Pembentukan Tanah
(pedosfer)
Oleh : Chintya Mutiara Dewi, S.Pd.
Jenis Tanah Gambut Jenis Tanah Pasir
Faktor yang mempengaruhi proses pembentukan
tanah antara lain :
Faktor-Faktor
Pembentuk Tanah
1. Iklim
Meliputi suhu dan curah
hujan. Suhu berpengaruh
terhadap proses pelapukan
bahan induk. Curah hujan
berpengaruh terhadap
kekuatan erosi dan
pencucian tanah.
2. Organisme
Berperan terhadap
pembentukan tanah
secara biologis. Aktivitas
organisme
mendekomposisi bahan
organik tanah seperti
serasah daun dan ranting.
3. Bahan Induk
Bahan utama
pembentuk tanah
yaitu batuan (beku,
sedimen, metamorf)
4. Topografi dan Relief
Tinggi redahnya
permukaan bumi
mempengaruhi tingkat
erosi tanah oleh tenaga
air.
5. Waktu
Waktu menentukan
perkembangan tanah yang
ditunjukkan oleh ketebalan
tanah. Berdasar waktu
perkembagan tanah dapat
diklasifikasikan menjadi :
Tanah muda, tanah tua, dan
tanah deasa
SIFAT-SIFAT TANAH
1. Sifat fisik tanah
• Tekstur tanah : kasar halusnya tanah (debu,
lempung, pasir)
• Struktur tanah : ikatan butir-butir tanah
dalam berbagai bentuk, ukuran dan
kemantapan
• Warna tanah : menunjukkan sifat tanah,
semakin gelap semakin semakin tinggi
kandungan bahan organik
• Suhu tanah : memengaruhi kegiatan
mikrobiologi dan perkecambahan biji
tanaman
• Permaebilitas tanah : kemampuan tanah
untuk meloloskan air
• Porositas tanah : perbandingan pori2 tanah
dan volume massa tanah (%)
• Dranaise tanah : kemampuan tanah
mengalirkan dan meresapkan kelebihan air
didalam tanah dan permukaan tanah.
Sifat-sifat tanah
2. Sifat Kimia Tanah
• Bahan organik ; sisa tanaman dan hewan,
pupuk kandang, kompos dll.
• Unsur hara ; dimanfaatkan tanaman sbg
makanan (nutrisi)
• pH tanah ; tingkat keasaman tanah.
Normalnya 6,6 – 7,5
3. Sifat Biologi Tanah
Masa tanah tersusun atas zat padat, cair dan
gas.
Komposisi
tanah Bahan Mineral : berasal
dari pelapukan secara
mekanis dan diteruskan
proses kimia hingga
membentuk mineral
pembentuk tanah
Bahan Organik : berasal dari
sisa tanaman yang mengalami
pelapukan termasuk
mikroorganisme dan hewan
Udara : udara yang
terdapat dalam tanah
akan selalu tetap
termasuk
kelembapannya
Air Tanah :
terdapat dalam
tanah dan dapat
tertahan
didalamnya
Profil
Tanah Horizon O, merupakan lapisan
permukaan, banyak akar tanaman dan
jasad renik tanah. Berwarna gelap dan
kaya akan humus
Horizon A /Top Soil merupakan horison
di permukaan yang tersusun oleh
campuran bahan organik dan bahan
mineral. Lapisan ini merupakan zona
perakaran dan berkembang organisme
Horison B / Lapisan bawah tanah;
mengandung sedikit bahan organik ,
merupakan zona pengendapan partikel
tanah yang tercuci dari horizon A
Horison C, Regolith ; zona terjadinya
pelapukan bahan induk tanah
Batuan induk tanah / Horizon (R)
merupakan bagian terdalam dari tanah
dan masih berupa batuan (padas asli).
Top Soil
Lapisan bawah
tanah
Regolith
Batuan Induk
Untuk memahami lebih lanjut mengenai jenis-jenis tanah yang
ada di lingkungan silahkan cari berbagai jenis tanah berikut :
cari Karakteristik tanah (ciri-ciri) dan Manfaat tanah bagi
kehidupan
No Nama Jenis Tanah
1. Anisa, Zia, dan Jawata Aluvial
2. Ayunda, dan Benny Vulkanis
3. Davina dan Risky Laterit
4. Desti dan Rayhan Pedzolik
5. Farel dan Prabu Humus
6.
