1. DEFINISI SUSU
cairan yang berwarna putih kekuningan
atau putih kebiruan yang merupakan
sekresi kelenjar ambing sapi yang sedang
laktasi tanpa ada penambahan atau
pengurangan komponen dan belum
mengalami pengolahan
 susu yang warnanya tidak seperti yang tersebut pada
definisi disebut susu yang tidak normal, mungkin susu
yang diproduksi oleh sapi yang terjangkit penyakit
mastitis, susu yang kena pinalti dari industri pengolah
susu (IPS) dan lain-lain,
 susu yang berasal dari selain sapi disebut susu
kambing, susu domba, susu kuda, susu kuda liar dan
lain-lain,
 susu yang telah diambil krimnya disebut susu skim dan
sebaliknya,
 susu yang telah mengalami pengolahan disebut sesuai
dengan macam pengolahannya, misalnya susu bubuk,
susu kental manis, susu yang telah dipasteurisasi, susu
yang telah disterilisasi dan lain-lain.
Untuk susu yang tidak termasuk definisi tersebut
digunakan istilah yang spesifik dengan tambahan
satu kata atau lebih, misalnya:
KONSUMSI SUSU DI DUNIA 2006
NEGARA SUSU CAIR (L) KEJU (KG) MENTEGA (KG)
FINLAND 183,9 19,1 5,3
SWEDEN 145,5 18,5 1,0
IRELAND 129,8 10,5 2,9
NETHERLAN D 122,9 20,4 3,3
NORWEY 116,7 16,0 4,3
SPAIN 119,1 9,6 1,0
ZWITZERLAND 112,5 22,2 5,6
UK 111,2 12,2 3,7
AUSTRALIA 106,3 11,7 3,7
CANADA 94,7 12,2 3,3
EUROPEAN UNI. 92,6 18,4 4,2
GERMANY 92,3 22,4 6,4
 8 liter per kapita per tahun
 Informasi terakhir sudah
mencapai 11,7 liter
KONSUMSI SUSU DI INDONESIA
Susu bernilai gizi tinggi dan dapat digunakan
sebagai makanan manusia segala umur,
sehingga susu merupakan makanan yang dapat
dikatakan sempurna.
2. KOMPOSISI SUSU
 Fat (3.9%)
 Protein (3.3%)
 Lactose (5.0%)
 Minerals (0.7%)
 Water (87.1%)
• Lemak tersusun dari trigliresida yang
merupakan gabungan gliserol dan asam-
asam lemak.
• Terdapat 60-75 % lemak yang bersifat
jenuh, 25-30 % lemak yang bersifat tak
jenuh dan sekitar 4 % merupakan asam
lemak polyunsaturated.
• Komponen mikro lemak susu antara lain
adalah fosfolipid, sterol, tokoferol (vitamin
E), karoten, serta vitamin A dan D
• Kadar protein di dalam susu rata-rata 3,20 % yang
terdiri dari: 2,70 % casein (bahan keju), dan 0,50 %
albumen. Berarti 26,50 % dari bahan kering susu
adalah protein.
• Terdapat globulin dalam jumlah sedikit. Protein di
dalam susu juga merupakan penentu kualitas susu
sebagai bahan konsumsi.
• Albumin ditemukan 5 gram per kg susu, dalam
keadaan larut. Di dalam pembentukan keju, albumin
memisah dalam bentuk whey.
• Laktosa adalah bentuk karbohidrat yang
terdapat di dalam susu. Bentuk ini tidak
terdapat dalam bahan-bahan makanan yang
lain.
• Kadar laktosa di dalam susu adalah 4,60 % dan
ditemukan dalam keadaan larut.
• Laktosa terbentuk dari dua komponen gula, yaitu
glukosa dan galaktosa. Sifat susu yang sedikit
manis ditentukan oleh laktosa.
• Pemberian laktosa atau susu dapat menyebabkan
mencret atau gangguan-gangguan perut bagi orang
yang tidak tahan terhadap laktosa (lactose
intolerance). Hal ini disebabkan kurangnya enzim
lactase dalam mukosa usus
Bila air pada susu dihilangkan dengan
penguapan dan sisa yang kering dibakar pada
panas rendah akan diperoleh sisa abu putih yang
berisi bahan-bahan mineral.
Mineral lain terdapat dalam jumlah yang sangat
sedikit (trace mineral), contohnya adalah besi,
tembaga, alumunium, boron, seng, mangan dan
silicon.
• Vitamin diukur dengan satuan Internasional Units
(UI) dan mg. Vitamin yang terdapat di dalam
lemak ialah A, D, E & K, dan vitamin yang larut
didalam susu, tergolong vitamin B komplek,
vitamin C, vitamin A, provitamin A dan vitamin D.
• Vitamin yang larut di dalam susu adalah vitamin
B1, B2, asam nikotinat dan asam pantotenat.
• Bila susu dipanaskan/dimasak, dipasteurisasi
atau disterilisasi maka 10-30 % vitamin B1
akan hilang, vitamin C akan hilang 20-60 %.
• Enzim berfungsi untuk mengolah suatu bahan
menjadi bahan lain dengan jalan autolyse.
