Perhitungan
Pendapatan Nasional
Satrio Sudarso, SE, MM
Pengertian Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah
jumlah pendapatan yang
diterima oleh seluruh rumah
tangga keluarga (RTK) di suatu
negara dari penyerahan faktor-
faktor produksi dalam satu
periode,biasanya selama satu
tahun.
KONSEP PENDAPATAN
NASIONAL
Berikut adalah beberapa konsep
pendapatan nasional
• Produk Domestik Bruto (GDP)
• Pertumbuhan GDP
• Pengukuran GDP
• Produk Nasional Bruto (GNP)
• Produk Nasional Neto (NNP)
• Pendapatan Nasional Neto (NNI)
• Pendapatan Perseorangan (PI)
• Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Faktor Yang Mempengaruhi
Pendapatan Nasional
Permintaan dan
penawaran agregat
Konsumsi dan tabungan
Investasi
Perhitungan Pendapatan
Negara
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan,
yaitu:
 Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan
seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba)
yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu
negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan
atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada
perusahaan.
 - Rumus Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P
 R = rent = sewa
W = wage = upah/gaji
I = interest = bunga modal
P = profit = laba
 Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan
nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara
dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan
niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk
yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa
dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang
setengah jadi).
 Rumus Pendekatan produksi :
 Y =Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n
 P = harga
Q = kuantitas
 Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh
pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu
negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini
dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat
pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption),
pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih
antara nilai ekspor dikurangi impor ()
 - Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)
 C = konsumsi masyarakat
I = investasi
G = pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor
 - Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
 g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
 g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk
= PDB riil tahun kemarin
Contoh soal :
• PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun,
sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp.
420 triliun. Maka berapakah tingkat
pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika
diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada
tahun 2007 ?
• jawab :
• g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
Pada hakekatnya sistem tersebut adalah suatu cara
pengumpulan informasi mengenai perhitungan:
 Nilai barang-barang dan jasa yang
diproduksikan dalam suatu negara.
 Nilai berbagai jenis pengeluaran ke atas produk
nasional yang diciptakan.
 Jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai
faktor produksi yang digunakan untuk
menciptakan produksi nasional tersebut.
Untuk
menghitung nilai
barang dan jasa
yang diciptakan
oleh suatu
perekonomian
tiga cara
perhitungan
dapat digunakan,
yaitu:
Cara
pengeluaran
Cara produksi
atau cara
produk neto
Cara
pendapatan
Pendekatan dalam perhitungan pendapatan
nasional (Y)
 1) Pendekatan produksi atau
pendekatan nilai tambah atau value
added approach.
 2) Pendekatan pendapatan atau
income approach atau earning approach.
 3) Pendekatan pengeluaran atau
expenditure approach.
 GN
PERHITUNGAN PENDAPATAN
NASIONAL (Y)
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
DENGAN PENDEKATAN DUA SEKTOR
 Perhitungan pendapatan keseimbangan 2 sektor
terdiri dari variabel konsumsi (C) dan
investasi(I).
 Y = C + I
 è (C = a + by)
 Y = (a + by) + I
 Y = a + by + I
 Y – by = a + I
 (1 – b)Y = a + I
 Y = a + I
 1 – b
Contoh Soal:
 Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20
+ 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka besarnya
pendapatan nasional dengan pendekatan 2 sektor adalah
sebagai berikut.
 Jawab:
 Y = a + I
 1 – b
 = 20 + 10
 1– 0,75
 = 30
 0,25
 = 120 milyar rupiah
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
DENGAN PENDEKATAN TIGA SEKTOR
 Perhitungan pendapatan keseimbangan 2
sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) dan
investasi(I).
 Y = C + I
 è (C = a + by)
 Y = (a + by) + I
 Y = a + by + I
 Y – by = a + I
 (1 – b)Y = a + I
 Y = a + I
 1 – b
Contoh Soal:
 Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) =
20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka
besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan
2 sektor adalah sebagai berikut.
