STATUS DAN PERAN SOSIAL
Nama : Lutfi Imansari
NIM : (122110101059)
1
Status dan Peran merupakan dua hal yang tidak
dapat dipisahkan, karena setiap status dijabarkan ke
dalam peran sosial yang dilakukan oleh individu.
Dikatakan pula bahwa dalam proses sosialisasi sebagian
besar dilakukan melalui belajar berperan. Hanya melalui
konsep peran kita dapat memahami individu sebagai
pelaku yang aktif sebagai makhluk sosial.
PENDAHULUAN
2
STATUS
yaitu suatu peringkat atau posisi seorang dalam
suatu kelompok, atau posisi suatu kelompok dalam
hubungannya dengan kelompok lainnya. (Horton P.B
dan Hunt C.L)
Definisi Status
3
Setiap individu selalu memiliki bebarapa status
(multiple status) dalam waktu yang bersamaan.
Berdasarkan cara mamperolehnya, status dapat
diperoleh melalui beberapa cara sebagai berikut :
•Ascribed status
merupakan status yang diperoleh secara langsung
tanpa perjuangan.
Misalnya : gelar kebangsawanan, biasanya jenis status
ini didapatkan sejar kelahiran.
4
•Assigned status
adalah status yang diperoleh karena seseorang tersebut
dianggap berjasa bagi masyarakat, bangsa dan Negara.
Misalnya : Penghargaan sebagai pahlawan, Nobel dan
sebagainya.
•Achieved status
merupakan status yang didapatkan melalui perjuangan
seseorang dalam suatu bidang tertentu.
Misalnya : Bidan, Perawat, Dokter, SKM.
5
PERAN
Definisi Peran
Merupakan tingkah laku individu yang
mementaskan suatu kedudukan tertentu. Dalam peranan
yang berhubungan dengan pekerjaannya, seseorang
diharapkan menjalankan kewajiban-kewajibannya yang
berhubungan dengan peranan yang dipegangnya. Melalui
belajar berperan, norma-norma kebudayaan dipelajari.
(Soerjono Soekanto, 1981)
6
Mampu mengatur perilaku seseorang. Orang yang
bersangkutan akan dapat menyesuaikan perilaku sendiri
dengan perilaku orang-orang di sekitarnya. Peran lebih
banyak menunjuk pada fungsi penyesuaian diri, dan
sebagai suatu proses.
Pengaruh Peran
7
Misalnya : Seorang dokter yang merawat mertuanya.
Di tempat perawatan, mertua tersebut adalah pasien
dokter maka harus patuh kepada dokter. Sedangkan di
rumah, dokter tersebut harus hormat dan patuh kepada
mertuanya
8
HUBUNGAN STATUS DAN PERAN
• Peran dan status tidak dapat dipisahkan, karena
peranan menggambarkan suatu pola perilaku yang
diharapkan dari seseorang yang mempunyai
status/kedudukan tertentu.
• Peran merupakan aspek yang bersifat dinamis dan
fungsional dari kedudukan
• “Perspektif masyarakat” berpendapat bahwa peranan
masing-masing individu ditentukan oleh norna-norma
didalam masyarakat, maksudnya tiap individu
diwajibkan menjalankan peranan yang diharapkan
oleh masyarakat.
9
•Seperti halnya status, peran juga bisa bersifat ganda.
Karena status ganda pada individu memungkinkan
individu juga memiliki peranan yang ganda juga, yang
masing-masing peran tersebut saling berhubungan dan
cocok. Inilah yang disebut dengan perangkat peran (role
set), yang meliputi suatu konstelasi berbagai peran yang
saling berkaitan yang beberapa diantaranya mungkin
memerlukan berbagai bentuk penyesuaian yang drastis.
10
Horton, Paul. B & Hunt, Chester. L. 1985. Sosiologi . Jakarta : Penerbit Erlangga.
Hal. 122
Sudarma, Momon. 2008. Sosiologi untuk Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika.
Waluya,Bagja.2007.Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat.Bandung: PT Setia
Purna Inves.
