LEARNING MANAGEMENT
SYSTEM (LMS)
Perkembanganteknologi digital telah mengubah wajah
pendidikan secara signifikan. Salah satu inovasi penting
dalam dunia pendidikan modern adalah Learning
Management System (LMS). LMS menjadi jantung dari
pengelolaan pembelajaran digital, terutama dalam
konteks kelas digital, di mana interaksi antara dosen dan
mahasiswa tidak lagi terbatas pada ruang fisik.
Menurut Ellis 92009)
perangkat lunak yang digunakan untuk merencanakan,
mengimplementasikan, dan mengevaluasi proses pembelajaran.
LMS menyediakan platform untuk distribusi materi ajar,
komunikasi antara pengajar dan peserta didik, serta pengelolaan
aktivitas pembelajaran secara daring.
LMS adalah
3.
Dalam konteks perkuliahan
PengelolaanKelas Digital,
pemahaman tentang LMS menjadi
krusial agar mahasiswa mampu
merancang, mengelola, dan
mengevaluasi kelas berbasis
teknologi secara efektif dan efisien.
4.
Ellis (2009) Coateset al
(2005)
Sun & Chen
(2016)
LMS merupakan sistem perangkat
lunak untuk mengelola,
mendokumentasikan, melacak, dan
menyampaikan kursus atau
program pelatihan secara daring.
LMS adalah infrastruktur yang
menyampaikan dan mengelola konten
pembelajaran, mengidentifikasi dan
menilai pembelajaran individu atau
kelompok, serta menyediakan laporan
kinerja.
LMS menjadi media utama yang
memfasilitasi interaksi dalam
pembelajaran online antara pengajar
dan peserta didik dengan fitur
komunikasi sinkron dan asinkron.
Secara umum, Learning Management System (LMS) adalah
sistem berbasis web yang digunakan untuk mengelola seluruh
aspek pembelajaran, mulai dari perencanaan, penyampaian
materi, penilaian, hingga pelaporan hasil belajar.
5.
TUJUAN DAN FUNGSILMS
Mempermudah dosen dalam mengelola pembelajaran
digital.
Memberikan akses belajar fleksibel bagi mahasiswa kapan
saja dan di mana saja.
Meningkatkan efisiensi administrasi dan manajemen
pembelajaran.
Mendukung pembelajaran kolaboratif dan mandiri.
Menyediakan data dan analitik pembelajaran untuk
evaluasi.
Tujuan
Manajemen Pengguna: Mengatur akun dosen dan mahasiswa.
Distribusi Materi: Menyediakan bahan ajar dalam berbagai format
(PDF, video, link, kuis, dll).
Komunikasi dan Kolaborasi: Melalui forum diskusi, chat, dan video
conference.
Penilaian: Memberikan tugas, kuis, serta rekap nilai secara otomatis.
Monitoring dan Pelaporan: Menyediakan data aktivitas dan hasil
belajar.
Integrasi Teknologi: Terhubung dengan berbagai aplikasi seperti
Google Drive, Zoom, atau Turnitin.
Fungsi
6.
KOMPONEN UTAMA
DALAM LMS
1.ContentManagement (Manajemen Konten):
Pengelolaan bahan ajar digital yang dapat
diunggah, diperbarui, dan disusun berdasarkan
modul atau topik.
2. Communication Tools (Alat Komunikasi):
Fasilitas seperti forum, chat, announcement, dan
email internal.
3. Assessment Tools (Evaluasi):
Kuis, ujian daring, tugas, serta feedback otomatis.
4. Tracking System (Pelacakan Aktivitas):
Merekam waktu login, aktivitas mahasiswa, dan
progres pembelajaran.
5. Reporting & Analytics (Pelaporan):
Menyediakan laporan performa individu maupun kelas untuk analisis
pembelajaran.
7.
