SlideShare a Scribd company logo
1 of 33
KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP
Artistik-Akal
A
Artistik : sikap hidup yang cenderung mengandalkan naluri dan perasaan.
Abangan : Golongan masyarakat yang menganut agama islam, tetapi tidak
melaksanakan ajaran agama secara keseluruhan.
Abritasi : Penyelasaian konflik dengan menyertakan pihak ke tiga yang di pilih
oleh ke dua pihak atau badan yang berkedudukan lebih tinggi.
Abstrak : Merupakan gambaran singkat tentang isi keselurahan laporan
penelitian.
Achieved Status : Merupakan status atau kedudukan seseorang yang di
peroleh melalui usaha-usaha yang disengaja.
Acting Lawless Crowds : Kerumunan yang mempunyai tujuan tertentu dengan
Acting mobs : Kerumunan dengan menggunakan kekuatan fisik yang
berlawanan dengan norma-norma hukum dan norma masyarakat.
Adaptasi : Penyesuaian diri terhadap lingkungan.
Adaptif : Kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Adat : Suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan
kehidupan masyarakat.
Adat istiadat : Tata kelakuan yang bersifat kekal dan kuat integrasinya
dengan pola perilaku-perilaku masyarakat.
Affectual action : Tindakan sosial karna kasih sayang / emosi.
Agama : Sistem terpadu (susunan) yang terdiri atas kepercayaan dan praktek
yang berhubunan dengan hal-hal suci dan bahwa kepercayan dan praktek
tersebut mempersatukan semua orang yang beriman kedalam suatu
komunitas yang dinamakan umat.
Agent of Change :Seseorang atau kelompok orang yang mendapat
kepercayaan masyarakat untuk menjadi pemimpin satu atau lebih lembaga
kemasyarakatan.
Ajudikasi : Bentuk akomodasi yang diselesaikan melalui pengadilan.
Akal : Gabungan dari perasaan dan pikiran.
Akomodasi-Antropologi Fisik
Akomodasi : Penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok
manusia untuk meredakan pertentangan.
Aksi : Perbuatan atau sesuatu yang dilakukan.
Aksi Antisosial : Suatu aksi yang menempatkan kepentingan pribadi atau
kepentingan kelompok tertentu diatas kepentingan umum.
Akulturasi : Percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi.
Akulturasi Budaya : Proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang
bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama.
Amalgamasi : Proses akibat percampuran bagian-bagian menjadi sesuatu
yang menyeluruh; Proses biologis yang menyangkut percampuran anggota
kelompok ras yang berbeda; Perkawinan campuran.
Ambiguitas : Kemungkinan yang mempunyai dua pengertian; ketidaktentuan
atau ketidakjelasan.
Anatomi : Mempelajari tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan
yang berbeda.
Angket : Daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam
suatu penelitian.
Animisme : Kepercayaan kepada roh-roh yang tinggal dalam benda-benda
dan fenomena alam.
Anomie : Keterbatasan cara-cara yang telah melembaga untuk mencapai
tujuan yang membudaya.
Anti Konformitas : Suatu pelanggaran terhadap norma-norma dan nilai –nilai
sosial yang disengaja oleh individu atau sekelompok orang.
Anticipatory Socialization : Suatu bentuk sosialisai sekunder yang bertujuan
mempersiapkan seseorang untuk memperoleh peranan baru.
Antipati : Perasaan tidak suka yang amat sangat.
Antisosial Grudge : Rasa sakit hati atau dandam terhadap masyarakat atau
terhadaap aturan sosial tertentu sehingga menimbulkan perilaku
menyeleweng.
Antropologi : Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keanekaragaman
makhluk manusia beserta dengan kebudayaannya.
Antropologi budaya : Cabang dari ilmu antropologi umum yang menyelidiki
kebudayaan di berbagai bangsa didunia, baik masa lalu maupun masa
sekarang.
Antropologi fisik : Ilmu yang berusaha untuk memahami sifat biologis manusia.
Antropologi Linguistik-Avunkulokal
Antropologi Linguistik : Studi tentang bagaimana suatu bahasa merefleksikan
dan mempengaruhi kehidupan sosial.
Antropologi terapan : Penggunaan pengetahuan dan keahlian antropologi
untuk menggarap masalah-masalah di dunia yang nyata.
Apply sciences : Metodologi ilmiah yang digunakan dalam Pengembangan
pengetahuan yang dapat bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah
praktis.
Apresiasi : Harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan
datang.
Arbitrasi : Cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga
karena pihak-pihak yang bertikai tidak mampu menyelesaikan masalahnya
sendiri.
Arkeologi : Ilmu yang mempelajari sisa-sia peninggalan budaya masa lalu
untuk mengenal kehidupan masyarakat yang menciptakan kebudayaan itu.
Artikel Ilmiah : Laporan yang berisi intisari dari laporan lengkap.
Ascribed Status : Merupakan kedudukan yang diperoleh seseorang melalui
kelahiran.
Asimilasi : Proses lebih lanjut dari interaksi yang ditandai adanya usaha –
usaha untuk saling mengurangi perbedaan – perbedaan di antara seorang
dengan orang lain / kelompok.
Asimilasi Budaya : Percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda
yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya
baru yang serasi.
Askripsi : Cara untuk memperoleh kedudukan melalui keturunan.
Asosiasi : Bentuk interaksi sosial yang paling utama dan universal (kerja
sama).
Assigned Status : Merupakan status atau kedudukan yang diberikan kepada
seseorang karena dianggap berjasa.
Asumsi : Anggapan / dugaan yang diterima sebagai dasar / landasan berfikir.
Audien : Pengujung atau pendengar suatu ceramah.
Autis : Terganggu jika berhubungan dengan orang lain.
Avunkulokal : Pasangan pengantin baru yang bertempat tinggal di rumah
saudara laki laki ibu dari pihak suami.
Bahasa-Bukti
B
Bahasa : Sistem bunyi yang mengikuti aturan tertentu agar dapat
menimbulkan arti dan ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam
bahasa itu.
Bargaining : Pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan
jasa antara dua organisasi/lebih.
Basic Institution : Lembaga sosial yang dianggap sangat penting untuk
memelihara atau mempertahankan tata tertib dalam masyarakat, bertempat
tinggal berdekatan sehingga dapat saling menolong.
Basic research : Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan
yang lebih banyak dari ilmu pengetahuan.
Behaviour : Seseorang hanya berusaha meneliti perilaku dan dia tidak akan
yakin bahwa perbuatan itu memiliki arti subyektif dan diarahkan.
Bilateral : Susunan nama apabila dihitung dari ayah dan ibu bersama – sama.
Bilokal : Pengantin baru yang menetap secara bergantian antara tempat
kerabat istri dan kerabat suami.
Biologis : Berhubungan dengan keadaan dan sifat makhluk hidup.
Birokrasi kharismatik : Pemimpin yang dianggap memiliki kemampuan
supranatural / kemampuan adrikodrati.
Birokrasi patrimonial : Birokrasi tradisional yang didasarkan pada tradisi
pemeliharaan ketaatan bawahan / rakyat terhadap para pemimpin.
Bukti : Keterangan nyata atau sesuatu yang menyatakan kebenaran dan
suatu peristiwa.
Cara-Cooperation
C
Cara : Perbuatan seseorang yang mengacu pada perbuatan orang lain di
sekitarnya dalam hubungan anggota masyarakat.
Casual Crowds : Kerumunan yang bersifat sementara.
Celaan : Merupakan tindakan kritik atau tuduhan terhadap suatu
pandangan,sikap,dan perilaku yang tidak sejalan pada umumnya.
Ciciliation : Usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui
cara-cara yang damai dan rasional.
Coding : Kegiatan mengelompokkan jawaban responden menurut macamnya.
Common Local : keluarga yang dihuni oleh sepasang suami istri keluarga
tersebut beserta anak – anaknya
Commonplace : Tindakan yang lazim.
Compromise : Akomodasi yang diambil yang dilakukan dengan cara masing –
masing kelompok yang bertukai mengurangi tuntutan.
Concugal Family : Keluarga yang dibentuk berdasarkan hubungan
perkawinan atau kehidupan bersama antara sepasang suami istri yang sah
akibat pernikahan.
Conjugal : Keluarga yang lebih mementingkan hubungan perkawinan dari
pada ikatan dengan orang tua.
Connubium dua pihak (simetris) : Perhubungan perkawinan antara dua klan
dan diantara sklan tersebut saling bertukar jodoh bagi para pemudanya yaitu
naluri kemanusiaan.
Connubium sepihak (A-Symetris): Perkawinan dengan ketentuan bahwa satu
klan terhadap klan yang lain mempunyai satu kedudukan.
Connubium simetris : Hubungan perkawinan antara dua klan secara timbal
balik.
Consequence Family : Keluarga yang dibentuk berdasarkan pada hubungan
darah dari sejumlah orang dalam kerabat.
Cooperation : Bekerja sama.
Cresive Institusion-Custom
Cresive Institution : Lembaga sosial yang tumbuh dalam adat istiadat
masyarakat sehingga menjadi lembaga sosial utama di dalam masyarakat itu.
Crime : suatu Kejadian pidana, karena melanggar norma hukum pidana
(kejahatan).
Cross cousin : Perkawinan antara anak – anak dari dua orang saudara
sekandung yang berbeda kelaminnya.
Cultural Lag : Adanya unsur-unsur dalam masyarakat yang berubah secara
cepat, tapi beberapa unsur-unsur itu berkaitan erat dengan unsur-unsur yang
berubah dengan sangat lambat.
Cultural lag : Kesenjangan budaya.
Cultural Shock : Suatu kondisi ketika terjadi goncangan jawa atau mental
seseorang atau sekelompok orang akibat belum adanya kesanggupan
menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang berbeda jauh dengan
kebudayaannya dan datang secara tiba-tiba.
Cultural Tranmission : Proses peralihan atau pemindahan unsur-unsur
budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya, dari suatu kelompok ke
kelompok yang lain, atau dari individu yang satu kepada individu yang lainnya.
Custom : Adat istiadat yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu
dengan kehidupan masyarakat dalam masyarakat.
Damai-Desentrilisasi
D
Damai : Tidak ada kerusuhan, aman, tentram, tenang.
Das sein : Sosiologi membahas hal yang sedang terjadi.
Das sollen : Menurut hal yang seharusnya terjadi.
Data : Keterangan yang benar dan nyata, atau keterangan/ahan nyata yang
dapat dijadikan dasar kajian.
Data Empiris : Data realita di lapangan.
Data Etnografi : Data-data mengenai suku bangsa tertentu.
Data kualitatif : Data yang tidak dapat dinyatakan dengan angka.
Data kuantitatif : Data yang dapat dinyatakan dengan angka.
Data Primer : Data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap
objek penelitian tanpa melalui perantara.
Data Sekunder : Yaitu data yang diperoleh peneliti melalui perantara
(kolektor).
Data sosial : Semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam
masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan.
Dedikasi : Mempersembahkan; kemampuan dan kemaian mengabdikan diri
sendiri demi kepentingan orang lain.
Demografi : Ilmu tentang susunan, jumlah dan perkembangan penduduk; ilmu
yang memberikan uraian atau gambaran statistik yang mengenai suku
bangsa yang dilihat dari sudut sosial politik; ilmu kependudukan.
Demoralisasi : Penurunan kualitas moral dengan pergaulan hidup, tetapi
tanpa tuhuan tertentu.
Desain Penelitian : Semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan
pelaksanaan penelitian.
Desas – desus : Kabar berita yang disebarkan yang kebenarannya belum
dapat dipastikan.
Desentralisasi : Sistem pemerintahan yang lebih banyak memberikan
kekuasaan kepada pemerintah daerah.
Desersi-Diverse
Desersi : Perbuatan lari meninggalkan dinas ketentaraan; pembelotan kepada
musuh; perbuatan lari dan memihak kepada musuh.
Destruktif : Bersifat merusak; memusnahkan; menghancurkan.
Deviance : Kecenderungan untuk menyimpang dari suatu norma.
Deviant behavior : Perilaku menyimpang.
Deviant institution (penyimpangan institusi) : Kejahatan yang dilakukan o;eh
suatu organisasi yang melibatkan organisasi lainnya yang dilakukan rapih.
Deviant primary (penyimpangan primer) : Perbuatan menyimpang yang
pertama kali yang dilakukan oleh seseorang yang dalam aspek kehidupan
lainnya selalu berlaku konformis (memetuhi norma yang berlaku).
Deviant subculture : Subbudaya menyimpang.
Diferensiasi Sosial : Pembedaan penduduk atau masyarakat yang sifatnya
betingkat.
Differentia speciafica : Menerangkan genus secara khas.
Difusi : Proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dan sejarah keseluruh
dunia bersamaan dengan terjadinya proses penyebaran dan migrasi
kelompok-kelompok manusia di muka bumi.
Dikotomi : Pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan.
Dinamika Sosial : Gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai
akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut.
Dinamis : Penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah
menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut.
Discovery : Penemuan unsur – unsur kebudayaan baik berupa alat ataupun
gagasan baru.
Diskriminasi : Pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara.
Diskusi Kelas : Sebuah seminar kecil yang dilakukan oleh siswa-siswa dalam
kelasnya masing-masing.
Diskusi Panel : Diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang guna
membahas suatu topik yang menjadi perhatian umum dengan menghadirkan
beberapa ahli dalam bidang yang dijadikan topik diskusi.
Disorganisasi : Proses memudarnya atau melemahnya norma-norma dan
nilai-nilai sosial dalam masyarakat karena adnya perubahan sosial dan
perubahan budaya.
Diverse : Bermacam-macam.
Divination Secondary-Dominasi
Divination Secondary (penyimpangan sekunder) : Perbuatan oleh masyarakat
dianggap sebagai perbuatan menyimpang.
Dogmatis : Secara membuta dan tanpa henti mendukung suatu pandangan
yang tanpa bukti kesahihannya.
Doktrin : Suatu penentu sifat hubungan antar sesama dan hubungan antara
manusia dengan Tuhan.
Dokumenter : Metode Pengumpulan data dengan cara mengambil data dari
arsip.
Dominasi : Penguasaan oleh pihak yang lebih kuat terhadap yang lebih lemah.
Editing-Enacted Institution
E
Editing : Suatu kegiatan meneliti dan memeriksa kembali data- data yang
telah dikumpulkan dari lapangan, terutama yang didapat dari kuesioner.
Ego : Usaha sadar manusia untuk memenuhi dorongan-dorongan yang
bersifat mencari kesenangan.
Ejekan : Tindakan membicarakan seseorang dengan menggunakan kata-kata
kiasan,perumpamaan,atau kata-kata yang berlebihan,serta bermakna negatif.
Ekologis : Ilmu tentang hubungan penduduk dengan lingkunan alam,
teknologi dan masyarakat manusia.
Ekonomi : Setiap sistem hubungan-hubungan yang menentukan alokasi
seumber-sumber daya yang terbatas atau yang langka.
Eksekutif : Badan yang melaksanakan peraturan dan mengadili pelanggar
undang-undang.
Eksistensi : keberadaan.
Ekskusivitas : Kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat.
Eksogami : Pernikahan yang dilakukan dengan seseorang di luar
lingkungannya.
Eksperimen Laboratorium : Pengamatan yang dilakukan di luar laboratorium
dan peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada objek secara
umum, kemudian diamati hasilnya.
Eksplisit : Nyata atau realistis.
Eliminasi : Pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik
karena mengalah.
Elit : Kelompok kecil orang-orang yang terpandang atau berderajat tinggi.
Empati : Keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau
mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama
dengan orang atau kelompok yang lain.
Empiris : Ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap
kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
Enacted Institution : Lembaga sosial yang sengaja dibentuk untuk memenuhi
tujuan tertentu yang berakar dari kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat.
Endemik-Extended Family
Endemik : Penyakit yang terjangkit di suatu daerah tertentu; secara tepat
terdapat di tempat-tempat atau kalangan orang-orang tertentu atau pada
golongan suatu masyarakat.
Endogami : Pernikahan yang dilakukan dengan seseorang yang berasal dari
lingkungannya sendiri.
Enkulturasi : Proses belajar dan rnenyesuaikan alam pikiran.
Estetis : Mempunyai penilaian terhadap keindahan.
Etika : ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan
kewajiban moral.
Etiket : Tata cara dalam masyarakat dan sopan santun dalam upaya
memelihara hubungan baikantara sesama manusia.
Etimologi : Pengertian sebuah istilah ditinjau dari asal usul katanya.
Etnis : Bertalian dengan kelompok soaial dalam sistem sosial atau
kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertntu karena keturunan,
adat, agama dan bahasa.
Etnografi : Gambaran tentang bangsa-bangsa di suatu tempat dan disuatu
waktu.
Etnologi : Salah satu cabang ilmu antropologi yang mempelajari berbagai
suku bangsa dan aspek kebudayaannya.
Etnosentrisme : Sikap atau pandagan yang berpagkal pada masyarakat dan
kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang
meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.
Etologi : Ilmu tentang perilaku hewan dalam lingkungan alamiah.
Etos : Pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial.
Evidence : Keterangan nyata atau sesuatu yang menyatakan kebenaran dan
suatu peristiwa.
Evolusi : Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama dan ada
serangkaian perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti dengan
lambat pula.
Evolusi konvergen : Pertumbuhan adaptasi kultural terhadap kondisi
lingkungan yang sama oleh bangsa-bangsa dengan latar belakang sangat
berlainan.
Evolusi pararel : Pertumbuhan adaptasi kultural terhadap kondisi lingkungan
yang sama oleh bangsa-bangsa dengan latar belakang budaya yang agak
sama.
Exogami : Perkawinan diambil dari luar kerabatnya sendiri.
Extended Family : keluarga luas.
Fakta-Fungsi Manifes
F
Fakta : Suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku, waktu dan tempat
serta peristiwanya.
Fakta sosial : Setiap hal yang dapat diidentifikasi yang berkenan dengan
hakikat hubungan sosial, nilai sosial / proses sosial.
Faktor endogen : Faktor yang berasal dari dalam masyarakat.
Faktor kepribadian : Semua faktor psikologi dan biologis yang mempengaruhi
perilaku para pelaku secara perorangan.
Faktor situasi : Semua kondisi fisik dan sosial Faktor struktur sosial budaya.
Faktual : Seorang penelti harus bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh,
bukan berdasarkan obsesi, harapan atau angan angan yang bersifat abstrak.
Fanatisme : Keyakinan yang terlalu kuat terhadap ajaran.
Fenomena Alam : Semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang
terjadi dalam masyarakat.
Feodal : Berhubungan dengan susunan masyarakat yang dikuasai oleh kaum
bangsawan.
Fokus sosiologi : Mempelajari kehidupan kelompok manusia dan hasil
interaksi sosial dari kehidupan kelompok tersebut.
Folkways : Kebiasaan yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-
ulang.
Folkways : Perbuatan atau sikap yang dilakukan berulang – ulang.
Formal : Resmi; sesuai dengan peraturan yang sah.
Formal audiens : Kerumunan yang punya pusat perhatian dan persamaan
tujuan, tapi sifatnya pasif.
Fundamentalisme : Paham yang cenderung untuk memperjuangkan sesuatu
secara radikal.
Fungsi Laten : Fungsi lembaga yang tidak disadari oleh masyarakat atau
hanya disadari oleh orang tertentu tetapi berpengaruh besar bagi
perkembangan masyarakat.
Fungsi Manifes : Fungsi lembaga yang disadari, maksudnya suatu lembaga
mempunyai fungsi yang oleh banyak orang dipandang dan diharapkan akan
