Assalamu’alaikum wr.wb

   Kesehatan Lingkungan dalam
                Perpektif Islam
KESEHATAN LINGKUNGAN MENURUT
       PANDANGAN ISLAM
•
• Sanitasi lingkungan merupakan unsur mendasar dalam menjaga
  kesehatan. Yang dimaksud sanitasi lingkungan adalah menciptakan
  lingkungan yang sehat yang bebas dari penyakit. Hal demikian yang
  dimaksud “bersih” adalah kebersihan jasmani, pakaian, dan
  kebiasaan seseorang, kebersihan jalan, rumah, saluran air serta
  kebersihan makanan dan minuman.
• Dalam sejarah manusia, belum pernah terjadi baik agama samawi
  hingga undang-undang karya manusia yang menggunakan
  kesehatan lingkungan semacam ini, sebagai suatu ajaran yang vital
  sebagaimana Islam. dalam beberapa ayat Al-Qur’an, dapat kita lihat
  bahwa surat pertama yang diturunkan adalah panggilan kepada
  ilmu, sedang yang kedua adalah panggilan kebersihan. Surat
  pertama yang diturunkan adalah surat “Iqra” yang artinya
  “bacalah”, sedang surat yang kedua adalah QS. Al-Mudatsir : “ dan
  pakaianmu bersihkanlah”
Kesehatan dan Islam
•   Kosa kata “sehat wal afiat” dalam Bahasa Indonesia mengacu pada kondisi ragawi dan bagian-
    bagiannya yang terbebas dari virus penyakit. Sehat Wal Afiat ini dapat diartikan sebagai kesehatan
    pada segi fisik, segi mental maupun kesehatan masyarakat.
•   Sesuai dengan Sunnah Nabi inilah maka umat Islam diajarkan untuk senantiasa mensyukuri nikmat
    kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT. Bahkan bisa dikatakan Kesehatan adalah nikmat Allah
    SWT yang terbesar yang harus diterima manusia dengan rasa syukur. Bentuk syukur terhadap
    nikmat Allah karena telah diberi nikmat kesehatan adalah senantiasa menjaga kesehatan. Firman
    Allah dalam Al Quran,“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika
    kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
    (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”(Surah Ibrahim [14]:7).
•   Berdasarkan Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir dari Nabi SAW bersabda: Setiap penyakit pasti
    ada obatnya, apabila obatnya itu digunakan untuk mengobatinya, maka dapat memperoleh
    kesembuhan atas izin AllahSWT (HR. Muslim). Bahkan Allah SWT tidak akan menurunkan penyakit
    kecuali juga menurunkan obatnya, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dari
    Nabi SAW bersabda: Allah SWT tidak menurunkan sakit, kecuali juga menurunkan
    obatnya (HR Bukhari).
•   Menurut Aswadi Syuhadak dari UIN Sunan Ampel Surabaya, indikasi sakit, sembuh dan sehat dalam
    bahasa Al-Qur’an, secara berurutan dapat didasarkan pada kata maradl, syifa’ dan salim.
    Kata maradl dan syifa’secara berdampingan diungkapkan
•   (QS.al-Syu`ara’ [26/47]: 80 )
•
•   “Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku“.
SANITATION AND PERSONAL HIGIENE
      (KESEHATAN LINGKUNGAN DAN
             PERORANGAN)

• Allah menyeru orang-orang beriman supaya membersihkan (menyucikan)
  diri mereka, yang sesuai dengan fitrah jiwa mereka dan sunnah
  alam.Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu
  adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri
  dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati
  mereka, sebelum mereka suci . Apabila mereka telah suci, maka
  campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.
  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai
  orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al Baqarah [2]:222)
• Kebersihan terdiri dari kebersihan personal dan juga kebersihan
  lingkungan. Kebersihan personal meliputi kebersihan
  badan, tangan, gigi, kuku, dan rambut. Di bawah ini adalah beberapa ayat
  Al qur’an dan Hadist yang menyatakan pentingnya kebersihan personal.
