06/21/2025 2
RPJMN 2010-2014
Prioritas:Metodologi
Penerapan metodologi pendidikan yang tidak lagi
berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to
the test), namun pendidikan menyeluruh yang
memperhatikan kemampuan sosial, watak, budi
pekerti, kecintaan terhadap budaya-bahasa Indonesia
melalui penyesuaian sistem Ujian Akhir Nasional pada
2011 dan penyempurnaan kurikulum sekolah dasar dan
menengah sebelum tahun 2011 yang diterapkan di 25%
sekolah pada 2012 dan 100% pada 2014;
DRAFT
3.
06/21/2025 3
RPJMN 2010-2014
Prioritas:Kurikulum
Penataan ulang kurikulum sekolah yang dibagi
menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah, dan
sekolah sehingga dapat mendorong penciptaan
hasil didik yang mampu menjawab kebutuhan
SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional
dan daerah dengan memasukkan pendidikan
kewirausahaan (diantaranya dengan
mengembangkan model link and match).
DRAFT
06/21/2025 DRAFT 5
PermasalahanKurikulum 2006 (1)
• Kemampuan guru belum disiapkan secara
matang sehingga kebanyakan hanya copy-
paste kurikulum sekolah lain;
• Dapat disisipi dengan ajaran-ajaran sesat;
• Konten kurikulum masih terlalu padat yang
ditunjukkan dengan banyaknya matapelajaran
dan banyak materi yang keluasan dan tingkat
kesukarannya melampaui tingkat
perkembangan usia anak;
6.
06/21/2025 DRAFT 6
PermasalahanKurikulum 2006 (2)
• Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi
sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan
pendidikan nasional;
• Kompetensi belum menggambarkan secara holistik
domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan;
• Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai
dengan perkembangan kebutuhan (misalnya
pendidikan karakter, kewirausahaan) belum
terakomodasi secara eksplisit di dalam kurikulum;
7.
06/21/2025 DRAFT 7
PermasalahanKurikulum 2006 (3)
• Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap
perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal,
nasional, maupun global;
• Standar proses pembelajaran belum menggambarkan
urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka
peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung
pada pembelajaran yang berpusat pada guru;
• Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian
berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum
secara tegas menuntut adanya remediasi secara
berkala.
06/21/2025 DRAFT 9
I.Mata Pelajaran
K
e
r
a
n
g
k
a
D
a
s
a
r
Struktur
Kurikulum
[distribusi
jam
min/maks]
Kalender
Akademik
Beban
Belajar
KURIKULUM TINGKAT
NASIONAL
KURIKULUM TINGKAT DAERAH KURIKULUM TINGKAT
SEKOLAH
1. Visi
KTSP
2. Misi
3. Strategi
5. Struktur &
Muatan
Kurikulum:
[Jam
pelajaran
“real”]
6. Waktu &
Beban Belajar
7. Kalender
Akademik
RPP dan
Kegiatan
Pembelajaran
[Intra dan Ekstra
Kurikuler]
Penyesuaian Event Daerah
4. Tujuan
Pendidikan
Koordinasi dan Supervisi
KOMPETENSI
Bahasa Inggris
Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Pengetahuan Alam
Pendidikan Agama
Bahasa Indonesia
Matematika
PKN PPKn
Seni Budaya
Prakarya
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
A B
10.
06/21/2025 DRAFT 10
STRUKTURKURIKULUM SD
No Komponen I II III IV V VI
A Matapelajaran
TEMATIK
1 Pend. Agama 3 3 3
2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 5 5 5
4 Matematika 5 5 5
5 IPA 4 4 4
6 IPS 3 3 3
7 Seni Budaya & Ketrpln. 4 4 4
8 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4
B Muatan Lokal 2 2 2
C Pengembangan Diri 2 2 2
Jumlah 26 27 28 32 32 32
11.
06/21/2025 DRAFT 11
NoKomponen I II III IV V VI
Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4 4 4
2 PPKN 5 6 6 4 4 4
3 Bahasa Indonesia 8 8 10 7 7 7
4 Matematika 5 6 6 6 6 6
5 IPA 3 3 3
6 IPS 3 3 3
Kelompok B
7 Seni Budaya & Prakarya (termasuk muatan
lokal*)
4 4 4 5 5 5
8 Pend. Jasmani, OR & Kes (termasuk muatan
lokal).