 Jawab:
 Y = a + I
 1 – b
 = 20 + 10
 1– 0,75
 = 30
 0,25
 = 120 milyar rupiah
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
DENGAN PENDEKATAN TIGA SEKTOR
 Perhitungan pendapatan keseimbangan 3 sektor terdiri dari variabel
konsumsi (C) investasi (I), pengeluaran pemerintah (G), pajak (TX)
dan pembayaran transfer (Tr).
 Y = C + I + G
 è (C = a + byd)
 Y = a + b (y –Tx +Tr) + I + G
 Y = a + by – bTx + bTr + I + G
 Y – by = a – bTx + bTr + I + G
 (1 – b)Y = a – bTx + bTr + I + G
 Y = a – bTx + bTr + I + G
 1 – b
CONTOH SOAL:
 Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi
konsumsi (C) = 20 + 0,75Y. Besarnya investasi (I)
= 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8, pajak (TX) =
6 dan pembayaran transfer (Tr) = 5, maka
besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan
3 sektor adalah sebagai berikut.
 Jawab:
 Y = a – bTx + bTr + I + G
 1 – b
 = 20 – 0,75(6) + 0,75(5) + 10+ 8
 1 – 0,75
 = 149 milyar rupiah
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DENGAN
PENDEKATAN EMPAT SEKTOR
 Perhitungan pendapatan keseimbangan 3 sektor terdiri
dari variabel konsumsi (C) investasi (I), pengeluaran
pemerintah (G), pajak (TX) pembayaran transfer (Tr),
ekspor (X) dan impor (M).
 Y = C + I + G (X – M)
 è (C = a + bYd => Yd = Y – Tx + Tr)
 Y = a + b (Y – Tx + Tr) + I + G + (X – M)
 Y = a + bY – bTx + bTr + I + G + (X– M)
 Y – bY = a – bTx + bTr + I + G + (X– M)
 (1 – b) Y = a – bTx + bTr + I + G + (X– M)
 Y = a – bTx + bTr + I + G + (X – M)
 1 – b
Contoh Soal:
 Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 +
0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G)
= 8, pajak (TX) = 6, pembayaran transfer (Tr) = 5, ekspor (X) =
4 dan impor (M) = 3, maka besarnya pendapatan nasional
dengan pendekatan 3 sektor adalah sebagai berikut.
 Jawab:
 Y = a – bTx + bTr + I + G + (X – M)
 1 – b
 = 20 – 0,75(6) + 0,75(5) + 10+ 8 + (4-3)
 1 – 0,75
 = 153 milyar rupiah
PERHITUNGAN ANGKA PENGGANDA
(K)
 PERHITUNGAN ANGKA PENGGANDA DENGAN
PENDEKATAN DUA SEKTOR
 Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi
(C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka
pendapatan keseimbangan sebesar 120. Apabila terdapat
tambahan investasi sebesar 2, maka pendapatan sekarang
adalah sebagai berikut:
 Jawab:
 ∆Y = K . I
∆
 ∆Y = 4 . 2 = 8
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y)
∆
 Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
PERHITUNGAN ANGKA PENGGANDA DENGAN PENDEKATAN TIGA
SEKTOR
•
• Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 +
0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8, pajak
(TX) = 6 dan pembayaran transfer: (Tr) = 5.
• Ditanya:
• Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pajak
sebesar 2.
• Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pembayaran
transfer sebesar 2.
• Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan investasi
sebesar 2.
• Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pengeluaran
pemerintah sebesar 2.
