Public Speaking
kekuatan mental, ketepatan kata dan totalitas bahasa tubuh
                      untuk menjadi pembicara profesional




                                                 Agus Lahinta
                      Master of Ceremony, Public Speaking Practicing
SILAHKAN PILIH?
 Mana yang anda paling suka?
 Like   :?


 Dislike     :?
   13 kompetensi yang harus dimiliki oleh
    seorang pembicara:
    › Confidence (membangun rasa percaya diri)
    › Construction (menyusun materi pembicara)
    › Crediability (bersikap dan berperilaku secara
      profesional dalam melakukan presentasi)
    › Capture (Membuka sesi yang menarik
      perhatian hadirin)
    › Connection (membangun dan membina
      hubungan baik dengan hadirin)
› Coherence (kemampuan menyusun struktur
    dan alur presentasi secara efisien dan efektif)
›   Cogency (mengisi alur presentasi dngan materi
    yang meyakinkan)
›   Content (membuat materi presentasi yang
    efektif dan impresif)
›   Channel (menggunakan media komunikasi
    secara optimal)
›   Character (kemampuan menampilkan karakter
    melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang
    menunjang presentasi)
 Conversation (menyusun percakapan
  yang menarik)
 Creativity (membangun atmosfer sesi
  yang kreatif yang mendukung
  presentasi)
 Conclusion (menutup presentasi secara
  efisien, efektif dan impresif)
Critical Thinking (Teknik berfikir Kritis bagi
seorang Pembicara)
 Esensi dalam berfikir kritis bukanlah
  MENJAWAB PERTANYAAN akan tetapi
  MEMPERTANYAKAN JAWABAN.
 Pembicara harus melibatkan 5 W + 1 H
       What : apa masalahnya?
       Why : mengapa masalah ini muncul?
       Who : siapa saja yang terlibat?
       When : kapan masalah ini muncul?
       Where : dimana terjadi?
       How : bagaimana kejadiannya?
   Untuk mengidentifikasi masalah gunakan 5
    W + 1 H untuk pemecahan masalahnya:
     What – apa yang harus dilakukan
     Why : mengapa harus dilakukan?
     Who : siapa saja yang akan melakukan?
     When : kapan akan dilakukan?
     Where : dimana akan melakukannya?
     How : bagaimana melakukannya?
The Power of Emotion (Kekuatan Emosi bagi
Keberhasilan Komunikasi)


 “Dalam tiga bulan terakhir didaerah kita terutama
 diwilayah persimpangan Mercusuar telah terjadi 5
 kecelakaan. Kita membutuhkan dana sekitar 200juta
 untuk membuat palang kereta api, rambu-rambu dan
 lampu lalulintas yang memadai. Saya rasa kita harus
 menyediakan uang untuk proyek ini. Mohon
 partisipasi Anda semua”
 “Seminggu lalu Dokter Saputra ditemukan meninggal dunia.
 Mobilnya menabrak trotoar, terjungkir balik dan masih
 menyisahkan asap ketika tim medis datang. Tubuh dokter
 itu remuk dihampir semua bagian akibat tertimpa mobil dan
 terperangkap didalamnya. Tak seorang pun mengenal
 Dokter Saputra karena dia bukan penduduk sini, tapi dia
 meninggal di lingkungan kita. Sebagian besar dari anda
 mengetahui bahwa dipersimpangan Mercusuar sudah
 terjadi 5 kali kecelakaan dalam tiga bulan ini dan lewat. Kita
 memerlukan uang untuk memasang palang kereta api,
 rambu-rambu dan lampu lalulintas. Saya tahu ini akhir bulan,
 keuangan anda sedang seret, tapi saya berharap anda dapat
 menggalang dana untuk mencegah kejadian ini sebelum
 salah seorang yang anda cintai menjadi Dokter Saputra
 berikutnya”
 Emosi  anda harus berasal dari diri anda, dan
  ketika emosi benar-benar milik anda, itu
  akan tampak nyata bagi hadirin
 Ingatlah bagaimana perasaan anda pada satu
  momen dimasa lalu, lengkap dengan detail
  kejadiannya
Overcoming Fear and Building Self-Esteem
(Teknik Mengatasi Ketakutan Berbicara dan
Membangun Kepercayaan Diri)


