PROFESI KEPENDIDIKAN
“ORGANISASI PROFESI KEGURUAN”
Universitas Adzkia
2024
Kelompok 2
2
PEMATERI 1
DOFRIANTO_2130003
MODERATOR + PEMATERI 2
CHAIRUL FHAHROZI_2130002
01 02 03
04 05 06
Sub Bab Organisasi Profesi Keguruan
3
07
Pengertian Organsasi Profesi
Keguruan
Sejarah Singkat Organisasi
Profesi Keguruan Di Indonesia
Struktur dan Kedudukan
Organisasi Profesi Keguruan
Tujuan Organisasi Profesi
Keguruan
Jenis-Jenis Organisasi
Profesi Keguruan
Fungsi Organisasi Profesi
Keguruan
Tenaga Profesi
Kependidikan
Organisasi profesi keguruan berasal dari tiga kata,
yaitu organisasi, profesi dan keguruan (guru).
Pengertian Organsasi Profesi Keguruan
4
Ada banyak pendapat yang mengemukakan pengertian dari organisasi, diantaranya sebagai berikut:
5
Memberikan definisi organisasi sebagai
sistem sosial yang mempunyai pola kerja
yang teratur dan yang didirikan oleh
manusia serta beranggotakan
sekelompok manusia dalam rangka
mencapai satu set tujuan tertentu.
2. Stephen D. Cherrington
Mendefinisikan organisasi sebagai sebuah
entitas sosial yang berorientasi pada tujuan
dengan suatu sistem kegiatan yang terstruktur
dan mempunyai batas-batas yang bisa
teridentifikasi.
3. Richard Daft
Berpendapat bahwa organisasi adalah
merupakan suatu sistem aktivitas kerja
sama yang dilakukan oleh dua orang
atau lebih mempunyai pola kerja tertentu
yang terstruktur untuk mencapai tujuan
bersama
1. Stephen F. Robbins
Jenis Organisasi
6
Kumpulan dari dua orang atau lebih yang
mengikatkan diri dengan suatu tujuan
bersama secara sadar serta dengan
hubungan kerja yang rasional. Contoh:
perseroan terbatas,sekolah, Negara, dsb.
1. Organisasi formal
Kumpulan dari dua orang atau lebih yang
terlibat pada suatu aktifitas serta tujuan
bersama yang tidak disadari. Contoh: Arisan
ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-
anak sd.
2. Organinasi non-formal
Organisasi Profesi Keguruan
7
Profesi
Guru
Organisasi Profesi Keguruan
 Jabatan atau pekerjaan yang
menuntut keahlian seseorang dan
didapat melalui adanya proses
pendidikan. Suatu profesi erat
kaitanya dengan jabatan atau
pekerjaan tertentu yang dengan
sendirinya menuntut keahlian,
pengetahuan, dan ketrampilan
tertentu pula.
 Pendidik dengan tugas utamanya
mendidik, mengajar, membimbing,
melatih dan mengevaluasi. Jabatan
guru dikenal sebagai pekerjaan
professional, artinya jabatan ini
memerlukan suatu keahlian khusus.
 organisasi yang anggotanya adalah para
praktisi yang menetapkan diri mereka
sebagai profesi dan bergabung bersama
untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial
yang tidak dapat mereka laksanakan
dalam kapasitas mereka sebagai individu.
bahwa organisasi profesi guru adalah
suatu wadah perkumpulan orang-orang
yang memiliki suatu keahlian khusus
dalam mendidik.
Sejarah Singkat Organisasi Profesi Keguruan Di Indonesia
8
Organisasi Profesi Keguruan di Indonesia yang pertama kali dibentuk adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
yang dibentuk pada tanggal 25 November 1945 dalam kongres guru Indonesia di Surakarta. Saat itu Indonesia masih mengalami
penjajahan Belanda dan Jepang. Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia.
Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia
Belanda (PGHB). Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan
Pemilik Sekolah. Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia
(PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan
sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.
Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak
dapat lagi melakukan aktivitas. Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada
tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas
perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-
guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk.
Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sejarah Singkat Organisasi Profesi Keguruan Di Indonesia
9
Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945. Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia
menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Jiwa pengabdian, tekad perjuangan, dan
semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi
kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi
ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, dan independen.
Untuk itulah , sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor
78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional , dan diperingati setiap tahun.
Salah satu upaya tersebut adalah dengan terbitnya surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0854/0/1989
tentang D.II PGSD, yakni wujud nyata pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi profesional tenaga guru, terutama guru SD. Dan
sekarang ini pemerintah sudah memberi ancangan, bahwa mulai tahun 2015 semua guru sekolah menengah sudah harus setara
S-1, dan untuk mengajar di Perguruan Tinggi minilmal harus lulusan S-2 atau Megister.
Struktur dan Kedudukan Organisasi Profesi Keguruan
10
Organisasi profesi kependidikan yang bersifat lokal (kedaerahan dan
kewilayahan), misalnya Serawak Teachers’ Union di Malaysia.
Organisasi profesi kependidikan yang bersifat nasional seperti Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI).
Organisasi profesi kependidikan yang bersifat internasional seperti UNESCO
(United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization).
Berdasarkan struktur dan kedudukannya, organisasi profesi keguruan terbagi atas tiga kelompok, yaitu:
Fungsi Organisasi Profesi Keguruan
11
Dorongan yang menggerakkan para profesional untuk
membentuk suatu organisasi keprofesian. Motif
tersebut begitu bervariasi, ada yang bersifat sosial,
politik ekonomi, kultural, dan falsafah tentang sistem
nilai. Namun umunya dilatarbelakangi oleh dua motif,
yaitu Motif intrinsik dan ekstrinsik. Secara Intrinsik,
para profesional terdorong oleh keinginannya
mendapat kehidupan yang layak, sesuai dengan
tugas profesi yang diembannya. Bahkan mereka
terdorong untuk menjalankan tugasnya sebaik
mungkin. Secara Ekstrinsik mereka terdorong oleh
tuntutan masyarakat pengguna jasa suatu profesi
yang semakin hari semakin kompleks.
a. Fungsi Pemersatu
Fungsi ini secara jelas tertuang dalam PP No. 38
tahun 1992, pasal 61 yang berbunyi:
“Tenaga kependidikan dapat membentuk ikatan
profesi sebagai wadah untuk meningkatkan dan
mengembangkan karier, kemampuan, kewenangan
profesional, martabat, dan kesejahteraan tenaga
kependidikan.”
b. Fungsi Peningkatan Kemampuan Profesional
Tujuan Organisasi Profesi Keguruan
12
Meningkatkan dan mengembangkan karier guru
1
Meningkatkan dan mengembangkan
kemampuan guru
2
Meningkatkan dan mengembangkan
kewenangan profesional guru
3
Meningkatkan dan
mengembangkan martabat guru
4
Meningkatkan dan
mengembangkan kesejahteraan
guru
5
Tujuan Organisasi Profesi Keguruan
13
 Organisasi profesi berperan sebagai fasilitator dan motivator
terjadinya peningkatan karier setiap guru adalah kewajiban
organisasi profesi keguruan untuk mampu memfasilitasi dan
memotivasi gurunya mencapai karier yang diharapkan sesuai
dengan tugas yang diembannya.
1. Meningkatkan dan mengembangkan karier guru
 Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan guru
merupakan upaya terwujudnya kompetensi keguruan yang
handal. Dengan kekuatan dan kewibawaan organisasi, para
pengemban profesi akan memiliki kekuatan moral untuk
senantiasa meningkatkan kemampuannya.
2. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan guru
Tujuan Organisasi Profesi Keguruan
14
 Meningkatkan dan mengembangkan kewenangan profesional guru
merupakan upaya para profesional untuk menempatkan guru suatu profesi
sesuai dengan kemampuannya. Organisasi profesi keguruan bertujuan untuk
megembangkan dan meningkatkan kemampuan kepada gurunya melalui
pendidikan atau latihan terprogram.
3. Meningkatkan dan mengembangkan kewenangan profesional guru
 Meningkatkan dan mengembangkan martabat guru merupakan upaya
organisasi profesi keguruan agar gurunya terhindar dari perlakuan tidak
manusiawi dari pihak lain dan tidak melakukan praktik melecehkan nilai-nilai
kemanusiaan.
4. Meningkatkan dan mengembangkan martabat guru
Tujuan Organisasi Profesi Keguruan
15
 Meningkatkan dan mengembangkan kesejahteraan guru merupakan upaya
organisasi profesi keguruan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir batin
gurunya. Dalam teori Maslow, kesejahteraan ini mungkin menempati urutan
pertama berupa kebutuhan fisiologis yang harus dipenuhi. Banyak kiprah
organisasi profesi keguruan dalam meningkatkan kesejahteraan guru.
Aspirasi guru melalui organisasi terhadap pemerintah akan lebih terindahkan
dibandingkan individu.
5. Meningkatkan dan mengembangkan kesejahteraan guru
01
02
03
04
Jenis-Jenis Organisasi Profesi Keguruan
16
Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI)
Musyawarah Guru Mata
Pelajaran (MGMP)
Ikatan Sarjana Pendidikan
Indonesia (ISPI)
Kelompok Kerja Guru
(KKG)
01 02 03 04
Jenis-Jenis Organisasi Profesi Keguruan
17
PGRI lahir pada 25 November
1945, setelah 100 hari
proklamasi kemerdekaan
Indonesia. Cikal bakal organisasi
PGRI adalah diawali dengan
nama Persatuan Guru Hindia
Belanda (PGHB) tahun 1912,
kemudian berubah nama
menjadi Persatuan Guru
Indonesia (PGI) tahun 1932.
Persatuan Guru
Republik Indonesia
(PGRI)
MGMP merupakan suatu wadah
asosiasi atau perkumpulan bagi
guru mata pelajaran yang berada
di suatu sanggar atau
kabupaten/kota yang berfungsi
sebagai sarana untuk saling
berkomunikasi, belajar dan
bertukar pikiran dan pengalaman
dalam rangka meningkatkan
kinerja guru sebagai praktisi atau
perilaku perubahan reorientasi
pembelajaran di kelas.
Musyawarah Guru
Mata Pelajaran
(MGMP)
ISPI lahir pada pertengahan
tahun 1960-an. Pada awalnya
organisasi profesi kependidikan
ini bersifat regional karena
berbagai hal menyangkut
komunikasi antaranggotanya.
Keadaan seperti ini berlangsung
cukup lama sampai kongresnya
yang pertama di Jakarta 17-19
Mei 1984.
Ikatan Sarjana
Pendidikan Indonesia
(ISPI)
Melalui KKG dapat dikembangkan
beberapa kemampuan dan
keterampilan mengajar, seperti
yang di ungkapkan Turney, bahwa
keterampilan mengajar guru
sangat memengaruhi terhadap
kualitas pembelajaran di
antaranya; keterampilan bertanya,
memberi penguatan, mengadakan
variasi, menjelaskan, membuka
dan menutup pelajaran, memimpin
diskusi kelompok kecil dan
perorangan.