7.
8.
9.
Elisa dan Najma
Khadijah dan Nabeel
Adli dan Rasya
Mahkota dan Silva
Andosol
Grumosol
Organosol
Regosol
Jenis-Jenis Tanah
1) Tanah Alluvial
Tanah yang berasal dari sedimen lumpur yang dibawa
oleh air sungai. Tanah ini merupakan hasil erosi yang
kemudian diendapkan bersama dengan lumpur sungai.
Ciri khas dari tanah alluvial adalah memiliki warna yang
kelabu dan sifatnya subur.
2) Tanah Vulkanis
Tanah vulkanis merupakan tanah yang berasal dari abu
gunung api atau vulkanis atau material letusan gunung
api yang sudah mengalami pelapukan. Tanah vulkanis
mengandung banyak unsur hara sehingga sifatnya
sangat subur.
3) Tanah Humus
Jenis tanah yang muncul akibat tumbuh-tumbuhan yang
membusuk. Berbagai tumbuhan yang membusuk ini
membuat tanah humus mengandung unsur hara yang
tinggi. Artinya, tanah ini pun bersifat sangat subur.
Jawa, Sumatra, Bali, Lombok
Lampung, Jawa Tengah bagian selatan,
Kalimantan Selatan dan Sulawesi
Tenggara
Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera,
Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan,
Sulawesi dan Papua bagian selatan
Jenis-Jenis
Tanah
4) Tanah Organosol/Gambut
Tanah organosol juga sering dikenal dengan sebutan
tanah gambut. Tanah ini terbentuk dari proses
pelapukan bahan -bahan organik, seperti dari sisa
pembusukan tanaman rawa. Pembusukan bahan
organik yang terjadi pada tanaman ini terjadi kurang
sempurna karena selalu tergenang air.
5) Tanah Podzolik Merah Kuning
Tanah yang proses pembentukannya dipengaruhi oleh
curah hujan yang tinggi serta suhu yang rendah. Ciri
khas tanah podzolik adalah kandungan unsur haranya
yang sedikit, bersifat basa jika terkena air, mengandung
kuarsa, bersifat tidak subur serta memiliki warna merah
sampai kuning.
6) Tanah Kapur
Tanah kapur merupakan jenis tanah di Indonesia yang
berasal dari batuan kapur. Tanah kapur bersifat tidak
subur. Meski demikian, tanah ini masih bisa ditanami
tanaman seperti pohon jati.
Kalimantan, Sumatera Selatan,
Riau, Jambi, dan Papua bagian
selatan
Kalimantan Tengah, Sumatera Utara,
Papua
Jawa barat, Yogyakarta, Jawa
tengah, NTT
Jenis-Jenis
Tanah
7) Tanah Pasir
Tanah pasar merupakan tanah yang hanya memiliki
kadar air sangat sedikit dan sangat miskin unsur hara.
Tanah pasit berasal dari batuan pasir yang telah
melapuk. Tanah ini banyak ditemukan di wilayah -
wilayah pantai yang disebut sand dune atau bukit pasir.
8) Tanah Laterit
Tanah laterit merupakan jenis tanah yang sifatnya tidak
subur, atau bahkan dapat dikatakan sudah hilang
kesuburannya. Ini karena dalam tanah laterit, banyak
terkandung zat besi dan alumunium. Kandungan unsur
hara dalam tanah ini sudah hilang karena terlarut oleh
curah hujan yang tinggi.
9) Tanah Litosol
Tanah litosol merupakan jenis tanah yang terbentuk dari
proses pelapukan batuan beku dan sedimen. Tanah
litosol memiliki ciri khas butiran kasar berupa kerikil.
Tanah ini sangat miskin unsur hara sehingga tidak subur
dan kurang baik untuk pertanian.
