SATUAN PENDIDIKAN
KURIKULUM
Oleh
ANDA JUANDA, SPd.M.MPd.
Kurikulum yang memberikan fleksibilitas dan
berfokus pada materi esensial untuk
mengembangkan kompetensi peserta didik
sebagai pelajar sepanjang hayat yang
berkarakter Pancasila.
PEMAHAMAN KURIKULUM MERDEKA
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu.
BEBERAPA ISTILAH
 Intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar sesuai
jadwal dan beban belajar pada struktur Kurikulum.
 Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan,
pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka
pengembangan karakter dan kompetensi Peserta Didik.
 Ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan
potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian Peserta
Didik secara optimal yang dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan Satuan
Pendidikan.
 Capaian Pembelajaran adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai Peserta
Didik di akhir setiap fase.
 Fase adalah tahapan perkembangan belajar Peserta Didik.
 Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui
kebutuhan belajar dan capaian perkembangan atau hasil belajar Peserta Didik.
 Kerangka dasar Kurikulum;
 Struktur Kurikulum
KERANGKA KURIKULUM
KERANGKA DASAR KURIKULUM
Rancangan landasan utama dalam pengembangan
struktur Kurikulum yang memuat:
a. Tujuan;
b. Prinsip;
c. Karakteristik pembelajaran;
d. Landasan filosofis;
e. Landasan sosiologis;
f. Landasan psikopedagogis
Pengorganisasian atas kompetensi, muatan pembelajaran, dan beban
belajar.
 Kompetensi merupakan kesatuan sikap, keterampilan, dan
pengetahuan yang menunjukkan kemampuan Peserta Didik sebagai
hasil dari proses pembelajaran.
 Muatan pembelajaran merupakan susunan materi atau isi yang
disampaikan pada proses pembelajaran, mencakup sikap, keterampilan,
dan pengetahuan yang diharapkan dikuasai oleh Peserta Didik sesuai
dengan kebutuhan belajar.
 Beban belajar merupakan alokasi waktu pembelajaran untuk mencapai
kompetensi Peserta Didik.
STRUKTUR KURIKULUM
STUKTUR KURIKULUM
Intrakurikuler
a. kompetensi;
b. muatan pembelajaran;
c. beban belajar
Mata Pelajaran
Kokurikuler
a. kompetensi;
b. muatan pembelajaran;
c. beban belajar
P5
Ekstrakurikuler
a. kompetensi;
b. muatan pembelajaran;
c. beban belajar
Pengembangan bakat dan minat
Peserta didik
1. INTRAKURIKULER
Kompetensi dirumuskan dalam bentuk capaian pembelajaran
Capaian Pembelajaran disusun untuk mencapai kompetensi
Peserta Didik.
Capaian Pembelajaran untuk mata Pelajaran kekhasan
keagamaan berdasarkan penetapan oleh menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama.
 Muatan pembelajaran dalam bentuk mapel
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk alokasi waktu dalam 1
(satu) tahun pelajaran.
PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
2. KOKURIKULER
 Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu
dalam mengamati, mengeksplorasi, dan/atau
merumuskan solusi terhadap isu atau
permasalahan nyata yang relevan bagi Peserta
Didik.
 Dilaksanakan dengan memperhatikan
ketersediaan sumber daya Satuan Pendidikan
dan Peserta Didik.
 Dikembangkan oleh Satuan Pendidikan
mengacu pada panduan yang ditetapkan oleh
pejabat pimpinan tinggi madya yang
melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.
 Kompetensi P5; a. beriman, bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; b. bergotong
royong; c. bernalar kritis; d. berkebinekaan global;
e. mandiri; dan f. kreatif.
 Muatan pembelajaran P5 memuat tema projek
penguatan profil pelajar Pancasila.
 Tema menjadi rujukan bagi Satuan Pendidikan untuk
merumuskan topik yang relevan dengan konteks sosial
budaya dan karakteristik Peserta Didik.
 Tema ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya
yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.
