Pengertian Hard Disk
HARD DISK
Hard Disk : adalah perangkat keras komputer/laptop
yang bekerja secara sistematis dimana menjadi media
penyimpanan data. Data-data yang telah disimpan di
dalam perangkat harddisk tidak akan hilang. Bahkan
apabila pengguna mematikan perangkat komputer/laptop.
Dengan kata lain, harddisk memiliki peran sebagai media
penyimpanan yang bersifat permanen (data-data tidak
akan hilang atau terhapus). Kapasitas daya tampung
daripada harddisk itu sendiri juga terbilang cukup besar.
Dimana kalkulasi yang dipakai adalah dalam ukuran Byte
(B).
FUNGSI HARD DISK
Hard disk merupakan ruang simpan utama dalam
sebuah computer. Di situlah seluruh sistem operasi
dan mekanisme kerja kantor dijalankan, setiap data
dan informasi disimpan.
Dalam sebongkah hard disk, terdapat berbagai
macam ruangruang kecil (direktori, folder,
subdirektori, subfolder), yang masing-masing
dikelompokkan berdasarkan fungsi dan
kegunaannya. Di situlah data-data diletakkan.
Ruang kecil dalam hard disk bekerja dalam logika saling
tergantung (interdependent). Data/informasi dalam satu
ruang kadangkala diperlukan untuk menggerakkan data/
informasi yang berada di ruang lain. Ada ruang di mana
data di dalamnya tidak boleh diutak-atik atau
dipindahkan ke tempat lain, ada ruang di mana kita bisa
membuang dan menaruh data secara bergantian sesuai
kebutuhan.

Harddisk terdiri atas beberapa komponen penting.
Komponen utamanya adalah pelat (platter) yang berfungsi
sebagai penyimpan data. Pelat ini adalah suatu cakram
padat yang berbentuk bulat datar, kedua sisi
permukaannya dilapisi dengan material khusus sehingga
memiliki pola-pola magnetis. Pelat ini ditempatkan dalam
suatu poros yang disebut spindle.
CARA KERJA HARD DISK
Spindle memiliki sebuah penggerak yang disebut
spindle motor, yang berfungsi untuk memutar pelat
hard disk dalam kecepatan tinggi. Perputaran ini
diukur dalam satuan rotation per minute (RPM).
Makin cepat putaran tiap menitnya, makin bagus
kualitas hard disk tersebut. Ukuran yang lazim kita
dengar adalah 5400, 7200, atau 10.000RPM.
Sebuah peranti baca-tulis elektromagnetik yang
disebut dengan heads ditempatkan pada kedua
permukaan pelat. Heads berukuran kecil ini
ditempatkan pada sebuah slider, sehingga heads bisa
membaca data/informasi yang tersimpan pada pelat
dan merekam informasi ke dalam pelat tersebut.
Slider ini dihubungkan dengan sebuah lengan yang disebut
actuator arms. Actuator arms ini sendiri dipasang mati
pada poros actuator, di mana seluruh mekanisme gerakan
dari actuator ini dikendalikan oleh sebuah papan
pengendali (logic board) yang mengomunikasikan setiap
pertukaran informasi dengan komponen komputer yang
lainnya. Antara actuator dengan karena keduanya
dihubungkan dengan sebuah kabel pita tipis. Kabel inilah
yang menjadi jalan instruksi dari dan ke dalam pelat hard
disk.
Jumlah pelat masing-masing hard disk berbeda-beda,
tergantung dari ukuran/daya tampung masing-masing
pelat dan ukuran hard disk secara keseluruhan.
Sebuah pelat hard disk pada umumnya memiliki daya
tampung antara 10 atau 20gigabyte (GB). Sebuah hard
disk yang berkapasitas total 40GB berarti memiliki 2 pelat,
sedangkan bila berukuran 30GB, ia memiliki dua buah
pelat berukuran 10 dan 20GB atau tiga buah pelat
berukuran 10GB. Masing-masing pelat hard disk mampu
menangani/menampung puluhan juta bit data. Data-data
ini dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang
lebih besar, sehingga memungkinkan pengaksesan
informasi yang lebih cepat dan mudah.
KOMPONEN HARD DISK
1. Spindle
Hard disk terdiri dari spindle yang menjadi pusat putaran dari
keping-keping cakram magnetik penyimpan data. Spindle ini
berputar dengan cepat, oleh karena itu harus menggunakan
high quality bearing.