     Mengapa Harus Percaya Diri?
     Sudahkah Saya Percaya Diri?
     (pemetaan: hal yang membuat
      Percaya Diri dan Tidak Percaya Diri)
Bagaimana membangun kepercayaan diri
sebagai Pembicara?
 Kembangkan sikap matang dalam diri anda
    Sikap matang meliputi : kecerdasan emosial, kematangan
     usia, dan gambaran diri yang positif terhadap diri sendiri
 Kenali dan kendalikan penghambat kepercayaan diri
    Hidden Enemies meliputi cara berfikir dan merasakan, cara
     mengungkapkan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan dan
     cara menempatkan diri di hadapan orang lain
 Atasi rasa takut dan cemas saat berbicara
    Mengatasi rasa takut meliputi cara mengendalikan ketakutan
     berbicara didepan umum, dan mengalahkan rasa takut untuk
     menenangkan hati hadirin
Tanda-tanda fisik kecemasan
 berbicara dan cara mengatasinya
 Lutut gemetar
 Telapak tangan berkeringat
 Gigi gemerutuk
 Kerongkongan kering dan tercekat
 Suara bergetar
 Wajah memerah
 Jantung berdebar-debar
How to handle it ?
   Atur nafas sampai anda merasa tenang
   Buat jeda beberapa saat sebelum memulai pidato
   Yakini bahwa tanda-tanda kecemasan fisik itu tak terlihat
   Jangan biarkan hadirin tahu kegugupan anda apalagi
    meminta maaf untuknya
   Buat persiapan matang sebelum tampil
   Terimalah ketidak sempurnaan
   Jangan terbebani oleh penampilan, fokuslah pada
    komunikasi
   Jangan bebani pikiran anda dengan berusaha menghapal
    isi pidato
   Gunakan alat-alat bantu untuk mengalihkan kecemasan
   Bayangkan diri anda tengah memberikan pidato yang
    bagus dan kuat
Resep sukses Mengatasi Rasa Takut
 Hadapi Hadirin Anda
 Identifikasi Pesan Kunci Anda
 Buat Persiapan Matang
 Proyeksikan Suara Anda
 Latih Fleksibilitas

   “perasaan takut dan cemas sebenarnya bukan
 ancaman, melainkan suatu energi besar yang apabila
      disalurkan ke arah yang tepat maka akan
      memperkuat kemampuan kita dan bukan
                    melemahkan”
   Komponen-komponen penting dalam
    Voice (Suara) yang penting:
    › Intonasi : Tinggi rendahnya suara

       “Halo selamat pagi, hari ini kita akan memulai
        pertemuan. Ayo semuanya semangat!!!
› Artikulasi : Teknik penyebutan suatu kalimat
 berdasarkan suku kata dan konsonan yang benar
   Beberapa hal yang menyebabkan kesalahan
    artikulasi:
    Kebiasaan berbicara terlalu cepat
    Terlalu terburu-buru dalam menyampaikan kalimat
    Ragu-ragu atau tidak percaya diri atas materi yang
     disampaikan
    Tidak membuka mulut secara bebas sehingga suara
     terdengar terlalu lemah, seperti mendesis atau menggerutu
    Tidak menguasai bahasa yang disampaikan, misalnya saat
     harus mengucapkan suatu istilah asing dalam bahasa asing
    Kebiasaan yang dipengaruhi dialek
    Kebiasaanberbicara dengan bahasa informal
    Demam pangung sehingga suara nampak hilang
› Pause : Jeda Bicara
   Tujuan Jeda:
    Memperjelas kata atau kalimat yang kita ucapkan
    Menggiring hadirin agar fokus pada kalimat yang kita
     ucapkan
    Memberikan penekanan terhadap suatu kalimat
     penting

    Contoh: “Anda masing-masing wajib mementingkan
     kerjasama tim [jeda] Kerjasama tim yang baik
     merupakan komponen yang penting [jeda] bagi
     keberhasilan sebuah pekerjaan”
› Pace : Kecepatan berbicara untuk menunjukan
 sense of urgency dari suatu kata

  “Belakangan ini banyak sekali keadaan yang
   memperlambat kinerja perusahaan yang
   disebabkan oleh lemahnya pihak manajemen,
   seperti TERLAMBAT DATANG, TIDAK MAU
   BERINOVASI, MERASA MASIH NOMOR 1 [dapat
   diucapkan dengan lebih cepat dari kalimat
   sebelumnya] dan masih banyak lagi….”