 Beban belajar dirumuskan dalam bentuk alokasi waktu
dalam 1 (satu) tahun pelajaran.
3. EKSTRAKURIKULER
Ekstrakurikuler dilaksanakan dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya
Satuan Pendidikan dan Peserta Didik dan bersifat sukarela. Pengembangan
Ekstrakurikuler mengacu pada:
a. komponen;
b. jenis dan format kegiatan;
c. prinsip pengembangan;
d. mekanisme;
e. evaluasi;
f. daya dukung; dan
g. pihak yang terlibat
PENGEMBANGAN
KURIKULUM
SATPEL
a.Karakteristik Satuan Pendidikan;
b.Visi, misi, dan tujuan Satuan Pendidikan;
c. Pengorganisasian pembelajaran; dan
d.Perencanaan pembelajaran
DASAR
PENGEMBANGAN
KURIKULUM
Dilakukan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan
Satuan Pendidikan, potensi daerah, dan Peserta Didik.
Dilakukan oleh Satuan Pendidikan atau kelompok
Satuan Pendidikan.
Melibatkan komite sekolah/madrasah di bawah
koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor
kementerian yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang agama kabupaten/ kota.
Melibatkan masyarakat
Kurikulum satuan pendidikan ditetapkan oleh kepala
satuan pendidikan
ATURAN
PERALIHAN
Satuan Pendidikan yang belum melaksanakan Kurikulum
Merdeka dapat melaksanakan Kurikulum 2013 sampai dengan
tahun ajaran 2025/2026 dan memulai penerapan Kurikulum
Merdeka paling lambat tahun ajaran 2026/2027;
Satuan Pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar
yang belum melaksanakan Kurikulum Merdeka dapat
melaksanakan Kurikulum 2013 sampai dengan tahun ajaran
2026/2027 dan memulai penerapan Kurikulum Merdeka paling
lambat tahun ajaran 2027/2028.
Penerapan Kurikulum Merdeka dapat secara bertahap atau
secara serentak;
Penerapan bertahap mulai dari kelas I, kelas IV, kelas VII dan X
atau secara serentak pada seluruh kelas;
Mapel B.Inggris di SD masih pilihan dan menjadi mapel wajib
pada tahun 2026/2027.
Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs kelas VII-VIII
(Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit)
Mata Pelajaran
Alokasi Intrakurikuler Per Tahun
(Minggu)
Alokasi Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila Per Tahun Total JP Per Tahun
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108
Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108
Pendidikan Pancasila 72 (2) 36 108
Bahasa Indonesia 180 (5) 36 216
Matematika 144 (4) 36 180
Ilmu Pengetahuan Alam 144 (4) 36 180
Ilmu Pengetahuan Sosial 108 (3) 36 144
Bahasa Inggris 108 (3) 36 144
Pendidikan Jasmani Olahraga
dan Kesehatan
72 (2) 36 108
Informatika 72 (2) 36 108
Mata pelajaran Seni dan Prakarya **: 72 (2) 36 108
1. Seni Musik
2. Seni Rupa
3. Seni Teater
4. Seni Tari
5. Prakarya (Budidaya, Kerajinan, Rekayasa, atau pengolahan)
Muatan Lokal 72 (2) *** - 72***
Total****: 1116 360 1404
Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs Kelas IX
(Asumsi 1 tahun = 32 minggu dan 1 JP = 40 menit)
Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler Per Tahun
(Minggu)
Alokasi Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila Per Tahun
Total JP Per Tahun
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*
64 (2) 32 96
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*
64 (2) 32 96
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*
64 (2) 32 96
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti* 64 (2) 32 96
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti* 64 (2) 32 96
Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti* 64 (2) 32 96
Pendidikan Pancasila 64 (2) 32 96
Bahasa Indonesia 160 (5) 32 192
Matematika 128 (4) 32 160
Ilmu Pengetahuan Alam 128 (4) 32 160
Ilmu Pengetahuan Sosial 96 (3) 32 128
Bahasa Inggris 96 (3) 32 128
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 64 (2) 32 96
Informatika 64 (2) 32 96
Seni dan Prakarya**:
1. Seni Musik
2. Seni Rupa
3. Seni Teater
4. Seni Tari
5. Prakarya (Budidaya, Kerajinan, Rekayasa, atau Pengolahan) 64 (2) 32 96
Muatan Lokal 64 (2) *** - 64***
Total****: 992 320 1248
Muatan lokal dapat dilaksanakan pada Satuan
Pendidikan melalui:
a. pengintegrasian ke dalam mata pelajaran lain;
b. pengintegrasian ke dalam tema projek
penguatan profil pelajar Pancasila; dan/atau
c. mata pelajaran yang berdiri sendiri.