JENIS - JENIS
LMS
1.BerdasarkanKepemilikan
Open Source LMS
Dapat digunakan dan dimodifikasi
secara gratis. Contoh: Moodle,
Chamilo, Open edX.
Proprietary LMS (Komersial):
Berbayar dan dikembangkan oleh
perusahaan tertentu. Contoh:
Blackboard, Canvas, Schoology.
8.
JENIS - JENIS
LMS
2.Berdasarkan Model Akses
Self Hosted
Dikelola di server institusi sendiri
(lebih fleksibel namun butuh
teknisi).
Cloud Based
Dikelola oleh penyedia layanan
(lebih mudah digunakan, tidak
perlu server sendiri).
9.
CONTOH LMS POPULAR
Moodle
GoogleClassroom
Canvas
Edmodo
Open source, banyak digunakan di
perguruan tinggi, fitur lengkap dan
fleksibel.
Terintegrasi dengan ekosistem
Google Workspace (Docs, Drive,
Meet).
Antarmuka modern, berbasis
cloud, mendukung analitik belajar.
Tampilan seperti media sosial, cocok
untuk kolaborasi siswa dan guru.
Scoology
Menggabungkan LMS dengan sistem
manajemen sekolah.
10.
KEUNGGULAN LMS
1
Akses fleksibeldan
terdistribusi
2
Meningkatkan interaktivitas dan
keterlibatan peserta didik
3
Memudahkan evaluasi dan
dokumentasi hasil belajar.
4
Ramah lingkungan (paperless learning).
dan mendorong pembelajaran yang
mandiri serta kolaboratif
11.
KELEMAHAN LMS
1
Ketergantungan pada
koneksiinternet
2
Perlu literasi digital yang baik
dari dosen dan mahasiswa
3
Tantangan dalam menjaga
keaktifan peserta didik
4
Keterbatasan dalam menilai aspek
afektif dan psikomotorik
12.
4. Evaluasi danRefleksi
Melacak kehadiran, penilaian, dan
umpan balik mahasiswa, serta
meninjau efektivitas LMS dan
memperbaiki desain pembelajaran
1. Perencanaan
Menentukan tujuan,
struktur materi, dan
aktivitas belajar.
IMPLEMENTASI LMS DALAM
PENGELOLAAN KELAS DIGITAL
2. Pengembangan 3. Pelaksanaan
Membuat konten
digital (teks, video,
kuis).
Mengunggah materi dan
melakukan interaksi melalui
LMS.
13.
STRATEGI EFEKTIF
PENGGUNAAN LMS
1
Gunakandesain instruksional
berbasis model ADDIE atau 4D.
2
Sertakan aktivitas interaktif (forum
diskusi, kuis, proyek kelompok).
3
Berikan feedback cepat dan
personal.
4
Manfaatkan fitur analytics untuk melihat progres
mahasiswa dan Integrasikan video conference dan
media sosial edukatif untuk kolaborasi.
14.
EVALUASI PENGGUNAAN
LMS
Evaluasi dilakukandengan melihat:
Aktivitas dan
partisipasi siswa di
LMS
Ketuntasan tugas dan
kuis
Kepuasan pengguna
(melalui survey dan
dampak terhadap hasil
belajar
15.
KESIMPULAN
LMS merupakan fondasiutama dalam
pengelolaan kelas digital yang
memungkinkan proses pembelajaran
menjadi lebih fleksibel, efisien, dan
terukur. Sebagai calon pendidik atau
praktisi pendidikan, mahasiswa
diharapkan mampu menguasai,
menerapkan, dan mengembangkan LMS
secara kreatif untuk mendukung
transformasi digital di dunia pendidikan.
16.
OUR BEST TEAM
DaniMartinez Olivia Wilson Alfredo Torres
IT Manager Software Developer Network Administrator
17.
THANK YOU
Arowwai Industries
FORYOUR ATTENTION
Contact us
+123-456-7890
hello@reallygreatsite.com
www.reallygreatsite.com
123 Anywhere St., Any City