Enzim yang terkenal adalah peroxydase,
reductase, katalase dan phospatase. Dengan
adanya pemanasan, enzim tidak akan
berfungsi lagi
SIFAT FISIK SUSU
Rasa sedikit manis
Aroma khas
Warna antara putih kekuningan
Titik beku –0,5 0C
Titik didih 100- 170 0C
SIFAT FISIK SUSU
 Susu tersusun oleh koloidal yang kompleks,
mengandung garam-garam dan gula dalam bentuk
larutan.
 Berat jenis susu ± 1,023-1,035 g/cm3, dipengaruhi
komponen penyusunnya.
 Berat jenis komponen susu :
Lemak 0,93 g/cm3
Laktosa 1,666 g/cm3
Protein 1,346 g/cm3
Casein 1,310 g/cm3
Garam 4,12 g/cm3
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kualitas susu
 Pada saat susu keluar setelah diperah, susu merupakan suatu bahan
yang murni, higienis, bernilai gizi tinggi, mengandung sedikit kuman
(yang berasal dari kambing) atau boleh dikatakan susu masih steril.
Demikian pula bau dan rasa tidak berubah dan tidak berbahaya untuk
diminum.
 Setelah beberapa saat berada dalam suhu kamar, susu sangat peka
terhadap pencemaran sehingga dapat menurunkan kualitas susu.
 Kualitas susu yang sampai ditangan konsumen terutama ditentukan
antara lain oleh:
1. Jenis ternak dan keturunannya (hereditas)
2. Tingkat laktasi
3. Umur ternak
4. Infeksi/peradangan pada mabing
5. Nutrisi/pakan ternak
6. Lingkungan dan
7. Prosedur pemerahan susu
1. Jenis ternak dan keturunannya (hereditas)
Jenis Bahan kering Protein Lemak Laktosa Mineral
Sapi perah 12,83 3,50 3,80 4,90 0,73
Domba 17,00 3,20 3,20 4,70 0,90
Kambing 13,00 3,70 4,00 4,45 0,85
Kerbau 21,40 5,50 10,50 4,50 0,85
Sapi zebu 13,30 3,40 4,20 5,00 0,80
Komposisi gizi susu dari beberapa
jenis/keturunan sapi
Jenis Bahan kering Protein lemak Laktosa Mineral
FriesHolland 12,20 3,10 3,50 4,90 0,70
Ayrshire 13,10 3,60 4,10 4,70 0,70
BrownSwiss 13,30 3,60 4,00 5,00 0,70
Guernsey 14,40 3,80 5,00 4,90 0,70
Jersey 15,00 3,90 5,50 4,90 0,70
Zebu 13,30 3,40 4,20 5,00 0,80
2. Tingkat Laktasi
• Komposisi air susu berubah pada tiap tingkat
laktasi. Perubahan yang terbesar terjadi pada
saat permulaan dan terakhir periode laktasi.
• Kolostrum : sekresi pertama setelah proses
kelahiran.
• Pada kolostrum terkandung :
a. Konsentrasi zat padatnya lebih tinggi
b. Kasein, protein whey (terutama globulin),
garam mineral lebih tinggi (Ca, Mg, P, Cl
lebih tinggi, Potassium lebih rendah)
c. Laktosa lebih rendah
d. Lemak bisa lebih tinggi bisa lebih rendah
Perbandingan komposisi susu sapi FH pada
saat laktasi dan tidak
Komponen Kolostrum (%) Kolostrum ke 2 & 3 (%) Susu FH (%)
Total solid 22,3 10,5 8,6
Protein 18,8 5,5 3,25
Imune globulin 13,1 1,0 0,09
Laktosa 2,5 4,0 4,6
3. Umur Ternak
• Pada umumnya sapi berumur 5-6 tahun sudah
mempunyai produksi susu yang tinggi tetapi
hasil maksimum akan dicapai pada umur 8 – 10
tahun.
• Umur ternak erat kaitannya dengan periode
laktasi.
• Pada periode permulaan produksi susu tinggi
tetapi pada masa-masa akhir laktasi produksi
susu menurun.
• Selama periode laktasi kandungan protein
secara umum mengalami kenaikan, sedangkan
kandungan lemaknya mula-mula menurun
sampai bulan ketiga laktasi kemudian naik lagi.
4. Infeksi/Peradangan pada Ambing
• Infeksi/peradangan pada ambing dikenal
dengan nama mastitis.
• Mastitis adalah suatu peradangan pada tenunan
ambing yang dapat disebabkan oleh
mikroorganisme, zat kimia, luka termis ataupun
luka karena mekanis.
• Peradangan ini dapat mempengaruhi komposisi
air susu antara lain dapat menyebabkan
bertambahnya protein dalam darah dan sel-sel
darah putih di dalam tenunan ambing serta
menyebabkan penurunan produksi susu.
Pengaruh penyakit mastitis terhadap komponen
dan pH susu bovine
Komponen Susu normal Susu mastitis
Lemak (%) 3,45 3,2
Laktosa (%) 4,85 4,4
Casein (mg/ml) 27,9 22,5
Whey protein (mg/ml) 8,2 13,1
Na (mg/100ml) 57 104,6
K (mg/100ml) 172,5 157,3
Cl (mg/100ml) 80 - 130 > 250
Ca (mg/100ml) 136 49
pH 6,65 6,9 – 7,0
5. Nutrisi / Pakan
• Jenis pakan akan dapat mempengaruhi
komposisi susu.