dipenuhi oleh lembaga itu.
Game Stage-Gosip
G
Game Stage : Merupakan tahap peniruan yang dilakukan mulai berkurang
dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan
penuh kesadaran.
Gardner : Untuk menggamberkan tugas sosiologi sebagai teknis.
Gemeinschaft (Paguyuban) : Merupakan kelompok sosial yang anggota-
anggotanya.
Gemeinschaft by Blood : Yaitu paguyuban yang terjadi karena ikatan darah.
Gemeinschaft of Mind : Merupakan paguyuban atas dasar ideologi.
Gencatan senjata : Penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu.
Gender : Jenis kelamin; pembedaan peranan pria dan wanita yang dibentuk
oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.
Generalisasi : Membentuk gagasan / simpulan umum dari suatu kejadian.
Generalized Stage : Merupakan tahap penerimaan norma kolektif dan pada
tahaap ini seseorang telah dianggap dewasa generasi.
Genjatan Senjata : Penghentian tembak menembak.
Genom : Satu gugus kromosom yang selaras dengan segugus sel dari suatu
jenis.
Geografis : Berhubungan dengan ilmu tentang permukaan bumi, iklim,
penduduk, flora dan fauna.
Gessellscheft (Patembayan) : Merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok
untuk waktu yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan bersifat sebagai
suatu bentuk dalam pikiran belaka.
Gesselschaft : Masyarakat pertambayan.
Global : Meliputi seluruh dunia.
Globalisasi : Suatu proses atau tatanan yang menyebabkan seseorang,
sekelpmpok orang, atau suatu negara saling dihubungkan dalam masyarakat
atau negara lain akibat kemajuan teknologi, komunikasi di seluruh penjuru
dunia.
Gosip : Informasi yang menyebar secara cepat dan tidak berdasarkan fakta
atau bukti-bukti yang kuat.
Grafik-Group Married
Grafik : Gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data berupa angka,
yang biasanya berasal dari tabel-tabel yang telah dibuat.
Grafik Batang : Grafik yang hampir mirip dengan grafik garis, namun
menggunakan gambar batang sebagai pengganti grafik garis.
Grafik Gambar : Grafik yang berupa gambar atau ikon tertentu (pictogram
chart).
Grafik lingkaran : Grafik yang menyajikan data dalam bentuk lingkaran.
Grafik Peta : Grafik yang berbentuk peta (chartogram chart).
Gregariousness : Binatang yang mempunyai sifat hidup berkelompok.
Grounded Research : Penelitian yang didasarka pada fakta dan
menggunakan analisis perbandingan, serta bertujuan untuk mengadakan
generekisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan dan
mengemukakan teori dimana pengumpulan data dan analisis data berjaln
pada waktu yang bersamaan.
Group devination (penyimpangan kelompok) : Penyimpangan yang dilakukan
oleh sekelompok orang yang patuh pada norma kelompoknya, padahal norma
tersebut bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Group married : Perkawinan kelompok.
Hegemoni-Human Instrument
H
Hegemoni : Pengaruh kepemimpinan, dominasi, kekuasaan suatu negara
atas negara lain.
Hipotesis : Dugaan sementara yang masih harus dibuktikan kebenarannya
Proposisi ; pernyataan mengenai suatu fenomena / gejala yang dapat diuji /
dibuktikan kebenarannya.
House hold : Dalam keluarga dihuni oleh sepasang suami istri dan anak –
anaknya dan cucu – cucunya serta nenek dan kakek dari suami istri tersebut.
Heterogami : Pernikahan yang terjadi antara pria dan wanita dari dua
keluarga yang berlainan lapisan sosialnya.
Heterogen : Terdiri dari berbagai unsur yang berbeda sifat atau berlainan
jenis; beraneka ragam.
Hipotesa : Jawaban sementara dari suatu masalah.
Historis : bersejarah.
Homo seksual : Hubungan seksual yang dilakukan sesama laki- laki.
Homogami : Pernikahan yang terjadi pria dan perempuan yang berasal dari
lapisan atau kedudukan sosial yang sama.
Homogen : Terdiri atas berbagai unsur yang sama.
Hubungan Asimetris : Hubungan yang terjadi apabila sebuah variabel
berhubungan dengan variabel lain tetapi tidak bersifat timbal balik.
Hubungan Simetris : Hubungan yang terjadi apabila dua variabel yang
berhubungan merupakan akibat dari satu faktor yang sama.
Hubungan Timbal Balik : Hubungan yang terjadi jika kedua variabel saling
mempengaruhi secara timbal balik (respirokal).
Human Instrument : Istilah dalam penelitian kualitatif untuk menyebut peneliti
yang bertindak sebagai instrumen penelitian.
Identifikasi-Inklusif
I
Identifikasi : Meniru gaya hidup,tingkah laku /perubahan orang lain yang
diidentifikasi (keinginan untuk menjadi sama[identik].
Ilmu : Pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem
menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala
tertentu di bidang pengetahuan itu; Pengetahuan atau kepandaian.
Ilmu Pengetahuan : Himpunan pengetahun-pengetahuan yang tersusun
secara sistematis.
Imajinasi Sosiologis : Imajinasi yang digunakan untuk memahami apa yang
terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia.
Imitasi : Tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau
penampilan fisik seseorang secara berlebihan.
Immoral Lawless Crowds : Kerumunan yang segala tindakannya berlawanan.
Implisit : Tersembunyi atau abstrak.
In – Group : Bentuk kelompok sosial yang di antara anggota – anggotanya
saling mengidentifikasi dirinya.
Inces Taboo : Larangan melakukan perkawinan dengan keluarga yang sangat
dekat.
Inconvenient Causal Crowds : Kerumunan yang bersifat terlalu sementara
yang ingin mempergunakan fasilitas-fasilitas sama.
Indikasi : Petujuk, tanda-tanda yang menarik perhatian.
Individual devination (penyimpangan individual) : Perbuatan yang tidak sesuai
dengan norma – norma yang berlaku dalam masyarakat.
Indogami : Perkawinan yang diambil dalam keluarga / kerabat / jodoh.
Industrialisasi : Usaha menggalakan industri dalam suatu negara.
Informal : Tidak resmi.
Inklusif : Termasuk atau terhitung.
Inovasi-Invention
Inovasi : Proses atau rangkaian penemuan, pengembangan, dan persebaran
suatu hasil kebudayaan.
Instituation : Masyarakat kadang-kadang tidak berhasil memberantasnya.
Institute : Badan / organisasi yang melaksanakan kebudayaan dengan
mengombinasikan aktifitas.
Integrasi Bangsa : Penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam
suatu wilayah dan pembentukan suatu identitas nasional.
Intelektualita : Kecakapan berpikir.
Intensitas : Keadaan tingkatan atau ukuran intensnya.
Interaksi Sosial : Hubungan sosial yang dinamis antarindividu atau antar
kelompok atau hubungan antara individu dengan kelompok.
Internalized Value : Nilai yang mendarah daging atau nilai yang menjadi
kepribadian dan kebiasaan yang dilakukan secara tidak sadar dan tanpa
melalui proses berpikir.
Interpenden : Saling tergantung.
Interrelasi : Diantara beberapa hubungan.
Interview : Metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden.
Intuisi : Bisikan hati / bisikan kalbu, faktor dominant yang mendasari
pengetahuan intuisi.
Invention : Upaya menghasilkan suatu unsur kebudayaan dengan
mengkombinasikan unsur-unsur yang sudah ada.
J
Join venture : Perundingan damai antara dua kelompok yang bertikai.
Kapitalisme-Kejahatan Tanpa Korban
K
Kapitalisme : Sistem dan paham ekonomi yang modalnya bersumber pada
modal pribadi atau perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran
bebas.
Kasta : Golongan manusia di masyarakat beragama hindu.
Kaum Borjuis : Kelas yang terdiri dari orang-orang yang menguasai alat-alat
produksi dan modal.
Kaum Proletar : Kelas yang terdiri dari orang-orang yang tidak mempunyai
alat produksi dan modal sehingga di eksploitasi untuk kepentingan kaum
kapitalis.
Keajegan : Suatu kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah sebagai
hasi dari hubungan antara tindakan, nilai dan norma sosial yang berlangsung
secara terus menerus.
Kebiasaan : Cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani
dan dilaksanakan secara berulang-ulang.
Kebudayaan : Semua benda baik abstrak maupun konkrit yang merupakan
hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat.
Kebutuhan Hidup : Kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan
kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial
dan kebutuhan integratif.
Kebutuhan Integratif : Kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari
hakekat manusia sebagai manusia makhluk pemikir dan bermoral.
Kebutuhan Mendasar : Kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakekat
manusia sebagai manusia sebagai makhluk hidup.
Kebutuhan Sosial : Kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan
bersama dengan manusia yang lain.
Kejahatan Kerah Putih : Kejahatan yang mengacu pada kejahatan yang
dilakukan oleh orang terpandang atau orang yang berstatus tinggi dalam
rangka pekerjaanya.
Kejahatan Korporat : Kejahatan yang ilakukan atas nama organisasi dengan
tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian.
Kejahatan tanpa korban : Kejahatan yang tidak mengakibatkan penderitaan
pada korban akibat tindak pidana orang lain.
Kejahatan Terorganisasi-Kerja Sama Kontrak
Kejahatan Terorganisasi : Kejahatan yang pelakunya merupakan komplotan
yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk
mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum.
Kekerasan Agresif : Kekerasan yang dilakukan untuk medapatkan sesuatu.
Kekerasan Defensif : Kekerasan untuk melindungi diri.
Kekerasan Terbuka : Kekerasan yang dapat dilihat.
Kekerasan Tertutup : Kekerasan tersembunyi atau yang secara tidak
langsung dilakukan.
Kelompok Etnik : Himpunan manusia yang dibedakan berdasarkan
persamaan dan perbadaan kebudayaan.
Kelompok Okupasional : Berhubungan dngan pekerjaan atau tugas
seseorang.
Kelompok sosial : Kumpulan manusia yang anggotanya mempunyai
kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lain, tetapi tidak terikat
dalam ikatan oranisasi.
Keluarga : Satuan sosial yang terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-
anak.
Keluarga Batih : Keluarga yang anggotanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak-
anaknya yang belum menikah, termasuk juga anak-anak angkat atau anak tiri
yang belum menikah.
Keluarga Luas : Keluarga inti yang diperluas keanggotaannya.
Kemiskinan : Suatu keadaan ketika seseorang tidak sanggup memelihara
dirinya sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu
memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Kenakalan Remaja : Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang
belum dewasa.
Kenyataan : Segala sesuatu yang benar-benar ada yang dapat dilihat dan
dapat diraba.
Kepribadian : Generalisasi dari perilaku khas seseorang.
Keputusan Mayoritas : Keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak
dalam voting.
Kerabat : Satuan sosial yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai
persamaan darah dan keturunan.
Kerja Sama (cooperation) : Suatu usaha bersama antara orang perorangan
atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Kerja sama kontrak : Kerjasama atas dasar syarat-syarat atau ketetapan
tertentu, yang disepakati bersama.
Kerja Sama Langsung-Kompromi
Kerja sama langsung : Kerjasama sebagai hasil dari perintah atasan kepada
bawahan atau penguasa terhadap rakatnya.
Kerja sama spontan : Kerjasama yang terjadi secara serta-merta.
Kerja sama tradisional : Kerjasama sebagian atau unsur-unsur tertentu dari
sistem sosial.
Kesatuan Sosial : Bagian-bagian dalam masyarakat.
Ketahanan Nasional : Kemampuan suatu bangsa untuk mengatasi segala
hambatannya.
Keteraturan Sosial : Suatu keadaan dimana individu-individu di dalam
masyarakat telah mampu berbuat sebagaimana nilai dan norma yang ada
yaitu telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya.
Kinesika : Gerakan tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan.
Klan : Kelompok yang didasarkan pada prinsip untuk menarik garis keturunan
unilineal.
Klasifikasi : Penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut
kaidah atau standar yang ditetapkan.
Klik : Kelompok kecil orang tanpa struktur formal yang mempunyai
pandangan atau kepentingan bersama.
Knowledge : Pengetahuan tentang suatu hal.
Koalisi : Kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan
yang sama.
Koefisien Korelasi : Derajat atau tingkat hubungan antara dua fariabel diukur
dengan indeks korelasi.
Koersi : Bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan secara fisik
maupun psikologis.
Kohesi : Hubungan yang erat; perpaduan yang kokoh.
Kolektor : Pihak yang menghimpun data (lurah, camat, badan pusat statistik,
wold population.
Komparasi : Membandingkan.
Kompeten : Seorang peneliti yang baik memiliki kemampuan untuk
menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik
penelitian tertentu.
Kompetisi : Suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan.
Kompromi : Persetujuan dengan jalan danai atau saling mengurangi tuntutan.
Kompulasi-Konflik Konstruktif
Kompulsi (paksaan) : Keadaan yang disengaja diciptakan sehingga
seseorang seseorang terpaksa menuruti atau mengubah sifatnya, dan
menghasilkan suatu kepatuhan yang sifatnya tidak langsung.
Komunikan : Orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran atau
perasaan oleh pihak lain.
Komunikasi : Hubungan; kontak; pengiriman dan penerimaan pesan atau
berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat
dipahami; Proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain
Komunikator : Orang yang menyampaikan pesan, pikiran dan pesan kepada
orang lain.
Komunitas : Kelompok organisme yang hidup dan saling berinteraksi di dalam
daerah tertentu; masyarakat; paguyuban; Satuan sosial yang didasari oleh
lokalitas.
Konfersi : Penyelesaian konflik dimana salah satu pihak bersedia mengalah &
mau menerima pendirian pihak lain.
Konflik (pertentangan) : Suatu bentuk interaksi sosial dimana masing-masng
pihak saling menghancurkan.
Konflik Budaya : Merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan
kepentingan budaya dari pihak-pihak yang berkonflik.
Konflik Destruktif : Merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan
tidak senang, rasa benci dan dendam dari seseorang ataupun kelompok
terhadap pihak lain.
Konflik Diagonal : Merupakan konflik yang terjadi karena adanya
ketidakadilan alokasi sumber daya keseluruh organisasi sehingga
menimbulkan pertentngan yang ekstrim.
Konflik Ekonomi : Merupakan konflik akibat adanya perebutan sumber daya
ekonomi dari pihak yang berkonflik.
Konflik Horizontal : Merupakan konflik yang terjadi antara individu atau
kelompok yang memiliki kedudukan yang relatif sama.
Konflik Ideologi : Merupakan konflik yang terjadi akibat adanya perbedaan
paham yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang.
Konflik Interindividu : Merupakan tipe yang paling erat kaitannya dengan
emosi individu hingga tingkat keresahan yang peling tinggi.
Konflik Konstruktif : Merupakan konflik yang muncul karena adanya
perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu
permasalahan.
Konflik Politik-Kontak Sosial Positif
Konflik Politik : Merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan
kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan.
Konflik Sosial : Pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat
menyeluruh dalam kehidupan.
Konflik Status : Konflik batin yang dialami seseorang sebagai akibat dari
adanya beberapa status yang dimilikinya yang saling bertentangan.
Konflik Terbuka : Merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak.
Konflik Tertutup : Merupakan konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang
atau kelompok yang terlibat konflik.
Konflik Vertikal : Merupakan konflik antarkomponen masyarakat di dalam satu
struktur yang memiliki hierarki.
Konformitas : Cara adaptasi yang mengikuti cara dan tujuan yang telah
ditetapkan oleh masyarakat.
Konkuren : Lawan bersaing; persaingan.
Konsanguinal : Keluarga yang menekan pada pentingnya ikatan – ikatan
darah dari pada ikatan antara suami dan istrinya.
Konsensus : Kesempatan kata permufakatan bersama yang dicapai melalui
kebulatan suara.
Konsentrasi : Pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal.
Konsep : Himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah.
Konsep Dasar : Konsep yang pokok dan penting.
Konsiliasi : Usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih utuk
mencapai persetujan dalam menyelesaikan perselisihan tersebut.
Konstan : Tetap tidak berubah.
Konstuktif : Bersifat membina; memperbaiki; membangun.
Kontak primer : Yang dilakukan secara langsung.
Kontak sekunder : Kontak yang dilakukan melalui perantara / penghubung.
Kontak Sosial Negatif : Interaksi sosial yang mengarah pada pertentangan
atau konflik.
Kontak sosial Postif : Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama.
Kontrafersi-Kursif
Kontrafersi : Suatu bentuk komunikasi antara pihak dengan pihak, dimana
masing-masing saling tidak saling menyukai.
Kontravensi : Merupakan proses sosial yang ditandai oleh adanya
ketidakpastian, keraguan, penolakan ,dan penyangkalan yang tidak
diungkapkan secara terbuka.
Konvensi : Aturan atau praktik berdasarkan persetujuan umum dan
dipertahankan oleh masyarakat secara umum.
Kooptasi : Proses penerimaan unsur- unsur baru dalam kepemimpinan dan
pelaksanaan politik organisasi sebagai satu satunya cara untuk menghindari
konflik yang bisa mengguncang organisasi.
Kosmopolitan : Mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas terjadi dari
orang-orang atau unsur-unsur yang berasal dari berbagai penjuru dunia.
Kronologis : Urutan kejadian.
Kuesioner : Sekumpulan pertanyaan yang butir-butirnya berhubungan dengan
masalah penelitian dan mempunyai makna guna menguji hipotesis.
Kultural : Semua hasil cipta, rasa dan karya manusia dalam hidup
bermasyarakat.
Kumpul Kebo : Hidup seperti suami istri tanpa nikah.
Kumulatif : Dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada.
Kumulatif : Disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, atau memperbaiki,
memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama.
Kursif : Pengendalian sosial yang dilaksanakan secara kekerasan, paksaan,
dan disertai dengan ancaman.
Labelling-Lokal
L
Labelling : Pemberian julukan, cap atau merek yang diberikan masyarakat
kepada seseorang.
Lambang : Sesuatu yang menjadi pengganti atau simbol dari hal tertentu,
atau ekspresi dari fakta yang tidak diketahui.
Lawless crowds : Kerumunan yang berlawanan dengan norma – norma
hukum.
Lembaga : Suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan
yang oleh masyarakat dianggap penting.
Lembaga Politik : Bermacam-macam kegiatan masyarakat dalam suatu
wilayah negara yang menyangkut proses-proses penentuan dan pelaksanaan
dan kehidupan bernegara.
Lembaga Sosial : Seperangkat aturan yang berisi nilai-nilai dan norma sosial
untuk mengatur kegiatan dan kebutuhan sosial tertentu.
Lesbianisme : Hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita.
Lingkungan : Kondisi disekitar individu yang mempengaruhi proses sosialisasi.
Lingkungan kerja : Lingkunan sosal dimana seseorang bekerja.
Lingkungan pranata : Lingkungan dalam rahim ibu.
Logis : Dapat diterima akal sehat.
Lokal : Setempat; di suatu tempat.
Mainstream-Median
M
Mainstream : Suatu budaya yang mendominasi masyarakat; budaya aliran
