Tumbuhan Jati
(Tectona grandis)
Kelompok : B
Nama Anggota : Rizqia Ananda Puteri (1906103010095)
Alvy Ryzqa Adhya (1906103010075)
Sherina Syahril (1906103010074)
Yowanda Firdausi (1906103010102)
Deskripsi
Akar, batang, daun, bunga dan
buah.
Habitat tumbuhan
Jati
Distribusi
Indonesia dan mancanegara Manfaat dan
Nilai Harga
Materi Ajar
1
3
2
4
1. Akar
Sistem perakaran tanaman jati yaitu akar tunggang dan
mempunyai cabang akar serabut. Pertumbuhan akar tunggang secara
vertikal, berukuran besar sebagai penopang pohon supaya tidak mudah
roboh, serta memiliki cabang akar serabut yang berfungsi mencari unsur
hara dan sumber air.
A. Deskripsi Tumbuhan Jati
Akar Jati
2. Batang
Umumnya bentuk batang jati silinder, dan tumbuh secara vertikal.
Permukaan batang jati ini halus, beberapa memiliki corak alami, keras dan
tebal.
Memiliki warna coklat atau abu-abu, keputihan dan ada
kehitaman. Ciri batang jati yaitu semua batangnya memiliki serat/urat
memanjang, sehingga ketika diolah sebagai produk jadi, serat/ urat ini
menjadi motif yang unik, sehingga kesan yang didapatkan natural dan
berekonomi tinggi.
Batang Jati
3. Daun
Bentuk daun tanaman jati bulat dengan ujung meruncing,
struktur pertulangan daunnya menyirip. Pada bagian permukaan atas
daun jati halus, untuk bagian belakang daun jati terasa kasap,
bergerigi. Ukuran daun dengan panjang 13-75 cm dan lebar 10-40 cm.
Daun Jati
4. Bunga
Bunga jati terbentuk dalam malai bunga (inflorence) yang
tumbuh di ujung atau tepi cabang daun. Ukuran panjang malai
sekitar 60-90 cm dan lebar sekitar 10-30 cm.
Pertumbuhan bunga jati umumnya terjadi pada bulan juni
sampai agustus tiap tahunnya, berwarna putih dan berkelamin
ganda dari benang sari (jantan) dan putik (betina) yang tergabung
dalam satu tandan besar.
Bunga Jati
5. Buah
Buah tanaman jati yaitu keras, terbungkus dengan kulit berdaging
dan lunak, ukuran buah sekitar 5-20 mm. Penampakan buah jati memiliki 3
lapisan, berkulit tipis yang terbentuk dari kelopak bunga, lapisan tengah tebal
dan lapisan terakhir keras dan terbagi menjadi 4 ruang biji.
Buah Jati
Klasifikasi Ilmiah Tumbuhan Jati
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Tectona
Spesies : Tectona grandis
B. Habitat
Pohon jati cocok tumbuh di kawasan iklim tropis di Indonesia. Iklim tropis
yang memiliki kondisi dan cuaca dengan curah 1200 hingga 1300 mm per tahun dan
kelembaban 60% hingga 80% sangat mendukung bagi pertumbuhan jati.
Ketinggian ideal bagi pertumbuhan jati ialah 700 mdpl. Tanah yang sesuai
bagi tanaman jati adalah tanah berkadar pH 6-8, aerasi yang baik, serta mengandung
kapur dan fosfor, seperti jenis tanah lempung, lempung berpasir, dan liat berpasir. Di
Indonesia, pohon jati umumnya tumbuh subur di hutan dataran rendah, hutan
dataran tinggi, hutan pegunungan, hutan tanaman industri, lahan kering tidak
produktif, lahan basah tidak produktif, dan lahan perkebunan.
Jati dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 1 500 –
2 000 mm/tahun dan suhu 27 – 36 °C baik di dataran rendah
maupun dataran tinggi. Tempat yang paling baik untuk
pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH 4.5 – 7 dan tidak
dibanjiri dengan air.
Jati menyebar luas mulai dari India, Myanmar, Laos,
Kamboja, Thailand, Indochina, sampai ke Jawa. Jati tumbuh di
hutan-hutan gugur, yang menggugurkan daun di musim kemarau.
C. Distribusi
Menurut sejumlah ahli botani, jati
merupakan spesies asli di Burma, yang kemudian
menyebar ke Semenanjung India, Muangthai,
Filipina, dan Jawa. Sebagian ahli botani lain
menganggap jati adalah spesies asli di Burma,
India, Muangthai, dan Laos. Sekitar 70%
kebutuhan jati dunia pada saat ini dipasok oleh
Burma. Sisa kebutuhan itu dipasok oleh India,
Thailand, Jawa, Srilangka, dan Vietnam. Namun,
pasokan dunia dari hutan jati alami satu-satunya
berasal dari Burma. Lainnya berasal dari hasil
hutan tanaman jati.
