LAPORAN SURVEY BUDAYA
KESELAMATAN PASIEN DI RS KASIH
HERLINA TAHUN 2022
By: Tim Mutu dan Keselamatan Pasien
Latar Belakang
1. keselamatan pasien rumah sakit berhubungan= berapa jumlah
dan macam/jenis insiden yang terjadi di rumah sakit .
2. IKP mengakibatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap
pelayanan keselamatan menurun , Flynn (2002)
3.Upaya RS Kasih Herlina untuk membuat asuhan pasien lebih
aman dengan sistem patient safety menciptakan Budaya KP
Penerapan Budaya Keselamatan
Pasien:
Tujuan:
1. mencegah terjadinya cedera yang disebabkan
akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak
mengambil tindakan yang seharusnya diambil.
2. meningkatkan kesadaran untuk mencegah
error dan melaporkan jika ada kesalahan.
3. mengurangi pengeluaran finansial yang
diakibatkan oleh kejadian keselamatan pasien
(Beginta, 2012).
Pengukuran Budaya Keselamatan
Pasien di RS Kasih Herlina Tahun 2022
Bahan dan Metode:
1. Survei pada: bulan Oktober 2022
2. Jumlah Populasi : 150 responden
3. Jumlah Sampel dan Respon : 77 responden*
*sesuai ketentuan AHRQ(Agency for Healthcare Research and Quality ) diharapkan tingkat responden 50%
dari jumlah populasi
4. Alat pengumpulan data : kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture oleh
The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) tahun 2004
kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture oleh The
Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) tahun 2004
Budaya keselamatan pasien menurut AHRQ dapat diukur dari segi perspektif
staf rumah sakit yang terdiri dari 12 dimensi diantaranya :
1. harapan dan tindakan manajer mempromosikan keselamatan pasien,
2. organizational learning,
3. perbaikan berkelanjutan,
4. kerja sama dalam unit di rumah sakit,
5. komunikasi terbuka,
6. umpan balik dan komunikasi mengenai kesalahan,
7. respon non-punitive terhadap kesalahan,
8. staffing,
9. dukungan manajemen terhadap upaya keselamatan pasien,
10. kerja sama antar unit di rumah sakit,
11. handsoff dan transisi pasien, persepsi keseluruhan staf di rumah sakit
terkait keselamatan pasien, dan
12. frekuensi pelaporan kejadian (AHRQ, 2004).
Karakteristik Responden
Variabel Kategori Frekuensi Persentase
Profesi Dokter/Dokter gigi 10 13%
Perawat/bidan 27 35 %
Asisten Apoteker 9 12.2%
Administrasi 17 23.0%
Analis Laborat 5 6.8%
Cleaning Service 3 2.7%
Security 5 6.8%
Driver 1
Jumlah 77 100.0%
Kesimpulan:
1. Jumlah tenaga medis (dokter) dan perawat/Bidan merupakan responden terbanyak
yaitu 37 orang (10 org tenaga Dokter/ Dokter Gigi dan 27 orang tenaga Perawat/Bidan)
2. profesional asuhan yang berinteraksi langsung dengan pasien, harus lebih berhati-
hati dalam melaksanakan tindakan maupun pemeriksaan terhadap pasien, berusaha
untuk meminimalisir kesalahan, menghindari komplain dan lebih mengutamakan
keselamatan pasien.
Lama Kerja di
Unit ini
<1 Tahun 19 24.7%
1-5 Tahun 37 48.1%
6-10 tahun 20 26.0%
11-15 tahun 1 1.3%
16-20 tahun 0 0.0%
21 tahun
atau lebih
0 0.0%
Jumlah 77 100.0%
Lama Kerja di RS
Kasih Herlina Timika
Kurang dari 1
tahun
20 26.0%
1-5 tahun 39 51.9%
6-10 tahun 16 20.8%
11-15 tahun 1 1.3%
16-20 tahun 0 0.0%
21 tahun atau
lebih
1 0.0%
Jumlah 77 100.0%
Lama Kerja dalam
Seminggu
kurang dari 20
jam seminggu
4 5.2%
20-39 jam
seminggu
22 28.6%
40 jam atau lebih
seminggu
51 66.2%
Jumlah 77 100.0%
Kesimpulan:
1. Responden yang memiliki masa kerja di unit 1-5 tahun
merupakan responden terbanyak yaitu 37 orang, dan masa kerja
di Rumah sakit Kasih Herlina Timika 1-5 tahun sebanyak 39 orang,
sebagian besar memiliki waktu kerja dalam seminggu lebih dari
40jam sebanyak 51 orang
2. Sebagian besar responden sudah cukup lama menjalankan
profesinya, sehingga semakin banyak kasus yang ditanganinya. Hal
tersebut akan menambah pengalaman dalam meningkatkan
keahlian dan ketrampilan kerja.