Dahulu hard disk menggunakan ball bearing namun kini hard
disk sudah menggunakan fluid bearing. Dengan fluid bearing
maka gaya friksi dan tingkat kebisingan dapat diminimalisir.
Spindle ini yang menentukan putaran hard disk. Semakin cepat
putaran rpm hard disk maka semakin cepat transfer datanya.
2. Cakram Magnetik (Magnetic Disk)
Pada cakram magnetik inilah dilakukan penyimpanan data
pada hard disk. Cakram magnetik berbentuk plat tipis dengan
bentuk seperti CD-R. Dalam hard disk terdapat beberapa
cakram magnetik.
Hard disk yang pertama kali dibuat, terdiri dari 50 piringan
cakram magnetik dengan ukuran 0.6 meter dan berputar
dengan kecepatan 1.200 rpm. Saat ini kecepatan putaran hard
disk sudah mencapai 10.000rpm dengan transfer data mencapai
3.0 Gbps.
3. Read-write Head
Read-write Head adalah pengambil data dari cakram magnetik.
Head ini melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram
magnetik. Dahulu head bersentuhan langsung dengan cakram
magnetik sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan
karena gesekan. Kini antara head dan cakram magnetik sudah
diberi jarak sehingga umur hard disk lebih lama.
Read-write head terbuat bahan yang terus mengalami
perkembangan, mulai dari Ferrite head, MIG (Metal-In-Gap)
head, TF (Thin Film) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive
(MR/AMR) Heads, GMR (Giant Magnetoresistive) Heads dan
sekarang yang digunakan adalah CMR (Colossal
Magnetoresistive) Heads.
4. Enclosure
Enclosure adalah lapisan luar pembungkus hard disk.
Enclosure berfungsi melindungi semua bagian dalam hard disk
agar tidak terkena debu, kelembaban dan hal lain yang dapat
mengakibatkan kerusakan data.
Dalam enclosure terdapat breath filter yang membuat hard disk
tidak kedap udara, hal ini bertujuan untuk membuang panas
yang ada didalam hard disk karena proses putaran spindle dan
pembacaan Read-write head.
5. Interfacing Module
Interfacing modul berupa seperangkat rangkaian elektronik
yang mengendalikan kerja bagian dalam hard disk, memproses
data dari head dan menghasilkan data yang siap dibaca oleh
proses selanjutnya. Interfacing modul yang dahulu banyak
dipakai adalah sistem IDE (Integrated Drive Electronics)
dengan sistem ATA yang mempunyai koneksi 40 pin.
Teknologi terbaru dari interfacing module adalah teknologi
Serial ATA (SATA). Dengan SATA maka satu hard disk
ditangani oleh satu bus tersendiri didalam chipset, sehingga
penanganannya menjadi lebih cepat dan efisien. hard disk SATA
sekarang perlahan sudah menggantikan hard disk ATA yang
makin lama mulai hilang dari pasaran.
TEKNOLOGI HARD DISK
1. RAID (Redudancy Array of Independent Disk)
RAID adalah teknologi penggabungan beberapa hard disk yang
oleh sebuah operating system komputer dianggap menjadi satu
hard disk. Konsep ini pertama kali didefinisikan oleh David A.
Patterson, Garth A. Gibson dan Randy Katz dari University of
California, Berkeley pada tahun 1987.
Keuntungan RAID adalah peningkatan kecepatan akses pada
hard disk. Dengan menggantikan hard disk besar dengan
beberapa hard disk kecil maka dimungkinkan pembacaan data
secara paralel pada masing-masing hard disk. RAID
diibatatkan sebuah database hard disk yang menghasilkan data
secara paralel sesuai dengan indeks pengalamatan hard disk.
2. S.M.A.R.T (Self Monitoring, Analysis and Reporting
Technology)
SMART adalah teknologi monitoring kinerja hard disk. Dengan
SMART maka hard disk mampu mendeteksi adanya error dan
melaporkan error ini kepada sistem. SMART paertama kali
dipelopori oleh COMPAQ, namun kini hampir semua
menggunakan teknologi SMART.
Keuntungan penggunaan SMART adalah adanya peringatan
dini terhadap ketidak normalan yang terjadi pada hard disk
sehingga pengguna dapat melakukan tindakan preventif seperti
memback-up data.
FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN
HARD DISK
Guncangan pada computer. Guncangan yang keras pada
komputer dapat menyebabkan kerusakan secara fisik
pada harddisk. Saat digunakan atau pada saat sedang
bekerja, head harddisk mengambang diatas permukaan
piringan (platter).
