalah barier yang lebih baik koalesens daripada bagian
hidrokarbonnya. Di lain pihak emulsi A/M (bariernya adalah hidrokarbon alam) terbatas dalam
bagian ini dan berubah dengan mudah jika jumlah air yang ada sama.
• Bahkan jika airnya 20-30%, emulsi A/M akan tetap terbentuk jika air ditambahkan pada
minyak pada pencampuran. Penambahan kedua fase bersama-sama diikuti dengan
pencampuran menunjukkan emulsi M/A pada seluruh konsentrasi air diatas 10%.
• Terakhir, tipe emulsi yang terbentuk dipengaruhi oleh viskositas masing-masing fase,
peningkatan viskositas dari fase membentuk fase luar
CARA MENENTUKAN TIPE EMULSI
• Uji Pengenceran
• Uji Konduktivitas
• Uji Kelarutan Warna
• Tes Pengenceran tetesan
• Uji kelarutan cat
• Uji arah creaming
• Uji hantaran listrik
• Tes fluoresensi
PEMBENTUKAN DAN PEMECAHAN TETESAN FASE TERDISPERSI
• Proses dispersi untuk membentuk
tetesan-tetesan
• Penggabungan tetesan-tetesan
• Koalesensi adalah proses tersendiri
dari flokulasi (agregasi) yang umumnya
mengawali flokulasi
TEORI EMULSIFIKASI
• jika dua tetesan saling kontak satu sama lain, mereka berkoalesen
membentuk satu tetesan yang lebih besar dimana hasilnya terjadi
penurunan total permukaan ditunjukkan oleh massa cairan yang ada
• Kekuatan koalesen untuk keadaan ini dapat diukur dan dikenal sebagai
tegangan permukaan dari cairan jika kontak dengan udara atau dengan
uapnya sendiri dan “Tegangan antar muka” jika cairan kontak dengan
cairan yang lainnya.
TEORI TEGANGAN PERMUKAAN
• TEORI ORIENTED-WEDGE
• Dugaan bahwa bahan pengemulsi seperti sabun mengubahnya menjadi lapisan monomolekuler dari
semua kelompok dengan polaritas yang sama dari sisi lapisan. Pengubahan dari setiap molekul setiap
tetesan air, memberikan bentuk Wedge. Oleh karena itu, kurva dari lapisan molekul dan pembentukan
suatu minyak dalam air atau emulsi air dalam minyak yang tergantung pada baik kelarutan minyak atau
sejumlah kelarutan dari molekul yang lebih besar
• TEORI LAPISAN PLASTIS
• Efek dari bahan pengemulsi murni secara mekanik dan tidak tergantung pada tegangan antar muka
apapun. Pembentukan emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air dijelaskan berdasarkan kelarutan
selektif dari bahan pengemulsi yang digunakan bahwa kelarutan memberikan peningkatan kepada
emulsi minyak dalam air dan kelarutan minyak membentuk emulsi air dalam minyak.
KETIDAKSTABILAN DALAM EMULSI FARMASI DAPAT
DIGOLONGKAN
• Flokulasi dan creaming
• Penggabungan dan pemecahan
• Berbagai jenis perubahan kimia dan fisika
• Inversi fase (pengubahan fase)
PENGERTIAN EMULGATOR
• Emulgator adalah bahan aktif permukaan yang menurunkan tegangan
antar muka antara minyak dan air dan mengelilingi tetesan terdispersi
dengan membentuk lapisan yang kuat untuk mencegah koalesensi dan
pemisahan fase terdispersi.
• Bahan pengemulsi adalah bahan yang digunakan untuk pembentukan
proses emulsifikasi pada waktu pembuatan dan pengontrolan saat
penyimpanan.
SIFAT-SIFAT EMULGATOR YANG
DIINGINKAN
• Harus efektif pada permukaan dan mengurangi tegangan antar muka sampai di
bawah 10 dyne/cm.