Jati paling banyak tersebar di
Asia. Selain di keempat negara
asal jati dan Indonesia, jati
dikembangkan sebagai hutan
tanaman di Srilangka (sejak 1680),
Tiongkok (awal abad ke-19),
Bangladesh (1871),
Vietnam (awal abad ke-20), dan
Malaysia (1909).
Sebaran Hutan Jati di Indonesia
Di Indonesia sendiri, selain di Jawa dan Muna, jati juga dikembangkan di
Bali dan Nusa Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, ada upaya untuk
mengembangkan jati di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Hasilnya
kurang menggembirakan. Jati mati setelah berusia dua atau tiga tahun.
Masalahnya, tanah di kedua tempat ini sangat asam.
Jati sendiri adalah jenis yang membutuhkan zat kalsium dalam jumlah
besar, juga zat fosfor. Selain itu, jati membutuhkan cahaya matahari yang
berlimpah. Sekarang, di luar Jawa, kita dapat menemukan hutan jati secara
terbatas di beberapa tempat di Pulau Sulawesi, Pulau Muna, daerah Bima di
Pulau Sumbawa, dan Pulau Buru. Jati berkembang juga di daerah Lampung di
Pulau Sumatera.
Pada 1817, Raffles mencatat jika hutan jati
tidak ditemukan di Semenanjung Malaya atau
Sumatera atau pulau-pulau berdekatan. Jati
hanya tumbuh subur di Jawa dan sejumlah
pulau kecil di sebelah timurnya, yaitu Madura,
Bali, dan Sumbawa. Perbukitan di bagian timur
laut Bima di Sumbawa penuh tertutup oleh jati
pada saat itu.
for information…
D. Manfaat Kayu Jati
Sifat kayu jati yang kuat, awet, dan stabil cocok digunakan
sebagai bahan pembuatan perkakas rumah tangga, seperti meja, kursi,
almari, kusen, berbagai macam ukiran dan sebagainya.
Masyarakat Jawa telah memanfaatkan kayu jati sejak dahulu,
hal ini dapat dilihat dari rumah-rumah tradisional Joglo yang
menggunakan kayu jati untuk struktur tiang, rangka, atap, serta dinding
rumah.
Kayu jati juga dapat diolah menjadi veneer untuk melapis permukaan
kayu lapis, serta parquet atau penutup lantai. Bagian ranting pohon jati dapat
digunakan sebagai kayu bagar kelas I karena menghasilkan panas yang tinggi.
Penggunaan kayu jati juga digunakan pada konstruksi jembatan, bantalan rel kereta,
serta kapal laut pada masa lampau.
Bagian daun jati hingga saat ini masih dimanfaatkan untuk membungkus
makanan, seperti nasi jamblang dan nasi pecel. Kelebihan dari makanan yang
dibungkus dengan daun jati adalah aroma khas jati yang ikut berbaur dengan
makanan. Selain itu, daun jati juga digunakan oleh masyarakat Yogyakarta untuk
pewarna gudeg.
Berdasarkan penelitian dengan meminum teh daun jati dapat menurunkan
berat badan secara herbal, menurunkan kolesterol jahat, menurunkan tingakat risiko
penyakit jantung dan kanker, membantu mencegah diabetes, hipertensi.
Fungsi pohon jati bagi lingkungan adalah sebagai penyangga ekosistem.
Tajuk pohon dapat menyerap zat – zat polutan serta cahaya berlebihan, sirkulasi
yang dilakukan pohon jati dari CO2 menjadi O2 secara berulang-ulang membuat iklim
udara di sekitar hutan menjadi stabil, serta akar pohon jati yang menghujam kedalam
tanah dan menyebar berguna sebagai penyuburan tanah, membuat penggemburan
tanah sebagai pintu masuk cahaya dari luar menuju kedalam tanah.
Nilai Jual Tumbuhan Jati
Budidaya jati merupakan peluang emas untuk bangsa
Indonesia yang berada di negara agraris untuk
meningkatkan devisa negara. Karena pohon jati hanya
mampu berkembang di daerah agraris yang pergantian
antara musim hujan dan musim panas sangat jelas. Dengan
demikian pesaing untuk memenuhi permintaan pasar
dalam dan luar negeri sangat sedikit. Maka peningkatan
investasi budidaya jati sungguh menjanjikan keuntungan
yang besar.

ppt Klp 2_kayu jati.pptx

  • 1.