• Pakan yang terlalu banyak konsentrat akan
menyebabakan kadar lemak susu rendah.
• Jenis pakan dari rumput-rumputan akan
menaikkan kandungan asam oleat sedangkan
berupa jagung atau gandum akan menaikkan
asam butiratnya.
• Pemberian pakan yang banyak pada seekor sapi
yang kondisinya jelek pada waktu sapi itu
dikeringkan dapat menaikkan hasil susu sebesar
10 – 30 %.
Pemberian air pada sapi
• Pemberian air adalah penting untuk produksi susu,
karena susu 87% terdiri dari air dan 50% dari tubuh sapi
terdiri dari air.
• Jumlah air yang dibutuhkan tergantung dari :
a. Produksi susu yang dihasilkan oleh seekor sapi
b. Suhu sekeliling
c. Pakan yang diberikan
• Perbandiongan antara susu yang dihasilkan dan air yang
dibutuhkan adalah 1 :036. Air yang dibutuhkan untuk
tiap hari bagi seekor sapi berkisar 37 – 45 liter.
6. Lingkungan
• Pengaruh lingkungan terhadap komposisi susu bisa
dikompilasikan oleh faktor-faktor seperti nutrisi dan
tahap laktasi.
• Hanya bila faktor-faktor seperti ini dihilangkan menjadi
memungkinkan untuk mengamati pengaruh musim dan
suhu.
• Biasanya pada musim hujan kandungan lemak susu
akan meningkat sedangkan pada musim kemarau,
kandungan lemak susu lebih rendah.
• Produksi susu yang dihasilkan pada kedua musim
tersebut juga berbeda. Pada musim hujan produksi susu
dapat meningkat karena tersedianya pakan yang lebih
banyak dari musim kemarau
Pengaruh suhu dan kelembaban
• Suhu dan kelambaban mempengaruhi produksi
susu.
• Selain itu pada lingkungan dengan kelembaban
yang tinggi sangat mempengaruhi timbulnya
infeksi bakteri dan jamur penyebab mastitis.
• Suhu lingkungan yang tinggi secara jelas
menurunkan produksi susu, karena sapi
menurunkan konsumsi pakan, tetapi belum jelas
apakah suhu mempengaruhi komposisi susu.
7. Prosedur pemerahan susu
• Faktor yang mempengaruhi produksi susu antara lain:
jumlah pemerahan setiap hari, lamanya pemerahan, dan
waktu pemerahan.
• Jumlah pemerahan 3 – 4 kali sertiap hari dapat
meningkatkan produksi susu daripada jika hanya
diperah dua kali sehari.
• Pemerahan pada pagi hari mendapatkan susu sedikit
berbeda komposisinya daripada susu hasil pemerahan
sore hari.
• Pemerahan menggunakan tangan ataupun
menggunakan mesin tidak memeperlihatkanm
perbedaan dalam produksi susu, kualitas atapun
komposisi susu.
Hubungan antara umur dan jumlah pemerahan
Umur sapi
Pemerahan
3 x sehari 4 x sehari
2 tahun > 20% > 35%
3 tahun > 17% > 30%
4 tahun > 15% > 26%
PENGUJIAN MUTU SUSU
Tujuan pengujian mutu susu :
Untuk menghindari usaha-usaha pemalsuan susu, yang
mengakibatkan mutu susu tidak sesuai dengan codex susu (Milk
Codex).
Jenis – jenis penyimpangan mutu susu :
(1) penyimpangan susunan susu, hal ini terjadi apabila susu dicampur
dengan bahan-bahan yang kurang nilainya atau bahan yang tidak
bernilai (misalnya : air, air beras dll),
(2) penyimpangan keadaan susu, hal ini terjadi apabila susu kotor, berbau
busuk atau berbau obat-obatan.
Akibat penyimpangan mutu susu :
a. mempengaruhi kesehatan konsumen, karma mengandung bakteri
yang menyebabkan penyakit tertentu misalnya TBC, abortus dan
sebagainya.
b. susu yang mutunya menyimpang tidak dapat dipakai untuk
pembuatan /pengolahan produk susu seperti keju atau mentega,
karma mutunya menyimpang basil produknya juga menyimpang.
PENGUJIAN MUTU SUSU
Pemeriksaan susu dimaksudkan guna
menjamin konsumen menerima susu
dengan kualitas yang baik dan memberikan
peluang yang baik untuk perkembangan
peternakan sapi perah.
Pengujian mutu susu biasanya dilakukan
terhadap sifat-sifat fisik, kimiawi dan uji
biologik.
1. Uji Kebersihan, meliputi warna, bau, rasa dan ada tidaknya kotoran
dalam susu (dengan menggunakan kertas saring).
2. Uji Berat Jenis (uji BJ) dilakukan dengan menggunakan alat laktodensi
meter
(Rata-rata BJ susu = 1,028). Apabila susu encer maka BJ susu menjadi
rendah atau dibawah standar.
1. Pengujian Susu Secara Fisik
3. Kerapatan
• Kerapatan susu bervariasi antara 1,0260 dan 1,0320 pada suhu
20oC
• kerapatan susu berangsur-angsur meningkat dari saat pemerahan
dan mencapai maksimum pada 12 jam sesudah pemerahan.
