DI SUSUN OLEH :
YUSTINUS VICTOR RIANUS BURA
NI MADE WIK WAHYUNI
KRISTOFORUS LESIT
KETUT DARMAYANTI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
2014
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Untuk tumbuh, setiap makhluk hidup baik tumbuhan maupun
hewan, membutuhkan nutrisi dan kondisi yang sesuai dengan
kebutuhannya. Misalnya tumbuhan akan selalu membutuhkan air,
unsur hara dan sinar matahari untuk tetap hidup dan berkembang.
Pada pertumbuhan tanaman, ada beberapa faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan tersebut. Faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan tanaman dari luar tanaman itu disebut faktor eksternal,
sedangkan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari
tanaman itu sendiri disebut faktor internal.
RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas terdapat beberapa masalah,
antara lain :
1. Mampukah MSG menyuburkan tanaman?
2. Apakah MSG tidak berbahaya bagi tanaman?
3. Zat apa saja yang terkandung dalam MSG?
TUJUAN
Tujuan pembuatan karya tulis sederhana ini, antara lain:
1. membuktikan bahwa MSG dapat menjadi alternatif pupuk
dan dapat menyuburkan tanah.
2. untuk mengetahui pengaruhnya bagi tanaman.
3. untuk mengetahui zat yang terkandung dalam MSG yang bisa
membuatnya sebagai alternatif pupuk.
BAB II
PEMBAHASAN
 Untuk tumbuh, setiap makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan,
membutuhkan nutrisi dan kondisi yang sesuai dengan kebutuhannya.
 Misalnya tumbuhan akan selalu membutuhkan air, unsur hara dan sinar
matahari untuk tetap hidup dan berkembang.
 Pada pertumbuhan tanaman, ada beberapa faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan tersebut. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari
luar tanaman itu disebut faktor eksternal, sedangkan faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari tanaman itu sendiri disebut faktor
internal.
FAKTOR INTERNAL
Faktor internal adalah faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari
dalam
 hormon auksin (hormon yang
merangsang pertumbuhan batang),
 hormon giberalin (hormon yang
merangsang pertumbuhan tunas),dll.
Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan tanaman
dari luar
iklim, cahaya, temperatur, air, angin, dan gas
(nitrogen, floro, cloro). Edafik (tanah); tekstur,
struktur, bahan organik, dll.
Vetsin pada umumnya mengandungAsam glutamate
atau Monosodium Glutamat (MSG)
Bahan utama pembuatan MSG adalah asam
glutamate dan Natrium Karbonat.
ASAM GLUTAMAT
NATRIUM KARBONAT
Natrium karbonat: merupakan basa yang banyak digunakan
dalam industri-industri kimia, misalnya kertas, sabun, gelas, dll.
Senyawa ini larut dalam air. Kandungan kimia ini berperan
dalam menyuburkan tanaman. Tanpa natrium, tanaman dalam
pertumbuhannya tidak dapat meningkatkan kandungan air pada
jaringan daun.
Asam Glutamat: diperoleh dari proses fermentasi dari
cairan tetes tebu, yang merupakan hasil samping dari
pabrik gula atau dapat dihasilkan secara langsung dari
fermentasi karbohidrat dengan enzim Micrococus
glutamaticus
ASAM GLUTAMAT NATRIUM KARBONAT
Tanaman Pacar Air
Regnum : plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Ericales
Famili : Balsaminaceae
Genus : Impatiens
Spesies : Impatiens balsaminaL.
Klasifikasi Tanaman Pacar Air
BATANG
BUNGA
DAUN
BUAH
BATANG
Pacar air merupakan tanaman
berbatang basah, lunak, bulat,
bercabang, warna hijau kekuningan.
Pacar air biasanya ditanam sebagai
tanaman hias dengan tinggi 30-80 cm.
Arah tumbuhnya tegak, percabangannya
monopodial.