•
Jawab:
 Apabila terdapat tambahan pajak
 ∆Y = K . ∆I
 ∆Y = (-3) . 2 = -6
 Ysekarang =Ysebelum + TambahanY (∆Y)
 Ysekarang = 120 + (-6) = 114 milyar rupiah
 Apabila terdapat tambahan pembayaran transfer
 ∆Y = K . ∆I
 ∆Y = 3 . 2 = 6
 Ysekarang =Ysebelum + TambahanY (∆Y)
 Ysekarang = 120 + 6 = 126 milyar rupiah
Next
 Apabila terdapat tambahan investasi
 ∆Y = K . I
∆
 ∆Y = 4 . 2 = 8
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y)
∆
 Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
 Apabila terdapat tambahan pengeluaran pemerintah
 ∆Y = K . I
∆
 ∆Y = 4 . 2 = 8
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y)
∆
 Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
PERHITUNGAN DENGAN
PENDEKATAN EMPAT SEKTOR
 Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi: C = 20 +
0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8,
pajak (TX) = 6, pembayaran transfer (Tr) = 5, ekspor (X) = 4 dan impor
(M) = 3.
 Ditanya:
 Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pajak
sebesar 2.
 Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan
investasi sebesar 2.
 Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan
pengeluaran pemerintah sebesar 2.
 Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan
ekspor sebesar 2.
 Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan impor
sebesar 2.
Next
 Jawab:
 Apabila terdapat tambahan pajak
 ∆Y = K . I
∆
 ∆Y = (-3) . 2 = -6
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y)
∆
 Ysekarang = 120 + (-6) = 114 milyar rupiah
 Apabila terdapat tambahan pembayaran transfer
 ∆Y = K . I
∆
 ∆Y = 3 . 2 = 6
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y)
∆
 Ysekarang = 120 + 6 = 126 milyar rupiah
 Apabila terdapat tambahan investasi
 ∆Y = K . I
∆
 ∆Y = 4 . 2 = 8
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y)
∆
 Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
 Apabila terdapat tambahan pengeluaran pemerintah
 ∆Y = K . I
∆
 ∆Y = 4 . 2 = 8
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y)
∆
 Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
Next
Next
 Apabila terdapat tambahan ekspor
 ∆Y = K . ∆I
 ∆Y = 4 . 2 = 8
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
 Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
 Apabila terdapat tambahan impor
 ∆Y = K . ∆I
 ∆Y = (-4) . 2 = -8
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
 Ysekarang = 120 + (-8) = 112 milyar rupiah
Next
 Apabila terdapat tambahan ekspor
 ∆Y = K . ∆I
 ∆Y = 4 . 2 = 8
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
 Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
 Apabila terdapat tambahan impor
 ∆Y = K . ∆I
 ∆Y = (-4) . 2 = -8
 Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
 Ysekarang = 120 + (-8) = 112 milyar rupiah

Perhitungan-pendapatan-nasional-58b352878e878 (1).pptx

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Pendapatan Nasional Pendapatannasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor- faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
  • 3.
  • 4.
    Berikut adalah beberapakonsep pendapatan nasional • Produk Domestik Bruto (GDP) • Pertumbuhan GDP • Pengukuran GDP • Produk Nasional Bruto (GNP) • Produk Nasional Neto (NNP) • Pendapatan Nasional Neto (NNI) • Pendapatan Perseorangan (PI) • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
  • 5.
    Faktor Yang Mempengaruhi PendapatanNasional Permintaan dan penawaran agregat Konsumsi dan tabungan Investasi
  • 6.
  • 7.
    Pendapatan negara dapatdihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:  Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.  - Rumus Pendekatan pendapatan : Y = R + W + I + P  R = rent = sewa W = wage = upah/gaji I = interest = bunga modal P = profit = laba
  • 8.
     Pendekatan produksi,dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).  Rumus Pendekatan produksi :  Y =Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n  P = harga Q = kuantitas
  • 9.
     Pendekatan pengeluaran,dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor ()  - Pendekatan Pengeluaran : Y = C + I + G + (X-M)  C = konsumsi masyarakat I = investasi G = pengeluaran pemerintah X = ekspor M = impor  - Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :  g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%  g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
  • 10.
    Contoh soal : •PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ? • jawab : • g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
  • 11.