Meningkatnya kerapatan ini terutama disebabkan karena
terbebaskannya gas-gas seperti CO2 dan N2 yang terdapat di
dalam susu yang baru diperoleh dari perahan
4. Bau Susu
• Bau susu akan lebih nyata jika susu dibiarkan beberapa jam
terutama pada suhu kamar.
• Kandungan laktosa yang tinggi dan kandungan klorida rendah
diduga menyebabkan susu berbau seperti garam. Pakan yang
diberikan pada sapi juga dapat mempemgaruhi bau susu
1. Pengujian Susu Secara Fisik
1. Pengujian Susu Secara Fisik
5. Rasa Susu
• Susu yang baik memiliki rasa sedikit manis yang berasal dari laktosa,
sedangkan rasa asin yang muncul dikarenakan pengaruh beberapa
garam mineral seperti garam klorida dan sitrat
6. Warna Susu
• Warna air susu dapat berubah dari satu warna ke warna lain,
tergantung dari bangsa ternak, jenis pakan, jumlah lemak, bahan
padat dan bahan pembentuk warna.
• Warna air susu berkisar dari putih kebiruan hingga kuning
keemasam.
• Warna putih dari susu merupakan hasil dispersi dari refleksi cahaya
oleh globula lemak dan partikel kolodial dari casein dan calsium
phosphat.
• Warna kuning adalah karena lemak dan caroten yang dapat larut.
Bila lemak diambil dari susu maka susu akan menunjukkan warna
kebiruan
1. Pengujian Susu Secara Fisik
7. Titik Beku dan Titik Didih Susu
• Pada codex air susu dicantumkan bahwa titik beku
air susu adalah -0.500 oC. akan tetapi untuk
Indonesia telah berubah menjadi 5.520 oC.
• Titik beku air adalah 0 oC. Apabila terdapat
pemalsuan air susu dengan penambahan air, maka
dengan mudah dapat dilakukan pengujian dengan
uji penentuan titik beku.
• Titik didih air adalah 100 oC dan air susu 100,16 oC.
Titk didih juga akan mengalami perubahan pada
pemalsuan air susu dengan air.
1. Pengujian Susu Secara Fisik
8. Viskositas Susu
• Seperti BJ, maka viskositas air susu lebih tinggi
daripada air.
• Viskositas air susu biasnya berkisar 1.5-2.0 cP.
• Bahan padat dan lemak air susu mempengaruhi
viskositas.
• Temperatur juga menentukan viskositas air susu.
• Sifat ini sangat menguntungkan dalam pembuatan
mentega.
1. Pengujian Susu Secara Fisik
9. Uji Masak : uji ini digunakan untuk menentukan adanya penyimpangan
dalam susu.
• Pelaksanaannya sangat sederhana yaitu dengan memasak susu dalam
tabung reaksi. Susu yang berkualitas baik bila tidak terlihat endapan-
endapan. Bila terlihat endapan, susu tersebut kurang baik.
• Endapan ini biasanya dapat diakibatkan karena derajat asam susu
terlalu tinggi.
10. Uji Alkohol dilakukan dengan cara : pada tabung reaksi dimasukkan
susu dan alkohol 70% dengan perbandingan sama.
• Bila pada dinding tabung reaksi terdapat endapan-endapan, hal itu
menunjukkan penyimpangan-penyimpangan mutu susu misalnya susu
menjadi asam, susu bercampur dengan kolostrum atau adanya mastitis.
• Kolostrum adalah susu pertama kali yang dihasilkan sapi setelah
beranak, setelah ± 5 hari susu sapi telah normal kembali. Kolostrum
sangat kental, berlendir dan berwarna kuning kemerahan (hal itu
menunjukkan adanya penyimpangan mutu susu).
2. Pengujian Susu Secara Kimiawi
Pengujian mutu susu secara kimiawi umumnya
dilakukan di Laboratorium dengan proses yang lebih
rumit antara lain:
1. Uji kadar lemak susu : Rataan kandungan lemak susu
sesuai milk codex adalah 2,8 %.
2. Uji kadar Protein susu : Rataan kandungan protein
susu pada milk codex adalah 3,5%.
2. Pengujian Susu Secara Kimiawi
3. Derajat pH
• Susu segar mempunyai sifat ampoter, artinya dapat
bersifat asam dan basah sekaligus.
• Jika diberikan ketas lakmus biru, maka warnanya
akan menjadi merah, sebaliknya jika diberi kertas
lakmus merah warnanya akan berubah menjadi
biru.
• Potensial ion hydrogen (pH) susu segar terletak
antara 6.5-6.7
3. Pengujian Susu Secara Biologik
Pengujian mutu susu secara biologik dilakukan di
Laboratorium meliputi :
1. Uji Reduktase : apabila angka reduktase yang diuji lebih
besar dari angka milk codex (lebih besar dari satu), berarti
kandungan kuman dalam susu relatif banyak.
2. Uji Katalase : apabila angka katalase yang diuji lebih besar
dari angka milk codex (lebih besar dari nol), berarti susu
yang diperiksa mengandung banyak kuman.
3. Uji Breed: apabila jumlah kuman dalam susu yang diuji
lebih besar dari angka codex (lebih dari satu juta kuman
per cc), berarti susu yang diperiksa mengandung banyak
kuman.
pertemuan-1a-pengertian-susu.pptx

pertemuan-1a-pengertian-susu.pptx

  • 3.