› Volume Suara
› Stressing : Penekanan kata pada point-point
 tertentu

   “Pada kesempatan ini saya ingin
    menyampaikan bahwa kondisi KEUANGAN
    kita saat ini sangat memprihatinkan, untuk itu
    perlu segera dilakukan EKSPANSI bisnis yang
    lebih kreatif….”

› Power : Kekuatan Suara
Resep Sukses Presentasi

 Kenali Hadirin anda
 Buat Opening yang Menarik
 Buat Body Content yang menarik
 Kembangkan alur Presentasi yang
 Dinamis
Total Image
               Bersikap Natural saat
               presentasi:
                 Tulus
                 Jujur
                 Empati
                 Pendekatan Personal
Menjadi Pembicara yang menyenangkan:
   Kenalilah lawan biacara anda
   Buatlah seolah-olah apa yang mereka bicarakan adalah hal
      yang sangat penting bagi anda dan belum pernah anda
      dengar
     Jadilah pendengar yang baik
     Berbicaralah dengan ‘bahasa’ mereka.
     Perluaslah wawasan anda
     Gunakan bahasa tubuh yang tepat saat berbicara
     Jadikan diri anda tempat paling aman untuk menyimpan
      rahasia mereka
     Tebarkan salam
     Gunakan kekuatan humor (sense of humor)
Impromptu
 Berbicara tanpa persiapan – dilakukan secara
 mendadak
Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa hal yang perlu
dilakukan:
  Pilihlah topik yang relevan dengan kegiatan yang
     diselenggarakan.
    Kembangkan topik dengan membangun kaitan pada
     beberapa hal yang dapat dihubungkan.
    Aturlah pernafasan. - Pandang mata audience dengan
     santai, ajak mereka berbicara seperti anda berbicara
     dengan teman
    Ingatkan diri anda agar selalu mengontrol bahasa tubuh
     anda.
    Gunakan metode bercerita.
    Tentu saja anda harus terfokus, ingat waktu, dan tidak
     bersikap sok pintar.
 Berbicara dengan posisi tidak sempurna
 Berbicara dengan posisi sempurna
 Buatlah satu materi yang akan anda presentasikan
  selama max 5 menit.
 Materi bebas.