utama yang diikuti dalam suatu masyarakat.
Majemuk : Terdiri atas beberapa bagian yang merupakan satu kesatuan.
Marriage : Pernikahan.
Masalah : Suatu keadaan yang tidak bersesuaian dengan apa yang
diinginkan, atau dengan kata lain masalah adalah ketidaksesuaian antara
keinginan dengan kenyataan yang ada.
Masalah Sosial : Gejala kehidupan sosisl yang tidak normal.
Masyarakat : Persekutuan orang-orang yang menempati wilayah tertentu dan
membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma
tertentu.
Masyarakat modern : Masyarakat yang sebagian besar anggotanya
mempunyai orientasi nilai budaya yang mengarah ke kehidupan peradaban
dunia masa kini dan masa yang akan datang.
Masyarakat tradisional : Masyarakat yang lebih banyak dikuasai /dipengaruhi
oleh adat istiadat dan budaya lama yang diwariskan dairi generasi
sebelumnya.
Masyarakat transisi ; masyarakat yang telah meninggalkan sebagian budaya
lama dan menggunakan sebagian budaya baru.
Matrilineal : Berkenaan dengan garis keturunan ibu atau wanita.
Matrilineal unilateral : Susunan Nama apabila dihitung dari ibu.
Matrilokal : Kelurga tersebut bertempat tinggal di tempat keluarga istri.
Mean : Hasil bagi antara jumlah seluruh nilai dengan jumlah unit yang diamati
(rataan hitung).
Media massa : Sarana untuk menggambarkan pesan informasi dari
seseorang kepada orang lain.
Media Sosialisasi : Sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang.
Median : Suatu nilai yang membagi data yang telah diurutkan ke dalam dua
bagian yang sama besar.
Mediasi-Metode Observasi
Mediasi : Penyelesaian konflik oleh pihak ke tiga yang disepakati bersama
namun tidak bersifat mengikat melainkan menasihati; Cara untuk mencapai
sebuah kompromi melalui pihak ketiga yang bersifat netral dan berfungsi
sebagai penasihat.
Mekanisasi : Penggantian dan pengunaan tenaga mesin dan sarana-sarana
teknik lainnya untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan melihat suatu
peristiwa tertentu.
Membership Group : Merupakan kelompok sosial yang setiap orang secara
fisik menjadi anggota kelompok tersebut memiliki ikatan batin yang murni,
bersifat alamiah dan kekal mempunyai peluang yang sama untuk dimasukkan
ke dalam sampel mempunyai satu garis keturunan, sebagai pemberi gadis
atau penerim gadis yang dijadikan istri menggunakan kekuatan fisik yang
berlawanan dengan norma-norma sosial.
Metode : Cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan.
Metode case study : Untuk menelaah suatu keadaan kelompok, komunitas,
lembaga maupun individu.
Metode Deskriptif : Suatu metode penelitian yang meneliti status sekelompok
manusia, objek, kondisi, pemikiran, ataupun peristiwa yang ada di masa
sekarang.
Metode Deskriptif Berkesinambungan : Penelitian dilakukan terus menerus
sehingga diperoleh pengetahuan yang menyeluruh mengenai masalah,
fenomena, dan kekuatan-kekuatan sosial yang diperoleh jika hubungan-
hubungan fenomena dikaji dalam suatu periode yang lama.
Metode Dokumenter : Metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-
arsip.
Metode Historis : Sebuah metode penelitian yang menggunakan catatan
observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat diulang kembali.
Metode Ilmiah : Suatu cara pengejaran atau memperoleh kebenaran yang
diatur oleh pertibanga-pertimbangan logis.
Metode Kepustakaan : Lebih banyak memerlukan data-data documenter /
pendapat para ahli tentang suatu fenomena social dalam masyarakat.
Metode Komparatif : Membandingkan macam-macam masyarakat serta
bidang-bidangnya untuk mendapatkan perbedaan, persamaan, dan
penyebabnya.
Metode Kualitatif : Metode penelitian yang berupa deskripsi hasil penelitian
berdasarkan penilaian-penilaian terhadap data yang diperoleh.
Metode Kuantitatif : Metode penelitian dengan analisis data yang berupa
angka-angka atau gejala-gejala yang dukur melalui uji stastistik.
Metode Observasi : Metode pengumpulan data dengan mengamati secara
lengsung di lapangan.
Minority Consent-Multikulturalisme
Minority Consent : Golongan minoritas yang merasa tidak dikalahkan tetapi
dapat melakukan kegiatan bersama.
Mobilitas : Gerak dari satu posisi sosial ke posisi sosial lainnya,
Mobilitas Antarwilayah : Merupakan proses perpindahan status seseorang
dari satu wilayah ke wilayah yang lain.
Mobillitas Antargenerasi : Perpindahan status atau kedudukan yang terjadi
dalam dua generasi atau lebih.
Moblitas Intragenerasi : Perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu
generasi yang sama.
Modernisasi : Proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat
modern.
Modus : Nilai data yang memiliki frekuensi tertinggi dalam satu distribusi.
Monogami : Apabila dalam keluarga terdapat satu suami satu istri.
Monokulturalitas : Satu kebudayaan.
Monolitik : Mempunyai sifat seperti kesatuan terorganisasi yang membentuk
kekuatan tunggal dan berpengaruh.
Mores : Tata kelakuan yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat
warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama.
Motif : Alasan seseorang melakukan sesuatu.
Motivasi : Dorongan yang mendasari seseorang untuk bertindak berdasarkan
pertimbangan rasionalitas.
Multidimensional : Mempunyai berbagai dimensi.
Multikulturalisme : Gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang
ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan.
Natalokal-Nilai Vital
N
Natalokal : Pasangan suami istri baru yang tidak tinggal bersama-sama, tetapi
masing-masing bertempat tinggal di daerah kelahiran masing-masing, dan
hanya berkunjung untuk waktu yang relatif pendek.
Neolokal : Pengantin baru yang mencari tempat kediaman baru yang bukan di
lingkungan kerabat suami ataupun kerabat istri.
Nilai : Konsep abstrak mengenai segala sesuatu yang baik, di cita –
citakan,penting dan berguna bagi kehidupan manusia menurut ukuran
masyarkat di mana nilai itu dijunjung tinggi.
Nilai dominan : Nilai yang lebih diutamakan dari pada nilai-nilai lainnya.
Nilai Kebenaran : Nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia.
Nilai Keindahan : Nilai yang bersumber dari perasaan dan estetika manusia.
Nilai Kerohanian : Nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang
terdiri dari kebenaran, nilai keindahan, nilai moral dan nilai religius
Nilai kesusilaan : Nilai yang berkaitan dengan sopan santun dalam berbagai
aktifitas sosial.
Nilai Material : Nilai segala macam benda yang berguna bagi manusia; Nilai
suatu barang yang muncul karena kandungan materinya.
Nilai Moral : Nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang.
Nilai religius : Nilai yang bersumber dari ajaran-ajaran agama.
Nilai seni : Segala hal yang yang dapat menimbulkan keindahan.
Nilai Sentral : Nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang
merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang.
Nilai Sosial : Segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-
citakan.
Nilai spiritual : Segala hal yang berguna untuk memenuhi kebutuhan rohani.
Nilai terencanakan : Nilai yang telah menyatu dalam pribadi seseorang .
Nilai Vital : Nilai suatu barang yang muncul karena kegunaannya.
Nonetis-Norma Sosial
Nonetis : Pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk
masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut
secara mendalam.
Nonkomplementer : Tidak bersifat saling mengisi; tidak bersifat melengkapi.
Nonkonformis : Perilaku menyimpang; Perilaku yang tidak sesuai dengan
nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Norma : Semua bentuk peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang
ada di dalam masyarakat.
Norma Agama : Ketentuan-ketentuan dalam agama.
Norma Formal : Suatu norma yang bersumber dari lembaga masyarakat yang
formal atau resmi.
Norma Hukum : Semua bentuk Peraturan yang tertulis yang dibuat oleh
lembaga yang berwenang.
Norma Kebiasaan : Tata aturan seseorang dalam melakukan suatu kegiatan
yang di dasarkan pada tradisi.
Norma Kelaziman : Yang telah lazim bagi setiap warga masyarakat.
Norma Kesopanan : Petunjuk yang mengatur bertingkah laku.
Norma kesusilaan : Salah satu aturan yang berasal dari ahlak dan hati.
Norma Kesusilaan dan Kesopanan : Norma yang mengatur tentang perilaku
manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain.
Norma khusus : Yang sifatnya terbatas.
Norma moral : Banyak bersumber dadi ajaran agama.
Norma Nonformal : Norma sosial tidak resmi yang umumnya tidak tertulis.
Norma Sosial : Semua bentuk peraturan baik yang tertulis maupun yang tidak
tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat.
Objek-Otoritas Legal Rasional
O
Objek : Hal; perkara atau orang yang menjadi pokok pembicaraan; benda;
orang yang dijadikan sasaran untuk diteliti.
Objektif : Sesuai dengan keadaan senyatanya.
Observasi : Metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera;
Metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung
terhadap suatu objek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan
pencatatan secara sistematis tentang hal-hal yang diamati.
Observasi langsung : Metode pengumpulan data dengan menggunakan
panca indera.
Observasi Partisipan : Metode pengumpulan data dengan cara tinggal
bersama-sama responden dalam jangka waktu yang relatif lama.
Oligarkhi : Pemerintahan oleh beberapa orang yang merupakan bagian kecil
dari masyarakat.
Operative Institution : Lembaga sosial yang berfungsi untuk menghimpun
pola-pola atau tatacara yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau lebih,
sifatnya kadanng-kadang substantif.
Order : Sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dipatuhi oleh
seluruh anggota masyarakat.
Organisasi : Sistem social yang dibentuk untuk mencapai tujuan-tujuan
tertentu.
Organisasi informal : Tidak memberikan prosedur yang resmi dalam
menindak anggotanya yang menyimpang .
Organisasi sosial : Melaksanakan tingkah laku para pelaku dalam sub-sub
masyarakat.
Orientasi : Peninjauan untuk meemtukan sikap yang tepat dan benar.
Orientasi motivasional : Orientasi yang bersifat pribadi yang menunjukan
pada keinginan individu yang bertindak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Otoritas : Pengetahuan yang di dasarkan atas penghormatan terhadap orang
– orang yang mempunyai kewibawaan.
Otoritas karismatik : Otoritas yang didasarkan pada karisma atau kewibawaan
seseorang.
Otoritas legal rasional : Otoritas yang didasarkan oleh peraturan –peraturan
yang dibuat dengan sengaja atas pertimbangan yang masuk akal.
Paleontologi-Penalaran
P
Paleontolgi : Studi tentang bentuk-bentuk kehidupan yang ada pada zaman
prasejarah atau geologi, yaitu diwakili oleh fosil tanaman, hewan, dan
organisme lainnya.
Panic Causal Crowds : Orang-orang dalam keadaan panik yang sedang
berusaha menyelamatkan diri.
Panic crowd : Orang-orang yang bersama-sama berusaha untuk saling
menyelamatkan diri.
Para Bahasa : Sistem bunyi yang menyertai bahasa.
Parallel couisin : Perkawinan antara anak – anak dari dua orang saudara
sekandung yang sama jenisnya.
Participant observer : Studi yang melibatkan peneliti untuk ikut berperan dan
sesuai dengan perilaku orang-orang yang ditelitinya.
Partisipan : Orang yang ikut berperan serta dalam suatu kegiatan.
Patriarkat : Sistem pengelompokan sosial yang saangat mementgkan garis
keturunan bapak.
Patrilineal : Garis keturunan ayah dengan penghubung laki-lak.
Patrilineal unilateral : Susunan nama apabila dihitung dari ayah.
Patrilokal : Keluarga tersebut bertempat tinggal di tempat keluarga suami;
Pasangan pengantin yang bertempat tinggal di sekitar kerabat suami.
Pedagogis : Bersifat mendidik.
Pedophilia : Memuaskan keinginan seks dengan mengadakan kontak seksual
dengan anak –anak.
Pelacuran : Suatu pekerjaan informal yang menyerahkan diri kepada umum
untuk melakukan perbuatan-perbuatan seksual dengan tujuan mendapat
upah.
Pemberontakan : Cara adaptasi dimana seseorang tidak lagi mengakui
struktur sosial yang ada dan berupaya menciptakan struktur sosial yang baru.
Penalaran : Kegiatan berpikir tentang sesuatu secaras sungguh-sungguh dan
logis.
Penalaran Deduktif-Penelitian Historik
Penalaran Deduktif : Suatu cara berfikir ilmiah yang bertolak dari pernyataan
atau alasan-alasan yang bersifat umum ke pernyataan atau alasan yang
bersifat khusus, dengan menggunakan kaidah logika tertentu.
Penalaran Induktif : Suatu penalaran pernyataan-pernyataan yasng bersifat
khusus untuk menentukan kesimppulan atau hukumyang bersifat umum.
Penarikan Sampel Acak : Teknik penarikan sampel dimana semua anggota
populasi.
Penarikan Sampel Berkelompok : Teknik penarikan sampel dimana satuan
sampel yang dipilih bukanlah individu-individu melainkan kelompok individu
yang secara alami berada bersama-sama di suatu tempat.
Penarikan Sampel Berlapis : Teknik penarikan sampel yang dilakukan apabila
perwujudan populasi terdiri atas sejumlah sub kelompok atau lapisan yang
mungkain mempunyai ciri-ciri yang berbeda.
Pendapatan Ilmiah : Gabungan antara penalaran deduktif dan penalaran
induktif.
Pendidikan Non Formal : Pendidikan yang berlangsung di luar keluarga,
seperti lembaga kursus.
Pendidkan Formal : Pendidikn yang berlangsung di sekolah mulai dari
jenjang pra sekolah sampai dengan perguruan tinggi, baik yang bersifat
umum maupun yang khusus.
Penelitian : Suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati
dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu.
Penelitian Dasar : Pencarian terhadap sesuatu hal karena ada perhatian dan
keingintahuan terhadapp hasil suatu aktivitas.
Penelitian Deskriptif : Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih detail
tentang suatu gejala atau fenomena yang penelitiannya identik
menggunakan pertanyaan “bagaimana”.
Penelitian Eksperimen : Penelitian yang memanipulasi atau mengontrol
situasi ilmiah dengan cara membuat kondisi buatan.
Penelitian Eksplanasi : Penelitian ini dilakukan untuk menemukan penjelasan
tentang mengapa suatu kejadian atau gejala terjadi yang penelitiannya identik
menggunakan pertanyaan “ mengapa”.
Penelitian Eksplorasi : Penelitian yang menggali suatu gejala yang masih
baru yang penelitiannya identik menggunakan pertanyaan “apa” dan “siapa”.
Penelitian Evaluasi : Penelitian yang dilakukan untuk mengukur atau menilai
pelaksanaan program.
Penelitian Historik : Suatu penelitian yang mengkaji peristiwa yang telah
terjadi pada masa lampau.
Penelitian Komparatif-Pengucilan
Penelitian Komparatif : Penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban
secara mandasar tentag sebab akibat,dengan menganalis faktor-faktor
penyebab terjadinya atau munculnya suatu gejala tertentu.
Penelitian Kualitatif : Suatu penelitian yang menekankan pada kualitas data
atau kedalaman data yang diperoleh.
Penelitian Kuantitatif : Suatu penelitian yang menekankan pada jumlah data
yang dikumpulkan.
Penelitian Laboratorium : Penelitian yang dilakukan dalam suatu tempat
khusus untuk mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah.
Penelitian Lapangan : Penelitian yang dilakukan dalam kehidupan
sebenarnya.
Penelitian Observasi : Penelitian yang bertujuan memperoleh informasi
secara langsung dari tingkah laku orang yang diamati.
Penelitian Perpustakaan (Kepustakaan) : Penelitian yang bertujuan
mmengumpulkan data dan informasi dengan bantuan berbagai materi yang
terdapat di perpustakaan.
Penelitian Sosial : Upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya
penyimpangan terhadap nilai dan norma.
Penelitian Survei : Merupakan merode penelitian deskriptif yang diadakan
untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari
keterangan-keterangan secara nyata, baik tentang institusi sosial, ekonomi,
maupun politik dari suatu daerah.
Penelitian Terapan : Penyelidikan yang hati-hati,sistematis dan terus manerus
terhadap suatu masalah untuk segera digunakan bagi keperluan tertentu.
Penelitian Tindakan : Suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama
antara peneliti dan pengambil kebijakan tentang variabel-variabel yang dapat
dimanipulasi serta dapat segera digunakan untuk menentukan kebijakan dan
pembangunan.
Pengendalian Formal : Cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh
lembaga-lembaga resmi yang juga memiliki peraturan-peraturan resmi.
Pengendalian Informal : Cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh
kelompok kecil, akrab, tidak resmi dan tidak memiliki aturan resmi.
Pengendalian Sosial : Upaya untuk mewujudkan kondisi seimbang di dalam
masyarakat.
Pengetahuan : Hipotesa atau teori yang telah teruji kebenarannya.
Pengucilan : Suatu tindakan pemutusan hubungan sosial oleh masssyarakat
atau sekelompok orang terhadap seseorang atau sekelompok kecil orang
lainnya.
Pengumpulan Data-Pertikaian
Pengumpulan Data : Prosedur yang sistematis dan standar untuk
memperoleh data yang diinginkan.
Penrilaku Menyimpang Positif : Perilaku menyimpang yang menimbulkan
dampak positif pada masyarakat.
Penyimpangan individu : Yang dilakukan oleh perseorangan.
Penyimpangan kelompok : Aktifitas yang dilakukan kelompok yang
bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
Penyimpangan Primer : Perbuatan menyimpang yang dilakukan seseorang,
namun si pelaku masih dapat diterima secara sosial.
Penyimpangan Sekunder : Perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara
umum dikenal sebagai perbuatan atau perilaku menyimpang.
Pera (role) : Pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan
kedudukannya.
Perilaku menyimpang : Setiap perilaku yang dinyatakan suatu pelanggaran
terhadap norma – norma kelompok atau masyarakat; Perilaku yang tidak
sesuai dengan nilai dan norma.
Perilaku Menyimpang Negatif : Penyimpangan dimana pelaku bertindak ke
arah nilai-nilai sosial yang dipandang renda oleh masyarakat, berakibat buruk,
serta mengganggu sistem sosial.
Pernanan Sosial : Perilaku yang diharapkan oleh pihak lain atau masyarakat
dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang
dimilikinya.
Pernikahan : Ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita sebagai
suami istri dengan tujuan membentuk keluarga bahagia dan kekal
berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Perpustakaan : Tempat yang menampung buku-buku literatur atau referensi.
Persaingan : Suatu proses sosial ketika ada dua pihak atau lebih saling
berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu.
Persepsi : Tanggapan langsung dari sesuatu; serapan; proses seseorang
mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya.
Persuasif : Penggunaan berbagai argumentasi, baik yang benar atau salah
yang bertujuan agar pihak lain menerima atau mengikuti berbagai teori,
kepercayaan, atau kegiatan tertentu; Teknik pengendalian sosial yang
dilaksanakan tanpa kekerasan, tetapi menekan pada usaha untuk mengajak
atau membimbing.
Pertikaian : Proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi.
Pertukaran Pasar-Popularitas
Pertukaran Pasar : Pertukaran atau perpindahan barang dari pemilik yang
satu ke pemilik yang lainnya.
Perubahan Soaial : Perubahan yang terjadi di dalam sendi-sendi kehidupan