Jika terjadi guncangan tersebut, maka head harddisk
tersebut akan menyentuh bagian lain dari hard disk,
sedangkan disk tersebut sedang berputar dengan sangat
cepat. Maka besar kemungkinan kerusakan pada
harddisk akan terjadi.
Mematikan / shutdown yang tidak sesuai prosedur. Pada
saat harddisk sedang bekerja atau masih bekerja,
kemudian tiba-tiba tombol power langsung dicabut
ataupun terjadi pemadaman listrik, maka posisi head akan
berada di sembarang posisi. Hal inipun bisa menjadikan
umur harddisk lebih singkat. Bahkan hal ini bisa
menyebabkan kerusakan pada bagian PCB hard disk
tersebut.

Suhu yang terlalu panas. Hard disk dengan suhu yang
terlalu tinggi akan sulit melakukan proses pembacaan
data. Suhu yang tinggi tersebut bisa disebabkan oleh
sirkulasi udara dalam cpu tidak lancar, penggunaan
computer yang terlalu lama, atau kipas power supply tidak
bekerja.
ď‚§ Harddisk ATA :

ď‚§ Harddisk SATA :
ď‚§ Harddisk IDE :

ď‚§ Harddisk SSD :

ď‚§ Harddisk SCSI :
ď‚§ SSHD (Solid state hybrid drives)
Selain itu ada juga yang
menggabungkan antara SSD
dengan HDD yang disebut dengan
HDD Hibrida/SSHD, yang berupa
HDD yang dilengkapi dengan SSD.
Fungsi SSD yang di gabungkan
dengan HDD yakni untuk
meningkatkan kecepatan akses dan
transfer file. Pada dasarnya SSHD
berbasis platter (piringan), tapi
juga menyertakan flash memory
agar transfer data menjadi lebih
efisien.
Pengertian Casing
CASING
Adalah Kotak yang berisi komponen-komponen
mainboard dan peripheral lainnya.Wadah ini
digunakan sebagai tempat melindungi mainboard
dan perangkat keras lainnya seperti motherboard,
control board, powersupply, disk drive dan
komponen-kompenen lainnya.
FUNGSI CASING
Melindungi berbagai komponen didalamnya dari deebu,panas
matahari,air dan kotoran lainnya pada saat bekerja.
Hampir semua peripheral menggunakan casing sebagai tempa
dudukannya.
Exhaus Fan yang berfungsi sebagai pendingin
ruanganpun,menggunakan casing sebagai tempat beroperasi
mengatur suhu didalam CPU.
Casing PC yang juga amat penting ialah sebagai tempat
dudukan tombol-tombol atau lampu-lampu. Contohnya Tombol
Power pada CPU.
Casing juga mempunyai tugas penting yaitu sebagai kediaman
(rumah mainboard) power supply yang memberikan tugas buat
semua komponen.
1. Casing Desktop
Casing komputer desktop memiliki bentuk yang sedikit berbeda
dengan casing tower. Casing desktop memiliki posisi rebahan
dan biasanya bahannya lebih kuat sehingga dapat menjadi
tumpuan monitor. Ukuran lebar sekitar 30-40 cm dan panjang
50-60 cm. Casing ini umumnya sudah lengkap dengan speaker,
power supply dan lain-lain.
2. Casing Full Tower
Casing komputer jenis full-tower ini adalah casing komputer
terbesar diantara jenis casing lainnya, casing jenis ini bisa
menampung semua ukuran motherboard seperti Micro-ATX,
ATX, E-ATX dan XL-ATX, casing jenis ini digunakan oleh
para gamer atau mereka-mereka yang sangat antusias dengan
hardware komputer.
3. Casing Mid Tower
Casing jenis mid-tower ini memiliki ukuran yang lebih kecil
dibandingkan casing full-tower tapi masih bisa menampung
motherboard dengan spesifikasi ukuran Micro-ATX dan ATX,
casing jenis ini lah yang paling umum dijual di toko-toko
komputer dan yang paling banyak orang gunakan saat ini.
4. Casing mini Tower (mini-ATX)
Casing mini-tower ini ukurannya lebih kecil dibandingkan
casing mid-tower, casing jenis ini hanya bisa menampung
motherboard dengan ukuran Micro-ATX.
5. Casing mini ITX
Seperti namanya, casing mini-ITX ini hanya bisa menampung
motherboard dengan ukuran Mini-ITX, ukurannya jauh lebih
kecil jika dibandingkan dengan casing mini-tower, dan
biasanya casing jenis ini menggunakan power supply dengan
ukuran khusus yang lebih kecil dari power supply yang biasa
kita lihat di dalam casing-casing komputer kebanyakan.