4 4 4 4 4 4
Jumlah 30 32 34 36 36 36
MASUKAN STRUKTUR KURIKULUM SD
Catatan:
1. Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah
2. IPA dan IPS kelas I s.d. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya
12.
06/21/2025 DRAFT 12
STRUKTURKURIKULUM SMP
KOMPONEN
ALOKASI WAKTU
MINIMAL PER MINGGU
[JP]
VII VIII IX
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 2 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4
4. Matematika 4 4 4
5 Ilmu Pengetahuan Alam 4 4 4
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4
7 Bahasa Inggris 4 4 4
8 Seni Budaya 2 2 2
9 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 2 2 2
10 Keterampilan/Teknologi Informasi & Komunikasi 2 2 2
B. Muatan Lokal 2 2 2
C. Pengembangan Diri 2* 2* 2*
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 32 32 32
13.
06/21/2025 DRAFT 13
MASUKANSTRUKTUR KURIKULUM SMP
* Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah
No Komponen VII VIII IX
Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan 3 3 3
3 Bahasa Indonesia 6 6 6
4 Matematika 5 5 5
5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4
7 Bahasa Inggris 4 4 4
Kelompok B
8 Seni Budaya (termasuk mulok)* 3 3 3
9
Pend. Jasmani, OR & Kesehatan
(termasuk mulok) 3 3 3
10 Prakarya (termasuk mulok) 2 2 2
Jumlah 38 38 38
14.
06/21/2025 DRAFT 14
•Perubahan proses pembelajaran [dari siswa
diberi tahu menjadi siswa mencari tahu] dan
proses penilaian [dari berbasis output menjadi
berbasis proses dan output] memerlukan
penambahan jam pelajaran
• Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara
menambah jam pelajaran
• Perbandingan dengan negara-negara lain
menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif
lebih singkat
Rasionalitas Penambahan Jam Pelajaran
15.
06/21/2025 DRAFT 15
Totalnumber of intended instruction hours in public institutions between
the ages of 7 and 14
Chile
Australia
Israel
Belgium
(Fr.)3
Netherlands
Italy
Spain
Mexico
France
Canada
Ireland
Luxembourg
Portugal
England
Iceland
Belgium
(Fl.)
Turkey
OECD
average
Austria
Denmark
Japan
Slovak
Republic
Germany
Greece
Norway
Poland
Hungary
Indonesia
Sweden2
Korea
Czech
Republic1
Slovenia
Russian
Federation
Finland
Estonia
0
1 000
2 000
3 000
4 000
5 000
6 000
7 000
8 000
9 000
10 000
Ages 7 to 8 Ages 9 to 11 Ages 12 to 14
Total
number
of
intended
instruction
hours
1. Minimum number of hours per year.
2. Estimated because breakdown by age is not available.
3. "Ages 12-14" covers ages 12-13 only.
Countries are ranked in descending order of the total number of intended instruction hours.
Source: OECD. Table D1.1. See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012).
= 15%
06/21/2025 DRAFT 17
MataPlajaran
Kelas
X XI XII
Kelompok Wajib
Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4
4 Matematika 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2 2
6 Bahasa Inggris 2 2 2
Kelompok B
7 Seni Budaya (termasuk muatan lokal) 2 2 2
8 Prakarya dan Kewirausahaan (termasuk muatan lokal) 2 2 2
9 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan (termasuk muatan lokal) 3 3 3
Jumlah jam pelajaran Kelompok Wajib 24 24 24
Kelompok Peminatan
Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA) 18 20 20
Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMK) 26 26 26
MASUKAN STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN MENENGAH
18.
06/21/2025 DRAFT 18
MATAPELAJARAN
Kelas
X XI XII
Kelompok A dan B (Wajib) 24 24 24
Peminatan Matematika dan IPA
I 1 Matematika 3 4 4
2 Biologi 3 4 4
3 Fisika 3 4 4
4 Kimia 3 4 4
Peminatan Sosial
II 1 Geografi 3 4 4
2 Sejarah 3 4 4
3 Sosiologi & Antropologi 3 4 4
4 Ekonomi 3 4 4
Peminatan Bahasa
III 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 4 4
2 Bahasa dan Sastra Inggeris 3 4 4
3 Bahasa dan Sastra Asing lainnya 3 4 4
4 Antropologi 3 4 4
Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman
Pilihan Pendalaman Minat atau Lintas Minat 6 4 4
Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu 60 72 72
Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu 42 44 44
MASUKAN USULUAN STRUKTUR KURIKULUM PEMINATAN SMA
19.
