PEMERIKSAAN FISIK IBU
NIFAS
Dosen: Zilfi Yola Pitri, S.Tr.Keb, M.Keb
Pemeriksaan Fisik
Pelayanan kesehatan ibu nifas
Nifas adalah periode mulai dari 6 jam sam pai dengan 42
hari pasca persalinan. Pelayanan kesehatan ibu nifas adalah
pelayanan kesehatan pada ibu nifas sesuai standar yang
dilakukan sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali sesuai jadwal
yang dianjurkan, yaitu pada 6 jam sampai dengan 3 hari
pasca persalinan, pada hari ke-4 sampai dengan hari ke-28
pasca persalinan, dan pada hari ke-29 sampai dengan hari
ke-42 pasca persalinan.
Jenis pelayanan kesehatan ibu nifas yang diberikan
meliputi:
A. Pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, nadi, nafas, dan
suhu)
B. Pemeriksaan tinggi puncak Rahim (fundus uteri)
C. Pemeriksaan lochia dan cairan per vaginam lain
D. Pemeriksaan payudara dan pemeberian anjuran ASI
eksklusif
E. Pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)
kesehatan ibu nifas dan bayi baru lahir, termasuk
keluarga berencana
F. Pelayanan keluarga berencana pasca persalinan.
 Pemeriksaan fisik dilakukan secara menyeluruh dan terutama berfokus
pada masa nifas, yaitu sebagai berikut.
 Kesadaran umum, kesadaran.
 Tanda-tanda vital: tekanan darah, suhu, nadi, dan pernafasan.
 Payudara: pembesaran, putting susu (menonjol/mendatar, adakah
nyeri dan lecet pada puting). ASI sudah keluar, adakah
pembengkakan, radang, atau benjolan abnormal.
 Abdomen: tinggi fundus uteri, kontraksi uteri.
 Kandung kemih kosong/penuh.
 Genitalia dan perineum, pengeluaran lokia (jenis, warna, jumlah,
bau), udema, peradangan, keadaan jahitan, nanah, tanda-tanda
infeksi pada luka jahitan, kebersihan perineum, dan hemoroid
pada anus.
 Ekstremitas bawah: pergerakan, gumpalan darah pada otot kaki
yang menyebabkan nyeri, edema, homan’s sign, dan varises.
 Pengkajian psikologis dan pengetahuan ibu.
Tujuan kunjungan masa nifas
Untuk menilai kesehatan ibu dan bayi baru lahir
Pencegahan terhadap kemungkinan adanya
gangguan kesehatan ibu nifas dan bayinya.
Mendeteksi adanya kejadian-kejadian masa nifas.
Menanggapi berbagai masalah yang timbul dan
mengganggu kesehatan ibu maupun bayi pada
masa nifas.
Kunjungan masa nifas
Pemerintah melalui depkes memberikan kebijakan yakni
paling sedikit ada 4 kali kunjungan masa nifas.
Menurut saifuddin
kunjungan nifas dilakukan paling sedikit 4 kali kunjungan
yang dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir,
dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah
masalah yang terjadi.
6-8 JAM SETELAH PERSALINAN
Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
Mendeteksi dan merawat penyebab lain pada perdarahan, rujuk bila
perdarahan.
Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga
bagaiman cara mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
Pemberian ASI awal.
Melakukan hubungan antara ibu dan bayi (bounding attachment).
Menjaga bayi tetap sehat dengan mencegah hipotermia.
6 HARI SETELAH PERSALINAN
Memastikan involusi uterus berjalan normal : uterus berkontraksi
fundus dibawah umbilicus, tidak ada perdarahan abnormal.
Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan
abnormal.
Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat.
Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan
tanda-tanda penyullit.
Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi,
perawatan tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi
sehari-hari.
2 MINGGU SETELAH PESALINAN
SAMA SEPERTI KUNJUNGAN KE-2 (6 HARI SETELAH
PERSALINAN)
6 minggu setelah persalinan
Menanyakan ibu tentang penyulit-penyulit yang ia
atau bayi alami.
Memberikan konseling untuk KB secara dini.
