SlideShare a Scribd company logo
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
Negara Maju & Negara Berkembang
NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG
Negara Maju =
Lamanya Umur
Suatu Negara?
Amerika Serikat Negara Maju ???
Indonesia Negara Berkembang???
Divisi Statistik PBB
Tidak ada konvensi resmi untuk
penetapan negara atau wilayah
"maju" dan "berkembang" dalam
sistem Perserikatan Bangsa-
Bangsa
Kegunaannya
Penetapan "maju" dan "berkembang"
hanya ditujukan untuk kemudahan
statistik dan tidak mengekspresikan
penilaian terhadap tahap-tahap yang
telah dicapai suatu negara atau wilayah
dalam proses pembangunannya.
PBB
Dalam kenyataannya, Jepang di Asia, Kanada dan
Amerika Serikat di Amerika Utara, Australia dan
Selandia baru di Oseania, dan Eropa dianggap sebagai
wilayah atau kawasan "maju". Dalam statistik
perdagangan internasional, Persatuan Bea Cukai
Afrika Bagian Selatan juga dianggap sebagai kawasan
maju dan Israel sebagai negara maju; negara yang
muncul dari bekas Yugoslavia dianggap sebagai negara
berkembang; dan negara-negara di Eropa Timur dan
Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (bekas Uni
Soviet di Eropa tidak termasuk dalam wilayah maju
ataupun berkembang
IMF
Menggunakan sistem klasifikasi fleksibel yang
memperhitungkan :
(1) Tingkat pendapatan per kapita,
(2) Diversifikasi ekspor sehingga eksportir minyak yang
memiliki PDB per kapita tinggi tidak akan masuk
dalam klasifikasi maju karena 70% barang ekspornya
berupa minyak, dan
(3) Tingkat integrasinya ke dalam sistem keuangan
global.
Bank Dunia (Pendapatan Nasional)
 Negara pendapatan rendah memiliki PN per
kapita 1.035 dollar AS atau kurang.
 Negara pendapatan menengah bawah
memiliki PN per kapita antara 1.036 dollar
AS - 4.045 dollar AS.
 Negara pendapatan menengah atas
memiliki PN per kapita antara 4.046 dollar
AS - 12.535 dollar AS.
 Negara pendapatan tinggi memiliki PN per
kapita lebih dari 12.535 dollar AS.
 Gross National Income ( GNI) per kapita Indonesia
tahun 2019 naik menjadi 4.050 dollar AS dari posisi
sebelumnya 3.840 dollar AS.
Bank Dunia (Pendapatan Nasional)
 Bank
Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan Gr
oss National Income (GNI) per kapita dalam 4
kategori, yaitu:
 Low Income (1.035 dollar AS),
 Lower Middle Income (1.036 dollar AS - 4.045 dollar
AS),
 Upper Middle Income (4.046 dollar AS - 12.535 dollar
AS) dan
 High Income (di atas 12.535 dollar AS).2 Jul 2020
Ekonomi maju
Ekonomi awal dan berkembang (tidak kurang maju)
Ekonomi awal dan berkembang (kurang maju)
Klasifikasi oleh IMF dan PBB
Negara Industri Baru tahun 2010
██ Sangat tinggi
██ Tinggi
██ Sedang
██ Rendah
██ tidak ada data
Peta dunia yang memperlihatkan Indeks Pembangunan Manusia
menurut Kuartil (berdasarkan data 2010, diterbitkan 4
November 2010
• Perbedaan didasarkan oleh: tingkat perekonomian dan
penguasaan teknologi.
• Indikator-indikator yang digunakan untuk
membedakan dari sektor ekonomi dan sosial serta
pengembangan wilayah.
Indikator Negara Maju dan Berkembang
 Tingkat kemajuan suatu negara dapat dilihat dari
dua segi, yaitu segi kuantitatif dan kualitatif
(deskriptif).
• Kuantitatif => pendapatan perkapita, tingkat
pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat
inflasi, serta laju pertumbuhan penduduk.
• Kualitatif => pertumbuhan ekonomi yang tinggi
disertai dengan pemerataan pendapatan.
(pemerataan: pendidikan, kesehatan, gizi, hukum dan
keadilan serta alam yang bersih.
- Pertumbuhan ekonomi
- Kegiatan perekonomian utama
- Ketersediaan modal
- Pemanfaatan sumber daya alam
Kondisi Penduduk
- Pertumbuhan Penduduk
- Kepadatan Penduduk
- Tingkat Pengangguran
- Tingkat Pendidikan
- Keadaan Sosial Budaya
- Kemajuan Teknologi
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
Contoh negara maju
 Amerika Serikat
Letak : 25o LU – 49o LU,
66o BB – 125o BB
Luas : 9.372.610 Km2
Penduduk : 317.6 Juta jiwa (2010)
Kepadatan : 100 jiwa / Km2
GNP : 47.093,9 Dolar A.S
Kegiatan ekonomi : Pertanian, Peternakan,
Kehutanan, Pertambangan,
Industri, Pariwisata, Transportasi
Tahun
(USA)
Indikator
Jumlah
Penduduk
(Jiwa)
ribuan
HDI (nilai
dan
peringkat)
GNP
(US$)
Tingkat
pengangg
uran
(%)
Angka
kematian
bayi
(per 1000
kelahiran)
Angka
Melek
Huruf
≥15 tahun
(%)
Angka
Harapan
Hidup
1990 254.865,2 0,857 (1) 34.405,6 5,6 11 ... 75,2
2000 287.842,2 0,893 (3) 43.079,1 4,0 8 ... 78,0
2010 317.641,1 0,902 (4) 47.093,9 5,8 8* ... 79,6
Jerman
Letak : 47o LU – 55o LU,
6o BT – 15o BT
Luas : 356.910 km2
Penduduk : 82 juta jiwa(2010)
Pertumbuhan : 0,1 %
Kepadatan : 230 jiwa / Km2
GNP : 35.308 dolar A.S
Kegiatan Ekonomi : Pertanian, Pertambangan,
Industri, Pariwisata
Tahun
(Jerman
)
Indikator
Jumlah
Penduduk
(Jiwa)
Ribuan
HDI (nilai
dan
peringkat)
GNP
(US$)
Tingkat
pengangg
uran
(%)
Angka
kematian
bayi
(per 1000
kelahiran)
Angka
Melek
Huruf
≥15 tahun
(%)
Angka
Harapan
Hidup
1990 79.433,0 0,782 (15) 27.296,1 ... 9 ... 75,5
2000 82.074,8 ... 31.797,6 7,9 5 ... 78,0
2010 82.056,8 0,885 (10) 35.308,0 7,5 4* ... 80,2
Ciri-ciri Negara Berkembang
Menurut Prof. Harvey Leibenstein
- Aktivitas penduduknya di bidang
pertanian
- Modal perorang kecil
- Pendapatan perkapita rendah
- Volume perdagangan rendah
- Fasilitas perumahan buruk
Contoh Negara Berkembang
 Indonesia
Tahun
(Indone
sia)
Indikator
Jumlah
Penduduk
(Jiwa)
ribuan
HDI (nilai
dan
peringkat)
GNP
(US$)
Tingkat
pengangg
uran
(%)
Angka
kematian
bayi
(per 1000
kelahiran)
Angka
Melek
Huruf
≥15 tahun
(%)
Angka
Harapan
Hidup
1990 177.385,1
0.458
(85)
2,156.8 ... 86 81.5
61.6
2000 205.280,3
0.500
(95)
2,689.2 ... 56 81.5
67.4
2010 232.516,8
0.600
(108)
3,956.8 8,4 41* 92.0
71.5
0.00
5,000.00
10,000.00
15,000.00
20,000.00
25,000.00
30,000.00
35,000.00
40,000.00
45,000.00
50,000.00
Amerika Jerman Indonesia Malaysia
GNP
GNP
66
68
70
72
74
76
78
80
82
Amerika Jerman Indonesia Malaysia
Angka Harapan Hidup
Angka Harapan
Hidup
88
90
92
94
96
98
100
102
Angka Melek Huruf
Angka Melek
Huruf
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
Angka Kematian Bayi
Angka Kematian
Bayi
0
2
4
6
8
10
Tingkat Pengangguran
Tingkat
Pengangguran
0
50,000
100,000
150,000
200,000
250,000
300,000
350,000
Jumlah Penduduk
Jumlah
Penduduk
Perkembangan negara menurut
W.W. Rostow
The precondition for take off
Take off
The drive for maturenity
The age of highMass Consumption
The Tradisional Society
Produktifitas
Rendah
Fungsi produksi terbatas
Struktur Sosial Hirearki
Masa Transisi
Pertumbuhan
ekonomi selalu terjadi
Efektif => teknologi
Masalah konsumsi dan
Kesejahteraan
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
Model pengembangan wilayah di negara maju menurut Sikander
dan Malik ada lima macam pola bentuk kota yang merupakan
trend pengembangan wilayah dimasa depan di negara-negara
maju. yaitu:
 - Pola metropolis menyebar
 - Pola metropolis galaktika
 - Pola metropolis memusat
 - Pola metropolis bintang
 - Pola metropolis cincin
 Terbentuk dengan mengembangkan bagian kota yang
paling jarang penduduknya. Pada bagian kota yang padat
