BAB I
ILMU PENGETAHUAN,
METODE ILMIAH,
DAN PENELITIAN
Mencari Jawaban
Pendekatan Non Ilmiah
Pendekatan Ilmiah
Metode Ilmiah
masalah
hasrat ingin tahu
Metode Non Ilmiah
When, why and how do ……...
we do the research ... ?
Penelitian
Ilmu Pengetahuan
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
Contoh :
“Amir sakit perut selama seminggu”
Pendekatan Ilmiah :
• Cari data di lapangan
Amir makan apa ?
• Periksa ke dokter
• Tes laboratorium
• Pengobatan
• Kesimpulan :
Amir Keracunan
Pendekatan Non Ilmiah :
• Pergi ke dukun
• Penyembuhan
• Kesimpulan :
Amir kena guna-guna dari
temen/musuhnya
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
Pendekatan Ilmiah :
 Perumusan masalah jelas dan spesifik
 Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris
 Jawaban permasalahan didasarkan pada data  Skeptik
 Proses pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika
yang benar  Analitik
 Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain  Kritik
 Kesimpulan yg serupa bagi hampir semua orang  Objektif
Contoh :
 Penggunaan Metode Ilmiah
Apa Perbedaanya ?
Pendekatan Non Ilmiah :
 Perumusan kabur atau abstrak
 Masalah tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat supranatural/dogmatis
 Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan
 Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan dan analisis data secara logis
 Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain
Contoh :
 Penggunaan akal sehat, prasangka, intuisi, penemuan secara kebetulan dan coba-coba,
pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
What Is The Science ?
Ilmu Pengetahuan :
 Bangunan atau akumulasi pengetahuan yang diperoleh sepanjang
sejarah perkembangan pengetahuan manusia
 Ilmu Pengetahuan dianggap sebagai “produk”
 Contoh : Einstien dengan teori relatifitasnya
Newton dengan teori tentang gaya dll
 Pengetahuan yang diperoleh melalui prosedur ilmiah
(Metode Ilmiah)
 Ilmu Pengetahuan dianggap sebagai “proses”, diperoleh secara
logis (dasar & alasan yang deduktif rasional) untuk menjelaskan
suatu gejala dan diuji secara empiris sehingga bersifat terbuka
 Contoh : Lahirnya ilmu pengetahuan dan teknologi komputer
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
Fungsi Ilmu Pengetahuan :
 Untuk menerangkan gejala
 Untuk memahami hakekat gejala
 Untuk meramalkan kejadian yang akan datang
 Untuk mengendalikan gejala
Ciri Ilmu Pengetahuan :
 Mempunyai obyek kajian
 Mempunyai metode pendekatan
 Disusun secara sistematis
 Bersifat “universal” (legitimated)
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
Apakah “Metode Ilmiah” itu ?
Metode Ilmiah adalah mekanisme atau cara mendapatkan
pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu struktur
logis yang terdiri atas tahapan kerja :
 adanya kebutuhan obyektif
 perumusan masalah
 pengumpulan teori
 perumusan hipotesis
 pengumpulan data/informasi/fakta
 analisis data
 penarikan kesimpulan
 disebut daur logico-hypothetico-verifikatif
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
Sifat Metode Ilmiah :
 Efisien dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu)
 Terbuka (dapat dipakai oleh siapa saja)
 Teruji (prosedurnya logis dalam memperoleh keputusan)
Pola Pikir dalam Metode Ilmiah :
 Induktif
Pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat khusus
menjadi kesimpulan yang bersifat umum
 Deduktif
Pengambilan kesimpulan dari hal yang bersifat umum
menjadi kasus yang bersifat khusus
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
Contoh sederhana :
Induktif :
Tumbuhan akan mati (khusus)
Hewan akan mati (khusus)
Manusia akan mati (khusus)
Kesimpulan : Semua makhluk hidup akan mati (umum)
Deduktif :
Semua manusia akan mati (umum)
Aris adalah manusia (khusus)
Kesimpulan : Aris akan mati (khusus)
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
Sarana Berpikir Ilmiah
Logika Matematika
Deduksi
Ramalan
(Hipotesis)
Khasanah
Ilmu
Pengujian
Fakta
Induksi
Statistika Metodologi
Penelitian
Dunia Rasional
Dunia Empiris
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
Kesimpulan :
Metode Ilmiah menjadi kerangka dasar kegiatan penelitian, dimana
didalam penelitian akan berisi penerapan metode ilmiah
Ilmu Pengetahuan
Metode Ilmiah
Penelitian
Bagan Keterkaitan
Ilmu Pengetahuan, Metode Ilmiah dan Penelitian
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
Tugas Ilmu Pengetahuan dan Penelitian :
1. Mencandra/mengadakan deskripsi
Menggambarkan secara jelas dan cermat hal-hal yang dipersoalkan
2. Menerangkan/Eksplanasi
Menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa-peristiwa/gejala
3. Menyusun Teori
Mencari dan merumuskan hukum-hukum mengenai hubungan antara kondisi yang
satu dengan yang lain atau hubungan peristiwa yang satu dengan yang lain
4. Membuat Prediksi/Peramalan
Membuat ramalan, estimasi dan proyeksi mengenai peristiwa-peristiwa yang bakal
terjadi atau gejala-gejala yang akan muncul
5. Melakukan Pengendalian
Melakukan tindakan guna mengendalikan peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala
I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
BAB II
DASAR-DASAR
PENELITIAN
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
Penelitian adalah kegiatan untuk memperoleh fakta2 atau prinsip2
(baik kegiatan untuk penemuan, pengujian atau pengembangan)
dari suatu pengetahuan dengan cara mengumpulkan, mencatat &
menganalisa data yang dikerjakan secara sistematis berdasarkan
ilmu pengetahuan (metode ilmiah)
 definisi dari berbagai sumber
Pengertian
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
Penelitian bertujuan untuk :
 Menemukan fakta/prinsip/produk yang baru dari suatu pengetahuan
(Eksploratif)
 Menguji kebenaran atas fakta/prinsip/produk dari suatu pengetahuan yang sudah ada
(Verifikatif)
 Mengembangkan fakta/prinsip/produk dari suatu pengetahuan yang sudah ada
(Development)
Eksploratif Development
Verifikatif
Daur Hidup Penelitian
 Penelitian merupakan suatu proses yang tidak pernah berhenti
Tujuan Penelitian
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
Contoh ….
Astrea 800 Identifikasi
Kekurangan
dan Kelebihan
(Keunggulan)
Astrea Star
Verifikatif Development
Eksploratif
Development
Eksploratif
Astrea Prima
Verifikatif
Verifikatif
Development
Eksploratif
Astrea Grand
Verifikatif
Astrea
Impressa Development
Eksploratif dan seterusnya ...
Sepeda Manual (Engkol) Sepeda Motor
Eksploratif
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
Macam-macam Penelitian :
 Menurut Tujuan
1. Penelitian Eksploratif
2. Penelitian Verifikatif
3. Penelitian Development
 Menurut Proses
1. Penelitian Dokumenter
2. Penelitian Eksperimen
 Menurut Taraf Kesimpulan
1. Penelitian Deskriptif
2. Penelitian Inferensi
 Menurut Tempat
1. Penelitian Laboratorium
2. Penelitian Perpustakaan
3. Penelitian Lapangan
 Menurut Pemakaian
1. Penelitian Murni
2. Penelitian Terapan
 Menurut Metode Pendekatan
1. Penelitian Kuantitatif
2. Penelitian Kualitatif
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
Kebijaksanaan Penelitian di Perguruan Tinggi :
 Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni
(IPTEKS)
 Pengembangan Kelembagaan/Organisasi (Perguruan Tinggi)
 Menunjang Pembangunan
Dosen : Penelitian merupakan salah satu kegiatan
dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi
Mahasiswa : Penelitian pemula yang diwujudkan dalam
Karya Ilmiah (Skripsi/Proyek Akhir)
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
Kebutuhan Dasar Peneliti (bersifat teknis) :
 Kemampuan Keilmuan
Peneliti mempunyai kemampuan di bidang ilmu tertentu
 Masalah
Peneliti mempunyai permasalahan yang akan diteliti
 Sumber Daya Pendukung
Peneliti mempunyai cukup sumber daya pendukung :
Biaya, Tenaga, Waktu dan Sarana/fasilitas
 Metodologi Penelitian
Peneliti mampu memilih/ menggunakan metodologi penelitian yang tepat
- Jenis dan sumber data
- Sampling
- Metode dan alat pengumpulan data
- Metode analisis data
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
TUGAS SETELAH MID
• Ajukan judul setelah ujian mid semester
• Judul yang dianggap layak, bisa diteruskan untuk
menjadi judul Tugas Akhir (Skripsi)
• Judul diajukan sebanyak 3 buah berikut sinopsis dari
masing2 judul. Sinopsis judul dijelaskan minimal 1
halaman untuk masing2 judul.
• Siniopsis berisikan ttg penjelasan masalah yang ada
saat ini dan solusi yang akan anda berikan nantinya di
sistem baru.
• Untuk judul yang diajukan, ijin perolehan datasudah di
dapat sebelumnya ari organisasi/institusi dimana
penelitian akan dilakukan.
Etika Penelitian (non teknis) :
Selain didasarkan pada kaidah-kaidah ilmiah (metode ilmiah), pelaksanaan penelitian
harus mengikuti etika penelitian. Etika Penelitian berkaitan dengan norma-norma :
• Norma Sopan-santun
Peneliti memperhatikan konvensi dan kebiasaan dalam tatanan di masyarakat
• Norma Hukum
Bila terjadi pelanggaran maka Peneliti akan dikenakan sanksi
• Norma Moral
Peneliti mempunyai itikad dan kesadaran yang baik dan jujur dalam penelitian
 Peneliti harus mempunyai etika penelitian
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
Contoh Pelanggaran Etika Penelitian :
• Pengubahan data/informasi (manipulasi data/informasi)
• Penyalahgunaan data/informasi
• Pengakuan dan penggunaan data/informasi tanpa ijin
• Publikasi hasil penelitian penugasan tanpa ijin
• Tidak merahasiakan sumber data yg semestinya dirahasiakan
• Tidak menghormati responden
• Menjiplak hasil penelitian orang lain tanpa ijin (plagiat)
• Tidak menyusun laporan hasil penelitian
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
Kriteria Seorang Peneliti :
 Kompeten
- Menguasai dan mampu melakukan penelitian
- Bidang Ilmu sesuai dengan bidang penelitian
 Obyektif
- Tidak mencampuradukkan pendapat sendiri dengan kenyataan
 Jujur
- Tidak memaksakan unsur subyektifitas ke dalam fakta
 Faktual
- Bekerja berdasarkan fakta
 Terbuka
- Bersedia menerima masukan dari orang lain
- Bersedia diuji kebenaran hasil penelitiannya oleh orang lain
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
Tidak semua orang
bisa melakukan penelitian …
mengapa ?
II. DASAR - DASAR PENELITIAN
III
METODOLOGI
PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi :
• Metodologi  Berasal dari kata “Metode” dan “Logos”
• Metode = Cara yang tepat untuk melakukan sesuatu
• Logos = Ilmu atau pengetahuan
 Cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran
secara seksama untuk mencapai suatu tujuan
Penelitian : (telah dibahas sebelumnya)
kegiatan untuk memperoleh fakta2 atau prinsip2 (baik
kegiatan untuk penemuan, pengujian atau pengembangan) dari
suatu pengetahuan dengan cara mengumpulkan, mencatat &
menganalisa data yang dikerjakan secara sistematis
berdasarkan ilmu pengetahuan (metode ilmiah)
III. METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian :
Suatu cabang ilmu pengetahuan yang
membicarakan/mempersoalkan mengenai
cara-cara melaksanakan penelitian (meliputi
kegiatan mencari, mencatat, merumuskan,
menganalisis sampai menyusun laporan)
berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala
secara ilmiah
III. METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian :
• Metode yang digunakan dalam melaksanakan penelitian
• Merupakan dasar penyusunan rancangan penelitian
• Merupakan penjabaran dari metode ilmiah secara umum
Beberapa aspek dalam pemilihan metodologi penelitian :
• Tujuan Penelitian
• Sifat masalah yang akan diselesaikan
Beberapa aspek dalam menyusun rancangan penelitian :
• Cara pendekatan apa yang digunakan ?
• Metode apa yang akan dipakai ?
• Strategi apa yang kiranya paling efektif ?
Tergantung
jenis penelitiannya
III. METODOLOGI PENELITIAN
Macam - macam Metodologi Penelitian
 Didasarkan pada jenis penelitiannya
Beberapa Jenis Penelitian :
• Penelitian Historis
• Penelitian Deskriptif
• Penelitian Perkembangan
• Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan
• Penelitian Korelasional
• Penelitian Eksperimental
• Penelitian Tindakan
III. METODOLOGI PENELITIAN
1. Penelitian Historis
Tujuan
Untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif,
dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensintesakan
bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat
Ciri-ciri
• Data yang diolah biasanya data yang diobservasi orang lain (data sekunder)
sehingga keaslian, ketepatan dan sumber data perlu diperhatikan.
• Dimungkinkan pula adanya data primer. Bila ada, harus diberikan prioritas.
• Untuk memeriksa bobot data dilakukan dengan kritik Internal dan Eksternal
Kritik internal : menguji motif, kejujuran dan keterbatasan peneliti dalam
pengumpulan data
Kritik eksternal : relevansi, keaslian dan akurasi data
III. METODOLOGI PENELITIAN
2. Penelitian Deskriptif
Tujuan
Untuk membuat pencandraan/gambaran secara sistematis, faktual dan akurat
mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu obyek penelitian tertentu
Ciri-ciri
• Tidak ada : pengujian hipotesis, peramalan, pencarian implikasi hubungan
antar variabel penelitian (korelasional)
• Memerlukan data yang benar-benar representatif/mewakili obyek penelitian
• Proses pengambilan sampel penelitian harus hati-hati
 Penelitian Deskriptif sering disebut dengan Penelitian Survei
III. METODOLOGI PENELITIAN
2. Penelitian Deskriptif
Langkah-langkah Pokok
• Definisikan tujuan secara jelas dan spesifik
• Rancang metode pendekatannya :
Data apa yang akan dikumpulkan ? Bagaimana cara pengumpulannya ?
Alat apa yang digunakan untuk pengumpulan data ? Siapa sumber datanya ?
Siapa yang bertugas mengumpulkan data ? Dsb ….
