Amtsal al-Quran“Pengertian, Macam-macam, Kegunaan”
Pengertian
Amtsal adalah bentuk jamak dari matsal.
Kata matsal, mitsl dan matsil serupa dengan
syabah, syibh dan syabih, baik lafazh maupun
maknanya. Amsal dalam sastra adalah
penyerupaan suatu keadaan dengan keadaan
yang lain, demi tujuan yang sama, yaitu
menyerupakan sesuatu dengan yang aslinya.
Secara etimologi, kata amtsal adalah
bentuk jamak dari mitsl dan matsal yang berarti
serupa atau sama. Namun, dapat juga diartikan
sebagai contoh, teladan, peribahasa atau cerita
perumpamaan
Sedangkan menurut istilah ada beberapa
pendapat. Menurut istilah ulama ahli adab,
amtsal adalah ucapan yang banyak
menyamakan keadaan sesuatu yang
diceritakan dengan sesuatu yang dituju.
Menurut ulama ahli tafsir, amtsal adalah
menampakkan penampakan yang abstrak
dalam ungkapan yang indah, singkat dan
menarik, yang mengena dalam jiwa, baik dalam
bentuk tasybih maupun majaz mursal.
Unsur-Unsur
 Ada yang disempurnakan (musyabbah), yaitu
sesuatu yang akan diperumpamakan.
 Ada asal ceritanya (musyabbah bih), yaitu
sesuatu yang dijadikan perumpamaan.
 Ada persamaannya (wajhul musyabbah),
yaitu segi perumpamaan.
 Ada alat Tasybih, yaitu kaf, mitsil, kaana, dan
semua lafaz yang menunjukkan makna
perserupaan.
ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬َ‫ر‬ِ‫ب‬ ‫وا‬ُ‫ر‬َ‫ف‬َ‫ك‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ُ‫ل‬َ‫ث‬َ‫م‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ك‬ْ‫ت‬َّ‫د‬َ‫ت‬ْ‫ش‬‫ا‬ ٍ‫د‬‫ا‬َ‫م‬َ‫ر‬ِ‫الر‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ح‬‫ي‬
‫ال‬ ٍ‫ف‬ ِ‫اص‬َ‫ع‬ ٍ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬‫وا‬ُ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬ َ‫ون‬ُ‫ر‬ِ‫د‬ْ‫ق‬َ‫ي‬َ‫ع‬َ‫و‬ُ‫ه‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ ٍ‫ء‬ْ‫َي‬‫ش‬ ‫ى‬َ‫ل‬
ُ‫د‬‫ي‬ِ‫ع‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ُ‫ل‬‫ال‬َّ‫ض‬‫ال‬
Artinya:
“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka
adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang
berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun
dari apa yang telah mereka usahakan . Yang demikian itu adalah
kesesatan yang jauh.”
wajhul syabbah
musyabbah
musyabbah-bih
Surat Ibrahim Ayat 18
Referensi: https://tafsirweb.com/4064-surat-ibrahim-ayat-18.html
Dari contoh tersebut wajhul syabbahnya adalah
“kesia-siaan”(tidak bermanfaat) dan alat
tasybihnya menggunakan kata mitsil,
Sedangkan musyabbah dan musyabbah-bihnya
adalah amalan orang kafir dan abu
Macam-macam
Amtsal Musarrahah adalah amtsal yang didalamnya
dijelaskan dengan lafaz matsal . Seperti firman Allah dalam
surat Al-Baqarah :17
َ‫ف‬ ‫ا‬ً‫َار‬‫ن‬ َ‫د‬َ‫ق‬ ْ‫و‬َ‫ت‬ْ‫س‬‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ِ‫ل‬َ‫ث‬َ‫م‬َ‫ك‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ل‬َ‫ث‬َ‫م‬َ‫ه‬َ‫ذ‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ْ‫و‬َ‫ح‬ ‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ت‬َ‫ء‬‫ا‬َ‫ض‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ‫م‬َ‫ل‬ُ َ‫اَلل‬ َ‫ب‬
ِ‫ْص‬‫ب‬ُ‫ي‬ ‫ال‬ ٍ‫ت‬‫ا‬َ‫م‬ُ‫ل‬ُ‫ظ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ك‬َ‫ر‬َ‫ت‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ ِ‫ور‬ُ‫ن‬ِ‫ب‬‫ون‬ُ‫ر‬
1
Artinya: “Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan
api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan
cahaya mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat
melihat.”