TERIMA KASIH

Pengertian harddisk dan casing pada komputer ii

  • 1.
  • 2.
    HARD DISK Hard Disk: adalah perangkat keras komputer/laptop yang bekerja secara sistematis dimana menjadi media penyimpanan data. Data-data yang telah disimpan di dalam perangkat harddisk tidak akan hilang. Bahkan apabila pengguna mematikan perangkat komputer/laptop. Dengan kata lain, harddisk memiliki peran sebagai media penyimpanan yang bersifat permanen (data-data tidak akan hilang atau terhapus). Kapasitas daya tampung daripada harddisk itu sendiri juga terbilang cukup besar. Dimana kalkulasi yang dipakai adalah dalam ukuran Byte (B).
  • 3.
    FUNGSI HARD DISK Harddisk merupakan ruang simpan utama dalam sebuah computer. Di situlah seluruh sistem operasi dan mekanisme kerja kantor dijalankan, setiap data dan informasi disimpan. Dalam sebongkah hard disk, terdapat berbagai macam ruangruang kecil (direktori, folder, subdirektori, subfolder), yang masing-masing dikelompokkan berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Di situlah data-data diletakkan.
  • 4.
    Ruang kecil dalamhard disk bekerja dalam logika saling tergantung (interdependent). Data/informasi dalam satu ruang kadangkala diperlukan untuk menggerakkan data/ informasi yang berada di ruang lain. Ada ruang di mana data di dalamnya tidak boleh diutak-atik atau dipindahkan ke tempat lain, ada ruang di mana kita bisa membuang dan menaruh data secara bergantian sesuai kebutuhan. Harddisk terdiri atas beberapa komponen penting. Komponen utamanya adalah pelat (platter) yang berfungsi sebagai penyimpan data. Pelat ini adalah suatu cakram padat yang berbentuk bulat datar, kedua sisi permukaannya dilapisi dengan material khusus sehingga memiliki pola-pola magnetis. Pelat ini ditempatkan dalam suatu poros yang disebut spindle.
  • 5.
    CARA KERJA HARDDISK Spindle memiliki sebuah penggerak yang disebut spindle motor, yang berfungsi untuk memutar pelat hard disk dalam kecepatan tinggi. Perputaran ini diukur dalam satuan rotation per minute (RPM). Makin cepat putaran tiap menitnya, makin bagus kualitas hard disk tersebut. Ukuran yang lazim kita dengar adalah 5400, 7200, atau 10.000RPM. Sebuah peranti baca-tulis elektromagnetik yang disebut dengan heads ditempatkan pada kedua permukaan pelat. Heads berukuran kecil ini ditempatkan pada sebuah slider, sehingga heads bisa membaca data/informasi yang tersimpan pada pelat dan merekam informasi ke dalam pelat tersebut.
  • 6.
    Slider ini dihubungkandengan sebuah lengan yang disebut actuator arms. Actuator arms ini sendiri dipasang mati pada poros actuator, di mana seluruh mekanisme gerakan dari actuator ini dikendalikan oleh sebuah papan pengendali (logic board) yang mengomunikasikan setiap pertukaran informasi dengan komponen komputer yang lainnya. Antara actuator dengan karena keduanya dihubungkan dengan sebuah kabel pita tipis. Kabel inilah yang menjadi jalan instruksi dari dan ke dalam pelat hard disk. Jumlah pelat masing-masing hard disk berbeda-beda, tergantung dari ukuran/daya tampung masing-masing pelat dan ukuran hard disk secara keseluruhan.
  • 7.
    Sebuah pelat harddisk pada umumnya memiliki daya tampung antara 10 atau 20gigabyte (GB). Sebuah hard disk yang berkapasitas total 40GB berarti memiliki 2 pelat, sedangkan bila berukuran 30GB, ia memiliki dua buah pelat berukuran 10 dan 20GB atau tiga buah pelat berukuran 10GB. Masing-masing pelat hard disk mampu menangani/menampung puluhan juta bit data. Data-data ini dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang lebih besar, sehingga memungkinkan pengaksesan informasi yang lebih cepat dan mudah.
  • 8.