bermasyarakat; Perubahan yang terjadi akibat ketidaksesuaian diantara
unsur-unsur sosial yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak
serasi fungsinya bagi kehidupan.
Perubahan Sosial Budaya : Semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial
budaya
Pervasi (pengisian) : Suatu cara penanaman atau pengenalan norma secara
berulang-ulang, dengan harapan seseorang dapat sadar sehingga akan
mengubah sikapnya; Penanaman norma secara rutin dan berulang – ulang
dengan harapan pada Akhirnya norma itu membudaya.
Perzinahan : Hubungan seksual di luar nikah.
Pewarisan Biologis : Pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari
leluhurnya.
Pewrisan Budaya : Proses transformasi budaya dari generasi tua kepada
generasi muda.
Planed Expressive Group : Kerumunan yang tidak mementingkan pusat
perhatian, tetapi mempunnyai persamaan tujuan yang tercermin dalam
kegiatan kerumunan serta kepuasan yang dihasilkan.
Planet progress : Kemajuan yang sengaja direncanakan dan dilakukan oleh
masyarakat.
Play Group : Teman sepermainan.
Play Stage : Tahap yang ditandai dengan semakin sempurnanya seorang
anak meniru peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.
Pola : Corak hubungan yang tetap atau ajeg dalam interaksi sosial yang
dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok.
Poliandri : Seorang perempuan menikah dengan lebih dari satu orang pria.
Polietnis : Terdiri dari banyak etnis.
Poligami : Apabila dalam keluarga salah satu diantara lebih dari satu;
Pernikahan antara seorang pria atau perempuan dengan beberapa
perempuan atau pria.
Poligini : Seorang pria meikah dengan lebih dari satu orang perempuan
Politik Aliran : Merupakan keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi
tertentu dikellilingi oleh sejumlah organisasi masa baik formal maupun
informal.
Popularitas : Dikenal dan disukai orang banyak / masyarakat.
Populasi-Profesi
Populasi : Kelompok besar yang menjadi sasaran generalisasi; Warga
masyarakat dilihat dari sudut Pandang kolektif.
Potsulat : Pernyataan tanpa bukti / proposisi dasar dari suatu gejala /
fenomena.
Pranata : Sistem norma / aturan – aturan mengenai aktifitas masyarakat yang
khusus.
Pranata agama : Untuk memenuhi keperluan manusia dalam berhubungan
dan berbakti kepada Tuhan.
Pranata ekonomi : Untuk memenuhi keperluan manusia dalam mencari
nafkah hidup.
Pranata ilmiah : Untuk keperluan manusia akan kebenaran ilmu menyelami
ala sekitar.
Pranata keindahan : Untuk memenuhi keperluan manusia dalam menghayati
rasa keindahan dan rekreasi.
Pranata fisik : Untuk memenuhi keperluan fisik dan kenyamanan hidup
manusia.
Pranata keluarga : Untuk memenuhi keperluan kehidupan keluarga dan
kerabat.
Pranata pendidikan : Untuk memenuhi penerangan dan pendidikan manusia.
Pranata Sosial : Suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam
masyarakat.
Prata politik : Untuk memenuhi keperluan manusia dalam mengatur dan
mengelola keseimbangan kekuasaan dalam kehidupan masyarakat.
Preilese : Hak istimewa, hak mendahului, hak memperoleh perlakuan khusus.
Preparatory Stage : Tahap persiapan yang dialami sejak manusia dilahirkan.
Prestasi : Cara untuk memperoleh kedudukan pada lapisan tetentu dengan
usaha sendiri.
Prestise : Peranan sosial terhadap kedudukan tertentu; tingkatan tertentu
pada posisi-posisi yang dihormati.
Preventif : Pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadinya
pelanggaran.
Primer : Yang pertama; yang terutama; yang pokok.
Primordial : Kreatif, tua, yang mula-mula orisinal atau utama.
Primordialisme: Suatu paham yang menganggap kelompoknya lebih tinggi
dibandin kelompok lain.
Privilese : Keistimewaan yang diberikan kepada seseorang yang mungkin
bersifat positif atau negatif.
Profesi : Pekerjaan yang disukai karena pendidikan keahlian.
Profesionalitas-Pure Science
Profesionalitas : Kemampuan untuk berpindah.
Progresif : Kearah kemajuan; berhaluan ke arah perbaikan dari keadaan
sebelumnya.
Progress : Perubahan social yang membawa kemajuan terhadap kemajuan
masyarakat.
Property Offenses : Kejahatan yang menyangkut hak milik orang lain.
Proses Asosiatif : Proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan
atau perhimpunan orang.
Proses Disosiatif : Proses tidak adanya kerjasama.
Proses Inkulturasi : Proses pembudayaan.
Proses Institusionalized : Proses pelembagaan.
Proses Internalisasi : Proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran
seseorang.
Proses Sosial : Proses berlangsungnya suatu aktifitas masyarakat secara
komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu.
Publik : Kelompok yang tidak membentuk kesatuan; Orang banyak; semua
orang yang datang,
Pure Science : Ilmu murni; Upaya pengembangan pengetahuan baru tanpa
memusatkan perhatian pada kegunaan.
Ras-Research Methodology
R
Ras : Golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik.
Rasional : Menurut pikiran dan pertimbangan yang logis, menurut pikiran
yang sehat, cocok dengan akal.
Realita Sosial : Keadaan senyatanya didalam masyarakat.
Rebellion : Pemberontakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah
tanpa mengubah pemerintah tersebut .
Redistribusi : Bentuk perukaran barang yang terjadi ketika barang ada yang
masuk ke suatu tempat dulu, baru kemudian didistibusikan kembali ke
masyarakat umum.
Reduksi : Pengurangan, pemotongan.
Reference Group : Merupakan kelompok sosial yang menjadi acuan bagi
seseorang yang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan
perilakunya sesuai dengan kelompok acuan.
Referensi : Sumber acuan.
Regresif : Bersifat regresi; bersifat mundur.
Regress : Perubahan social yang membawa kemunduran terhadap kehidupan
masyarakat.
Regulative Institution : Lembaga sosial yang bertujuan mengawasi adat
istiadat atau tata cara yang tidak menjadi bagian mutlak dari lembaga sosial
itu sendiri.
Relativisme Kebudayaan : Suatu ajaran yang menyatakan bahwa suatu
gejala kebudayaan harus dinilai menurut fungsinya.
Relefan : Kait mengait, bersangkut paut, berguna secara langsung.
Religi : Kepercayaan pada hal-hal yang spritual; Perangkat kepercayaan dan
praktik spiritual yang dianggap sebagai tujuan tersendiri; Ideologi mengenai
hal-hal yang bersifat supernatural.
Repsesif : Pengendalian yang dilakukan Setelah terjadi penyimpangan.
Research : Cara mempelajari suatu masalah secara sistematis dan intensif
untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak mengenai masalah
tersebut.
Research Methodology : Metodologi-metodologi dalam penelitian.
Resiprositas-Rural Siciologi
Resiprositas : Pertukaran barang dan jasa yang kira- kira sama nilai yang
didapat antara kedua belah pihak.
Resiprositas Berimbang : Cara tukar menukar yang terjadi ketika yang
memberi maupun yang menerima dapat menentukan nilai barang yang
terlihat pada waktu penyerahan.
Resiprositas Khusus : Cara menukar barang yang terjadi ketika antara yang
memberi dan yang menerima tidak berhadap hadapan pada saat transaksi
dilaksanakan.
Resiprositas umum : Cara tukar menukar barang yang terjadi ketika antara
yang memberi dan ynag menerima sama- sama terlihat pada waktu
penyerahan barang.
Restricted Institution : Lembaga sosial yang diterima oleh sebagian kecil
masyarakat saja, atau kelompok-kelompok masyarakat tertentu saja.
Retretisme : Meninggalkan tujuan dan cara pencapaian konvensional.
Revolusi : Perubahan-perubahan sosial budaya yang berlangsung dengan
cepat dan menyangkut sendi-sendi dasar kehidupan masyarakat.
Revolusi Industri : Peristiwa sejarah yang terjadi di Eropa dimana terjadi
transformasi masyarakat dari masyarakat yang tradisional menjadi
masyarakat modern melalui industrialisasi dan ekonomi.
Ritual : Aturan-aturan tertentu yang digunakan dalam pelaksanaan agama
yang melambangkan ajaran dan yang mengingatkan manusia pada ajaran
tersebut.
Ritualisme : Pengingkaran terhadap tujuan-tujuan yang telah dirumuskan oleh
kebudayaan, tetapi menerima cara-cara untuk memcapai tujuan yang telah
melembaga.
Rural Siciologi : Sosiologi pedesaan.
Sadisme-Seni
S
Sadisme : Pemuasan seks dengan menyakiti orang lain.
Sampel : Bagian dari populasi penelitian yang diplih dengan teknik tertentu.
Sampel Acak : digunakan dengan memberikan kesempatan yang sama bagi
setiap individu atau unit dalam keseluruhan populasi untuk dipilih.
Sampel Berstrata : digunakan apabila populasi terbagi atas tingkatan.
Sampel Wilayah : digunakan apabila wilayah penelitian luas.
Sanksi : Hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan
perilaku ke kelas sosial yang lain.
Sanksi Hukum : Hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang
melanggar norma hukum.
Sanksi Sosial : Hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang
melanggar norma-norma kesusilaan, kesopanan, adat dan kebiasaan.
Segmentasi : Terbagi-bagi.
Segregasi : Masing- masing pihak memisahkan diri dan saling menghindar
dalam rangka mengurangi ketegangan.
Sekolah : Sistem pendidikan formal tempat individu mempelajari hal-hal yang
baru.
Sektarian : Berkaitan dengan penganut suatu aliran.
Sekunder : Berkenaan dengan yang kedua atau tingkatan kedua.
Self : Proses seorang individu untuk mendapatkan pengalaman sosial.
Seminar : Pertemuan ilmiah yang dilakukan sekelompok orang atau berupa
persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah moderator.
Semu : Tampak seperti asli, padahal sama sekali bukan yang sebenarnya.
Seni : Hasil rasa yang menjadi bagian kebudayaan material; Gejala
kebudayaan untuk memenuhi hasrat manusia akan keindahan; Keterampilan
untuk mewujudkan hasrat akan keindahan; Keterampilan tertentu.
Sentralisasi-Sosialisasi
Sentralisasi : Berorientasi ke pusat.
Sifat Dasar : Keseluruhan potensi yang diwarisi seseorang dari ayah ibunya.
Simpati : Keinginan untuk memahami dan bekerja sama dengan pihak lain
tanpa memandang status sosial.
Simposium : Sejenis diskusi yang diikuti lebih banyak orang dalam bentuk
pertemuan ilmiah.
Skala Interval : Skala pengukuran yang memberi jarak interval yang sama
dari suatu titik asal yang tidak tetap.
Skala Nominal : Pengukuran dengan menempatkan objek atau individu ke
dalam kategori-kategori yang mempunyai perbedaan kualitatif.
Skala Ordinal : Pengukuran posisi atau kedudukan relatif objek atau individu
dalam hubungannya dengan suatu atribut tanpa menunjukkan jarak antara
posisi-posisi tersebut.
Skala Rasio : Skala pengukuran tertinggi.
Social Climbing : Mobilitas yang terjadi adanya peningkatan status atau
kedudukan seseorang.
Social Control : Semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga
masyarakat.
Social Mobility : Semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam
masyarakat.
Social Psychology : Psikologi sosial.
Social Sinking : Proses penurunan status atau kedudukan seseorang.
Societal Group : Kelompok kemasyarakatan.
Sociometry : Studi secara kuantitatif terhadap hubungan-hubungan
interpersonal.
Sodomi : Hubungan seks melalui anus.
Solidaritas : Solider; sifat satu rasa; perasaan setia kawan.
Solidaritas Mekanis : Tipe solidaritas yang didasarkan atas persamaan.
Solidaritas Organis : Merupakan sistem terpadu dalam organisme yang
didasarkan atas keragaman fungsi-fungsi demi kepentingan keseluruhan.
Somatologi : Ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengan
mengamati ciri-ciri fisik.
Sosial action : Tindakan sosial.
Sosialisasi : Proses belajar berinteraksi untuk memahami cara-cara
berperilaku dalam masyarakat.
Sosialisasi Formal-Stratifikasi Sosial
Sosialisasi Formal : Yang berlangsung lebih teratur.
Sosialisasi Informal : Dilakukan melalui proses pergaulan.
Sosialisasi Primer : Yang terjadi pada saat usia anak masih kecil.
Sosialisasi Sekunder : Yang terjadi setelah proses sosialisasi primer sampai
akhir hayat.
Sosial-Sanctioned Institution : Lembaga sosial yang diterima dengan baik
oleh masyarakat.
Sosiogeografis : Berkenaan dengn segi sosial dan geografis.
Sosiokultural : Berkenaan dengan segi sosial dan budaya masyarakat.
Sosiologi : Ilmu yang mempelajari struktur social, proses social, perubahan-
perubahan social, dan masalah-masalah sosial.
Sosiometri : Studi secara kuantitaif terhadap hubungan-hubungan
interpersonal.
Sparatis : Memisahkan diri.
Spectator Causal Crowds : Kerumunan yang terjadi karena orang-orang ingin
spesialisasi
pengadilan dalam suatu cabang ilmu, pekerjaan, kesenian, dsb.
Spekulatif : Untung-untungan, memperbaiki, memperhalus, memperluas teori-
teori lama.
Stalemate : Pertikaian dimana kedua belah pihak mempunyai kekuatan yang
seimbang, hingga pada akhirnya berhenti pada titik tertentu.
Statis : Keadaan tidak berubah; tidak mau menyesuaikan diri dengan
keadaan zaman.
Statistik : Ctatan angka-angka; data yang berupa angka yang dikumpulkan,
ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat memberi informasi yang
berarti mengenai suatu masalah atau gejala.
Status : Kedudukan seseorang dalam suatu kelompok dan kaitannya dengan
kelompok-kelompok lain.
Stokmete : Bentuk akomodasi dengan cara masing –masing pihak
mengemukakan pertikaian, keadaan ini dapat terjadi apabila kekuatan
keduanya seimbang .
Strata : Lapisan; tingkatan dalam masyarakat.
Strafikasi : Proses atau struktur masyarakat yang dibedakan ke dalam
lapisan-lapisan secara bertingkat.
Stratifikasi Sosial : Pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-
kelas secara bertingkat.
Stratifikasi Sosioal Campuran-Suku
Stratifikasi Sosial Campuran : Stratifikasi sosial yang kemungkinan di dalam
masyarakat tidak selalu hanya berifat tertutup dan terbuka melainkan bersifat
campuran antara keduanya.
Stratifikasi Sosial Terbuka : Stratifikasi sosial yang setiap anggota masyarakat
mempunyai kesempatan untuk naik ke pelapisan sosial yang lebih tinggi.
Stratifikasi Sosial Tertutup : Stratifikasi sosial yang membatasi kemungkinan
seseorang untuk pindah dari satu lapisan ke lapisan yang lain.
Strong Government : Pemerintah yang kuat.
Struktur Sosial Formal : Bentuk struktur sosial yang diakui oleh pihak yang
berwenang.
Struktur Sosial Informal : Struktur sosial yang nyata ada dan berfugsi tetapi
tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak yang berwenang.
Struktur Sosial Kaku : Bentuk struktur sosial yang tidak dapat dirubah atau
sekurang-kurangnya masyarakat.
Studi Cross-Sectional : Suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang
luas dan dalam jangka waktu tertentu.
Studi Kasus : Penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan
dengan suatu fase khusus atau khas dari keseluruhan kejadian.
Studi Longitudinal : Suatu studi yang berlangsung sepanjang waktu yang
menggambarkan suatu kecenderungan atas serangkaian pengamatan
sebelum dan sesudahnya.
Stuktur Sosial Luwes : Merupakan struktur soaial yang setiap anggota
masyarakatnya bebas bergerak melakukan perubahan.
Subjucation : Pihak yang mempunyai kekuatan besar untuk meminta pihak
lain mentaatinya.
Subjugation : Pihak yang mempunyai kekuatan besar untuk meminta pihak
lain agar menaatinya.
Subkebudayaan : Kebudayaan khusus yang timbul karena faktor daerah,
suku bangsa, agama, atau profesi.
Subsidiary Institution : Lembaga sosial yang dianggap kurang penting.
Sugesti : Proses memberikan pandangan / pengaruh kepada orang lain
sehingga diikuti tanpa fikir panjang lagi.
Suicide : Bunuh diri akibat sistem nilai yang kuat, integrasi kelompok yang
rendah, tidak berdaya dalam menghadapi tekanan lingkungan.
Suku : Suatu kelompok yang mempunyai kesadaran atau kebudayaan yang
sama.
Suku Bangsa-System of Meaning
Suku Bangsa : Persatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial
lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan,
khususnya bahasa.
Superego : Perwujudan kesadaran dalam diri individu terhadap norma-norma
dan sanksinya.
Survei : Pengumpulan dan pengolahan data secara sistematis dan langsung
dari suatu populasi atau sampel populasi.
System of Behaviour : Perbedaan sistem tingkah laku.
System of Meaning : perbedaan sistem ide-ide.
Tabel Frekuensi-Transvestitisme
T
Tabel Frekuensi : Tabel Yang menyajikan berapa kali sesuatu hal terjadi.
Tabel Induk : Tabel yang berisi semua data yang tersedia secara terperinci.
Tata Kelakuan : Aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan
sebagai alat pengawas atau kontrol dalam masyarakat.
Tawuran : Perkelahian besar-besaran yang dilakukan beramai-ramai.
Technological Change : Perubahan teknologi.
Teguran : Kritik sosial yang disampaikan secara terbuka terhadap individu
yang melakukan perbuatan menyimpang .
Teori : Suatu himpunan pengertian yang saling berkaitan, batasan dan
proposisi yang menyajikan pandangan sistematis tentang gejala-gejala denga
jalan menetapkan hubungan yang ada diantara variabel-variabel dan dengan
tujuan untuk menjelaskan serta meramalkan gejala-gejala tersebut.
Teoritis : Suatu ilmu pengetahuan yang selalu beerusaha untuk menyusun
abstraksi dari hasil-hasil pengamatan.
Tertib sosial : Kondisi kehidupan suatu masyarakat yang aman, dinamis, dan
teratur di mana setiap individu bertindak sesuai hak dan kewajibannya.
Tindak Sosial : Tindakan manusia yang mempertimbangkan perilaku orang
lain.
Toleransi : Sikap atau sifat menenggang (menghargai, membiarkan,
membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan,
kelakuan) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.
Tradisi : Adat kebiasaan turun temurun, penilaian atau anggaran bahwa cara-
cara yang telah ada merupakan cara yang paling baik dan benar.
Traditional action : Tindakan sosial karna mengikuti tradisi / kebiasaan.
Transvestitisme : Memuaskan keinginan seks dengan mengenakan pakaian
lawan jenis.
Unformitas-Utrolokal
U
Uniformitas : Hal uniform; keuniforman/ keseragaman.
Universal : Umum (berlaku untuk semua orang atau seluruh dunia).
Unsanctioned : Lembaga sosial yang ditolak oleh masyarakat meskipun
Unusual : Tindakan yang tidak lazim.
Upacara : Adat istiadat yang dipakai dalam merayakan hal-hal resmi.
Urban Sociology : Sosiologi perkotaan.
Usage : Suatu norma dengan gaya ikat yang rendah yang hanya memberikan
petunjuk cara-cara berperilaku.
Utrolokal : Pasangan suami istri bebas menentukan tepat tinggal yang
diinginkan setelah mereka menikah.
Valid-Vuclear Family
V
Valid : pengetahuan harus mempunyai bentuk yang jelas dan berdasarkan
bukti-bukti yang sesuai/benar.
Variabel : Ciri-ciri dari seseorang, benda atau keadaan; Kuantitas yang
senantiasa bervariasi; Faktor atau unsur yang ikut menentukan perubahan.
Value Free : suatu ajaran yang menyatakan bahwa ilmu itu bebas dari
penilaian.
Verstehen : ilmu berdasarkan pemahaman .
Violent Offenses : Kejahatan yang disertai kekerasan pada orang lain.
Volunter : Suka relawan.
Vuclear Family : keluarga batin / inti, proses Pembentukan awal, terdiri dari
sepasang suami istri dan beberapa orang anak.
Wawancara-Werk Rasional
W
Wawancara : Kegiatan memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian
dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si peneliti dengan
objek penelitian.
Werk Rasional : Rasionalitas nilai.
Z
Zwerk Rasional : Rasional instrumental dilakukan secara langsung/tidak
langsung.