• Harus diabsorbsi cepat di sekitar tetesan terdispersi sebagai lapisan kental
mengadheren yang dapat mencegah koalesensi
• Memberikan tetesan-tetesan yang potensial listriknya cukup sehingga terjadi saling
tolak-menolak
• Harus meningkatkan viskositas emulsi
• Harus efektif pada konsentrasi rendah
MEKANISME KERJA EMULGATOR
• Penurunan Tegangan
Permukaan
• Pembentuk Lapisan
Antarmuka
PENOLAKAN ELEKTRIK
METODE PEMBUATAN EMULSI
• Metode Gom Basah
• Metode gom kering
• Metode Botol
• Metode Beker
INTERMITTEN SHAKING
• Pengocokan berselang–seling lebih efisien dibandingkan dengan
pengocokan terus menerus karena dengan interval waktu yang
singkat dapat memberi kerataan terhadap fase terdispersi
bercampur dengan fase pendispersi. Pengocokan terus menerus
dapat merusak emulsi menjadi pecah karena merusak lapisan
pelindung antarmuka. Secara sempurna dalam air dengan
pengocokan mekanis dengan menggunakan waktu kira – kira 2
menit dan emulsi tersebut didiamkan selama 20 – 30 detik.
REKOMENDASI TAMBAHAN
• Untuk membuat suatu fase minyak yang mengandung sama bahan larut dalam minyak maka dipanaskan
kira–kira 5 – 10o diatas titik didih dari bahan yang titik lelehnya paling tinggi.
• Untuk fase air dipanaskan pada suhu yang lebih tinggi daripada fase minyak (missal minyak 70o dan air
80o). Hal ini dimaksudkan karena minyak lebih lama dingin daripada air, sehingga jika suhu air lebih
rendah dari minyak maka air akan terlebih dahulu dingin sehingga suhunya tidak sama lagi dengan minyak.
• Jika sabun digunakan sebagai pengemulsi maka tidak perlu emulgator tambahan karena sabun bersifat
insito dimana sabun merupakan hasil reaksi antara asam lemah dengan alkali dengan asam lemak ini akan
bercampur dengan fase minyak sedang alkali akan bercampur dengan fase air membentuk suatu emulgator
pada masing – masing fase.
• Emulgator yang larut air dilarutkan dalam fase air, sedang emulgator yang larut minyak dilarutkan dalam
minyak, kadang – kadang bermamfaat jika memecahkan emulgator larut dalam air dan larut dalam minyak
• Untuk mencegah kehilangan pengaroma, dua parfum lebih baik ditambahkan pada suhu terendah (55o
–
45o
)
BAHAN PENSUSPENSI
• Derivat selulosa
• Clays
• Gom alam
• Gom sintetik
• Bahan miscellaneous
sediaan bentuk EMULSI materi farmasi.pptx

sediaan bentuk EMULSI materi farmasi.pptx

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN • Emulsi adalahsuatu system heterogen yang tidak stabil secara termodinamika, yang terdiri dari paling sedikit dua fase cairan yang tidak bercampur, dimana salah satunya terdispersi dalam cairan lainnya dalam bentuk tetesan–tetesan kecil, yang berukuran 0,1-100 mm, yang distabilkan dengan emulgator/surfaktan yang cocok.
  • 3.
    Keuntungan Sediaan Emulsi •Obat dapat dibuat lebih enak • Lebih mudah diabsorbsi • Emulsi memiliki derajat elegansi tertentu dan mudah dicuci bila diinginkan • Formulator dapat mengontrol penampilan, viskositas, dan kekerasan dari emulsi • Dapat diperpanjang dan efek emolien yang lebih besa • Dapat mengantarkan obat dengan kelarutan dalam air yang rendah • Emulsi farmasi dapat digunakan untuk mengelola obat untuk pasien yang mengalami kesulitan menelan bentuk sediaan obat padat • Emulsi digunakan untuk total nutrisi parenteral.
  • 4.
    Kerugian Emulsi • Emulsifarmasi secara termodinamik tidak stabil dan karena itu harus diformulasikan untuk menstabilkan emulsi dari pemisahan dua fase. Ini tidak berarti mudah. • Emulsi farmasi mungkin sulit untuk diproduksi
  • 5.