penduduknya dibangun kembali dengan mengurangi
kepadatan penduduk sehingga kota metropolis tersebut
akan menyebar. Prasarana sosial ekonomi seperti kantor,
rumah sakit, pabrik dan universitas disebar ke kawasan
yang baru.
Gambar 7.12 Pola menyebar
(Sumber: Johara T. Jayadinata, Tata Guna Tanah
Dalam Perencanaan Pedesaan,Perkotaan, dan
WIlayah, 1999, halaman 221)
Pola Metropolis Menyebar
Terbentuk dari permukiman kota yang kecil-kecil berpenduduk
padat, dipisahkan oleh kawasan pertanian yang jarang sekali
penduduknya atau bahkan tidak berpenduduk. Kegiatan sosial
ekonomi terpusat di berbagai pemukiman.
 Gambar 7.13 Pola Galaktika
(Sumber: Johara T. Jayadinata, Tata GunaTanah Dalam Perencanaan
Pedesaan,Perkotaan, dan Wilayah, 1999, halaman 222)
Pola Metropolis Galaktika
Pola Metropolis Memusat
Dibentuk oleh kegiatan sosial ekonomi yang
tinggi dengan kepadatan penduduk yang tinggi
pula, terutama di pusatnya. Karena kegiatan
sosial ekonomi sangat tinggi, banyak penduduk
yang tinggal di apartemen dan rumah susun.
Gambar 7.14 Pola Memusat
(Sumber: Johara T. Jayadinata, Tata GunaTanah
Dalam Perencanaan Pedesaan,Perkotaan, dan
Wilayah, 1999, halaman 224)
Pola Metropolis Bintang
Terbentuk karena mempunyai inti yang utama,
dengan pola kepadatan penduduk membentuk
bintang memanjang. Lengan-lengan kota itu
mempunyai kepadatan penduduk yang sedang
Gambar 7.15 Pola Bintang
(Sumber: Johara T. Jayadinata, Tata GunaTanah
Dalam Perencanaan Pedesaan,Perkotaan, dan
Wilayah, 1999, halaman 224)
Pola Metropolis Cincin
Gambar 7.16 Pola Cincin
(Sumber: Johara T. Jayadinata, Tata GunaTanah
Dalam Perencanaan Pedesaan,Perkotaan, dan
Wilayah, 1999, halaman 226)
Terbentuk dengan kepadatan penduduk
terletak di sekeliling tengah kota. Adapun
daerah yang jarang penduduknya terletak
ditengah kota.
 Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang
perdesaan sehingga perlu lebih diperhatikan dan
direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah
perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai
berikut.
1. Perumahan dan permukiman 6. Terminal
2. Perdagangan dan Jasa 7. Wisata dan Taman
Rekreasi
3. Industri 8. Pertanian dan
Perkebunan
4. Pendidikan 9. Tempat Pemakaman
Umum
5. Perkantoran dan Jasa 10. Tempat Pembuangan
Sampah
B. Regionalisasi Kawasan Dunia Berdasarkan Pusat
Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Coulumbis dan Wolfe, dalam bukunya, Introduction to International Relation,
Power and Justice, terdapat empat cara atau kriteria yang bisa dipergunakan untuk
mendefinisikan dan menunjuk sebuah kawasan atau region yang sebenarnya sangat
ditentukan oleh tujuan analisisnya. Keempat kriteria tersebut adalah:
1. Kriteria geografis: mengelompokkan negara berdasarkan lokasinya dalam benua,
sub-benua, kepulauan dan sebagainya, seperti Eropa dan Asia.
2. Kriteria politik/militer: mengelompokkan negara-negara dengan berdasarkan pada
keikutsertaannya dalam berbagai aliansi, atau berdasarkan pada orientasi ideologis
dan orientasi politik, misalnya blok sosialis, blok kapitalis, NATO, dan Non-Blok.
3. Kriteria ekonomi: mengelompokkan negara-negara berdasarkan pada kriteria
terpilih dalam perkembangan pembangunan ekonomi, seperti, GNP, dan output
industri, misalnya negara-negara industri dan negara-negara yang sedang
berkembang atau terbelakang.
4. Kriteria transaksional: mengelompokkan negara-negara berdasarkan pada jumlah
frekuensi mobilitas penduduk, barang, dan jasa, seperti imigran, turis, perdagangan
dan berita. Contoh ini dapat pada wilayah Amerika, Kanada, dan Pasar Tunggal
Eropa.
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
D. Dampak Pasar Bebas terhadap Indonesia
Dampak Positif bagi Indonesia
1. Mendorong pengusaha untuk
lebih maju karena akan
bersaing di tingkat regional
maupun internasional
2. Memperluas penciptaan
kesempatan kerja yang dapat
meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan masyarakat
3. Meningkatkan kegiatan
ekonomi melalui investasi
langsung, usaha patungan, dan
kredit
4. Meningkatkan devisa negara
melalui peningkatan
perdagangan internasional
5. Dapat membuka peluang baru
berupa tersebarnya pasar yang
berskala lebih luas
Dampak Negatif bagi Indonesia
1. Persaingan yang tidak seimbang
antara negara maju dan negara
berkembang yang dapat
menghambat perkembangan
ekonomi nasional
2. Akibat persaingan yang tidak
seimbang, Negara Berkembang
semakin ketinggalan dan
tergantung kepada negara-
negara Maju
3. Masuknya teknologi canggih
yang sebetulnya belum
dibutuhkan oleh negara
Berkembang
E. Strategi Pembangunan Indonesia untuk Menjadi Negara
Maju
Pemerintah Republik Indonesia menyusun lima strategi yang akan dimasukkan ke dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
1. Strategi pertama mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan dengan
meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui bidang pendidikan dan
kesehatan. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia akan terus meningkat menjadi 305,6
juta jiwa pada 2035.
2. Strategi kedua adalah meningkatkan iklim investasi. Saat ini peranan investasi dalam
perekonomian Indonesia cukup besar. Diketahui, pada 2013 kontribusi investasi terhadap
produk domestik bruto (PDB) mencapai 31,7 persen.
3. Strategi ketiga adalah mendorong peningkatan ilmu pengetahuan (iptek) dan Inovasi untuk
menciptakan produktivitas kegiatan perekonomian
4. Strategi keempat adalah meningkatkan pembangunan industri di mana industrialisasi ke
depan harus memanfaatkan sumber daya alam (SDA) agar nilai tambahnya dapat digunakan
untuk kepentingan rakyat
5. Strategi kelima membangun institusi yang lebih baik, terutama reformasi birokrasi yang terus
disempurnakan. Selain itu, kemitraan strategis antara pemerintah dan masyarakat dalam
pembangunan ekonomi perlu dikembangkan.
Kesimpulan
Carilah informasi lebih tentang
kerja sama yang dilakukan oleh
negara Indonesia dengan negara-
negara lain pada:
• www. bappenas.go.id
http://www.academia.
edu/5190488/Kerja
sama_Ekonomi_
Internasional_Kerja
sama_EKONOMI_
INTERNASIONAL
Kemukakanlah pertanyaan
atau pendapat Anda
tentang materi
pembelajaran bab ini.
DAFTAR PUSTAKA
Wardiyatmoko. K, 2014, Geografi untuk SMA kelas XII. Jakarta :
Erlangga.
Aji Arifin, 2016, Geografi untuk SMA kelas XII, Surakarta :
Mediatama.
Wahyu Widiastuti, Saiful Abubakar, 2019, kependudukan, mata
pelajaran Geografi kelas XII, Kemendikbud : Jakarta
Lili Somantri, Nurul Huda, 2014, Geografi untuk SMA kelas XII,
Bandung : Grafindo
Yogi Aribowo, 2007, Geografi untuk SMA kelas XII, Jakarta :
Ganeca Exact
https://money.kompas.com/read/2020/07/02/181010726/selain-
indonesia-ada-6-negara-lain-yang-naik-kelas-menurut-bank-
dunia?page=all#:~:text=Bank%20Dunia%20membuat%20klasifik
asi%20negara,di%20atas%2012.535%20dollar%20AS).
Sumber Gambar
 www.medicalexpo.com
 scientiis.com
 www.123rf.com
 www.monasette.com
 www.csacoalition.org
 roofshampoo.com
 https://www.slideshare.net/hermangenius/negara-
majudanberkembang
See you again
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx

More Related Content

Similar to ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx

NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG.pptx
NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG.pptxNEGARA MAJU DAN BERKEMBANG.pptx
NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG.pptx
LinisWulandari
 
3
33
Negara maju dan berkembang
Negara maju dan berkembangNegara maju dan berkembang
Negara maju dan berkembang
BAGASLINTANG
 
Ekonomi Pembangunan Topik 1 (Tutorial)
Ekonomi Pembangunan Topik 1 (Tutorial) Ekonomi Pembangunan Topik 1 (Tutorial)
Ekonomi Pembangunan Topik 1 (Tutorial)
Dayang Bungah
 
Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan dan Pertumbuhan EkonomiPembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi
Hisyam Lingga
 
ppt geo
ppt geo ppt geo
ppt geo
Haykal14
 
Negara maju dan berkembang
Negara maju dan berkembangNegara maju dan berkembang
Negara maju dan berkembang
Cheva meiza
 
7. modul sakti utbk sbmptn geografi-ppt pola wil negara maju
7. modul sakti utbk sbmptn   geografi-ppt pola wil negara maju7. modul sakti utbk sbmptn   geografi-ppt pola wil negara maju
7. modul sakti utbk sbmptn geografi-ppt pola wil negara maju
jopiwildani
 
Ekonomi pembangunan
Ekonomi pembangunanEkonomi pembangunan
Ekonomi pembangunan
putriarahmadani1
 
Transformasi Struktural di Indonesia
Transformasi Struktural di IndonesiaTransformasi Struktural di Indonesia
Transformasi Struktural di Indonesia
jahenfr
 
Ekonomi dan sumberdaya pemebangunan
Ekonomi dan sumberdaya pemebangunanEkonomi dan sumberdaya pemebangunan
Ekonomi dan sumberdaya pemebangunan
ovio
 