Hasil Survey:
No Dimensi
Jumlah (%)
Respon Positif
1
Harapan saya terhadap tindakan atasan dalam
mempromosikan patient safety
63.9%
2 Organizational learning atau perbaikan berkelanjutan 82.5%
3 Kerjasama dalam unit 84.4%
4 Komunikasi terbuka 47.2%
5 Umpan balik dan komunikasi tentang kesalahan 64.8%
6 Respon non punitive 40.3%
7 Staffing 29.7%
8 Dukungan manajemen terhadap keselamatan pasien 75%
9 Kerjasama antar unit 77.7%
10 Handsoff dan transisi 59.5%
11 Persepsi keseluruhan terhadap patient safety 68%
12 Frekuensi pelaporan kejadian 54.9%
Rata-rata Respon Positif 62.33%
Kesimpulan: Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika
termasuk budaya sedang dimana respon positif adalah 62.33%.
Perlu ditingkatkan :
1. Komunikasi terbuka :
respon positif yang didapat sebesar 47,2%, termasuk dalam kategori budaya rendah.
kemungkinan masih merasa takut untuk bertanya ketika mengetahui ada yang tidak tepat dalam
pelayanan pasien.
No. Pertanyaan
Jawaban Responden
Total
Jawa
ban
Jumlah
Persen
positif
(%)
Jenis Pertanyaan
Respon Positif
Respon
Negatif
Netral
1
Kami bebas mengungkapkan pendapat jika
melihat sesuatu yang bisa berdampak
negatif
Positif 49 12 13 74
66.2
2
Kami merasa bebas untuk bertanya atau
berdiskusi mengenai keputusan atau
tindakan yang diambil
Positif 19 23 33 75
22.7
3
Kami merasa takut untuk bertanya ketika
mengetahui ada yang tidak beres dalam
pekerjaan
Negatif 39 13 22 74
52.7
Rata-rata respon positif 47.2%
2. Respon Non Punitive terhadap kesalahan Staf
Hasil survey didapatkan hasil sebesar 40.3% termasuk dalam kategori rendah.
Tidak berfokus untuk mencari kesalahan individu tetapi lebih mempelajari secara sistem yang mengakibatkan
terjadinya kesalahan.
Budaya tidak menyalahkan kepada staf perlu dikembangkan dalam menumbuhkan budaya keselamatan pasien
staf belum berani melaporkan insiden karena khawatir disalahkan dan diberikan hukuman, akibatnya prosedur
pelaporan kejadian keselamatan pasien terhambat
No. Pertanyaan
Jenis
Pertanyaan
Jawaban Responden
Jumlah
Persen positif
(%)
Respon
Positif
Respon
Negatif
Netral
Total
Jawaban
1
Bila kami melakukan kesalahan
dalam melayani pasien kami
merasa kesalahan tersebut akan
memojokan atau
mengancam kami
Negatif 44 13 18 75 58.7
2
Bila suatu kejadian dilaporkan
maka yang menjadi fokus adalah
orang yang berbuat salah
bukan masalahnya
Negatif 45 14 16 75 60.0
3
Pegawai merasa khawatir pada
kesalahan yang dibuat akan
dicatat di
dokumen pribadi kami oleh
pemimpin
Negatif 15 34 24 73 20.5
Rata - rata Respon Positif 40.3 %
3. Staffing
Hasil survey respon positif 29,7%= budaya rendah.
Sebab:
sumber daya manusia di rumah sakit sebagai tenaga profesional pelaksana langsung
pelayanan belum memenuhi kecukupan baik kuantitas dan kualitas.
N
o
.
Pertanyaan
Jenis
Pertanyaan
Jawaban Responden
Jumlah
Persen
positif (%)
Respon Positif
Respon
Negatif
Netral
Total
Jawaban
1
Kami memiliki jumlah pegawai yang
cukup untuk menangani beban
berlebih
Positif 31 21 24 76 40.8
2
Pegawai di unit bekerja lembur untuk
memberikan pelayanan yang terbaik
pada pasien
Negatif 27 13 34 74 36.5
3
Kami sering menggunakan tenaga
honorer atau cadangan untuk
memberikan pelayanan yang terbaik
Negatif 13 30 31 74 17.6
4
Kami merasa pada unit kami bekerja
dalam “model krisis” dimana kami
harus melakukan banyak pekerjaan
dengan terburu – buru dalam
Negatif 31 23 20 74 41.9
Rata - rata Respon Positif 29.7%

PRESENTASI SBKP RSKH.pptx

  • 1.