    1. DEFINISI SUSU cairanyang berwarna putih kekuningan atau putih kebiruan yang merupakan sekresi kelenjar ambing sapi yang sedang laktasi tanpa ada penambahan atau pengurangan komponen dan belum mengalami pengolahan
  • 4.
     susu yangwarnanya tidak seperti yang tersebut pada definisi disebut susu yang tidak normal, mungkin susu yang diproduksi oleh sapi yang terjangkit penyakit mastitis, susu yang kena pinalti dari industri pengolah susu (IPS) dan lain-lain,  susu yang berasal dari selain sapi disebut susu kambing, susu domba, susu kuda, susu kuda liar dan lain-lain,  susu yang telah diambil krimnya disebut susu skim dan sebaliknya,  susu yang telah mengalami pengolahan disebut sesuai dengan macam pengolahannya, misalnya susu bubuk, susu kental manis, susu yang telah dipasteurisasi, susu yang telah disterilisasi dan lain-lain. Untuk susu yang tidak termasuk definisi tersebut digunakan istilah yang spesifik dengan tambahan satu kata atau lebih, misalnya:
  • 5.
    KONSUMSI SUSU DIDUNIA 2006 NEGARA SUSU CAIR (L) KEJU (KG) MENTEGA (KG) FINLAND 183,9 19,1 5,3 SWEDEN 145,5 18,5 1,0 IRELAND 129,8 10,5 2,9 NETHERLAN D 122,9 20,4 3,3 NORWEY 116,7 16,0 4,3 SPAIN 119,1 9,6 1,0 ZWITZERLAND 112,5 22,2 5,6 UK 111,2 12,2 3,7 AUSTRALIA 106,3 11,7 3,7 CANADA 94,7 12,2 3,3 EUROPEAN UNI. 92,6 18,4 4,2 GERMANY 92,3 22,4 6,4
  • 6.
     8 literper kapita per tahun  Informasi terakhir sudah mencapai 11,7 liter KONSUMSI SUSU DI INDONESIA
  • 7.
    Susu bernilai gizitinggi dan dapat digunakan sebagai makanan manusia segala umur, sehingga susu merupakan makanan yang dapat dikatakan sempurna. 2. KOMPOSISI SUSU  Fat (3.9%)  Protein (3.3%)  Lactose (5.0%)  Minerals (0.7%)  Water (87.1%)
  • 8.
    • Lemak tersusundari trigliresida yang merupakan gabungan gliserol dan asam- asam lemak. • Terdapat 60-75 % lemak yang bersifat jenuh, 25-30 % lemak yang bersifat tak jenuh dan sekitar 4 % merupakan asam lemak polyunsaturated. • Komponen mikro lemak susu antara lain adalah fosfolipid, sterol, tokoferol (vitamin E), karoten, serta vitamin A dan D
  • 9.
    • Kadar proteindi dalam susu rata-rata 3,20 % yang terdiri dari: 2,70 % casein (bahan keju), dan 0,50 % albumen. Berarti 26,50 % dari bahan kering susu adalah protein. • Terdapat globulin dalam jumlah sedikit. Protein di dalam susu juga merupakan penentu kualitas susu sebagai bahan konsumsi. • Albumin ditemukan 5 gram per kg susu, dalam keadaan larut. Di dalam pembentukan keju, albumin memisah dalam bentuk whey.
  • 10.
    • Laktosa adalahbentuk karbohidrat yang terdapat di dalam susu. Bentuk ini tidak terdapat dalam bahan-bahan makanan yang lain. • Kadar laktosa di dalam susu adalah 4,60 % dan ditemukan dalam keadaan larut.
  • 11.
    • Laktosa terbentukdari dua komponen gula, yaitu glukosa dan galaktosa. Sifat susu yang sedikit manis ditentukan oleh laktosa. • Pemberian laktosa atau susu dapat menyebabkan mencret atau gangguan-gangguan perut bagi orang yang tidak tahan terhadap laktosa (lactose intolerance). Hal ini disebabkan kurangnya enzim lactase dalam mukosa usus
  • 12.
    Bila air padasusu dihilangkan dengan penguapan dan sisa yang kering dibakar pada panas rendah akan diperoleh sisa abu putih yang berisi bahan-bahan mineral. Mineral lain terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit (trace mineral), contohnya adalah besi, tembaga, alumunium, boron, seng, mangan dan silicon.
  • 13.
    • Vitamin diukurdengan satuan Internasional Units (UI) dan mg. Vitamin yang terdapat di dalam lemak ialah A, D, E & K, dan vitamin yang larut didalam susu, tergolong vitamin B komplek, vitamin C, vitamin A, provitamin A dan vitamin D. • Vitamin yang larut di dalam susu adalah vitamin B1, B2, asam nikotinat dan asam pantotenat.
  • 14.
    • Bila susudipanaskan/dimasak, dipasteurisasi atau disterilisasi maka 10-30 % vitamin B1 akan hilang, vitamin C akan hilang 20-60 %. • Enzim berfungsi untuk mengolah suatu bahan menjadi bahan lain dengan jalan autolyse. Enzim yang terkenal adalah peroxydase, reductase, katalase dan phospatase. Dengan adanya pemanasan, enzim tidak akan berfungsi lagi
  • 15.