4. pertumbuhsn ekonomi indonesia
4. pertumbuhsn ekonomi indonesia4. pertumbuhsn ekonomi indonesia
4. pertumbuhsn ekonomi indonesia
Fahmi Me
 
ppt geo.pdf
ppt geo.pdfppt geo.pdf
ppt geo.pdf
ksbalqisksbalqis
 
Presentation1.pptx gambaran umum perekon omian indonesia
Presentation1.pptx gambaran umum perekon omian indonesiaPresentation1.pptx gambaran umum perekon omian indonesia
Presentation1.pptx gambaran umum perekon omian indonesia
iswah yuni
 
NEGARA MAJU dan BERKEMBANG untuk SMA/MA
NEGARA MAJU dan BERKEMBANG untuk  SMA/MANEGARA MAJU dan BERKEMBANG untuk  SMA/MA
NEGARA MAJU dan BERKEMBANG untuk SMA/MA
mbakYuniati
 
Pertumbuhan ekonomi, moneter, inflasi, pengangguran, pendapatan nasional
Pertumbuhan ekonomi, moneter, inflasi, pengangguran, pendapatan nasionalPertumbuhan ekonomi, moneter, inflasi, pengangguran, pendapatan nasional
Pertumbuhan ekonomi, moneter, inflasi, pengangguran, pendapatan nasional
Firman Bachtiar
 
ditengah dinamika global .pptx
ditengah dinamika global .pptxditengah dinamika global .pptx
ditengah dinamika global .pptx
GhafarMuzanni
 
20200123141656.pptx
20200123141656.pptx20200123141656.pptx
20200123141656.pptx
AndroKTech
 
201512409 ekonomi-pembangunan-pdf
201512409 ekonomi-pembangunan-pdf201512409 ekonomi-pembangunan-pdf
201512409 ekonomi-pembangunan-pdf
Sigit Wahyudi
 

Similar to ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx (20)

NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG.pptx
NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG.pptxNEGARA MAJU DAN BERKEMBANG.pptx
NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG.pptx
 
3
33
3
 
Negara maju dan berkembang
Negara maju dan berkembangNegara maju dan berkembang
Negara maju dan berkembang
 
Ekonomi Pembangunan Topik 1 (Tutorial)
Ekonomi Pembangunan Topik 1 (Tutorial) Ekonomi Pembangunan Topik 1 (Tutorial)
Ekonomi Pembangunan Topik 1 (Tutorial)
 
Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan dan Pertumbuhan EkonomiPembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi
 
ppt geo
ppt geo ppt geo
ppt geo
 
Negara maju dan berkembang
Negara maju dan berkembangNegara maju dan berkembang
Negara maju dan berkembang
 
7. modul sakti utbk sbmptn geografi-ppt pola wil negara maju
7. modul sakti utbk sbmptn   geografi-ppt pola wil negara maju7. modul sakti utbk sbmptn   geografi-ppt pola wil negara maju
7. modul sakti utbk sbmptn geografi-ppt pola wil negara maju
 
Ekonomi pembangunan
Ekonomi pembangunanEkonomi pembangunan
Ekonomi pembangunan
 
Transformasi Struktural di Indonesia
Transformasi Struktural di IndonesiaTransformasi Struktural di Indonesia
Transformasi Struktural di Indonesia
 
Ekonomi dan sumberdaya pemebangunan
Ekonomi dan sumberdaya pemebangunanEkonomi dan sumberdaya pemebangunan
Ekonomi dan sumberdaya pemebangunan
 
4. pertumbuhsn ekonomi indonesia
4. pertumbuhsn ekonomi indonesia4. pertumbuhsn ekonomi indonesia
4. pertumbuhsn ekonomi indonesia
 
ppt geo.pdf
ppt geo.pdfppt geo.pdf
ppt geo.pdf
 
3056339.ppt
3056339.ppt3056339.ppt
3056339.ppt
 
Presentation1.pptx gambaran umum perekon omian indonesia
Presentation1.pptx gambaran umum perekon omian indonesiaPresentation1.pptx gambaran umum perekon omian indonesia
Presentation1.pptx gambaran umum perekon omian indonesia
 
NEGARA MAJU dan BERKEMBANG untuk SMA/MA
NEGARA MAJU dan BERKEMBANG untuk  SMA/MANEGARA MAJU dan BERKEMBANG untuk  SMA/MA
NEGARA MAJU dan BERKEMBANG untuk SMA/MA
 
Pertumbuhan ekonomi, moneter, inflasi, pengangguran, pendapatan nasional
Pertumbuhan ekonomi, moneter, inflasi, pengangguran, pendapatan nasionalPertumbuhan ekonomi, moneter, inflasi, pengangguran, pendapatan nasional
Pertumbuhan ekonomi, moneter, inflasi, pengangguran, pendapatan nasional
 
ditengah dinamika global .pptx
ditengah dinamika global .pptxditengah dinamika global .pptx
ditengah dinamika global .pptx
 
20200123141656.pptx
20200123141656.pptx20200123141656.pptx
20200123141656.pptx
 
201512409 ekonomi-pembangunan-pdf
201512409 ekonomi-pembangunan-pdf201512409 ekonomi-pembangunan-pdf
201512409 ekonomi-pembangunan-pdf
 

More from johan effendi

Langkah restitusi.docx dalam pembelajaran
Langkah restitusi.docx dalam pembelajaranLangkah restitusi.docx dalam pembelajaran
Langkah restitusi.docx dalam pembelajaran
johan effendi
 
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
johan effendi
 
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdfOrbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
johan effendi
 
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdfOrbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
johan effendi
 
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulumaksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
johan effendi
 
awat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptx
awat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptxawat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptx
awat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptx
johan effendi
 
Soal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docx
Soal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docxSoal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docx
Soal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docx
johan effendi
 
Presentation1.pptx ogm.pptx geografi merdeka
Presentation1.pptx ogm.pptx geografi merdekaPresentation1.pptx ogm.pptx geografi merdeka
Presentation1.pptx ogm.pptx geografi merdeka
johan effendi
 
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docxaksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
johan effendi
 
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.docLATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
johan effendi
 
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docxpmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
johan effendi
 
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdekaLaporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
johan effendi
 
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdfkata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
johan effendi
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
johan effendi
 
awal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docx
awal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docxawal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docx
awal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docx
johan effendi
 
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docxKartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
johan effendi
 
KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocx
KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocxKAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocx
KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocx
johan effendi
 
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docxHakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
johan effendi
 
KARTU SOAL USBN 2021-22 paket B kelas x.doc
KARTU SOAL USBN 2021-22 paket B  kelas x.docKARTU SOAL USBN 2021-22 paket B  kelas x.doc
KARTU SOAL USBN 2021-22 paket B kelas x.doc
johan effendi
 
Geografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docx
Geografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docxGeografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docx
Geografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docx
johan effendi
 

More from johan effendi (20)

Langkah restitusi.docx dalam pembelajaran
Langkah restitusi.docx dalam pembelajaranLangkah restitusi.docx dalam pembelajaran
Langkah restitusi.docx dalam pembelajaran
 
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
 
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdfOrbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
 
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdfOrbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
 
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulumaksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
 
awat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptx
awat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptxawat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptx
awat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptx
 
Soal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docx
Soal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docxSoal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docx
Soal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docx
 
Presentation1.pptx ogm.pptx geografi merdeka
Presentation1.pptx ogm.pptx geografi merdekaPresentation1.pptx ogm.pptx geografi merdeka
Presentation1.pptx ogm.pptx geografi merdeka
 
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docxaksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
 
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.docLATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
 
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docxpmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
 
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdekaLaporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
 
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdfkata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 
awal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docx
awal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docxawal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docx
awal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docx
 
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docxKartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
 
KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocx
KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocxKAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocx
KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocx
 
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docxHakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
 
KARTU SOAL USBN 2021-22 paket B kelas x.doc
KARTU SOAL USBN 2021-22 paket B  kelas x.docKARTU SOAL USBN 2021-22 paket B  kelas x.doc
KARTU SOAL USBN 2021-22 paket B kelas x.doc
 
Geografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docx
Geografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docxGeografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docx
Geografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docx
 

Recently uploaded

INTEGRASI CP-ATP MAPEL BAHASA INDONESIA KELAS VIII.pdf
INTEGRASI CP-ATP MAPEL BAHASA INDONESIA KELAS VIII.pdfINTEGRASI CP-ATP MAPEL BAHASA INDONESIA KELAS VIII.pdf
INTEGRASI CP-ATP MAPEL BAHASA INDONESIA KELAS VIII.pdf
muhammadkurniawan441
 
Panduan 10 Langkah Sertifikasi SNI ISO 9001.pdf
Panduan 10 Langkah Sertifikasi SNI ISO 9001.pdfPanduan 10 Langkah Sertifikasi SNI ISO 9001.pdf
Panduan 10 Langkah Sertifikasi SNI ISO 9001.pdf
marcom83
 
SK PEMBAGIAN PENDAMPING EKSTRAKURIKULER.docx
SK PEMBAGIAN PENDAMPING EKSTRAKURIKULER.docxSK PEMBAGIAN PENDAMPING EKSTRAKURIKULER.docx
SK PEMBAGIAN PENDAMPING EKSTRAKURIKULER.docx
Ronie9
 
Panduan Dasar Penanggulangan Kebakaran.pdf
Panduan Dasar Penanggulangan Kebakaran.pdfPanduan Dasar Penanggulangan Kebakaran.pdf
Panduan Dasar Penanggulangan Kebakaran.pdf
marcom83
 
Kurikulum Merdeka Matematika-BG-KLS-VIII.pdf
Kurikulum Merdeka Matematika-BG-KLS-VIII.pdfKurikulum Merdeka Matematika-BG-KLS-VIII.pdf
Kurikulum Merdeka Matematika-BG-KLS-VIII.pdf
erliavany21
 
AMANAH, 0811-9765-49, Panti Asuhan Anak Yatim Terdekat Samarinda
AMANAH, 0811-9765-49, Panti Asuhan Anak Yatim Terdekat  SamarindaAMANAH, 0811-9765-49, Panti Asuhan Anak Yatim Terdekat  Samarinda
AMANAH, 0811-9765-49, Panti Asuhan Anak Yatim Terdekat Samarinda
WA 0811-9765-49, Panti Asuhan Donasi Anak Yatim Jakarta
 
Penyuluhan pekan imunisasi nasional tahun 2024.pptx
Penyuluhan pekan imunisasi nasional tahun 2024.pptxPenyuluhan pekan imunisasi nasional tahun 2024.pptx
Penyuluhan pekan imunisasi nasional tahun 2024.pptx
ImhaJhie
 
IDEBET >> Agen Slot Jili Bisa Deposit Bank Sulselbar
IDEBET >> Agen Slot Jili Bisa Deposit Bank SulselbarIDEBET >> Agen Slot Jili Bisa Deposit Bank Sulselbar
IDEBET >> Agen Slot Jili Bisa Deposit Bank Sulselbar
infoide7
 
Prosedur Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut.pdf
Prosedur Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut.pdfProsedur Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut.pdf
Prosedur Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut.pdf
marcom83
 
Salinan dari Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pdf
Salinan dari Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pdfSalinan dari Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pdf
Salinan dari Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pdf
Akbaralim8
 
Pengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pdf
Pengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pdfPengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pdf
Pengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pdf
marcom83
 
WA/TELP : 0822-3006-6162, Pusat Tas Sepeda Pos, Pusat Tas Obrok Jumbo Surabay...
WA/TELP : 0822-3006-6162, Pusat Tas Sepeda Pos, Pusat Tas Obrok Jumbo Surabay...WA/TELP : 0822-3006-6162, Pusat Tas Sepeda Pos, Pusat Tas Obrok Jumbo Surabay...
WA/TELP : 0822-3006-6162, Pusat Tas Sepeda Pos, Pusat Tas Obrok Jumbo Surabay...
Kaira Alvionita Putri
 
1.PERTANYAAN ESSAY Calon Guru Penggerak ERLIA.docx
1.PERTANYAAN ESSAY Calon Guru Penggerak ERLIA.docx1.PERTANYAAN ESSAY Calon Guru Penggerak ERLIA.docx
1.PERTANYAAN ESSAY Calon Guru Penggerak ERLIA.docx
erliavany21
 

Recently uploaded (13)

INTEGRASI CP-ATP MAPEL BAHASA INDONESIA KELAS VIII.pdf
INTEGRASI CP-ATP MAPEL BAHASA INDONESIA KELAS VIII.pdfINTEGRASI CP-ATP MAPEL BAHASA INDONESIA KELAS VIII.pdf
INTEGRASI CP-ATP MAPEL BAHASA INDONESIA KELAS VIII.pdf
 
Panduan 10 Langkah Sertifikasi SNI ISO 9001.pdf
Panduan 10 Langkah Sertifikasi SNI ISO 9001.pdfPanduan 10 Langkah Sertifikasi SNI ISO 9001.pdf
Panduan 10 Langkah Sertifikasi SNI ISO 9001.pdf
 