Kelompok Kerja Guru
(KKG)
18
Tenaga yang dimaksudkan adalah tenaga yang berprofesi
yang berkecimpung di tingkat persekolahan, terdiri atas
berikut ini: guru, kepala sekolah, konselor, tenaga
administrasi sekolah, laboran, pustakawan
Tenaga Profesi Kependidikan
Tenaga Profesi Kependidikan
19
Pendidik professional dengan tugas utama
mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan
anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar dan pendidikan menengah
1. Guru
Guru yang diberi tugas tambahan untuk
memimpin sekolah
2. Kepala Sekolah
Tenaga pendidik professional yang telah
menyelesaikan pendidikan akademik strata 1 (S1)
program studi bimbingan dan konseling dan program
pendidikan profesi konselor dari perguruan tinggi
3. Konselor
Sumber daya manusia di sekolah yang tidak terlibat
langsung dalam kegiatan belajar mengajar, akan
tetapi keberadaan sangat mendukung keberhasilah
dalam kegiatan sekolah
4. Tenaga Administrasi Sekolah
yang membantu guru untuk melaksanakan kegiatan
praktikum/peragaan . selain itu laboran adalah
teknisi yang membantu guru dalam melaksanakan
kbm yang berupa peragaan/praktikum
5. laboran
Tenaga kependidikan berkualifikasi serta
professional yang bertanggung jawab atas
perencanaan dan pengelolaan perpustakaan
sekolah
6. Pustakawan
Thank you!
Any questions?

PPT_KEL_2_Profesi-Kependidikan_pptx.pptx

  • 1.
    PROFESI KEPENDIDIKAN “ORGANISASI PROFESIKEGURUAN” Universitas Adzkia 2024
  • 2.
    Kelompok 2 2 PEMATERI 1 DOFRIANTO_2130003 MODERATOR+ PEMATERI 2 CHAIRUL FHAHROZI_2130002
  • 3.
    01 02 03 0405 06 Sub Bab Organisasi Profesi Keguruan 3 07 Pengertian Organsasi Profesi Keguruan Sejarah Singkat Organisasi Profesi Keguruan Di Indonesia Struktur dan Kedudukan Organisasi Profesi Keguruan Tujuan Organisasi Profesi Keguruan Jenis-Jenis Organisasi Profesi Keguruan Fungsi Organisasi Profesi Keguruan Tenaga Profesi Kependidikan
  • 4.
    Organisasi profesi keguruanberasal dari tiga kata, yaitu organisasi, profesi dan keguruan (guru). Pengertian Organsasi Profesi Keguruan 4
  • 5.
    Ada banyak pendapatyang mengemukakan pengertian dari organisasi, diantaranya sebagai berikut: 5 Memberikan definisi organisasi sebagai sistem sosial yang mempunyai pola kerja yang teratur dan yang didirikan oleh manusia serta beranggotakan sekelompok manusia dalam rangka mencapai satu set tujuan tertentu. 2. Stephen D. Cherrington Mendefinisikan organisasi sebagai sebuah entitas sosial yang berorientasi pada tujuan dengan suatu sistem kegiatan yang terstruktur dan mempunyai batas-batas yang bisa teridentifikasi. 3. Richard Daft Berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih mempunyai pola kerja tertentu yang terstruktur untuk mencapai tujuan bersama 1. Stephen F. Robbins
  • 6.
    Jenis Organisasi 6 Kumpulan daridua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh: perseroan terbatas,sekolah, Negara, dsb. 1. Organisasi formal Kumpulan dari dua orang atau lebih yang terlibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh: Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak- anak sd. 2. Organinasi non-formal
  • 7.
    Organisasi Profesi Keguruan 7 Profesi Guru OrganisasiProfesi Keguruan  Jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian seseorang dan didapat melalui adanya proses pendidikan. Suatu profesi erat kaitanya dengan jabatan atau pekerjaan tertentu yang dengan sendirinya menuntut keahlian, pengetahuan, dan ketrampilan tertentu pula.  Pendidik dengan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, melatih dan mengevaluasi. Jabatan guru dikenal sebagai pekerjaan professional, artinya jabatan ini memerlukan suatu keahlian khusus.  organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka sebagai individu. bahwa organisasi profesi guru adalah suatu wadah perkumpulan orang-orang yang memiliki suatu keahlian khusus dalam mendidik.