Kurikulum di Satuan Pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif
harus menambahkan mata pelajaran Program Kebutuhan Khusus sesuai
dengan kondisi Peserta Didik.
Peserta Didik yang memiliki potensi kecerdasan istimewa dapat
diberikan percepatan pemenuhan beban belajar, dan/atau pendalaman
dan pengayaan Capaian Pembelajaran terkait Kurikulum Merdeka
sebagai layanan individual dan bukan dalam bentuk rombongan belajar.
Kelas khusus atau Satuan Pendidikan khusus olahraga atau seni dapat
menggunakan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila
sebagai penguatan kompetensi khusus keolahragaan atau kesenian
sesuai kebutuhan Peserta Didik.
CATATAN
1. Visi dan Misi
Visi Mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, dan
kemandirian Peserta Didik secara optimal melalui kegiatan-kegiatan di luar
Intrakurikuler. Misinya: a. menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan
diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat Peserta Didik; dan b.
menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada
Peserta Didik untuk dapat mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri secara
optimal melalui kegiatan mandiri dan/atau berkelompok.
2. Fungsi dan Tujuan
a. Fungsi pengembangan
b. Fungsi sosial
c. Fungsi rekreatif,
d. Fungsi persiapan karier,
Tujuannya.
a. Meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor Peserta Didik.
b. Mengembangkan bakat, minat, dan potensi Peserta Didik dalam upaya
pembinaan pribadi menuju manusia seutuhnya.
PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER
Jenis; 1) Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah
Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan
lainnya; 2. karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan
dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya; 3. latihan olah-bakat atau latihan olah-
minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik,
teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya; 4. keagamaan, misalnya:
pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis Al-Quran, retret; atau 5. bentuk kegiatan lainnya
Format Kegiatan
1. Individual, 2. Kelompok, 3. Klasikal, 4. Gabungan, 5. Lapangan,
Prinsip Pengembangan Ekstrakurikuler pada Satuan Pendidikan dikembangkan dengan prinsip
sebagai berikut.
1. Bersifat individual, 2. Bersifat pilihan, 3. Keterlibatan aktif, 4. Menyenangkan, 5. Membangun
etos kerja,
6. Kemanfaatan sosial,
PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER
Mekanisme Pengembangan
1) analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan Ekstrakurikuler; (2) identifikasi
kebutuhan, potensi, bakat, dan minat Peserta Didik; (3) menetapkan bentuk kegiatan yang
diselenggarakan, kompetensi, muatan pembelajaran, beban belajar,
Sistematika Program Ekstrakurikuler paling sedikit memuat: a. rasional dan tujuan umum; b.
deskripsi setiap Ekstrakurikuler; c. pengelolaan; d. pendanaan; dan e. evaluasi.
Pelaksanaan Penjadwalan Ekstrakurikuler dirancang di awal tahun ajaran oleh pembina
Ekstrakurikuler di bawah supervisi kepala sekolah/ madrasah atau wakil kepala sekolah/madrasah.
Penilaian atau Asesmen Kinerja Peserta Didik meliputi proses dan hasil capaian kompetensi
dilakukan secara kualitatif.
PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER
KERANGKA
PENYUSUNAN KURIKULUM
SATUAN PENDIDIKAN
BAGIAN AWAL
 Kaper
 Validasi Pengawas Sekolah
 Lembar Pengesahan
 Kata Pengantar
 Daftar Isi
 Daftar Lampiran
 Daftar Tabel
BAGIAN ISI
A. Karakteristik satuan pendidikan
B. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah,
C. Pengorgaanisasian pembelajaran
D. Rencana pembelajaran sekolah dan kelas
E. Pendampingan, Evaluasi dan Pengembangan Profesional *)
KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN
Menggambarkan kondisi satuan pendidikan yang sebenarnya
(perlu didukung dengan pakta dan data) yang dilakukan dengan
analisis konteks, diperoleh gambaran mengenai karakteristik
satuan pendidikan, termasuk peserta didik, tenaga pendidik,
tenaga kependidikan, dan sosial budaya.
SUMBER DATA
• Rapor Pendidikan menyangkut:
1. Mutu dan hasil belajar,
2. Kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan,
3. Mutu dan relevansi pembelajaran
• Hasil observasi pembelajaran
• Masukan dari pendidik, peserta didik, orang tua murid, mitra (organisasi, komunitas, dan lain-lain)
• Visi-misi-tujuan daerah setempat
• Data terkait informasi sistem, sumber daya, fasilitas, dan mitra yang tersedia
Visi
Cita-cita bersama pada masa mendatang dari
warga satuan pendidikan, yang dirumuskan
berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan
pendidikan.
a. Menggambar keadaan masa depan
b. Memberikan panduan/arahan serta motivasi.
c. Realistik, kredibel dan atraktif. (mudah dipahami, singkat,
ideal dan berfokus pada mutu, dan memotivasi setiap
pemangku kepentingan
Misi
Pernyataan bagaimana satuan pendidikan
mencapai visi. yang ditetapkan untuk menjadi
rujukan bagi penyusunan program jangka pendek,
menengah, dan jangka panjang, dengan
berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan
pendidikan
a.Jelas apa yang hendak dicapai oleh satuan pendidikan.
b.Menunjukkan kalimat tindakan/ Menunjukkan keadaan
sebagaimana pada rumusan visi.
c.Ada keterkaitan dengan indikator visi
d.Menggambarkan upaya bersama yang berorientasi kepada
peserta didik.
Tujuan
Gambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun
waktu tertentu oleh setiap satuan pendidikan
atau program keahlian dengan mengacu pada
karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan
pendidikan sesuai dengan prinsip yang sudah
ditetapkan.
a.Serasi dan mendeskripsikan misi dan nilai-nilai satuan
pendidikan.
b.Fokus pada tujuan/hasil yang diinginkan peserta didik
c.Spesifik, terukur, dan dapat dicapai dalam jangka waktu
tertentu (Specific, Measurable, Achievable/ Attainable,
Relevant , Time Bound /SMART)
Visi,
Misi, dan
Tujuan
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
A. Kerangka Dasar Kurikulum
1. Tujuan;
2. Prinsip;
3. Karakteristik pembelajaran;
4. Landasan filosofis;
5. Landasan sosiologis;
6. Landasan psikopedagogis
B. Muatan Kurikulum
1. Intrakurikuler
a. kompetensi;dan muatan pembelajaran;
b. beban belajar
2. Kokurikuler
a. kompetensi;dan muatan pembelajaran;
b. beban belajar
3. Ekstrakurikuler
a. komponen;
b. jenis dan format kegiatan;
c. prinsip pengembangan;
d. mekanisme;
e. evaluasi;
f. daya dukung; dan
g. pihak yang terlibat
RENCANA PEMBELAJARAN
•
Rencana Pembelajaran sekolah memuat silabus/alur
pembelajaran lengkap dengan asesmen dan sumber belajar
yang mencakup kegiatan intrakurikuler, P5 dan program
prioritas. (bisa dibantu tabel)
Rencana Pembelajaran Kelas memuat RPP/MA (bisa dibantu
tabel)
Memuat aktivitas peningkatan pembelajaran secara
berkelanjutan yang dipimpin Kepsek secara internal
dan bertahap sesuai dengan kemampuan. (Bisa
dijelaskan perkomponen: pendampingan, evaluasi dan
pengembangan profesional bentuknya seperti apa dll).