06/21/2025 DRAFT 19
ELEMENPERUBAHAN
Standar
Kompetensi Lulusan
Standar Proses
Standar Isi Standar Penilaian
Elemen Perubahan
20.
Gradasi antar SatuanPendidikan memperhatikan;
1. Perkembangan psikologis anak
2. Lingkup dan kedalaman materi
3. Kesinambungan
4. Fungsi satuan pendidikan
5. Lingkungan
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
DOMAIN SD SMP SMA-SMK
SIKAP
Menerima + Menanggapi + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan
PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG JAWAB DALAM
BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL, ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN
PERADABANNYA
KETERAMPILAN
Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + Mencipta
PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG EFEKTIF DAN KREATIF DALAM RANAH
ABSTRAK DAN KONKRET
PENGETAHUAN
Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA YANG BERWAWASAN
KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN
21.
06/21/2025 DRAFT 21
ELEMENPERUBAHAN
Elemen Deskripsi
SD SMP SMA SMK
Kompetensi
Lulusan (SKL)
• Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang
meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
Kedudukan
mata pelajaran
( STANDAR ISI)
• Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi
matapelajaran dikembangkan dari kompetensi.
Pendekatan
(STANDAR ISI)
Kompetensi dikembangkan melalui:
• Tematik
Integratif dalam
semua mata
pelajaran
• Mata
pelajaran
• Mata pelajaran • Vokasinal
22.
06/21/2025 DRAFT 22
ELEMENPERUBAHAN
Elemen
Deskripsi
SD SMP SMA SMK
Struktur
Kurikulum
(Matapelajaran
dan alokasi
waktu)
(STANDAR ISI)
• Holistik berbasis
sains (alam, sosial,
dan budaya)
• Jumlah
matapelajaran
dari 10 menjadi 6
• Jumlah jam
bertambah 4
JP/minggu akibat
perubahan
pendekatan
pembelajaran
• TIK menjadi media
semua
matapelajaran
• Pengembangan diri
terintegrasi pada
setiap matapelajaran
dan ekstrakurikuler
• Muatan lokal
terintegrasi dalam
matapelajaran Seni
Budaya, Penjasorkes,
dan Prakarya
• Jumlah
matapelajaran dari
12 menjadi 10
• Jumlah jam
bertambah 6
JP/minggu akibat
perubahan
pendekatan
pembelajaran
• Perubahan
sistem: ada
matapelajaran
wajib dan ada
matapelajaran
pilihan
• Terjadi
pengurangan
matapelajaran
yang harus
diikuti siswa
• Jumlah jam
bertambah 3-5
JP/minggu
akibat
perubahan
pendekatan
pembelajaran
• Penambahan jenis
keahlian
berdasarkan
spektrum
kebutuhan (6
program keahlian,
40 bidang keahlian,
121 kompetensi
keahlian)
• Pengurangan
adaptif dan
normatif,
penambahan
produktif
• produktif
disesuaikan dengan
trend
perkembangan di
Industri
23.
06/21/2025 DRAFT 23
ELEMENPERUBAHAN
Elemen
Deskripsi
SD SMP SMA SMK
Proses
pembelajaran
(STANDAR
PROSES)
• Standar Proses yang semula terfokus pada domain kognitif, dilengkapi
dengan domain afektif dan psikomotorik;
• Proses pembelajaran dari siswa diberitahu menjadi siswa mencari tahu
dari berbagai sumber belajar yang ada;
• Guru bukan satu-satunya sumber belajar.
• Tematik dan
terpadu
• IPA dan IPS
masing-
masing
diajarkan
secara
terpadu
• Adanya mata
pelajaran
wajib dan
pilihan sesuai
dengan bakat
dan minatnya
• Kompetensi
keterampilan yang
sesuai dengan standar
industri
24.
06/21/2025 DRAFT 24
Elemen
Deskripsi
SDSMP SMA SMK
Penilaian hasil
belajar (STANDAR
PENILAIAN)
• Penilaian berbasis kompetensi
• Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan
berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi
sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]
• Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar
didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)
• Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama
penilaian
Ekstrakuri-kuler • Pramuka (wajib)
• UKS
• PMR
• Bahasa Inggris
• Pramuka (wajib)
• OSIS
• UKS
• PMR
• Dll
• Pramuka (wajib)
• OSIS
• UKS
• PMR
• Dll
• Pramuka (wajib)
• OSIS
• UKS
• PMR
• Dll
ELEMEN PERUBAHAN