  • 8.
    Sejarah Singkat OrganisasiProfesi Keguruan Di Indonesia 8 Organisasi Profesi Keguruan di Indonesia yang pertama kali dibentuk adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dibentuk pada tanggal 25 November 1945 dalam kongres guru Indonesia di Surakarta. Saat itu Indonesia masih mengalami penjajahan Belanda dan Jepang. Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Pemilik Sekolah. Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia. Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru- guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • 9.
    Sejarah Singkat OrganisasiProfesi Keguruan Di Indonesia 9 Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945. Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Jiwa pengabdian, tekad perjuangan, dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, dan independen. Untuk itulah , sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional , dan diperingati setiap tahun. Salah satu upaya tersebut adalah dengan terbitnya surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0854/0/1989 tentang D.II PGSD, yakni wujud nyata pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi profesional tenaga guru, terutama guru SD. Dan sekarang ini pemerintah sudah memberi ancangan, bahwa mulai tahun 2015 semua guru sekolah menengah sudah harus setara S-1, dan untuk mengajar di Perguruan Tinggi minilmal harus lulusan S-2 atau Megister.
  • 10.
    Struktur dan KedudukanOrganisasi Profesi Keguruan 10 Organisasi profesi kependidikan yang bersifat lokal (kedaerahan dan kewilayahan), misalnya Serawak Teachers’ Union di Malaysia. Organisasi profesi kependidikan yang bersifat nasional seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Organisasi profesi kependidikan yang bersifat internasional seperti UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization). Berdasarkan struktur dan kedudukannya, organisasi profesi keguruan terbagi atas tiga kelompok, yaitu:
  • 11.
    Fungsi Organisasi ProfesiKeguruan 11 Dorongan yang menggerakkan para profesional untuk membentuk suatu organisasi keprofesian. Motif tersebut begitu bervariasi, ada yang bersifat sosial, politik ekonomi, kultural, dan falsafah tentang sistem nilai. Namun umunya dilatarbelakangi oleh dua motif, yaitu Motif intrinsik dan ekstrinsik. Secara Intrinsik, para profesional terdorong oleh keinginannya mendapat kehidupan yang layak, sesuai dengan tugas profesi yang diembannya. Bahkan mereka terdorong untuk menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Secara Ekstrinsik mereka terdorong oleh tuntutan masyarakat pengguna jasa suatu profesi yang semakin hari semakin kompleks. a. Fungsi Pemersatu Fungsi ini secara jelas tertuang dalam PP No. 38 tahun 1992, pasal 61 yang berbunyi: “Tenaga kependidikan dapat membentuk ikatan profesi sebagai wadah untuk meningkatkan dan mengembangkan karier, kemampuan, kewenangan profesional, martabat, dan kesejahteraan tenaga kependidikan.” b. Fungsi Peningkatan Kemampuan Profesional
  • 12.
    Tujuan Organisasi ProfesiKeguruan 12 Meningkatkan dan mengembangkan karier guru 1 Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan guru 2 Meningkatkan dan mengembangkan kewenangan profesional guru 3 Meningkatkan dan mengembangkan martabat guru 4 Meningkatkan dan mengembangkan kesejahteraan guru 5
  • 13.
    Tujuan Organisasi ProfesiKeguruan 13  Organisasi profesi berperan sebagai fasilitator dan motivator terjadinya peningkatan karier setiap guru adalah kewajiban organisasi profesi keguruan untuk mampu memfasilitasi dan memotivasi gurunya mencapai karier yang diharapkan sesuai dengan tugas yang diembannya. 1. Meningkatkan dan mengembangkan karier guru  Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan guru merupakan upaya terwujudnya kompetensi keguruan yang handal. Dengan kekuatan dan kewibawaan organisasi, para pengemban profesi akan memiliki kekuatan moral untuk senantiasa meningkatkan kemampuannya. 2. Meningkatkan dan mengembangkan kemampuan guru
  • 14.