Hampir seluruh wilayah di
Indonesia
Kalimantan Barat, Lampung,
Banten, Sulawesi Tenggara
Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura,
Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi
dan Sumatera
Macam-macam
konservasi tanah
1. Metode Vegetatif
Metode ini merupakan upaya
konservasi tanah dengan cara
menanam vegetasi di atas
tanah dengan teknik tertentu.
Metode ini efektif dalam
mengontrol laju erosi,
diantarnya adalah:
2. Metode Mekanik
Pengelolaan lahan dengan
menggunakan sarana fisik
seperti tanah dan batu
sebagai sarana konservasi
tanahnya. Tujuannya
untuk memperlambat
erosi
3. Metode Kimiawi
Metode konservasi tanah
secara kimia adalah metode
konservasi yang
memanfaatkan bahan kimia
sebagai sarana pencegahan
dan penanggulangan erosi
pada tanah.
1. Strip Cropping, adalah penanaman
berjalur tegak lurus terhadap aliran
air atau arah angin.
2. Contour Strip Cropping, adalah
penanaman berjalur sejajar dengan
garis kontur guna mengurangi dan
menahan kecepatan aliran air.
3. Bufering, merupakan penutupan
lahan yang memiliki kemiringan
curam dengan tanaman keras untuk
menghambat laju air.
4. Windbreaks, adalah penanaman
dengan vegetasi secara permanen
guna melindungi tanah dari terpaan
air.
5. Crop Rotation, merupakan metode
menanam lebih dari satu jenis
vegetasi dalam satu tahun untuk
mencegah kerusakan tanah.
1. Contour tillage, merupakan
pengolahan tanah sejajar dengan garis
kontur dan membentuk igir-igir kecil
yang memperlambat aliran air dan
memperbesar infiltrasi air.
2. Terasering, merupakan pembautan
teras-teras pada lahan miring guna
mengurangi sudut lahan sehingga erosi
bisa dimimalisir. Cara ini biasa dilakukan
petani-petani di Indonesia.
3. Guludan, merupakan pembuatan
gundukan tanah (menggunung) agar air
bisa mengalir searah dengan garis
kontur.
4. Cekdam, merupakan kegiatan
membendung aliran air melalui parit
sehingga material yang ter-erosi bisa
tertahan dan terendapkan.
1. Pemanfaatan soil conditioner /
bahan penguat tanah dalam hal
memperbaiki struktur tanah agar
tanah tetap resistant terhadap erosi.
2. Penggunaan pupuk organik seperti
kompos kedalam tanah agar lebih
subur

PPT Geografi X Bab 4 Tanah Pedosfer.pptx

  • 1.
    Pembentukan Tanah (pedosfer) Oleh :Chintya Mutiara Dewi, S.Pd.
  • 2.
    Jenis Tanah GambutJenis Tanah Pasir
  • 3.
    Faktor yang mempengaruhiproses pembentukan tanah antara lain :
  • 4.
    Faktor-Faktor Pembentuk Tanah 1. Iklim Meliputisuhu dan curah hujan. Suhu berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk. Curah hujan berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah. 2. Organisme Berperan terhadap pembentukan tanah secara biologis. Aktivitas organisme mendekomposisi bahan organik tanah seperti serasah daun dan ranting. 3. Bahan Induk Bahan utama pembentuk tanah yaitu batuan (beku, sedimen, metamorf) 4. Topografi dan Relief Tinggi redahnya permukaan bumi mempengaruhi tingkat erosi tanah oleh tenaga air. 5. Waktu Waktu menentukan perkembangan tanah yang ditunjukkan oleh ketebalan tanah. Berdasar waktu perkembagan tanah dapat diklasifikasikan menjadi : Tanah muda, tanah tua, dan tanah deasa
  • 5.
