SUBTEMA 3
PEMBELAJARAN 5
SYARIFAH YM X WALADUN SHALIH
Upaya Bangsa Indonesia
Meningkatkan
Kesejahteraan Rakyat di
Awal Masa Kemerdekaan
Indonesia
Pada awal berdirinya Republik Indonesia,
keadaan ekonomi Indonesia sangat
buruk. Hal ini disebabkan oleh berbagai
hal, di antaranya harga barang-
barang mahal akibat inflasi dan
adanya blokade ekonomi oleh
Belanda (NICA).
Pada awal kemerdekaan,
pemerintah dan rakyat
Indonesia belum sempat
melakukan perbaikan
ekonomi secara baik. Baru
bulan Februari 1946,
pemerintah mulai
memprakarsai usaha untuk
memecahkan masalah-
masalah ekonomi yang
mendesak. Upaya-upaya
tersebut meliputi:
1. Pinjaman Nasional
Program Pinjaman Nasional ini
dilaksanakan oleh Menteri
Keuangan. lr. Surachman.
Pinjaman Nasional akan dibayar
kembali selama jangka waktu 40
tahun.
2. Konferensi Ekonomi
Konferensi ini dihadiri oleh para
cendekiawan, para gubernur, dan para
pejabat lainnya yang bertanggung jawab
langsung mengenai masalah ekonomi di
Jawa. Konferensi ini dipimpin oleh Menteri
Kemakmuran, Ir. Darmawan
Mangunkusumo.
Tujuan konferensi ini untuk memperoleh
kesepakatan yang bulat dalam
menanggulangi masalah-masalah ekonomi
yang mendesak, seperti masalah produksi
dan distribusi makanan, sandang, serta
status dan administrasi perkebunan.
3. Pembentukan Badan Perancang Ekonomi
Pembentukan Badan ini atas inisiatif Menteri Kemakmuran, dr. A.K.
Gani. Badan ini merupakan badan tetap yang bertugas membuat
rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu 2 sampai 3
tahun.
4. Rencana Kasimo (Kasimo Plan)
Program ini disusun oleh Menteri Urusan Bahan Makanan I.J. Kasimo.
Program ini berupa Rencana Produksi Tiga Tahun, 1948-1950
mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk
pelaksanaan yang praktis. Untuk meningkatkan produksi bahan
pangan dalam program ini, Kasimo menyarankan agar :
- menanami tanah-tanah kosong di Sumatra timur seluas 281.277
ha.;
- di Jawa dilakukan intensifikasi dengan menanam bibit unggul;
- pencegahan penyembelihan hewan-hewan yang berperan penting
bagi produksi pangan;
- di setiap desa dibentuk kebun-kebun bibit;
- transmigrasi.
5. Persatuan Tenaga
Ekonomi
Organisasi yang dipimpin B.R. Motik ini
bertujuan untuk menggiatkan kembali
partisipasi pengusaha swasta. Dengan
dibentuknya PTE juga diharapkan dapat dan
melenyapkan individualisasi di kalangan
organisasi pedagang sehingga dapat
memperkokoh ketahanan ekonomi bangsa
Indonesia.
5 Upaya-upaya yang
dilakukan pemerintah
dalam
memecahkan
masalah-masalah
ekonomi pada masa
setelah kemerdekaan
Kerjakan di buku latihan tema
TERIMA KASIH
SYARIFAH YM X WALADUN SHALIH

Ppt tema 2 subtema 3 pembelajaran 5

  • 1.
  • 2.
    Upaya Bangsa Indonesia Meningkatkan KesejahteraanRakyat di Awal Masa Kemerdekaan Indonesia Pada awal berdirinya Republik Indonesia, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya harga barang- barang mahal akibat inflasi dan adanya blokade ekonomi oleh Belanda (NICA).
  • 3.
    Pada awal kemerdekaan, pemerintahdan rakyat Indonesia belum sempat melakukan perbaikan ekonomi secara baik. Baru bulan Februari 1946, pemerintah mulai memprakarsai usaha untuk memecahkan masalah- masalah ekonomi yang mendesak. Upaya-upaya tersebut meliputi:
  • 4.
    1. Pinjaman Nasional ProgramPinjaman Nasional ini dilaksanakan oleh Menteri Keuangan. lr. Surachman. Pinjaman Nasional akan dibayar kembali selama jangka waktu 40 tahun.
  • 5.
    2. Konferensi Ekonomi Konferensiini dihadiri oleh para cendekiawan, para gubernur, dan para pejabat lainnya yang bertanggung jawab langsung mengenai masalah ekonomi di Jawa. Konferensi ini dipimpin oleh Menteri Kemakmuran, Ir. Darmawan Mangunkusumo. Tujuan konferensi ini untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, seperti masalah produksi dan distribusi makanan, sandang, serta status dan administrasi perkebunan.
  • 6.
    3. Pembentukan BadanPerancang Ekonomi Pembentukan Badan ini atas inisiatif Menteri Kemakmuran, dr. A.K. Gani. Badan ini merupakan badan tetap yang bertugas membuat rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu 2 sampai 3 tahun. 4. Rencana Kasimo (Kasimo Plan) Program ini disusun oleh Menteri Urusan Bahan Makanan I.J. Kasimo. Program ini berupa Rencana Produksi Tiga Tahun, 1948-1950 mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Untuk meningkatkan produksi bahan pangan dalam program ini, Kasimo menyarankan agar : - menanami tanah-tanah kosong di Sumatra timur seluas 281.277 ha.; - di Jawa dilakukan intensifikasi dengan menanam bibit unggul; - pencegahan penyembelihan hewan-hewan yang berperan penting bagi produksi pangan; - di setiap desa dibentuk kebun-kebun bibit; - transmigrasi.
  • 7.
    5. Persatuan Tenaga Ekonomi Organisasiyang dipimpin B.R. Motik ini bertujuan untuk menggiatkan kembali partisipasi pengusaha swasta. Dengan dibentuknya PTE juga diharapkan dapat dan melenyapkan individualisasi di kalangan organisasi pedagang sehingga dapat memperkokoh ketahanan ekonomi bangsa Indonesia.
  • 8.
    5 Upaya-upaya yang dilakukanpemerintah dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi pada masa setelah kemerdekaan
  • 9.
    Kerjakan di bukulatihan tema
  • 10.
    TERIMA KASIH SYARIFAH YMX WALADUN SHALIH