    Pada hakekatnya sistemtersebut adalah suatu cara pengumpulan informasi mengenai perhitungan:  Nilai barang-barang dan jasa yang diproduksikan dalam suatu negara.  Nilai berbagai jenis pengeluaran ke atas produk nasional yang diciptakan.  Jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menciptakan produksi nasional tersebut.
  • 12.
    Untuk menghitung nilai barang danjasa yang diciptakan oleh suatu perekonomian tiga cara perhitungan dapat digunakan, yaitu: Cara pengeluaran Cara produksi atau cara produk neto Cara pendapatan
  • 13.
    Pendekatan dalam perhitunganpendapatan nasional (Y)  1) Pendekatan produksi atau pendekatan nilai tambah atau value added approach.  2) Pendekatan pendapatan atau income approach atau earning approach.  3) Pendekatan pengeluaran atau expenditure approach.  GN
  • 14.
  • 15.
    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DENGANPENDEKATAN DUA SEKTOR  Perhitungan pendapatan keseimbangan 2 sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) dan investasi(I).  Y = C + I  è (C = a + by)  Y = (a + by) + I  Y = a + by + I  Y – by = a + I  (1 – b)Y = a + I  Y = a + I  1 – b
  • 16.
    Contoh Soal:  Dimisalkan(dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 2 sektor adalah sebagai berikut.  Jawab:  Y = a + I  1 – b  = 20 + 10  1– 0,75  = 30  0,25  = 120 milyar rupiah
  • 17.
    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DENGANPENDEKATAN TIGA SEKTOR  Perhitungan pendapatan keseimbangan 2 sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) dan investasi(I).  Y = C + I  è (C = a + by)  Y = (a + by) + I  Y = a + by + I  Y – by = a + I  (1 – b)Y = a + I  Y = a + I  1 – b
  • 18.
    Contoh Soal:  Dimisalkan(dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 2 sektor adalah sebagai berikut.  Jawab:  Y = a + I  1 – b  = 20 + 10  1– 0,75  = 30  0,25  = 120 milyar rupiah
  • 19.
    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DENGANPENDEKATAN TIGA SEKTOR  Perhitungan pendapatan keseimbangan 3 sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) investasi (I), pengeluaran pemerintah (G), pajak (TX) dan pembayaran transfer (Tr).  Y = C + I + G  è (C = a + byd)  Y = a + b (y –Tx +Tr) + I + G  Y = a + by – bTx + bTr + I + G  Y – by = a – bTx + bTr + I + G  (1 – b)Y = a – bTx + bTr + I + G  Y = a – bTx + bTr + I + G  1 – b
  • 20.
    CONTOH SOAL:  Dimisalkan(dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8, pajak (TX) = 6 dan pembayaran transfer (Tr) = 5, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 3 sektor adalah sebagai berikut.  Jawab:  Y = a – bTx + bTr + I + G  1 – b  = 20 – 0,75(6) + 0,75(5) + 10+ 8  1 – 0,75  = 149 milyar rupiah
  • 21.
    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONALDENGAN PENDEKATAN EMPAT SEKTOR  Perhitungan pendapatan keseimbangan 3 sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) investasi (I), pengeluaran pemerintah (G), pajak (TX) pembayaran transfer (Tr), ekspor (X) dan impor (M).  Y = C + I + G (X – M)  è (C = a + bYd => Yd = Y – Tx + Tr)  Y = a + b (Y – Tx + Tr) + I + G + (X – M)  Y = a + bY – bTx + bTr + I + G + (X– M)  Y – bY = a – bTx + bTr + I + G + (X– M)  (1 – b) Y = a – bTx + bTr + I + G + (X– M)  Y = a – bTx + bTr + I + G + (X – M)  1 – b
  • 22.