    SIFAT-SIFAT TANAH 1. Sifatfisik tanah • Tekstur tanah : kasar halusnya tanah (debu, lempung, pasir) • Struktur tanah : ikatan butir-butir tanah dalam berbagai bentuk, ukuran dan kemantapan • Warna tanah : menunjukkan sifat tanah, semakin gelap semakin semakin tinggi kandungan bahan organik • Suhu tanah : memengaruhi kegiatan mikrobiologi dan perkecambahan biji tanaman • Permaebilitas tanah : kemampuan tanah untuk meloloskan air • Porositas tanah : perbandingan pori2 tanah dan volume massa tanah (%) • Dranaise tanah : kemampuan tanah mengalirkan dan meresapkan kelebihan air didalam tanah dan permukaan tanah.
  • 6.
    Sifat-sifat tanah 2. SifatKimia Tanah • Bahan organik ; sisa tanaman dan hewan, pupuk kandang, kompos dll. • Unsur hara ; dimanfaatkan tanaman sbg makanan (nutrisi) • pH tanah ; tingkat keasaman tanah. Normalnya 6,6 – 7,5 3. Sifat Biologi Tanah Masa tanah tersusun atas zat padat, cair dan gas.
  • 7.
    Komposisi tanah Bahan Mineral: berasal dari pelapukan secara mekanis dan diteruskan proses kimia hingga membentuk mineral pembentuk tanah Bahan Organik : berasal dari sisa tanaman yang mengalami pelapukan termasuk mikroorganisme dan hewan Udara : udara yang terdapat dalam tanah akan selalu tetap termasuk kelembapannya Air Tanah : terdapat dalam tanah dan dapat tertahan didalamnya
  • 8.
    Profil Tanah Horizon O,merupakan lapisan permukaan, banyak akar tanaman dan jasad renik tanah. Berwarna gelap dan kaya akan humus Horizon A /Top Soil merupakan horison di permukaan yang tersusun oleh campuran bahan organik dan bahan mineral. Lapisan ini merupakan zona perakaran dan berkembang organisme Horison B / Lapisan bawah tanah; mengandung sedikit bahan organik , merupakan zona pengendapan partikel tanah yang tercuci dari horizon A Horison C, Regolith ; zona terjadinya pelapukan bahan induk tanah Batuan induk tanah / Horizon (R) merupakan bagian terdalam dari tanah dan masih berupa batuan (padas asli). Top Soil Lapisan bawah tanah Regolith Batuan Induk
  • 9.
    Untuk memahami lebihlanjut mengenai jenis-jenis tanah yang ada di lingkungan silahkan cari berbagai jenis tanah berikut : cari Karakteristik tanah (ciri-ciri) dan Manfaat tanah bagi kehidupan No Nama Jenis Tanah 1. Anisa, Zia, dan Jawata Aluvial 2. Ayunda, dan Benny Vulkanis 3. Davina dan Risky Laterit 4. Desti dan Rayhan Pedzolik 5. Farel dan Prabu Humus 6. 7. 8. 9. Elisa dan Najma Khadijah dan Nabeel Adli dan Rasya Mahkota dan Silva Andosol Grumosol Organosol Regosol
  • 10.
    Jenis-Jenis Tanah 1) TanahAlluvial Tanah yang berasal dari sedimen lumpur yang dibawa oleh air sungai. Tanah ini merupakan hasil erosi yang kemudian diendapkan bersama dengan lumpur sungai. Ciri khas dari tanah alluvial adalah memiliki warna yang kelabu dan sifatnya subur. 2) Tanah Vulkanis Tanah vulkanis merupakan tanah yang berasal dari abu gunung api atau vulkanis atau material letusan gunung api yang sudah mengalami pelapukan. Tanah vulkanis mengandung banyak unsur hara sehingga sifatnya sangat subur. 3) Tanah Humus Jenis tanah yang muncul akibat tumbuh-tumbuhan yang membusuk. Berbagai tumbuhan yang membusuk ini membuat tanah humus mengandung unsur hara yang tinggi. Artinya, tanah ini pun bersifat sangat subur. Jawa, Sumatra, Bali, Lombok Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan
  • 11.
