PENGUAPAN PELARUT 
DAN PENGERINGAN 
Kelompok 3: 
Nesfi Vayuni 
Putri Rosida 
Rizki Emilya
Pemurnian dengan 
Kromatografi atau 
HPLC 
Masih dalam bentuk larutan 
Pemurnian dengan 
Rekristalisasi 
Atau Destilasi 
Dalam keadaan murni 
Pelarut perlu diuapkan 
atau diusir
PENGUSIRAN PELARUT 
Pengusiran pelarut tidak boleh dilakukan di dalam 
ruangan terbuka karena ruangan akan dipenuhi uap 
pelarut. Bila pengusiran dilakukan dalam keadaan 
atmosfir sebaiknya dilakukan dalam ruangan atau 
lingkungan terproteksi seperti lemari asam. Ada 
berbagai teknik yang digunakan untuk mengusir 
pelarut yaitu: 
1. Penguapan Dengan Destilasi Vakum 
2. Rotari Evavorator
Penguapan Dengan Distilasi Vakum 
Distilasi vakum adalah distilasi 
yang tekanan operasinya 0,4 
atm (≤300 mmHg absolut). 
Proses distillasi dengan 
tekanan dibawah tekanan 
atmosfer. 
Bekerja dengan distilasi vakum 
harus dilengkapi dengan pipa 
kapiler atau stirer agar 
pengusiran pelarut 
berlangsung dengan baik
Rotari Evavorator 
Rotari evavorator adalah pengembangan dari teknik penguapan 
vakum. Dengan rotari evavorator pengusiran pelarut berlangsung 
dengan sempurna. 
Komponen utama: 
1. Pompa vakum berperan untuk 
menurunkan titik didih 
2. Pendingin berperan untuk 
mencairkan kembali pelarut 
3. Pemanas berperan untuk 
menguapkan pelarut 
4. Labu putar tempat sampel dan 
untuk menampung pelarut yang 
telah mencair.
Lanjutan 
Cara kerja: 
Mula-mula labu putar dijalankan 
(dihidupkan) dan diiringi dengan 
pemakuman dengan pompa vakum 
melalui pipa T. Bila tidak ada pelarut 
yang mencair naikkan suhu hingga 
40oC. Pengusiran pelarut dilanjutkan 
terus sampai tidak ada lagi pelarut yang 
naik.
PENGERINGAN 
Pengeringan adalah pengusiran air dalam jumlah 
relatif sedikit. Bila ada air dalam senyawa organik 
yang telah murni maka dalam pengukuran dengan 
spektroskopi akan menganggu, karena sulit 
dibedakan apakah puncak yang terdapat pada 
spektrum inframerah atau resonanasi magnet inti 
proton merupakan puncak air atau puncak senyawa 
organik. Untuk itu maka air harus dibebaskan dari 
sampel organik yang akan diukur.
Oven Vakum 
Untuk mengeringkan senyawa organik sebaiknya dilakukan pada 
tekanan rendah dengan adanya agen penarik air yang berperan 
sebagai zat pengering melalui oven vakum dengan alat uji aksi 
penarik air
Lanjutan 
Cara kerja: 
Dengan meletakkan sampel dalam 
sebuah oven vakum yang dilengkapi 
dengan pemanas, manometer dan diisi 
dengan zat pengering CaCl2 atau P2O5. 
Mula-mula oven dibuat vakum, kemudian 
dipanaskan sedikit demi sedikit hingga 
suhu 50oC. Setelah beberapa hari maka 
tekanan akan turun karena uap air telah 
ditarik oleh zat pengering.
Desikator Vakum 
 Desikator vakum adalah alat pengering 
yang paling klasik. Antara bejana dan tutup 
desikator dilumasi dengan vaselin, agar 
tidak mudah bocor dan lepas. 
 Kerja desikator vakum adalah pada bagian 
bawah diisi dengan zat pengering dan 
diatas piringan yang berlubang-lubang 
diletakkan zat yang akan dikeringkan dalam 
kurs porselen yang ditutup dengan kertas 
aluminium. Setelah desikator divakumkan 
dibiarkan beberapa hari dan proses 
dilanjutkan sampai zat pengering tidak 
mencair.
Piston Pengering 
Piston pengering adalah modernisasi 
dari desikator vakum. 
Kelemahan desikator adalah tidak 
dapat dipanaskan, sedangkan piston 
pengering dapat dipanaskan. 
Cara kerja: 
Mula-mula zat yang akan dikeringkan 
diletkkan dalam tabung yang pada 
bagian ujungnya ditempatkan zat 
pengering seperti CaCl2 atau P2O5. 