    LAPORAN SURVEY BUDAYA KESELAMATANPASIEN DI RS KASIH HERLINA TAHUN 2022 By: Tim Mutu dan Keselamatan Pasien
  • 2.
    Latar Belakang 1. keselamatanpasien rumah sakit berhubungan= berapa jumlah dan macam/jenis insiden yang terjadi di rumah sakit . 2. IKP mengakibatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan keselamatan menurun , Flynn (2002) 3.Upaya RS Kasih Herlina untuk membuat asuhan pasien lebih aman dengan sistem patient safety menciptakan Budaya KP
  • 3.
    Penerapan Budaya Keselamatan Pasien: Tujuan: 1.mencegah terjadinya cedera yang disebabkan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil. 2. meningkatkan kesadaran untuk mencegah error dan melaporkan jika ada kesalahan. 3. mengurangi pengeluaran finansial yang diakibatkan oleh kejadian keselamatan pasien (Beginta, 2012).
  • 4.
    Pengukuran Budaya Keselamatan Pasiendi RS Kasih Herlina Tahun 2022 Bahan dan Metode: 1. Survei pada: bulan Oktober 2022 2. Jumlah Populasi : 150 responden 3. Jumlah Sampel dan Respon : 77 responden* *sesuai ketentuan AHRQ(Agency for Healthcare Research and Quality ) diharapkan tingkat responden 50% dari jumlah populasi 4. Alat pengumpulan data : kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) tahun 2004
  • 5.
    kuesioner Hospital Surveyon Patient Safety Culture oleh The Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ) tahun 2004 Budaya keselamatan pasien menurut AHRQ dapat diukur dari segi perspektif staf rumah sakit yang terdiri dari 12 dimensi diantaranya : 1. harapan dan tindakan manajer mempromosikan keselamatan pasien, 2. organizational learning, 3. perbaikan berkelanjutan, 4. kerja sama dalam unit di rumah sakit, 5. komunikasi terbuka, 6. umpan balik dan komunikasi mengenai kesalahan, 7. respon non-punitive terhadap kesalahan, 8. staffing, 9. dukungan manajemen terhadap upaya keselamatan pasien, 10. kerja sama antar unit di rumah sakit, 11. handsoff dan transisi pasien, persepsi keseluruhan staf di rumah sakit terkait keselamatan pasien, dan 12. frekuensi pelaporan kejadian (AHRQ, 2004).
  • 6.
    Karakteristik Responden Variabel KategoriFrekuensi Persentase Profesi Dokter/Dokter gigi 10 13% Perawat/bidan 27 35 % Asisten Apoteker 9 12.2% Administrasi 17 23.0% Analis Laborat 5 6.8% Cleaning Service 3 2.7% Security 5 6.8% Driver 1 Jumlah 77 100.0% Kesimpulan: 1. Jumlah tenaga medis (dokter) dan perawat/Bidan merupakan responden terbanyak yaitu 37 orang (10 org tenaga Dokter/ Dokter Gigi dan 27 orang tenaga Perawat/Bidan) 2. profesional asuhan yang berinteraksi langsung dengan pasien, harus lebih berhati- hati dalam melaksanakan tindakan maupun pemeriksaan terhadap pasien, berusaha untuk meminimalisir kesalahan, menghindari komplain dan lebih mengutamakan keselamatan pasien.
  • 7.
    Lama Kerja di Unitini <1 Tahun 19 24.7% 1-5 Tahun 37 48.1% 6-10 tahun 20 26.0% 11-15 tahun 1 1.3% 16-20 tahun 0 0.0% 21 tahun atau lebih 0 0.0% Jumlah 77 100.0% Lama Kerja di RS Kasih Herlina Timika Kurang dari 1 tahun 20 26.0% 1-5 tahun 39 51.9% 6-10 tahun 16 20.8% 11-15 tahun 1 1.3% 16-20 tahun 0 0.0% 21 tahun atau lebih 1 0.0% Jumlah 77 100.0% Lama Kerja dalam Seminggu kurang dari 20 jam seminggu 4 5.2% 20-39 jam seminggu 22 28.6% 40 jam atau lebih seminggu 51 66.2% Jumlah 77 100.0% Kesimpulan: 1. Responden yang memiliki masa kerja di unit 1-5 tahun merupakan responden terbanyak yaitu 37 orang, dan masa kerja di Rumah sakit Kasih Herlina Timika 1-5 tahun sebanyak 39 orang, sebagian besar memiliki waktu kerja dalam seminggu lebih dari 40jam sebanyak 51 orang 2. Sebagian besar responden sudah cukup lama menjalankan profesinya, sehingga semakin banyak kasus yang ditanganinya. Hal tersebut akan menambah pengalaman dalam meningkatkan keahlian dan ketrampilan kerja.
