Ringkasan dokumen tersebut adalah:
1. Dokumen tersebut membahas upaya guru dalam membiasakan shalat duha pada siswa kelas 2 SD melalui metode pembiasaan.
PTK
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYAGURU DALAM MEMBIASAKAN SHOLAT DUHA
MELALUI METODE PEMBIASAAN
PADA SIWA KELAS 2 SDN 2 TRIMULYO SEPUTIH MATARAM
KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
Di Susun
Oleh :
EKA LAILA FITRIYAH, S.Pd.I
SD NEGERI 2 TRIMULYO
KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
KECAMATAN SEPUTIH MATARAM
2.
KATA PENGANTAR
Puji syukurpenulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik
dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas
ini dengan judul, “UPAYA GURU DALAM MEMBIASAKAN SHOLAT DUHA MELALUI METODE
PEMBIASAAN PADA SSIWA KELAS 2 SD NEGERI 2 TRIMULYO SEPUTIH MATARAM KABUPATEN
LAMPUNG TENGAH”.
Penulisan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah sebagai salah satu bagian dari bentuk
kepedulian terhadap Pendidikan di SD Negeri 2 Trimulyo Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten
Lampung Tengah, dan juga sebagai syarat untuk Mengikuti Lokakarya Penelitian Tindakan Kelas pada
Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Guru PAI Tahun 2023.
Dalam upaya penyelesaian Penelitian Tindakan Kelas ini, penulis telah menerima banyak
bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Suyoto,S.Pd.SD selaku kepala SD Negeri 2 Trimulyo yang telah memfasilitasi penulis
dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas ini. Ibu Sujami,S.Pd.SD, selaku wali kelas II yang telah
memberi bimbingan yang sangat berharga dalam mengarahkan dan memberi motivasi.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru SD Negeri 2 Trimulyo
yang telah menyediakan waktu dan pikiran dalam rangka pengumpulan data. Tidak kalah
pentingnya, rasa sayang dan terima kasih penulis haturkan kepada Bapak, Ibu, Suami dan Keluarga
yang senantiasa mendo’akan dan memberi dukungan dalam menyelesaikan pendidikan ini.
Tak lupa penulis menyampaikan ucapan terimaksih kepada Ibu Dosen Dr. Erna Iftanti, S.S.,
M.Pd. selaku dosen pembimbing dan ibu Dr. Nurul Hidayah, M.Ag. selaku guru pamong yang
selama ini sudah memberikan arahan dan bimbingannya. Kritik dan saran demi perbaikan Penelitian
Tindakan Kelas ini sangat diharapkan. Akhir kata semoga penelitian yang telah dilakukan bermanfaat
bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan Agama Islam.
3.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATAPENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. PEMBATASAN DAN RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN PENELITIAN
D. MANFAAT PENELITIAN
BAB II KERANGKA TEORI
A. LANDASAN TEORI
B. PENELITIAN TERDAHULU
C. HIPOTESIS PENELITIAN (jika ada)
BAB III METODE PENELITIAN
A. JENIS PENELITIAN
B. VARIABEL PENELITIAN
C. POPULASI DAN SAMPEL
D. JENIS, SUMBER DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
E. TEKNIK ANALISIS DAN PENGUJIAN HIPOTESIS (jika Ada)
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUN
1. LETAK GEOGRAFIS SEKOLAH
2. SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA SEKOLAH
3. VISI DAN MISI
4. KEADAAN GURU DAN KARYAWAN
5. KEADAAN PESERTA DIDIK
6. KEADAAN SARAN DAN PRASARANA
B. PEMBAHASAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATARBELAKANG MASALAH
Memiliki anak yang rajin mendirikan shalat tentu sangat menyejukkan hati orang tua
manapun. Dimana ada harapan kelak dia akan terjaga akhlak buruknya karena rajin shalat
Sementara shalat itu sendini merupakan ibadah yang harus ditunaikan umat islam. Tapi
sayangnya tidak mudah mengajarkan anak-anak untuk mulai bisa menjalankan shalat lima waktu
sedan1 drni. Apalagt menjalankan shalat sesuai dengan salah satu adab shalat yaitu menjalankan
shalat tepat waktu, hal in sangatlah tidak mudah Terkadang sebagai orang ta sudah hampir setiap
waktu mengingatkan mereka shalat, namun sebagian anak masih enggan untuk melakukannya.
Eksplorasi penyebaba-penyebab yang paling domnan dan fenomena• fenomenanya masalah
membiasakan anak shalat tepat waktu dalam keteladanan orang tua, kebiasaan diri, kasyikan
berman dan pengaruhlingkungan.
Keteladanan orang tua, kebiasaan diri, keasyikan bermain, pengaruh lingkungan merupakan
penyhebab yang dapat mengakibatkan terjadinya masalah, karena pentingnya suatu keteladana
sikap dan perilaku orang tua sejak dini membiasakan dan memberikan perhatian besar mereka
terhadap shalat dengan mengajak melaksanakannya tepat waktu. Mengngatkan tentang pentingnya
shalat, menganjurkan melaksanakan shalat pada waktunya dan menjelaskan bahwa Allah
menjanjikan surga bagi orang yang melaksanakan shalat Tapi sebaliknya jika orang tua membiarkan
anak tanpa mendampinginya, memberikan pelajaran agama bahkan tidak member.kan
keteladanan yang bark, maka jangan berharapanaknya nant akan menjadikan seorang anak yang
berpeir laku baik Pengaruh serta dukungan lingkungan yang adapadaanak akan
memperkuatmasalah kebiasaan peserta didik shalat tepat waktu dalam kehidupan sehan-hani. Jika
lingkungannya bak, maka anak akan dengan tepat waktu menjalankan shalatya dan sebaliknya.