SK PEMBAGIAN PENDAMPING EKSTRAKURIKULER.docx
SK PEMBAGIAN PENDAMPING EKSTRAKURIKULER.docxSK PEMBAGIAN PENDAMPING EKSTRAKURIKULER.docx
SK PEMBAGIAN PENDAMPING EKSTRAKURIKULER.docx
 
Panduan Dasar Penanggulangan Kebakaran.pdf
Panduan Dasar Penanggulangan Kebakaran.pdfPanduan Dasar Penanggulangan Kebakaran.pdf
Panduan Dasar Penanggulangan Kebakaran.pdf
 
Kurikulum Merdeka Matematika-BG-KLS-VIII.pdf
Kurikulum Merdeka Matematika-BG-KLS-VIII.pdfKurikulum Merdeka Matematika-BG-KLS-VIII.pdf
Kurikulum Merdeka Matematika-BG-KLS-VIII.pdf
 
AMANAH, 0811-9765-49, Panti Asuhan Anak Yatim Terdekat Samarinda
AMANAH, 0811-9765-49, Panti Asuhan Anak Yatim Terdekat  SamarindaAMANAH, 0811-9765-49, Panti Asuhan Anak Yatim Terdekat  Samarinda
AMANAH, 0811-9765-49, Panti Asuhan Anak Yatim Terdekat Samarinda
 
Penyuluhan pekan imunisasi nasional tahun 2024.pptx
Penyuluhan pekan imunisasi nasional tahun 2024.pptxPenyuluhan pekan imunisasi nasional tahun 2024.pptx
Penyuluhan pekan imunisasi nasional tahun 2024.pptx
 
IDEBET >> Agen Slot Jili Bisa Deposit Bank Sulselbar
IDEBET >> Agen Slot Jili Bisa Deposit Bank SulselbarIDEBET >> Agen Slot Jili Bisa Deposit Bank Sulselbar
IDEBET >> Agen Slot Jili Bisa Deposit Bank Sulselbar
 
Prosedur Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut.pdf
Prosedur Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut.pdfProsedur Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut.pdf
Prosedur Riksa Uji Pesawat Angkat dan Angkut.pdf
 
Salinan dari Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pdf
Salinan dari Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pdfSalinan dari Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pdf
Salinan dari Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pdf
 
Pengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pdf
Pengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pdfPengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pdf
Pengetahuan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).pdf
 
WA/TELP : 0822-3006-6162, Pusat Tas Sepeda Pos, Pusat Tas Obrok Jumbo Surabay...
WA/TELP : 0822-3006-6162, Pusat Tas Sepeda Pos, Pusat Tas Obrok Jumbo Surabay...WA/TELP : 0822-3006-6162, Pusat Tas Sepeda Pos, Pusat Tas Obrok Jumbo Surabay...
WA/TELP : 0822-3006-6162, Pusat Tas Sepeda Pos, Pusat Tas Obrok Jumbo Surabay...
 
1.PERTANYAAN ESSAY Calon Guru Penggerak ERLIA.docx
1.PERTANYAAN ESSAY Calon Guru Penggerak ERLIA.docx1.PERTANYAAN ESSAY Calon Guru Penggerak ERLIA.docx
1.PERTANYAAN ESSAY Calon Guru Penggerak ERLIA.docx
 

ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx

  • 2. Negara Maju & Negara Berkembang
  • 3. NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG
  • 4. Negara Maju = Lamanya Umur Suatu Negara?
  • 5. Amerika Serikat Negara Maju ??? Indonesia Negara Berkembang???
  • 6. Divisi Statistik PBB Tidak ada konvensi resmi untuk penetapan negara atau wilayah "maju" dan "berkembang" dalam sistem Perserikatan Bangsa- Bangsa
  • 7. Kegunaannya Penetapan "maju" dan "berkembang" hanya ditujukan untuk kemudahan statistik dan tidak mengekspresikan penilaian terhadap tahap-tahap yang telah dicapai suatu negara atau wilayah dalam proses pembangunannya.
  • 8. PBB Dalam kenyataannya, Jepang di Asia, Kanada dan Amerika Serikat di Amerika Utara, Australia dan Selandia baru di Oseania, dan Eropa dianggap sebagai wilayah atau kawasan "maju". Dalam statistik perdagangan internasional, Persatuan Bea Cukai Afrika Bagian Selatan juga dianggap sebagai kawasan maju dan Israel sebagai negara maju; negara yang muncul dari bekas Yugoslavia dianggap sebagai negara berkembang; dan negara-negara di Eropa Timur dan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (bekas Uni Soviet di Eropa tidak termasuk dalam wilayah maju ataupun berkembang
  • 9. IMF Menggunakan sistem klasifikasi fleksibel yang memperhitungkan : (1) Tingkat pendapatan per kapita, (2) Diversifikasi ekspor sehingga eksportir minyak yang memiliki PDB per kapita tinggi tidak akan masuk dalam klasifikasi maju karena 70% barang ekspornya berupa minyak, dan (3) Tingkat integrasinya ke dalam sistem keuangan global.
  • 10. Bank Dunia (Pendapatan Nasional)  Negara pendapatan rendah memiliki PN per kapita 1.035 dollar AS atau kurang.  Negara pendapatan menengah bawah memiliki PN per kapita antara 1.036 dollar AS - 4.045 dollar AS.  Negara pendapatan menengah atas memiliki PN per kapita antara 4.046 dollar AS - 12.535 dollar AS.  Negara pendapatan tinggi memiliki PN per kapita lebih dari 12.535 dollar AS.
  • 11.  Gross National Income ( GNI) per kapita Indonesia tahun 2019 naik menjadi 4.050 dollar AS dari posisi sebelumnya 3.840 dollar AS.
  • 12. Bank Dunia (Pendapatan Nasional)  Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan Gr oss National Income (GNI) per kapita dalam 4 kategori, yaitu:  Low Income (1.035 dollar AS),  Lower Middle Income (1.036 dollar AS - 4.045 dollar AS),  Upper Middle Income (4.046 dollar AS - 12.535 dollar AS) dan  High Income (di atas 12.535 dollar AS).2 Jul 2020
  • 13. Ekonomi maju Ekonomi awal dan berkembang (tidak kurang maju) Ekonomi awal dan berkembang (kurang maju) Klasifikasi oleh IMF dan PBB
  • 14. Negara Industri Baru tahun 2010
  • 15. ██ Sangat tinggi ██ Tinggi ██ Sedang ██ Rendah ██ tidak ada data Peta dunia yang memperlihatkan Indeks Pembangunan Manusia menurut Kuartil (berdasarkan data 2010, diterbitkan 4 November 2010
  • 16. • Perbedaan didasarkan oleh: tingkat perekonomian dan penguasaan teknologi. • Indikator-indikator yang digunakan untuk membedakan dari sektor ekonomi dan sosial serta pengembangan wilayah.
  • 17. Indikator Negara Maju dan Berkembang  Tingkat kemajuan suatu negara dapat dilihat dari dua segi, yaitu segi kuantitatif dan kualitatif (deskriptif).
  • 18. • Kuantitatif => pendapatan perkapita, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat inflasi, serta laju pertumbuhan penduduk. • Kualitatif => pertumbuhan ekonomi yang tinggi disertai dengan pemerataan pendapatan. (pemerataan: pendidikan, kesehatan, gizi, hukum dan keadilan serta alam yang bersih.
  • 19. - Pertumbuhan ekonomi - Kegiatan perekonomian utama - Ketersediaan modal - Pemanfaatan sumber daya alam
  • 20. Kondisi Penduduk - Pertumbuhan Penduduk - Kepadatan Penduduk - Tingkat Pengangguran - Tingkat Pendidikan - Keadaan Sosial Budaya - Kemajuan Teknologi
  • 24. Contoh negara maju  Amerika Serikat Letak : 25o LU – 49o LU, 66o BB – 125o BB Luas : 9.372.610 Km2 Penduduk : 317.6 Juta jiwa (2010) Kepadatan : 100 jiwa / Km2 GNP : 47.093,9 Dolar A.S Kegiatan ekonomi : Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Pertambangan, Industri, Pariwisata, Transportasi
  • 25. Tahun (USA) Indikator Jumlah Penduduk (Jiwa) ribuan HDI (nilai dan peringkat) GNP (US$) Tingkat pengangg uran (%) Angka kematian bayi (per 1000 kelahiran) Angka Melek Huruf ≥15 tahun (%) Angka Harapan Hidup 1990 254.865,2 0,857 (1) 34.405,6 5,6 11 ... 75,2 2000 287.842,2 0,893 (3) 43.079,1 4,0 8 ... 78,0 2010 317.641,1 0,902 (4) 47.093,9 5,8 8* ... 79,6
  • 26. Jerman Letak : 47o LU – 55o LU, 6o BT – 15o BT Luas : 356.910 km2 Penduduk : 82 juta jiwa(2010) Pertumbuhan : 0,1 % Kepadatan : 230 jiwa / Km2 GNP : 35.308 dolar A.S Kegiatan Ekonomi : Pertanian, Pertambangan, Industri, Pariwisata
  • 27. Tahun (Jerman ) Indikator Jumlah Penduduk (Jiwa) Ribuan HDI (nilai dan peringkat) GNP (US$) Tingkat pengangg uran (%) Angka kematian bayi (per 1000 kelahiran) Angka Melek Huruf ≥15 tahun (%) Angka Harapan Hidup 1990 79.433,0 0,782 (15) 27.296,1 ... 9 ... 75,5 2000 82.074,8 ... 31.797,6 7,9 5 ... 78,0 2010 82.056,8 0,885 (10) 35.308,0 7,5 4* ... 80,2
  • 28. Ciri-ciri Negara Berkembang Menurut Prof. Harvey Leibenstein - Aktivitas penduduknya di bidang pertanian - Modal perorang kecil - Pendapatan perkapita rendah - Volume perdagangan rendah - Fasilitas perumahan buruk
  • 29. Contoh Negara Berkembang  Indonesia Tahun (Indone sia) Indikator Jumlah Penduduk (Jiwa) ribuan HDI (nilai dan peringkat) GNP (US$) Tingkat pengangg uran (%) Angka kematian bayi (per 1000 kelahiran) Angka Melek Huruf ≥15 tahun (%) Angka Harapan Hidup 1990 177.385,1 0.458 (85) 2,156.8 ... 86 81.5 61.6 2000 205.280,3 0.500 (95) 2,689.2 ... 56 81.5 67.4 2010 232.516,8 0.600 (108) 3,956.8 8,4 41* 92.0 71.5
  • 31. 66 68 70 72 74 76 78 80 82 Amerika Jerman Indonesia Malaysia Angka Harapan Hidup Angka Harapan Hidup
  • 36. Perkembangan negara menurut W.W. Rostow The precondition for take off Take off The drive for maturenity The age of highMass Consumption The Tradisional Society Produktifitas Rendah Fungsi produksi terbatas Struktur Sosial Hirearki Masa Transisi Pertumbuhan ekonomi selalu terjadi Efektif => teknologi Masalah konsumsi dan Kesejahteraan
  • 42. Model pengembangan wilayah di negara maju menurut Sikander dan Malik ada lima macam pola bentuk kota yang merupakan trend pengembangan wilayah dimasa depan di negara-negara maju. yaitu:  - Pola metropolis menyebar  - Pola metropolis galaktika  - Pola metropolis memusat  - Pola metropolis bintang  - Pola metropolis cincin