• Kumpulkan data
• Tuliskan laporan
Contoh Penelitian Deskriptif
• Studi mengenai kebutuhan tenaga kerja dalam bidang komputer tahun 2010
• Survei mengenai pendapat umum mahasiswa untuk menilai sikap
pada mahasiswa terhadap rencana perubahan kurikulum
III. METODOLOGI PENELITIAN
3. Penelitian Perkembangan
Tujuan
Untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan atau perubahan suatu obyek
atau gejala sebagai fungsi waktu
Ciri-ciri
• Penelitian ini menuntut pengamatan yang berkelanjutan (kontinu)
• Dapat dilakukan secara longitudinal (fungsi waktu) maupun cross-sectional
III. METODOLOGI PENELITIAN
3. Penelitian Perkembangan
Langkah-langkah Pokok
• Definisikan masalah dan rumuskan tujuan
• Lakukan telaah pustaka
• Rancang metode pendekatannya
• Kumpulkan data
• Evaluasi data
• Susun laporan hasil evaluasi
Contoh Penelitian Perkembangan
• Studi mengenai perkembangan tingkah laku anak umur 0 - 10 tahun
• Studi mengenai pengaruh bantuan dana IDT pada peningkatan perekonomian
pedesaan
• Penelitian mengenai pengaruh kepesertaan program KB
terhadap penekanan angka kematian
III. METODOLOGI PENELITIAN
4. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan
Tujuan
Untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan
interaksi lingkungan suatu unit sosial : individu, kelompok, lembaga atau
masyarakat
Ciri-ciri
• Obyek penelitian berupa unit sosial tertentu
• Sampel sedikit tetapi variabel pengamatan banyak
• Kesimpulannya terbatas pada unit sampel tertentu dan tidak dapat digeneralisasi
pada tingkat populasinya (cenderung subyektif)
III. METODOLOGI PENELITIAN
4. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan
Langkah-langkah Pokok
• Rumuskan tujuan yang akan dicapai
• Rancang metode pendekatannya
• Kumpulkan data
• Organisasikan data dan informasi menjadi sebuah rekonstruksi yang terpadu
• Susun laporan dan diskusikan hasilnya
Contoh Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan
• Studi lapangan mengenai kebudayaan petani nelayan di wilayah pesisir
• Studi kasus mengenai kehidupan anak-anak jalanan di kota Semarang
• Penelitian tentang tipologi pedagang kaki lima di seputar simpang lima
III. METODOLOGI PENELITIAN
5. Penelitian Korelasional
Tujuan
Untuk mengetahui hubungan (korelasional) antara variabel-variabel penelitian
Ciri-ciri
• Cocok digunakan jika variabel yang diteliti rumit dan tidak dapat diteliti
dengan metode eksperimen (tidak dapat dimanipulasi/dikontrol)
• Memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya
secara serentak dalam keadaan realistisnya
• Output dari penelitian ini adalah taraf/tinggi rendahnya hubungan dan bukan
ada atau tidaknya adanya saling hubungan secara kausal
• Pola hubungan sering tidak menentu dan kabur
• Sering memasukkan berbagai data tanpa pilih-pilih (dipaksakan)
• Dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu berdasarkan
variabel bebas
III. METODOLOGI PENELITIAN
5. Penelitian Korelasional
Langkah-langkah Pokok
• Definisikan masalah
• Lakukan telaah pustaka
• Rancang cara pendekatannya
• Kumpulkan data
• Analisis data dan buat interpretasinya
• Susun laporan
Contoh Penelitian Korelasional
• Studi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa
• Hubungan antara skor test masuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi
• Peramalan tingkat permintaan barang berdasarkan tingkat harga barang
III. METODOLOGI PENELITIAN
6. Penelitian Eksperimental
Tujuan
Untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada
satu atau lebih kelompok eksperimental suatu kondisi/perlakuan dan
membandingkannya dengan kelompok eksperimental yang tidak dikenai
kondisi/perlakuan
Ciri-ciri
• Menuntut pengaturan variabel dan kondisi/perlakuan eksperimen
• Menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimental
• Menggunakan hipotesis tertutama tentang akibat perbedaan perlakuan
III. METODOLOGI PENELITIAN
6. Penelitian Eksperimental
Langkah-langkah Pokok
• Lakukan survei kepustakaan/studi pustaka
• Identifikasi dan definisikan masalah
• Rumuskan hipotesis berdasarkan studi pustaka
• Definisikan pengertian-pengertian dasar dan variabel utama
• Susun rancangan penelitian
• Laksanakan eksperimen
• Organisasikan data hasil eksperimen
• Analisis data dan lakukan pengujian hipotesis
• Interpretasi hasil analisis, diskusikan dan susun laporan
Contoh Penelitian Eksperimental
• Pengaruh penambahan dosis pupuk A terhadap peningkatan hasil
panen padi
III. METODOLOGI PENELITIAN
7. Penelitian Tindakan (Action Research)
Tujuan
Untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru, cara pendekatan baru,
atau produk pengetahuan yang baru dan untuk memecahkan masalah dengan
penerapan langsung di dunia aktual (lapangan)
Ciri-ciri
• Praktis dan langsung relevan dengan situasi aktual di lapangan (empiris)
• Menyediakan kerangka kerja/sistematika yang teratur untuk memecahkan
masalah dan perkembangan baru yang lebih baik
• Fleksibel dan adaptif, memperbolehkan perubahan-perubahan selama masa
penelitian (inovatif)
• Tidak selalu menuntut adanya hipotesis dan kontrol variabel
III. METODOLOGI PENELITIAN
7. Penelitian Tindakan
Langkah-langkah Pokok
• Definisikan masalah dan tetapkan tujuan
• Lakukan telaah/studi pustaka
• Rumuskan hipotesis atau strategi pendekatan yang spesifik
• Susun rancangan penelitian dan jelaskan prosedur-prosedur serta kondisinya
• Tentukan kriteria evaluasi dan teknik pengukuran untuk umpan balik
• Laksanakan eksperimen
• Analisis data, evaluasi dan susun laporan
Contoh Penelitian Tindakan
• Penelitian-penelitian di bidang pemanfaatan teknologi komputer
• Penelitian mengenai program pencegahan kecelakaan lalu lintas
bagi pengemudi (pelatihan/pendidikan pengemudi)
• Pemberdayaan tenaga putus sekolah pada kewirausahaan
III. METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian di Bidang Ilmu Komputer
 Kebanyakan berupa :
- Penelitian development
- Penelitian eksperimental
- Penelitian tindakan
 Memungkinkan dikembangkannya metodologi baru
yang lebih spesifik (khususnya dalam pe-rekayasaan) :
- Metodologi Pengembangan Sistem Informasi
- Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak
- Metodologi Pengembangan Perangkat Keras
- Dan lain-lain
III. METODOLOGI PENELITIAN
Kesimpulan.
Metodologi Penelitian :
 Menggambarkan tahapan-tahapan dalam proses penelitian guna memecahkan
masalah penelitian dari awal perencanaan hingga tercapainya tujuan penelitian
 Tidak ada satu format yang baku tentang metodologi penelitian, tetapi setiap
metodologi penelitian tidak terlepas dari kerangka metode ilmiah
 Pemilihan metodologi penelitian lebih tergantung pada jenis penelitian yang
dilakukan
 Perkembangan ilmu pengetahuan memungkinkan munculnya metodologi
penelitian yang baru (dinamis)
III. METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV
LANGKAH-LANGKAH
PENELITIAN
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.1 Pemilihan Tema, Topik dan Judul Penelitian
Tema Penelitian diperlukan untuk mengarahkan ruang lingkup dan
bidang telaah yang akan dipelajari oleh peneliti (berkaitan dengan
bidang ilmu)
Topik Penelitian berkaitan dengan garis pembahasan (bersifat spesifik)
Dasar Pemilihan Tema dan Topik Penelitian :
• Daya tarik bagi peneliti
• Ada kemampuan untuk melaksanakan (keilmuan, sumber daya, fisik)
• Data dapat diamati (termasuk tersedianya alat pengumpul data)
• Berkaitan dengan kebutuhan masyarakat (berkaitan dengan
pemecahan masalah-masalah praktis)
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Judul Penelitian dimaksudkan untuk memperjelas dan mempertajam
ruang lingkup dan bidang telaah dari tema dan topik penelitian
Dalam membuat judul penelitian :
• Singkat, jelas dan logis
• Tampak ruang lingkup dan metode pembahasannya
• Tampak ruang lingkup obyek penelitiannya (populasi/sampel)
• Berkaitan dengan tema dan topik penelitian
Contoh :
• Sistem Informasi Perpustakaan STMIK Jayanusa
• Perancangan Perangkat Lunak Untuk Mendeteksi Kerusakan CPU
• Perancangan E-Commerce Untuk Transaksi Penjualan pada PT “XYZ”
• Software Aplikasi Untuk Mengakses File MP3
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.2 Identifikasi Kebutuhan Obyektif (Latar Belakang) Penelitian
 Memberikan deskripsi/gambaran mengenai hal-hal yang melatarbelakangi
dilakukannya penelitian
Dalam mendeskripsikan kebutuhan obyektif/latar belakang penelitian
ini perlu dipaparkan :
• Fakta/kondisi/masalah yang ada atau terjadi saat ini
• Apa arti pentingnya penelitian yang akan dilakukan
• Bagaimana kaitannya dengan tuntutan kebutuhan saat ini dan
dan tuntutan perkembangan di masa yang akan datang
• Hal-hal strategis yang akan dicapai berkaitan dengan dilakukannya
penelitian tersebut
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.3 Identifikasi, Pemilihan dan Perumusan Masalah
Pengertian Masalah :
• Suatu kesulitan yang dirasakan, konkrit dan memerlukan solusi
• Suatu kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang ada dalam
kenyataan atau antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia atau
antara harapan dengan kenyataan dsb.
Suatu masalah tidak harus menuntut/menimbulkan suatu penelitian tetapi
Penelitian dilakukan oleh karena adanya masalah. Jadi seseorang yang akan
melakukan penelitian harus menentukan terlebih dulu : apa masalahnya ?
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Suatu masalah berbeda dengan fakta
Contoh
Fakta  mengarah pada adanya kebutuhan obyektif/latar belakang
File data di komputer banyak yang terkena virus
Masalah  mengarah pada adanya upaya untuk pemecahan
Bagaimana cara membersihkan virus pada file data tersebut ?
Suatu masalah ini membutuhkan penelitian untuk mencari solusinya
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Identifikasi Masalah
• Upaya untuk melakukan pencarian dan pendataan masalah-masalah yang
akan dibahas
• Pencarian masalah dapat dilakukan dari sumber-sumber masalah :
1. Bacaan
2. Pengamatan Sepintas/Fakta di lapangan
3. Pengalaman Pribadi
4. Pertemuan Ilmiah : Seminar, Diskusi, Lokakarya dll
5. Pernyataan Pemegang Otoritas
6. Perasaan Intuitif Pribadi
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Pemilihan Masalah
Setelah masalah-masalah diidentifikasi, belum menjadi jaminan bahwa semua
masalah tersebut layak dan sesuai untuk diteliti. Sehingga perlu dipilih salah
satu atau beberapa masalah yang paling baik dan layak untuk diteliti.
Pertimbangan pemilihan masalah ini dapat dilakukan dengan 2 arah :
1. Dari Arah Masalahnya
Pertimbangan kelayakan berdasarkan arah masalah atau sudut obyektifnya
atau nilai penelitiannya. Apakah penelitian memberikan sumbangan kepada
pengembangan dan penerapan IPTEKS atau pemecahan masalah praktis ?
2. Dari Arah Penelitinya
Pertimbangan berdasarkan kelayakan dan kesesuaian penelitinya
menyangkut kelayakan biaya, waktu, sarana, kemampuan keilmuan
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Perumusan Masalah
Masalah perlu dirumuskan dengan tujuan agar permasalahan jelas dan tidak
menimbulkan keragu-raguan atau tafsir yang berbeda-beda sebab masalah tsb
nantinya akan digunakan sebagai dasar : pengajuan teori dan hipotesis,
pengumpulan data, pemilihan metode analisis dan penarikan kesimpulan
Teknik merumuskan masalah :
• Dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan
• Singkat, jelas dan padat
• Memberi petunjuk dimungkinkannya pengumpulan data dan adanya metode
pemecahannya
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Masalah Yang Baik
• Mempunyai nilai dan kelayakan penelitian dari segi manfaat/kontribusi
• Fisibel/dapat dipecahkan (konkrit) dimana ada data dan metode pemecahannya
• Menarik bagi peneliti yang didukung kemampuan keilmuan
• Spesifik mengenai bidang tertentu (jelas ruang lingkup pembahasannya)
• Berguna untuk mengembangkan suatu teori
Sekali lagi : suatu masalah berbeda dengan fakta
Fakta/Latar Belakang :
Sistem manual administrasi penjualan banyak menimbulkan kesalahan dan kinerja
nya lambat
Perumusan Masalah :
Bagaimana perancangan sistem komputerisasi yang dapat menangani
administrasi penjualan dengan baik, efektif dan efisien ?
LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
BAB IV
LANGKAH-LANGKAH
PENELITIAN
(…lanjutan…)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Manfaat Penelitian :
• Untuk menjelaskan manfaat/kontribusi yang akan diperoleh dari hasil penelitian
dan siapa pihak yang akan mendapatkan manfaat tersebut
Teknik merumuskan manfaat penelitian :
• Disebutkan secara detail siapa saja yang mendapatkan manfaat dan apa manfaat
yang dapat diperoleh dari hasil penelitian
• Manfaat dapat dikaitkan dengan orientasi penelitian, apakah mempunyai kontribusi
pada pengembangan dan penerapan IPTEKS, pengembangan kelembagaan/organisasi
atau untuk pemecahan masalah-masalah praktis/menunjang pembangunan dsb.
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Contoh :
• Judul : Sistem Informasi Perpustakaan di STMIK Jayanusa
• Perumusan Masalah : Bagaimana perancangan sistem informasi perpustakaan
di STMIK Jayanusa yang dapat menangani pelayanan dan pengelolaan
perpustakaan dengan baik ?
• Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis dan merancang sistem informasi perpustakaan
di STMIK Jayanusa
• Manfaat Penelitian :
Bagi Pengelola Perpustakaan
Sistem informasi perpustakaan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung
kinerja pengelola perpustakaan sehingga dapat meningkatan pelayanan dan pengelolaan
perpustakaan di STMIK Jayanusa
Bagi Pengguna Perpustakaan
Sistem informasi perpustakaan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk
mempermudah pencarian infornasi tentang bahan-bahan pustaka
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.5 Studi Pustaka/Telaah Teori
Tujuan :
• Untuk mencari teori/konsep/generalisasi yang dapat digunakan sebagai
landasan teori/kerangka bagi penelitian yang akan dilakukan
• Untuk mencari metodologi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan
• Untuk membandingkan antara fakta di lapangan dengan teori yang ada
 dilakukan dengan membaca sumber-sumber pustaka
Sumber Pustaka/Bacaan :
• Sumber Acuan Umum : Buku Teks, Ensiklopedi, Monograph dll
(Sumber teori-teori dan konsep-konsep)
• Sumber Acuan Khusus : Jurnal, Buletin, Tesis, Disertasi, Majalah Ilmiah,
Laporan Penelitian, Makalah Seminar, Internet dll
(Sumber generalisasi)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Sumber Pustaka Yang Baik :
• Relevan dengan tema dan topik penelitian
• Mutakhir/Uptodate (bukan sumber pustaka yang sudah usang)
• Berbobot ilmiah
Perlu diperhatikan :
• Dalam mengutip/mencuplik bahan dari sumber pustaka hendaknya memegang
etika keilmiahan (mencantumkan sumber, nama pengarang, tahun dsb)
• Peneliti hendaknya menghindari praktek-praktek plagiat
Ingat : Tidak semua sumber bacaan dapat dijadikan acuan penelitian
Kualitas Penelitian tidak ditentukan oleh berapa jumlah pustaka yang dipakai
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.6 Perumusan Hipotesis
Hipotesis :
 Dugaan/Kesimpulan Sementara/Kesimpulan Awal
Pengertian Hipotesis :
• Jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus
diuji secara empiris melaui suatu analisis (berdasarkan data di lapangan)
• Kesimpulan yang sifatnya masih sementara dan perlu diuji secara empiris
melalui suatu analisis (berdasarkan data di lapangan)
Fungsi Hipotesis :
• Untuk memberikan batasan serta memperkecil ruang lingkup penelitian
• Untuk mempermudah pengumpulan dan pengolahan data
• Untuk mengetahui macam, jumlah dan hubungan variabel penelitian
• Untuk mengetahui variabel tak bebas yang harus di kontrol
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Hipotesis Yang Baik :
• Dirumuskan dari teori/konsep yang sudah ada, sehingga relevan dengan fakta
• Dirumuskan dalam bentuk pernyataan (statement) singkat dan sederhana
• Berlaku dalam tingkat populasi sehingga mempuyai daya ramal yang tinggi
• Mencerminkan tentang hubungan antar variabel
• Dapat diuji untuk membuktikan kebenaran/kesalahannya
Tidak Semua Penelitian Memerlukan Hipotesis :
• Penelitian Deskriptif, Eksploratif, beberapa penelitian eksperimen/tindakan dsb.
Tidak Semua Peneliti Mampu Merumuskan Hipotesis :
• Tidak adanya kerangka teori/konsep yang relevan dengan tema penelitian
• Peneliti tidak mampu menggunakan kerangka teori yang ada
• Peneliti tidak mampu menguasai metodologi penelitian yang sesuai
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Tidak Semua Hipotesis Terbukti/Dapat diterima :
• Teori sudah usang dan tidak relevan
• Alat pengumpul data utuk uji empiris tidak valid
• Data sudah usang dan tidak reliabel
• Penarikan sampel tidak tepat atau terlalu kecil
• Perumusan masalah tidak sejalan dengan teori yang mendasarinya
• Rancangan pengolahan data tidak memenuhi asumsi
• Kesalahan penafsiran atas hasil pengolahan data
• Fakta tidak sesuai dengan teori yang dipakai sebagai acuan, dll
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Contoh Hipotesis :
• Terdapat hubungan yang berarti antara nilai STTB SLTA dengan IP mahasiswa
• Tidak ada perbedaan kecepatan pengurutan data menggunakan metode
Bubble Sort dengan metode Shell
Teknik Pengujian Hipotesis :
• Dengan menggunakan uji-uji statistik (uji t, uji F, uji 2, uji Z dll)
Sumber Hipotesis : dapat disusun/dirumuskan dari
• Telaah teori
• Fakta berdasarkan pengamatan atau pengalaman peneliti
• Dugaan dan pengetahuan Peneliti
• Hasil penelitian pendahulu/sebelumnya yang relevan
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
BAB IV
LANGKAH-LANGKAH
PENELITIAN
(…lanjutan…)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.7 Identifikasi Variabel dan Data Penelitian
Secara Umum
Variabel :
 Suatu informasi tertentu yang nilainya tidak tetap
 Contoh : IPK, Berat Badan, Kecepatan Akses Data, Kondisi Badan dll
Data :
 Nilai tertentu dari suatu variabel
 Contoh : IPK=3.24, Berat Badan=76 kg, Kecepatan Akses Data = 56 bps
Kondisi Badan=Sehat dll
Variabel Penelitian :
• Segala sesuatu yang menjadi obyek penelitian dan bersifat spesifik
• Faktor-2 yang berperanan dalam peristiwa/gejala yang akan diteliti
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Kegunaan Variabel Penelitian :
• Untuk mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data
• Untuk mempersiapkan metode analisis/pengolahan data
• Untuk pengujian hipotesis
•
Variabel Penelitian Yang Baik :
• Relevan dengan tujuan penelitian
• Dapat diamati dan dapat diukur
Dalam suatu penelitian, variebel perlu diidentifikasi, diklasifikasi
dan didefinisikan secara operasional dengan jelas dan tegas agar
tidak menimbulkan kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan
data serta dalam pengujian hipotesis
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Identifikasi Variabel Penelitian :
• Untuk mendata variabel-variabel yang ada dalam penelitian
• Untuk menetapkan variabel-variabel utama yang akan dibahas
Contoh :
Suatu penelitian untuk mempelajari faktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi konsumen untuk membeli Sepeda Motor “Honda”
Variabel penelitian yang berpengaruh ditetapkan, misalnya :
• Selera Konsumen
• Tingkat Pendapatan Konsumen
• Kualitas Sepeda Motor Honda
• Harga Beli dan Harga Jual
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Klasifikasi Variabel Penelitian :
• Untuk menentukan jenis variabel
• Untuk menentukan alat dan metode pengumpulan data
Jenis Klasifikasi Variabel dan Data Penelitian :
1. Menurut Skala Pengukurannya
Variabel Data Keterangan
• Nominal : Jenis Kelamin Pria, Wanita Tidak ada tingkatan/jenjang
• Ordinal : Juara I, II, III Terdapat tingkatan/jenjang
• Interval : Suhu Ruangan 5oC– 10oC Tidak mengenal nilai mutlak
• Rasio : Berat Badan 76 kg Mengenal nilai mutlak
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
2. Menurut Sifat Fisik
Variabel Data Keterangan
• Kualitatif : Selera Suka, Tidak Suka Bukan Angka
• Kuantitatif : Harga Rp. 1.750.000,- Angka
3. Menurut Cara Pengukurannya
• Diskrit : Jumlah anak 3 orang Dari pencacahan
• Kontinu : Luas Ruangan 102,34 m2 Dari pengukuran
4. Menurut Cara Pengumpulan
• Primer : Jumlah komputer yang rusak di Lab. Secara langsung
(pendataan langsung di lab. Komputer)
• Sekunder : Jumlah penduduk Semarang thn 1990 Tidak langsung
(dokumentasi data di Kantor BPS)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
5. Menurut Sumber Data
Variabel Data Keterangan
• Intern : Mahasiswa mendata jumlah mahasiswa Di dalam lembaga
aktif di kampusnya
• Ekstern : Mahasiswa mengumpulkan data tentang Dari luar lembaga
jumlah penduduk dari dokumen di BPS
Definisi Operasional Variabel Penelitian :
• Untuk mendefinisikan secara jelas dan tegas arti dari variabel tersebut
• Untuk memberikan persepsi yang sama sehingga tidak terdapat arti yang bias
Contoh :
• Penghasilan Karyawan adalah pendapatan yang diterima oleh karyawan dari
komponen gaji tetap ditambah upah lain yang berlaku di Perusahaan
• Prestasi Akademik Mahasiswa adalah ukuran keberhasilan studi
mahasiswa yang dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP) Mahasiswa
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.8 Pemilihan Alat Pengumpulan Data
Dalam suatu penelitian, alat pengumpulan data (instrumen penelitian) sangat
menentukan kualitas data yang dapat dikumpulkan sekaligus akan menentukan
kualitas penelitian itu sendiri
Kriteria alat pengumpulan data yang baik :
• Reliabilitas atau Keterandalan
• Validitas atau Kesahihan
Apa komentar Anda tentang alat ukur di bawah ini ?
• Sikap petani terhadap program kerja bakti diukur melalui wawancara dengan
Lurah dan perangkat desanya
• Tingkat kesabaran seseorang hanya diukur melalui pengisian angket
• Berat surat diukur dengan timbangan beras
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Reliabilitas alat pengumpulan (pengukuran) data menunjukkan ketepatan hasil
pengukuran (konsistensi) apabila digunakan untuk pengukuran pada waktu
yang berbeda dan tidak tergantung siapa yang menggunakannya
Reliabilitas dapat dilihat dari besarnya simpangan baku dari hasil pengukuran
yang berulang-ulang atau dari besarnya tingkat kesalahan (error) pengukuran
Validitas alat pengumpulan (pengukuran) data menunjukkan kesesuaian atau
kecocokan antara alat ukur dengan apa yang diukur
Contoh :
Thermometer untuk mengukur/mengamati suhu
Ujian Tertulis untuk mengukur prestasi belajar mahasiswa
Test IQ untuk mengukur tingkat kecerdasan/kecakapan seseorang
Timbangan Elektronika untuk mengukur berat suatu barang/benda
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Pertimbangan Pemilihan Alat Ukur :
• Kesesuaian dengan variabel yang akan diamati
• Kualitas alat dari segi reliabilitas dan validitas
• Biaya Pengadaan dan Pemakaian
• Pengguna Alat
• Tingkat kesukaran pemakaian
•
Alat ukur tidak harus berupa suatu peralatan secara fisik yang mempunyai skala
pengukuran tetap (misal timbangan, stopwatch, thermometer, penggaris dll)
tetapi dapat berupa suatu peralatan tertentu yang bersifat non fisik dengan skala
pengukuran tertentu yang dapat ditetapkan atau dikembangkan secara khusus
(misal test, ujian, wawancara, kuesioner dll).
Konsep alat ukur lebih mengacu kepada bagaimana data dapat digali
dari alat ukur yang digunakan tersebut
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.9 Perancangan Pengolahan Data
Sebelum kegiatan pengumpulan data dilakukan, perlu dipersiapkan dahulu
bagaimana rancangan untuk pengolahan/analisis datanya.
Tujuan Perancangan Pengolahan Data :
• Agar tidak terjadi bias pengamatan terhadap variabel yang diteliti
• Agar memudahkan dalam pemilihan alat dan metode analisis
• Untuk menjaga konsistensi antara data yang akan dikumpulkan dengan alat
atau metode analisis yang akan digunakan
Faktor Pemilihan Rancangan Pengolahan Data :
• Tujuan dan jenis penelitian
• Model/jenis data
• Taraf/tingkat kesimpulan
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
BAB IV
LANGKAH-LANGKAH
PENELITIAN
(…lanjutan…)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.10 Metode Pengumpulan Data
Kualitas data tidak hanya ditentukan oleh reliabilitas dan validitas dari alat ukurnya saja,
tetapi juga ditentukan oleh bagaimana cara pengumpulannya
Beberapa Aspek dalam Proses Pengumpulan Data :
• Data apa yang dikumpulkan (What)
• Dengan apa data itu dikumpulkan (With)
• Darimana data akan dikumpulkan (Where)
• Kapan data tersebut dikumpulkan (When)
• Bagaimana cara mengumpulkan (How)
Metode Pengumpulan Data :
• Observasi (Pengamatan Langsung)
• Survei
• Interview (Wawancara)
• Eksperimen (Percobaan/Pengukuran Langsung)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Observasi
Pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan oleh pengumpul data
terhadap gejala/peristiwa yang diselidiki pada obyek penelitian
Sifat :
Tidak ada interaksi antara obyek yang diamati dengan pengamat/pengumpul data
Contoh :
• Observasi tentang jumlah kendaraan yang lewat di jalan tol Krapyak-Jatingaleh
untuk menganalisis tingkat kepadatan lalu lintas jalan tol di Kota Semarang
• Observasi tentang jumlah pengunjung swalayan Sri Ratu untuk menganalisis
minat konsumen dalam dalam menentukan pilihan tempat berbelanja
• Observasi pada pertandingan sepak bola untuk menentukan pemain
dan kesebelasan terbaik dalam suatu turnamen Liga Sepak Bola Indonesia
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Kelebihan Observasi :
• Data yang diperoleh uptodate (terbaru) karena diperoleh dari keadaan yang
terjadi pada saat itu (pada saat berlangsungnya peristiwa tersebut)
• Data lebih obyektif dan jujur karena obyek yang diteliti atau responden
tidak dapat mempengaruhi pengumpul data (menutup kemungkinan manipulasi)
Kelemahan Observasi :
• Memerlukan banyak waktu
• Tidak dapat digunakan untuk pengumpulan data masa lalu dan masa mendatang
• Tidak dapat digunakan utuk pengumpulan data yang berkaitan dengan sikap
dan motivasi serta perilaku responden
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Persiapan Observasi :
• Isi pengamatan
 data apa yang akan diamati ?
• Obyek Pengamatan
 apa/siapa yang diamati ?
• Alat Pengamatan
 pengamatan langsung atau menggunakan alat bantu ?
• Waktu Pengamatan
 kapan pengamatan akan dilakukan ?
• Dokumentasi Pengamatan
 pencatatan langsung atau menggunakan alat bantu ?