Daun
Tanaman pacar air memiliki daun tunggal,Bentuk
daun lanset memanjang, pinggirnya bergerigi, ujung
meruncing, tulang daun menyirip.Warna daun hijau
muda tanpa daun penumpu,Bagian bawah
membentuk rosetakar.Tulang daun menyirip.Luas
daunnya sekitar 2 sampai 4 inchi. Pangkal daun
bergerigi tajam, runcing.Tanaman ini memiliki akar
serabut.
BUAH
Buah pada tanaman pacar air membuka kenyal
dan termasuk buah batu dengan 5 inti.Bentuk
buah elliptis,Benihnya endospermic.
Tanaman ini memiliki aneka macam warna
bunga.Ada yang putih, merah, ungu, kuning,
jingga, dll.Jika pacar air yang berbeda warna
disilangkan, maka akan terbentuk keturunan
yang beraneka ragam.
BUNGA
Bunga zygomorph, berkelamin 2, bertaji.Daun
kelopak samping berbentuk corong miring,
berwarna,danter terdapat noda kuning di dalamnya daun
mahkota samping berbentuk jantung terbalik dengan
panjang 2-2,5 cm.
Ada 5 benang sari dengan tangkai sari yang
pendek, lepas, agak bersatu.Kepalasarinya bersatu
membentuk tudung putih.Setiap tangkai hanya berbunga
1 dan tangkainya tidak bertunas. Dan memiliki 5 kepala
putik.
HABITAT
Habitat dari tumbuhan pacar air ini terdapat pada
daerah yang beriklim tropical, namun tidak dapat hidup
pada daerah yang kering.Tanaman ini sangat peka terhadap
hama, biasanya tumbuh di pekarangan rumah pada
ketinggian 1-900 m.
Zat Kimia Pada Pacar Air
Pacar air mengandung zat-zat kimia aktif seperti pada
bunga yang mengandung anthocyanins, cyanidin, delphinidin,
pelargonidin, malvidin, kaempherol, quercetin. Sementara biji
mengandung saponin dan kandungan minyak seperti γ-spinasterol,
β-ergosterol, balsaminasterol, parianaric acid, quercetin,
nephthaquinon, minyak terbang, dan turunan kaempherol, dan ada
juga kandungan racunnya,
BAB III
METODE PENELITIAN
TempatdanWaktupenelitian
Alat dan Bahan
MetodePenelitian
LangkahKerja
a.tempat penelitian
 untuk penelitian kali ini ada dua tempat
berbeda,tanaman A diteliti di rumah yustinus victor
rianus bura,tepatnya di jln.pulau Belitung,Gg.babakan
sari,denpasar bali,dan
 untuk tanaman B diteliti di rumah kristoforus
lesit,tepatnya di jln.bedugul putih,kepaon,denpasar
bali
Tempat Penelitian
Waktu Penelitian
No. keterangan Septamber Oktober
20 21 22 23 1 2 3 21
1. Penentuan masalah
2. Pemberian perlakuan
3. Penulisan laporan
4. presentasi
 Dalam penelitian kali ini,kami menggunakan
metode penelitian dengan menggunakan tanman
pacar air. Pengambilan data berdasarkan jumlah daun,
tinggi batang, dan diameter batang pada tanaman
pacar air. Kami menggunakan 2 variabel,yaitu variabel
bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dari
penelitian kami adalah pemberian air vetsin dengan
takaran yang berbeda dimana tanaman A di beri 1 sdt
vetsin dalam air 150cc dan tanaman B di beri 2 sdt
vetsin dalam air 150cc, dan variabel terikat adalah
pengukuran jumlah daun,tinggi batang dan diameter
batang.