PENDAMPINGAN, EVALUASI DAN
PENGEMBANGAN PROFESIONAL *)
1. SK KBM
2. SK Pemberlakuan Kurikulum
3. Kalender Satuan Pendidikan
4. Contoh ATP dan Modul Ajar
5. Dokumen Penyusunan Kurikulum
6. Dll
BAGIAN PENUTUP/LAMPIRAN
TERIMA
KASIH

KURIKULUM[1] .pptx

  • 1.
  • 2.
    Kurikulum yang memberikanfleksibilitas dan berfokus pada materi esensial untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sebagai pelajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila. PEMAHAMAN KURIKULUM MERDEKA Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
  • 3.
    BEBERAPA ISTILAH  Intrakurikuleradalah kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar sesuai jadwal dan beban belajar pada struktur Kurikulum.  Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi Peserta Didik.  Ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian Peserta Didik secara optimal yang dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan Satuan Pendidikan.  Capaian Pembelajaran adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai Peserta Didik di akhir setiap fase.  Fase adalah tahapan perkembangan belajar Peserta Didik.  Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar dan capaian perkembangan atau hasil belajar Peserta Didik.
  • 4.
     Kerangka dasarKurikulum;  Struktur Kurikulum KERANGKA KURIKULUM
  • 5.
    KERANGKA DASAR KURIKULUM Rancanganlandasan utama dalam pengembangan struktur Kurikulum yang memuat: a. Tujuan; b. Prinsip; c. Karakteristik pembelajaran; d. Landasan filosofis; e. Landasan sosiologis; f. Landasan psikopedagogis
  • 6.
    Pengorganisasian atas kompetensi,muatan pembelajaran, dan beban belajar.  Kompetensi merupakan kesatuan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan kemampuan Peserta Didik sebagai hasil dari proses pembelajaran.  Muatan pembelajaran merupakan susunan materi atau isi yang disampaikan pada proses pembelajaran, mencakup sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang diharapkan dikuasai oleh Peserta Didik sesuai dengan kebutuhan belajar.  Beban belajar merupakan alokasi waktu pembelajaran untuk mencapai kompetensi Peserta Didik. STRUKTUR KURIKULUM
  • 7.
    STUKTUR KURIKULUM Intrakurikuler a. kompetensi; b.muatan pembelajaran; c. beban belajar Mata Pelajaran Kokurikuler a. kompetensi; b. muatan pembelajaran; c. beban belajar P5 Ekstrakurikuler a. kompetensi; b. muatan pembelajaran; c. beban belajar Pengembangan bakat dan minat Peserta didik
  • 8.
    1. INTRAKURIKULER Kompetensi dirumuskandalam bentuk capaian pembelajaran Capaian Pembelajaran disusun untuk mencapai kompetensi Peserta Didik. Capaian Pembelajaran untuk mata Pelajaran kekhasan keagamaan berdasarkan penetapan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama.  Muatan pembelajaran dalam bentuk mapel Beban belajar dirumuskan dalam bentuk alokasi waktu dalam 1 (satu) tahun pelajaran.
  • 9.
    PROYEK PENGUATAN PROFILPELAJAR PANCASILA 2. KOKURIKULER  Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu dalam mengamati, mengeksplorasi, dan/atau merumuskan solusi terhadap isu atau permasalahan nyata yang relevan bagi Peserta Didik.  Dilaksanakan dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya Satuan Pendidikan dan Peserta Didik.  Dikembangkan oleh Satuan Pendidikan mengacu pada panduan yang ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.  Kompetensi P5; a. beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; b. bergotong royong; c. bernalar kritis; d. berkebinekaan global; e. mandiri; dan f. kreatif.  Muatan pembelajaran P5 memuat tema projek penguatan profil pelajar Pancasila.  Tema menjadi rujukan bagi Satuan Pendidikan untuk merumuskan topik yang relevan dengan konteks sosial budaya dan karakteristik Peserta Didik.  Tema ditetapkan oleh pejabat pimpinan tinggi madya yang melaksanakan tugas di bidang Kurikulum.  Beban belajar dirumuskan dalam bentuk alokasi waktu dalam 1 (satu) tahun pelajaran.