Persiapan alat
1. Tensi
2. Stetoskop
3. Sarung tangan (handscoon)
4. Kom berisi kapas sublimat dan air DTT
5. Bengkok
6. Larutan chlorine 0,5%
PERSIAPAN PASIEN
1. Menyapa pasien dengan ramah
2. Memposisikan pasien dengan baik
3. Menutup ruangan/menjaga privasi
klien
LANGKAH-LANGKAH PEMERIKSAAN FISIK
Langkah-langkah pemeriksaan fisik
1. Pendahuluan
2. Pemeriksaan keadaan umum (setiap kunjungan)
3. Pemeriksaan tanda vital
4. Pemeriksaan payudara
5. Pemeriksaan abdomen
6. Pemeriksaan kandung kemih
7. Pemeriksaan diastasis
8. Pemeriksaan punggung
9. Pemeriksaan kaki
10. Pemeriksaan daerah perineum
PENDAHULUAN
Cuci tangan keseluruhan
dengan air dan sabun serta
keringkan handuk.
PEMERIKSAAN KEADAAN UMUM
(SETIAP KUNJUNGAN)
 Keadaan umum: cara berjalan dan bergerak
 Ekspresi wajah
 Perilaku: tampak sesuai budaya ibu
 Kebersihan: bersih, tidak bau badan
 Kulit: adakah tampak luka atau memar bekas kekerasan dalam rumah tangga
 Konjungtiva
PEMERIKSAAN TANDA VITAL
Ibu duduk atau berbaring dalam keadaan nyaman dan relaks.
Sambil mengukur suhu, lakukan:
 Pengukuran tekana darah: batas normal sistolik 90-140 mmHg,
diastolik 90 mmHg. Bila sistolik 90 mmHg, segera lakukan
˂ ˂ rapid
assessment, dan bila diastolic antar 90-110 mmHg.
 Tanyakan adakah nyeri kepala hebat, pandangan mata kabur, atau
lihat kenaikan tekanan darah sebelumnya. Bila diastolik 110
˃
mmHg, Lakukan rapid assessment.
 Suhu: normal 38 , lihat pengeluaran vagina apakah berbau
˂ ℃
 Nadi: batas normal 110 kali/menit.
˂
PEMERIKSAAN PAYUDARA
Lakukan inspeksi payudara: kontur tidak ada dimpling, tidak terlihat
benjolan, kulit licin, tidak ada kerutan, tidak kemerahan, dan perhatikan
adakah kelainan, minta ibu untuk menempatkan lengan kirinya diatas
kepala:
 Palpasi payudara secara sistematis sampai ketiak, payudara normal
teraba lebut da tidak nyeri tekan. Pada ibu menyusui, payudara teraba
padat. Pemeriksaan payudara pada hari kedua menunjukkan payudara
bengkak dank eras/ tegang.
 Perhatikan apakah terdapat pembesaran kelenjar getah bening
 Perhatikan putting, apakah menonjol, tidak ada luka/lecet, dan apakah
keluar kolostrum.
 Ulangi dengan cara yang sama untuk payudara kanan.
Palpasi payudara menggunakan salah satu
cara(metode) seperti yang dijelaskan pada
gambar. Setelah selesai, bantu ibu untuk memakai
bajunya kembali.
Posisi tangan saat palpasi payudara.
Perhatikan cara menekan payudara dengan bantalan tiga jari,
yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. menekan
payudara dengan bantalan 3 jari.
palpasi payudara
Palpasi payudara didaerah seperti yang tertera pada gambar
dilakukan secara linear dari luar ke dalam. Pada setiap titik
palpasi, jaringan harus dinilai dengan menekan pada bagian
permukaan dangkal, bagian pertengahan, dan bagian dalam.
Setelah palpasi payudara, puting dipijat untuk mengetahui
pengeluaran cairan atau kolostrum
palpasi payudara metode wheel-spoke
Palpasi payudara metode wheel-spoke dimulai dari
batas luas atas (aksila). Palpasi kea rah dalam areola
seperti mengikuti roda, gerakkan searah jarum jam
mengitari payudara. Palpasi berakhir diantara
putting
palapsi payudara metode radial
Palpasi payudara metode radial dimulai dari bagian luara atas
payudara (aksila) yang diikuti gerakan sirkular searah jarum jam,
dengan lingkaran kearah sentral yang semakin mengecil, dan
berakhir diantara puting.
PEMERIKSAAN ABDOMEN
 Minta ibu untuk membuka baju dibagian perutnya.
 Periksa bekas luka, jika terdapat operasi baru section caesarea, periksa
ada/tidaknya luka yang terbuka atau nanah.
 Palpasi uterus untuk mengetahui fundus uteri (TFU), tinggi fundus akan turun
1 cm setiap hari sampai hari ke-9 atau 10. Pada hari ke-9 atau 10 tersebut,
fundus uteri sudah tidak teraba lagi. Hari keenam, TFU berada dipertengahan
antara pusat dan simfisis pubis (lihat gambar 3.7)
Lakukan palpasi terhadap :
 Lokasi
 Konsistensi : keras.
pemeriksaan tinggi fundus uteri.