Metode Penelitian
Alat Dan Bahan
Alat Bahan
2 buah pot ukuran
sedang
Sendok semen untuk
mengambil tanah
Gunting
Plastik
penggaris
Tanah subur
tunas tanaman pacar
air
Air vetsin(150cc)
 LangkahKerja
1. Ambil beberapa tunas bunga pacar air
2. Letakkan di wadah yang berbeda
3. ambil beberapa sendok tanah subur, sekiranya cukup untuk 2 pot
4. Setelah semua siap, masukkan tanah ke dalam pot (jangan terlalu penuh)
5. Buat lubang dari permukaan tanah tersebut dengan menggunakan jari
telunjuk
6. Lalu masukkan tunas tanaman pacar air di dalam lubang tersebut, dan
tutup dengan tanah lagi
7. Lakukan hal yang sama padatanaman yang satu
8. Siram secara teratur 2X sehari selama 1 minggu
9. Setelah 1 minggu, beri perlakuan dengan menyiram pot A dengan campuran
air vetsin(1sdt vetsin), dan pot B dengan air vetsin (2 sdt vetsin)
10. Pengukuran tersebut dilakukan 1 minggu 2X
11. Catat perkembangannya.
Langkah Kerja
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Tanaman A(1sdt vetsin) Tanaman B(2sdt vetsin)
4 4
0.2 0.2
3 3
Tinggi batang diameter batang jumlah daun
Tanggal 20 september
Tanaman A(1sdt vetsin) Tanaman B(2sdt vetsin)
4
4.4
0.2 0.2
3 3
Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun
Tanggal 23 september
Tanaman A(1sdt vetsin) Tanaman B(2sdt vetsin)
4.3
4.7
0.2 0.3
4
5
Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun
Tanggal 26 september
Tanaman A(1sdt vetsin) Tanamam B(2sdt vetsin)
4.6
5.1
0.3 0.4
5
2
Tanggal 29 september
Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun
Tanaman A(1sdt vetsin) Tanaman B(2sdt vetsin)
5.1
5.8
0.3 0.5
5
7
Tanggal 2 oktober
Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun
Tanaman A(1sdt vetsin) Tanaman B(2sdt vetsin)
6
6.6
0.4 0.5
5
7
Tanggal 5 oktober
Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun
Tanaman A(1sdt vetsin) Tanaman B(2sdt vetsin)
6.5
7.2
0.5 0.6
7
9
Tanggal 8 oktober
Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun
Pada tanggal 9 oktober tanaman B mulai layu dan pada
terlihat ada warna kuning- kekuningan pada batang,dan satu
persatu daunnya mulai jatuh (gugur) pada tanggal 10 oktober
tanaman B mati.
Pada tanggal 13 oktober tanaman A mulai terlihat ada
warna kuning-kekuningan pada batangnya sama seperti
pada tanaman B dan tampak layu,dan pada tanggal 15
oktober tanaman mati
Hasilpenelitian
1.Ternyata pemberian MSG pada tanaman mempunyai pengaruh bagi
pertumbuhan
tanaman terutama pada tanaman yang memiliki kadar MSG tinggi.
2. MSG dapat mempercepat pertumbuhan tanamaN.
3. MSG yang baik bagi tanaman bisa menjadi pengganti pupuk tapi
dengan takaran yang sesuai.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Saran
Pemberian Monosodium glutamate (vetsin) sebaiknya
dilakukan pada tanaman yang sudah dewasa, karena vetsin
hanya berperan untuk mempercepat pembungaan
(katalisator). Energi untuk menunjang terjadinya proses
pembungaan harus tersedia pada tanaman tersebut dan
biasanya energi itu sudah tersedia bila tanaman itu telah
dewasa.
Pemberian MSG juga harus cermat (biasanya 2
mg/liter air), karena jika konsentrasinya kurang, pembungaan
tidak akan terjadi. Kalaupun terjadi akan diselingi dengan
tunas daun sedangkan bila berlebihan akan menyebabkan
bunga akan tumbuh subur tapi cepat rontok.
pengaruh msg pada tanaman

pengaruh msg pada tanaman

  • 1.