ِ‫ه‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ل‬ ْ‫ن‬ِ‫ي‬َ‫ب‬ُ‫ي‬ َ‫َّك‬‫ب‬َ‫ر‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ل‬ ُ‫ع‬ْ‫د‬‫ا‬ ‫وا‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬ ُ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ي‬‫ال‬ ٌ‫ة‬َ‫ر‬َ‫ق‬
ْ‫ف‬‫ا‬َ‫ف‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ َ‫ْن‬‫ي‬َ‫ب‬ ٌ‫ان‬ َ‫و‬َ‫ع‬ ٌ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ب‬ ‫ال‬ َ‫و‬ ٌ‫ض‬ ِ‫ار‬َ‫ف‬َ‫ون‬ُ‫ر‬َ‫م‬ُْْ‫ت‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ل‬َ‫ع‬
Amtsal Kaminah adalah amtsal yang di dalamnya tidak
disebutkan dengan jelas lafaz tamtsil tetapi ia menunjukkan
makna-makna yang indah, menarik, dalam kepadatan
redaksinya dan mempunyai pengaruh tersendiri bila
dipindahkan kepada yang serupa dengannya. Contoh pada
al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 68
2
Artinya : Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami,
agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu." Musa
menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah
sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka
kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu". (al-Baqarah : 68)
ٌ‫َة‬‫ن‬‫ي‬ِ‫ه‬َ‫ر‬ ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ ٍ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ُّ‫ل‬ُ‫ك‬
Amtsal Mursalah adalah kalimat-kalimat bebas yang tidak
menggunakan lafaz tasybih secara jelas, tetapi kalimat-
kalimat itu berlaku sebagai matsal. Contoh pada al-Qur’an
surat al-Mudatstsir ayat 38
3
Artinya:
”Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.”
Kegunaan
 Pengungkapan pengertian yang abstrak dengan
bentuk yang kongkrit yang dapat ditangkap
dengan indera manusia.
 Dapat mengumpulkan makna yang indah,
menarik dalam ungkapan yang singkat dan
padat.
 Mendorong giat beramal, melakukan hal-hal
yangn menarik dalam Al-Qur’an.
 Menghindarkan dari perbuatan tercela.
 Memberikan kesempatan kepada setiap budaya
dan juga bagi nalar para cendekiawan untuk
menafsirkan dan mengaktualisasikan diri dalam
wadah nilai-nilai universalnya.
ANY QUESTION ?

Ppt ulumul quran

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Amtsal adalah bentukjamak dari matsal. Kata matsal, mitsl dan matsil serupa dengan syabah, syibh dan syabih, baik lafazh maupun maknanya. Amsal dalam sastra adalah penyerupaan suatu keadaan dengan keadaan yang lain, demi tujuan yang sama, yaitu menyerupakan sesuatu dengan yang aslinya. Secara etimologi, kata amtsal adalah bentuk jamak dari mitsl dan matsal yang berarti serupa atau sama. Namun, dapat juga diartikan sebagai contoh, teladan, peribahasa atau cerita perumpamaan
  • 4.
    Sedangkan menurut istilahada beberapa pendapat. Menurut istilah ulama ahli adab, amtsal adalah ucapan yang banyak menyamakan keadaan sesuatu yang diceritakan dengan sesuatu yang dituju. Menurut ulama ahli tafsir, amtsal adalah menampakkan penampakan yang abstrak dalam ungkapan yang indah, singkat dan menarik, yang mengena dalam jiwa, baik dalam bentuk tasybih maupun majaz mursal.
  • 5.
  • 6.
     Ada yangdisempurnakan (musyabbah), yaitu sesuatu yang akan diperumpamakan.  Ada asal ceritanya (musyabbah bih), yaitu sesuatu yang dijadikan perumpamaan.  Ada persamaannya (wajhul musyabbah), yaitu segi perumpamaan.  Ada alat Tasybih, yaitu kaf, mitsil, kaana, dan semua lafaz yang menunjukkan makna perserupaan.
  • 7.
    ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬َ‫ر‬ِ‫ب‬ ‫وا‬ُ‫ر‬َ‫ف‬َ‫ك‬ َ‫ين‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ُ‫ل‬َ‫ث‬َ‫م‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ك‬ْ‫ت‬َّ‫د‬َ‫ت‬ْ‫ش‬‫ا‬ ٍ‫د‬‫ا‬َ‫م‬َ‫ر‬ِ‫الر‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫ح‬‫ي‬ ‫ال‬ ٍ‫ف‬ ِ‫اص‬َ‫ع‬ ٍ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ي‬‫وا‬ُ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬ َ‫ون‬ُ‫ر‬ِ‫د‬ْ‫ق‬َ‫ي‬َ‫ع‬َ‫و‬ُ‫ه‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ ٍ‫ء‬ْ‫َي‬‫ش‬ ‫ى‬َ‫ل‬ ُ‫د‬‫ي‬ِ‫ع‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ُ‫ل‬‫ال‬َّ‫ض‬‫ال‬ Artinya: “Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan . Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.” wajhul syabbah musyabbah musyabbah-bih Surat Ibrahim Ayat 18 Referensi: https://tafsirweb.com/4064-surat-ibrahim-ayat-18.html
  • 8.