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Survei
Pengumpulan data melalui permintaan keterangan/jawaban kepada sumber data
dengan menggunakan daftar pertanyan/kuesioner/angket sebagai alatnya
Cara Pemakaian Kuesioner :
• Tatap muka dengan sumber data/responden secara kelompok atau perorangan
• Melalui Telepon
• Melalui Pos (surat)
Sifat :
Terdapat interaksi antara obyek yang diamati dengan pengamat/pengumpul data
Contoh :
• Survei mengenai merk sabun cuci yang paling diminati oleh ibu rumah tangga
• Survei mengenai sistem pengelolaan persediaan barang
di Apotik “Sehat Sejahtera” Semarang
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Kelebihan Survei :
• Data yang diperoleh autentik, obyektif dan jujur karena berasal dari sumber data
(responden) secara langsung
• Dapat diterapkan untuk pengumpulan data dalam lingkup yang luas
• Dalam hal tertentu, efisien dalam penggunaan waktu pengumpulan data
Kelemahan Survei :
• Ada informasi terselubung dari responden khususnya untuk informasi yang
berkaitan dengan sifat, motivasi atau perilaku responden
• Responden terkadang tidak menjawab apa adanya tetapi apa yang sebaiknya
• Responden terlalu dibatasi pada jawaban-jawaban tertentu
• Responden sering tidak mengembalikan kuesioner
• Sering muncul jawaban-jawaban yang tidak diinginkan dan
tidak sesuai dengan yang diinginkan
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Persiapan Survei :
• Perancangan kuesioner
 deskripsikan maksud dari kuesioner kepada responden
 buat materi/daftar pertanyaan
 buat kode jawaban
 buat petunjuk menjawab pertanyaan
• Uji coba kuesioner
 lakukan uji coba kuesioner dan analisis kekurangan/kelemahan kuesioner
• Perbaikan/Penyempurnaan kuesioner
 lakukan perbaikan dan penyempurnaan kuesioner dari hasil uji coba
• Pemilihan responden
 tetapkan secara jelas kriteria dan siapa responden yang akan diberi kuesioner
• Pelaksanaan
 lakukan pembagian kuesioner dan tetapkan tehnis pelaksanaannya
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Pembuatan Kuesioner yang baik :
• Ada petunjuk jelas mengenai maksud diberikannya kuesioner
• Ada petunjuk jelas mengenai cara pengisian kuesioner
• Menggunakan kalimat yang mudah dimengerti dan tidak bias arti
• Menghindari pertanyaan yang tidak jelas, tidak perlu dan tidak relevan
• Menghindari pertanyaan yang sugestif, bernada menekan/mengancam dll
• Menggunakan urutan pertanyaan yang logis dan sistematis
• Merahasiakan identitas responden agar responden obyektif dalam menjawab
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Interview / Wawancara
Pengumpulan data melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pewawan
cara (pengumupul data) dengan responden (sumber data)
Sifat :
Terdapat interaksi dan komunikasi antara pewawancara dengan responden
Sebelum Wawancara dimulai :
• Menerangkan maksud wawancara dikaitkan dengan tujuan penelitian
• Menjelaskan mengapa responden dipilih untuk diwawancarai
• Menjelaskan identitas dan asal usul pewawancara
• Menjelaskan sifat wawancara : terbuka atau tertutup (rahasia)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Komponen dan Faktor yang mempengaruhi dalam suatu Wawancara :
• Pewawancara : karakteristik sosial, kemampuan, motivasi, rasa aman
• Responden : karakteristik sosial, kemampuan, motivasi, rasa aman
• Materi Wawancara : kepekaan pertanyaan, kesukaran pertanyaan, substansi
• Situasi Wawancara : waktu, tempat, kehadiran orang lain, sikap masyarakat
SITUASI
MATERI
RESPONDEN
PEWAWANCARA
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Eksperimen/Percobaan
Pengumpulan data melalui pencatatan langsung dari percobaan/pengukuran
Sifat :
Terdapat penggunaan alat ukur atau metode eksperimen tertentu
Tahapan Eksperimen/Percobaan :
• Identifikasi semua variabel yang relevan
• Identifikasi variabel non eksperimen yang mungkin mengganggu eksperimen
• Tentukan alat ukur atau instrumentasi yang dipakai
• Tentukan rancangan dan metode eksperimen yang akan dilakukan
• Tentukan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk eksperimen
• Lakukan eksperimen/pengukuran
• Catat data hasil eksperimen/pengukuran
Untuk mendapatkan eksperimen yang baik, perlu dilakukan eksperimen
yang berulang-ulang
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
BAB IV
LANGKAH-LANGKAH
PENELITIAN
(…lanjutan...)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.11 Teknik Pengambilan Sampel Penelitian (Sampling)
Pengertian Populasi dan Sampel
• Populasi :
Kumpulan / keseluruhan anggota dari obyek penelitian dan memenuhi kriteria
tertentu yang telah ditetapkan dalam penelitian
Penelitian yang melibatkan populasi sebagai obyek penelitian disebut Sensus
• Sampel :
Bagian tertentu dari unit populasi
Penelitian yang melibatkan sampel sebagai obyek penelitian disebut Sampling
Populasi
Sampel
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Kelebihan dan Kelemahan dari Populasi dan Sampel
• Populasi :
Kelebihan : ¤ Data dijamin lebih lengkap
¤ Pengambilan kesimpulan/generalisasi lebih akurat
Kelemahan : ¤ Membutuhkan banyak sumber daya (biaya, tenaga, waktu)
¤ Tidak ada jaminan bahwa semua anggota populasi dapat
didata/dilacak di lapangan
• Sampel :
Kelebihan : ¤ Efisien penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu)
¤ Anggota sampel lebih mudah didata/dilacak di lapangan
Kelemahan : ¤ Membutuhkan ketelitian dalam menentukan sampel
¤ Pengambilan kesimpulan/generalisasi perlu
analisis yang teliti dan dilakukan secara hati-hati
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Dalam prakteknya, sangat jarang penelitian yang menerapkan sensus dalam upaya
pengumpulan datanya karena keterbatasan dalamoperasionalnya. Sehingga peneli-
tian lebih sering menggunakan teknik sampling. Namun perlu diperhatikan hal-
hal penting berkaitan dengan pemilihan sampel yang baik.
Sampel Yang Baik :
¤ Representatif (harus dapat mewakili populasi atau semua unsur sampel)
¤ Batasan sampel harus jelas
¤ Dapat dilacak di lapangan
¤ Tidak ada keanggotaan sampel yang ganda (di data dua kali atau lebih)
¤ Harus uptodate (terbaru dan sesuai dengan keadaan saat dilakukan penelitian)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Untuk mendapatkan sampel yang baik maka diperlukan metode pemilihan atau
pengambilan sampel (sampling) yang baik.
Metode Pengambilan Sampel Yang Baik :
¤ Prosedurnya sederhana dan mudah dilakukan
¤ Dapat memilih sampel yang representatif
¤ Efisien dalam penggunaan sumber daya
¤ Dapat memberikan informasi sebanyak-banyaknya mengenai sampel
Berapa jumlah anggota sampel yang baik ?
Pada prinsipnya tidak ada ketentuan yang baku mengenai ukuran sampel. Yang
perlu diperhatikan dalam menentukan besarnya sampel :
¤ Derajat keseragaman/heterogenitas dari populasi
¤ Metode analisis yang akan digunakan
¤ Ketersediaan sumber daya
¤ Presisi yang dikehendaki
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Macam-macam Metode Sampling :
• Probability Sampling
Contoh :
¤ Simple Random Sampling
¤ Stratified Random Sampling
¤ Cluster Sampling
• Non Probability Sampling
Contoh :
¤ Quota Sampling
¤ Accidental Sampling
¤ Saturation Sampling
¤ Snowball Sampling
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Simple Random Sampling
Semua unsur dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih
sebagai anggota sampel. Anggota sampel dipilih secara acak dengan cara :
• Pengundian menggunakan nomor anggota sebagai nomor undian
• Menggunakan tabel angka random (bilangan acak) berdasarkan nomor anggota
Syarat Penggunaan Metode Simple Random Sampling :
• Sifat populasi adalah homogen
• Keadaan anggota populasi tidak terlau tersebar secara geografis
• Harus ada kerangka sampling (sampling frame) yang jelas
Kebaikan : Prosedur penggunaannya sederhana
Kelemahan : Persyaratan penggunaan metode ini sulit dipenuhi
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Stratified Random Sampling
• Populasi dikelompokkan menjadi sub-sub populasi berdasarkan kriteria tertentu
yang dimiliki unsur populasi. Masing-masing sub populasi diusahakan homogen
• Dari masing-masing sub populasi selanjutnya diambil sebagian anggota secara
acak dengan komposisi proporsional atau disproporsional
• Total anggota yang dipilih ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel penelitian
Contoh : Dari 1000 populasi pemilih pada PEMILU akan diambil 100 orang
(10%) sebagai sampel berdasarkan usia pemilih secara proporsional
Usia Pemilih Jumlah Proporsi Sampel Jumlah Sampel
17 - 26 th 100 10 % 10
27 - 36 th 200 10 % 20
37 - 47 th 400 10 % 40
> 47 th 300 10 % 30
1000 100
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Syarat Penggunaan Metode Stratified Random Sampling :
• Populasi mempunyai unsur heterogenitas
• Diperlukan kriteria yang jelas dalam membuat stratifikasi/lapisan sesuai dengan
unsur heterogenitas yang dimiliki
• Harus diketahui dengan tepat komposisi jumlah anggota sampel yang akan
dipilih (secara proporsional atau disproporsional)
Kebaikan : Semua ciri-ciri populasi yang heterogen dapat terwakili
Kelemahan : Memerlukan pengenalan terhadap populasi yang akan diteliti untuk
menentukan ciri heterogenitas yang ada pada populasi
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Cluster Sampling
• Populasi dikelompokkan menjadi sub-sub populasi secara bergrombol (cluster)
• Dari sub populasi selanjutnya dirinci lagi menjadi sub-populasi yang lebih kecil
• Anggota dari sub populasi terakhir dipilih secara acak sebagai sampel penelitian
Contoh : Akan dipilih sampel penelitian untuk meneliti rata-rata tingkat
pendapatan buruh bangunan di Kodya Semarang
• Kodya Semarang di bagi menjadi 16 Kecamatan
Dari 16 Kecamatan dipilih 2 Kecamatan sebagai Populasi dari sampling I
• Dari 2 Kecamatan masing-2 dipilih 2 Kelurahan sebagai Populasi dari sampel II
• Dari 2 Kelurahan masing-2 dipilih 50 buruh bangunan sebagai sampel penelitian
Sehingga akan terpilih 100 buruh bangunan sebagai sampel penelitian
Sesuai jumlah tahapan pemilihannya, sampel dari Cluster sampling
dapat dipilih melalui One Stage Cluster Sampling, Two Stage
Cluster Sampling dst
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Quota Sampling
Metode memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah atau
quota yang diinginkan
Contoh : Akan diteliti mengenai manfaat penggunaan internet pada peningkatan
kualitas proses belajar mengajar pada mata kuliah tertentu
Peneliti menentukan quota untuk masing-masing sampel :
jumlah mahasiswa = 50 orang
jumlah dosen = 5 orang
jumlah mata kuliah = 3 mata kuliah
Sehingga diperoleh 150 mahasiswa dan 15 dosen sebagai sampel penelitian untuk
3 mata kuliah yang memanfaatkan internet dalam proses belajar mengajarnya
Kelebihan : Mudah dan cepat digunakan
Kelemahan : Penentuan sampel cenderung subyektif bagi peneliti
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Accidental Sampling
Metode pengambilan sampel dengan memilih siapa yang kebetulan ada/dijumpai
Contoh : Akan diteliti mengenai minat ibu rumah tangga berbelanja di swalayan
Peneliti menentukan sampel dengan menjumpai ibu rumah tangga yang kebetulan
berbelanja di suatu swalayan tertentu untuk dimintai pendapat/motivasinya
Kelebihan : Mudah dan cepat digunakan
Kelemahan : Jumlah sampel mungkin tidak representatif karena tergantung
hanya pada anggota sampel yang ada pada saat itu
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Saturation Sampling
Metode pengambilan sampel dengan mengikutsertakan semua anggota populasi
sebagai sampel penelitian
Contoh : Akan diteliti mengenai pendapat mahasiswa terhadap pemberlakuan
kurikulum baru di STMIK Dian Nuswantoro
Peneliti menentukan sampel dengan menambil seluruh mahasiswa aktif di STMIK
Dian Nuswantoro sebagai sampel penelitian
Kelebihan : Memerlukan waktu untuk pengumpulan data sampel
Kelemahan : Tidak cocok untuk populasi dengan anggotanya yang besar
(hanya cocok untuk kelompok populasi kecil)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Snowball Sampling
Metode pengambilan sampel dengan secara berantai (multi level).
• Sampel awal ditetapkan dalam kelompok anggota kecil
• Masing-masing anggota diminta mencari anggota baru dalam jumlah tertentu
• Masing-masing anggota baru diminta mencari anggota baru lagi, dst.
Contoh : Akan diteliti mengenai pendapat mahasiswa terhadap pemberlakuan
kurikulum baru di STMIK Dian Nuswantoro. Sampel ditentukan sebesar
100 mahasiswa
Peneliti menentukan sampel awal 10 mahasiswa. Masing-masing mencari 1 orang
mahasiswa lain untuk dimintai pendapatnya. Dan seterusnya hingga diperoleh
sampel dalam jumlah 100 mahasiswa
Kelebihan : Mudah digunakan
Kelemahan : Membutuhkan waktu yang lama
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
BAB IV
LANGKAH-LANGKAH
PENELITIAN
(…lanjutan…)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.12 Pengolahan dan Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, selanjutnya dilakukan Pengolahan dan
Analisis Data. Kegiatan analisis data dimaksudkan untuk memberi
arti dan makna pada dataserta berguna untuk memecahkan masalah
dalam penelitian yang sudah dirumuskan. Sebelum analisis data
dilakukan maka data perlu diolah terlebih dulu.
Pengolahan data meliputi :
• Editing
• Coding
• Tabulating
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Editing
Kegiatan untuk memeriksa data mentah yang telah dikumpulkan, meliputi :
• Melengkapi data yang kurang/kosong
• Memperbaiki kesalahan-kesalahan atau kekurangjelasan dari pencatatan data
• Memeriksa konsistensi data sesuai dengan data yang diinginkan
• Memeriksa keseragaman hasil pengukuran (misalnya keseragaman satuan dsb)
• Memeriksa reliabilitas data (misalnya membuang data-data yang ekstrim dsb)
Coding
Kegiatan untuk membuat peng-kode-an terhadap data sehingga memudahkan
untuk analisis data. Biasanya dilakukan untuk data-data kualitatif. Dengan koding
ini, data kualitatif dapat dikonversi menjadi data kuantitatif (kuantifikasi).
Proses kuantifikasi mengikuti prosedur yang berlaku, misalnya
dengan menerapkan skala pengukuran nominal dan ordinal.
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Contoh
Data Agama Responden Skala Nominal (sekedar label)
Islam 1
Kristen 2
Katolik 3
Hindu 4
Budha 5
Untuk keperluan tertentu, koding dalam jumlah yang banyak, perlu dibuatkan
buku kode sebagai petunjuk peng-kode-an yang berguna bagi bagian analisis
data. Misalnya pada pengisian data formulir pendaftaran UMPTN, dibuat buku
petunjuk pengisian tersendiri secara terpisah untuk memudahkan pengisian.
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Tabulating
Kegiatan untuk membuat tabel data (menyajikan data dalam bentuk tabel) untuk
memudahkan analisis data maupun pelaporan. Tabel data dibuat sesederhana
mungkin sehingga informasi mudah ditangkap oleh pengguna data maupun bagi
bagian analisis data.
Analisis Data
Kegiatan analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian.
Pemecahan masalah penelitian dan penarikan kesimpulan dari suatu penelitian
sangat tergantung dari hasil analisis data ini. Sehingga perlu dilakukan dengan
teliti dan hati-hati sehingga tidak memberikan salah penafsiran terhadap hasil
penelitian. Seorang peneliti (bagian analisis data) harus menguasai kemampuan
keilmuan secara teknis dalam menerapkan metode analisis yang cocok
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Metode analisis data yang dipilih harus disesuaikan dengan jenis penelitiannya.
Pertimbangan pemilihan metode analisis dapat dilihat dari :
• Tujuan dan jenis penelitian
• Model/jenis data
• Tingkat/taraf kesimpulan
Contoh :
Judul : Studi tentang pengaruh pemilihan media promosi terhadap peningkatan
penjualan barang di PT “Graha Baru” Semarang
---> analisis statistika (deskriptif/inferensi)
Judul : Sistem Informasi Akademik di STMIK Jayanusa
---> analisis non statistika (analisis dan design sistem)
Judul : Pengaruh penggunaan pupuk “bio-xx” terhadap peningkatan
hasil panen cengkih
---> analisis statistika (eksperimen design)
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.13 Penarikan Kesimpulan
Kegiatan untuk memberikan penafsiran terhadap hasil analisis data.
