PENINGKATAN MUTU DI FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN
LATAR BELAKANG
Sumber: Kruk ME, et al. Mortality due to low-quality health systems in the universal health coverage era: a systematic analysis of
amenable deaths in 137 countries. Lancet.2018
PENELITIAN TENTANG MUTU PELAYANAN KESEHATAN
DI 137 NEGARA
5 Juta 3,6 Juta
10 FAKTA KESELAMATAN PASIEN
1 dari 10 pasien yang dirawat di RS, cedera
akibat insiden keselamatan, 50% dapat
dicegah
Kejadian yang tidak diinginkan masuk kedalam
10 penyebab tertinggi kematian dan disabilitas
di dunia
Cedera pada layanan primer maupun rawat
jalan menyebabkan pasien masuk RS. 4 dari 10
pasien mengalami cedera dimana 80% cedera
ini dapat dicegah.
Pengalaman Canada, setiap 1 dari 7 dollar
Canada di gunakan untuk menangani cedera.
Investasi dalam upaya menurunkan insiden
keselamatan pasien mengakibatkan
penghematan keuangan yang signifikan
https://www.who.int/news-room/photo-story/photo-story-detail/10-facts-on-patient-safety
HAI’s (Health Care Assosiated Infection) : 10 dari
100 pasien yang dirawat di rumah sakit.
Lebih dari 1 juta pasien paska operasi meninggal
akibat komplikasi operasi
Ketidak akuratan dan keterlambatan diagnosis,
membahayakan banyak pasien setiap tahun
Paparan radiasi dalam pelayanan Kesehatan
menjadi perhatian khusus dalam Kesehatan
masyarakat dan keselamatan pasien
Praktek pemberian obat yang tidak aman dan
kesalahan pengobatan menyebabkan cedera
pasien dan mengakibatkan biaya penanganan
yang tinggi
MUTU PELAYANAN
Keselamatan
pasien
Efektif
Equity
Berfokus
pasien
Efisien
Tepat waktu
TERINTEGRASI
7 DIMENSI MUTU
INTERVENSI PENINGKATAN MUTU
Meningkatkan
pelayanan
klinis
Intervensi terhadap sistem
pelayanan kesehatan
Menekan kejadian
insiden/cedera pasien
Keterlibatan dan
pemberdayaan pasien
dan keluarga
sumber : WHO. Handbook for national quality policy and strategy.2017
PNPK, PPK, CP, algoritma
Audit medik dan audit klinis
Registrasi, perizinan, AKREDITASI
Manajemen resiko, Pelaporan
insiden keselamatan pasien
Edukasi pasien, survey kepuasan
pasien, shared decision making
Upaya Peningkatan Mutu
Registrasi, sertifikasi, perizinan dan akreditasi
• Registrasi, sertifikasi dan perizinan provider termasuk individual. Serta Akreditasi Fasyankes (RS,
FKTP, klinik, Labkes)
Pelaporan indicator mutu dan insiden keselamatan pasien
• FKTP, Labkes dan RS melaporkan insiden keselamatan pasien dan indicator mutu ke kemenkes
melalui aplikasi pelaporan
Penyusunan PNPK dan Audit medis
• Kemkes sudah Menyusun PNPK
Survey kepuasan masyarakat
• Dilaksanakan mengacu kepada permenpan namun juga menjadi indicator mutu fasyankes
AKREDITASI
RS dan KLINIK
UU No 44 Tahun 2009 ttg RS
PP 47 ttg Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan
Permenkes No 12 Tahun 2020 tentang Akreditasi RS
Permenkes No 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi puskesmas, klinik pratama, tempat
praktik mandiri Dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi
PMK no 3 Tahun 2020 tentang klasifikasi dan perizinan RS
PMK tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013
tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasiona
STANDAR AKREDITASI
KLINIK PRATAMA
Standar akreditasi Klinik disusun dalam 4 Bab, yaitu:
• Bab I. Kepemimpinan dan Manajemen Klinik (KMK)
• Bab II. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP)
• Bab III. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK)
• Bab IV. Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP
Permenkes No 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi puskesmas, klinik
pratama, tempat praktik mandiri Dokter, dan tempat praktik
mandiri dokter gigi
STANDAR AKREDITASI KLINIK
 Bab I Tata Kelola Klinik (TKK) :
Pengorganisasian Klinik (TKK 1), Tata Kelola Sumber Daya Manusia (TKK 2), Tata Kelola Fasilitas dan Keselamatan
(TKK 3), Tata Kelola Kerja Sama (TKK 4) dan Tata Kelola Pengaduan dan Tindak Lanjut (TKK 5).