    Dari contoh tersebutwajhul syabbahnya adalah “kesia-siaan”(tidak bermanfaat) dan alat tasybihnya menggunakan kata mitsil, Sedangkan musyabbah dan musyabbah-bihnya adalah amalan orang kafir dan abu
  • 9.
  • 10.
    Amtsal Musarrahah adalahamtsal yang didalamnya dijelaskan dengan lafaz matsal . Seperti firman Allah dalam surat Al-Baqarah :17 َ‫ف‬ ‫ا‬ً‫َار‬‫ن‬ َ‫د‬َ‫ق‬ ْ‫و‬َ‫ت‬ْ‫س‬‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ال‬ ِ‫ل‬َ‫ث‬َ‫م‬َ‫ك‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ل‬َ‫ث‬َ‫م‬َ‫ه‬َ‫ذ‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ْ‫و‬َ‫ح‬ ‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ت‬َ‫ء‬‫ا‬َ‫ض‬َ‫أ‬ ‫ا‬َّ‫م‬َ‫ل‬ُ َ‫اَلل‬ َ‫ب‬ ِ‫ْص‬‫ب‬ُ‫ي‬ ‫ال‬ ٍ‫ت‬‫ا‬َ‫م‬ُ‫ل‬ُ‫ظ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ك‬َ‫ر‬َ‫ت‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ ِ‫ور‬ُ‫ن‬ِ‫ب‬‫ون‬ُ‫ر‬ 1 Artinya: “Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.”
  • 11.
    ِ‫ه‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ل‬ْ‫ن‬ِ‫ي‬َ‫ب‬ُ‫ي‬ َ‫َّك‬‫ب‬َ‫ر‬ ‫َا‬‫ن‬َ‫ل‬ ُ‫ع‬ْ‫د‬‫ا‬ ‫وا‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ُ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬ ُ‫ه‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ي‬‫ال‬ ٌ‫ة‬َ‫ر‬َ‫ق‬ ْ‫ف‬‫ا‬َ‫ف‬ َ‫ك‬ِ‫ل‬َ‫ذ‬ َ‫ْن‬‫ي‬َ‫ب‬ ٌ‫ان‬ َ‫و‬َ‫ع‬ ٌ‫ر‬ْ‫ك‬ِ‫ب‬ ‫ال‬ َ‫و‬ ٌ‫ض‬ ِ‫ار‬َ‫ف‬َ‫ون‬ُ‫ر‬َ‫م‬ُْْ‫ت‬ ‫ا‬َ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ل‬َ‫ع‬ Amtsal Kaminah adalah amtsal yang di dalamnya tidak disebutkan dengan jelas lafaz tamtsil tetapi ia menunjukkan makna-makna yang indah, menarik, dalam kepadatan redaksinya dan mempunyai pengaruh tersendiri bila dipindahkan kepada yang serupa dengannya. Contoh pada al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 68 2 Artinya : Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu." Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu". (al-Baqarah : 68)
  • 12.
    ٌ‫َة‬‫ن‬‫ي‬ِ‫ه‬َ‫ر‬ ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫س‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬ِ‫ب‬ٍ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬ ُّ‫ل‬ُ‫ك‬ Amtsal Mursalah adalah kalimat-kalimat bebas yang tidak menggunakan lafaz tasybih secara jelas, tetapi kalimat- kalimat itu berlaku sebagai matsal. Contoh pada al-Qur’an surat al-Mudatstsir ayat 38 3 Artinya: ”Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.”
  • 13.
  • 14.
     Pengungkapan pengertianyang abstrak dengan bentuk yang kongkrit yang dapat ditangkap dengan indera manusia.  Dapat mengumpulkan makna yang indah, menarik dalam ungkapan yang singkat dan padat.  Mendorong giat beramal, melakukan hal-hal yangn menarik dalam Al-Qur’an.  Menghindarkan dari perbuatan tercela.  Memberikan kesempatan kepada setiap budaya dan juga bagi nalar para cendekiawan untuk menafsirkan dan mengaktualisasikan diri dalam wadah nilai-nilai universalnya.
  • 15.

Editor's Notes

  • #12 Ayat tersebut yang senada dengan suatu ungkapan “sebaik-baik perkara yang tidak berlebihan, adil, dan seimbang.” Yaitu seperti firman Allah diatas yang artinya : “Sapi betina yang tidak tua dan tidak muda, pertengahan di antara itu”