    DI SUSUN OLEH: YUSTINUS VICTOR RIANUS BURA NI MADE WIK WAHYUNI KRISTOFORUS LESIT KETUT DARMAYANTI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR 2014
  • 3.
    BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LatarBelakang Untuk tumbuh, setiap makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan, membutuhkan nutrisi dan kondisi yang sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya tumbuhan akan selalu membutuhkan air, unsur hara dan sinar matahari untuk tetap hidup dan berkembang. Pada pertumbuhan tanaman, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari luar tanaman itu disebut faktor eksternal, sedangkan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari tanaman itu sendiri disebut faktor internal.
  • 4.
    RUMUSAN MASALAH Dari latarbelakang di atas terdapat beberapa masalah, antara lain : 1. Mampukah MSG menyuburkan tanaman? 2. Apakah MSG tidak berbahaya bagi tanaman? 3. Zat apa saja yang terkandung dalam MSG?
  • 5.
    TUJUAN Tujuan pembuatan karyatulis sederhana ini, antara lain: 1. membuktikan bahwa MSG dapat menjadi alternatif pupuk dan dapat menyuburkan tanah. 2. untuk mengetahui pengaruhnya bagi tanaman. 3. untuk mengetahui zat yang terkandung dalam MSG yang bisa membuatnya sebagai alternatif pupuk.
  • 6.
    BAB II PEMBAHASAN  Untuktumbuh, setiap makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan, membutuhkan nutrisi dan kondisi yang sesuai dengan kebutuhannya.  Misalnya tumbuhan akan selalu membutuhkan air, unsur hara dan sinar matahari untuk tetap hidup dan berkembang.  Pada pertumbuhan tanaman, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari luar tanaman itu disebut faktor eksternal, sedangkan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari tanaman itu sendiri disebut faktor internal.
  • 7.
    FAKTOR INTERNAL Faktor internaladalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari dalam  hormon auksin (hormon yang merangsang pertumbuhan batang),  hormon giberalin (hormon yang merangsang pertumbuhan tunas),dll.
  • 8.
    Faktor eksternal Faktor eksternaladalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dari luar iklim, cahaya, temperatur, air, angin, dan gas (nitrogen, floro, cloro). Edafik (tanah); tekstur, struktur, bahan organik, dll.
  • 9.
    Vetsin pada umumnyamengandungAsam glutamate atau Monosodium Glutamat (MSG) Bahan utama pembuatan MSG adalah asam glutamate dan Natrium Karbonat. ASAM GLUTAMAT NATRIUM KARBONAT
  • 10.
    Natrium karbonat: merupakanbasa yang banyak digunakan dalam industri-industri kimia, misalnya kertas, sabun, gelas, dll. Senyawa ini larut dalam air. Kandungan kimia ini berperan dalam menyuburkan tanaman. Tanpa natrium, tanaman dalam pertumbuhannya tidak dapat meningkatkan kandungan air pada jaringan daun. Asam Glutamat: diperoleh dari proses fermentasi dari cairan tetes tebu, yang merupakan hasil samping dari pabrik gula atau dapat dihasilkan secara langsung dari fermentasi karbohidrat dengan enzim Micrococus glutamaticus ASAM GLUTAMAT NATRIUM KARBONAT
  • 11.
    Tanaman Pacar Air Regnum: plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Ericales Famili : Balsaminaceae Genus : Impatiens Spesies : Impatiens balsaminaL. Klasifikasi Tanaman Pacar Air
  • 12.
  • 13.
    BATANG Pacar air merupakantanaman berbatang basah, lunak, bulat, bercabang, warna hijau kekuningan. Pacar air biasanya ditanam sebagai tanaman hias dengan tinggi 30-80 cm. Arah tumbuhnya tegak, percabangannya monopodial.
  • 14.