    SIFAT FISIK SUSU Rasasedikit manis Aroma khas Warna antara putih kekuningan Titik beku –0,5 0C Titik didih 100- 170 0C
  • 16.
    SIFAT FISIK SUSU Susu tersusun oleh koloidal yang kompleks, mengandung garam-garam dan gula dalam bentuk larutan.  Berat jenis susu ± 1,023-1,035 g/cm3, dipengaruhi komponen penyusunnya.  Berat jenis komponen susu : Lemak 0,93 g/cm3 Laktosa 1,666 g/cm3 Protein 1,346 g/cm3 Casein 1,310 g/cm3 Garam 4,12 g/cm3
  • 17.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitassusu  Pada saat susu keluar setelah diperah, susu merupakan suatu bahan yang murni, higienis, bernilai gizi tinggi, mengandung sedikit kuman (yang berasal dari kambing) atau boleh dikatakan susu masih steril. Demikian pula bau dan rasa tidak berubah dan tidak berbahaya untuk diminum.  Setelah beberapa saat berada dalam suhu kamar, susu sangat peka terhadap pencemaran sehingga dapat menurunkan kualitas susu.  Kualitas susu yang sampai ditangan konsumen terutama ditentukan antara lain oleh: 1. Jenis ternak dan keturunannya (hereditas) 2. Tingkat laktasi 3. Umur ternak 4. Infeksi/peradangan pada mabing 5. Nutrisi/pakan ternak 6. Lingkungan dan 7. Prosedur pemerahan susu
  • 18.
    1. Jenis ternakdan keturunannya (hereditas) Jenis Bahan kering Protein Lemak Laktosa Mineral Sapi perah 12,83 3,50 3,80 4,90 0,73 Domba 17,00 3,20 3,20 4,70 0,90 Kambing 13,00 3,70 4,00 4,45 0,85 Kerbau 21,40 5,50 10,50 4,50 0,85 Sapi zebu 13,30 3,40 4,20 5,00 0,80
  • 19.
    Komposisi gizi susudari beberapa jenis/keturunan sapi Jenis Bahan kering Protein lemak Laktosa Mineral FriesHolland 12,20 3,10 3,50 4,90 0,70 Ayrshire 13,10 3,60 4,10 4,70 0,70 BrownSwiss 13,30 3,60 4,00 5,00 0,70 Guernsey 14,40 3,80 5,00 4,90 0,70 Jersey 15,00 3,90 5,50 4,90 0,70 Zebu 13,30 3,40 4,20 5,00 0,80
  • 20.
    2. Tingkat Laktasi •Komposisi air susu berubah pada tiap tingkat laktasi. Perubahan yang terbesar terjadi pada saat permulaan dan terakhir periode laktasi. • Kolostrum : sekresi pertama setelah proses kelahiran. • Pada kolostrum terkandung : a. Konsentrasi zat padatnya lebih tinggi b. Kasein, protein whey (terutama globulin), garam mineral lebih tinggi (Ca, Mg, P, Cl lebih tinggi, Potassium lebih rendah) c. Laktosa lebih rendah d. Lemak bisa lebih tinggi bisa lebih rendah
  • 21.
    Perbandingan komposisi sususapi FH pada saat laktasi dan tidak Komponen Kolostrum (%) Kolostrum ke 2 & 3 (%) Susu FH (%) Total solid 22,3 10,5 8,6 Protein 18,8 5,5 3,25 Imune globulin 13,1 1,0 0,09 Laktosa 2,5 4,0 4,6
  • 22.
    3. Umur Ternak •Pada umumnya sapi berumur 5-6 tahun sudah mempunyai produksi susu yang tinggi tetapi hasil maksimum akan dicapai pada umur 8 – 10 tahun. • Umur ternak erat kaitannya dengan periode laktasi. • Pada periode permulaan produksi susu tinggi tetapi pada masa-masa akhir laktasi produksi susu menurun. • Selama periode laktasi kandungan protein secara umum mengalami kenaikan, sedangkan kandungan lemaknya mula-mula menurun sampai bulan ketiga laktasi kemudian naik lagi.
  • 23.
    4. Infeksi/Peradangan padaAmbing • Infeksi/peradangan pada ambing dikenal dengan nama mastitis. • Mastitis adalah suatu peradangan pada tenunan ambing yang dapat disebabkan oleh mikroorganisme, zat kimia, luka termis ataupun luka karena mekanis. • Peradangan ini dapat mempengaruhi komposisi air susu antara lain dapat menyebabkan bertambahnya protein dalam darah dan sel-sel darah putih di dalam tenunan ambing serta menyebabkan penurunan produksi susu.
  • 24.
    Pengaruh penyakit mastitisterhadap komponen dan pH susu bovine Komponen Susu normal Susu mastitis Lemak (%) 3,45 3,2 Laktosa (%) 4,85 4,4 Casein (mg/ml) 27,9 22,5 Whey protein (mg/ml) 8,2 13,1 Na (mg/100ml) 57 104,6 K (mg/100ml) 172,5 157,3 Cl (mg/100ml) 80 - 130 > 250 Ca (mg/100ml) 136 49 pH 6,65 6,9 – 7,0
  • 25.