  • 8.
    Hasil Survey: No Dimensi Jumlah(%) Respon Positif 1 Harapan saya terhadap tindakan atasan dalam mempromosikan patient safety 63.9% 2 Organizational learning atau perbaikan berkelanjutan 82.5% 3 Kerjasama dalam unit 84.4% 4 Komunikasi terbuka 47.2% 5 Umpan balik dan komunikasi tentang kesalahan 64.8% 6 Respon non punitive 40.3% 7 Staffing 29.7% 8 Dukungan manajemen terhadap keselamatan pasien 75% 9 Kerjasama antar unit 77.7% 10 Handsoff dan transisi 59.5% 11 Persepsi keseluruhan terhadap patient safety 68% 12 Frekuensi pelaporan kejadian 54.9% Rata-rata Respon Positif 62.33% Kesimpulan: Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Kasih Herlina Timika termasuk budaya sedang dimana respon positif adalah 62.33%.
  • 9.
    Perlu ditingkatkan : 1.Komunikasi terbuka : respon positif yang didapat sebesar 47,2%, termasuk dalam kategori budaya rendah. kemungkinan masih merasa takut untuk bertanya ketika mengetahui ada yang tidak tepat dalam pelayanan pasien. No. Pertanyaan Jawaban Responden Total Jawa ban Jumlah Persen positif (%) Jenis Pertanyaan Respon Positif Respon Negatif Netral 1 Kami bebas mengungkapkan pendapat jika melihat sesuatu yang bisa berdampak negatif Positif 49 12 13 74 66.2 2 Kami merasa bebas untuk bertanya atau berdiskusi mengenai keputusan atau tindakan yang diambil Positif 19 23 33 75 22.7 3 Kami merasa takut untuk bertanya ketika mengetahui ada yang tidak beres dalam pekerjaan Negatif 39 13 22 74 52.7 Rata-rata respon positif 47.2%
  • 10.
    2. Respon NonPunitive terhadap kesalahan Staf Hasil survey didapatkan hasil sebesar 40.3% termasuk dalam kategori rendah. Tidak berfokus untuk mencari kesalahan individu tetapi lebih mempelajari secara sistem yang mengakibatkan terjadinya kesalahan. Budaya tidak menyalahkan kepada staf perlu dikembangkan dalam menumbuhkan budaya keselamatan pasien staf belum berani melaporkan insiden karena khawatir disalahkan dan diberikan hukuman, akibatnya prosedur pelaporan kejadian keselamatan pasien terhambat No. Pertanyaan Jenis Pertanyaan Jawaban Responden Jumlah Persen positif (%) Respon Positif Respon Negatif Netral Total Jawaban 1 Bila kami melakukan kesalahan dalam melayani pasien kami merasa kesalahan tersebut akan memojokan atau mengancam kami Negatif 44 13 18 75 58.7 2 Bila suatu kejadian dilaporkan maka yang menjadi fokus adalah orang yang berbuat salah bukan masalahnya Negatif 45 14 16 75 60.0 3 Pegawai merasa khawatir pada kesalahan yang dibuat akan dicatat di dokumen pribadi kami oleh pemimpin Negatif 15 34 24 73 20.5 Rata - rata Respon Positif 40.3 %
  • 11.
    3. Staffing Hasil surveyrespon positif 29,7%= budaya rendah. Sebab: sumber daya manusia di rumah sakit sebagai tenaga profesional pelaksana langsung pelayanan belum memenuhi kecukupan baik kuantitas dan kualitas. N o . Pertanyaan Jenis Pertanyaan Jawaban Responden Jumlah Persen positif (%) Respon Positif Respon Negatif Netral Total Jawaban 1 Kami memiliki jumlah pegawai yang cukup untuk menangani beban berlebih Positif 31 21 24 76 40.8 2 Pegawai di unit bekerja lembur untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada pasien Negatif 27 13 34 74 36.5 3 Kami sering menggunakan tenaga honorer atau cadangan untuk memberikan pelayanan yang terbaik Negatif 13 30 31 74 17.6 4 Kami merasa pada unit kami bekerja dalam “model krisis” dimana kami harus melakukan banyak pekerjaan dengan terburu – buru dalam Negatif 31 23 20 74 41.9 Rata - rata Respon Positif 29.7%