    Tujuan Organisasi ProfesiKeguruan 14  Meningkatkan dan mengembangkan kewenangan profesional guru merupakan upaya para profesional untuk menempatkan guru suatu profesi sesuai dengan kemampuannya. Organisasi profesi keguruan bertujuan untuk megembangkan dan meningkatkan kemampuan kepada gurunya melalui pendidikan atau latihan terprogram. 3. Meningkatkan dan mengembangkan kewenangan profesional guru  Meningkatkan dan mengembangkan martabat guru merupakan upaya organisasi profesi keguruan agar gurunya terhindar dari perlakuan tidak manusiawi dari pihak lain dan tidak melakukan praktik melecehkan nilai-nilai kemanusiaan. 4. Meningkatkan dan mengembangkan martabat guru
  • 15.
    Tujuan Organisasi ProfesiKeguruan 15  Meningkatkan dan mengembangkan kesejahteraan guru merupakan upaya organisasi profesi keguruan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir batin gurunya. Dalam teori Maslow, kesejahteraan ini mungkin menempati urutan pertama berupa kebutuhan fisiologis yang harus dipenuhi. Banyak kiprah organisasi profesi keguruan dalam meningkatkan kesejahteraan guru. Aspirasi guru melalui organisasi terhadap pemerintah akan lebih terindahkan dibandingkan individu. 5. Meningkatkan dan mengembangkan kesejahteraan guru
  • 16.
    01 02 03 04 Jenis-Jenis Organisasi ProfesiKeguruan 16 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Kelompok Kerja Guru (KKG)
  • 17.
    01 02 0304 Jenis-Jenis Organisasi Profesi Keguruan 17 PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) MGMP merupakan suatu wadah asosiasi atau perkumpulan bagi guru mata pelajaran yang berada di suatu sanggar atau kabupaten/kota yang berfungsi sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, belajar dan bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja guru sebagai praktisi atau perilaku perubahan reorientasi pembelajaran di kelas. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) ISPI lahir pada pertengahan tahun 1960-an. Pada awalnya organisasi profesi kependidikan ini bersifat regional karena berbagai hal menyangkut komunikasi antaranggotanya. Keadaan seperti ini berlangsung cukup lama sampai kongresnya yang pertama di Jakarta 17-19 Mei 1984. Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Melalui KKG dapat dikembangkan beberapa kemampuan dan keterampilan mengajar, seperti yang di ungkapkan Turney, bahwa keterampilan mengajar guru sangat memengaruhi terhadap kualitas pembelajaran di antaranya; keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, memimpin diskusi kelompok kecil dan perorangan. Kelompok Kerja Guru (KKG)
  • 18.
    18 Tenaga yang dimaksudkanadalah tenaga yang berprofesi yang berkecimpung di tingkat persekolahan, terdiri atas berikut ini: guru, kepala sekolah, konselor, tenaga administrasi sekolah, laboran, pustakawan Tenaga Profesi Kependidikan
  • 19.
    Tenaga Profesi Kependidikan 19 Pendidikprofessional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah 1. Guru Guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin sekolah 2. Kepala Sekolah Tenaga pendidik professional yang telah menyelesaikan pendidikan akademik strata 1 (S1) program studi bimbingan dan konseling dan program pendidikan profesi konselor dari perguruan tinggi 3. Konselor Sumber daya manusia di sekolah yang tidak terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar, akan tetapi keberadaan sangat mendukung keberhasilah dalam kegiatan sekolah 4. Tenaga Administrasi Sekolah yang membantu guru untuk melaksanakan kegiatan praktikum/peragaan . selain itu laboran adalah teknisi yang membantu guru dalam melaksanakan kbm yang berupa peragaan/praktikum 5. laboran Tenaga kependidikan berkualifikasi serta professional yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pengelolaan perpustakaan sekolah 6. Pustakawan
  • 20.