Ketika peserta didik berada di sekolah maka akan menjadi tangung jawab guru untuk
mengarahkan dan membimbingnya melakukan kegiatan yang berakhlak baik Memberikan
pendidikan karakter kepada peserta didik dengan harapan mereka mampu menghasilkan dan
menjadi generasi yang tidak hanva memiliki kecerdasan intelektual, tetapi memi[iki kecerdasan
erosional dan spiritual serta memiliki kepribadian ynng baik Mereka mampu menjaga
perkembangan dirinya dengan meninkgatkan keimanannya melalui kebasaan-kbiasaan yang baik
dan bermanfaat yang dilakukan secara berulang-ulang.hari demi hari yang lambat launakan melekat
pada bagian kepribadiannya yang sulit untuk ditinggalkan Tetapi pada kenyataannya, pelaksanaan
pembiasaan shalat tepat waktu di sekolah kurang berjalan dengan hikmat dan tertib, karena perilaku
anak yang kurang mendukung Contohnya dalam pelaksanaanjamaah shalat dhuha, ketika jadwal
waktu shalat dhuha telah tiba anak-anak enggan untuk segera pergi ke masjid untuk mengambil
6.
air wudl udan menunaikan shalat, sebagian besar dani mereka justru mengerjakan aktivitas
lainyangbisa dibilang kurang ada manfaamya, misal berlari-larian, pergi ke kantinbelijajanan, bahkan
ada yang cuma duduk diam sambilmemperhatikan teman-temannya Dalam situasi seperti ini para
guru terdesak untuk bekera lebihekstradalam mengarahkan dan mengerakkan peserta didiknya
setiap kali akan menjalankan shalatdhuha di sekolah.
Seorang guru yang merupakan salah satu komponen dalam proses belajar mengajar,
memiliki peranyang sangat penting. Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi seorang guru
dapat dikatakan sebagar pusat pembelajaran Yang mungkin seringnya seorang guru hanya
menggunakan metode ceramah, maka perlu dilengkapi dengan metode pembiasaan sehingga anak
akan lebih terbiasa untuk aktif dan terlihat potensi dari masing-masing anak yang akan semakin
tergali dan dapat berkembang dengan baik Terlebih lagi untuk anak kelas 2 perlu menggunak an
metode pembiasaan, terutama dalam mempraktekkan membiasakan shalat duha, tidak hanya
membiasakan ketika di rumah tetapi juga di lingkungan sekolah Membiasakan shalat duha di usia
dini akan bermanfaat bagi anak, yang akan membawa dampak positif bagi kehidupannya.
Berdasarkan latar belakang inilah, penulis melakukan penelitian tindakan kelas dengan
judul: “UPAYA GURU DALAM MEMBIASAKAN SHOLAT DUHA MELALUI METODE PEMBIASAAN PADA
SSIWA KELAS 2 SD NEGERI 2 TRIMULYO SEPUTIH MATARAM KABUPATEN LAMPUNG TENGAH"
B. PEMBATASAN DAN RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis uraikan diatas, maka penelitian Tindakan
kelas menentukan pembatasan dan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah metode pembiasaan dapat meningkatkan pembiasaan shalat tepat waktu pada
siswa kelas 2 SD Negeri 2 Trimulyo ?
C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini diantaranya yaitu :
1. Untuk meningkatkan pembiasaan shalat duha pada siswa kelas 2 SD Negeri 2 Trimulyo
D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat dari penelitian ini yaitu :
1. Manfaat bagi guru
Manfaat bagi guru dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi guru
dalam upaya meningkatkan kreatifitas guru dalam pembelajaran dan meningkatkan prestasi
belajar anak khususnya pada mata pelajaran fiqih pada bidang keterampilan ibadah shalat.
2. Manfaat bagi sekolah
7.
Manfaat bagi sekolahdari penelitian ini dapat menjadikan masukan dan pertimbangan
dalam melaksanakan pembelajaran fiqih terutama dalam membiasakan shalat duha bagi
ssiwa kelas 2.
3. Manfaat bagi siswa
Manfaat bagi siswa dari penelitian ini anak akan merasa mendapatkan perhatian khusus
dari gurunya dan anak akan lebih mampu memahami dalam mempraktekkan pembiasaan
sholat duha.
8.
BAB II
KERANGKA TEORI
A.LANDASAN TEORI
1. UPAYA GURU MEMBIASAKAN SHALAT DUHA
a. Pengertian Upaya
Upaya adalah sebuah usaha atau ihtiar untuk mencapai suatu maksud untuk memecahkan
persoalan dalam mencari jalan keluar. Jadi pengertian upaya yang di maksud disini adalah
sebuag usaha atau ihtiar guru dalam membiasakan shalat duha kelas 2 SD Negeri 2
Trimulyo.
b. Pengertian Guru
Guru adalah orang dewasa yan mempunyai tanggung jawab untuk memberikan bimbingan
kepada peserta didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai
kedewasaan dan mampu melaksanakan tugasnya sebagai khalifah dibumi, sebagai makhluk
social dan sebagai individu yang sanggup untuk berdiri sendiri.
c. Pengertian Pembiasaan
Pembiasaan adalah segala sesuatu yang sering dilakukan atau dilakukan secara berulang
untuk membiasakan individu dalam bersikap, prilaku, dengan berfikirsecara benar.
d. Peran guru
Soerang guru mempunyai peran yang tidak terbatas dimasyarakat dimanapun guru itu
berada, karena seorang guru mempunyai pribadi yang berperan penting dalam menentukan
kemajuan bangsa sehingga harus memberikan kebaikandan manfaat bagi orang lain di
sekitarnya. Diantaranya peran guru adalah sebagai pendidik, sebagai orang tua kedua,
sebagai motivativator dan innovator, sebagai teladan dan penasehat.
e. Pembiasan Shalat
Pembiasaan shalat terhadap peserta didik yang berusia masih kecil terutama kelas 2 ini
dinilai sangat efektif. Karena pada usia tersebut mereka memiliki daya rekaman atau
ingatan yang kuat dan memiliki kondisi kepribadian yang belum matang, sehingga mereka
mudah terlarut dengan kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan setiap harinya.
Kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan setiap harinya. Kebiasan-kebiasaan yang
dilakukan secara berulang akan timbul karena proses penyususnan kecenderungan respons
dengan menggunakan stimulus yang berulang-ulang. Ketika mempraktekkannya sudah
terbiasa dilakukan, berkat pembiasaan ini maka akan terjadi kebiasaan yang sifatnya nagih,
dengan sadar memintanya untuk melakukannya dan sulit untuk ditinggalkan. Beberapa
guru membiasakan shalat yang bisa dilakukan di sekolah yaitu : memberikan contoh
9.
teladan, memberikan nasihat,menegakkan kedisiplinan, mmeberikan motivasi dan
dorongan.
f. Shalat duha
Shalat dhuha atau disebut shalat al-awwabin adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada
saat matahari sudah naik kira-kira sepenggal (setinggi tonggak).