Pada penelitian yang menggunakan pengujian hipotesis penelitian,kesimpulan
dapat ditarik dari hasil pengujian hipotesis.
Kesimpulan Penelitian harus sesuai dengan :
• Tema, topik dan judul penelitian
• Pemecahan permasalahan penelitian
• Hasil analisis data
• Pengujian hipotesis (bila ada)
• Teori/ilmu yang relevan
Kesimpulan hendaknya dibuat secara singkat, jelas dan padat.
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
4.14 Pelaporan
Tahapan akhir dalam kegiatan penelitian adalah pembuatan laporan penelitian.
Laporan ini berguna untuk kegiatan publikasi hasil penelitian maupun untuk
pertanggungjawaban secara ilmiah kegiatan penelitian yang telah dilakukan.
Dalam laporan penelitian, dituliskan secara sistematis semua tahapan yang telah
dilakukan mulai dari tahap perencanaan hingga penarikan kesimpulan penelitian
(termasuk didalamnya lampiran-lampiran yang diperlukan).
Sistematika pelaporan disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh
lembaga/institusi/sponsor yang akan mengelola hasil penelitian tersebut.
IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Metode Penelitian.pptx

Metode Penelitian.pptx

  • 1.
    BAB I ILMU PENGETAHUAN, METODEILMIAH, DAN PENELITIAN
  • 2.
    Mencari Jawaban Pendekatan NonIlmiah Pendekatan Ilmiah Metode Ilmiah masalah hasrat ingin tahu Metode Non Ilmiah When, why and how do ……... we do the research ... ? Penelitian Ilmu Pengetahuan I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 3.
    Contoh : “Amir sakitperut selama seminggu” Pendekatan Ilmiah : • Cari data di lapangan Amir makan apa ? • Periksa ke dokter • Tes laboratorium • Pengobatan • Kesimpulan : Amir Keracunan Pendekatan Non Ilmiah : • Pergi ke dukun • Penyembuhan • Kesimpulan : Amir kena guna-guna dari temen/musuhnya I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 4.
    Pendekatan Ilmiah : Perumusan masalah jelas dan spesifik  Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris  Jawaban permasalahan didasarkan pada data  Skeptik  Proses pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar  Analitik  Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain  Kritik  Kesimpulan yg serupa bagi hampir semua orang  Objektif Contoh :  Penggunaan Metode Ilmiah Apa Perbedaanya ? Pendekatan Non Ilmiah :  Perumusan kabur atau abstrak  Masalah tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat supranatural/dogmatis  Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan  Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan dan analisis data secara logis  Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain Contoh :  Penggunaan akal sehat, prasangka, intuisi, penemuan secara kebetulan dan coba-coba, pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 5.
    What Is TheScience ? Ilmu Pengetahuan :  Bangunan atau akumulasi pengetahuan yang diperoleh sepanjang sejarah perkembangan pengetahuan manusia  Ilmu Pengetahuan dianggap sebagai “produk”  Contoh : Einstien dengan teori relatifitasnya Newton dengan teori tentang gaya dll  Pengetahuan yang diperoleh melalui prosedur ilmiah (Metode Ilmiah)  Ilmu Pengetahuan dianggap sebagai “proses”, diperoleh secara logis (dasar & alasan yang deduktif rasional) untuk menjelaskan suatu gejala dan diuji secara empiris sehingga bersifat terbuka  Contoh : Lahirnya ilmu pengetahuan dan teknologi komputer I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 6.
    Fungsi Ilmu Pengetahuan:  Untuk menerangkan gejala  Untuk memahami hakekat gejala  Untuk meramalkan kejadian yang akan datang  Untuk mengendalikan gejala Ciri Ilmu Pengetahuan :  Mempunyai obyek kajian  Mempunyai metode pendekatan  Disusun secara sistematis  Bersifat “universal” (legitimated) I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 7.
    Apakah “Metode Ilmiah”itu ? Metode Ilmiah adalah mekanisme atau cara mendapatkan pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu struktur logis yang terdiri atas tahapan kerja :  adanya kebutuhan obyektif  perumusan masalah  pengumpulan teori  perumusan hipotesis  pengumpulan data/informasi/fakta  analisis data  penarikan kesimpulan  disebut daur logico-hypothetico-verifikatif I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 8.
    Sifat Metode Ilmiah:  Efisien dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu)  Terbuka (dapat dipakai oleh siapa saja)  Teruji (prosedurnya logis dalam memperoleh keputusan) Pola Pikir dalam Metode Ilmiah :  Induktif Pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum  Deduktif Pengambilan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 9.
    Contoh sederhana : Induktif: Tumbuhan akan mati (khusus) Hewan akan mati (khusus) Manusia akan mati (khusus) Kesimpulan : Semua makhluk hidup akan mati (umum) Deduktif : Semua manusia akan mati (umum) Aris adalah manusia (khusus) Kesimpulan : Aris akan mati (khusus) I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 10.
    Sarana Berpikir Ilmiah LogikaMatematika Deduksi Ramalan (Hipotesis) Khasanah Ilmu Pengujian Fakta Induksi Statistika Metodologi Penelitian Dunia Rasional Dunia Empiris I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 11.
    Kesimpulan : Metode Ilmiahmenjadi kerangka dasar kegiatan penelitian, dimana didalam penelitian akan berisi penerapan metode ilmiah Ilmu Pengetahuan Metode Ilmiah Penelitian Bagan Keterkaitan Ilmu Pengetahuan, Metode Ilmiah dan Penelitian I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 12.
    Tugas Ilmu Pengetahuandan Penelitian : 1. Mencandra/mengadakan deskripsi Menggambarkan secara jelas dan cermat hal-hal yang dipersoalkan 2. Menerangkan/Eksplanasi Menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa-peristiwa/gejala 3. Menyusun Teori Mencari dan merumuskan hukum-hukum mengenai hubungan antara kondisi yang satu dengan yang lain atau hubungan peristiwa yang satu dengan yang lain 4. Membuat Prediksi/Peramalan Membuat ramalan, estimasi dan proyeksi mengenai peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi atau gejala-gejala yang akan muncul 5. Melakukan Pengendalian Melakukan tindakan guna mengendalikan peristiwa-peristiwa atau gejala-gejala I. ILMU PENGETAHUAN, METODE ILMIAH & PENELITIAN
  • 13.
  • 14.
    Penelitian adalah kegiatanuntuk memperoleh fakta2 atau prinsip2 (baik kegiatan untuk penemuan, pengujian atau pengembangan) dari suatu pengetahuan dengan cara mengumpulkan, mencatat & menganalisa data yang dikerjakan secara sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan (metode ilmiah)  definisi dari berbagai sumber Pengertian II. DASAR - DASAR PENELITIAN
  • 15.
    Penelitian bertujuan untuk:  Menemukan fakta/prinsip/produk yang baru dari suatu pengetahuan (Eksploratif)  Menguji kebenaran atas fakta/prinsip/produk dari suatu pengetahuan yang sudah ada (Verifikatif)  Mengembangkan fakta/prinsip/produk dari suatu pengetahuan yang sudah ada (Development) Eksploratif Development Verifikatif Daur Hidup Penelitian  Penelitian merupakan suatu proses yang tidak pernah berhenti Tujuan Penelitian II. DASAR - DASAR PENELITIAN
  • 16.
    Contoh …. Astrea 800Identifikasi Kekurangan dan Kelebihan (Keunggulan) Astrea Star Verifikatif Development Eksploratif Development Eksploratif Astrea Prima Verifikatif Verifikatif Development Eksploratif Astrea Grand Verifikatif Astrea Impressa Development Eksploratif dan seterusnya ... Sepeda Manual (Engkol) Sepeda Motor Eksploratif II. DASAR - DASAR PENELITIAN
  • 17.
    Macam-macam Penelitian : Menurut Tujuan 1. Penelitian Eksploratif 2. Penelitian Verifikatif 3. Penelitian Development  Menurut Proses 1. Penelitian Dokumenter 2. Penelitian Eksperimen  Menurut Taraf Kesimpulan 1. Penelitian Deskriptif 2. Penelitian Inferensi  Menurut Tempat 1. Penelitian Laboratorium 2. Penelitian Perpustakaan 3. Penelitian Lapangan  Menurut Pemakaian 1. Penelitian Murni 2. Penelitian Terapan  Menurut Metode Pendekatan 1. Penelitian Kuantitatif 2. Penelitian Kualitatif II. DASAR - DASAR PENELITIAN
  • 18.
    Kebijaksanaan Penelitian diPerguruan Tinggi :  Pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS)  Pengembangan Kelembagaan/Organisasi (Perguruan Tinggi)  Menunjang Pembangunan Dosen : Penelitian merupakan salah satu kegiatan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi Mahasiswa : Penelitian pemula yang diwujudkan dalam Karya Ilmiah (Skripsi/Proyek Akhir) II. DASAR - DASAR PENELITIAN
  • 19.
    Kebutuhan Dasar Peneliti(bersifat teknis) :  Kemampuan Keilmuan Peneliti mempunyai kemampuan di bidang ilmu tertentu  Masalah Peneliti mempunyai permasalahan yang akan diteliti  Sumber Daya Pendukung Peneliti mempunyai cukup sumber daya pendukung : Biaya, Tenaga, Waktu dan Sarana/fasilitas  Metodologi Penelitian Peneliti mampu memilih/ menggunakan metodologi penelitian yang tepat - Jenis dan sumber data - Sampling - Metode dan alat pengumpulan data - Metode analisis data II. DASAR - DASAR PENELITIAN
  • 20.
    TUGAS SETELAH MID •Ajukan judul setelah ujian mid semester • Judul yang dianggap layak, bisa diteruskan untuk menjadi judul Tugas Akhir (Skripsi) • Judul diajukan sebanyak 3 buah berikut sinopsis dari masing2 judul. Sinopsis judul dijelaskan minimal 1 halaman untuk masing2 judul. • Siniopsis berisikan ttg penjelasan masalah yang ada saat ini dan solusi yang akan anda berikan nantinya di sistem baru. • Untuk judul yang diajukan, ijin perolehan datasudah di dapat sebelumnya ari organisasi/institusi dimana penelitian akan dilakukan.
  • 21.
    Etika Penelitian (nonteknis) : Selain didasarkan pada kaidah-kaidah ilmiah (metode ilmiah), pelaksanaan penelitian harus mengikuti etika penelitian. Etika Penelitian berkaitan dengan norma-norma : • Norma Sopan-santun Peneliti memperhatikan konvensi dan kebiasaan dalam tatanan di masyarakat • Norma Hukum Bila terjadi pelanggaran maka Peneliti akan dikenakan sanksi • Norma Moral Peneliti mempunyai itikad dan kesadaran yang baik dan jujur dalam penelitian  Peneliti harus mempunyai etika penelitian II. DASAR - DASAR PENELITIAN
  • 22.
    Contoh Pelanggaran EtikaPenelitian : • Pengubahan data/informasi (manipulasi data/informasi) • Penyalahgunaan data/informasi • Pengakuan dan penggunaan data/informasi tanpa ijin • Publikasi hasil penelitian penugasan tanpa ijin • Tidak merahasiakan sumber data yg semestinya dirahasiakan • Tidak menghormati responden • Menjiplak hasil penelitian orang lain tanpa ijin (plagiat) • Tidak menyusun laporan hasil penelitian II. DASAR - DASAR PENELITIAN
  • 23.
    Kriteria Seorang Peneliti:  Kompeten - Menguasai dan mampu melakukan penelitian - Bidang Ilmu sesuai dengan bidang penelitian  Obyektif - Tidak mencampuradukkan pendapat sendiri dengan kenyataan  Jujur - Tidak memaksakan unsur subyektifitas ke dalam fakta  Faktual - Bekerja berdasarkan fakta  Terbuka - Bersedia menerima masukan dari orang lain - Bersedia diuji kebenaran hasil penelitiannya oleh orang lain II. DASAR - DASAR PENELITIAN
  • 24.
    Tidak semua orang bisamelakukan penelitian … mengapa ? II. DASAR - DASAR PENELITIAN
  • 25.
  • 26.
    Metodologi : • Metodologi Berasal dari kata “Metode” dan “Logos” • Metode = Cara yang tepat untuk melakukan sesuatu • Logos = Ilmu atau pengetahuan  Cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan Penelitian : (telah dibahas sebelumnya) kegiatan untuk memperoleh fakta2 atau prinsip2 (baik kegiatan untuk penemuan, pengujian atau pengembangan) dari suatu pengetahuan dengan cara mengumpulkan, mencatat & menganalisa data yang dikerjakan secara sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan (metode ilmiah) III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 27.
    Metodologi Penelitian : Suatucabang ilmu pengetahuan yang membicarakan/mempersoalkan mengenai cara-cara melaksanakan penelitian (meliputi kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis sampai menyusun laporan) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 28.
    Metodologi Penelitian : •Metode yang digunakan dalam melaksanakan penelitian • Merupakan dasar penyusunan rancangan penelitian • Merupakan penjabaran dari metode ilmiah secara umum Beberapa aspek dalam pemilihan metodologi penelitian : • Tujuan Penelitian • Sifat masalah yang akan diselesaikan Beberapa aspek dalam menyusun rancangan penelitian : • Cara pendekatan apa yang digunakan ? • Metode apa yang akan dipakai ? • Strategi apa yang kiranya paling efektif ? Tergantung jenis penelitiannya III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 29.
    Macam - macamMetodologi Penelitian  Didasarkan pada jenis penelitiannya Beberapa Jenis Penelitian : • Penelitian Historis • Penelitian Deskriptif • Penelitian Perkembangan • Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan • Penelitian Korelasional • Penelitian Eksperimental • Penelitian Tindakan III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 30.
    1. Penelitian Historis Tujuan Untukmembuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensintesakan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat Ciri-ciri • Data yang diolah biasanya data yang diobservasi orang lain (data sekunder) sehingga keaslian, ketepatan dan sumber data perlu diperhatikan. • Dimungkinkan pula adanya data primer. Bila ada, harus diberikan prioritas. • Untuk memeriksa bobot data dilakukan dengan kritik Internal dan Eksternal Kritik internal : menguji motif, kejujuran dan keterbatasan peneliti dalam pengumpulan data Kritik eksternal : relevansi, keaslian dan akurasi data III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 31.
    2. Penelitian Deskriptif Tujuan Untukmembuat pencandraan/gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu obyek penelitian tertentu Ciri-ciri • Tidak ada : pengujian hipotesis, peramalan, pencarian implikasi hubungan antar variabel penelitian (korelasional) • Memerlukan data yang benar-benar representatif/mewakili obyek penelitian • Proses pengambilan sampel penelitian harus hati-hati  Penelitian Deskriptif sering disebut dengan Penelitian Survei III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 32.