Angka menunjukkan pengecilan uterus. Setiap hari
pada masa nifas akan turun 1 cm sampai hari ke-9
atau hari ke-10. Pada hari ke-9 atau ke-10, fundus
uteri ini sudah tidak teraba lagi.
PEMERIKSAAN KANDUNG KEMIH
Lakukan palpasi diatas simfisis pubis,
kandung kemih tidak teraba. Bila, teraba,
tanyakan apakah sakit atau ibu mempunyai
dorongan untuk berkemih.
PEMERIKSAAN DIASTASIS
 Ibu dalam posisi sedikit mengangkat kepala. Palapsi derajat pertengahan otot abdomen
dengan cara menempatkan 2 jari (jari tengah dan jari terlunjuk) di bawah pusat sampai
simfisis pubis. Hasilnya normal bila celah tidak lebih dari lebar 2 jari (lihat gambar 3.8)
 Rapikan pakaian ibu dan tutupi kembali bagian perut.
 Jelaskan untuk pemeriksaan selanjutnya.
cara memeriksa
diastasis
rectus abdominis.
PEMERIKSAAN PUNGGUNG
Palpasi atau ketuk daerah kostrovertebral
untuk mengetahui adanya rasa nyeri.
PEMERIKSAAN KAKI
 Pemeriksaan kaki dilakukan secra bergantian antara kanan dan kiri.
Lakukan pemeriksaan pada satu kaki terlebih dahulu.
 Inspeksi betis untuk melihat adanya kemerahan pada betis.
 Palpasi untuk mengetahui vena varises
 Palpasi edema pada tibia dan pergelangan kaki. Perhatikan tingkat
edema jika ada.
 Dorsofleksikan setiap kaki untuk memeriksa ada tidaknya nyeri pada
betis (tanda human).
PEMERIKSAAN DAERAH PERINEUM
Periksa:
 Vena varises (di vulva dan anus).
 Cairan vagina (lochia) :Warna, jumlah, konsistensi, ada/tidaknya
bekuan darah.
 Bau : ada/tidak, apakah bau busuk.
 Luka/jahitan : edema, kemerahan, memar, hematoma, penyembuhan
dari laserasi atau episiotomy.
 Untuk memeriksa ujung jahitan dan anus, minta ibu untuk berbaring
miring (posisi sim).
Ucapkan terima kasih atas kerja sama ibu
dan minta ibu untuk mengenakan kembali
pakaian dalamnya. Cuci tangan dengan
sabun dan air mengalir, lalu keringkan
dengan handuk bersih dan kering.
Pemeriksaan fisik dan penilaian 2-6 jam ibu
postpartum
Parameter Penemuan normal Penemuan abnormal
Kesehatan umum  Keadaan ibu sadar
sepenuhnya dan
memberikan perhatian
kepada bayinya.
 Letih
 Ibu ingin makan dan
minum.
 Terlalu letih, lemah
 Ibu tidak mau makan atau
minum setelah 2-3 jam
 Ibu tidak memberikan
perhatian terhadap bayinya.
 Ibu tidak mau menyusui
bayinya.
Tanda vital  Tekanan darah 140/90 mmHg,
˂
dapat terjadi kenaikan dari
saat persalinan 1-3 hari
pascasalin.
 Suhu tubuh 38 C
˂ ⁰
 Denyut nadi 60-100 kali/menit.
 Tekanan darah 140/90 mmHg.
˃
 Suhu tubuh 38 C
˃ ⁰
 Denyut nadi 100 kali/menit
˃
Uterus  Tetap keras, kontraksi baik.
 Tidak bertambah besar.
 Tinggi fundus tidak diatas
ketinggian segera saat masa
pascasalin.
 Lembek
 TFU melebihi tinggi fundus saat
segera pascasalin.
 Serviks tampak divagina.
Lochia  merah hitam (lochia rubra).
 Bau biasa
 Tidak ada bekuan darah atau
butir-butir darah beku (ukuran
jeruk kecil).
 Jumlah perdarahan sedikit
(hanya perlu mengganti
pembalut setiap 2-4 jam).
 Merah terang
 Bau busuk
 Mengeluarkan darah beku
 Perdarahan banyak
(memerlukan ganti pembalut
dalam beberapa menit sampai 2
jam)
 Perdarahan telah berhenti, tetapi
ibu mengalami kehilangan
banyak darah setelah persalinan.