    Contoh Soal:  Dimisalkan(dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8, pajak (TX) = 6, pembayaran transfer (Tr) = 5, ekspor (X) = 4 dan impor (M) = 3, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 3 sektor adalah sebagai berikut.  Jawab:  Y = a – bTx + bTr + I + G + (X – M)  1 – b  = 20 – 0,75(6) + 0,75(5) + 10+ 8 + (4-3)  1 – 0,75  = 153 milyar rupiah
  • 23.
    PERHITUNGAN ANGKA PENGGANDA (K) PERHITUNGAN ANGKA PENGGANDA DENGAN PENDEKATAN DUA SEKTOR  Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka pendapatan keseimbangan sebesar 120. Apabila terdapat tambahan investasi sebesar 2, maka pendapatan sekarang adalah sebagai berikut:  Jawab:  ∆Y = K . I ∆  ∆Y = 4 . 2 = 8  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y) ∆  Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
  • 24.
    PERHITUNGAN ANGKA PENGGANDADENGAN PENDEKATAN TIGA SEKTOR • • Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8, pajak (TX) = 6 dan pembayaran transfer: (Tr) = 5. • Ditanya: • Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pajak sebesar 2. • Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pembayaran transfer sebesar 2. • Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan investasi sebesar 2. • Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pengeluaran pemerintah sebesar 2. •
  • 25.
    Jawab:  Apabila terdapattambahan pajak  ∆Y = K . ∆I  ∆Y = (-3) . 2 = -6  Ysekarang =Ysebelum + TambahanY (∆Y)  Ysekarang = 120 + (-6) = 114 milyar rupiah  Apabila terdapat tambahan pembayaran transfer  ∆Y = K . ∆I  ∆Y = 3 . 2 = 6  Ysekarang =Ysebelum + TambahanY (∆Y)  Ysekarang = 120 + 6 = 126 milyar rupiah
  • 26.
    Next  Apabila terdapattambahan investasi  ∆Y = K . I ∆  ∆Y = 4 . 2 = 8  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y) ∆  Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah  Apabila terdapat tambahan pengeluaran pemerintah  ∆Y = K . I ∆  ∆Y = 4 . 2 = 8  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y) ∆  Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
  • 27.
    PERHITUNGAN DENGAN PENDEKATAN EMPATSEKTOR  Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi: C = 20 + 0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8, pajak (TX) = 6, pembayaran transfer (Tr) = 5, ekspor (X) = 4 dan impor (M) = 3.  Ditanya:  Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pajak sebesar 2.  Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan investasi sebesar 2.  Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pengeluaran pemerintah sebesar 2.  Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan ekspor sebesar 2.  Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan impor sebesar 2.
  • 28.
    Next  Jawab:  Apabilaterdapat tambahan pajak  ∆Y = K . I ∆  ∆Y = (-3) . 2 = -6  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y) ∆  Ysekarang = 120 + (-6) = 114 milyar rupiah  Apabila terdapat tambahan pembayaran transfer  ∆Y = K . I ∆  ∆Y = 3 . 2 = 6  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y) ∆  Ysekarang = 120 + 6 = 126 milyar rupiah
  • 29.
     Apabila terdapattambahan investasi  ∆Y = K . I ∆  ∆Y = 4 . 2 = 8  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y) ∆  Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah  Apabila terdapat tambahan pengeluaran pemerintah  ∆Y = K . I ∆  ∆Y = 4 . 2 = 8  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y ( Y) ∆  Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah Next
  • 30.
    Next  Apabila terdapattambahan ekspor  ∆Y = K . ∆I  ∆Y = 4 . 2 = 8  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)  Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah  Apabila terdapat tambahan impor  ∆Y = K . ∆I  ∆Y = (-4) . 2 = -8  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)  Ysekarang = 120 + (-8) = 112 milyar rupiah
  • 31.
    Next  Apabila terdapattambahan ekspor  ∆Y = K . ∆I  ∆Y = 4 . 2 = 8  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)  Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah  Apabila terdapat tambahan impor  ∆Y = K . ∆I  ∆Y = (-4) . 2 = -8  Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)  Ysekarang = 120 + (-8) = 112 milyar rupiah