 Bab II Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
Upaya Peningkatan Mutu Keselamatan Pasien (PMKP 1, Sasaran Keselamatan Pasien (PMKP 2) dan Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi (PMKP 3)
 Bab III Penyelenggaraan Kesehatan Perseorangan (PKP) terdiri dari 15 standard
Hak Pasien dan Keluarga (PKP 1), Pasien dan Keluarga Dalam Proses Asuhan (PKP 2), Akses Pasien Klinik (PKP 3),
Pengkajian (PKP 4), Rencana dan Pemberian Asuhan (PKP 5), Promotif dan Preventif (PKP 6), Pelayanan Pasien Resiko
Tinggi dan Penyediaan Pelayanan Resiko Tinggi (PKP 7), Pelayanan Anestesi dan Bedah (PKP 8), Pelayanan Gizi (PKP 9),
Pemulangan dan Tindak Lanjut Perawatan (PKP 10), Pelayanan Rujukan (PKP 11), Penyelenggaraan Rekam Medis (PKP
12), Pelayanan Laboratorium (PKP 13), Pelayanan Radiologi Diagnostik (PKP 14) dan Pelayanan Kefarmasian (PKP 15)
PENGUKURAN INDIKATOR MUTU
Indikator Mutu RS
• 13 indikator
FKTP
• 6 Indikator
Laboratorium
• 7 Indikator
UTD
• 7 Indikator
KLINIK PRATAMA DAN KLINIK UTAMA
FASYANKES MENYUSUN INDIKATOR MUTU SESUAI DENGAN KEBUTUHAN
Pemilihan Indikator Mutu
- Dipilih berdasarkan visi misi dan tujuan fasyankes, berdasarkan masalah yang dihadapi
( data – data maupun keluhan yang masuk)
- Indikator mencerminkan dimensi mutu
- Indikator bersifat SMART & ROAR
- Specific
- Measurable
- Accuracy
- Replicable
- Timebound
- Indikator berkaitan dengan struktur, proses dan outcome. Juga terkait klinis dan
manajemen pelayanan
- Indikator outcome berkaitan dengan 5D : Death, Disease, Discomfort, Disability dan
Dissatisfaction
1. Paham konsep peningkatan mutu
2. Membangun komunikasi dengan pasien dan masyarakat
3. Membangun struktur yang menunjang peningkatan mutu
4. Mengidentifikasi perangkat2 peningkatan mutu
5. Memotivasi dan menyiapkan insentif
PIMPINAN FASYANKES
1. Susun tim yang bertanggungjawab untuk mutu :
multidisiplin
2. Buat tim tertentu seperti tim ppi, tim ppra
3. Libatkan orang2 yang mampu berkomunikasi secara
efektif dan memiliki kewenangan untuk
menyelesaikan masalah manajerial
4. Dapat melibatkan pasien dan komunitas
5. Pilih ketua tim yang memiliki kemampuan yang kuat
1. Tetapkan target faskes  Clear statement
2. Berkomitmen mencapai standar mutu
3. Pelajari panduan2, best practices dan diadaptasikan
4. Pilih champion
5. Untuk faskes yang besar, maka perlu ditetapkan target2
masing2 unit
KOMITE/TIM MUTU FASYANKES
1. Susun peran dan tanggungjawab  PMK 80/20 ttg
komite mutu
2. Sosialisasikan program peningkatan mutu dan kolaborasi
dengan seluruh staf, komunitas dan pemangku
kepentingan lain
1. Lakukan analisis situasi – identifikasi gap ->
tetapkan prioritas dan tetapkan target
peningkatan mutu
2. manfaatkan hasil 2 penilaian, lakukan gap
analisis
3. Bagikan hasil untuk mendapatkan umpan
balik
peningkatan mutu dan keeselamatannpasien
peningkatan mutu dan keeselamatannpasien

peningkatan mutu dan keeselamatannpasien

  • 1.