2. Metode Pembiasaan
a. Pengertian Metode Pembiasaan
Dalam kamusbuku besarBahasaIndonesia. kata biasa berarti lazim, sepert sedia kala sudah
merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sedangkan kata
pembiasaan diartikan sebagai sebuah cara yang dapat dilakukan untuk membiasakan anak
didik berfikir, bersikapdan bertindak sesuai dengan tuntutan ajaran islam Jadi inti dari
pembiasaan adalah pengulangan Ketikaseorang guru masuk kedalam kelas kemudian
Mengucapkan salam itu sudah bisa diartikansebagar usahauntukmembasakan Jadi metode
pembiasaan adalah sebuah cara yang dipakai seorang guruuntuk membiasakanpeserta didik
secara berulang-ulang sehngga menjadi suatu kebiasaan yang sulit dirtinggalkan dan akan
terus melekat kedalam diri peserta didik serta terbawa sampai di hari tuanya Metode
pembiasaan ini efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif ke dalam dini peserta didik
Pembiasaan inijuga sangat efisien untuk mengubah kebiasaan buruk peseta didik menjadi
kebiasaan positif yang baik.
b. Langkah-langkah Metode Pembiasaan
Berikut beberapa Langkah metode pembiasaan yaitu :
1. Perencaan
Perencanaan yang di lakukan menghasilkan suatu rencana berupa dokumen yang
mengandung rumusan, masalah dan sumber, alternatif tindakan dan keriteria
keberhasilan. Beberapa syarat membuat rencana, yaitu :
a). Rencananya harus memiliki tujuan yang jelas.
b). Kegiatan dan urutan kegiatannya harus jelas.
c). Praktis dan mudah untuk dilaksanakan.
d). Dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.
e). Adanya sumber-sumber yang digunkan dalam pelaksanaan rencana.
10.
2. Pengalaman
Pembasaan shalattepat waktu di sekolah merupakan bentuk kedisiplinan dan tanggung
jawab peserta didik dalam membentuk kepribadian dan sebaga1 penerapan dari
hasil belajar di kelas Aturan yang dilakukan dalam pembiasaan ini yaitu;
a. Semua peserta didik diwajibkan ikut melaksanakan shalat dhuha dan dzuhur
dengan tepar waktu
b. Pelaksanaan shalat dhuha dilaksanakan diawal KBM dan shalat dzuhur akhir KBM
c. Peserta yang belum melaksanakan shalat tepat waktu dikenai sanksi atau
hukuman yang sifatnya edukatif untuk dijadikan pembelajaran
3. Disiplin
Disiplin merupakan kepatuhan untuk menghormatidan melaksanakan suatu sister
yang mengharuskan orang untuk tunduk kepada keputusan, suatu perintah dan
peraturan yang berlaku Sikap mentaati ketentuan yang telah ditetapkan.
3. Kelebihan dan kelemahan metode pembiasaan
1) Kelebihan Metode Pembiasaan
a. Menghemat tenaga dan waktu
b. Pembiasaan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek lahiriyah saja, tetapi juga
berhubungan dengan aspek batmryah
c. Tercatat sebagar metode yang paling berhasil dalam pembentukan kepnibadian
peserta didik
2) Kekurangan Metode Pembasaan
a. Apabila sudah tertanam kebiasaan yang buruk, maka sulit untuk dihilangkan.
b. Memerlukan pengawasan, agar kebiasaan yang dilakukan peserta didik tidak
menymmpang.
c. Membutuhkan stimulus atau rangsangan, agar peserta didik dapat melakukan
kebiasaan baiknya dengan istiqamah
d. Untuk mengaplikasikan antara teoni pembiasaan dengan kenyataan atau praktek
nilar-nilai yang disampaikannya dibutuhkan tenaga pendidik yang benar-benar
mampu menguasainya
e. Kadang-kadangpelathan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal
yang monoton dan mudah membosankan
11.
4. Pemahaman Siswa
Dalammemudahkan penelitan upaya guru dalam pembasaan shalat duha pada kelas 2 SDN
2 Trimulyo dengan belajar kebiasaan, suatu proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru
atau perbaikan kebiasaan- kebiasaan yang telah ada Belajar kebiasaan, selain menggunakan
perintah, suri tauladan dan pengalaman khusus juga menggunakan hukuman dan ganjaran.
Yang tujuannya agar peserta didik memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan
perbuatan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan rang
dan waktu Dapat diartikan pula, norma-norma dan tata nilai moral yang berlaku baik yang
bersifat religious maupun tradisional dan kultural Metode pembiasaan di sekolah adalah
untuk melatih serta membiasakan peserta didik secara konsisten dankontinyu dengan sebuah
tujuan, sehingga benar-benar tertanam pada diri anak yang kemudian menjadi kebiasaan
yang suit ditinggalkan.
12.
BAB III
METODE PENELITIAN
A.JENIS PENELITIAN
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tndakan. karena penelitan dilakukan untuk
memecahkan masalah Penelitian ini juga termasuk penelitian tindakan kelas sebab
menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang
dinginkan dapat dicapai. Dan ada empat pengelompokan penelitantindakan kelas ini yaitu:
1. Guru bertindak sebagai peneliti
2. Penelitian Tindakan kalaboratif
3. Simuhtan terintegratif
4. Administrasi social eksperimental
Dalam penelitian ini guru sebagai peneliti dan penanggung jawab penuh penelitian tindakan
adalah praktisi atau guru. Tujuan utama dari penlitian tindakan untuk meningkatkan hasil
pembiasaan peserta didik, dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari
perencanaan, tindakan pengamatan dan refleksi.
B. POPUSLASI DAN SAMPEL
Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh peserta didik SDN 2 Trimulyo. Sedangkan objek
yang akan menjadi populasi penetitian ini adalah scluruh peserta didik kelas 2 SDN 2
Trimulyo. Adapun sampel yang akan peneliti ambil adalah seluruh peserta didik kelas 2 SDN
2 Trimulyo yang berjumlah 10 orang anak.
13.
C. JENIS, SUMBERDAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Data atau informasi yang penting-penting dikumpulkan dan dikaji,yang sebagian besar berupa
data kualitatif Menurut sumbernya data penlitian dapat digolongkan menjadi dua, yaitu;
1. Data primer adalah data yang diperolehsecara langsung dart sumbernya untuk diamati dan
dicatat dalam bentuk pertama kalinya sebagai bahan utama peneliti
2. Data skunder adalah data yang diperoleh dan digunakan untk pendukung data primer.
Sumber data tidak langsung diberikan, lewat orang lain atau lewat dokumen, misalkan
kepala sekolah, karyawan, siswa serta segala arsip dan dokumen resmi SDN 2
Trimulyo.