    KOMPONEN HARD DISK 1.Spindle Hard disk terdiri dari spindle yang menjadi pusat putaran dari keping-keping cakram magnetik penyimpan data. Spindle ini berputar dengan cepat, oleh karena itu harus menggunakan high quality bearing. Dahulu hard disk menggunakan ball bearing namun kini hard disk sudah menggunakan fluid bearing. Dengan fluid bearing maka gaya friksi dan tingkat kebisingan dapat diminimalisir. Spindle ini yang menentukan putaran hard disk. Semakin cepat putaran rpm hard disk maka semakin cepat transfer datanya.
  • 9.
    2. Cakram Magnetik(Magnetic Disk) Pada cakram magnetik inilah dilakukan penyimpanan data pada hard disk. Cakram magnetik berbentuk plat tipis dengan bentuk seperti CD-R. Dalam hard disk terdapat beberapa cakram magnetik. Hard disk yang pertama kali dibuat, terdiri dari 50 piringan cakram magnetik dengan ukuran 0.6 meter dan berputar dengan kecepatan 1.200 rpm. Saat ini kecepatan putaran hard disk sudah mencapai 10.000rpm dengan transfer data mencapai 3.0 Gbps.
  • 10.
    3. Read-write Head Read-writeHead adalah pengambil data dari cakram magnetik. Head ini melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram magnetik. Dahulu head bersentuhan langsung dengan cakram magnetik sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan karena gesekan. Kini antara head dan cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga umur hard disk lebih lama. Read-write head terbuat bahan yang terus mengalami perkembangan, mulai dari Ferrite head, MIG (Metal-In-Gap) head, TF (Thin Film) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, GMR (Giant Magnetoresistive) Heads dan sekarang yang digunakan adalah CMR (Colossal Magnetoresistive) Heads.
  • 11.
    4. Enclosure Enclosure adalahlapisan luar pembungkus hard disk. Enclosure berfungsi melindungi semua bagian dalam hard disk agar tidak terkena debu, kelembaban dan hal lain yang dapat mengakibatkan kerusakan data. Dalam enclosure terdapat breath filter yang membuat hard disk tidak kedap udara, hal ini bertujuan untuk membuang panas yang ada didalam hard disk karena proses putaran spindle dan pembacaan Read-write head.
  • 12.
    5. Interfacing Module Interfacingmodul berupa seperangkat rangkaian elektronik yang mengendalikan kerja bagian dalam hard disk, memproses data dari head dan menghasilkan data yang siap dibaca oleh proses selanjutnya. Interfacing modul yang dahulu banyak dipakai adalah sistem IDE (Integrated Drive Electronics) dengan sistem ATA yang mempunyai koneksi 40 pin. Teknologi terbaru dari interfacing module adalah teknologi Serial ATA (SATA). Dengan SATA maka satu hard disk ditangani oleh satu bus tersendiri didalam chipset, sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan efisien. hard disk SATA sekarang perlahan sudah menggantikan hard disk ATA yang makin lama mulai hilang dari pasaran.
  • 13.
    TEKNOLOGI HARD DISK 1.RAID (Redudancy Array of Independent Disk) RAID adalah teknologi penggabungan beberapa hard disk yang oleh sebuah operating system komputer dianggap menjadi satu hard disk. Konsep ini pertama kali didefinisikan oleh David A. Patterson, Garth A. Gibson dan Randy Katz dari University of California, Berkeley pada tahun 1987. Keuntungan RAID adalah peningkatan kecepatan akses pada hard disk. Dengan menggantikan hard disk besar dengan beberapa hard disk kecil maka dimungkinkan pembacaan data secara paralel pada masing-masing hard disk. RAID diibatatkan sebuah database hard disk yang menghasilkan data secara paralel sesuai dengan indeks pengalamatan hard disk.
  • 14.
    2. S.M.A.R.T (SelfMonitoring, Analysis and Reporting Technology) SMART adalah teknologi monitoring kinerja hard disk. Dengan SMART maka hard disk mampu mendeteksi adanya error dan melaporkan error ini kepada sistem. SMART paertama kali dipelopori oleh COMPAQ, namun kini hampir semua menggunakan teknologi SMART. Keuntungan penggunaan SMART adalah adanya peringatan dini terhadap ketidak normalan yang terjadi pada hard disk sehingga pengguna dapat melakukan tindakan preventif seperti memback-up data.
  • 15.
    FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN HARDDISK Guncangan pada computer. Guncangan yang keras pada komputer dapat menyebabkan kerusakan secara fisik pada harddisk. Saat digunakan atau pada saat sedang bekerja, head harddisk mengambang diatas permukaan piringan (platter). Jika terjadi guncangan tersebut, maka head harddisk tersebut akan menyentuh bagian lain dari hard disk, sedangkan disk tersebut sedang berputar dengan sangat cepat. Maka besar kemungkinan kerusakan pada harddisk akan terjadi.