Soerjono Soekanto. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT. Raja Grafindo
Persada
Daftar Pustaka :
11
Terima Kasih… :*

PPT Peran dan Status Sosial

  • 1.
    STATUS DAN PERANSOSIAL Nama : Lutfi Imansari NIM : (122110101059) 1
  • 2.
    Status dan Peranmerupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena setiap status dijabarkan ke dalam peran sosial yang dilakukan oleh individu. Dikatakan pula bahwa dalam proses sosialisasi sebagian besar dilakukan melalui belajar berperan. Hanya melalui konsep peran kita dapat memahami individu sebagai pelaku yang aktif sebagai makhluk sosial. PENDAHULUAN 2
  • 3.
    STATUS yaitu suatu peringkatatau posisi seorang dalam suatu kelompok, atau posisi suatu kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lainnya. (Horton P.B dan Hunt C.L) Definisi Status 3
  • 4.
    Setiap individu selalumemiliki bebarapa status (multiple status) dalam waktu yang bersamaan. Berdasarkan cara mamperolehnya, status dapat diperoleh melalui beberapa cara sebagai berikut : •Ascribed status merupakan status yang diperoleh secara langsung tanpa perjuangan. Misalnya : gelar kebangsawanan, biasanya jenis status ini didapatkan sejar kelahiran. 4
  • 5.
    •Assigned status adalah statusyang diperoleh karena seseorang tersebut dianggap berjasa bagi masyarakat, bangsa dan Negara. Misalnya : Penghargaan sebagai pahlawan, Nobel dan sebagainya. •Achieved status merupakan status yang didapatkan melalui perjuangan seseorang dalam suatu bidang tertentu. Misalnya : Bidan, Perawat, Dokter, SKM. 5
  • 6.
    PERAN Definisi Peran Merupakan tingkahlaku individu yang mementaskan suatu kedudukan tertentu. Dalam peranan yang berhubungan dengan pekerjaannya, seseorang diharapkan menjalankan kewajiban-kewajibannya yang berhubungan dengan peranan yang dipegangnya. Melalui belajar berperan, norma-norma kebudayaan dipelajari. (Soerjono Soekanto, 1981) 6
  • 7.
    Mampu mengatur perilakuseseorang. Orang yang bersangkutan akan dapat menyesuaikan perilaku sendiri dengan perilaku orang-orang di sekitarnya. Peran lebih banyak menunjuk pada fungsi penyesuaian diri, dan sebagai suatu proses. Pengaruh Peran 7
  • 8.
    Misalnya : Seorangdokter yang merawat mertuanya. Di tempat perawatan, mertua tersebut adalah pasien dokter maka harus patuh kepada dokter. Sedangkan di rumah, dokter tersebut harus hormat dan patuh kepada mertuanya 8
  • 9.
    HUBUNGAN STATUS DANPERAN • Peran dan status tidak dapat dipisahkan, karena peranan menggambarkan suatu pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai status/kedudukan tertentu. • Peran merupakan aspek yang bersifat dinamis dan fungsional dari kedudukan • “Perspektif masyarakat” berpendapat bahwa peranan masing-masing individu ditentukan oleh norna-norma didalam masyarakat, maksudnya tiap individu diwajibkan menjalankan peranan yang diharapkan oleh masyarakat. 9
  • 10.
    •Seperti halnya status,peran juga bisa bersifat ganda. Karena status ganda pada individu memungkinkan individu juga memiliki peranan yang ganda juga, yang masing-masing peran tersebut saling berhubungan dan cocok. Inilah yang disebut dengan perangkat peran (role set), yang meliputi suatu konstelasi berbagai peran yang saling berkaitan yang beberapa diantaranya mungkin memerlukan berbagai bentuk penyesuaian yang drastis. 10
  • 11.
    Horton, Paul. B& Hunt, Chester. L. 1985. Sosiologi . Jakarta : Penerbit Erlangga. Hal. 122 Sudarma, Momon. 2008. Sosiologi untuk Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika. Waluya,Bagja.2007.Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat.Bandung: PT Setia Purna Inves. Soerjono Soekanto. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada Daftar Pustaka : 11
  • 12.