08 Oktober, 2024
METODE BERPIKIR ILMIAH
OLEH: RENANDA ARDI RIFKAN PRATAMA (MAHASISWA UNIVERSITAS PTIQ
PKU-MI)
Universitas PTIQ Jakarta
Universitas PTIQ Jakarta
METOD[E/O]LOGI
Metodologi berkenaan dengan pembahasan tentang
deskripsi, eksplanasi, evaluasi dan justifikasi - dari
metode-metode yang ada.
Metodologi dan metode ialah bidang yang berbeda,
meskipun jelas bertalian erat. Bilamana metodologi
adalah bidang teori yang membahas "to know how to
know" (mengetahui bagaimana seharusnya mengetahui)
tentang metode atau metode-metode yang ada, metode
itu sendiri ialah teknik-teknik atau cara bagiamana
melakukan penelitian dalam berbagai bidang disiplin
atau kajian tertentu. Yang pertama (metodologi)
berkenaan dengan teori-teori, yang kedua (metode)
berkenaan dengan aplikasi.
Universitas PTIQ Jakarta
TEKNIK DAN PRINSIP UNIVERSAL
METODOLOGI
Teknik dalam Metodologi: rangkaian prosedur spesifik
yang dipergunakan dalam disiplin ilmu tertentu atau
dalam konteks penelitian ilmiah tertentu seperti analisis
data, penarikan sample, uji validitas, dan semacamnya
Metode-metode mengandung prinsip-prinsip logika dan
epistemologis yang kurang lebih sama untuk seluruh
pengetahuan ilmiah dan yang membedakannya dengan
cara kerja pengetahuan yang non -ilmiah (pre-scientific).
Teknik pengumpulan data, perumusan konsep, dan
hipotesa-hipotesa, mengadakan observasi, eksperimen,
dan pengukuran (measurements), membangun model -
model, teori, eksplanasi dan prediksi.
ANTARA BERPIKIR ILMIAH DAN
COMMON SENSE
Staurt Chase dalam The Proper Study of Mankind (1963)
mengajukan enam tipologi pengetahuan manusia:
supranatural, Otoritas Pengetahuan, Intuisi, Common
Sense, Pure Logic, Scientific Knowledge. Masing-masing
tak tegas terpisah, acap tumpang tindih juga
COMMONS
SENSE
PIKIRAN
ILMIAH
ASUMSI DASAR
PENGETAHUAN
ILMIAH
(Webster Dictionary):
unreflected opinions of
ordinary people; the ideas
and conception natural to
man untrained in dialectic.
Cenderung take for
granted dan riskan terjerat
solipsisme
perluasan dari common
sense. Ciri dasar
pengetahuan ilmiah adalah
bersifat empiris dan
diproduksi melalui kerja
metode ilmiah. Dengan
kata lain ia empiris dan
metodologis
deduktif (umum-khusus),
induksi (khusus-umum).
Syarat keandalannya:
korespondensial dan
koherensial
Ontologis (eksistensi
objek: empirik dan logis);
Epistemilogis (prosedur
metodologis: bagaimana
cara memporel dan cara
kerja menuju
pengetahuan); Aksiologis
(ultimate goal: nilai dan
tujuan ilmu [misal:
kegunaan dan kemanfaatan
suatu pengetahuan])
POLA
PENALARAN
BERPIKIR ILMIAH DAN COMMON SENSE
MATUR SUWUN, LUR
08 Oktober, 2024
Universitas PTIQ Jakarta

[Renanda] Metode Berpikir Ilmiah Power Point

  • 1.
    08 Oktober, 2024 METODEBERPIKIR ILMIAH OLEH: RENANDA ARDI RIFKAN PRATAMA (MAHASISWA UNIVERSITAS PTIQ PKU-MI) Universitas PTIQ Jakarta
  • 2.
    Universitas PTIQ Jakarta METOD[E/O]LOGI Metodologiberkenaan dengan pembahasan tentang deskripsi, eksplanasi, evaluasi dan justifikasi - dari metode-metode yang ada. Metodologi dan metode ialah bidang yang berbeda, meskipun jelas bertalian erat. Bilamana metodologi adalah bidang teori yang membahas "to know how to know" (mengetahui bagaimana seharusnya mengetahui) tentang metode atau metode-metode yang ada, metode itu sendiri ialah teknik-teknik atau cara bagiamana melakukan penelitian dalam berbagai bidang disiplin atau kajian tertentu. Yang pertama (metodologi) berkenaan dengan teori-teori, yang kedua (metode) berkenaan dengan aplikasi.
  • 3.
    Universitas PTIQ Jakarta TEKNIKDAN PRINSIP UNIVERSAL METODOLOGI Teknik dalam Metodologi: rangkaian prosedur spesifik yang dipergunakan dalam disiplin ilmu tertentu atau dalam konteks penelitian ilmiah tertentu seperti analisis data, penarikan sample, uji validitas, dan semacamnya Metode-metode mengandung prinsip-prinsip logika dan epistemologis yang kurang lebih sama untuk seluruh pengetahuan ilmiah dan yang membedakannya dengan cara kerja pengetahuan yang non -ilmiah (pre-scientific). Teknik pengumpulan data, perumusan konsep, dan hipotesa-hipotesa, mengadakan observasi, eksperimen, dan pengukuran (measurements), membangun model - model, teori, eksplanasi dan prediksi.
  • 4.
    ANTARA BERPIKIR ILMIAHDAN COMMON SENSE Staurt Chase dalam The Proper Study of Mankind (1963) mengajukan enam tipologi pengetahuan manusia: supranatural, Otoritas Pengetahuan, Intuisi, Common Sense, Pure Logic, Scientific Knowledge. Masing-masing tak tegas terpisah, acap tumpang tindih juga
  • 5.
    COMMONS SENSE PIKIRAN ILMIAH ASUMSI DASAR PENGETAHUAN ILMIAH (Webster Dictionary): unreflectedopinions of ordinary people; the ideas and conception natural to man untrained in dialectic. Cenderung take for granted dan riskan terjerat solipsisme perluasan dari common sense. Ciri dasar pengetahuan ilmiah adalah bersifat empiris dan diproduksi melalui kerja metode ilmiah. Dengan kata lain ia empiris dan metodologis deduktif (umum-khusus), induksi (khusus-umum). Syarat keandalannya: korespondensial dan koherensial Ontologis (eksistensi objek: empirik dan logis); Epistemilogis (prosedur metodologis: bagaimana cara memporel dan cara kerja menuju pengetahuan); Aksiologis (ultimate goal: nilai dan tujuan ilmu [misal: kegunaan dan kemanfaatan suatu pengetahuan]) POLA PENALARAN BERPIKIR ILMIAH DAN COMMON SENSE
  • 6.
    MATUR SUWUN, LUR 08Oktober, 2024 Universitas PTIQ Jakarta