  • 10.
    3. EKSTRAKURIKULER Ekstrakurikuler dilaksanakandengan memperhatikan ketersediaan sumber daya Satuan Pendidikan dan Peserta Didik dan bersifat sukarela. Pengembangan Ekstrakurikuler mengacu pada: a. komponen; b. jenis dan format kegiatan; c. prinsip pengembangan; d. mekanisme; e. evaluasi; f. daya dukung; dan g. pihak yang terlibat
  • 11.
    PENGEMBANGAN KURIKULUM SATPEL a.Karakteristik Satuan Pendidikan; b.Visi,misi, dan tujuan Satuan Pendidikan; c. Pengorganisasian pembelajaran; dan d.Perencanaan pembelajaran
  • 12.
    DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM Dilakukan dengan prinsipdiversifikasi sesuai dengan Satuan Pendidikan, potensi daerah, dan Peserta Didik. Dilakukan oleh Satuan Pendidikan atau kelompok Satuan Pendidikan. Melibatkan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama kabupaten/ kota. Melibatkan masyarakat Kurikulum satuan pendidikan ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan
  • 13.
    ATURAN PERALIHAN Satuan Pendidikan yangbelum melaksanakan Kurikulum Merdeka dapat melaksanakan Kurikulum 2013 sampai dengan tahun ajaran 2025/2026 dan memulai penerapan Kurikulum Merdeka paling lambat tahun ajaran 2026/2027; Satuan Pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang belum melaksanakan Kurikulum Merdeka dapat melaksanakan Kurikulum 2013 sampai dengan tahun ajaran 2026/2027 dan memulai penerapan Kurikulum Merdeka paling lambat tahun ajaran 2027/2028. Penerapan Kurikulum Merdeka dapat secara bertahap atau secara serentak; Penerapan bertahap mulai dari kelas I, kelas IV, kelas VII dan X atau secara serentak pada seluruh kelas; Mapel B.Inggris di SD masih pilihan dan menjadi mapel wajib pada tahun 2026/2027.
  • 14.
    Alokasi waktu matapelajaran SMP/MTs kelas VII-VIII (Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit) Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler Per Tahun (Minggu) Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Per Tahun Total JP Per Tahun Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108 Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108 Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti* 72 (2) 36 108 Pendidikan Pancasila 72 (2) 36 108 Bahasa Indonesia 180 (5) 36 216 Matematika 144 (4) 36 180 Ilmu Pengetahuan Alam 144 (4) 36 180 Ilmu Pengetahuan Sosial 108 (3) 36 144 Bahasa Inggris 108 (3) 36 144 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 72 (2) 36 108 Informatika 72 (2) 36 108 Mata pelajaran Seni dan Prakarya **: 72 (2) 36 108 1. Seni Musik 2. Seni Rupa 3. Seni Teater 4. Seni Tari 5. Prakarya (Budidaya, Kerajinan, Rekayasa, atau pengolahan) Muatan Lokal 72 (2) *** - 72*** Total****: 1116 360 1404
  • 15.
    Alokasi waktu matapelajaran SMP/MTs Kelas IX (Asumsi 1 tahun = 32 minggu dan 1 JP = 40 menit) Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler Per Tahun (Minggu) Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Per Tahun Total JP Per Tahun Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti* 64 (2) 32 96 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti* 64 (2) 32 96 Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti* 64 (2) 32 96 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti* 64 (2) 32 96 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti* 64 (2) 32 96 Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti* 64 (2) 32 96 Pendidikan Pancasila 64 (2) 32 96 Bahasa Indonesia 160 (5) 32 192 Matematika 128 (4) 32 160 Ilmu Pengetahuan Alam 128 (4) 32 160 Ilmu Pengetahuan Sosial 96 (3) 32 128 Bahasa Inggris 96 (3) 32 128 Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 64 (2) 32 96 Informatika 64 (2) 32 96 Seni dan Prakarya**: 1. Seni Musik 2. Seni Rupa 3. Seni Teater 4. Seni Tari 5. Prakarya (Budidaya, Kerajinan, Rekayasa, atau Pengolahan) 64 (2) 32 96 Muatan Lokal 64 (2) *** - 64*** Total****: 992 320 1248
  • 16.