    PENINGKATAN MUTU DIFASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
  • 2.
  • 3.
    Sumber: Kruk ME,et al. Mortality due to low-quality health systems in the universal health coverage era: a systematic analysis of amenable deaths in 137 countries. Lancet.2018 PENELITIAN TENTANG MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI 137 NEGARA 5 Juta 3,6 Juta
  • 4.
    10 FAKTA KESELAMATANPASIEN 1 dari 10 pasien yang dirawat di RS, cedera akibat insiden keselamatan, 50% dapat dicegah Kejadian yang tidak diinginkan masuk kedalam 10 penyebab tertinggi kematian dan disabilitas di dunia Cedera pada layanan primer maupun rawat jalan menyebabkan pasien masuk RS. 4 dari 10 pasien mengalami cedera dimana 80% cedera ini dapat dicegah. Pengalaman Canada, setiap 1 dari 7 dollar Canada di gunakan untuk menangani cedera. Investasi dalam upaya menurunkan insiden keselamatan pasien mengakibatkan penghematan keuangan yang signifikan https://www.who.int/news-room/photo-story/photo-story-detail/10-facts-on-patient-safety
  • 5.
    HAI’s (Health CareAssosiated Infection) : 10 dari 100 pasien yang dirawat di rumah sakit. Lebih dari 1 juta pasien paska operasi meninggal akibat komplikasi operasi Ketidak akuratan dan keterlambatan diagnosis, membahayakan banyak pasien setiap tahun Paparan radiasi dalam pelayanan Kesehatan menjadi perhatian khusus dalam Kesehatan masyarakat dan keselamatan pasien Praktek pemberian obat yang tidak aman dan kesalahan pengobatan menyebabkan cedera pasien dan mengakibatkan biaya penanganan yang tinggi
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    INTERVENSI PENINGKATAN MUTU Meningkatkan pelayanan klinis Intervensiterhadap sistem pelayanan kesehatan Menekan kejadian insiden/cedera pasien Keterlibatan dan pemberdayaan pasien dan keluarga sumber : WHO. Handbook for national quality policy and strategy.2017 PNPK, PPK, CP, algoritma Audit medik dan audit klinis Registrasi, perizinan, AKREDITASI Manajemen resiko, Pelaporan insiden keselamatan pasien Edukasi pasien, survey kepuasan pasien, shared decision making
  • 9.
    Upaya Peningkatan Mutu Registrasi,sertifikasi, perizinan dan akreditasi • Registrasi, sertifikasi dan perizinan provider termasuk individual. Serta Akreditasi Fasyankes (RS, FKTP, klinik, Labkes) Pelaporan indicator mutu dan insiden keselamatan pasien • FKTP, Labkes dan RS melaporkan insiden keselamatan pasien dan indicator mutu ke kemenkes melalui aplikasi pelaporan Penyusunan PNPK dan Audit medis • Kemkes sudah Menyusun PNPK Survey kepuasan masyarakat • Dilaksanakan mengacu kepada permenpan namun juga menjadi indicator mutu fasyankes
  • 10.
    AKREDITASI RS dan KLINIK UUNo 44 Tahun 2009 ttg RS PP 47 ttg Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan Permenkes No 12 Tahun 2020 tentang Akreditasi RS Permenkes No 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri Dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi PMK no 3 Tahun 2020 tentang klasifikasi dan perizinan RS PMK tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasiona
  • 11.
    STANDAR AKREDITASI KLINIK PRATAMA Standarakreditasi Klinik disusun dalam 4 Bab, yaitu: • Bab I. Kepemimpinan dan Manajemen Klinik (KMK) • Bab II. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP) • Bab III. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK) • Bab IV. Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP Permenkes No 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri Dokter, dan tempat praktik mandiri dokter gigi
  • 12.