  • 16.
    Mematikan / shutdownyang tidak sesuai prosedur. Pada saat harddisk sedang bekerja atau masih bekerja, kemudian tiba-tiba tombol power langsung dicabut ataupun terjadi pemadaman listrik, maka posisi head akan berada di sembarang posisi. Hal inipun bisa menjadikan umur harddisk lebih singkat. Bahkan hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada bagian PCB hard disk tersebut. Suhu yang terlalu panas. Hard disk dengan suhu yang terlalu tinggi akan sulit melakukan proses pembacaan data. Suhu yang tinggi tersebut bisa disebabkan oleh sirkulasi udara dalam cpu tidak lancar, penggunaan computer yang terlalu lama, atau kipas power supply tidak bekerja.
  • 17.
    ď‚§ Harddisk ATA: ď‚§ Harddisk SATA :
  • 18.
    ď‚§ Harddisk IDE: ď‚§ Harddisk SSD : ď‚§ Harddisk SCSI :
  • 19.
    ď‚§ SSHD (Solidstate hybrid drives) Selain itu ada juga yang menggabungkan antara SSD dengan HDD yang disebut dengan HDD Hibrida/SSHD, yang berupa HDD yang dilengkapi dengan SSD. Fungsi SSD yang di gabungkan dengan HDD yakni untuk meningkatkan kecepatan akses dan transfer file. Pada dasarnya SSHD berbasis platter (piringan), tapi juga menyertakan flash memory agar transfer data menjadi lebih efisien.
  • 20.
  • 21.
    CASING Adalah Kotak yangberisi komponen-komponen mainboard dan peripheral lainnya.Wadah ini digunakan sebagai tempat melindungi mainboard dan perangkat keras lainnya seperti motherboard, control board, powersupply, disk drive dan komponen-kompenen lainnya.
  • 22.
    FUNGSI CASING Melindungi berbagaikomponen didalamnya dari deebu,panas matahari,air dan kotoran lainnya pada saat bekerja. Hampir semua peripheral menggunakan casing sebagai tempa dudukannya. Exhaus Fan yang berfungsi sebagai pendingin ruanganpun,menggunakan casing sebagai tempat beroperasi mengatur suhu didalam CPU. Casing PC yang juga amat penting ialah sebagai tempat dudukan tombol-tombol atau lampu-lampu. Contohnya Tombol Power pada CPU. Casing juga mempunyai tugas penting yaitu sebagai kediaman (rumah mainboard) power supply yang memberikan tugas buat semua komponen.
  • 23.
    1. Casing Desktop Casingkomputer desktop memiliki bentuk yang sedikit berbeda dengan casing tower. Casing desktop memiliki posisi rebahan dan biasanya bahannya lebih kuat sehingga dapat menjadi tumpuan monitor. Ukuran lebar sekitar 30-40 cm dan panjang 50-60 cm. Casing ini umumnya sudah lengkap dengan speaker, power supply dan lain-lain.
  • 24.
    2. Casing FullTower Casing komputer jenis full-tower ini adalah casing komputer terbesar diantara jenis casing lainnya, casing jenis ini bisa menampung semua ukuran motherboard seperti Micro-ATX, ATX, E-ATX dan XL-ATX, casing jenis ini digunakan oleh para gamer atau mereka-mereka yang sangat antusias dengan hardware komputer.
  • 25.
    3. Casing MidTower Casing jenis mid-tower ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan casing full-tower tapi masih bisa menampung motherboard dengan spesifikasi ukuran Micro-ATX dan ATX, casing jenis ini lah yang paling umum dijual di toko-toko komputer dan yang paling banyak orang gunakan saat ini.
  • 26.
    4. Casing miniTower (mini-ATX) Casing mini-tower ini ukurannya lebih kecil dibandingkan casing mid-tower, casing jenis ini hanya bisa menampung motherboard dengan ukuran Micro-ATX.
  • 27.
    5. Casing miniITX Seperti namanya, casing mini-ITX ini hanya bisa menampung motherboard dengan ukuran Mini-ITX, ukurannya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan casing mini-tower, dan biasanya casing jenis ini menggunakan power supply dengan ukuran khusus yang lebih kecil dari power supply yang biasa kita lihat di dalam casing-casing komputer kebanyakan.
  • 28.