    5. Nutrisi /Pakan • Jenis pakan akan dapat mempengaruhi komposisi susu. • Pakan yang terlalu banyak konsentrat akan menyebabakan kadar lemak susu rendah. • Jenis pakan dari rumput-rumputan akan menaikkan kandungan asam oleat sedangkan berupa jagung atau gandum akan menaikkan asam butiratnya. • Pemberian pakan yang banyak pada seekor sapi yang kondisinya jelek pada waktu sapi itu dikeringkan dapat menaikkan hasil susu sebesar 10 – 30 %.
  • 26.
    Pemberian air padasapi • Pemberian air adalah penting untuk produksi susu, karena susu 87% terdiri dari air dan 50% dari tubuh sapi terdiri dari air. • Jumlah air yang dibutuhkan tergantung dari : a. Produksi susu yang dihasilkan oleh seekor sapi b. Suhu sekeliling c. Pakan yang diberikan • Perbandiongan antara susu yang dihasilkan dan air yang dibutuhkan adalah 1 :036. Air yang dibutuhkan untuk tiap hari bagi seekor sapi berkisar 37 – 45 liter.
  • 27.
    6. Lingkungan • Pengaruhlingkungan terhadap komposisi susu bisa dikompilasikan oleh faktor-faktor seperti nutrisi dan tahap laktasi. • Hanya bila faktor-faktor seperti ini dihilangkan menjadi memungkinkan untuk mengamati pengaruh musim dan suhu. • Biasanya pada musim hujan kandungan lemak susu akan meningkat sedangkan pada musim kemarau, kandungan lemak susu lebih rendah. • Produksi susu yang dihasilkan pada kedua musim tersebut juga berbeda. Pada musim hujan produksi susu dapat meningkat karena tersedianya pakan yang lebih banyak dari musim kemarau
  • 28.
    Pengaruh suhu dankelembaban • Suhu dan kelambaban mempengaruhi produksi susu. • Selain itu pada lingkungan dengan kelembaban yang tinggi sangat mempengaruhi timbulnya infeksi bakteri dan jamur penyebab mastitis. • Suhu lingkungan yang tinggi secara jelas menurunkan produksi susu, karena sapi menurunkan konsumsi pakan, tetapi belum jelas apakah suhu mempengaruhi komposisi susu.
  • 29.
    7. Prosedur pemerahansusu • Faktor yang mempengaruhi produksi susu antara lain: jumlah pemerahan setiap hari, lamanya pemerahan, dan waktu pemerahan. • Jumlah pemerahan 3 – 4 kali sertiap hari dapat meningkatkan produksi susu daripada jika hanya diperah dua kali sehari. • Pemerahan pada pagi hari mendapatkan susu sedikit berbeda komposisinya daripada susu hasil pemerahan sore hari. • Pemerahan menggunakan tangan ataupun menggunakan mesin tidak memeperlihatkanm perbedaan dalam produksi susu, kualitas atapun komposisi susu.
  • 30.
    Hubungan antara umurdan jumlah pemerahan Umur sapi Pemerahan 3 x sehari 4 x sehari 2 tahun > 20% > 35% 3 tahun > 17% > 30% 4 tahun > 15% > 26%
  • 31.
    PENGUJIAN MUTU SUSU Tujuanpengujian mutu susu : Untuk menghindari usaha-usaha pemalsuan susu, yang mengakibatkan mutu susu tidak sesuai dengan codex susu (Milk Codex). Jenis – jenis penyimpangan mutu susu : (1) penyimpangan susunan susu, hal ini terjadi apabila susu dicampur dengan bahan-bahan yang kurang nilainya atau bahan yang tidak bernilai (misalnya : air, air beras dll), (2) penyimpangan keadaan susu, hal ini terjadi apabila susu kotor, berbau busuk atau berbau obat-obatan. Akibat penyimpangan mutu susu : a. mempengaruhi kesehatan konsumen, karma mengandung bakteri yang menyebabkan penyakit tertentu misalnya TBC, abortus dan sebagainya. b. susu yang mutunya menyimpang tidak dapat dipakai untuk pembuatan /pengolahan produk susu seperti keju atau mentega, karma mutunya menyimpang basil produknya juga menyimpang.
  • 32.
    PENGUJIAN MUTU SUSU Pemeriksaansusu dimaksudkan guna menjamin konsumen menerima susu dengan kualitas yang baik dan memberikan peluang yang baik untuk perkembangan peternakan sapi perah. Pengujian mutu susu biasanya dilakukan terhadap sifat-sifat fisik, kimiawi dan uji biologik.
  • 33.
    1. Uji Kebersihan,meliputi warna, bau, rasa dan ada tidaknya kotoran dalam susu (dengan menggunakan kertas saring). 2. Uji Berat Jenis (uji BJ) dilakukan dengan menggunakan alat laktodensi meter (Rata-rata BJ susu = 1,028). Apabila susu encer maka BJ susu menjadi rendah atau dibawah standar. 1. Pengujian Susu Secara Fisik
  • 34.