    Daun Tanaman pacar airmemiliki daun tunggal,Bentuk daun lanset memanjang, pinggirnya bergerigi, ujung meruncing, tulang daun menyirip.Warna daun hijau muda tanpa daun penumpu,Bagian bawah membentuk rosetakar.Tulang daun menyirip.Luas daunnya sekitar 2 sampai 4 inchi. Pangkal daun bergerigi tajam, runcing.Tanaman ini memiliki akar serabut.
  • 15.
    BUAH Buah pada tanamanpacar air membuka kenyal dan termasuk buah batu dengan 5 inti.Bentuk buah elliptis,Benihnya endospermic. Tanaman ini memiliki aneka macam warna bunga.Ada yang putih, merah, ungu, kuning, jingga, dll.Jika pacar air yang berbeda warna disilangkan, maka akan terbentuk keturunan yang beraneka ragam.
  • 16.
    BUNGA Bunga zygomorph, berkelamin2, bertaji.Daun kelopak samping berbentuk corong miring, berwarna,danter terdapat noda kuning di dalamnya daun mahkota samping berbentuk jantung terbalik dengan panjang 2-2,5 cm. Ada 5 benang sari dengan tangkai sari yang pendek, lepas, agak bersatu.Kepalasarinya bersatu membentuk tudung putih.Setiap tangkai hanya berbunga 1 dan tangkainya tidak bertunas. Dan memiliki 5 kepala putik.
  • 17.
    HABITAT Habitat dari tumbuhanpacar air ini terdapat pada daerah yang beriklim tropical, namun tidak dapat hidup pada daerah yang kering.Tanaman ini sangat peka terhadap hama, biasanya tumbuh di pekarangan rumah pada ketinggian 1-900 m. Zat Kimia Pada Pacar Air Pacar air mengandung zat-zat kimia aktif seperti pada bunga yang mengandung anthocyanins, cyanidin, delphinidin, pelargonidin, malvidin, kaempherol, quercetin. Sementara biji mengandung saponin dan kandungan minyak seperti γ-spinasterol, β-ergosterol, balsaminasterol, parianaric acid, quercetin, nephthaquinon, minyak terbang, dan turunan kaempherol, dan ada juga kandungan racunnya,
  • 18.
    BAB III METODE PENELITIAN TempatdanWaktupenelitian Alatdan Bahan MetodePenelitian LangkahKerja
  • 19.
    a.tempat penelitian  untukpenelitian kali ini ada dua tempat berbeda,tanaman A diteliti di rumah yustinus victor rianus bura,tepatnya di jln.pulau Belitung,Gg.babakan sari,denpasar bali,dan  untuk tanaman B diteliti di rumah kristoforus lesit,tepatnya di jln.bedugul putih,kepaon,denpasar bali Tempat Penelitian
  • 20.
    Waktu Penelitian No. keteranganSeptamber Oktober 20 21 22 23 1 2 3 21 1. Penentuan masalah 2. Pemberian perlakuan 3. Penulisan laporan 4. presentasi
  • 21.
     Dalam penelitiankali ini,kami menggunakan metode penelitian dengan menggunakan tanman pacar air. Pengambilan data berdasarkan jumlah daun, tinggi batang, dan diameter batang pada tanaman pacar air. Kami menggunakan 2 variabel,yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dari penelitian kami adalah pemberian air vetsin dengan takaran yang berbeda dimana tanaman A di beri 1 sdt vetsin dalam air 150cc dan tanaman B di beri 2 sdt vetsin dalam air 150cc, dan variabel terikat adalah pengukuran jumlah daun,tinggi batang dan diameter batang. Metode Penelitian
  • 22.
    Alat Dan Bahan AlatBahan 2 buah pot ukuran sedang Sendok semen untuk mengambil tanah Gunting Plastik penggaris Tanah subur tunas tanaman pacar air Air vetsin(150cc)
  • 23.