Tehnik pengumpulan data merupakan langkah-langkah yang paling utama dalam
suatu penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa
mengetahui tehnk pengumpulan, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang
memenuhi standar data yan g akan diterapkan Adapun tehnik yang digunakan penulis
adalah sebagai berikut:
1 Observasi
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapi
dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen PTK Format yang disusun
berisiitem-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. Dalam
observasi ini menggunakan observasi partisipatif, peneliti terlibat secara langsung dengan
kegiatan sehari-hani orang yang sedang diamat sebagar sumber datapenelitian.
2. Wawancara
Metode ini digunakan untuk menggali data sedetail mungkin tentang SDN 2 Trimulyo
dan upaya yang dilakukan guru dalam membiasakan shalat tepat waktu serta meminta
pertimbangan dan masukan dan berbagai pihakyang terkait. Yaitu : Kepala Sekolah, para
dewan guru. peserta didik dan pihak lain yang terkait dengan SDN 2 Trimulyo.
3. TEKNIK ANAL.ISIS
Teknik analisis data merupakan tindak lanjut kegiatan peneliti sesudah data
terkumpul untuk segera digarap oleh staf peneliti untuk mengolah data.
Data dari hasil pengamatan diolah dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan
keadaan peningkatan pencapaian indikator keberhasilan tiap siklus dan untuk
menggambarkan keberhasilan model discovery learning yang dapat meningkatkan keaktifan
belajar siswa dengan indikator keaktifan dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam.
14.
Cara pelaksanaan tindakankelas dilakukan dengan dua kali siklus, tiap siklus terdiri
dari empat prosedur yaitu perencanaan, palaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
a. Siklus Kegiatan
Peneliti akan melaksanakan penelitian dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Siklus II
merupakan penyempurnaan dari siklus I. Jika dalam siklus II indikator penyampaian sudah
tercapai maka penelitian dapat diakhiri.
Prosedur yang diterapkan pada penelitian ini meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Perencanaan
Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh
siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Pada tahap menyusun rancangan, peneliti
menentukan fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diamati,
kemudian membuat instrumen pengamatan untuk membantu peneliti merekam fakta yang
terjadi selama tindakan berlangsung.
2. Pelaksanaan (Tindakan)
Pelaksanaan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu
mengenai tindakan di kelas. Dalam tahap pelaksanan guru harus ingat dan berusaha menaati
apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus pula berlaku wajar, tidak dibuat-
buat.
3. Pengamatan
Kegiatan pengamatan dilakukan oleh observer atau pengamat. Pengamatan
dilakukan pada waktu tindakan pembelajaran berlangsung yakni terkait pembelajaran tentang
asmaulhusna.
4. Refleksi
Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah
dilakukan. Kegiatan ini sangat tepat dilakukan guru ketika pelaksanaan sudah selesai
melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan
implementasi rancangan tindakan.
15.
BAB IV
HASIL PENELITIANDAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum
1. LETAK GEOGRAFIS SEKOLAH
Sekolah Dasar Negeri 2 Trimulyo beralamatkan di Jl. Trimulyo Mataram Dusun RT 15 RW
06 Desa Trimulyo Mataram Kecamatan Seputih Mataram kabupaten Lampung Tengah
Provinsi Lampung . Dalam menjalankan program sekolah,SDN 2 Trimulyo didukung oleh
tenaga pendidik dan Komite sekolah dibantu masyarakat setempat. Secara normatif guru
SDN 2 Trimulyo sudah cukup profesional, karena sebagian besar telah memiliki
kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta
memiliki kemampuan yang cukup baik untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Disamping itu guru SDN 2 Trimulyo memiliki kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh
pendidik profesional yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi personal atau
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui
pendidikan profesi.
Keadaan siswa pada lima tahun terakhir relative stabil, Jumlah siswa seluruhnya saat ini
berjumlah 11 rombel. Sarana prasana pendidikan yang ada di SDN 2 Trimulyo meliputi Ruang
kelas,ruang belajar yang lain, ruang kantor dan ruang penunjang yang lain serta memiliki 1
unit rumah dinas ruang serba guna, WC, tempat parkir, UKS dan lain-lain.
SDN 2 Trimulyo memiliki satu ruang kepala sekolah beserta kamar kecil, satu ruangan majlis
guru, satu ruangan tata usaha, Sebelas ruangan belajar, satu ruang pustaka, satu ruang UKS,
satu musholla kecil, satu unit rumah dinas, tersedia tempat cuci tangan tiap – tiap ruangan
belajar beserta ruang majlis guru dan enam ruang WC.
2. PROFIL SEKOLAH
16.
3. VISI DANMISI
A. Visi Sekolah
Tercapainya sekolah yang bersih, rapi dan indah, unggul dalam prestasi,
berkarakter, berdasarkan IMTAQ dan IPTEK
B. Misi Sekolah
1. Penataan lingkungan sekolah yang bersih rapi dan indah
2. Menanamkan dan meningkatkan disiplin warga sekolah
3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara aktif, kreatif,
efektif,dan menyenangkan
4. Membimbing siswa untuk melaksanakan ajaran agama disekolah,
dirumah, dan dilingkungan masyarakat
5. Menumbuh kembangkan semangat keungulan untuk meraih prestasi
secara intensif pada seluruh warga sekalah
6. Memantapkan peran serta masyarakat melalui komite sekolah dalam
pendidikan
7. Memfasilitasi peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga
kependidikan melalui wadah Sistem Pembinaan Profesional
C. Tujuan Sekolah
1. Sekolah bersih rapi dan indah
2. Siswa kreatif, terampil untuk dapat mengembangkan diri secara terus –
menerus melalui pembiasaan literasi berbasis karakter bangsa
3. Siswa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia
Siswa memiliki dasar – dasar pengetahuan, kemampuan danketerampilan untuk
melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi
17.
4. KEADAAN GURUDAN KARYAWAN DAN KEADAAN PESERTA DIDIK
5. KEADAAN SARAN DAN PRASARANA
18.
B. PEMBAHSAN
Analisis DataPer Siklus
Dalam penelitian ini terbagi menjadi dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masing
siklus terbagi atas bagian-bagian yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Kegiatan siklus 1
1. Perencanaan
Siklus 1 dilaksanakan 1 kali pertemuan. Pada siklus
1 guru Mempelajari kurikulum untuk menyesuaikan materi dengan sedemikian rupa
sehingga dapat diajarkan selama kegiatan siklus I, membuat rencana pembelajaran sesuai
dengan kurikulum untuk setiap pertemuan, bekerjasama dengan observer untuk
menetapkan urutan materi pembelajaran, membuat dan melengkapi media dan membuat
lembar observasi untuk mengamati aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
2. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai yang telah direncanakan.
Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan gerakan
sholat dengan menggunakan media pembiasaan.
Pelaksanaan tindakan selanjutnya sebagai berikut:
a. Pelaksaan tindakan
Pada pertemuan Pertama ( Kamis 26 Oktober 2023)
Kegiatan Awal
1. Mengkondisikan anak sebelum memulai pelajaran
2. Memimpin doa dan membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
3. Menyampaikan apersepsi dengan penyampaian materi pembelajaran.
Kegiatan Inti
1. Mengajak anak berwudhu terlebih dahulu, kemudian memberi kesempatan kepada
anak untuk memakai peralatan sholatnya.
2. Menunjukkan alat peraga dan menjelaskan alat peraga tersebut, memberikan
contoh gerakan-gerakan sholat, sebelumnya peneliti mengajarkan beberapa niat
sholat fardhu. Kemudian guru memberikan contoh cara takbirotul ihrom sanpai
dengan salam. Cara pengajaran praktek gerakan sholat ini dilakukan secara
berulang-ulang. Siswa memperhatikan setiap gerakan-geerakan dalam sholat
yang diperagakan guru, sambil melihat anak juga mengikuti gerakan guru.
3. Memanggil siswa untuk mempraktekkan gerakan sholat secara berkelompok.
Kemudian anak-anak mulai mempraktekkan tahapan gerakan-gerakan sholat secara
19.
berkelompok dan gurudisimi berperan mengamati, mengawasi dan memperbaiki
gerakan anak yang kurang benar.
Kegiatan Akhir
1. Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam satu
hari.
2. Peneliti menanyakaan perasaan selama pembelajaran dilaksanakan
3. Anak diajak untuk membereskan peralatan dan peneliti menutup pembelajaran
dengan do’a
3. Tahap Pengamatan
Saat penelitian berlangsung guru mengamati dan melihat bagaimana kemampuan
menirukan gerakan ibadah sholat melalui kegiatan pembiasaan. observasi ini dilakukan
untuk memperoleh data dari penelitian siklus I dengan 1 kali pertemuan.
Indikator Kriteria
Penilaian
Jumlah
Anak
Tingkat
Keberhasilan
Meniru
Gerakan
Sholat
Mulai
Berkembang
5 25%
Berkembang
Baik
4 20%
Berkembang
Sangat Baik
11 55%
Jumlah 20% 100%
Tabel 1
Hasil Observasi
Kemampuan Meniru Gerakan Sholat pada siswa kelas 2
Menggunakan Metode Pembiasaan
20.
Gambar 2
Hasil ObservasiKemampuan Meniru Gerakan Sholat pada siswa kelas 2
Menggunakan Metode Pembiasaan
Berdasarkan hasil observasi anak dalam kemampuan menirukan gerakan
sholat hasil jumlah anak yang mendapat mulai berkembang terdapat 5 anak (25%),
berkembang baik terdapat 4 anak (20%), dan nilai berkembang sangat baik
terdapat 11 anak (55%) terdapat kenaikan dari kondisi awal.
4. Refleksi
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan tahap refleksi untuk mengetahui
kekurangan pada siklus I yaitu berupa koreksi, tindakan yang telah dilaksanakan bertujuan
untuk mengetahui kekurangan pada siklus I yaitu:
a. Peningkatan gerakan sholat anak melalui kegiatan pembiasaan sudah mulai terlihat
namun belum begitu maksimal.
b. Minat dan motivasi anak menirukan gerakan sholat mulai terlihat namun masih
belum maksimal, hal ini terlihat masih ada anak yang melakukan sedekap dengan
tangan kiri di atas. masih ada anak yang belum focus bercanda dengan teman.
21.
Kendala peningkatan praktekmenirukan gerakan-gerakan sholat melalui kegiatan
pembiasaan belum begitu maksimal, dan masih terdapat kesalahan dalam melakukan
gerakan sholat. Hal ini ini terjadi karena anak tidak sepenuhnya focus dan berkosentrasi
dalam mengikuti pembelajran karena praktek dilakukan secara berkelompok jadi masih
ada beberapa anak yang bercanda sendiri.
Berdasarkan refleksi pertemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat
permasalahn yang muncul pada pelaksanaan siklus I. Untuk itu, pada pelaksanaan siklus II
perlu ada perbaikan, yakni
a. Pengelolaan waktu yang efisien
b. Memberikan motivasi dan semangat kepada anak agar mampu mengikuti aturan
dengan baik. Selain itu, guru harus menyajikan kegiatan terhadap anak dibuat
semenarik mungkin sehingga anak lebih fokus pada kegitan pembelajran yang
diberikan.
Kegiatan Siklus II
1. Perencanaan Tindakan
Siklus II pertemuan I Tahap perencanaan, penulisan bersama guru kelas
membahasan teknik pelaksanaan tindakan kelas, antara lain:
1. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
2. Kegiatan dilaksanakan jam pembelajaran.
Mempersiapkan media untuk melakukan kegiatan meniru gerakan sholat
3. Melakukan kegiatan meniru gerakan sholat
Mempersiapkan lembar observasi anak tentang meningkatkan kemampuan meniru
gerakan sholat.
4. Mempersiapkan lembar observasi anak tentang meningkatkan kemampuan meniru
gerakan sholat.
2. Pelaksanaan Tindakan
Siklus II pertemuan I Saat pelaksanaan penelitian tindakan siklus II peneliti berkolaborasi
dengan guru yaitu guru memegang saat pembukaan dan jam inti dipengang oleh
peneliti. Tugas peneliti adalah mengamati, menilai dan mendokumentasikan kegiatan
saat anak melakukan kegiatan bercerita dengan tema amaliyah ramadhan sub tema
sedakah, mengejarkan lembar kerja anak yang telah diberikan oleh peneliti dan membuat
kreatifitas seperti mempragakan. Tugas guru yakni mengamati peneliti dan menilai
22.
pelaksanaan pembelajaran yangdibawakan oleh peneliti. Selanjutnya pada jam istirahat
peneliti merekap nilai yang diperoleh anak dalam kegiatan yang telah dilakukan.