    Muatan lokal dapatdilaksanakan pada Satuan Pendidikan melalui: a. pengintegrasian ke dalam mata pelajaran lain; b. pengintegrasian ke dalam tema projek penguatan profil pelajar Pancasila; dan/atau c. mata pelajaran yang berdiri sendiri.
  • 17.
    Kurikulum di SatuanPendidikan penyelenggara pendidikan inklusif harus menambahkan mata pelajaran Program Kebutuhan Khusus sesuai dengan kondisi Peserta Didik. Peserta Didik yang memiliki potensi kecerdasan istimewa dapat diberikan percepatan pemenuhan beban belajar, dan/atau pendalaman dan pengayaan Capaian Pembelajaran terkait Kurikulum Merdeka sebagai layanan individual dan bukan dalam bentuk rombongan belajar. Kelas khusus atau Satuan Pendidikan khusus olahraga atau seni dapat menggunakan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai penguatan kompetensi khusus keolahragaan atau kesenian sesuai kebutuhan Peserta Didik. CATATAN
  • 18.
    1. Visi danMisi Visi Mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, dan kemandirian Peserta Didik secara optimal melalui kegiatan-kegiatan di luar Intrakurikuler. Misinya: a. menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat Peserta Didik; dan b. menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada Peserta Didik untuk dapat mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri secara optimal melalui kegiatan mandiri dan/atau berkelompok. 2. Fungsi dan Tujuan a. Fungsi pengembangan b. Fungsi sosial c. Fungsi rekreatif, d. Fungsi persiapan karier, Tujuannya. a. Meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor Peserta Didik. b. Mengembangkan bakat, minat, dan potensi Peserta Didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju manusia seutuhnya. PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER
  • 19.
    Jenis; 1) Krida,misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya; 2. karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya; 3. latihan olah-bakat atau latihan olah- minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya; 4. keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis Al-Quran, retret; atau 5. bentuk kegiatan lainnya Format Kegiatan 1. Individual, 2. Kelompok, 3. Klasikal, 4. Gabungan, 5. Lapangan, Prinsip Pengembangan Ekstrakurikuler pada Satuan Pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut. 1. Bersifat individual, 2. Bersifat pilihan, 3. Keterlibatan aktif, 4. Menyenangkan, 5. Membangun etos kerja, 6. Kemanfaatan sosial, PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER
  • 20.
    Mekanisme Pengembangan 1) analisissumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan Ekstrakurikuler; (2) identifikasi kebutuhan, potensi, bakat, dan minat Peserta Didik; (3) menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan, kompetensi, muatan pembelajaran, beban belajar, Sistematika Program Ekstrakurikuler paling sedikit memuat: a. rasional dan tujuan umum; b. deskripsi setiap Ekstrakurikuler; c. pengelolaan; d. pendanaan; dan e. evaluasi. Pelaksanaan Penjadwalan Ekstrakurikuler dirancang di awal tahun ajaran oleh pembina Ekstrakurikuler di bawah supervisi kepala sekolah/ madrasah atau wakil kepala sekolah/madrasah. Penilaian atau Asesmen Kinerja Peserta Didik meliputi proses dan hasil capaian kompetensi dilakukan secara kualitatif. PENGEMBANGAN EKSTRAKURIKULER
  • 21.
  • 22.
    BAGIAN AWAL  Kaper Validasi Pengawas Sekolah  Lembar Pengesahan  Kata Pengantar  Daftar Isi  Daftar Lampiran  Daftar Tabel
  • 23.