More Related Content

Similar to KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocx

Handout pegangan siswa
Handout pegangan siswaHandout pegangan siswa
Handout pegangan siswa
mithayuni
 
Isna wati (xii ips 1)
Isna wati (xii ips 1)Isna wati (xii ips 1)
Isna wati (xii ips 1)
Paarief Udin
 
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIPMateri kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
Nur Fitriana Damayanti
 

Similar to KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocx (20)

Sosiologi & Budaya.ppt
Sosiologi & Budaya.pptSosiologi & Budaya.ppt
Sosiologi & Budaya.ppt
 
Handout pegangan siswa
Handout pegangan siswaHandout pegangan siswa
Handout pegangan siswa
 
Kebudayaan antropologi 2017
Kebudayaan antropologi 2017Kebudayaan antropologi 2017
Kebudayaan antropologi 2017
 
Isna wati (xii ips 1)
Isna wati (xii ips 1)Isna wati (xii ips 1)
Isna wati (xii ips 1)
 
Kebudayaan
KebudayaanKebudayaan
Kebudayaan
 
Makalah sosial budaya STIP WUNA
Makalah sosial budaya STIP WUNA Makalah sosial budaya STIP WUNA
Makalah sosial budaya STIP WUNA
 
Makalah sosial budaya
Makalah sosial budayaMakalah sosial budaya
Makalah sosial budaya
 
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIPMateri kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
 
Materi kuliah Antropologi Hukum
Materi kuliah Antropologi HukumMateri kuliah Antropologi Hukum
Materi kuliah Antropologi Hukum
 
Kebudayaan antropologi
Kebudayaan antropologiKebudayaan antropologi
Kebudayaan antropologi
 
1.manusia, masyarakat dan budaya
1.manusia,  masyarakat dan budaya1.manusia,  masyarakat dan budaya
1.manusia, masyarakat dan budaya
 
Ilmu sosial budaya dasar
Ilmu sosial budaya dasarIlmu sosial budaya dasar
Ilmu sosial budaya dasar
 
Ilmu sosial budaya dasar
Ilmu sosial budaya dasarIlmu sosial budaya dasar
Ilmu sosial budaya dasar
 
Budaya hukum dan implikasinya terhadap pembangunan hukum nasional
Budaya hukum dan implikasinya terhadap pembangunan hukum nasionalBudaya hukum dan implikasinya terhadap pembangunan hukum nasional
Budaya hukum dan implikasinya terhadap pembangunan hukum nasional
 
Cbr isbd
Cbr isbdCbr isbd
Cbr isbd
 
Materi 1 mengenal ilmu sosial
Materi 1 mengenal ilmu sosialMateri 1 mengenal ilmu sosial
Materi 1 mengenal ilmu sosial
 
Budaya
BudayaBudaya
Budaya
 
Pancasila Sbg Sistem Etika.pptx
Pancasila Sbg Sistem Etika.pptxPancasila Sbg Sistem Etika.pptx
Pancasila Sbg Sistem Etika.pptx
 
IPS Kelas 8 Bab 6
IPS Kelas 8 Bab 6IPS Kelas 8 Bab 6
IPS Kelas 8 Bab 6
 
Kebudayaan
KebudayaanKebudayaan
Kebudayaan
 

More from johan effendi

Langkah restitusi.docx dalam pembelajaran
Langkah restitusi.docx dalam pembelajaranLangkah restitusi.docx dalam pembelajaran
Langkah restitusi.docx dalam pembelajaran
johan effendi
 
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
johan effendi
 
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdfOrbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
johan effendi
 
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdfOrbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
johan effendi
 
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulumaksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
johan effendi
 
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docxaksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
johan effendi
 
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.docLATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
johan effendi
 
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docxpmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
johan effendi
 
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdekaLaporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
johan effendi
 
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdfkata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
johan effendi
 
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docxKartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
johan effendi
 
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docxHakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
johan effendi
 

More from johan effendi (20)

Langkah restitusi.docx dalam pembelajaran
Langkah restitusi.docx dalam pembelajaranLangkah restitusi.docx dalam pembelajaran
Langkah restitusi.docx dalam pembelajaran
 
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
Orbit Guru Merdeka penerapan taksonomi Bloom pada siswa dan kinerja guru joha...
 
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdfOrbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian johan 10.pdf
 
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdfOrbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
Orbit Guru Merdeka pengemb-kepribadian-dan pengaruhnya pd pembelajaran.pdf
 
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulumaksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
aksi nyata disiplin positif.pptx dalam kurikulum
 
awat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptx
awat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptxawat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptx
awat-pada-pengelolaan-kinerja-di-pmm.pptx
 
Soal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docx
Soal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docxSoal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docx
Soal soal ulangan PAS Geografi Kelas XII.docx
 
Presentation1.pptx ogm.pptx geografi merdeka
Presentation1.pptx ogm.pptx geografi merdekaPresentation1.pptx ogm.pptx geografi merdeka
Presentation1.pptx ogm.pptx geografi merdeka
 
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptxppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
ppt-geografi negara-maju-dan-berkembang.pptx
 
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docxaksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
aksi nyata laporan ke sembilan PIM134.docx
 
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.docLATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
LATIHAN SOAL geo ANALISA DATA PENDUDUK.doc
 
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docxpmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
pmm kurmaLaporan Aksi Nyata.docx ke 2.docx
 
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdekaLaporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
 
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdfkata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
kata pengantar definisi Konsep_Pariwisata.pdf
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 
awal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docx
awal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docxawal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docx
awal mula Keruntuhan Wall Street 1929.docx
 
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docxKartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
Kartu-Soal-Geografi-Kelas-XII JOHAN GEO (B) 23-24.docx BAHAS.docx
 
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docxHakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
Hakikat Geografi merupakan dasar pemahaman dalam i.docx
 
KARTU SOAL USBN 2021-22 paket B kelas x.doc
KARTU SOAL USBN 2021-22 paket B  kelas x.docKARTU SOAL USBN 2021-22 paket B  kelas x.doc
KARTU SOAL USBN 2021-22 paket B kelas x.doc
 
Geografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docx
Geografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docxGeografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docx
Geografi - 12 iis - Kisi-Kisi.docx
 

Recently uploaded

Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
SemediGiri2
 
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptxMateri Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
AvivThea
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
ErikaPutriJayantini
 
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxPPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
iwidyastama85
 
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdfSurat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
EirinELS
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
cupulin
 
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docxKISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
DewiUmbar
 

Recently uploaded (20)

Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptxInformatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
 
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
 
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxLokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
 
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptxMateri Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxcontoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
 
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
 
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
PPDB SMAN 1 SURADE - PROV JABAR 2024 / 2025
 
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOMSISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
 
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxPPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
 
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Matematika Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdfSurat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
 
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar MengajarVariasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
 
Bioteknologi Konvensional dan Modern kelas 9 SMP
Bioteknologi Konvensional dan Modern  kelas 9 SMPBioteknologi Konvensional dan Modern  kelas 9 SMP
Bioteknologi Konvensional dan Modern kelas 9 SMP
 
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan GaramMateri Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
 
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi PerapotekanPembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
 
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docxKISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
KISI-KISI SOAL DAN KARTU SOAL BAHASA INGGRIS.docx
 

KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP.untuk sma umumdocx

  • 1. KAMUS SOSIOLOGI LENGKAP Artistik-Akal A Artistik : sikap hidup yang cenderung mengandalkan naluri dan perasaan. Abangan : Golongan masyarakat yang menganut agama islam, tetapi tidak melaksanakan ajaran agama secara keseluruhan. Abritasi : Penyelasaian konflik dengan menyertakan pihak ke tiga yang di pilih oleh ke dua pihak atau badan yang berkedudukan lebih tinggi. Abstrak : Merupakan gambaran singkat tentang isi keselurahan laporan penelitian. Achieved Status : Merupakan status atau kedudukan seseorang yang di peroleh melalui usaha-usaha yang disengaja. Acting Lawless Crowds : Kerumunan yang mempunyai tujuan tertentu dengan Acting mobs : Kerumunan dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma hukum dan norma masyarakat. Adaptasi : Penyesuaian diri terhadap lingkungan. Adaptif : Kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Adat : Suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat. Adat istiadat : Tata kelakuan yang bersifat kekal dan kuat integrasinya dengan pola perilaku-perilaku masyarakat. Affectual action : Tindakan sosial karna kasih sayang / emosi. Agama : Sistem terpadu (susunan) yang terdiri atas kepercayaan dan praktek yang berhubunan dengan hal-hal suci dan bahwa kepercayan dan praktek tersebut mempersatukan semua orang yang beriman kedalam suatu komunitas yang dinamakan umat. Agent of Change :Seseorang atau kelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk menjadi pemimpin satu atau lebih lembaga kemasyarakatan. Ajudikasi : Bentuk akomodasi yang diselesaikan melalui pengadilan. Akal : Gabungan dari perasaan dan pikiran. Akomodasi-Antropologi Fisik Akomodasi : Penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Aksi : Perbuatan atau sesuatu yang dilakukan.
  • 2. Aksi Antisosial : Suatu aksi yang menempatkan kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok tertentu diatas kepentingan umum. Akulturasi : Percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi. Akulturasi Budaya : Proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama. Amalgamasi : Proses akibat percampuran bagian-bagian menjadi sesuatu yang menyeluruh; Proses biologis yang menyangkut percampuran anggota kelompok ras yang berbeda; Perkawinan campuran. Ambiguitas : Kemungkinan yang mempunyai dua pengertian; ketidaktentuan atau ketidakjelasan. Anatomi : Mempelajari tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan yang berbeda. Angket : Daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian. Animisme : Kepercayaan kepada roh-roh yang tinggal dalam benda-benda dan fenomena alam. Anomie : Keterbatasan cara-cara yang telah melembaga untuk mencapai tujuan yang membudaya. Anti Konformitas : Suatu pelanggaran terhadap norma-norma dan nilai –nilai sosial yang disengaja oleh individu atau sekelompok orang. Anticipatory Socialization : Suatu bentuk sosialisai sekunder yang bertujuan mempersiapkan seseorang untuk memperoleh peranan baru. Antipati : Perasaan tidak suka yang amat sangat. Antisosial Grudge : Rasa sakit hati atau dandam terhadap masyarakat atau terhadaap aturan sosial tertentu sehingga menimbulkan perilaku menyeleweng. Antropologi : Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keanekaragaman makhluk manusia beserta dengan kebudayaannya. Antropologi budaya : Cabang dari ilmu antropologi umum yang menyelidiki kebudayaan di berbagai bangsa didunia, baik masa lalu maupun masa sekarang. Antropologi fisik : Ilmu yang berusaha untuk memahami sifat biologis manusia. Antropologi Linguistik-Avunkulokal
  • 3. Antropologi Linguistik : Studi tentang bagaimana suatu bahasa merefleksikan dan mempengaruhi kehidupan sosial. Antropologi terapan : Penggunaan pengetahuan dan keahlian antropologi untuk menggarap masalah-masalah di dunia yang nyata. Apply sciences : Metodologi ilmiah yang digunakan dalam Pengembangan pengetahuan yang dapat bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Apresiasi : Harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang. Arbitrasi : Cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga karena pihak-pihak yang bertikai tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Arkeologi : Ilmu yang mempelajari sisa-sia peninggalan budaya masa lalu untuk mengenal kehidupan masyarakat yang menciptakan kebudayaan itu. Artikel Ilmiah : Laporan yang berisi intisari dari laporan lengkap. Ascribed Status : Merupakan kedudukan yang diperoleh seseorang melalui kelahiran. Asimilasi : Proses lebih lanjut dari interaksi yang ditandai adanya usaha – usaha untuk saling mengurangi perbedaan – perbedaan di antara seorang dengan orang lain / kelompok. Asimilasi Budaya : Percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi. Askripsi : Cara untuk memperoleh kedudukan melalui keturunan. Asosiasi : Bentuk interaksi sosial yang paling utama dan universal (kerja sama). Assigned Status : Merupakan status atau kedudukan yang diberikan kepada seseorang karena dianggap berjasa. Asumsi : Anggapan / dugaan yang diterima sebagai dasar / landasan berfikir. Audien : Pengujung atau pendengar suatu ceramah. Autis : Terganggu jika berhubungan dengan orang lain. Avunkulokal : Pasangan pengantin baru yang bertempat tinggal di rumah saudara laki laki ibu dari pihak suami. Bahasa-Bukti B Bahasa : Sistem bunyi yang mengikuti aturan tertentu agar dapat menimbulkan arti dan ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.
  • 4. Bargaining : Pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa antara dua organisasi/lebih. Basic Institution : Lembaga sosial yang dianggap sangat penting untuk memelihara atau mempertahankan tata tertib dalam masyarakat, bertempat tinggal berdekatan sehingga dapat saling menolong. Basic research : Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak dari ilmu pengetahuan. Behaviour : Seseorang hanya berusaha meneliti perilaku dan dia tidak akan yakin bahwa perbuatan itu memiliki arti subyektif dan diarahkan. Bilateral : Susunan nama apabila dihitung dari ayah dan ibu bersama – sama. Bilokal : Pengantin baru yang menetap secara bergantian antara tempat kerabat istri dan kerabat suami. Biologis : Berhubungan dengan keadaan dan sifat makhluk hidup. Birokrasi kharismatik : Pemimpin yang dianggap memiliki kemampuan supranatural / kemampuan adrikodrati. Birokrasi patrimonial : Birokrasi tradisional yang didasarkan pada tradisi pemeliharaan ketaatan bawahan / rakyat terhadap para pemimpin. Bukti : Keterangan nyata atau sesuatu yang menyatakan kebenaran dan suatu peristiwa. Cara-Cooperation C Cara : Perbuatan seseorang yang mengacu pada perbuatan orang lain di sekitarnya dalam hubungan anggota masyarakat. Casual Crowds : Kerumunan yang bersifat sementara. Celaan : Merupakan tindakan kritik atau tuduhan terhadap suatu pandangan,sikap,dan perilaku yang tidak sejalan pada umumnya. Ciciliation : Usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional. Coding : Kegiatan mengelompokkan jawaban responden menurut macamnya. Common Local : keluarga yang dihuni oleh sepasang suami istri keluarga tersebut beserta anak – anaknya Commonplace : Tindakan yang lazim. Compromise : Akomodasi yang diambil yang dilakukan dengan cara masing – masing kelompok yang bertukai mengurangi tuntutan. Concugal Family : Keluarga yang dibentuk berdasarkan hubungan perkawinan atau kehidupan bersama antara sepasang suami istri yang sah akibat pernikahan. Conjugal : Keluarga yang lebih mementingkan hubungan perkawinan dari pada ikatan dengan orang tua. Connubium dua pihak (simetris) : Perhubungan perkawinan antara dua klan dan diantara sklan tersebut saling bertukar jodoh bagi para pemudanya yaitu naluri kemanusiaan. Connubium sepihak (A-Symetris): Perkawinan dengan ketentuan bahwa satu klan terhadap klan yang lain mempunyai satu kedudukan.
  • 5. Connubium simetris : Hubungan perkawinan antara dua klan secara timbal balik. Consequence Family : Keluarga yang dibentuk berdasarkan pada hubungan darah dari sejumlah orang dalam kerabat. Cooperation : Bekerja sama. Cresive Institusion-Custom Cresive Institution : Lembaga sosial yang tumbuh dalam adat istiadat masyarakat sehingga menjadi lembaga sosial utama di dalam masyarakat itu. Crime : suatu Kejadian pidana, karena melanggar norma hukum pidana (kejahatan). Cross cousin : Perkawinan antara anak – anak dari dua orang saudara sekandung yang berbeda kelaminnya. Cultural Lag : Adanya unsur-unsur dalam masyarakat yang berubah secara cepat, tapi beberapa unsur-unsur itu berkaitan erat dengan unsur-unsur yang berubah dengan sangat lambat. Cultural lag : Kesenjangan budaya. Cultural Shock : Suatu kondisi ketika terjadi goncangan jawa atau mental seseorang atau sekelompok orang akibat belum adanya kesanggupan menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang berbeda jauh dengan kebudayaannya dan datang secara tiba-tiba. Cultural Tranmission : Proses peralihan atau pemindahan unsur-unsur budaya dari suatu generasi ke generasi berikutnya, dari suatu kelompok ke kelompok yang lain, atau dari individu yang satu kepada individu yang lainnya. Custom : Adat istiadat yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat dalam masyarakat. Damai-Desentrilisasi D Damai : Tidak ada kerusuhan, aman, tentram, tenang. Das sein : Sosiologi membahas hal yang sedang terjadi. Das sollen : Menurut hal yang seharusnya terjadi. Data : Keterangan yang benar dan nyata, atau keterangan/ahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian. Data Empiris : Data realita di lapangan. Data Etnografi : Data-data mengenai suku bangsa tertentu. Data kualitatif : Data yang tidak dapat dinyatakan dengan angka. Data kuantitatif : Data yang dapat dinyatakan dengan angka.
  • 6. Data Primer : Data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap objek penelitian tanpa melalui perantara. Data Sekunder : Yaitu data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor). Data sosial : Semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan. Dedikasi : Mempersembahkan; kemampuan dan kemaian mengabdikan diri sendiri demi kepentingan orang lain. Demografi : Ilmu tentang susunan, jumlah dan perkembangan penduduk; ilmu yang memberikan uraian atau gambaran statistik yang mengenai suku bangsa yang dilihat dari sudut sosial politik; ilmu kependudukan. Demoralisasi : Penurunan kualitas moral dengan pergaulan hidup, tetapi tanpa tuhuan tertentu. Desain Penelitian : Semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Desas – desus : Kabar berita yang disebarkan yang kebenarannya belum dapat dipastikan. Desentralisasi : Sistem pemerintahan yang lebih banyak memberikan kekuasaan kepada pemerintah daerah. Desersi-Diverse Desersi : Perbuatan lari meninggalkan dinas ketentaraan; pembelotan kepada musuh; perbuatan lari dan memihak kepada musuh. Destruktif : Bersifat merusak; memusnahkan; menghancurkan. Deviance : Kecenderungan untuk menyimpang dari suatu norma. Deviant behavior : Perilaku menyimpang. Deviant institution (penyimpangan institusi) : Kejahatan yang dilakukan o;eh suatu organisasi yang melibatkan organisasi lainnya yang dilakukan rapih. Deviant primary (penyimpangan primer) : Perbuatan menyimpang yang pertama kali yang dilakukan oleh seseorang yang dalam aspek kehidupan lainnya selalu berlaku konformis (memetuhi norma yang berlaku). Deviant subculture : Subbudaya menyimpang. Diferensiasi Sosial : Pembedaan penduduk atau masyarakat yang sifatnya betingkat. Differentia speciafica : Menerangkan genus secara khas. Difusi : Proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dan sejarah keseluruh dunia bersamaan dengan terjadinya proses penyebaran dan migrasi kelompok-kelompok manusia di muka bumi. Dikotomi : Pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan. Dinamika Sosial : Gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Dinamis : Penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut. Discovery : Penemuan unsur – unsur kebudayaan baik berupa alat ataupun gagasan baru. Diskriminasi : Pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara. Diskusi Kelas : Sebuah seminar kecil yang dilakukan oleh siswa-siswa dalam kelasnya masing-masing. Diskusi Panel : Diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang guna membahas suatu topik yang menjadi perhatian umum dengan menghadirkan beberapa ahli dalam bidang yang dijadikan topik diskusi.
  • 7. Disorganisasi : Proses memudarnya atau melemahnya norma-norma dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat karena adnya perubahan sosial dan perubahan budaya. Diverse : Bermacam-macam. Divination Secondary-Dominasi Divination Secondary (penyimpangan sekunder) : Perbuatan oleh masyarakat dianggap sebagai perbuatan menyimpang. Dogmatis : Secara membuta dan tanpa henti mendukung suatu pandangan yang tanpa bukti kesahihannya. Doktrin : Suatu penentu sifat hubungan antar sesama dan hubungan antara manusia dengan Tuhan. Dokumenter : Metode Pengumpulan data dengan cara mengambil data dari arsip. Dominasi : Penguasaan oleh pihak yang lebih kuat terhadap yang lebih lemah. Editing-Enacted Institution E Editing : Suatu kegiatan meneliti dan memeriksa kembali data- data yang telah dikumpulkan dari lapangan, terutama yang didapat dari kuesioner. Ego : Usaha sadar manusia untuk memenuhi dorongan-dorongan yang bersifat mencari kesenangan. Ejekan : Tindakan membicarakan seseorang dengan menggunakan kata-kata kiasan,perumpamaan,atau kata-kata yang berlebihan,serta bermakna negatif. Ekologis : Ilmu tentang hubungan penduduk dengan lingkunan alam, teknologi dan masyarakat manusia. Ekonomi : Setiap sistem hubungan-hubungan yang menentukan alokasi seumber-sumber daya yang terbatas atau yang langka. Eksekutif : Badan yang melaksanakan peraturan dan mengadili pelanggar undang-undang. Eksistensi : keberadaan. Ekskusivitas : Kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat.
  • 8. Eksogami : Pernikahan yang dilakukan dengan seseorang di luar lingkungannya. Eksperimen Laboratorium : Pengamatan yang dilakukan di luar laboratorium dan peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru kepada objek secara umum, kemudian diamati hasilnya. Eksplisit : Nyata atau realistis. Eliminasi : Pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena mengalah. Elit : Kelompok kecil orang-orang yang terpandang atau berderajat tinggi. Empati : Keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok yang lain. Empiris : Ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif. Enacted Institution : Lembaga sosial yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu yang berakar dari kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat. Endemik-Extended Family Endemik : Penyakit yang terjangkit di suatu daerah tertentu; secara tepat terdapat di tempat-tempat atau kalangan orang-orang tertentu atau pada golongan suatu masyarakat. Endogami : Pernikahan yang dilakukan dengan seseorang yang berasal dari lingkungannya sendiri. Enkulturasi : Proses belajar dan rnenyesuaikan alam pikiran. Estetis : Mempunyai penilaian terhadap keindahan. Etika : ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral. Etiket : Tata cara dalam masyarakat dan sopan santun dalam upaya memelihara hubungan baikantara sesama manusia. Etimologi : Pengertian sebuah istilah ditinjau dari asal usul katanya. Etnis : Bertalian dengan kelompok soaial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertntu karena keturunan, adat, agama dan bahasa. Etnografi : Gambaran tentang bangsa-bangsa di suatu tempat dan disuatu waktu. Etnologi : Salah satu cabang ilmu antropologi yang mempelajari berbagai suku bangsa dan aspek kebudayaannya. Etnosentrisme : Sikap atau pandagan yang berpagkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain. Etologi : Ilmu tentang perilaku hewan dalam lingkungan alamiah. Etos : Pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial. Evidence : Keterangan nyata atau sesuatu yang menyatakan kebenaran dan suatu peristiwa. Evolusi : Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu lama dan ada serangkaian perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat pula.
  • 9. Evolusi konvergen : Pertumbuhan adaptasi kultural terhadap kondisi lingkungan yang sama oleh bangsa-bangsa dengan latar belakang sangat berlainan. Evolusi pararel : Pertumbuhan adaptasi kultural terhadap kondisi lingkungan yang sama oleh bangsa-bangsa dengan latar belakang budaya yang agak sama. Exogami : Perkawinan diambil dari luar kerabatnya sendiri. Extended Family : keluarga luas. Fakta-Fungsi Manifes F Fakta : Suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku, waktu dan tempat serta peristiwanya. Fakta sosial : Setiap hal yang dapat diidentifikasi yang berkenan dengan hakikat hubungan sosial, nilai sosial / proses sosial. Faktor endogen : Faktor yang berasal dari dalam masyarakat. Faktor kepribadian : Semua faktor psikologi dan biologis yang mempengaruhi perilaku para pelaku secara perorangan. Faktor situasi : Semua kondisi fisik dan sosial Faktor struktur sosial budaya. Faktual : Seorang penelti harus bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh, bukan berdasarkan obsesi, harapan atau angan angan yang bersifat abstrak. Fanatisme : Keyakinan yang terlalu kuat terhadap ajaran. Fenomena Alam : Semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat. Feodal : Berhubungan dengan susunan masyarakat yang dikuasai oleh kaum bangsawan. Fokus sosiologi : Mempelajari kehidupan kelompok manusia dan hasil interaksi sosial dari kehidupan kelompok tersebut. Folkways : Kebiasaan yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang- ulang. Folkways : Perbuatan atau sikap yang dilakukan berulang – ulang. Formal : Resmi; sesuai dengan peraturan yang sah. Formal audiens : Kerumunan yang punya pusat perhatian dan persamaan tujuan, tapi sifatnya pasif. Fundamentalisme : Paham yang cenderung untuk memperjuangkan sesuatu secara radikal. Fungsi Laten : Fungsi lembaga yang tidak disadari oleh masyarakat atau hanya disadari oleh orang tertentu tetapi berpengaruh besar bagi perkembangan masyarakat. Fungsi Manifes : Fungsi lembaga yang disadari, maksudnya suatu lembaga mempunyai fungsi yang oleh banyak orang dipandang dan diharapkan akan dipenuhi oleh lembaga itu. Game Stage-Gosip G
  • 10. Game Stage : Merupakan tahap peniruan yang dilakukan mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Gardner : Untuk menggamberkan tugas sosiologi sebagai teknis. Gemeinschaft (Paguyuban) : Merupakan kelompok sosial yang anggota- anggotanya. Gemeinschaft by Blood : Yaitu paguyuban yang terjadi karena ikatan darah. Gemeinschaft of Mind : Merupakan paguyuban atas dasar ideologi. Gencatan senjata : Penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu. Gender : Jenis kelamin; pembedaan peranan pria dan wanita yang dibentuk oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Generalisasi : Membentuk gagasan / simpulan umum dari suatu kejadian. Generalized Stage : Merupakan tahap penerimaan norma kolektif dan pada tahaap ini seseorang telah dianggap dewasa generasi. Genjatan Senjata : Penghentian tembak menembak. Genom : Satu gugus kromosom yang selaras dengan segugus sel dari suatu jenis. Geografis : Berhubungan dengan ilmu tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora dan fauna. Gessellscheft (Patembayan) : Merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk waktu yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka. Gesselschaft : Masyarakat pertambayan. Global : Meliputi seluruh dunia. Globalisasi : Suatu proses atau tatanan yang menyebabkan seseorang, sekelpmpok orang, atau suatu negara saling dihubungkan dalam masyarakat atau negara lain akibat kemajuan teknologi, komunikasi di seluruh penjuru dunia. Gosip : Informasi yang menyebar secara cepat dan tidak berdasarkan fakta atau bukti-bukti yang kuat. Grafik-Group Married Grafik : Gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data berupa angka, yang biasanya berasal dari tabel-tabel yang telah dibuat. Grafik Batang : Grafik yang hampir mirip dengan grafik garis, namun menggunakan gambar batang sebagai pengganti grafik garis. Grafik Gambar : Grafik yang berupa gambar atau ikon tertentu (pictogram chart). Grafik lingkaran : Grafik yang menyajikan data dalam bentuk lingkaran. Grafik Peta : Grafik yang berbentuk peta (chartogram chart). Gregariousness : Binatang yang mempunyai sifat hidup berkelompok. Grounded Research : Penelitian yang didasarka pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan, serta bertujuan untuk mengadakan generekisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan dan mengemukakan teori dimana pengumpulan data dan analisis data berjaln pada waktu yang bersamaan. Group devination (penyimpangan kelompok) : Penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang patuh pada norma kelompoknya, padahal norma tersebut bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Group married : Perkawinan kelompok.
  • 11. Hegemoni-Human Instrument H Hegemoni : Pengaruh kepemimpinan, dominasi, kekuasaan suatu negara atas negara lain. Hipotesis : Dugaan sementara yang masih harus dibuktikan kebenarannya Proposisi ; pernyataan mengenai suatu fenomena / gejala yang dapat diuji / dibuktikan kebenarannya. House hold : Dalam keluarga dihuni oleh sepasang suami istri dan anak – anaknya dan cucu – cucunya serta nenek dan kakek dari suami istri tersebut. Heterogami : Pernikahan yang terjadi antara pria dan wanita dari dua keluarga yang berlainan lapisan sosialnya. Heterogen : Terdiri dari berbagai unsur yang berbeda sifat atau berlainan jenis; beraneka ragam. Hipotesa : Jawaban sementara dari suatu masalah. Historis : bersejarah. Homo seksual : Hubungan seksual yang dilakukan sesama laki- laki. Homogami : Pernikahan yang terjadi pria dan perempuan yang berasal dari lapisan atau kedudukan sosial yang sama. Homogen : Terdiri atas berbagai unsur yang sama. Hubungan Asimetris : Hubungan yang terjadi apabila sebuah variabel berhubungan dengan variabel lain tetapi tidak bersifat timbal balik. Hubungan Simetris : Hubungan yang terjadi apabila dua variabel yang berhubungan merupakan akibat dari satu faktor yang sama. Hubungan Timbal Balik : Hubungan yang terjadi jika kedua variabel saling mempengaruhi secara timbal balik (respirokal). Human Instrument : Istilah dalam penelitian kualitatif untuk menyebut peneliti yang bertindak sebagai instrumen penelitian. Identifikasi-Inklusif I Identifikasi : Meniru gaya hidup,tingkah laku /perubahan orang lain yang diidentifikasi (keinginan untuk menjadi sama[identik]. Ilmu : Pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang pengetahuan itu; Pengetahuan atau kepandaian. Ilmu Pengetahuan : Himpunan pengetahun-pengetahuan yang tersusun secara sistematis.
  • 12. Imajinasi Sosiologis : Imajinasi yang digunakan untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Imitasi : Tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan. Immoral Lawless Crowds : Kerumunan yang segala tindakannya berlawanan. Implisit : Tersembunyi atau abstrak. In – Group : Bentuk kelompok sosial yang di antara anggota – anggotanya saling mengidentifikasi dirinya. Inces Taboo : Larangan melakukan perkawinan dengan keluarga yang sangat dekat. Inconvenient Causal Crowds : Kerumunan yang bersifat terlalu sementara yang ingin mempergunakan fasilitas-fasilitas sama. Indikasi : Petujuk, tanda-tanda yang menarik perhatian. Individual devination (penyimpangan individual) : Perbuatan yang tidak sesuai dengan norma – norma yang berlaku dalam masyarakat. Indogami : Perkawinan yang diambil dalam keluarga / kerabat / jodoh. Industrialisasi : Usaha menggalakan industri dalam suatu negara. Informal : Tidak resmi. Inklusif : Termasuk atau terhitung. Inovasi-Invention Inovasi : Proses atau rangkaian penemuan, pengembangan, dan persebaran suatu hasil kebudayaan. Instituation : Masyarakat kadang-kadang tidak berhasil memberantasnya. Institute : Badan / organisasi yang melaksanakan kebudayaan dengan mengombinasikan aktifitas. Integrasi Bangsa : Penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam suatu wilayah dan pembentukan suatu identitas nasional. Intelektualita : Kecakapan berpikir. Intensitas : Keadaan tingkatan atau ukuran intensnya. Interaksi Sosial : Hubungan sosial yang dinamis antarindividu atau antar kelompok atau hubungan antara individu dengan kelompok. Internalized Value : Nilai yang mendarah daging atau nilai yang menjadi kepribadian dan kebiasaan yang dilakukan secara tidak sadar dan tanpa melalui proses berpikir. Interpenden : Saling tergantung. Interrelasi : Diantara beberapa hubungan. Interview : Metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden. Intuisi : Bisikan hati / bisikan kalbu, faktor dominant yang mendasari pengetahuan intuisi. Invention : Upaya menghasilkan suatu unsur kebudayaan dengan mengkombinasikan unsur-unsur yang sudah ada. J Join venture : Perundingan damai antara dua kelompok yang bertikai.