Pelaksanaan tindakan selanjutnya sebagai berikut:
a. Pelaksanaan tindakan siklus lI pertemuan ke 2 hari Senin 30 Oktober 2023
Kegiatan Awal
1. Mengkondisikan anak sebelum memulai pelajaran
2. Memimpin doa dan membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
3. Menyampaikan apersepsi dengan penyampaian materi pembelajaran.
Kegiatan Inti
1. Peneliti mengajak anak berwudhu terlebih dahulu, kemudian memberi
kesempatan kepada anak untuk memakai peralatan sholatnya.
2. Peneliti menunjukkan alat peraga dan menjelaskan alat peraga tersebut,
memberikan contoh gerakan-gerakan sholat, sebelumnya peneliti
mengajarkan beberapa niat sholat fardhu. Kemudian guru memberikan contoh
cara takbirotul ihrom sanpai dengan salam. Cara pengajaran praktek gerakan
sholat ini dilakukan secara berulang-ulang. Siswa memperhatikan setiap
gerakan-geerakan dalam sholat yang diperagakan guru, sambil melihat anak
juga mengikuti gerakan guru.
3. Peneliti memanggil siswa untuk mempraktekkan gerakan sholat
secara berkelompok. Kemudian anak-anak mulai mempraktekkan tahapan
gerakan-gerakan sholat secara berkelompok dan guru disimi berperan
mengamati, mengawasi dan memperbaiki gerakan anak yang kurang benar.
Kegiatan Akhir
1. Mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam satu hari.
2. Menanyakaan perasaan selama pembelajaran dilaksanakan
3. Anak diajak untuk membereskan peralatan dan peneliti menutup pembelajaran
dengan do’a.
3. Pengamatan
Pada tahap ini peneliti melakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan
dengan menggunakan lembar observasi penggunaan metode pembiasaan dalam
materi penguasaan untuk meningkatkan kemampuan geraka sholat anak. Setelah
23.
diadakan pengamatan padasiklus II dengan 2 kali pertemuan, peneliti mendapatkan hasil
obervasi seperti yang tertera pada tabel berikut :
Indikator Kriteria
Penilaian
Jumlah
Anak
Tingkat
Keberhasilan
Ketepatan
Menirukan
Gerakan
Sholat
Mulai
Berkembang
0 0%
Berkembang
Baik
4 20%
Berkembang
Sangat Baik
16 80%
Jumlah 20 100%
Tabel 2
Hasil Observasi Siklus 2
Kemampuan Meniru Gerakan Sholat pada siswa kelas 2
Menggunakan Metode Pembiasaan
Gambar 2
Grafik Hasil Observasi Siklus II
Berdasarkan hasil observasi anak dalam kemampuan menirukan gerakan
sholat hasil jumlah anak yang mendapat mulai berkembang terdapat 0 anak (0%),
24.
berkembang baik terdapat4 anak (20%), dan nilai berkembang sangat baik terdapat
16 anak (80%) terdapat kenaikan dari kondisi awal.
4. Refleksi
Berdasarkan hasil penelitian siklus II yang dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan pada
praktik gerakan ibadah sholat pada Kelas 2 SDN 2 Trimulyo mengalami signifikan.
Peningkatan terjadi pada penguasaan Gerakan sholat anak melalui pembiasaan yang
telah dilakukan. Hal ini dapat dikeltahui dari peningkatan prosentase seluruh anak pada
lembar observasi 80%. Hasil dari siklus II oleh karena itu sudah cukup memenuhi
indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini, sehingga tidak perlu dilakukan
siklus III.
C. Analisis Data Akhir
Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa melalui kegiatan
pembiasaan maka kemampuan menirukan gerakan ibadah sholat anak pada siklus I mengalami
peningkatan pada siklus II. Kemampuan anak dalam m e n i r u k a n g e r a k a n i b a d a h s h o l a t
sudah baik. Berdasarkan hasil melalui pembiasaan anak terhadap kegiatan menirukan gerakan
ibadah sholat, dari siklus I dari 20 anak terdapat 11 anak atau 55% anak dengan kriteria baik, akan
tetapi belum mencapai indikator kinerja.
Berdasarkan kekurangan pada siklus I, guru berusaha membuat perencanaan yang lebih
menarik daripada kegiatan pada siklus I. Hal ini dilakukan agar anak dapat mengikuti kegiatan
pembelajaran secara maksimal dan dapat meningkatkan kemampuan menirukan gerakan ibadah
sholat.
Pada siklus II tahap pelaksanaan guru mengkondisikan anak agar bersemangat dan teliti
dalam melakukan kegiatan praktek gerakan sholat, kekurangan pada siklus I sudah mulai berkurang
sehingga anak mengikuti kegiatan menirukan gerakan sholat, walaupun masih dibimbing oleh guru.
Hasil observasi siklus II dari 20 anak terdapat 16 anak atau 80% anak dengan kriteria baik, sehingga
sesuai dengan prosentase sudah mencapai indikator keberhasilan.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran anak pada siklus II sudah mencapai
indikator kinerja yaitu kriteria ketuntasan 80%. Kemampuan motorik kasar anak siklus I dan siklus
II dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
25.
Indikator Kriteria
Kemampuan
Motorik Kasar
PraSiklus Siklus I Siklus II
Ketepatan
menirukan
urutan
gerakan
sholat
Mulai
Berkembang
10 50% 5 25% 0 0%
Berkembang
Baik
7 35% 4 20% 4 20%
Berkembang
Sangat Baik
3 15% 11 55% 16 80%
Gambar 3
Rekapitulasi
Hasil Peningkatan Kemampuan Menirukan
Gerakan Ibadah Sholat Anak Antara Siklus I dan Siklus II
Gambar 3
Grafik Rekapitulasi
Hasil Peningkatan Kemampuan Menirukan Gerakan Ibadah Sholat
Anak Antara Siklus I dan Siklus II
Berdasarkan tabel dan grafik diatas dapat diketahui bahwa kemampuan anak
mengalami peningkatan. Pada pra siklus jumlah anak dengan nilai BSB 3 anak (15%) jumlah
anak dengan nilai BB 7 anak (35%) jumah anak dengan nilai MB 10 anak (50%). Siklus I
jumlah anak dengan nilai BSB 11 anak (55%) nilai BB 4 anak (20%)dan nilai MB sebanyak 5
anak (25%). Pencapaian pada siklus II yang mendapat nilai BSB 16 anak (80%), 4 anak (20%)
26.