SANITATION AND PERSONAL HIGIENE
     (KESEHATAN LINGKUNGAN DAN
            PERORANGAN)
• Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak
  mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan
  tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu
  dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata
  kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika
  kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari
  tempat buang air (kakus) atau menyentuh
  perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka
  bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih);
  sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.
  Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia
  hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan
  ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.(QS. Al
  Maidah [5]: 6)
SANITATION AND PERSONAL HIGIENE
     (KESEHATAN LINGKUNGAN DAN
            PERORANGAN)
• Demikian juga kebersihan lingkungan, jalan, rumah, tata
  kota, saluran irigasi, sumur serta tebing-tebingnya. Umat
  Islam sangat berhati-hati dalam menjaga lingkungan
  terdekat mereka agar tetap bersih. Satu contoh tentang itu
  disebutkan dalam surah al-Hajj. Allah memerintahkan Nabi
  Ibrahim a.s. untuk memelihara Ka’bah agar tetap bersih
  untuk orang-orang beriman yang berdo’a di sekitar tempat
  itu,
• Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada
  Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):
  “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan
  Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang
  thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang
  yang ruku’ dan sujud. (Q.S Al-Hajj [22]: 26).
EPIDEMIOLOGI (PREVENTIF PENYAKIT
          MENULAR)
•   Islam menjelaskan berbagai cara pencegahan penyakit menular, juga mencegah
    penyebarannya. Di antaranya adalah dengan karantina penyakit. Nabi Muhammad
    SAW bersabda:
•           “Jauhkanlah dirimu sejauh satu atau dua tombak dari orang yang
    berpenyakit lepra”.
•   Dan:
•           “Larilah dari penderita lepra sebagaimana kamu lari dari harimau.” (HR.
    Bukhari)
•   Islam juga mengajarkan prinsip-prinsip dasar pencegahan dan penanggulangan
    berbagai penyakit infeksi yang membahayakan masyarakat (misalnya wabah kolera
    dan cacar).        Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :
•           “Janganlah engkau masuk ke dalam suatu daerah yang sedang terjangkit
    wabah, dan bila dirimu berada di dalamnya janganlah pergi
    meninggalkannya.” (HR. Bukhari).
•   Hal ini dimaksudkan agar wabah tersebut tidak menyebar ke daerah lain, karena
    apabila seseorang berada di daerah yang sedang terjangkit wabah maka
    kemungkinan besar ia juga telah terserang infeksi yang dapat ia tularkan ke
    masyarakat sekitar.
WASSALAMUALAIKUM
           WR.WB
              ^_^

Pp agama

  • 1.
    Assalamu’alaikum wr.wb Kesehatan Lingkungan dalam Perpektif Islam
  • 2.
    KESEHATAN LINGKUNGAN MENURUT PANDANGAN ISLAM • • Sanitasi lingkungan merupakan unsur mendasar dalam menjaga kesehatan. Yang dimaksud sanitasi lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang sehat yang bebas dari penyakit. Hal demikian yang dimaksud “bersih” adalah kebersihan jasmani, pakaian, dan kebiasaan seseorang, kebersihan jalan, rumah, saluran air serta kebersihan makanan dan minuman. • Dalam sejarah manusia, belum pernah terjadi baik agama samawi hingga undang-undang karya manusia yang menggunakan kesehatan lingkungan semacam ini, sebagai suatu ajaran yang vital sebagaimana Islam. dalam beberapa ayat Al-Qur’an, dapat kita lihat bahwa surat pertama yang diturunkan adalah panggilan kepada ilmu, sedang yang kedua adalah panggilan kebersihan. Surat pertama yang diturunkan adalah surat “Iqra” yang artinya “bacalah”, sedang surat yang kedua adalah QS. Al-Mudatsir : “ dan pakaianmu bersihkanlah”
  • 3.