  • 13. Kapitalisme-Kejahatan Tanpa Korban K Kapitalisme : Sistem dan paham ekonomi yang modalnya bersumber pada modal pribadi atau perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas. Kasta : Golongan manusia di masyarakat beragama hindu. Kaum Borjuis : Kelas yang terdiri dari orang-orang yang menguasai alat-alat produksi dan modal. Kaum Proletar : Kelas yang terdiri dari orang-orang yang tidak mempunyai alat produksi dan modal sehingga di eksploitasi untuk kepentingan kaum kapitalis. Keajegan : Suatu kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah sebagai hasi dari hubungan antara tindakan, nilai dan norma sosial yang berlangsung secara terus menerus. Kebiasaan : Cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang. Kebudayaan : Semua benda baik abstrak maupun konkrit yang merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. Kebutuhan Hidup : Kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial dan kebutuhan integratif. Kebutuhan Integratif : Kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakekat manusia sebagai manusia makhluk pemikir dan bermoral. Kebutuhan Mendasar : Kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakekat manusia sebagai manusia sebagai makhluk hidup. Kebutuhan Sosial : Kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain. Kejahatan Kerah Putih : Kejahatan yang mengacu pada kejahatan yang dilakukan oleh orang terpandang atau orang yang berstatus tinggi dalam rangka pekerjaanya. Kejahatan Korporat : Kejahatan yang ilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Kejahatan tanpa korban : Kejahatan yang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain. Kejahatan Terorganisasi-Kerja Sama Kontrak Kejahatan Terorganisasi : Kejahatan yang pelakunya merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum. Kekerasan Agresif : Kekerasan yang dilakukan untuk medapatkan sesuatu. Kekerasan Defensif : Kekerasan untuk melindungi diri. Kekerasan Terbuka : Kekerasan yang dapat dilihat. Kekerasan Tertutup : Kekerasan tersembunyi atau yang secara tidak langsung dilakukan. Kelompok Etnik : Himpunan manusia yang dibedakan berdasarkan persamaan dan perbadaan kebudayaan. Kelompok Okupasional : Berhubungan dngan pekerjaan atau tugas seseorang.
  • 14. Kelompok sosial : Kumpulan manusia yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lain, tetapi tidak terikat dalam ikatan oranisasi. Keluarga : Satuan sosial yang terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak- anak. Keluarga Batih : Keluarga yang anggotanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak- anaknya yang belum menikah, termasuk juga anak-anak angkat atau anak tiri yang belum menikah. Keluarga Luas : Keluarga inti yang diperluas keanggotaannya. Kemiskinan : Suatu keadaan ketika seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Kenakalan Remaja : Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa. Kenyataan : Segala sesuatu yang benar-benar ada yang dapat dilihat dan dapat diraba. Kepribadian : Generalisasi dari perilaku khas seseorang. Keputusan Mayoritas : Keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak dalam voting. Kerabat : Satuan sosial yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai persamaan darah dan keturunan. Kerja Sama (cooperation) : Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama kontrak : Kerjasama atas dasar syarat-syarat atau ketetapan tertentu, yang disepakati bersama. Kerja Sama Langsung-Kompromi Kerja sama langsung : Kerjasama sebagai hasil dari perintah atasan kepada bawahan atau penguasa terhadap rakatnya. Kerja sama spontan : Kerjasama yang terjadi secara serta-merta. Kerja sama tradisional : Kerjasama sebagian atau unsur-unsur tertentu dari sistem sosial. Kesatuan Sosial : Bagian-bagian dalam masyarakat. Ketahanan Nasional : Kemampuan suatu bangsa untuk mengatasi segala hambatannya. Keteraturan Sosial : Suatu keadaan dimana individu-individu di dalam masyarakat telah mampu berbuat sebagaimana nilai dan norma yang ada yaitu telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya. Kinesika : Gerakan tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Klan : Kelompok yang didasarkan pada prinsip untuk menarik garis keturunan unilineal. Klasifikasi : Penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. Klik : Kelompok kecil orang tanpa struktur formal yang mempunyai pandangan atau kepentingan bersama. Knowledge : Pengetahuan tentang suatu hal. Koalisi : Kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koefisien Korelasi : Derajat atau tingkat hubungan antara dua fariabel diukur dengan indeks korelasi.
  • 15. Koersi : Bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan secara fisik maupun psikologis. Kohesi : Hubungan yang erat; perpaduan yang kokoh. Kolektor : Pihak yang menghimpun data (lurah, camat, badan pusat statistik, wold population. Komparasi : Membandingkan. Kompeten : Seorang peneliti yang baik memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik penelitian tertentu. Kompetisi : Suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan. Kompromi : Persetujuan dengan jalan danai atau saling mengurangi tuntutan. Kompulasi-Konflik Konstruktif Kompulsi (paksaan) : Keadaan yang disengaja diciptakan sehingga seseorang seseorang terpaksa menuruti atau mengubah sifatnya, dan menghasilkan suatu kepatuhan yang sifatnya tidak langsung. Komunikan : Orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran atau perasaan oleh pihak lain. Komunikasi : Hubungan; kontak; pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; Proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain Komunikator : Orang yang menyampaikan pesan, pikiran dan pesan kepada orang lain. Komunitas : Kelompok organisme yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban; Satuan sosial yang didasari oleh lokalitas. Konfersi : Penyelesaian konflik dimana salah satu pihak bersedia mengalah & mau menerima pendirian pihak lain. Konflik (pertentangan) : Suatu bentuk interaksi sosial dimana masing-masng pihak saling menghancurkan. Konflik Budaya : Merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan budaya dari pihak-pihak yang berkonflik. Konflik Destruktif : Merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang, rasa benci dan dendam dari seseorang ataupun kelompok terhadap pihak lain. Konflik Diagonal : Merupakan konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan alokasi sumber daya keseluruh organisasi sehingga menimbulkan pertentngan yang ekstrim. Konflik Ekonomi : Merupakan konflik akibat adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang berkonflik. Konflik Horizontal : Merupakan konflik yang terjadi antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang relatif sama. Konflik Ideologi : Merupakan konflik yang terjadi akibat adanya perbedaan paham yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang. Konflik Interindividu : Merupakan tipe yang paling erat kaitannya dengan emosi individu hingga tingkat keresahan yang peling tinggi. Konflik Konstruktif : Merupakan konflik yang muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan.
  • 16. Konflik Politik-Kontak Sosial Positif Konflik Politik : Merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan. Konflik Sosial : Pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan. Konflik Status : Konflik batin yang dialami seseorang sebagai akibat dari adanya beberapa status yang dimilikinya yang saling bertentangan. Konflik Terbuka : Merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak. Konflik Tertutup : Merupakan konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau kelompok yang terlibat konflik. Konflik Vertikal : Merupakan konflik antarkomponen masyarakat di dalam satu struktur yang memiliki hierarki. Konformitas : Cara adaptasi yang mengikuti cara dan tujuan yang telah ditetapkan oleh masyarakat. Konkuren : Lawan bersaing; persaingan. Konsanguinal : Keluarga yang menekan pada pentingnya ikatan – ikatan darah dari pada ikatan antara suami dan istrinya. Konsensus : Kesempatan kata permufakatan bersama yang dicapai melalui kebulatan suara. Konsentrasi : Pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal. Konsep : Himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah. Konsep Dasar : Konsep yang pokok dan penting. Konsiliasi : Usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih utuk mencapai persetujan dalam menyelesaikan perselisihan tersebut. Konstan : Tetap tidak berubah. Konstuktif : Bersifat membina; memperbaiki; membangun. Kontak primer : Yang dilakukan secara langsung. Kontak sekunder : Kontak yang dilakukan melalui perantara / penghubung. Kontak Sosial Negatif : Interaksi sosial yang mengarah pada pertentangan atau konflik. Kontak sosial Postif : Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama. Kontrafersi-Kursif Kontrafersi : Suatu bentuk komunikasi antara pihak dengan pihak, dimana masing-masing saling tidak saling menyukai. Kontravensi : Merupakan proses sosial yang ditandai oleh adanya ketidakpastian, keraguan, penolakan ,dan penyangkalan yang tidak diungkapkan secara terbuka. Konvensi : Aturan atau praktik berdasarkan persetujuan umum dan dipertahankan oleh masyarakat secara umum. Kooptasi : Proses penerimaan unsur- unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik organisasi sebagai satu satunya cara untuk menghindari konflik yang bisa mengguncang organisasi. Kosmopolitan : Mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas terjadi dari orang-orang atau unsur-unsur yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Kronologis : Urutan kejadian. Kuesioner : Sekumpulan pertanyaan yang butir-butirnya berhubungan dengan masalah penelitian dan mempunyai makna guna menguji hipotesis. Kultural : Semua hasil cipta, rasa dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat. Kumpul Kebo : Hidup seperti suami istri tanpa nikah.
  • 17. Kumulatif : Dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada. Kumulatif : Disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama. Kursif : Pengendalian sosial yang dilaksanakan secara kekerasan, paksaan, dan disertai dengan ancaman. Labelling-Lokal L Labelling : Pemberian julukan, cap atau merek yang diberikan masyarakat kepada seseorang. Lambang : Sesuatu yang menjadi pengganti atau simbol dari hal tertentu, atau ekspresi dari fakta yang tidak diketahui. Lawless crowds : Kerumunan yang berlawanan dengan norma – norma hukum. Lembaga : Suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting. Lembaga Politik : Bermacam-macam kegiatan masyarakat dalam suatu wilayah negara yang menyangkut proses-proses penentuan dan pelaksanaan dan kehidupan bernegara. Lembaga Sosial : Seperangkat aturan yang berisi nilai-nilai dan norma sosial untuk mengatur kegiatan dan kebutuhan sosial tertentu. Lesbianisme : Hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita. Lingkungan : Kondisi disekitar individu yang mempengaruhi proses sosialisasi. Lingkungan kerja : Lingkunan sosal dimana seseorang bekerja. Lingkungan pranata : Lingkungan dalam rahim ibu. Logis : Dapat diterima akal sehat. Lokal : Setempat; di suatu tempat. Mainstream-Median M Mainstream : Suatu budaya yang mendominasi masyarakat; budaya aliran utama yang diikuti dalam suatu masyarakat. Majemuk : Terdiri atas beberapa bagian yang merupakan satu kesatuan. Marriage : Pernikahan. Masalah : Suatu keadaan yang tidak bersesuaian dengan apa yang diinginkan, atau dengan kata lain masalah adalah ketidaksesuaian antara keinginan dengan kenyataan yang ada.
  • 18. Masalah Sosial : Gejala kehidupan sosisl yang tidak normal. Masyarakat : Persekutuan orang-orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu. Masyarakat modern : Masyarakat yang sebagian besar anggotanya mempunyai orientasi nilai budaya yang mengarah ke kehidupan peradaban dunia masa kini dan masa yang akan datang. Masyarakat tradisional : Masyarakat yang lebih banyak dikuasai /dipengaruhi oleh adat istiadat dan budaya lama yang diwariskan dairi generasi sebelumnya. Masyarakat transisi ; masyarakat yang telah meninggalkan sebagian budaya lama dan menggunakan sebagian budaya baru. Matrilineal : Berkenaan dengan garis keturunan ibu atau wanita. Matrilineal unilateral : Susunan Nama apabila dihitung dari ibu. Matrilokal : Kelurga tersebut bertempat tinggal di tempat keluarga istri. Mean : Hasil bagi antara jumlah seluruh nilai dengan jumlah unit yang diamati (rataan hitung). Media massa : Sarana untuk menggambarkan pesan informasi dari seseorang kepada orang lain. Media Sosialisasi : Sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang. Median : Suatu nilai yang membagi data yang telah diurutkan ke dalam dua bagian yang sama besar. Mediasi-Metode Observasi Mediasi : Penyelesaian konflik oleh pihak ke tiga yang disepakati bersama namun tidak bersifat mengikat melainkan menasihati; Cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga yang bersifat netral dan berfungsi sebagai penasihat. Mekanisasi : Penggantian dan pengunaan tenaga mesin dan sarana-sarana teknik lainnya untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan melihat suatu peristiwa tertentu. Membership Group : Merupakan kelompok sosial yang setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal mempunyai peluang yang sama untuk dimasukkan ke dalam sampel mempunyai satu garis keturunan, sebagai pemberi gadis atau penerim gadis yang dijadikan istri menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma sosial. Metode : Cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Metode case study : Untuk menelaah suatu keadaan kelompok, komunitas, lembaga maupun individu. Metode Deskriptif : Suatu metode penelitian yang meneliti status sekelompok manusia, objek, kondisi, pemikiran, ataupun peristiwa yang ada di masa sekarang. Metode Deskriptif Berkesinambungan : Penelitian dilakukan terus menerus sehingga diperoleh pengetahuan yang menyeluruh mengenai masalah, fenomena, dan kekuatan-kekuatan sosial yang diperoleh jika hubungan- hubungan fenomena dikaji dalam suatu periode yang lama. Metode Dokumenter : Metode penelitian dengan mengambil data dari arsip- arsip.
  • 19. Metode Historis : Sebuah metode penelitian yang menggunakan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat diulang kembali. Metode Ilmiah : Suatu cara pengejaran atau memperoleh kebenaran yang diatur oleh pertibanga-pertimbangan logis. Metode Kepustakaan : Lebih banyak memerlukan data-data documenter / pendapat para ahli tentang suatu fenomena social dalam masyarakat. Metode Komparatif : Membandingkan macam-macam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk mendapatkan perbedaan, persamaan, dan penyebabnya. Metode Kualitatif : Metode penelitian yang berupa deskripsi hasil penelitian berdasarkan penilaian-penilaian terhadap data yang diperoleh. Metode Kuantitatif : Metode penelitian dengan analisis data yang berupa angka-angka atau gejala-gejala yang dukur melalui uji stastistik. Metode Observasi : Metode pengumpulan data dengan mengamati secara lengsung di lapangan. Minority Consent-Multikulturalisme Minority Consent : Golongan minoritas yang merasa tidak dikalahkan tetapi dapat melakukan kegiatan bersama. Mobilitas : Gerak dari satu posisi sosial ke posisi sosial lainnya, Mobilitas Antarwilayah : Merupakan proses perpindahan status seseorang dari satu wilayah ke wilayah yang lain. Mobillitas Antargenerasi : Perpindahan status atau kedudukan yang terjadi dalam dua generasi atau lebih. Moblitas Intragenerasi : Perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama. Modernisasi : Proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern. Modus : Nilai data yang memiliki frekuensi tertinggi dalam satu distribusi. Monogami : Apabila dalam keluarga terdapat satu suami satu istri. Monokulturalitas : Satu kebudayaan. Monolitik : Mempunyai sifat seperti kesatuan terorganisasi yang membentuk kekuatan tunggal dan berpengaruh. Mores : Tata kelakuan yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama. Motif : Alasan seseorang melakukan sesuatu. Motivasi : Dorongan yang mendasari seseorang untuk bertindak berdasarkan pertimbangan rasionalitas. Multidimensional : Mempunyai berbagai dimensi. Multikulturalisme : Gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan. Natalokal-Nilai Vital N
  • 20. Natalokal : Pasangan suami istri baru yang tidak tinggal bersama-sama, tetapi masing-masing bertempat tinggal di daerah kelahiran masing-masing, dan hanya berkunjung untuk waktu yang relatif pendek. Neolokal : Pengantin baru yang mencari tempat kediaman baru yang bukan di lingkungan kerabat suami ataupun kerabat istri. Nilai : Konsep abstrak mengenai segala sesuatu yang baik, di cita – citakan,penting dan berguna bagi kehidupan manusia menurut ukuran masyarkat di mana nilai itu dijunjung tinggi. Nilai dominan : Nilai yang lebih diutamakan dari pada nilai-nilai lainnya. Nilai Kebenaran : Nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia. Nilai Keindahan : Nilai yang bersumber dari perasaan dan estetika manusia. Nilai Kerohanian : Nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari kebenaran, nilai keindahan, nilai moral dan nilai religius Nilai kesusilaan : Nilai yang berkaitan dengan sopan santun dalam berbagai aktifitas sosial. Nilai Material : Nilai segala macam benda yang berguna bagi manusia; Nilai suatu barang yang muncul karena kandungan materinya. Nilai Moral : Nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang. Nilai religius : Nilai yang bersumber dari ajaran-ajaran agama. Nilai seni : Segala hal yang yang dapat menimbulkan keindahan. Nilai Sentral : Nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang. Nilai Sosial : Segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita- citakan. Nilai spiritual : Segala hal yang berguna untuk memenuhi kebutuhan rohani. Nilai terencanakan : Nilai yang telah menyatu dalam pribadi seseorang . Nilai Vital : Nilai suatu barang yang muncul karena kegunaannya. Nonetis-Norma Sosial Nonetis : Pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam. Nonkomplementer : Tidak bersifat saling mengisi; tidak bersifat melengkapi. Nonkonformis : Perilaku menyimpang; Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Norma : Semua bentuk peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang ada di dalam masyarakat. Norma Agama : Ketentuan-ketentuan dalam agama. Norma Formal : Suatu norma yang bersumber dari lembaga masyarakat yang formal atau resmi. Norma Hukum : Semua bentuk Peraturan yang tertulis yang dibuat oleh lembaga yang berwenang. Norma Kebiasaan : Tata aturan seseorang dalam melakukan suatu kegiatan yang di dasarkan pada tradisi. Norma Kelaziman : Yang telah lazim bagi setiap warga masyarakat. Norma Kesopanan : Petunjuk yang mengatur bertingkah laku. Norma kesusilaan : Salah satu aturan yang berasal dari ahlak dan hati. Norma Kesusilaan dan Kesopanan : Norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain. Norma khusus : Yang sifatnya terbatas. Norma moral : Banyak bersumber dadi ajaran agama.
  • 21. Norma Nonformal : Norma sosial tidak resmi yang umumnya tidak tertulis. Norma Sosial : Semua bentuk peraturan baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat. Objek-Otoritas Legal Rasional O Objek : Hal; perkara atau orang yang menjadi pokok pembicaraan; benda; orang yang dijadikan sasaran untuk diteliti. Objektif : Sesuai dengan keadaan senyatanya. Observasi : Metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera; Metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap suatu objek dalam suatu periode tertentu dan mengadakan pencatatan secara sistematis tentang hal-hal yang diamati. Observasi langsung : Metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera. Observasi Partisipan : Metode pengumpulan data dengan cara tinggal bersama-sama responden dalam jangka waktu yang relatif lama. Oligarkhi : Pemerintahan oleh beberapa orang yang merupakan bagian kecil dari masyarakat. Operative Institution : Lembaga sosial yang berfungsi untuk menghimpun pola-pola atau tatacara yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau lebih, sifatnya kadanng-kadang substantif. Order : Sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Organisasi : Sistem social yang dibentuk untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Organisasi informal : Tidak memberikan prosedur yang resmi dalam menindak anggotanya yang menyimpang . Organisasi sosial : Melaksanakan tingkah laku para pelaku dalam sub-sub masyarakat. Orientasi : Peninjauan untuk meemtukan sikap yang tepat dan benar. Orientasi motivasional : Orientasi yang bersifat pribadi yang menunjukan pada keinginan individu yang bertindak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Otoritas : Pengetahuan yang di dasarkan atas penghormatan terhadap orang – orang yang mempunyai kewibawaan. Otoritas karismatik : Otoritas yang didasarkan pada karisma atau kewibawaan seseorang. Otoritas legal rasional : Otoritas yang didasarkan oleh peraturan –peraturan yang dibuat dengan sengaja atas pertimbangan yang masuk akal. Paleontologi-Penalaran P
  • 22. Paleontolgi : Studi tentang bentuk-bentuk kehidupan yang ada pada zaman prasejarah atau geologi, yaitu diwakili oleh fosil tanaman, hewan, dan organisme lainnya. Panic Causal Crowds : Orang-orang dalam keadaan panik yang sedang berusaha menyelamatkan diri. Panic crowd : Orang-orang yang bersama-sama berusaha untuk saling menyelamatkan diri. Para Bahasa : Sistem bunyi yang menyertai bahasa. Parallel couisin : Perkawinan antara anak – anak dari dua orang saudara sekandung yang sama jenisnya. Participant observer : Studi yang melibatkan peneliti untuk ikut berperan dan sesuai dengan perilaku orang-orang yang ditelitinya. Partisipan : Orang yang ikut berperan serta dalam suatu kegiatan. Patriarkat : Sistem pengelompokan sosial yang saangat mementgkan garis keturunan bapak. Patrilineal : Garis keturunan ayah dengan penghubung laki-lak. Patrilineal unilateral : Susunan nama apabila dihitung dari ayah. Patrilokal : Keluarga tersebut bertempat tinggal di tempat keluarga suami; Pasangan pengantin yang bertempat tinggal di sekitar kerabat suami. Pedagogis : Bersifat mendidik. Pedophilia : Memuaskan keinginan seks dengan mengadakan kontak seksual dengan anak –anak. Pelacuran : Suatu pekerjaan informal yang menyerahkan diri kepada umum untuk melakukan perbuatan-perbuatan seksual dengan tujuan mendapat upah. Pemberontakan : Cara adaptasi dimana seseorang tidak lagi mengakui struktur sosial yang ada dan berupaya menciptakan struktur sosial yang baru. Penalaran : Kegiatan berpikir tentang sesuatu secaras sungguh-sungguh dan logis. Penalaran Deduktif-Penelitian Historik Penalaran Deduktif : Suatu cara berfikir ilmiah yang bertolak dari pernyataan atau alasan-alasan yang bersifat umum ke pernyataan atau alasan yang bersifat khusus, dengan menggunakan kaidah logika tertentu. Penalaran Induktif : Suatu penalaran pernyataan-pernyataan yasng bersifat khusus untuk menentukan kesimppulan atau hukumyang bersifat umum. Penarikan Sampel Acak : Teknik penarikan sampel dimana semua anggota populasi. Penarikan Sampel Berkelompok : Teknik penarikan sampel dimana satuan sampel yang dipilih bukanlah individu-individu melainkan kelompok individu yang secara alami berada bersama-sama di suatu tempat. Penarikan Sampel Berlapis : Teknik penarikan sampel yang dilakukan apabila perwujudan populasi terdiri atas sejumlah sub kelompok atau lapisan yang mungkain mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Pendapatan Ilmiah : Gabungan antara penalaran deduktif dan penalaran induktif. Pendidikan Non Formal : Pendidikan yang berlangsung di luar keluarga, seperti lembaga kursus.