mendapat nilai BBdan tidak ada atau 0% yang mendapat nilai MB, yang artinya penelitian ini
sudah mencapai indikator kinerja yaitu 80%, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan
pembiasaan dapat meningkatkan kemampuan menirukan gerakan ibadah sholat siswa kelas
2 SDN 2 Trimulyo.
Hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan
dapat meningkatkan kemampuan menirukan gerakan ibadah sholat siswa kelas 2 SDN 2
Trimulyo. Berdasarkan pengamatan peneliti terhadap hasil belajar anak pada siklus II
mengalami peningkatan dibandingkan dengan kondisi awal dan siklus I. Pengamatan
pada siklus I masih ada anak yang belum tuntas ada 5 anak (25%) hal ini dikarenakan masih
ada anak yang masih bingung dengan urutan gerakan sholat. Siswa yang sudah tuntas atau
dengan nilai BSB adalah 11 anak atau (55%) anak. Pada saat ini sudah terjadi peningkatan
bila dibandingkan kondisi pra siklus sebelum melakukan kegiatan pembiasaan, oleh karena
itu peneliti melakukan perbaikan pada siklus II untuk meningkatkan kemampuan
menirukan gerakan ibadah sholat. Beberapa perbaikan sudah peneliti lakukan akhirnya
berdampak baik terhadap hasil penilaian pada siklus II yaitu jumlah anak didk yang belum
tuntas hanya 4 anak (20%) dan anak yang tuntas sebanyak 16 anak (80%), menunjukkan
pada siklus II anak sudah mencapai indikator kinerja yang diharapkan yaitu 80%.
Keberhasilan pada siklus II ini anak sangat antusias dan bersemangat untuk
melakukan kegiatan menirukan gerakan ibadah sholat melalui pembiasaan.
27.
BAB V KESIMPULAN
A.Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dan pembahasan pada bab sebelumnya,
maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembiasaan dapat meningkatkan kemampuan gerakan
sholat dilakukan pada pra siklus, siklus I dan siklus II, adalah pada kondisi awal yaitu 15%, dan hanya
terdapat 3 anak dari jumlah 20 anak yang menjadi objek penelitian. Kemudian dilakukan penelitian
siklus I dan siklus II hasil akhir pada siklus I terjadi peningkatan dari sebelumnya, yaitu 55%.
Selanjutnya peneliti melanjutkan penelitian siklus II yang di lakukan dalam 3 kali pertemuan. Hasil
dari penelitian siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yaitu 80%.Melalui hasil dari uraian
diatas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan metode pembiasaan dapat meningkatkan kemampuan
menirukan gerakan dalam membiasakan ibadah sholat siswa kelas 2 SDN 2 TRimulyo.
Berdasarkan analisis tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya yang dilakukan
oleh guru telah berhasil membantu peserta didik mencapai indikator- indikator yangterdapat
dalam kegiatan yang telah disusun, meskipun dalam pelaksanaannya ada beberapa faktor yang
menjadi penghambat untuk mencapai indikator tersebut diantaranya kurangnya jumlah guru dalam
proses pembelajaran iabdah sholat serta kurangnya inisiatif dan kreatifitas guru dalam menentukan
metode dan media pembelajaran.
B. Saran
Berdasarkan hasil dari penelitian Berdasarkan hasil dari penelitian diatas, maka saran yang
dapat diberikan adalah sebagai berikut :
1. Kepada Guru
Berdasarkan metode pembiasaan dalam meningkatkan kemampuan gerakan sholat,
guru dapat menggunakan dan mengembangkan metode pembiasaan sebagai alternative dalam
menyampaikan materi pembelajaran sholat
2. Kepada Anak
Keberhasilan metode juga sangat tergantung dari partisipasi dan kerjasama dari anak.
Dengan motivasi dari guru anak diharapkan bersungguh- sungguh dalam berlatih dan belajar
3. Kepada Kepala Sekolah
Sebagai pemegang kewenangan dan tanggung jawab tertinggi dalam lembaga sekolah,
perlu mewujudkan hal-hal yang dapat mendukung keberhasilan pencapaian keberhasilan sekolah,
sebagai contoh :
a. Di tempat wudhu bisa ditempel gambar gerkan- gerakan wudhu yang benar
28.
b. Di kelasjuga bisa ditempel gambar gerakan- gerakan sholat yang benar dan gambar
gerakan- gerakan sholat yang salah yang sering dilakukan anak, untuk contoh
serta untuk perbandingan anak gerakan yang benar dan salah.
30.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahim. (2004).Pintar Ibadah. Jakarta: Sandro Jaya. Agung P. F. H. (2019) Ulumuddin. Jurnal
Ilmu-Ilmu
Keislaman. 9
Arief, A. (2002). Pengantar Ilmu dan Metodologi Penddikan
Islam. Jakarta: Ciputat Press.
Arikunto. (2010) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta : Penerbit Bukit Aksara
Assayuthi, B . I . (2019). Bimbingan Ibadah sholat Lengkap.
Surabaya: Mitra Ummat
Burhanuddin. (2019). Al-Qur'an Keluarga. Bandung: CV Median Fitrah Rabbani.
Burns, Anne, ‘Doing Action Research in English Language
Teaching : A Guide for Practitioners’, 2009, 196
Dikmas, D. (2015). Penilaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Direktorat Pembinaan
Pendidikan Anak Usia Dini.
Ditjen PAUD dan Dikmas.2015. Penilaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta:
Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini
Eriawati Yossi, S. (2020). PEMBINAAN BACAAN DAN GERAKAN SHOLAT, Journal of Character
Education Society, 7-8
Fadillah, M. (2012). Desain Pembelajaran PAU,. Jogjakarta: ArRuzz Media.
Fadillah, M. (2012). Desain Pembelajaran PAUD. Jogjakarta: ArRuzz Media.
Fattah Hidayat, A. (2019). Melakukan Penelitian Tindakan
Kelas. Ilmu-Ilmu Keislaman, 49-60.
Haq, M. A. (2019). Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Melalui Metode Pembiasaan. Jurnal
Prakasa Paedagogja, 25.
Hasan A. S. (2004) Fikih Ibadah. Jakarta :Pustaka Al-kautsar. Herliani, E. (2020). Meningkatkan Hasil
Belajar PAI Materi
Hal-hal Yang Membatalkan Sholat Melalui Metode
Pembelajaran Problem Based Learning Pada Peserta
Didik Kelas IV. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 14.
Jamaluddin, S. (2010) Kuliah Fiqih Ibadah. Yogyakarta: LPPI UMY.
Milyanti, A. E. (2016). Pengaruh Metode Brain Gym Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak
Kelompok B. Jurnal PAUD Teratai, 1.
31.