    STANDAR AKREDITASI KLINIK Bab I Tata Kelola Klinik (TKK) : Pengorganisasian Klinik (TKK 1), Tata Kelola Sumber Daya Manusia (TKK 2), Tata Kelola Fasilitas dan Keselamatan (TKK 3), Tata Kelola Kerja Sama (TKK 4) dan Tata Kelola Pengaduan dan Tindak Lanjut (TKK 5).  Bab II Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) Upaya Peningkatan Mutu Keselamatan Pasien (PMKP 1, Sasaran Keselamatan Pasien (PMKP 2) dan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PMKP 3)  Bab III Penyelenggaraan Kesehatan Perseorangan (PKP) terdiri dari 15 standard Hak Pasien dan Keluarga (PKP 1), Pasien dan Keluarga Dalam Proses Asuhan (PKP 2), Akses Pasien Klinik (PKP 3), Pengkajian (PKP 4), Rencana dan Pemberian Asuhan (PKP 5), Promotif dan Preventif (PKP 6), Pelayanan Pasien Resiko Tinggi dan Penyediaan Pelayanan Resiko Tinggi (PKP 7), Pelayanan Anestesi dan Bedah (PKP 8), Pelayanan Gizi (PKP 9), Pemulangan dan Tindak Lanjut Perawatan (PKP 10), Pelayanan Rujukan (PKP 11), Penyelenggaraan Rekam Medis (PKP 12), Pelayanan Laboratorium (PKP 13), Pelayanan Radiologi Diagnostik (PKP 14) dan Pelayanan Kefarmasian (PKP 15)
  • 13.
    PENGUKURAN INDIKATOR MUTU IndikatorMutu RS • 13 indikator FKTP • 6 Indikator Laboratorium • 7 Indikator UTD • 7 Indikator KLINIK PRATAMA DAN KLINIK UTAMA FASYANKES MENYUSUN INDIKATOR MUTU SESUAI DENGAN KEBUTUHAN
  • 14.
    Pemilihan Indikator Mutu -Dipilih berdasarkan visi misi dan tujuan fasyankes, berdasarkan masalah yang dihadapi ( data – data maupun keluhan yang masuk) - Indikator mencerminkan dimensi mutu - Indikator bersifat SMART & ROAR - Specific - Measurable - Accuracy - Replicable - Timebound - Indikator berkaitan dengan struktur, proses dan outcome. Juga terkait klinis dan manajemen pelayanan - Indikator outcome berkaitan dengan 5D : Death, Disease, Discomfort, Disability dan Dissatisfaction
  • 16.
    1. Paham konseppeningkatan mutu 2. Membangun komunikasi dengan pasien dan masyarakat 3. Membangun struktur yang menunjang peningkatan mutu 4. Mengidentifikasi perangkat2 peningkatan mutu 5. Memotivasi dan menyiapkan insentif PIMPINAN FASYANKES 1. Susun tim yang bertanggungjawab untuk mutu : multidisiplin 2. Buat tim tertentu seperti tim ppi, tim ppra 3. Libatkan orang2 yang mampu berkomunikasi secara efektif dan memiliki kewenangan untuk menyelesaikan masalah manajerial 4. Dapat melibatkan pasien dan komunitas 5. Pilih ketua tim yang memiliki kemampuan yang kuat
  • 17.
    1. Tetapkan targetfaskes  Clear statement 2. Berkomitmen mencapai standar mutu 3. Pelajari panduan2, best practices dan diadaptasikan 4. Pilih champion 5. Untuk faskes yang besar, maka perlu ditetapkan target2 masing2 unit KOMITE/TIM MUTU FASYANKES 1. Susun peran dan tanggungjawab  PMK 80/20 ttg komite mutu 2. Sosialisasikan program peningkatan mutu dan kolaborasi dengan seluruh staf, komunitas dan pemangku kepentingan lain
  • 18.
    1. Lakukan analisissituasi – identifikasi gap -> tetapkan prioritas dan tetapkan target peningkatan mutu 2. manfaatkan hasil 2 penilaian, lakukan gap analisis 3. Bagikan hasil untuk mendapatkan umpan balik