  • 23. Pendidkan Formal : Pendidikn yang berlangsung di sekolah mulai dari jenjang pra sekolah sampai dengan perguruan tinggi, baik yang bersifat umum maupun yang khusus. Penelitian : Suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu. Penelitian Dasar : Pencarian terhadap sesuatu hal karena ada perhatian dan keingintahuan terhadapp hasil suatu aktivitas. Penelitian Deskriptif : Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih detail tentang suatu gejala atau fenomena yang penelitiannya identik menggunakan pertanyaan “bagaimana”. Penelitian Eksperimen : Penelitian yang memanipulasi atau mengontrol situasi ilmiah dengan cara membuat kondisi buatan. Penelitian Eksplanasi : Penelitian ini dilakukan untuk menemukan penjelasan tentang mengapa suatu kejadian atau gejala terjadi yang penelitiannya identik menggunakan pertanyaan “ mengapa”. Penelitian Eksplorasi : Penelitian yang menggali suatu gejala yang masih baru yang penelitiannya identik menggunakan pertanyaan “apa” dan “siapa”. Penelitian Evaluasi : Penelitian yang dilakukan untuk mengukur atau menilai pelaksanaan program. Penelitian Historik : Suatu penelitian yang mengkaji peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau. Penelitian Komparatif-Pengucilan Penelitian Komparatif : Penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mandasar tentag sebab akibat,dengan menganalis faktor-faktor penyebab terjadinya atau munculnya suatu gejala tertentu. Penelitian Kualitatif : Suatu penelitian yang menekankan pada kualitas data atau kedalaman data yang diperoleh. Penelitian Kuantitatif : Suatu penelitian yang menekankan pada jumlah data yang dikumpulkan. Penelitian Laboratorium : Penelitian yang dilakukan dalam suatu tempat khusus untuk mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah. Penelitian Lapangan : Penelitian yang dilakukan dalam kehidupan sebenarnya. Penelitian Observasi : Penelitian yang bertujuan memperoleh informasi secara langsung dari tingkah laku orang yang diamati. Penelitian Perpustakaan (Kepustakaan) : Penelitian yang bertujuan mmengumpulkan data dan informasi dengan bantuan berbagai materi yang terdapat di perpustakaan. Penelitian Sosial : Upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma. Penelitian Survei : Merupakan merode penelitian deskriptif yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara nyata, baik tentang institusi sosial, ekonomi, maupun politik dari suatu daerah. Penelitian Terapan : Penyelidikan yang hati-hati,sistematis dan terus manerus terhadap suatu masalah untuk segera digunakan bagi keperluan tertentu. Penelitian Tindakan : Suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama antara peneliti dan pengambil kebijakan tentang variabel-variabel yang dapat dimanipulasi serta dapat segera digunakan untuk menentukan kebijakan dan pembangunan.
  • 24. Pengendalian Formal : Cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh lembaga-lembaga resmi yang juga memiliki peraturan-peraturan resmi. Pengendalian Informal : Cara pengendalian sosial yang dilakukan oleh kelompok kecil, akrab, tidak resmi dan tidak memiliki aturan resmi. Pengendalian Sosial : Upaya untuk mewujudkan kondisi seimbang di dalam masyarakat. Pengetahuan : Hipotesa atau teori yang telah teruji kebenarannya. Pengucilan : Suatu tindakan pemutusan hubungan sosial oleh masssyarakat atau sekelompok orang terhadap seseorang atau sekelompok kecil orang lainnya. Pengumpulan Data-Pertikaian Pengumpulan Data : Prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diinginkan. Penrilaku Menyimpang Positif : Perilaku menyimpang yang menimbulkan dampak positif pada masyarakat. Penyimpangan individu : Yang dilakukan oleh perseorangan. Penyimpangan kelompok : Aktifitas yang dilakukan kelompok yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku. Penyimpangan Primer : Perbuatan menyimpang yang dilakukan seseorang, namun si pelaku masih dapat diterima secara sosial. Penyimpangan Sekunder : Perbuatan yang dilakukan seseorang yang secara umum dikenal sebagai perbuatan atau perilaku menyimpang. Pera (role) : Pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukannya. Perilaku menyimpang : Setiap perilaku yang dinyatakan suatu pelanggaran terhadap norma – norma kelompok atau masyarakat; Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma. Perilaku Menyimpang Negatif : Penyimpangan dimana pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang renda oleh masyarakat, berakibat buruk, serta mengganggu sistem sosial. Pernanan Sosial : Perilaku yang diharapkan oleh pihak lain atau masyarakat dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya. Pernikahan : Ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perpustakaan : Tempat yang menampung buku-buku literatur atau referensi. Persaingan : Suatu proses sosial ketika ada dua pihak atau lebih saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu. Persepsi : Tanggapan langsung dari sesuatu; serapan; proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Persuasif : Penggunaan berbagai argumentasi, baik yang benar atau salah yang bertujuan agar pihak lain menerima atau mengikuti berbagai teori, kepercayaan, atau kegiatan tertentu; Teknik pengendalian sosial yang dilaksanakan tanpa kekerasan, tetapi menekan pada usaha untuk mengajak atau membimbing. Pertikaian : Proses sosial bentuk lanjut dari kontravensi. Pertukaran Pasar-Popularitas
  • 25. Pertukaran Pasar : Pertukaran atau perpindahan barang dari pemilik yang satu ke pemilik yang lainnya. Perubahan Soaial : Perubahan yang terjadi di dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat; Perubahan yang terjadi akibat ketidaksesuaian diantara unsur-unsur sosial yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Perubahan Sosial Budaya : Semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya Pervasi (pengisian) : Suatu cara penanaman atau pengenalan norma secara berulang-ulang, dengan harapan seseorang dapat sadar sehingga akan mengubah sikapnya; Penanaman norma secara rutin dan berulang – ulang dengan harapan pada Akhirnya norma itu membudaya. Perzinahan : Hubungan seksual di luar nikah. Pewarisan Biologis : Pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya. Pewrisan Budaya : Proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda. Planed Expressive Group : Kerumunan yang tidak mementingkan pusat perhatian, tetapi mempunnyai persamaan tujuan yang tercermin dalam kegiatan kerumunan serta kepuasan yang dihasilkan. Planet progress : Kemajuan yang sengaja direncanakan dan dilakukan oleh masyarakat. Play Group : Teman sepermainan. Play Stage : Tahap yang ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak meniru peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pola : Corak hubungan yang tetap atau ajeg dalam interaksi sosial yang dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok. Poliandri : Seorang perempuan menikah dengan lebih dari satu orang pria. Polietnis : Terdiri dari banyak etnis. Poligami : Apabila dalam keluarga salah satu diantara lebih dari satu; Pernikahan antara seorang pria atau perempuan dengan beberapa perempuan atau pria. Poligini : Seorang pria meikah dengan lebih dari satu orang perempuan Politik Aliran : Merupakan keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikellilingi oleh sejumlah organisasi masa baik formal maupun informal. Popularitas : Dikenal dan disukai orang banyak / masyarakat. Populasi-Profesi Populasi : Kelompok besar yang menjadi sasaran generalisasi; Warga masyarakat dilihat dari sudut Pandang kolektif. Potsulat : Pernyataan tanpa bukti / proposisi dasar dari suatu gejala / fenomena. Pranata : Sistem norma / aturan – aturan mengenai aktifitas masyarakat yang khusus. Pranata agama : Untuk memenuhi keperluan manusia dalam berhubungan dan berbakti kepada Tuhan. Pranata ekonomi : Untuk memenuhi keperluan manusia dalam mencari nafkah hidup.
  • 26. Pranata ilmiah : Untuk keperluan manusia akan kebenaran ilmu menyelami ala sekitar. Pranata keindahan : Untuk memenuhi keperluan manusia dalam menghayati rasa keindahan dan rekreasi. Pranata fisik : Untuk memenuhi keperluan fisik dan kenyamanan hidup manusia. Pranata keluarga : Untuk memenuhi keperluan kehidupan keluarga dan kerabat. Pranata pendidikan : Untuk memenuhi penerangan dan pendidikan manusia. Pranata Sosial : Suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat. Prata politik : Untuk memenuhi keperluan manusia dalam mengatur dan mengelola keseimbangan kekuasaan dalam kehidupan masyarakat. Preilese : Hak istimewa, hak mendahului, hak memperoleh perlakuan khusus. Preparatory Stage : Tahap persiapan yang dialami sejak manusia dilahirkan. Prestasi : Cara untuk memperoleh kedudukan pada lapisan tetentu dengan usaha sendiri. Prestise : Peranan sosial terhadap kedudukan tertentu; tingkatan tertentu pada posisi-posisi yang dihormati. Preventif : Pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadinya pelanggaran. Primer : Yang pertama; yang terutama; yang pokok. Primordial : Kreatif, tua, yang mula-mula orisinal atau utama. Primordialisme: Suatu paham yang menganggap kelompoknya lebih tinggi dibandin kelompok lain. Privilese : Keistimewaan yang diberikan kepada seseorang yang mungkin bersifat positif atau negatif. Profesi : Pekerjaan yang disukai karena pendidikan keahlian. Profesionalitas-Pure Science Profesionalitas : Kemampuan untuk berpindah. Progresif : Kearah kemajuan; berhaluan ke arah perbaikan dari keadaan sebelumnya. Progress : Perubahan social yang membawa kemajuan terhadap kemajuan masyarakat. Property Offenses : Kejahatan yang menyangkut hak milik orang lain. Proses Asosiatif : Proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang. Proses Disosiatif : Proses tidak adanya kerjasama. Proses Inkulturasi : Proses pembudayaan. Proses Institusionalized : Proses pelembagaan. Proses Internalisasi : Proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang. Proses Sosial : Proses berlangsungnya suatu aktifitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu. Publik : Kelompok yang tidak membentuk kesatuan; Orang banyak; semua orang yang datang, Pure Science : Ilmu murni; Upaya pengembangan pengetahuan baru tanpa memusatkan perhatian pada kegunaan.
  • 27. Ras-Research Methodology R Ras : Golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik. Rasional : Menurut pikiran dan pertimbangan yang logis, menurut pikiran yang sehat, cocok dengan akal. Realita Sosial : Keadaan senyatanya didalam masyarakat. Rebellion : Pemberontakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah tanpa mengubah pemerintah tersebut . Redistribusi : Bentuk perukaran barang yang terjadi ketika barang ada yang masuk ke suatu tempat dulu, baru kemudian didistibusikan kembali ke masyarakat umum. Reduksi : Pengurangan, pemotongan. Reference Group : Merupakan kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang yang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya sesuai dengan kelompok acuan. Referensi : Sumber acuan. Regresif : Bersifat regresi; bersifat mundur. Regress : Perubahan social yang membawa kemunduran terhadap kehidupan masyarakat. Regulative Institution : Lembaga sosial yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata cara yang tidak menjadi bagian mutlak dari lembaga sosial itu sendiri. Relativisme Kebudayaan : Suatu ajaran yang menyatakan bahwa suatu gejala kebudayaan harus dinilai menurut fungsinya. Relefan : Kait mengait, bersangkut paut, berguna secara langsung. Religi : Kepercayaan pada hal-hal yang spritual; Perangkat kepercayaan dan praktik spiritual yang dianggap sebagai tujuan tersendiri; Ideologi mengenai hal-hal yang bersifat supernatural. Repsesif : Pengendalian yang dilakukan Setelah terjadi penyimpangan. Research : Cara mempelajari suatu masalah secara sistematis dan intensif untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak mengenai masalah tersebut. Research Methodology : Metodologi-metodologi dalam penelitian. Resiprositas-Rural Siciologi Resiprositas : Pertukaran barang dan jasa yang kira- kira sama nilai yang didapat antara kedua belah pihak. Resiprositas Berimbang : Cara tukar menukar yang terjadi ketika yang memberi maupun yang menerima dapat menentukan nilai barang yang terlihat pada waktu penyerahan.
  • 28. Resiprositas Khusus : Cara menukar barang yang terjadi ketika antara yang memberi dan yang menerima tidak berhadap hadapan pada saat transaksi dilaksanakan. Resiprositas umum : Cara tukar menukar barang yang terjadi ketika antara yang memberi dan ynag menerima sama- sama terlihat pada waktu penyerahan barang. Restricted Institution : Lembaga sosial yang diterima oleh sebagian kecil masyarakat saja, atau kelompok-kelompok masyarakat tertentu saja. Retretisme : Meninggalkan tujuan dan cara pencapaian konvensional. Revolusi : Perubahan-perubahan sosial budaya yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut sendi-sendi dasar kehidupan masyarakat. Revolusi Industri : Peristiwa sejarah yang terjadi di Eropa dimana terjadi transformasi masyarakat dari masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat modern melalui industrialisasi dan ekonomi. Ritual : Aturan-aturan tertentu yang digunakan dalam pelaksanaan agama yang melambangkan ajaran dan yang mengingatkan manusia pada ajaran tersebut. Ritualisme : Pengingkaran terhadap tujuan-tujuan yang telah dirumuskan oleh kebudayaan, tetapi menerima cara-cara untuk memcapai tujuan yang telah melembaga. Rural Siciologi : Sosiologi pedesaan. Sadisme-Seni S Sadisme : Pemuasan seks dengan menyakiti orang lain. Sampel : Bagian dari populasi penelitian yang diplih dengan teknik tertentu. Sampel Acak : digunakan dengan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap individu atau unit dalam keseluruhan populasi untuk dipilih. Sampel Berstrata : digunakan apabila populasi terbagi atas tingkatan. Sampel Wilayah : digunakan apabila wilayah penelitian luas. Sanksi : Hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan perilaku ke kelas sosial yang lain. Sanksi Hukum : Hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum. Sanksi Sosial : Hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaan, kesopanan, adat dan kebiasaan. Segmentasi : Terbagi-bagi. Segregasi : Masing- masing pihak memisahkan diri dan saling menghindar dalam rangka mengurangi ketegangan. Sekolah : Sistem pendidikan formal tempat individu mempelajari hal-hal yang baru. Sektarian : Berkaitan dengan penganut suatu aliran.
  • 29. Sekunder : Berkenaan dengan yang kedua atau tingkatan kedua. Self : Proses seorang individu untuk mendapatkan pengalaman sosial. Seminar : Pertemuan ilmiah yang dilakukan sekelompok orang atau berupa persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah moderator. Semu : Tampak seperti asli, padahal sama sekali bukan yang sebenarnya. Seni : Hasil rasa yang menjadi bagian kebudayaan material; Gejala kebudayaan untuk memenuhi hasrat manusia akan keindahan; Keterampilan untuk mewujudkan hasrat akan keindahan; Keterampilan tertentu. Sentralisasi-Sosialisasi Sentralisasi : Berorientasi ke pusat. Sifat Dasar : Keseluruhan potensi yang diwarisi seseorang dari ayah ibunya. Simpati : Keinginan untuk memahami dan bekerja sama dengan pihak lain tanpa memandang status sosial. Simposium : Sejenis diskusi yang diikuti lebih banyak orang dalam bentuk pertemuan ilmiah. Skala Interval : Skala pengukuran yang memberi jarak interval yang sama dari suatu titik asal yang tidak tetap. Skala Nominal : Pengukuran dengan menempatkan objek atau individu ke dalam kategori-kategori yang mempunyai perbedaan kualitatif. Skala Ordinal : Pengukuran posisi atau kedudukan relatif objek atau individu dalam hubungannya dengan suatu atribut tanpa menunjukkan jarak antara posisi-posisi tersebut. Skala Rasio : Skala pengukuran tertinggi. Social Climbing : Mobilitas yang terjadi adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang. Social Control : Semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat. Social Mobility : Semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat. Social Psychology : Psikologi sosial. Social Sinking : Proses penurunan status atau kedudukan seseorang. Societal Group : Kelompok kemasyarakatan. Sociometry : Studi secara kuantitatif terhadap hubungan-hubungan interpersonal. Sodomi : Hubungan seks melalui anus. Solidaritas : Solider; sifat satu rasa; perasaan setia kawan. Solidaritas Mekanis : Tipe solidaritas yang didasarkan atas persamaan. Solidaritas Organis : Merupakan sistem terpadu dalam organisme yang didasarkan atas keragaman fungsi-fungsi demi kepentingan keseluruhan. Somatologi : Ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengan mengamati ciri-ciri fisik. Sosial action : Tindakan sosial. Sosialisasi : Proses belajar berinteraksi untuk memahami cara-cara berperilaku dalam masyarakat. Sosialisasi Formal-Stratifikasi Sosial Sosialisasi Formal : Yang berlangsung lebih teratur. Sosialisasi Informal : Dilakukan melalui proses pergaulan. Sosialisasi Primer : Yang terjadi pada saat usia anak masih kecil. Sosialisasi Sekunder : Yang terjadi setelah proses sosialisasi primer sampai akhir hayat.
  • 30. Sosial-Sanctioned Institution : Lembaga sosial yang diterima dengan baik oleh masyarakat. Sosiogeografis : Berkenaan dengn segi sosial dan geografis. Sosiokultural : Berkenaan dengan segi sosial dan budaya masyarakat. Sosiologi : Ilmu yang mempelajari struktur social, proses social, perubahan- perubahan social, dan masalah-masalah sosial. Sosiometri : Studi secara kuantitaif terhadap hubungan-hubungan interpersonal. Sparatis : Memisahkan diri. Spectator Causal Crowds : Kerumunan yang terjadi karena orang-orang ingin spesialisasi pengadilan dalam suatu cabang ilmu, pekerjaan, kesenian, dsb. Spekulatif : Untung-untungan, memperbaiki, memperhalus, memperluas teori- teori lama. Stalemate : Pertikaian dimana kedua belah pihak mempunyai kekuatan yang seimbang, hingga pada akhirnya berhenti pada titik tertentu. Statis : Keadaan tidak berubah; tidak mau menyesuaikan diri dengan keadaan zaman. Statistik : Ctatan angka-angka; data yang berupa angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala. Status : Kedudukan seseorang dalam suatu kelompok dan kaitannya dengan kelompok-kelompok lain. Stokmete : Bentuk akomodasi dengan cara masing –masing pihak mengemukakan pertikaian, keadaan ini dapat terjadi apabila kekuatan keduanya seimbang . Strata : Lapisan; tingkatan dalam masyarakat. Strafikasi : Proses atau struktur masyarakat yang dibedakan ke dalam lapisan-lapisan secara bertingkat. Stratifikasi Sosial : Pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas- kelas secara bertingkat. Stratifikasi Sosioal Campuran-Suku Stratifikasi Sosial Campuran : Stratifikasi sosial yang kemungkinan di dalam masyarakat tidak selalu hanya berifat tertutup dan terbuka melainkan bersifat campuran antara keduanya. Stratifikasi Sosial Terbuka : Stratifikasi sosial yang setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk naik ke pelapisan sosial yang lebih tinggi. Stratifikasi Sosial Tertutup : Stratifikasi sosial yang membatasi kemungkinan seseorang untuk pindah dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Strong Government : Pemerintah yang kuat. Struktur Sosial Formal : Bentuk struktur sosial yang diakui oleh pihak yang berwenang. Struktur Sosial Informal : Struktur sosial yang nyata ada dan berfugsi tetapi tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak yang berwenang. Struktur Sosial Kaku : Bentuk struktur sosial yang tidak dapat dirubah atau sekurang-kurangnya masyarakat. Studi Cross-Sectional : Suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam jangka waktu tertentu. Studi Kasus : Penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase khusus atau khas dari keseluruhan kejadian.
  • 31. Studi Longitudinal : Suatu studi yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atas serangkaian pengamatan sebelum dan sesudahnya. Stuktur Sosial Luwes : Merupakan struktur soaial yang setiap anggota masyarakatnya bebas bergerak melakukan perubahan. Subjucation : Pihak yang mempunyai kekuatan besar untuk meminta pihak lain mentaatinya. Subjugation : Pihak yang mempunyai kekuatan besar untuk meminta pihak lain agar menaatinya. Subkebudayaan : Kebudayaan khusus yang timbul karena faktor daerah, suku bangsa, agama, atau profesi. Subsidiary Institution : Lembaga sosial yang dianggap kurang penting. Sugesti : Proses memberikan pandangan / pengaruh kepada orang lain sehingga diikuti tanpa fikir panjang lagi. Suicide : Bunuh diri akibat sistem nilai yang kuat, integrasi kelompok yang rendah, tidak berdaya dalam menghadapi tekanan lingkungan. Suku : Suatu kelompok yang mempunyai kesadaran atau kebudayaan yang sama. Suku Bangsa-System of Meaning Suku Bangsa : Persatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan, khususnya bahasa. Superego : Perwujudan kesadaran dalam diri individu terhadap norma-norma dan sanksinya. Survei : Pengumpulan dan pengolahan data secara sistematis dan langsung dari suatu populasi atau sampel populasi. System of Behaviour : Perbedaan sistem tingkah laku. System of Meaning : perbedaan sistem ide-ide. Tabel Frekuensi-Transvestitisme T Tabel Frekuensi : Tabel Yang menyajikan berapa kali sesuatu hal terjadi. Tabel Induk : Tabel yang berisi semua data yang tersedia secara terperinci.
  • 32. Tata Kelakuan : Aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan sebagai alat pengawas atau kontrol dalam masyarakat. Tawuran : Perkelahian besar-besaran yang dilakukan beramai-ramai. Technological Change : Perubahan teknologi. Teguran : Kritik sosial yang disampaikan secara terbuka terhadap individu yang melakukan perbuatan menyimpang . Teori : Suatu himpunan pengertian yang saling berkaitan, batasan dan proposisi yang menyajikan pandangan sistematis tentang gejala-gejala denga jalan menetapkan hubungan yang ada diantara variabel-variabel dan dengan tujuan untuk menjelaskan serta meramalkan gejala-gejala tersebut. Teoritis : Suatu ilmu pengetahuan yang selalu beerusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Tertib sosial : Kondisi kehidupan suatu masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur di mana setiap individu bertindak sesuai hak dan kewajibannya. Tindak Sosial : Tindakan manusia yang mempertimbangkan perilaku orang lain. Toleransi : Sikap atau sifat menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Tradisi : Adat kebiasaan turun temurun, penilaian atau anggaran bahwa cara- cara yang telah ada merupakan cara yang paling baik dan benar. Traditional action : Tindakan sosial karna mengikuti tradisi / kebiasaan. Transvestitisme : Memuaskan keinginan seks dengan mengenakan pakaian lawan jenis. Unformitas-Utrolokal U Uniformitas : Hal uniform; keuniforman/ keseragaman. Universal : Umum (berlaku untuk semua orang atau seluruh dunia). Unsanctioned : Lembaga sosial yang ditolak oleh masyarakat meskipun Unusual : Tindakan yang tidak lazim. Upacara : Adat istiadat yang dipakai dalam merayakan hal-hal resmi. Urban Sociology : Sosiologi perkotaan. Usage : Suatu norma dengan gaya ikat yang rendah yang hanya memberikan petunjuk cara-cara berperilaku. Utrolokal : Pasangan suami istri bebas menentukan tepat tinggal yang diinginkan setelah mereka menikah.
  • 33. Valid-Vuclear Family V Valid : pengetahuan harus mempunyai bentuk yang jelas dan berdasarkan bukti-bukti yang sesuai/benar. Variabel : Ciri-ciri dari seseorang, benda atau keadaan; Kuantitas yang senantiasa bervariasi; Faktor atau unsur yang ikut menentukan perubahan. Value Free : suatu ajaran yang menyatakan bahwa ilmu itu bebas dari penilaian. Verstehen : ilmu berdasarkan pemahaman . Violent Offenses : Kejahatan yang disertai kekerasan pada orang lain. Volunter : Suka relawan. Vuclear Family : keluarga batin / inti, proses Pembentukan awal, terdiri dari sepasang suami istri dan beberapa orang anak. Wawancara-Werk Rasional W Wawancara : Kegiatan memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si peneliti dengan objek penelitian. Werk Rasional : Rasionalitas nilai. Z Zwerk Rasional : Rasional instrumental dilakukan secara langsung/tidak langsung.