  • 43.  Terbentuk dengan mengembangkan bagian kota yang paling jarang penduduknya. Pada bagian kota yang padat penduduknya dibangun kembali dengan mengurangi kepadatan penduduk sehingga kota metropolis tersebut akan menyebar. Prasarana sosial ekonomi seperti kantor, rumah sakit, pabrik dan universitas disebar ke kawasan yang baru. Gambar 7.12 Pola menyebar (Sumber: Johara T. Jayadinata, Tata Guna Tanah Dalam Perencanaan Pedesaan,Perkotaan, dan WIlayah, 1999, halaman 221) Pola Metropolis Menyebar
  • 44. Terbentuk dari permukiman kota yang kecil-kecil berpenduduk padat, dipisahkan oleh kawasan pertanian yang jarang sekali penduduknya atau bahkan tidak berpenduduk. Kegiatan sosial ekonomi terpusat di berbagai pemukiman.  Gambar 7.13 Pola Galaktika (Sumber: Johara T. Jayadinata, Tata GunaTanah Dalam Perencanaan Pedesaan,Perkotaan, dan Wilayah, 1999, halaman 222) Pola Metropolis Galaktika
  • 45. Pola Metropolis Memusat Dibentuk oleh kegiatan sosial ekonomi yang tinggi dengan kepadatan penduduk yang tinggi pula, terutama di pusatnya. Karena kegiatan sosial ekonomi sangat tinggi, banyak penduduk yang tinggal di apartemen dan rumah susun. Gambar 7.14 Pola Memusat (Sumber: Johara T. Jayadinata, Tata GunaTanah Dalam Perencanaan Pedesaan,Perkotaan, dan Wilayah, 1999, halaman 224)
  • 46. Pola Metropolis Bintang Terbentuk karena mempunyai inti yang utama, dengan pola kepadatan penduduk membentuk bintang memanjang. Lengan-lengan kota itu mempunyai kepadatan penduduk yang sedang Gambar 7.15 Pola Bintang (Sumber: Johara T. Jayadinata, Tata GunaTanah Dalam Perencanaan Pedesaan,Perkotaan, dan Wilayah, 1999, halaman 224)
  • 47. Pola Metropolis Cincin Gambar 7.16 Pola Cincin (Sumber: Johara T. Jayadinata, Tata GunaTanah Dalam Perencanaan Pedesaan,Perkotaan, dan Wilayah, 1999, halaman 226) Terbentuk dengan kepadatan penduduk terletak di sekeliling tengah kota. Adapun daerah yang jarang penduduknya terletak ditengah kota.
  • 48.  Tata ruang perkotaan lebih kompleks dari tata ruang perdesaan sehingga perlu lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Kawasan/zona di wilayah perkotaan dibagi dalam beberapa zona sebagai berikut. 1. Perumahan dan permukiman 6. Terminal 2. Perdagangan dan Jasa 7. Wisata dan Taman Rekreasi 3. Industri 8. Pertanian dan Perkebunan 4. Pendidikan 9. Tempat Pemakaman Umum 5. Perkantoran dan Jasa 10. Tempat Pembuangan Sampah
  • 49. B. Regionalisasi Kawasan Dunia Berdasarkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Menurut Coulumbis dan Wolfe, dalam bukunya, Introduction to International Relation, Power and Justice, terdapat empat cara atau kriteria yang bisa dipergunakan untuk mendefinisikan dan menunjuk sebuah kawasan atau region yang sebenarnya sangat ditentukan oleh tujuan analisisnya. Keempat kriteria tersebut adalah: 1. Kriteria geografis: mengelompokkan negara berdasarkan lokasinya dalam benua, sub-benua, kepulauan dan sebagainya, seperti Eropa dan Asia. 2. Kriteria politik/militer: mengelompokkan negara-negara dengan berdasarkan pada keikutsertaannya dalam berbagai aliansi, atau berdasarkan pada orientasi ideologis dan orientasi politik, misalnya blok sosialis, blok kapitalis, NATO, dan Non-Blok. 3. Kriteria ekonomi: mengelompokkan negara-negara berdasarkan pada kriteria terpilih dalam perkembangan pembangunan ekonomi, seperti, GNP, dan output industri, misalnya negara-negara industri dan negara-negara yang sedang berkembang atau terbelakang. 4. Kriteria transaksional: mengelompokkan negara-negara berdasarkan pada jumlah frekuensi mobilitas penduduk, barang, dan jasa, seperti imigran, turis, perdagangan dan berita. Contoh ini dapat pada wilayah Amerika, Kanada, dan Pasar Tunggal Eropa.
  • 51. D. Dampak Pasar Bebas terhadap Indonesia Dampak Positif bagi Indonesia 1. Mendorong pengusaha untuk lebih maju karena akan bersaing di tingkat regional maupun internasional 2. Memperluas penciptaan kesempatan kerja yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat 3. Meningkatkan kegiatan ekonomi melalui investasi langsung, usaha patungan, dan kredit 4. Meningkatkan devisa negara melalui peningkatan perdagangan internasional 5. Dapat membuka peluang baru berupa tersebarnya pasar yang berskala lebih luas Dampak Negatif bagi Indonesia 1. Persaingan yang tidak seimbang antara negara maju dan negara berkembang yang dapat menghambat perkembangan ekonomi nasional 2. Akibat persaingan yang tidak seimbang, Negara Berkembang semakin ketinggalan dan tergantung kepada negara- negara Maju 3. Masuknya teknologi canggih yang sebetulnya belum dibutuhkan oleh negara Berkembang
  • 52. E. Strategi Pembangunan Indonesia untuk Menjadi Negara Maju Pemerintah Republik Indonesia menyusun lima strategi yang akan dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. 1. Strategi pertama mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui bidang pendidikan dan kesehatan. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia akan terus meningkat menjadi 305,6 juta jiwa pada 2035. 2. Strategi kedua adalah meningkatkan iklim investasi. Saat ini peranan investasi dalam perekonomian Indonesia cukup besar. Diketahui, pada 2013 kontribusi investasi terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 31,7 persen. 3. Strategi ketiga adalah mendorong peningkatan ilmu pengetahuan (iptek) dan Inovasi untuk menciptakan produktivitas kegiatan perekonomian 4. Strategi keempat adalah meningkatkan pembangunan industri di mana industrialisasi ke depan harus memanfaatkan sumber daya alam (SDA) agar nilai tambahnya dapat digunakan untuk kepentingan rakyat 5. Strategi kelima membangun institusi yang lebih baik, terutama reformasi birokrasi yang terus disempurnakan. Selain itu, kemitraan strategis antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan ekonomi perlu dikembangkan.
  • 53. Kesimpulan Carilah informasi lebih tentang kerja sama yang dilakukan oleh negara Indonesia dengan negara- negara lain pada: • www. bappenas.go.id http://www.academia. edu/5190488/Kerja sama_Ekonomi_ Internasional_Kerja sama_EKONOMI_ INTERNASIONAL Kemukakanlah pertanyaan atau pendapat Anda tentang materi pembelajaran bab ini.
  • 54. DAFTAR PUSTAKA Wardiyatmoko. K, 2014, Geografi untuk SMA kelas XII. Jakarta : Erlangga. Aji Arifin, 2016, Geografi untuk SMA kelas XII, Surakarta : Mediatama. Wahyu Widiastuti, Saiful Abubakar, 2019, kependudukan, mata pelajaran Geografi kelas XII, Kemendikbud : Jakarta Lili Somantri, Nurul Huda, 2014, Geografi untuk SMA kelas XII, Bandung : Grafindo Yogi Aribowo, 2007, Geografi untuk SMA kelas XII, Jakarta : Ganeca Exact https://money.kompas.com/read/2020/07/02/181010726/selain- indonesia-ada-6-negara-lain-yang-naik-kelas-menurut-bank- dunia?page=all#:~:text=Bank%20Dunia%20membuat%20klasifik asi%20negara,di%20atas%2012.535%20dollar%20AS).
  • 55. Sumber Gambar  www.medicalexpo.com  scientiis.com  www.123rf.com  www.monasette.com  www.csacoalition.org  roofshampoo.com  https://www.slideshare.net/hermangenius/negara- majudanberkembang