Biarkan beberapa hari dan akan 
dilanjutkan sampai bahan pengering 
tidak mencair.
Penguapan pelarut dan pengeringan

Penguapan pelarut dan pengeringan

  • 1.
    PENGUAPAN PELARUT DANPENGERINGAN Kelompok 3: Nesfi Vayuni Putri Rosida Rizki Emilya
  • 2.
    Pemurnian dengan Kromatografiatau HPLC Masih dalam bentuk larutan Pemurnian dengan Rekristalisasi Atau Destilasi Dalam keadaan murni Pelarut perlu diuapkan atau diusir
  • 3.
    PENGUSIRAN PELARUT Pengusiranpelarut tidak boleh dilakukan di dalam ruangan terbuka karena ruangan akan dipenuhi uap pelarut. Bila pengusiran dilakukan dalam keadaan atmosfir sebaiknya dilakukan dalam ruangan atau lingkungan terproteksi seperti lemari asam. Ada berbagai teknik yang digunakan untuk mengusir pelarut yaitu: 1. Penguapan Dengan Destilasi Vakum 2. Rotari Evavorator
  • 4.
    Penguapan Dengan DistilasiVakum Distilasi vakum adalah distilasi yang tekanan operasinya 0,4 atm (≤300 mmHg absolut). Proses distillasi dengan tekanan dibawah tekanan atmosfer. Bekerja dengan distilasi vakum harus dilengkapi dengan pipa kapiler atau stirer agar pengusiran pelarut berlangsung dengan baik
  • 5.
    Rotari Evavorator Rotarievavorator adalah pengembangan dari teknik penguapan vakum. Dengan rotari evavorator pengusiran pelarut berlangsung dengan sempurna. Komponen utama: 1. Pompa vakum berperan untuk menurunkan titik didih 2. Pendingin berperan untuk mencairkan kembali pelarut 3. Pemanas berperan untuk menguapkan pelarut 4. Labu putar tempat sampel dan untuk menampung pelarut yang telah mencair.
  • 6.
    Lanjutan Cara kerja: Mula-mula labu putar dijalankan (dihidupkan) dan diiringi dengan pemakuman dengan pompa vakum melalui pipa T. Bila tidak ada pelarut yang mencair naikkan suhu hingga 40oC. Pengusiran pelarut dilanjutkan terus sampai tidak ada lagi pelarut yang naik.
  • 7.
    PENGERINGAN Pengeringan adalahpengusiran air dalam jumlah relatif sedikit. Bila ada air dalam senyawa organik yang telah murni maka dalam pengukuran dengan spektroskopi akan menganggu, karena sulit dibedakan apakah puncak yang terdapat pada spektrum inframerah atau resonanasi magnet inti proton merupakan puncak air atau puncak senyawa organik. Untuk itu maka air harus dibebaskan dari sampel organik yang akan diukur.
  • 8.
    Oven Vakum Untukmengeringkan senyawa organik sebaiknya dilakukan pada tekanan rendah dengan adanya agen penarik air yang berperan sebagai zat pengering melalui oven vakum dengan alat uji aksi penarik air
  • 9.
    Lanjutan Cara kerja: Dengan meletakkan sampel dalam sebuah oven vakum yang dilengkapi dengan pemanas, manometer dan diisi dengan zat pengering CaCl2 atau P2O5. Mula-mula oven dibuat vakum, kemudian dipanaskan sedikit demi sedikit hingga suhu 50oC. Setelah beberapa hari maka tekanan akan turun karena uap air telah ditarik oleh zat pengering.
  • 10.
    Desikator Vakum Desikator vakum adalah alat pengering yang paling klasik. Antara bejana dan tutup desikator dilumasi dengan vaselin, agar tidak mudah bocor dan lepas.  Kerja desikator vakum adalah pada bagian bawah diisi dengan zat pengering dan diatas piringan yang berlubang-lubang diletakkan zat yang akan dikeringkan dalam kurs porselen yang ditutup dengan kertas aluminium. Setelah desikator divakumkan dibiarkan beberapa hari dan proses dilanjutkan sampai zat pengering tidak mencair.
  • 11.
    Piston Pengering Pistonpengering adalah modernisasi dari desikator vakum. Kelemahan desikator adalah tidak dapat dipanaskan, sedangkan piston pengering dapat dipanaskan. Cara kerja: Mula-mula zat yang akan dikeringkan diletkkan dalam tabung yang pada bagian ujungnya ditempatkan zat pengering seperti CaCl2 atau P2O5. Biarkan beberapa hari dan akan dilanjutkan sampai bahan pengering tidak mencair.