Public Speaking

  • 1.
    Public Speaking kekuatan mental,ketepatan kata dan totalitas bahasa tubuh untuk menjadi pembicara profesional Agus Lahinta Master of Ceremony, Public Speaking Practicing
  • 2.
    SILAHKAN PILIH?  Manayang anda paling suka?
  • 3.
     Like :?  Dislike :?
  • 4.
    13 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pembicara: › Confidence (membangun rasa percaya diri) › Construction (menyusun materi pembicara) › Crediability (bersikap dan berperilaku secara profesional dalam melakukan presentasi) › Capture (Membuka sesi yang menarik perhatian hadirin) › Connection (membangun dan membina hubungan baik dengan hadirin)
  • 5.
    › Coherence (kemampuanmenyusun struktur dan alur presentasi secara efisien dan efektif) › Cogency (mengisi alur presentasi dngan materi yang meyakinkan) › Content (membuat materi presentasi yang efektif dan impresif) › Channel (menggunakan media komunikasi secara optimal) › Character (kemampuan menampilkan karakter melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang menunjang presentasi)
  • 6.
     Conversation (menyusunpercakapan yang menarik)  Creativity (membangun atmosfer sesi yang kreatif yang mendukung presentasi)  Conclusion (menutup presentasi secara efisien, efektif dan impresif)
  • 7.
    Critical Thinking (Teknikberfikir Kritis bagi seorang Pembicara)  Esensi dalam berfikir kritis bukanlah MENJAWAB PERTANYAAN akan tetapi MEMPERTANYAKAN JAWABAN.  Pembicara harus melibatkan 5 W + 1 H  What : apa masalahnya?  Why : mengapa masalah ini muncul?  Who : siapa saja yang terlibat?  When : kapan masalah ini muncul?  Where : dimana terjadi?  How : bagaimana kejadiannya?
  • 8.
    Untuk mengidentifikasi masalah gunakan 5 W + 1 H untuk pemecahan masalahnya:  What – apa yang harus dilakukan  Why : mengapa harus dilakukan?  Who : siapa saja yang akan melakukan?  When : kapan akan dilakukan?  Where : dimana akan melakukannya?  How : bagaimana melakukannya?
  • 9.
    The Power ofEmotion (Kekuatan Emosi bagi Keberhasilan Komunikasi)  “Dalam tiga bulan terakhir didaerah kita terutama diwilayah persimpangan Mercusuar telah terjadi 5 kecelakaan. Kita membutuhkan dana sekitar 200juta untuk membuat palang kereta api, rambu-rambu dan lampu lalulintas yang memadai. Saya rasa kita harus menyediakan uang untuk proyek ini. Mohon partisipasi Anda semua”
  • 10.
     “Seminggu laluDokter Saputra ditemukan meninggal dunia. Mobilnya menabrak trotoar, terjungkir balik dan masih menyisahkan asap ketika tim medis datang. Tubuh dokter itu remuk dihampir semua bagian akibat tertimpa mobil dan terperangkap didalamnya. Tak seorang pun mengenal Dokter Saputra karena dia bukan penduduk sini, tapi dia meninggal di lingkungan kita. Sebagian besar dari anda mengetahui bahwa dipersimpangan Mercusuar sudah terjadi 5 kali kecelakaan dalam tiga bulan ini dan lewat. Kita memerlukan uang untuk memasang palang kereta api, rambu-rambu dan lampu lalulintas. Saya tahu ini akhir bulan, keuangan anda sedang seret, tapi saya berharap anda dapat menggalang dana untuk mencegah kejadian ini sebelum salah seorang yang anda cintai menjadi Dokter Saputra berikutnya”
  • 11.
     Emosi anda harus berasal dari diri anda, dan ketika emosi benar-benar milik anda, itu akan tampak nyata bagi hadirin  Ingatlah bagaimana perasaan anda pada satu momen dimasa lalu, lengkap dengan detail kejadiannya
  • 12.
    Overcoming Fear andBuilding Self-Esteem (Teknik Mengatasi Ketakutan Berbicara dan Membangun Kepercayaan Diri)  Mengapa Harus Percaya Diri?  Sudahkah Saya Percaya Diri?  (pemetaan: hal yang membuat Percaya Diri dan Tidak Percaya Diri)
  • 13.
    Bagaimana membangun kepercayaandiri sebagai Pembicara?  Kembangkan sikap matang dalam diri anda  Sikap matang meliputi : kecerdasan emosial, kematangan usia, dan gambaran diri yang positif terhadap diri sendiri  Kenali dan kendalikan penghambat kepercayaan diri  Hidden Enemies meliputi cara berfikir dan merasakan, cara mengungkapkan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan dan cara menempatkan diri di hadapan orang lain  Atasi rasa takut dan cemas saat berbicara  Mengatasi rasa takut meliputi cara mengendalikan ketakutan berbicara didepan umum, dan mengalahkan rasa takut untuk menenangkan hati hadirin
  • 14.
    Tanda-tanda fisik kecemasan berbicara dan cara mengatasinya  Lutut gemetar  Telapak tangan berkeringat  Gigi gemerutuk  Kerongkongan kering dan tercekat  Suara bergetar  Wajah memerah  Jantung berdebar-debar