    Kesehatan dan Islam • Kosa kata “sehat wal afiat” dalam Bahasa Indonesia mengacu pada kondisi ragawi dan bagian- bagiannya yang terbebas dari virus penyakit. Sehat Wal Afiat ini dapat diartikan sebagai kesehatan pada segi fisik, segi mental maupun kesehatan masyarakat. • Sesuai dengan Sunnah Nabi inilah maka umat Islam diajarkan untuk senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT. Bahkan bisa dikatakan Kesehatan adalah nikmat Allah SWT yang terbesar yang harus diterima manusia dengan rasa syukur. Bentuk syukur terhadap nikmat Allah karena telah diberi nikmat kesehatan adalah senantiasa menjaga kesehatan. Firman Allah dalam Al Quran,“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”(Surah Ibrahim [14]:7). • Berdasarkan Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir dari Nabi SAW bersabda: Setiap penyakit pasti ada obatnya, apabila obatnya itu digunakan untuk mengobatinya, maka dapat memperoleh kesembuhan atas izin AllahSWT (HR. Muslim). Bahkan Allah SWT tidak akan menurunkan penyakit kecuali juga menurunkan obatnya, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bersabda: Allah SWT tidak menurunkan sakit, kecuali juga menurunkan obatnya (HR Bukhari). • Menurut Aswadi Syuhadak dari UIN Sunan Ampel Surabaya, indikasi sakit, sembuh dan sehat dalam bahasa Al-Qur’an, secara berurutan dapat didasarkan pada kata maradl, syifa’ dan salim. Kata maradl dan syifa’secara berdampingan diungkapkan • (QS.al-Syu`ara’ [26/47]: 80 ) • • “Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku“.
  • 4.
    SANITATION AND PERSONALHIGIENE (KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PERORANGAN) • Allah menyeru orang-orang beriman supaya membersihkan (menyucikan) diri mereka, yang sesuai dengan fitrah jiwa mereka dan sunnah alam.Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci . Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al Baqarah [2]:222) • Kebersihan terdiri dari kebersihan personal dan juga kebersihan lingkungan. Kebersihan personal meliputi kebersihan badan, tangan, gigi, kuku, dan rambut. Di bawah ini adalah beberapa ayat Al qur’an dan Hadist yang menyatakan pentingnya kebersihan personal.
  • 5.
    SANITATION AND PERSONALHIGIENE (KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PERORANGAN) • Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.(QS. Al Maidah [5]: 6)
  • 6.
    SANITATION AND PERSONALHIGIENE (KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PERORANGAN) • Demikian juga kebersihan lingkungan, jalan, rumah, tata kota, saluran irigasi, sumur serta tebing-tebingnya. Umat Islam sangat berhati-hati dalam menjaga lingkungan terdekat mereka agar tetap bersih. Satu contoh tentang itu disebutkan dalam surah al-Hajj. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim a.s. untuk memelihara Ka’bah agar tetap bersih untuk orang-orang beriman yang berdo’a di sekitar tempat itu, • Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud. (Q.S Al-Hajj [22]: 26).
  • 7.
    EPIDEMIOLOGI (PREVENTIF PENYAKIT MENULAR) • Islam menjelaskan berbagai cara pencegahan penyakit menular, juga mencegah penyebarannya. Di antaranya adalah dengan karantina penyakit. Nabi Muhammad SAW bersabda: • “Jauhkanlah dirimu sejauh satu atau dua tombak dari orang yang berpenyakit lepra”. • Dan: • “Larilah dari penderita lepra sebagaimana kamu lari dari harimau.” (HR. Bukhari) • Islam juga mengajarkan prinsip-prinsip dasar pencegahan dan penanggulangan berbagai penyakit infeksi yang membahayakan masyarakat (misalnya wabah kolera dan cacar). Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW : • “Janganlah engkau masuk ke dalam suatu daerah yang sedang terjangkit wabah, dan bila dirimu berada di dalamnya janganlah pergi meninggalkannya.” (HR. Bukhari). • Hal ini dimaksudkan agar wabah tersebut tidak menyebar ke daerah lain, karena apabila seseorang berada di daerah yang sedang terjangkit wabah maka kemungkinan besar ia juga telah terserang infeksi yang dapat ia tularkan ke masyarakat sekitar.
  • 8.