Yeni Arza,Pangaruh metodepembiasaan terhadap proses pembelajaran anak di TK harapan bangsa
tanjung barulak batipah, 2018
Kholis Nur, upaya guruPAI dalammembiasakan pelaksanaan shalatberjamaahsiswa di SMPIT Darut,
Tahfidz Sayung Demak, 2018
32.
LK 11b: PENYUSUNANINTRUMEN PTK
ii. WAWANCARA
TRANSKRIP HASIL WAWANCARA
Topik wawancara : Upaya Guru Dalam Membiasakan Shalat Duha
Narasumber : TITI Handayani, A.Ma.Pd.
Jabatan : Guru Kelas 2 SDN 2 Trimulyo
Tempat : Ruang Guru
NO Pewawancara Narasumber
1 Apakah ada upaya yang dilakukan oleh
guru SDN 2 Trimulyo dalam membiasakan
shalat pada peserta didiknya?
Tentu saja ada Apalagi kita selalu
mengendepankan ibadah, terutama ibadah
shalat.
2 Apakah guru di SDN 2 Trimulyo
memberikan contoh dan teladan yang
baik kepada peserta didiknya dalam hal
membiasakan shalat duha?
Guru PAI (Bapak Saeful Anwar) itu salah satu
guru teladan di SDN 2 Trimulyo beliau
dianggap sesepuh, karena usianya yang paling
tua dan ilmu agamanya yang sangat
mumpuni, guru yang selalu jadi panutan
buat para peserta didik Soalnya beliau
memiliki sifat tenang dan sabar. Dan untuk
masalah ibadah beliau selalu mengajarkan
kepada semua siswa untuk selalu
menjalankan shalat, terutama shalat duha.
3 Apakah guru PAI selalu memberikan
nasihat kepada siswa terutama dalam
hal membiasakan shalat duha?
Pak Saeful Anwar selalu membenikan nasehat
kepada semua peserta didik. Dalam hal
membiasakan shalat pak Saeful Anwar
selalu memberikan nasehat tentang shalat
duha
4 Apakah wali kelas selalu memberikan
motivasi dan dorongan kepada peserta
didiknya untuk segera shalat?
Wali kelas selalu memberikan dorongan kepada
siswa untuk segera menjalankan shalat.
Dorongan itu bisa melalui ajakan untuk
menjalankan shalat dan memberikan
pengetahuan tentang hikmah shalat duha
5 Apakah guru SDN 2 Trimulyo selalu
menegakkan kedisplinan kepada peserta
didik dalam membiasakan shalat duha?
Ya jelas, Karena siapa saja yang terlambat
mengikuti shalat duha, apalagi yang tidak ikut
shalat duha akan di berikan hukuman. Hukuman
itu, Bisa berupa teguran, disuruh berdiri di depan
kelas atau disuruh melakukan shalat duha
dengan teman yang tidak melakukan
shalat duha atau mungkin hukuman yang
lainnya yang bersifat mendidik
Wali Kelas 2
Titi Handayani, A.Ma.Pd.
33.
iii. PENGAMATAN (OBSERVASI)
KISI-KISIPEDOMAN OBSERVASI TENTANG PROSES BELAJAR PEMBIASAAN
NO VARIABEL INDIKATOR SUB INDIKATOR
TEKNIK
PENGUMPULAN
DATA
ALAT
PENGUMPULAN
DATA
1 Proses
belajar
pembiasaan
Mengucapkan
salam
1.Mampu
mengucapkan salam
sebelum masuk dan
keluar ruangan
2.Mampu
mengucapkan salam
Ketika tampil ke
depan.
Observasi Lembar
observasi
2 Proses
belajar
pembiasaan
Membaca
basmalah
3.Mampu membaca
basmalah sebelum
makan dan minum.
4.Mampu membaca
basmalah sebelum
melakukan kegiatan
Observasi Lembar
observasi
3 Proses
belajar
pembiasaan
Ambil wudhu 1.Segera ambil wudhu
Ketika mendengar
azan
2.Ambil wudhu tanpa
dampingan
3.Ambil wudhu dengan
dampingan
Observasi Lembar
observasi
4 Proses
belajar
pembiasaan
Shalat duha 1. Mampu shalat duha
2. Mampu shalat duha
dengan teguran
3. Mampu shalat duha
dengan teguran dan
dampingan
Observasi Lembar
observasi
34.
LEMBAR OBSERVASI PROSESBELAJAR PEMBIASAAN
KELAS 2 SD NEGERI 2 TRIMULYO
NAMA : ……………………………………………….
UMUR : ……………………………………………….
JENIS KELAMIN : ……………………………………………….
PETUNJUJ : Pilihlah salah satu alternatif jawaban yang tersedia dengan jujur dan sesuai dengan
kenyataan yang sebenarnya pada item pengamatan yang ada, dengan memberikan
tanda ceklis (√) pada lembar observasi.
NO Item Pengamatan Penilaian
SM M KM BM
1. Mampu mengucapkan salam sebelum masuk dan keluar ruangan
2. Mampu mengucapkan salam Ketika tampil ke depan
3. Mampu membaca basmalah sebelum makan dan minum
4. Mampu membaca basmalah sebelum melakukan kegiatan
5. Segera ambil wudhu Ketika mendengar suara azan
6. Ambil wudhu tanpa dampingan
7. Ambil wudhu dengan dampingan
8. Mampu shalat duha
9. Mampu shalat duha dengan dampingan
10. Mampu shalat duha dengan teguran dan dampingan
Keterangan :
SM : SANGAT MAMPU
M : MAMPU
KM : KURANG MAMPU
BM : BELUM MAMPU
35.
SKOR KEMAMPUAN PEMBIASAAN
NOSKOR PEMBIASAAN KELAS 2
1 30-40 SANGAT MAMPI
2 21-29 MAMPU
3 10-20 KURANG MAMPIU
4 1-9 BELUM MAMPU
SAMPEL PENGAMATAN
NO NAMA PESERTA DIDIK SKOR AKHLAK KETERANGAN
1 ANDI 32 SANGAT MAMPU
2 ALDI 36 SANGAT MAMPU
3 FEBRI 32 SANGAT MAMPU
4 CICI 28 MAMPU
5 DESTA 16 KURANG MAMPU
6 ISA 18 KURANG MAMPU
7 KURNIA MEGA 28 MAMPU
8 VERA 29 MAMPU
9 WENI 29 MAMPU
10 WAHYU 38 SANGAT MAMPU
SKOR NILAI
4 = SANGAT MAMPU
3 = MAMPU
2 = KURANG MAMPU
1 = BELUM MAMPU