    3. Kerapatan • Kerapatansusu bervariasi antara 1,0260 dan 1,0320 pada suhu 20oC • kerapatan susu berangsur-angsur meningkat dari saat pemerahan dan mencapai maksimum pada 12 jam sesudah pemerahan. Meningkatnya kerapatan ini terutama disebabkan karena terbebaskannya gas-gas seperti CO2 dan N2 yang terdapat di dalam susu yang baru diperoleh dari perahan 4. Bau Susu • Bau susu akan lebih nyata jika susu dibiarkan beberapa jam terutama pada suhu kamar. • Kandungan laktosa yang tinggi dan kandungan klorida rendah diduga menyebabkan susu berbau seperti garam. Pakan yang diberikan pada sapi juga dapat mempemgaruhi bau susu 1. Pengujian Susu Secara Fisik
  • 35.
    1. Pengujian SusuSecara Fisik 5. Rasa Susu • Susu yang baik memiliki rasa sedikit manis yang berasal dari laktosa, sedangkan rasa asin yang muncul dikarenakan pengaruh beberapa garam mineral seperti garam klorida dan sitrat 6. Warna Susu • Warna air susu dapat berubah dari satu warna ke warna lain, tergantung dari bangsa ternak, jenis pakan, jumlah lemak, bahan padat dan bahan pembentuk warna. • Warna air susu berkisar dari putih kebiruan hingga kuning keemasam. • Warna putih dari susu merupakan hasil dispersi dari refleksi cahaya oleh globula lemak dan partikel kolodial dari casein dan calsium phosphat. • Warna kuning adalah karena lemak dan caroten yang dapat larut. Bila lemak diambil dari susu maka susu akan menunjukkan warna kebiruan
  • 36.
    1. Pengujian SusuSecara Fisik 7. Titik Beku dan Titik Didih Susu • Pada codex air susu dicantumkan bahwa titik beku air susu adalah -0.500 oC. akan tetapi untuk Indonesia telah berubah menjadi 5.520 oC. • Titik beku air adalah 0 oC. Apabila terdapat pemalsuan air susu dengan penambahan air, maka dengan mudah dapat dilakukan pengujian dengan uji penentuan titik beku. • Titik didih air adalah 100 oC dan air susu 100,16 oC. Titk didih juga akan mengalami perubahan pada pemalsuan air susu dengan air.
  • 37.
    1. Pengujian SusuSecara Fisik 8. Viskositas Susu • Seperti BJ, maka viskositas air susu lebih tinggi daripada air. • Viskositas air susu biasnya berkisar 1.5-2.0 cP. • Bahan padat dan lemak air susu mempengaruhi viskositas. • Temperatur juga menentukan viskositas air susu. • Sifat ini sangat menguntungkan dalam pembuatan mentega.
  • 38.
    1. Pengujian SusuSecara Fisik 9. Uji Masak : uji ini digunakan untuk menentukan adanya penyimpangan dalam susu. • Pelaksanaannya sangat sederhana yaitu dengan memasak susu dalam tabung reaksi. Susu yang berkualitas baik bila tidak terlihat endapan- endapan. Bila terlihat endapan, susu tersebut kurang baik. • Endapan ini biasanya dapat diakibatkan karena derajat asam susu terlalu tinggi. 10. Uji Alkohol dilakukan dengan cara : pada tabung reaksi dimasukkan susu dan alkohol 70% dengan perbandingan sama. • Bila pada dinding tabung reaksi terdapat endapan-endapan, hal itu menunjukkan penyimpangan-penyimpangan mutu susu misalnya susu menjadi asam, susu bercampur dengan kolostrum atau adanya mastitis. • Kolostrum adalah susu pertama kali yang dihasilkan sapi setelah beranak, setelah ± 5 hari susu sapi telah normal kembali. Kolostrum sangat kental, berlendir dan berwarna kuning kemerahan (hal itu menunjukkan adanya penyimpangan mutu susu).
  • 39.
    2. Pengujian SusuSecara Kimiawi Pengujian mutu susu secara kimiawi umumnya dilakukan di Laboratorium dengan proses yang lebih rumit antara lain: 1. Uji kadar lemak susu : Rataan kandungan lemak susu sesuai milk codex adalah 2,8 %. 2. Uji kadar Protein susu : Rataan kandungan protein susu pada milk codex adalah 3,5%.
  • 40.
    2. Pengujian SusuSecara Kimiawi 3. Derajat pH • Susu segar mempunyai sifat ampoter, artinya dapat bersifat asam dan basah sekaligus. • Jika diberikan ketas lakmus biru, maka warnanya akan menjadi merah, sebaliknya jika diberi kertas lakmus merah warnanya akan berubah menjadi biru. • Potensial ion hydrogen (pH) susu segar terletak antara 6.5-6.7
  • 41.
    3. Pengujian SusuSecara Biologik Pengujian mutu susu secara biologik dilakukan di Laboratorium meliputi : 1. Uji Reduktase : apabila angka reduktase yang diuji lebih besar dari angka milk codex (lebih besar dari satu), berarti kandungan kuman dalam susu relatif banyak. 2. Uji Katalase : apabila angka katalase yang diuji lebih besar dari angka milk codex (lebih besar dari nol), berarti susu yang diperiksa mengandung banyak kuman. 3. Uji Breed: apabila jumlah kuman dalam susu yang diuji lebih besar dari angka codex (lebih dari satu juta kuman per cc), berarti susu yang diperiksa mengandung banyak kuman.