    2. Penelitian Deskriptif Langkah-langkahPokok • Definisikan tujuan secara jelas dan spesifik • Rancang metode pendekatannya : Data apa yang akan dikumpulkan ? Bagaimana cara pengumpulannya ? Alat apa yang digunakan untuk pengumpulan data ? Siapa sumber datanya ? Siapa yang bertugas mengumpulkan data ? Dsb …. • Kumpulkan data • Tuliskan laporan Contoh Penelitian Deskriptif • Studi mengenai kebutuhan tenaga kerja dalam bidang komputer tahun 2010 • Survei mengenai pendapat umum mahasiswa untuk menilai sikap pada mahasiswa terhadap rencana perubahan kurikulum III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 33.
    3. Penelitian Perkembangan Tujuan Untukmenyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan atau perubahan suatu obyek atau gejala sebagai fungsi waktu Ciri-ciri • Penelitian ini menuntut pengamatan yang berkelanjutan (kontinu) • Dapat dilakukan secara longitudinal (fungsi waktu) maupun cross-sectional III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 34.
    3. Penelitian Perkembangan Langkah-langkahPokok • Definisikan masalah dan rumuskan tujuan • Lakukan telaah pustaka • Rancang metode pendekatannya • Kumpulkan data • Evaluasi data • Susun laporan hasil evaluasi Contoh Penelitian Perkembangan • Studi mengenai perkembangan tingkah laku anak umur 0 - 10 tahun • Studi mengenai pengaruh bantuan dana IDT pada peningkatan perekonomian pedesaan • Penelitian mengenai pengaruh kepesertaan program KB terhadap penekanan angka kematian III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 35.
    4. Penelitian Kasusdan Penelitian Lapangan Tujuan Untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial : individu, kelompok, lembaga atau masyarakat Ciri-ciri • Obyek penelitian berupa unit sosial tertentu • Sampel sedikit tetapi variabel pengamatan banyak • Kesimpulannya terbatas pada unit sampel tertentu dan tidak dapat digeneralisasi pada tingkat populasinya (cenderung subyektif) III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 36.
    4. Penelitian Kasusdan Penelitian Lapangan Langkah-langkah Pokok • Rumuskan tujuan yang akan dicapai • Rancang metode pendekatannya • Kumpulkan data • Organisasikan data dan informasi menjadi sebuah rekonstruksi yang terpadu • Susun laporan dan diskusikan hasilnya Contoh Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan • Studi lapangan mengenai kebudayaan petani nelayan di wilayah pesisir • Studi kasus mengenai kehidupan anak-anak jalanan di kota Semarang • Penelitian tentang tipologi pedagang kaki lima di seputar simpang lima III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 37.
    5. Penelitian Korelasional Tujuan Untukmengetahui hubungan (korelasional) antara variabel-variabel penelitian Ciri-ciri • Cocok digunakan jika variabel yang diteliti rumit dan tidak dapat diteliti dengan metode eksperimen (tidak dapat dimanipulasi/dikontrol) • Memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya secara serentak dalam keadaan realistisnya • Output dari penelitian ini adalah taraf/tinggi rendahnya hubungan dan bukan ada atau tidaknya adanya saling hubungan secara kausal • Pola hubungan sering tidak menentu dan kabur • Sering memasukkan berbagai data tanpa pilih-pilih (dipaksakan) • Dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu berdasarkan variabel bebas III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 38.
    5. Penelitian Korelasional Langkah-langkahPokok • Definisikan masalah • Lakukan telaah pustaka • Rancang cara pendekatannya • Kumpulkan data • Analisis data dan buat interpretasinya • Susun laporan Contoh Penelitian Korelasional • Studi analisis faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa • Hubungan antara skor test masuk perguruan tinggi dengan indeks prestasi • Peramalan tingkat permintaan barang berdasarkan tingkat harga barang III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 39.
    6. Penelitian Eksperimental Tujuan Untukmenyelidiki hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental suatu kondisi/perlakuan dan membandingkannya dengan kelompok eksperimental yang tidak dikenai kondisi/perlakuan Ciri-ciri • Menuntut pengaturan variabel dan kondisi/perlakuan eksperimen • Menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimental • Menggunakan hipotesis tertutama tentang akibat perbedaan perlakuan III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 40.
    6. Penelitian Eksperimental Langkah-langkahPokok • Lakukan survei kepustakaan/studi pustaka • Identifikasi dan definisikan masalah • Rumuskan hipotesis berdasarkan studi pustaka • Definisikan pengertian-pengertian dasar dan variabel utama • Susun rancangan penelitian • Laksanakan eksperimen • Organisasikan data hasil eksperimen • Analisis data dan lakukan pengujian hipotesis • Interpretasi hasil analisis, diskusikan dan susun laporan Contoh Penelitian Eksperimental • Pengaruh penambahan dosis pupuk A terhadap peningkatan hasil panen padi III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 41.
    7. Penelitian Tindakan(Action Research) Tujuan Untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru, cara pendekatan baru, atau produk pengetahuan yang baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia aktual (lapangan) Ciri-ciri • Praktis dan langsung relevan dengan situasi aktual di lapangan (empiris) • Menyediakan kerangka kerja/sistematika yang teratur untuk memecahkan masalah dan perkembangan baru yang lebih baik • Fleksibel dan adaptif, memperbolehkan perubahan-perubahan selama masa penelitian (inovatif) • Tidak selalu menuntut adanya hipotesis dan kontrol variabel III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 42.
    7. Penelitian Tindakan Langkah-langkahPokok • Definisikan masalah dan tetapkan tujuan • Lakukan telaah/studi pustaka • Rumuskan hipotesis atau strategi pendekatan yang spesifik • Susun rancangan penelitian dan jelaskan prosedur-prosedur serta kondisinya • Tentukan kriteria evaluasi dan teknik pengukuran untuk umpan balik • Laksanakan eksperimen • Analisis data, evaluasi dan susun laporan Contoh Penelitian Tindakan • Penelitian-penelitian di bidang pemanfaatan teknologi komputer • Penelitian mengenai program pencegahan kecelakaan lalu lintas bagi pengemudi (pelatihan/pendidikan pengemudi) • Pemberdayaan tenaga putus sekolah pada kewirausahaan III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 43.
    Penelitian di BidangIlmu Komputer  Kebanyakan berupa : - Penelitian development - Penelitian eksperimental - Penelitian tindakan  Memungkinkan dikembangkannya metodologi baru yang lebih spesifik (khususnya dalam pe-rekayasaan) : - Metodologi Pengembangan Sistem Informasi - Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak - Metodologi Pengembangan Perangkat Keras - Dan lain-lain III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 44.
    Kesimpulan. Metodologi Penelitian : Menggambarkan tahapan-tahapan dalam proses penelitian guna memecahkan masalah penelitian dari awal perencanaan hingga tercapainya tujuan penelitian  Tidak ada satu format yang baku tentang metodologi penelitian, tetapi setiap metodologi penelitian tidak terlepas dari kerangka metode ilmiah  Pemilihan metodologi penelitian lebih tergantung pada jenis penelitian yang dilakukan  Perkembangan ilmu pengetahuan memungkinkan munculnya metodologi penelitian yang baru (dinamis) III. METODOLOGI PENELITIAN
  • 45.
  • 46.
    4.1 Pemilihan Tema,Topik dan Judul Penelitian Tema Penelitian diperlukan untuk mengarahkan ruang lingkup dan bidang telaah yang akan dipelajari oleh peneliti (berkaitan dengan bidang ilmu) Topik Penelitian berkaitan dengan garis pembahasan (bersifat spesifik) Dasar Pemilihan Tema dan Topik Penelitian : • Daya tarik bagi peneliti • Ada kemampuan untuk melaksanakan (keilmuan, sumber daya, fisik) • Data dapat diamati (termasuk tersedianya alat pengumpul data) • Berkaitan dengan kebutuhan masyarakat (berkaitan dengan pemecahan masalah-masalah praktis) LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 47.
    Judul Penelitian dimaksudkanuntuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup dan bidang telaah dari tema dan topik penelitian Dalam membuat judul penelitian : • Singkat, jelas dan logis • Tampak ruang lingkup dan metode pembahasannya • Tampak ruang lingkup obyek penelitiannya (populasi/sampel) • Berkaitan dengan tema dan topik penelitian Contoh : • Sistem Informasi Perpustakaan STMIK Jayanusa • Perancangan Perangkat Lunak Untuk Mendeteksi Kerusakan CPU • Perancangan E-Commerce Untuk Transaksi Penjualan pada PT “XYZ” • Software Aplikasi Untuk Mengakses File MP3 LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 48.
    4.2 Identifikasi KebutuhanObyektif (Latar Belakang) Penelitian  Memberikan deskripsi/gambaran mengenai hal-hal yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian Dalam mendeskripsikan kebutuhan obyektif/latar belakang penelitian ini perlu dipaparkan : • Fakta/kondisi/masalah yang ada atau terjadi saat ini • Apa arti pentingnya penelitian yang akan dilakukan • Bagaimana kaitannya dengan tuntutan kebutuhan saat ini dan dan tuntutan perkembangan di masa yang akan datang • Hal-hal strategis yang akan dicapai berkaitan dengan dilakukannya penelitian tersebut LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 49.
    4.3 Identifikasi, Pemilihandan Perumusan Masalah Pengertian Masalah : • Suatu kesulitan yang dirasakan, konkrit dan memerlukan solusi • Suatu kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang ada dalam kenyataan atau antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia atau antara harapan dengan kenyataan dsb. Suatu masalah tidak harus menuntut/menimbulkan suatu penelitian tetapi Penelitian dilakukan oleh karena adanya masalah. Jadi seseorang yang akan melakukan penelitian harus menentukan terlebih dulu : apa masalahnya ? LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 50.
    Suatu masalah berbedadengan fakta Contoh Fakta  mengarah pada adanya kebutuhan obyektif/latar belakang File data di komputer banyak yang terkena virus Masalah  mengarah pada adanya upaya untuk pemecahan Bagaimana cara membersihkan virus pada file data tersebut ? Suatu masalah ini membutuhkan penelitian untuk mencari solusinya LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 51.
    Identifikasi Masalah • Upayauntuk melakukan pencarian dan pendataan masalah-masalah yang akan dibahas • Pencarian masalah dapat dilakukan dari sumber-sumber masalah : 1. Bacaan 2. Pengamatan Sepintas/Fakta di lapangan 3. Pengalaman Pribadi 4. Pertemuan Ilmiah : Seminar, Diskusi, Lokakarya dll 5. Pernyataan Pemegang Otoritas 6. Perasaan Intuitif Pribadi LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 52.
    Pemilihan Masalah Setelah masalah-masalahdiidentifikasi, belum menjadi jaminan bahwa semua masalah tersebut layak dan sesuai untuk diteliti. Sehingga perlu dipilih salah satu atau beberapa masalah yang paling baik dan layak untuk diteliti. Pertimbangan pemilihan masalah ini dapat dilakukan dengan 2 arah : 1. Dari Arah Masalahnya Pertimbangan kelayakan berdasarkan arah masalah atau sudut obyektifnya atau nilai penelitiannya. Apakah penelitian memberikan sumbangan kepada pengembangan dan penerapan IPTEKS atau pemecahan masalah praktis ? 2. Dari Arah Penelitinya Pertimbangan berdasarkan kelayakan dan kesesuaian penelitinya menyangkut kelayakan biaya, waktu, sarana, kemampuan keilmuan LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 53.
    Perumusan Masalah Masalah perludirumuskan dengan tujuan agar permasalahan jelas dan tidak menimbulkan keragu-raguan atau tafsir yang berbeda-beda sebab masalah tsb nantinya akan digunakan sebagai dasar : pengajuan teori dan hipotesis, pengumpulan data, pemilihan metode analisis dan penarikan kesimpulan Teknik merumuskan masalah : • Dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan • Singkat, jelas dan padat • Memberi petunjuk dimungkinkannya pengumpulan data dan adanya metode pemecahannya LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 54.
    Masalah Yang Baik •Mempunyai nilai dan kelayakan penelitian dari segi manfaat/kontribusi • Fisibel/dapat dipecahkan (konkrit) dimana ada data dan metode pemecahannya • Menarik bagi peneliti yang didukung kemampuan keilmuan • Spesifik mengenai bidang tertentu (jelas ruang lingkup pembahasannya) • Berguna untuk mengembangkan suatu teori Sekali lagi : suatu masalah berbeda dengan fakta Fakta/Latar Belakang : Sistem manual administrasi penjualan banyak menimbulkan kesalahan dan kinerja nya lambat Perumusan Masalah : Bagaimana perancangan sistem komputerisasi yang dapat menangani administrasi penjualan dengan baik, efektif dan efisien ? LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 55.
  • 56.
    Manfaat Penelitian : •Untuk menjelaskan manfaat/kontribusi yang akan diperoleh dari hasil penelitian dan siapa pihak yang akan mendapatkan manfaat tersebut Teknik merumuskan manfaat penelitian : • Disebutkan secara detail siapa saja yang mendapatkan manfaat dan apa manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian • Manfaat dapat dikaitkan dengan orientasi penelitian, apakah mempunyai kontribusi pada pengembangan dan penerapan IPTEKS, pengembangan kelembagaan/organisasi atau untuk pemecahan masalah-masalah praktis/menunjang pembangunan dsb. IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 57.
    Contoh : • Judul: Sistem Informasi Perpustakaan di STMIK Jayanusa • Perumusan Masalah : Bagaimana perancangan sistem informasi perpustakaan di STMIK Jayanusa yang dapat menangani pelayanan dan pengelolaan perpustakaan dengan baik ? • Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis dan merancang sistem informasi perpustakaan di STMIK Jayanusa • Manfaat Penelitian : Bagi Pengelola Perpustakaan Sistem informasi perpustakaan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kinerja pengelola perpustakaan sehingga dapat meningkatan pelayanan dan pengelolaan perpustakaan di STMIK Jayanusa Bagi Pengguna Perpustakaan Sistem informasi perpustakaan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempermudah pencarian infornasi tentang bahan-bahan pustaka IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 58.
    4.5 Studi Pustaka/TelaahTeori Tujuan : • Untuk mencari teori/konsep/generalisasi yang dapat digunakan sebagai landasan teori/kerangka bagi penelitian yang akan dilakukan • Untuk mencari metodologi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan • Untuk membandingkan antara fakta di lapangan dengan teori yang ada  dilakukan dengan membaca sumber-sumber pustaka Sumber Pustaka/Bacaan : • Sumber Acuan Umum : Buku Teks, Ensiklopedi, Monograph dll (Sumber teori-teori dan konsep-konsep) • Sumber Acuan Khusus : Jurnal, Buletin, Tesis, Disertasi, Majalah Ilmiah, Laporan Penelitian, Makalah Seminar, Internet dll (Sumber generalisasi) IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 59.
    Sumber Pustaka YangBaik : • Relevan dengan tema dan topik penelitian • Mutakhir/Uptodate (bukan sumber pustaka yang sudah usang) • Berbobot ilmiah Perlu diperhatikan : • Dalam mengutip/mencuplik bahan dari sumber pustaka hendaknya memegang etika keilmiahan (mencantumkan sumber, nama pengarang, tahun dsb) • Peneliti hendaknya menghindari praktek-praktek plagiat Ingat : Tidak semua sumber bacaan dapat dijadikan acuan penelitian Kualitas Penelitian tidak ditentukan oleh berapa jumlah pustaka yang dipakai IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 60.