     LangkahKerja 1. Ambilbeberapa tunas bunga pacar air 2. Letakkan di wadah yang berbeda 3. ambil beberapa sendok tanah subur, sekiranya cukup untuk 2 pot 4. Setelah semua siap, masukkan tanah ke dalam pot (jangan terlalu penuh) 5. Buat lubang dari permukaan tanah tersebut dengan menggunakan jari telunjuk 6. Lalu masukkan tunas tanaman pacar air di dalam lubang tersebut, dan tutup dengan tanah lagi 7. Lakukan hal yang sama padatanaman yang satu 8. Siram secara teratur 2X sehari selama 1 minggu 9. Setelah 1 minggu, beri perlakuan dengan menyiram pot A dengan campuran air vetsin(1sdt vetsin), dan pot B dengan air vetsin (2 sdt vetsin) 10. Pengukuran tersebut dilakukan 1 minggu 2X 11. Catat perkembangannya. Langkah Kerja
  • 24.
    BAB IV HASIL PENELITIAN TanamanA(1sdt vetsin) Tanaman B(2sdt vetsin) 4 4 0.2 0.2 3 3 Tinggi batang diameter batang jumlah daun Tanggal 20 september
  • 25.
    Tanaman A(1sdt vetsin)Tanaman B(2sdt vetsin) 4 4.4 0.2 0.2 3 3 Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun Tanggal 23 september
  • 26.
    Tanaman A(1sdt vetsin)Tanaman B(2sdt vetsin) 4.3 4.7 0.2 0.3 4 5 Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun Tanggal 26 september
  • 27.
    Tanaman A(1sdt vetsin)Tanamam B(2sdt vetsin) 4.6 5.1 0.3 0.4 5 2 Tanggal 29 september Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun
  • 28.
    Tanaman A(1sdt vetsin)Tanaman B(2sdt vetsin) 5.1 5.8 0.3 0.5 5 7 Tanggal 2 oktober Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun
  • 29.
    Tanaman A(1sdt vetsin)Tanaman B(2sdt vetsin) 6 6.6 0.4 0.5 5 7 Tanggal 5 oktober Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun
  • 30.
    Tanaman A(1sdt vetsin)Tanaman B(2sdt vetsin) 6.5 7.2 0.5 0.6 7 9 Tanggal 8 oktober Tinggi batang Diameter batang Jumlah daun
  • 31.
    Pada tanggal 9oktober tanaman B mulai layu dan pada terlihat ada warna kuning- kekuningan pada batang,dan satu persatu daunnya mulai jatuh (gugur) pada tanggal 10 oktober tanaman B mati. Pada tanggal 13 oktober tanaman A mulai terlihat ada warna kuning-kekuningan pada batangnya sama seperti pada tanaman B dan tampak layu,dan pada tanggal 15 oktober tanaman mati Hasilpenelitian
  • 32.
    1.Ternyata pemberian MSGpada tanaman mempunyai pengaruh bagi pertumbuhan tanaman terutama pada tanaman yang memiliki kadar MSG tinggi. 2. MSG dapat mempercepat pertumbuhan tanamaN. 3. MSG yang baik bagi tanaman bisa menjadi pengganti pupuk tapi dengan takaran yang sesuai. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan
  • 33.
    Saran Pemberian Monosodium glutamate(vetsin) sebaiknya dilakukan pada tanaman yang sudah dewasa, karena vetsin hanya berperan untuk mempercepat pembungaan (katalisator). Energi untuk menunjang terjadinya proses pembungaan harus tersedia pada tanaman tersebut dan biasanya energi itu sudah tersedia bila tanaman itu telah dewasa. Pemberian MSG juga harus cermat (biasanya 2 mg/liter air), karena jika konsentrasinya kurang, pembungaan tidak akan terjadi. Kalaupun terjadi akan diselingi dengan tunas daun sedangkan bila berlebihan akan menyebabkan bunga akan tumbuh subur tapi cepat rontok.