  • 15.
    How to handleit ?  Atur nafas sampai anda merasa tenang  Buat jeda beberapa saat sebelum memulai pidato  Yakini bahwa tanda-tanda kecemasan fisik itu tak terlihat  Jangan biarkan hadirin tahu kegugupan anda apalagi meminta maaf untuknya  Buat persiapan matang sebelum tampil  Terimalah ketidak sempurnaan  Jangan terbebani oleh penampilan, fokuslah pada komunikasi  Jangan bebani pikiran anda dengan berusaha menghapal isi pidato  Gunakan alat-alat bantu untuk mengalihkan kecemasan  Bayangkan diri anda tengah memberikan pidato yang bagus dan kuat
  • 16.
    Resep sukses MengatasiRasa Takut  Hadapi Hadirin Anda  Identifikasi Pesan Kunci Anda  Buat Persiapan Matang  Proyeksikan Suara Anda  Latih Fleksibilitas “perasaan takut dan cemas sebenarnya bukan ancaman, melainkan suatu energi besar yang apabila disalurkan ke arah yang tepat maka akan memperkuat kemampuan kita dan bukan melemahkan”
  • 17.
    Komponen-komponen penting dalam Voice (Suara) yang penting: › Intonasi : Tinggi rendahnya suara  “Halo selamat pagi, hari ini kita akan memulai pertemuan. Ayo semuanya semangat!!!
  • 18.
    › Artikulasi :Teknik penyebutan suatu kalimat berdasarkan suku kata dan konsonan yang benar  Beberapa hal yang menyebabkan kesalahan artikulasi:  Kebiasaan berbicara terlalu cepat  Terlalu terburu-buru dalam menyampaikan kalimat  Ragu-ragu atau tidak percaya diri atas materi yang disampaikan  Tidak membuka mulut secara bebas sehingga suara terdengar terlalu lemah, seperti mendesis atau menggerutu  Tidak menguasai bahasa yang disampaikan, misalnya saat harus mengucapkan suatu istilah asing dalam bahasa asing  Kebiasaan yang dipengaruhi dialek  Kebiasaanberbicara dengan bahasa informal  Demam pangung sehingga suara nampak hilang
  • 19.
    › Pause :Jeda Bicara  Tujuan Jeda:  Memperjelas kata atau kalimat yang kita ucapkan  Menggiring hadirin agar fokus pada kalimat yang kita ucapkan  Memberikan penekanan terhadap suatu kalimat penting  Contoh: “Anda masing-masing wajib mementingkan kerjasama tim [jeda] Kerjasama tim yang baik merupakan komponen yang penting [jeda] bagi keberhasilan sebuah pekerjaan”
  • 20.
    › Pace :Kecepatan berbicara untuk menunjukan sense of urgency dari suatu kata  “Belakangan ini banyak sekali keadaan yang memperlambat kinerja perusahaan yang disebabkan oleh lemahnya pihak manajemen, seperti TERLAMBAT DATANG, TIDAK MAU BERINOVASI, MERASA MASIH NOMOR 1 [dapat diucapkan dengan lebih cepat dari kalimat sebelumnya] dan masih banyak lagi….” › Volume Suara
  • 21.
    › Stressing :Penekanan kata pada point-point tertentu  “Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa kondisi KEUANGAN kita saat ini sangat memprihatinkan, untuk itu perlu segera dilakukan EKSPANSI bisnis yang lebih kreatif….” › Power : Kekuatan Suara
  • 22.
    Resep Sukses Presentasi Kenali Hadirin anda  Buat Opening yang Menarik  Buat Body Content yang menarik  Kembangkan alur Presentasi yang Dinamis
  • 23.
    Total Image  Bersikap Natural saat presentasi:  Tulus  Jujur  Empati  Pendekatan Personal
  • 24.
    Menjadi Pembicara yangmenyenangkan:  Kenalilah lawan biacara anda  Buatlah seolah-olah apa yang mereka bicarakan adalah hal yang sangat penting bagi anda dan belum pernah anda dengar  Jadilah pendengar yang baik  Berbicaralah dengan ‘bahasa’ mereka.  Perluaslah wawasan anda  Gunakan bahasa tubuh yang tepat saat berbicara  Jadikan diri anda tempat paling aman untuk menyimpan rahasia mereka  Tebarkan salam  Gunakan kekuatan humor (sense of humor)
  • 25.
    Impromptu  Berbicara tanpapersiapan – dilakukan secara mendadak
  • 26.
    Untuk mengatasi halini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:  Pilihlah topik yang relevan dengan kegiatan yang diselenggarakan.  Kembangkan topik dengan membangun kaitan pada beberapa hal yang dapat dihubungkan.  Aturlah pernafasan. - Pandang mata audience dengan santai, ajak mereka berbicara seperti anda berbicara dengan teman  Ingatkan diri anda agar selalu mengontrol bahasa tubuh anda.  Gunakan metode bercerita.  Tentu saja anda harus terfokus, ingat waktu, dan tidak bersikap sok pintar.
  • 27.
     Berbicara denganposisi tidak sempurna  Berbicara dengan posisi sempurna
  • 29.
     Buatlah satumateri yang akan anda presentasikan selama max 5 menit.  Materi bebas.