    4.6 Perumusan Hipotesis Hipotesis:  Dugaan/Kesimpulan Sementara/Kesimpulan Awal Pengertian Hipotesis : • Jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris melaui suatu analisis (berdasarkan data di lapangan) • Kesimpulan yang sifatnya masih sementara dan perlu diuji secara empiris melalui suatu analisis (berdasarkan data di lapangan) Fungsi Hipotesis : • Untuk memberikan batasan serta memperkecil ruang lingkup penelitian • Untuk mempermudah pengumpulan dan pengolahan data • Untuk mengetahui macam, jumlah dan hubungan variabel penelitian • Untuk mengetahui variabel tak bebas yang harus di kontrol IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 61.
    Hipotesis Yang Baik: • Dirumuskan dari teori/konsep yang sudah ada, sehingga relevan dengan fakta • Dirumuskan dalam bentuk pernyataan (statement) singkat dan sederhana • Berlaku dalam tingkat populasi sehingga mempuyai daya ramal yang tinggi • Mencerminkan tentang hubungan antar variabel • Dapat diuji untuk membuktikan kebenaran/kesalahannya Tidak Semua Penelitian Memerlukan Hipotesis : • Penelitian Deskriptif, Eksploratif, beberapa penelitian eksperimen/tindakan dsb. Tidak Semua Peneliti Mampu Merumuskan Hipotesis : • Tidak adanya kerangka teori/konsep yang relevan dengan tema penelitian • Peneliti tidak mampu menggunakan kerangka teori yang ada • Peneliti tidak mampu menguasai metodologi penelitian yang sesuai IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 62.
    Tidak Semua HipotesisTerbukti/Dapat diterima : • Teori sudah usang dan tidak relevan • Alat pengumpul data utuk uji empiris tidak valid • Data sudah usang dan tidak reliabel • Penarikan sampel tidak tepat atau terlalu kecil • Perumusan masalah tidak sejalan dengan teori yang mendasarinya • Rancangan pengolahan data tidak memenuhi asumsi • Kesalahan penafsiran atas hasil pengolahan data • Fakta tidak sesuai dengan teori yang dipakai sebagai acuan, dll IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 63.
    Contoh Hipotesis : •Terdapat hubungan yang berarti antara nilai STTB SLTA dengan IP mahasiswa • Tidak ada perbedaan kecepatan pengurutan data menggunakan metode Bubble Sort dengan metode Shell Teknik Pengujian Hipotesis : • Dengan menggunakan uji-uji statistik (uji t, uji F, uji 2, uji Z dll) Sumber Hipotesis : dapat disusun/dirumuskan dari • Telaah teori • Fakta berdasarkan pengamatan atau pengalaman peneliti • Dugaan dan pengetahuan Peneliti • Hasil penelitian pendahulu/sebelumnya yang relevan IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 64.
  • 65.
    4.7 Identifikasi Variabeldan Data Penelitian Secara Umum Variabel :  Suatu informasi tertentu yang nilainya tidak tetap  Contoh : IPK, Berat Badan, Kecepatan Akses Data, Kondisi Badan dll Data :  Nilai tertentu dari suatu variabel  Contoh : IPK=3.24, Berat Badan=76 kg, Kecepatan Akses Data = 56 bps Kondisi Badan=Sehat dll Variabel Penelitian : • Segala sesuatu yang menjadi obyek penelitian dan bersifat spesifik • Faktor-2 yang berperanan dalam peristiwa/gejala yang akan diteliti IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 66.
    Kegunaan Variabel Penelitian: • Untuk mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data • Untuk mempersiapkan metode analisis/pengolahan data • Untuk pengujian hipotesis • Variabel Penelitian Yang Baik : • Relevan dengan tujuan penelitian • Dapat diamati dan dapat diukur Dalam suatu penelitian, variebel perlu diidentifikasi, diklasifikasi dan didefinisikan secara operasional dengan jelas dan tegas agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan data serta dalam pengujian hipotesis IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 67.
    Identifikasi Variabel Penelitian: • Untuk mendata variabel-variabel yang ada dalam penelitian • Untuk menetapkan variabel-variabel utama yang akan dibahas Contoh : Suatu penelitian untuk mempelajari faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen untuk membeli Sepeda Motor “Honda” Variabel penelitian yang berpengaruh ditetapkan, misalnya : • Selera Konsumen • Tingkat Pendapatan Konsumen • Kualitas Sepeda Motor Honda • Harga Beli dan Harga Jual IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 68.
    Klasifikasi Variabel Penelitian: • Untuk menentukan jenis variabel • Untuk menentukan alat dan metode pengumpulan data Jenis Klasifikasi Variabel dan Data Penelitian : 1. Menurut Skala Pengukurannya Variabel Data Keterangan • Nominal : Jenis Kelamin Pria, Wanita Tidak ada tingkatan/jenjang • Ordinal : Juara I, II, III Terdapat tingkatan/jenjang • Interval : Suhu Ruangan 5oC– 10oC Tidak mengenal nilai mutlak • Rasio : Berat Badan 76 kg Mengenal nilai mutlak IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 69.
    2. Menurut SifatFisik Variabel Data Keterangan • Kualitatif : Selera Suka, Tidak Suka Bukan Angka • Kuantitatif : Harga Rp. 1.750.000,- Angka 3. Menurut Cara Pengukurannya • Diskrit : Jumlah anak 3 orang Dari pencacahan • Kontinu : Luas Ruangan 102,34 m2 Dari pengukuran 4. Menurut Cara Pengumpulan • Primer : Jumlah komputer yang rusak di Lab. Secara langsung (pendataan langsung di lab. Komputer) • Sekunder : Jumlah penduduk Semarang thn 1990 Tidak langsung (dokumentasi data di Kantor BPS) IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 70.
    5. Menurut SumberData Variabel Data Keterangan • Intern : Mahasiswa mendata jumlah mahasiswa Di dalam lembaga aktif di kampusnya • Ekstern : Mahasiswa mengumpulkan data tentang Dari luar lembaga jumlah penduduk dari dokumen di BPS Definisi Operasional Variabel Penelitian : • Untuk mendefinisikan secara jelas dan tegas arti dari variabel tersebut • Untuk memberikan persepsi yang sama sehingga tidak terdapat arti yang bias Contoh : • Penghasilan Karyawan adalah pendapatan yang diterima oleh karyawan dari komponen gaji tetap ditambah upah lain yang berlaku di Perusahaan • Prestasi Akademik Mahasiswa adalah ukuran keberhasilan studi mahasiswa yang dinyatakan dengan Indeks Prestasi (IP) Mahasiswa IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 71.
    4.8 Pemilihan AlatPengumpulan Data Dalam suatu penelitian, alat pengumpulan data (instrumen penelitian) sangat menentukan kualitas data yang dapat dikumpulkan sekaligus akan menentukan kualitas penelitian itu sendiri Kriteria alat pengumpulan data yang baik : • Reliabilitas atau Keterandalan • Validitas atau Kesahihan Apa komentar Anda tentang alat ukur di bawah ini ? • Sikap petani terhadap program kerja bakti diukur melalui wawancara dengan Lurah dan perangkat desanya • Tingkat kesabaran seseorang hanya diukur melalui pengisian angket • Berat surat diukur dengan timbangan beras IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 72.
    Reliabilitas alat pengumpulan(pengukuran) data menunjukkan ketepatan hasil pengukuran (konsistensi) apabila digunakan untuk pengukuran pada waktu yang berbeda dan tidak tergantung siapa yang menggunakannya Reliabilitas dapat dilihat dari besarnya simpangan baku dari hasil pengukuran yang berulang-ulang atau dari besarnya tingkat kesalahan (error) pengukuran Validitas alat pengumpulan (pengukuran) data menunjukkan kesesuaian atau kecocokan antara alat ukur dengan apa yang diukur Contoh : Thermometer untuk mengukur/mengamati suhu Ujian Tertulis untuk mengukur prestasi belajar mahasiswa Test IQ untuk mengukur tingkat kecerdasan/kecakapan seseorang Timbangan Elektronika untuk mengukur berat suatu barang/benda IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 73.
    Pertimbangan Pemilihan AlatUkur : • Kesesuaian dengan variabel yang akan diamati • Kualitas alat dari segi reliabilitas dan validitas • Biaya Pengadaan dan Pemakaian • Pengguna Alat • Tingkat kesukaran pemakaian • Alat ukur tidak harus berupa suatu peralatan secara fisik yang mempunyai skala pengukuran tetap (misal timbangan, stopwatch, thermometer, penggaris dll) tetapi dapat berupa suatu peralatan tertentu yang bersifat non fisik dengan skala pengukuran tertentu yang dapat ditetapkan atau dikembangkan secara khusus (misal test, ujian, wawancara, kuesioner dll). Konsep alat ukur lebih mengacu kepada bagaimana data dapat digali dari alat ukur yang digunakan tersebut IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 74.
    4.9 Perancangan PengolahanData Sebelum kegiatan pengumpulan data dilakukan, perlu dipersiapkan dahulu bagaimana rancangan untuk pengolahan/analisis datanya. Tujuan Perancangan Pengolahan Data : • Agar tidak terjadi bias pengamatan terhadap variabel yang diteliti • Agar memudahkan dalam pemilihan alat dan metode analisis • Untuk menjaga konsistensi antara data yang akan dikumpulkan dengan alat atau metode analisis yang akan digunakan Faktor Pemilihan Rancangan Pengolahan Data : • Tujuan dan jenis penelitian • Model/jenis data • Taraf/tingkat kesimpulan IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 75.
  • 76.
    4.10 Metode PengumpulanData Kualitas data tidak hanya ditentukan oleh reliabilitas dan validitas dari alat ukurnya saja, tetapi juga ditentukan oleh bagaimana cara pengumpulannya Beberapa Aspek dalam Proses Pengumpulan Data : • Data apa yang dikumpulkan (What) • Dengan apa data itu dikumpulkan (With) • Darimana data akan dikumpulkan (Where) • Kapan data tersebut dikumpulkan (When) • Bagaimana cara mengumpulkan (How) Metode Pengumpulan Data : • Observasi (Pengamatan Langsung) • Survei • Interview (Wawancara) • Eksperimen (Percobaan/Pengukuran Langsung) IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 77.
    Observasi Pengumpulan data melaluipengamatan dan pencatatan oleh pengumpul data terhadap gejala/peristiwa yang diselidiki pada obyek penelitian Sifat : Tidak ada interaksi antara obyek yang diamati dengan pengamat/pengumpul data Contoh : • Observasi tentang jumlah kendaraan yang lewat di jalan tol Krapyak-Jatingaleh untuk menganalisis tingkat kepadatan lalu lintas jalan tol di Kota Semarang • Observasi tentang jumlah pengunjung swalayan Sri Ratu untuk menganalisis minat konsumen dalam dalam menentukan pilihan tempat berbelanja • Observasi pada pertandingan sepak bola untuk menentukan pemain dan kesebelasan terbaik dalam suatu turnamen Liga Sepak Bola Indonesia IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 78.
    Kelebihan Observasi : •Data yang diperoleh uptodate (terbaru) karena diperoleh dari keadaan yang terjadi pada saat itu (pada saat berlangsungnya peristiwa tersebut) • Data lebih obyektif dan jujur karena obyek yang diteliti atau responden tidak dapat mempengaruhi pengumpul data (menutup kemungkinan manipulasi) Kelemahan Observasi : • Memerlukan banyak waktu • Tidak dapat digunakan untuk pengumpulan data masa lalu dan masa mendatang • Tidak dapat digunakan utuk pengumpulan data yang berkaitan dengan sikap dan motivasi serta perilaku responden IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 79.
    Persiapan Observasi : •Isi pengamatan  data apa yang akan diamati ? • Obyek Pengamatan  apa/siapa yang diamati ? • Alat Pengamatan  pengamatan langsung atau menggunakan alat bantu ? • Waktu Pengamatan  kapan pengamatan akan dilakukan ? • Dokumentasi Pengamatan  pencatatan langsung atau menggunakan alat bantu ? IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 80.
    Survei Pengumpulan data melaluipermintaan keterangan/jawaban kepada sumber data dengan menggunakan daftar pertanyan/kuesioner/angket sebagai alatnya Cara Pemakaian Kuesioner : • Tatap muka dengan sumber data/responden secara kelompok atau perorangan • Melalui Telepon • Melalui Pos (surat) Sifat : Terdapat interaksi antara obyek yang diamati dengan pengamat/pengumpul data Contoh : • Survei mengenai merk sabun cuci yang paling diminati oleh ibu rumah tangga • Survei mengenai sistem pengelolaan persediaan barang di Apotik “Sehat Sejahtera” Semarang IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 81.
    Kelebihan Survei : •Data yang diperoleh autentik, obyektif dan jujur karena berasal dari sumber data (responden) secara langsung • Dapat diterapkan untuk pengumpulan data dalam lingkup yang luas • Dalam hal tertentu, efisien dalam penggunaan waktu pengumpulan data Kelemahan Survei : • Ada informasi terselubung dari responden khususnya untuk informasi yang berkaitan dengan sifat, motivasi atau perilaku responden • Responden terkadang tidak menjawab apa adanya tetapi apa yang sebaiknya • Responden terlalu dibatasi pada jawaban-jawaban tertentu • Responden sering tidak mengembalikan kuesioner • Sering muncul jawaban-jawaban yang tidak diinginkan dan tidak sesuai dengan yang diinginkan IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 82.
    Persiapan Survei : •Perancangan kuesioner  deskripsikan maksud dari kuesioner kepada responden  buat materi/daftar pertanyaan  buat kode jawaban  buat petunjuk menjawab pertanyaan • Uji coba kuesioner  lakukan uji coba kuesioner dan analisis kekurangan/kelemahan kuesioner • Perbaikan/Penyempurnaan kuesioner  lakukan perbaikan dan penyempurnaan kuesioner dari hasil uji coba • Pemilihan responden  tetapkan secara jelas kriteria dan siapa responden yang akan diberi kuesioner • Pelaksanaan  lakukan pembagian kuesioner dan tetapkan tehnis pelaksanaannya IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 83.
    Pembuatan Kuesioner yangbaik : • Ada petunjuk jelas mengenai maksud diberikannya kuesioner • Ada petunjuk jelas mengenai cara pengisian kuesioner • Menggunakan kalimat yang mudah dimengerti dan tidak bias arti • Menghindari pertanyaan yang tidak jelas, tidak perlu dan tidak relevan • Menghindari pertanyaan yang sugestif, bernada menekan/mengancam dll • Menggunakan urutan pertanyaan yang logis dan sistematis • Merahasiakan identitas responden agar responden obyektif dalam menjawab IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 84.