    Tumbuhan Jati (Tectona grandis) Kelompok: B Nama Anggota : Rizqia Ananda Puteri (1906103010095) Alvy Ryzqa Adhya (1906103010075) Sherina Syahril (1906103010074) Yowanda Firdausi (1906103010102)
  • 2.
    Deskripsi Akar, batang, daun,bunga dan buah. Habitat tumbuhan Jati Distribusi Indonesia dan mancanegara Manfaat dan Nilai Harga Materi Ajar 1 3 2 4
  • 3.
    1. Akar Sistem perakarantanaman jati yaitu akar tunggang dan mempunyai cabang akar serabut. Pertumbuhan akar tunggang secara vertikal, berukuran besar sebagai penopang pohon supaya tidak mudah roboh, serta memiliki cabang akar serabut yang berfungsi mencari unsur hara dan sumber air. A. Deskripsi Tumbuhan Jati
  • 4.
  • 5.
    2. Batang Umumnya bentukbatang jati silinder, dan tumbuh secara vertikal. Permukaan batang jati ini halus, beberapa memiliki corak alami, keras dan tebal. Memiliki warna coklat atau abu-abu, keputihan dan ada kehitaman. Ciri batang jati yaitu semua batangnya memiliki serat/urat memanjang, sehingga ketika diolah sebagai produk jadi, serat/ urat ini menjadi motif yang unik, sehingga kesan yang didapatkan natural dan berekonomi tinggi.
  • 6.
  • 7.
    3. Daun Bentuk dauntanaman jati bulat dengan ujung meruncing, struktur pertulangan daunnya menyirip. Pada bagian permukaan atas daun jati halus, untuk bagian belakang daun jati terasa kasap, bergerigi. Ukuran daun dengan panjang 13-75 cm dan lebar 10-40 cm.
  • 8.
  • 9.
    4. Bunga Bunga jatiterbentuk dalam malai bunga (inflorence) yang tumbuh di ujung atau tepi cabang daun. Ukuran panjang malai sekitar 60-90 cm dan lebar sekitar 10-30 cm. Pertumbuhan bunga jati umumnya terjadi pada bulan juni sampai agustus tiap tahunnya, berwarna putih dan berkelamin ganda dari benang sari (jantan) dan putik (betina) yang tergabung dalam satu tandan besar.
  • 10.
  • 11.
    5. Buah Buah tanamanjati yaitu keras, terbungkus dengan kulit berdaging dan lunak, ukuran buah sekitar 5-20 mm. Penampakan buah jati memiliki 3 lapisan, berkulit tipis yang terbentuk dari kelopak bunga, lapisan tengah tebal dan lapisan terakhir keras dan terbagi menjadi 4 ruang biji.
  • 12.
  • 13.
    Klasifikasi Ilmiah TumbuhanJati Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Lamiales Famili : Lamiaceae Genus : Tectona Spesies : Tectona grandis
  • 14.
    B. Habitat Pohon jaticocok tumbuh di kawasan iklim tropis di Indonesia. Iklim tropis yang memiliki kondisi dan cuaca dengan curah 1200 hingga 1300 mm per tahun dan kelembaban 60% hingga 80% sangat mendukung bagi pertumbuhan jati. Ketinggian ideal bagi pertumbuhan jati ialah 700 mdpl. Tanah yang sesuai bagi tanaman jati adalah tanah berkadar pH 6-8, aerasi yang baik, serta mengandung kapur dan fosfor, seperti jenis tanah lempung, lempung berpasir, dan liat berpasir. Di Indonesia, pohon jati umumnya tumbuh subur di hutan dataran rendah, hutan dataran tinggi, hutan pegunungan, hutan tanaman industri, lahan kering tidak produktif, lahan basah tidak produktif, dan lahan perkebunan.
  • 15.
    Jati dapat tumbuhdi daerah dengan curah hujan 1 500 – 2 000 mm/tahun dan suhu 27 – 36 °C baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Tempat yang paling baik untuk pertumbuhan jati adalah tanah dengan pH 4.5 – 7 dan tidak dibanjiri dengan air. Jati menyebar luas mulai dari India, Myanmar, Laos, Kamboja, Thailand, Indochina, sampai ke Jawa. Jati tumbuh di hutan-hutan gugur, yang menggugurkan daun di musim kemarau.
  • 16.