    BAGIAN ISI A. Karakteristiksatuan pendidikan B. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah, C. Pengorgaanisasian pembelajaran D. Rencana pembelajaran sekolah dan kelas E. Pendampingan, Evaluasi dan Pengembangan Profesional *)
  • 24.
    KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN Menggambarkankondisi satuan pendidikan yang sebenarnya (perlu didukung dengan pakta dan data) yang dilakukan dengan analisis konteks, diperoleh gambaran mengenai karakteristik satuan pendidikan, termasuk peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan sosial budaya.
  • 25.
    SUMBER DATA • RaporPendidikan menyangkut: 1. Mutu dan hasil belajar, 2. Kompetensi dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, 3. Mutu dan relevansi pembelajaran • Hasil observasi pembelajaran • Masukan dari pendidik, peserta didik, orang tua murid, mitra (organisasi, komunitas, dan lain-lain) • Visi-misi-tujuan daerah setempat • Data terkait informasi sistem, sumber daya, fasilitas, dan mitra yang tersedia
  • 26.
    Visi Cita-cita bersama padamasa mendatang dari warga satuan pendidikan, yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan. a. Menggambar keadaan masa depan b. Memberikan panduan/arahan serta motivasi. c. Realistik, kredibel dan atraktif. (mudah dipahami, singkat, ideal dan berfokus pada mutu, dan memotivasi setiap pemangku kepentingan Misi Pernyataan bagaimana satuan pendidikan mencapai visi. yang ditetapkan untuk menjadi rujukan bagi penyusunan program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, dengan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan a.Jelas apa yang hendak dicapai oleh satuan pendidikan. b.Menunjukkan kalimat tindakan/ Menunjukkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi. c.Ada keterkaitan dengan indikator visi d.Menggambarkan upaya bersama yang berorientasi kepada peserta didik. Tujuan Gambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh setiap satuan pendidikan atau program keahlian dengan mengacu pada karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan pendidikan sesuai dengan prinsip yang sudah ditetapkan. a.Serasi dan mendeskripsikan misi dan nilai-nilai satuan pendidikan. b.Fokus pada tujuan/hasil yang diinginkan peserta didik c.Spesifik, terukur, dan dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu (Specific, Measurable, Achievable/ Attainable, Relevant , Time Bound /SMART) Visi, Misi, dan Tujuan
  • 27.
    PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN A. KerangkaDasar Kurikulum 1. Tujuan; 2. Prinsip; 3. Karakteristik pembelajaran; 4. Landasan filosofis; 5. Landasan sosiologis; 6. Landasan psikopedagogis B. Muatan Kurikulum 1. Intrakurikuler a. kompetensi;dan muatan pembelajaran; b. beban belajar 2. Kokurikuler a. kompetensi;dan muatan pembelajaran; b. beban belajar 3. Ekstrakurikuler a. komponen; b. jenis dan format kegiatan; c. prinsip pengembangan; d. mekanisme; e. evaluasi; f. daya dukung; dan g. pihak yang terlibat
  • 28.
    RENCANA PEMBELAJARAN • Rencana Pembelajaransekolah memuat silabus/alur pembelajaran lengkap dengan asesmen dan sumber belajar yang mencakup kegiatan intrakurikuler, P5 dan program prioritas. (bisa dibantu tabel) Rencana Pembelajaran Kelas memuat RPP/MA (bisa dibantu tabel)
  • 29.
    Memuat aktivitas peningkatanpembelajaran secara berkelanjutan yang dipimpin Kepsek secara internal dan bertahap sesuai dengan kemampuan. (Bisa dijelaskan perkomponen: pendampingan, evaluasi dan pengembangan profesional bentuknya seperti apa dll). PENDAMPINGAN, EVALUASI DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL *)
  • 30.
    1. SK KBM 2.SK Pemberlakuan Kurikulum 3. Kalender Satuan Pendidikan 4. Contoh ATP dan Modul Ajar 5. Dokumen Penyusunan Kurikulum 6. Dll BAGIAN PENUTUP/LAMPIRAN
  • 31.