    Interview / Wawancara Pengumpulandata melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pewawan cara (pengumupul data) dengan responden (sumber data) Sifat : Terdapat interaksi dan komunikasi antara pewawancara dengan responden Sebelum Wawancara dimulai : • Menerangkan maksud wawancara dikaitkan dengan tujuan penelitian • Menjelaskan mengapa responden dipilih untuk diwawancarai • Menjelaskan identitas dan asal usul pewawancara • Menjelaskan sifat wawancara : terbuka atau tertutup (rahasia) IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 85.
    Komponen dan Faktoryang mempengaruhi dalam suatu Wawancara : • Pewawancara : karakteristik sosial, kemampuan, motivasi, rasa aman • Responden : karakteristik sosial, kemampuan, motivasi, rasa aman • Materi Wawancara : kepekaan pertanyaan, kesukaran pertanyaan, substansi • Situasi Wawancara : waktu, tempat, kehadiran orang lain, sikap masyarakat SITUASI MATERI RESPONDEN PEWAWANCARA IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 86.
    Eksperimen/Percobaan Pengumpulan data melaluipencatatan langsung dari percobaan/pengukuran Sifat : Terdapat penggunaan alat ukur atau metode eksperimen tertentu Tahapan Eksperimen/Percobaan : • Identifikasi semua variabel yang relevan • Identifikasi variabel non eksperimen yang mungkin mengganggu eksperimen • Tentukan alat ukur atau instrumentasi yang dipakai • Tentukan rancangan dan metode eksperimen yang akan dilakukan • Tentukan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk eksperimen • Lakukan eksperimen/pengukuran • Catat data hasil eksperimen/pengukuran Untuk mendapatkan eksperimen yang baik, perlu dilakukan eksperimen yang berulang-ulang IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 87.
  • 88.
    4.11 Teknik PengambilanSampel Penelitian (Sampling) Pengertian Populasi dan Sampel • Populasi : Kumpulan / keseluruhan anggota dari obyek penelitian dan memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan dalam penelitian Penelitian yang melibatkan populasi sebagai obyek penelitian disebut Sensus • Sampel : Bagian tertentu dari unit populasi Penelitian yang melibatkan sampel sebagai obyek penelitian disebut Sampling Populasi Sampel IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 89.
    Kelebihan dan Kelemahandari Populasi dan Sampel • Populasi : Kelebihan : ¤ Data dijamin lebih lengkap ¤ Pengambilan kesimpulan/generalisasi lebih akurat Kelemahan : ¤ Membutuhkan banyak sumber daya (biaya, tenaga, waktu) ¤ Tidak ada jaminan bahwa semua anggota populasi dapat didata/dilacak di lapangan • Sampel : Kelebihan : ¤ Efisien penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu) ¤ Anggota sampel lebih mudah didata/dilacak di lapangan Kelemahan : ¤ Membutuhkan ketelitian dalam menentukan sampel ¤ Pengambilan kesimpulan/generalisasi perlu analisis yang teliti dan dilakukan secara hati-hati IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 90.
    Dalam prakteknya, sangatjarang penelitian yang menerapkan sensus dalam upaya pengumpulan datanya karena keterbatasan dalamoperasionalnya. Sehingga peneli- tian lebih sering menggunakan teknik sampling. Namun perlu diperhatikan hal- hal penting berkaitan dengan pemilihan sampel yang baik. Sampel Yang Baik : ¤ Representatif (harus dapat mewakili populasi atau semua unsur sampel) ¤ Batasan sampel harus jelas ¤ Dapat dilacak di lapangan ¤ Tidak ada keanggotaan sampel yang ganda (di data dua kali atau lebih) ¤ Harus uptodate (terbaru dan sesuai dengan keadaan saat dilakukan penelitian) IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 91.
    Untuk mendapatkan sampelyang baik maka diperlukan metode pemilihan atau pengambilan sampel (sampling) yang baik. Metode Pengambilan Sampel Yang Baik : ¤ Prosedurnya sederhana dan mudah dilakukan ¤ Dapat memilih sampel yang representatif ¤ Efisien dalam penggunaan sumber daya ¤ Dapat memberikan informasi sebanyak-banyaknya mengenai sampel Berapa jumlah anggota sampel yang baik ? Pada prinsipnya tidak ada ketentuan yang baku mengenai ukuran sampel. Yang perlu diperhatikan dalam menentukan besarnya sampel : ¤ Derajat keseragaman/heterogenitas dari populasi ¤ Metode analisis yang akan digunakan ¤ Ketersediaan sumber daya ¤ Presisi yang dikehendaki IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 92.
    Macam-macam Metode Sampling: • Probability Sampling Contoh : ¤ Simple Random Sampling ¤ Stratified Random Sampling ¤ Cluster Sampling • Non Probability Sampling Contoh : ¤ Quota Sampling ¤ Accidental Sampling ¤ Saturation Sampling ¤ Snowball Sampling IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 93.
    Simple Random Sampling Semuaunsur dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. Anggota sampel dipilih secara acak dengan cara : • Pengundian menggunakan nomor anggota sebagai nomor undian • Menggunakan tabel angka random (bilangan acak) berdasarkan nomor anggota Syarat Penggunaan Metode Simple Random Sampling : • Sifat populasi adalah homogen • Keadaan anggota populasi tidak terlau tersebar secara geografis • Harus ada kerangka sampling (sampling frame) yang jelas Kebaikan : Prosedur penggunaannya sederhana Kelemahan : Persyaratan penggunaan metode ini sulit dipenuhi IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 94.
    Stratified Random Sampling •Populasi dikelompokkan menjadi sub-sub populasi berdasarkan kriteria tertentu yang dimiliki unsur populasi. Masing-masing sub populasi diusahakan homogen • Dari masing-masing sub populasi selanjutnya diambil sebagian anggota secara acak dengan komposisi proporsional atau disproporsional • Total anggota yang dipilih ditetapkan sebagai jumlah anggota sampel penelitian Contoh : Dari 1000 populasi pemilih pada PEMILU akan diambil 100 orang (10%) sebagai sampel berdasarkan usia pemilih secara proporsional Usia Pemilih Jumlah Proporsi Sampel Jumlah Sampel 17 - 26 th 100 10 % 10 27 - 36 th 200 10 % 20 37 - 47 th 400 10 % 40 > 47 th 300 10 % 30 1000 100 IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 95.
    Syarat Penggunaan MetodeStratified Random Sampling : • Populasi mempunyai unsur heterogenitas • Diperlukan kriteria yang jelas dalam membuat stratifikasi/lapisan sesuai dengan unsur heterogenitas yang dimiliki • Harus diketahui dengan tepat komposisi jumlah anggota sampel yang akan dipilih (secara proporsional atau disproporsional) Kebaikan : Semua ciri-ciri populasi yang heterogen dapat terwakili Kelemahan : Memerlukan pengenalan terhadap populasi yang akan diteliti untuk menentukan ciri heterogenitas yang ada pada populasi IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 96.
    Cluster Sampling • Populasidikelompokkan menjadi sub-sub populasi secara bergrombol (cluster) • Dari sub populasi selanjutnya dirinci lagi menjadi sub-populasi yang lebih kecil • Anggota dari sub populasi terakhir dipilih secara acak sebagai sampel penelitian Contoh : Akan dipilih sampel penelitian untuk meneliti rata-rata tingkat pendapatan buruh bangunan di Kodya Semarang • Kodya Semarang di bagi menjadi 16 Kecamatan Dari 16 Kecamatan dipilih 2 Kecamatan sebagai Populasi dari sampling I • Dari 2 Kecamatan masing-2 dipilih 2 Kelurahan sebagai Populasi dari sampel II • Dari 2 Kelurahan masing-2 dipilih 50 buruh bangunan sebagai sampel penelitian Sehingga akan terpilih 100 buruh bangunan sebagai sampel penelitian Sesuai jumlah tahapan pemilihannya, sampel dari Cluster sampling dapat dipilih melalui One Stage Cluster Sampling, Two Stage Cluster Sampling dst IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 97.
    Quota Sampling Metode memilihsampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah atau quota yang diinginkan Contoh : Akan diteliti mengenai manfaat penggunaan internet pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar pada mata kuliah tertentu Peneliti menentukan quota untuk masing-masing sampel : jumlah mahasiswa = 50 orang jumlah dosen = 5 orang jumlah mata kuliah = 3 mata kuliah Sehingga diperoleh 150 mahasiswa dan 15 dosen sebagai sampel penelitian untuk 3 mata kuliah yang memanfaatkan internet dalam proses belajar mengajarnya Kelebihan : Mudah dan cepat digunakan Kelemahan : Penentuan sampel cenderung subyektif bagi peneliti IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 98.
    Accidental Sampling Metode pengambilansampel dengan memilih siapa yang kebetulan ada/dijumpai Contoh : Akan diteliti mengenai minat ibu rumah tangga berbelanja di swalayan Peneliti menentukan sampel dengan menjumpai ibu rumah tangga yang kebetulan berbelanja di suatu swalayan tertentu untuk dimintai pendapat/motivasinya Kelebihan : Mudah dan cepat digunakan Kelemahan : Jumlah sampel mungkin tidak representatif karena tergantung hanya pada anggota sampel yang ada pada saat itu IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 99.
    Saturation Sampling Metode pengambilansampel dengan mengikutsertakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian Contoh : Akan diteliti mengenai pendapat mahasiswa terhadap pemberlakuan kurikulum baru di STMIK Dian Nuswantoro Peneliti menentukan sampel dengan menambil seluruh mahasiswa aktif di STMIK Dian Nuswantoro sebagai sampel penelitian Kelebihan : Memerlukan waktu untuk pengumpulan data sampel Kelemahan : Tidak cocok untuk populasi dengan anggotanya yang besar (hanya cocok untuk kelompok populasi kecil) IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 100.
    Snowball Sampling Metode pengambilansampel dengan secara berantai (multi level). • Sampel awal ditetapkan dalam kelompok anggota kecil • Masing-masing anggota diminta mencari anggota baru dalam jumlah tertentu • Masing-masing anggota baru diminta mencari anggota baru lagi, dst. Contoh : Akan diteliti mengenai pendapat mahasiswa terhadap pemberlakuan kurikulum baru di STMIK Dian Nuswantoro. Sampel ditentukan sebesar 100 mahasiswa Peneliti menentukan sampel awal 10 mahasiswa. Masing-masing mencari 1 orang mahasiswa lain untuk dimintai pendapatnya. Dan seterusnya hingga diperoleh sampel dalam jumlah 100 mahasiswa Kelebihan : Mudah digunakan Kelemahan : Membutuhkan waktu yang lama IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 101.
  • 102.
    4.12 Pengolahan danAnalisis Data Setelah data dikumpulkan, selanjutnya dilakukan Pengolahan dan Analisis Data. Kegiatan analisis data dimaksudkan untuk memberi arti dan makna pada dataserta berguna untuk memecahkan masalah dalam penelitian yang sudah dirumuskan. Sebelum analisis data dilakukan maka data perlu diolah terlebih dulu. Pengolahan data meliputi : • Editing • Coding • Tabulating IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 103.
    Editing Kegiatan untuk memeriksadata mentah yang telah dikumpulkan, meliputi : • Melengkapi data yang kurang/kosong • Memperbaiki kesalahan-kesalahan atau kekurangjelasan dari pencatatan data • Memeriksa konsistensi data sesuai dengan data yang diinginkan • Memeriksa keseragaman hasil pengukuran (misalnya keseragaman satuan dsb) • Memeriksa reliabilitas data (misalnya membuang data-data yang ekstrim dsb) Coding Kegiatan untuk membuat peng-kode-an terhadap data sehingga memudahkan untuk analisis data. Biasanya dilakukan untuk data-data kualitatif. Dengan koding ini, data kualitatif dapat dikonversi menjadi data kuantitatif (kuantifikasi). Proses kuantifikasi mengikuti prosedur yang berlaku, misalnya dengan menerapkan skala pengukuran nominal dan ordinal. IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 104.
    Contoh Data Agama RespondenSkala Nominal (sekedar label) Islam 1 Kristen 2 Katolik 3 Hindu 4 Budha 5 Untuk keperluan tertentu, koding dalam jumlah yang banyak, perlu dibuatkan buku kode sebagai petunjuk peng-kode-an yang berguna bagi bagian analisis data. Misalnya pada pengisian data formulir pendaftaran UMPTN, dibuat buku petunjuk pengisian tersendiri secara terpisah untuk memudahkan pengisian. IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 105.
    Tabulating Kegiatan untuk membuattabel data (menyajikan data dalam bentuk tabel) untuk memudahkan analisis data maupun pelaporan. Tabel data dibuat sesederhana mungkin sehingga informasi mudah ditangkap oleh pengguna data maupun bagi bagian analisis data. Analisis Data Kegiatan analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian. Pemecahan masalah penelitian dan penarikan kesimpulan dari suatu penelitian sangat tergantung dari hasil analisis data ini. Sehingga perlu dilakukan dengan teliti dan hati-hati sehingga tidak memberikan salah penafsiran terhadap hasil penelitian. Seorang peneliti (bagian analisis data) harus menguasai kemampuan keilmuan secara teknis dalam menerapkan metode analisis yang cocok IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 106.
    Metode analisis datayang dipilih harus disesuaikan dengan jenis penelitiannya. Pertimbangan pemilihan metode analisis dapat dilihat dari : • Tujuan dan jenis penelitian • Model/jenis data • Tingkat/taraf kesimpulan Contoh : Judul : Studi tentang pengaruh pemilihan media promosi terhadap peningkatan penjualan barang di PT “Graha Baru” Semarang ---> analisis statistika (deskriptif/inferensi) Judul : Sistem Informasi Akademik di STMIK Jayanusa ---> analisis non statistika (analisis dan design sistem) Judul : Pengaruh penggunaan pupuk “bio-xx” terhadap peningkatan hasil panen cengkih ---> analisis statistika (eksperimen design) IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 107.
    4.13 Penarikan Kesimpulan Kegiatanuntuk memberikan penafsiran terhadap hasil analisis data. Pada penelitian yang menggunakan pengujian hipotesis penelitian,kesimpulan dapat ditarik dari hasil pengujian hipotesis. Kesimpulan Penelitian harus sesuai dengan : • Tema, topik dan judul penelitian • Pemecahan permasalahan penelitian • Hasil analisis data • Pengujian hipotesis (bila ada) • Teori/ilmu yang relevan Kesimpulan hendaknya dibuat secara singkat, jelas dan padat. IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  • 108.
    4.14 Pelaporan Tahapan akhirdalam kegiatan penelitian adalah pembuatan laporan penelitian. Laporan ini berguna untuk kegiatan publikasi hasil penelitian maupun untuk pertanggungjawaban secara ilmiah kegiatan penelitian yang telah dilakukan. Dalam laporan penelitian, dituliskan secara sistematis semua tahapan yang telah dilakukan mulai dari tahap perencanaan hingga penarikan kesimpulan penelitian (termasuk didalamnya lampiran-lampiran yang diperlukan). Sistematika pelaporan disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh lembaga/institusi/sponsor yang akan mengelola hasil penelitian tersebut. IV. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN