PRODI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM MADURA
2018-2019
Pengertian Masa Remaja
Masa Remaja merupakan masa peralihan antara masa
kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat
terjadinya kematangan seksual yaitu antara usia 11 atau 12
tahun sampai dengan 20 tahun yaitu menjelang masa
dewasa muda.
Definisi Remaja Menurut Para ahli:
ď‚— Fase Remaja merupakan segmen perkembangan individu
yang sangat penting, yaitu diawali dengan matangnya
organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi
(Syamsu Yusuf,2004:184)
ď‚— Masa Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak
menuju dewasa yang mencakup kematangan mental,
emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, Elizabeth B.
1999:206)
Tahap Masa Remaja
ď‚— Masa Pra Remaja: 12-14 tahun
Yaitu periode sekitar kurang lebih 2 tahun sebelum
terjadinya pemasakan seksual yang sesungguhnya tetapi
sudah terjadi perkembangan fisiologi yang berhubungan
dengan pemasakan beberpa kelenjar endokrin. (sistem
kontrol kelenjar tanpa saluran yang menghasilkan hormon
yang tersikulasi pada tubuh melalui aliran darah untuk
mempengaruhi organ-organ lain).
ď‚— Masa Remaja Awal: 14-17 tahun
Yaitu periode dalam rentang perkembangan dimana
terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai
kemampuan reproduksi.
ď‚— Masa Remaja Akhir 17-21 tahun
Berarti tumbuh menjadi dewasa yang mencakup
kematangan mental, emosional, sosial dan fisik
Ciri-ciri Masa Remaja
ď‚— Pertumbuhan Fisik
ď‚— Perkembangan Seksual
ď‚— Cara Berfikir
ď‚— Emosi Yang Meluap-luap
ď‚— Mulai Tertarik Pada Lawan Jenis
ď‚— Menarik Perhatian Lingkungan
ď‚— Terikat Dengan Kelompok
Tugas Perkembangan Masa Remaja
ď‚— Memperoleh sejumlah norma-norma dan nilai-nilai.
ď‚— Belajar memiliki peran sosial sesuai dengan jenis kelamin
masing-masing.
ď‚— Menerima kenyataan jasmaniah serta dapat menggunakanya
secara efektif dan merasa puas terhadap keadaan tersebut.
ď‚— Mencapai kebebasan dari kebergantungan terhadap orang tua
dan orang dewasa lainnya.
ď‚— Mempersiapkan diri untuk menentukan suatu pekerjaan yang
sesuai dengan bakat dan kesanggupannya.
ď‚— Memperoleh informasi tentang perkawinan dan
mempersiapkannya.
ď‚— Mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep-konsep
tentang kehidupan bermasyarakat.
ď‚— Memiliki konsep-konsep tentang tingkah laku sosial yang perlu
untuk kehidupan bermasyarakat (Sofyan S. Wm Moillis. 2005:8-
15).
Perkembangan Fisik Remaja
Perubahan fisik sudah dimulai pada masa pra
remaja dan terjadi secara cepat pada masa remaja awal
yang akan makin sempurna pada masa remaja
pertengahan dan remaja akhir. Cole (dalam
Monks,2002) berpendapat bahwa perkembangan fisik
merupakan dasar perkembangan dari aspek lain yang
mencakup perkembangan psikis dan sosial. Artinya,
jika perkembangan fisik berjalan dengan baik dan
lancar, maka perkembangan psikis dan sosial juga
akan lancar.
Perkembangan Kognitif Remaja
Remaja yang sudah mencapai perkembangan
operasi formal secara maksimum mempunyai
kelengkapan struktural kognitif sebagaimana halnya
orang dewasa. Namun, hal ini tidak berarti bahwa
pemikiran (thingking) remaja dengan penalaran
formal (formal reasoning) sama baiknya dengan
pemikiran actual orang dewasa karena hanya secara
potensial sudah tercapai.
Perkembangan Emosi Remaja
Emosi merupakan salah satu aspek psikologis
manusia dalam ranah afektif. Pada masa remaja,
ekspresi emosi yang tampak kadang-kadang tidak
menggambarkan kondisi emosi yang sebenarnya,
misalnya orang yang marah belum tentu mengamuk
atau bersikap agresif, tetapi justru sebaliknya, diam
seribu bahasa. Ekspresi emosi sifatnya sangat
individual atau subjektif, tergantung pada kondisi
pribadi masing-masing orang. Manifestasi emosi yang
sering muncul pada remaja termasuk heightened
emotionality atau meningkatnya emosi yaitu kondisi
emosinya berbeda dengan keadaan sebelumnya.
Perkembangan Moral Remaja
Perkembangan moralitas berdasar perspektif
behavioristik adalah melalui model, proses imitasi,
dan penguatan (reinforcement). Remaja mengalami
perkembangan moral sebagai hasil interaksi dengan
lingkungan yang menyediakan model perilaku moral.
Juhasz (dalam Furhmann, 1990) menemukan bahwa
gender, status sosial ekonomi dan karakteristik
kepribadian dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal.
Sebagai contoh, ia menemukan bahwa faktor-faktor
eksternal (orang tua, teman sebaya, dan tokoh agama)
berpengaruh terhadap perkembangan remaja,
termasuk perkembangan moranya.
Perkembangan Sosial Remaja
Perilaku menggambarkan terjadinya proses
sosialisasi dalam kehidupan seseorang. Secara umum
perkembangan sosial merupakan ekspresi dari kondisi
fisik dan psikis individu yang diaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari. Pada waktu mulai
merenggangnya ikatan-ikatan keluarga, para remaja
juga membina identifikasi yang lebih besar dengan
orang-orang lain dari kelompok umur yang sama, dan
mengembangkan rasa bersatu sebagai suatu generasi.