    Jenis-Jenis Tanah 4) Tanah Organosol/Gambut Tanahorganosol juga sering dikenal dengan sebutan tanah gambut. Tanah ini terbentuk dari proses pelapukan bahan -bahan organik, seperti dari sisa pembusukan tanaman rawa. Pembusukan bahan organik yang terjadi pada tanaman ini terjadi kurang sempurna karena selalu tergenang air. 5) Tanah Podzolik Merah Kuning Tanah yang proses pembentukannya dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi serta suhu yang rendah. Ciri khas tanah podzolik adalah kandungan unsur haranya yang sedikit, bersifat basa jika terkena air, mengandung kuarsa, bersifat tidak subur serta memiliki warna merah sampai kuning. 6) Tanah Kapur Tanah kapur merupakan jenis tanah di Indonesia yang berasal dari batuan kapur. Tanah kapur bersifat tidak subur. Meski demikian, tanah ini masih bisa ditanami tanaman seperti pohon jati. Kalimantan, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, dan Papua bagian selatan Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua Jawa barat, Yogyakarta, Jawa tengah, NTT
  • 12.
    Jenis-Jenis Tanah 7) Tanah Pasir Tanahpasar merupakan tanah yang hanya memiliki kadar air sangat sedikit dan sangat miskin unsur hara. Tanah pasit berasal dari batuan pasir yang telah melapuk. Tanah ini banyak ditemukan di wilayah - wilayah pantai yang disebut sand dune atau bukit pasir. 8) Tanah Laterit Tanah laterit merupakan jenis tanah yang sifatnya tidak subur, atau bahkan dapat dikatakan sudah hilang kesuburannya. Ini karena dalam tanah laterit, banyak terkandung zat besi dan alumunium. Kandungan unsur hara dalam tanah ini sudah hilang karena terlarut oleh curah hujan yang tinggi. 9) Tanah Litosol Tanah litosol merupakan jenis tanah yang terbentuk dari proses pelapukan batuan beku dan sedimen. Tanah litosol memiliki ciri khas butiran kasar berupa kerikil. Tanah ini sangat miskin unsur hara sehingga tidak subur dan kurang baik untuk pertanian. Hampir seluruh wilayah di Indonesia Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera
  • 13.
    Macam-macam konservasi tanah 1. MetodeVegetatif Metode ini merupakan upaya konservasi tanah dengan cara menanam vegetasi di atas tanah dengan teknik tertentu. Metode ini efektif dalam mengontrol laju erosi, diantarnya adalah: 2. Metode Mekanik Pengelolaan lahan dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasi tanahnya. Tujuannya untuk memperlambat erosi 3. Metode Kimiawi Metode konservasi tanah secara kimia adalah metode konservasi yang memanfaatkan bahan kimia sebagai sarana pencegahan dan penanggulangan erosi pada tanah. 1. Strip Cropping, adalah penanaman berjalur tegak lurus terhadap aliran air atau arah angin. 2. Contour Strip Cropping, adalah penanaman berjalur sejajar dengan garis kontur guna mengurangi dan menahan kecepatan aliran air. 3. Bufering, merupakan penutupan lahan yang memiliki kemiringan curam dengan tanaman keras untuk menghambat laju air. 4. Windbreaks, adalah penanaman dengan vegetasi secara permanen guna melindungi tanah dari terpaan air. 5. Crop Rotation, merupakan metode menanam lebih dari satu jenis vegetasi dalam satu tahun untuk mencegah kerusakan tanah. 1. Contour tillage, merupakan pengolahan tanah sejajar dengan garis kontur dan membentuk igir-igir kecil yang memperlambat aliran air dan memperbesar infiltrasi air. 2. Terasering, merupakan pembautan teras-teras pada lahan miring guna mengurangi sudut lahan sehingga erosi bisa dimimalisir. Cara ini biasa dilakukan petani-petani di Indonesia. 3. Guludan, merupakan pembuatan gundukan tanah (menggunung) agar air bisa mengalir searah dengan garis kontur. 4. Cekdam, merupakan kegiatan membendung aliran air melalui parit sehingga material yang ter-erosi bisa tertahan dan terendapkan. 1. Pemanfaatan soil conditioner / bahan penguat tanah dalam hal memperbaiki struktur tanah agar tanah tetap resistant terhadap erosi. 2. Penggunaan pupuk organik seperti kompos kedalam tanah agar lebih subur