    KOMPOSISI EMULSI • Emulsiyang stabil harus terdiri dari 3 komponen yaitu fase terdispersi atau fase internal, fase kontinyu atau fase eksternal dan bahan pengemulsi
  • 6.
    TIPE-TIPE EMULSI DANUKURAN TETESAN EMULSI • M/A (minyak/air) : Suatu emulsi dimana minyak terdispersi sebagai tetesan-tetesan dalam fase air dan diistilahkan emulsi minyak dalam air. • A/M (air/minyak) : Jika air adalah fase terdispersi dan minyak adalah medium pendispersi, maka emulsi disebut emulsi air dalam minyak. • Emulsi ganda telah dikembangkan berdasarkan penundaan pelepasan bahan aktif. Dalam tipe emulsi ini memiliki 3 fase yang disebut bentuk emulsi A/M/A atau M/A/M atau disebut “emulsi dalam emulsi”.
  • 7.
    CARA MEMPREDIKSI TIPEEMULSI • Jika ampifil adalah larutan air yang esensial (misalnya sabun kalium/polioksietilen alkil dengan unit etilenoksida biasanya membantu pembentukan emulsi M/A, jika surfaktan terutama larut dalam bagian lemak (sabun kalium, polioksietilen alkil dengan unit etilenoksida’-5) dapat membantu pembentukan emulsi A/M jika kondisi lain diberikan • Bagian polar dari emulgator biasanya adalah barier yang lebih baik koalesens daripada bagian hidrokarbonnya. Di lain pihak emulsi A/M (bariernya adalah hidrokarbon alam) terbatas dalam bagian ini dan berubah dengan mudah jika jumlah air yang ada sama. • Bahkan jika airnya 20-30%, emulsi A/M akan tetap terbentuk jika air ditambahkan pada minyak pada pencampuran. Penambahan kedua fase bersama-sama diikuti dengan pencampuran menunjukkan emulsi M/A pada seluruh konsentrasi air diatas 10%. • Terakhir, tipe emulsi yang terbentuk dipengaruhi oleh viskositas masing-masing fase, peningkatan viskositas dari fase membentuk fase luar
  • 8.
    CARA MENENTUKAN TIPEEMULSI • Uji Pengenceran • Uji Konduktivitas • Uji Kelarutan Warna • Tes Pengenceran tetesan • Uji kelarutan cat • Uji arah creaming • Uji hantaran listrik • Tes fluoresensi
  • 11.
    PEMBENTUKAN DAN PEMECAHANTETESAN FASE TERDISPERSI • Proses dispersi untuk membentuk tetesan-tetesan • Penggabungan tetesan-tetesan • Koalesensi adalah proses tersendiri dari flokulasi (agregasi) yang umumnya mengawali flokulasi
  • 12.
    TEORI EMULSIFIKASI • jikadua tetesan saling kontak satu sama lain, mereka berkoalesen membentuk satu tetesan yang lebih besar dimana hasilnya terjadi penurunan total permukaan ditunjukkan oleh massa cairan yang ada • Kekuatan koalesen untuk keadaan ini dapat diukur dan dikenal sebagai tegangan permukaan dari cairan jika kontak dengan udara atau dengan uapnya sendiri dan “Tegangan antar muka” jika cairan kontak dengan cairan yang lainnya.
  • 13.
    TEORI TEGANGAN PERMUKAAN •TEORI ORIENTED-WEDGE • Dugaan bahwa bahan pengemulsi seperti sabun mengubahnya menjadi lapisan monomolekuler dari semua kelompok dengan polaritas yang sama dari sisi lapisan. Pengubahan dari setiap molekul setiap tetesan air, memberikan bentuk Wedge. Oleh karena itu, kurva dari lapisan molekul dan pembentukan suatu minyak dalam air atau emulsi air dalam minyak yang tergantung pada baik kelarutan minyak atau sejumlah kelarutan dari molekul yang lebih besar • TEORI LAPISAN PLASTIS • Efek dari bahan pengemulsi murni secara mekanik dan tidak tergantung pada tegangan antar muka apapun. Pembentukan emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air dijelaskan berdasarkan kelarutan selektif dari bahan pengemulsi yang digunakan bahwa kelarutan memberikan peningkatan kepada emulsi minyak dalam air dan kelarutan minyak membentuk emulsi air dalam minyak.
  • 14.
    KETIDAKSTABILAN DALAM EMULSIFARMASI DAPAT DIGOLONGKAN • Flokulasi dan creaming • Penggabungan dan pemecahan • Berbagai jenis perubahan kimia dan fisika • Inversi fase (pengubahan fase)
  • 15.
    PENGERTIAN EMULGATOR • Emulgatoradalah bahan aktif permukaan yang menurunkan tegangan antar muka antara minyak dan air dan mengelilingi tetesan terdispersi dengan membentuk lapisan yang kuat untuk mencegah koalesensi dan pemisahan fase terdispersi. • Bahan pengemulsi adalah bahan yang digunakan untuk pembentukan proses emulsifikasi pada waktu pembuatan dan pengontrolan saat penyimpanan.
  • 16.
    SIFAT-SIFAT EMULGATOR YANG DIINGINKAN •Harus efektif pada permukaan dan mengurangi tegangan antar muka sampai di bawah 10 dyne/cm. • Harus diabsorbsi cepat di sekitar tetesan terdispersi sebagai lapisan kental mengadheren yang dapat mencegah koalesensi • Memberikan tetesan-tetesan yang potensial listriknya cukup sehingga terjadi saling tolak-menolak • Harus meningkatkan viskositas emulsi • Harus efektif pada konsentrasi rendah
  • 17.
    MEKANISME KERJA EMULGATOR •Penurunan Tegangan Permukaan • Pembentuk Lapisan Antarmuka
  • 18.
  • 19.
    METODE PEMBUATAN EMULSI •Metode Gom Basah • Metode gom kering • Metode Botol • Metode Beker
  • 20.
    INTERMITTEN SHAKING • Pengocokanberselang–seling lebih efisien dibandingkan dengan pengocokan terus menerus karena dengan interval waktu yang singkat dapat memberi kerataan terhadap fase terdispersi bercampur dengan fase pendispersi. Pengocokan terus menerus dapat merusak emulsi menjadi pecah karena merusak lapisan pelindung antarmuka. Secara sempurna dalam air dengan pengocokan mekanis dengan menggunakan waktu kira – kira 2 menit dan emulsi tersebut didiamkan selama 20 – 30 detik.
  • 21.
    REKOMENDASI TAMBAHAN • Untukmembuat suatu fase minyak yang mengandung sama bahan larut dalam minyak maka dipanaskan kira–kira 5 – 10o diatas titik didih dari bahan yang titik lelehnya paling tinggi. • Untuk fase air dipanaskan pada suhu yang lebih tinggi daripada fase minyak (missal minyak 70o dan air 80o). Hal ini dimaksudkan karena minyak lebih lama dingin daripada air, sehingga jika suhu air lebih rendah dari minyak maka air akan terlebih dahulu dingin sehingga suhunya tidak sama lagi dengan minyak. • Jika sabun digunakan sebagai pengemulsi maka tidak perlu emulgator tambahan karena sabun bersifat insito dimana sabun merupakan hasil reaksi antara asam lemah dengan alkali dengan asam lemak ini akan bercampur dengan fase minyak sedang alkali akan bercampur dengan fase air membentuk suatu emulgator pada masing – masing fase. • Emulgator yang larut air dilarutkan dalam fase air, sedang emulgator yang larut minyak dilarutkan dalam minyak, kadang – kadang bermamfaat jika memecahkan emulgator larut dalam air dan larut dalam minyak • Untuk mencegah kehilangan pengaroma, dua parfum lebih baik ditambahkan pada suhu terendah (55o – 45o )
  • 22.
    BAHAN PENSUSPENSI • Derivatselulosa • Clays • Gom alam • Gom sintetik • Bahan miscellaneous