Remaja mengorganisasi ciri-ciri kultur tertentu dan
menjadikannya sebagai cirri khas mereka sendiri,
termasuk misalnya, model rambut, pakaian, musik.
TERIMAKASIH

Perkembangan masa remaja

  • 1.
    PRODI PENDIDIKAN GURUPENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM MADURA 2018-2019
  • 2.
    Pengertian Masa Remaja MasaRemaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual yaitu antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun yaitu menjelang masa dewasa muda. Definisi Remaja Menurut Para ahli: ď‚— Fase Remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, yaitu diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi (Syamsu Yusuf,2004:184) ď‚— Masa Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, Elizabeth B. 1999:206)
  • 3.
    Tahap Masa Remaja ď‚—Masa Pra Remaja: 12-14 tahun Yaitu periode sekitar kurang lebih 2 tahun sebelum terjadinya pemasakan seksual yang sesungguhnya tetapi sudah terjadi perkembangan fisiologi yang berhubungan dengan pemasakan beberpa kelenjar endokrin. (sistem kontrol kelenjar tanpa saluran yang menghasilkan hormon yang tersikulasi pada tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain). ď‚— Masa Remaja Awal: 14-17 tahun Yaitu periode dalam rentang perkembangan dimana terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi. ď‚— Masa Remaja Akhir 17-21 tahun Berarti tumbuh menjadi dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik
  • 4.
    Ciri-ciri Masa Remaja ď‚—Pertumbuhan Fisik ď‚— Perkembangan Seksual ď‚— Cara Berfikir ď‚— Emosi Yang Meluap-luap ď‚— Mulai Tertarik Pada Lawan Jenis ď‚— Menarik Perhatian Lingkungan ď‚— Terikat Dengan Kelompok
  • 5.
    Tugas Perkembangan MasaRemaja ď‚— Memperoleh sejumlah norma-norma dan nilai-nilai. ď‚— Belajar memiliki peran sosial sesuai dengan jenis kelamin masing-masing. ď‚— Menerima kenyataan jasmaniah serta dapat menggunakanya secara efektif dan merasa puas terhadap keadaan tersebut. ď‚— Mencapai kebebasan dari kebergantungan terhadap orang tua dan orang dewasa lainnya. ď‚— Mempersiapkan diri untuk menentukan suatu pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kesanggupannya. ď‚— Memperoleh informasi tentang perkawinan dan mempersiapkannya. ď‚— Mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep-konsep tentang kehidupan bermasyarakat. ď‚— Memiliki konsep-konsep tentang tingkah laku sosial yang perlu untuk kehidupan bermasyarakat (Sofyan S. Wm Moillis. 2005:8- 15).
  • 6.
    Perkembangan Fisik Remaja Perubahanfisik sudah dimulai pada masa pra remaja dan terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang akan makin sempurna pada masa remaja pertengahan dan remaja akhir. Cole (dalam Monks,2002) berpendapat bahwa perkembangan fisik merupakan dasar perkembangan dari aspek lain yang mencakup perkembangan psikis dan sosial. Artinya, jika perkembangan fisik berjalan dengan baik dan lancar, maka perkembangan psikis dan sosial juga akan lancar.
  • 7.
    Perkembangan Kognitif Remaja Remajayang sudah mencapai perkembangan operasi formal secara maksimum mempunyai kelengkapan struktural kognitif sebagaimana halnya orang dewasa. Namun, hal ini tidak berarti bahwa pemikiran (thingking) remaja dengan penalaran formal (formal reasoning) sama baiknya dengan pemikiran actual orang dewasa karena hanya secara potensial sudah tercapai.
  • 8.
    Perkembangan Emosi Remaja Emosimerupakan salah satu aspek psikologis manusia dalam ranah afektif. Pada masa remaja, ekspresi emosi yang tampak kadang-kadang tidak menggambarkan kondisi emosi yang sebenarnya, misalnya orang yang marah belum tentu mengamuk atau bersikap agresif, tetapi justru sebaliknya, diam seribu bahasa. Ekspresi emosi sifatnya sangat individual atau subjektif, tergantung pada kondisi pribadi masing-masing orang. Manifestasi emosi yang sering muncul pada remaja termasuk heightened emotionality atau meningkatnya emosi yaitu kondisi emosinya berbeda dengan keadaan sebelumnya.
  • 9.
    Perkembangan Moral Remaja Perkembanganmoralitas berdasar perspektif behavioristik adalah melalui model, proses imitasi, dan penguatan (reinforcement). Remaja mengalami perkembangan moral sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang menyediakan model perilaku moral. Juhasz (dalam Furhmann, 1990) menemukan bahwa gender, status sosial ekonomi dan karakteristik kepribadian dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal. Sebagai contoh, ia menemukan bahwa faktor-faktor eksternal (orang tua, teman sebaya, dan tokoh agama) berpengaruh terhadap perkembangan remaja, termasuk perkembangan moranya.
  • 10.
    Perkembangan Sosial Remaja Perilakumenggambarkan terjadinya proses sosialisasi dalam kehidupan seseorang. Secara umum perkembangan sosial merupakan ekspresi dari kondisi fisik dan psikis individu yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada waktu mulai merenggangnya ikatan-ikatan keluarga, para remaja juga membina identifikasi yang lebih besar dengan orang-orang lain dari kelompok umur yang sama, dan mengembangkan rasa bersatu sebagai suatu generasi. Remaja mengorganisasi ciri-ciri kultur tertentu dan menjadikannya sebagai cirri khas mereka sendiri, termasuk misalnya, model rambut, pakaian, musik.
  • 11.