    C. Distribusi Menurut sejumlahahli botani, jati merupakan spesies asli di Burma, yang kemudian menyebar ke Semenanjung India, Muangthai, Filipina, dan Jawa. Sebagian ahli botani lain menganggap jati adalah spesies asli di Burma, India, Muangthai, dan Laos. Sekitar 70% kebutuhan jati dunia pada saat ini dipasok oleh Burma. Sisa kebutuhan itu dipasok oleh India, Thailand, Jawa, Srilangka, dan Vietnam. Namun, pasokan dunia dari hutan jati alami satu-satunya berasal dari Burma. Lainnya berasal dari hasil hutan tanaman jati. Jati paling banyak tersebar di Asia. Selain di keempat negara asal jati dan Indonesia, jati dikembangkan sebagai hutan tanaman di Srilangka (sejak 1680), Tiongkok (awal abad ke-19), Bangladesh (1871), Vietnam (awal abad ke-20), dan Malaysia (1909).
  • 17.
    Sebaran Hutan Jatidi Indonesia Di Indonesia sendiri, selain di Jawa dan Muna, jati juga dikembangkan di Bali dan Nusa Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, ada upaya untuk mengembangkan jati di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Hasilnya kurang menggembirakan. Jati mati setelah berusia dua atau tiga tahun. Masalahnya, tanah di kedua tempat ini sangat asam. Jati sendiri adalah jenis yang membutuhkan zat kalsium dalam jumlah besar, juga zat fosfor. Selain itu, jati membutuhkan cahaya matahari yang berlimpah. Sekarang, di luar Jawa, kita dapat menemukan hutan jati secara terbatas di beberapa tempat di Pulau Sulawesi, Pulau Muna, daerah Bima di Pulau Sumbawa, dan Pulau Buru. Jati berkembang juga di daerah Lampung di Pulau Sumatera.
  • 18.
    Pada 1817, Rafflesmencatat jika hutan jati tidak ditemukan di Semenanjung Malaya atau Sumatera atau pulau-pulau berdekatan. Jati hanya tumbuh subur di Jawa dan sejumlah pulau kecil di sebelah timurnya, yaitu Madura, Bali, dan Sumbawa. Perbukitan di bagian timur laut Bima di Sumbawa penuh tertutup oleh jati pada saat itu. for information…
  • 19.
    D. Manfaat KayuJati Sifat kayu jati yang kuat, awet, dan stabil cocok digunakan sebagai bahan pembuatan perkakas rumah tangga, seperti meja, kursi, almari, kusen, berbagai macam ukiran dan sebagainya. Masyarakat Jawa telah memanfaatkan kayu jati sejak dahulu, hal ini dapat dilihat dari rumah-rumah tradisional Joglo yang menggunakan kayu jati untuk struktur tiang, rangka, atap, serta dinding rumah.
  • 20.
    Kayu jati jugadapat diolah menjadi veneer untuk melapis permukaan kayu lapis, serta parquet atau penutup lantai. Bagian ranting pohon jati dapat digunakan sebagai kayu bagar kelas I karena menghasilkan panas yang tinggi. Penggunaan kayu jati juga digunakan pada konstruksi jembatan, bantalan rel kereta, serta kapal laut pada masa lampau. Bagian daun jati hingga saat ini masih dimanfaatkan untuk membungkus makanan, seperti nasi jamblang dan nasi pecel. Kelebihan dari makanan yang dibungkus dengan daun jati adalah aroma khas jati yang ikut berbaur dengan makanan. Selain itu, daun jati juga digunakan oleh masyarakat Yogyakarta untuk pewarna gudeg.
  • 21.
    Berdasarkan penelitian denganmeminum teh daun jati dapat menurunkan berat badan secara herbal, menurunkan kolesterol jahat, menurunkan tingakat risiko penyakit jantung dan kanker, membantu mencegah diabetes, hipertensi. Fungsi pohon jati bagi lingkungan adalah sebagai penyangga ekosistem. Tajuk pohon dapat menyerap zat – zat polutan serta cahaya berlebihan, sirkulasi yang dilakukan pohon jati dari CO2 menjadi O2 secara berulang-ulang membuat iklim udara di sekitar hutan menjadi stabil, serta akar pohon jati yang menghujam kedalam tanah dan menyebar berguna sebagai penyuburan tanah, membuat penggemburan tanah sebagai pintu masuk cahaya dari luar menuju kedalam tanah.
  • 22.
    Nilai Jual TumbuhanJati Budidaya jati merupakan peluang emas untuk bangsa Indonesia yang berada di negara agraris untuk meningkatkan devisa negara. Karena pohon jati hanya mampu berkembang di daerah agraris yang pergantian antara musim hujan dan musim panas sangat jelas. Dengan demikian pesaing untuk memenuhi permintaan pasar dalam dan luar negeri sangat sedikit. Maka peningkatan investasi budidaya jati sungguh menjanjikan keuntungan yang besar.