Kandung kemih  bisa buang air kecil  ibu tidak bisa buang air
kecil setelah 4 jam.
Jalan lahir  tidak terjadi robekan pada
jalan lahir.
 Ibu merasa nyeri dibagian
jalan lahir atau terdapat
hematoma didalam vagina.
Pemeriksaan fisik terfokus kunjungan hari ke 2 sampai
hari ke 6 pada ibu post partum.
1.Tanda-tanda vital.
2.Payudara.
3.Uterus
4.Lochia.
5.Perineum.
6.Pemeriksaan kaki
Sebelum memulai pemeriksaan,tangan di cuci dengan air dan
sabun,dan sarung tangan di kenakan bila hendak memeriksa lochia
dan perineum. Tangan di cuci kembali setelah selesai melakukan
pemeriksaan,kemudian di keringkan dengan handuk bersih.
1.Tanda-tanda vital.
Mencakup pemeriksaan suhu,tekanan darah dan respirasi. Hasil nya
di jelaskan kepada ibu
2.Payudara.
Dilakukan pemeriksaan puting dan raba pembengkakan payudara.
Ibu perlu di berikan penjelasan bahwa semakin sering menghisap
payudara ibu, maka produksi ASI akan semakin banyak.
3.Uterus.
Seharus nya keras dan tinggi fundus uteri berada di bawah pusat. Ibu
di berikan penjelasan bahwa uterus akan mengecil dalam waktu 2
minggu mendatang dan tidak dapat di raba dari luar.
4.Lochia.
Warnanya masih merah,jumlah nya semakin berkurang dan tidak
berbau. Ibu di berikan penjelasan bahwa dengan semakin
mengecilnya uterus,maka sisa darah akan di keluarkan juga,yaitu
berupa cairan vagina. Warna akan berubah dan kembali normal
seiring berjalannya waktu. Bila tidak terjadi perubahan dan lochia
bertambah banyak, maka ibu di anjurkan beristirahat atau segera
menghubungi bidan.
5.Perineum.
Darah perineum di periksa kebersihan nya,ada nya
pembengkakan,serta rasa nyeri. Ibu di ingatkan untuk
mencuci daerah perineum dengan air dan sabun setiap kali
selesai BAK dan yang kecil BAB dari bagian depan ke
bagian anus. Setelah itu ibu harus mencuci tangan nya
sampai bersih. Pembalut di ganti minimal 2 kali sehari
6.Pemeriksaan kaki.
Dilakukan pemeriksaan terhadap adanya vena
parises,kemerahan pada betis, serta edema.
Hasil pemeriksaan di jelaskan kepada ibu dan
keluarga nya. Bila di temukan masalah dalam
kunjungan 2-6 hari postpartum,maka bidan
dapat mengajarkan masase payudara. Serta
latihan atau senam nifas.
Pemeriksaan fisik minggu ke-4 sampai minggu
ke-6 setelah persalinan,
meliputi :
1. Evaluasi payudara dan putting, serta
menyusui.
2. Pemeriksaan abdomen dan kandung kemih.
3. Evaluasi penyembuhan luka perineum.
TERIMAKASIH

PEMERIKSAAN-FISIK-IBU-NIFAS dalam kebidanan

  • 1.
    PEMERIKSAAN FISIK IBU NIFAS Dosen:Zilfi Yola Pitri, S.Tr.Keb, M.Keb
  • 2.
    Pemeriksaan Fisik Pelayanan kesehatanibu nifas Nifas adalah periode mulai dari 6 jam sam pai dengan 42 hari pasca persalinan. Pelayanan kesehatan ibu nifas adalah pelayanan kesehatan pada ibu nifas sesuai standar yang dilakukan sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali sesuai jadwal yang dianjurkan, yaitu pada 6 jam sampai dengan 3 hari pasca persalinan, pada hari ke-4 sampai dengan hari ke-28 pasca persalinan, dan pada hari ke-29 sampai dengan hari ke-42 pasca persalinan.
  • 3.
    Jenis pelayanan kesehatanibu nifas yang diberikan meliputi: A. Pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, nadi, nafas, dan suhu) B. Pemeriksaan tinggi puncak Rahim (fundus uteri) C. Pemeriksaan lochia dan cairan per vaginam lain D. Pemeriksaan payudara dan pemeberian anjuran ASI eksklusif E. Pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kesehatan ibu nifas dan bayi baru lahir, termasuk keluarga berencana F. Pelayanan keluarga berencana pasca persalinan.
  • 4.
     Pemeriksaan fisikdilakukan secara menyeluruh dan terutama berfokus pada masa nifas, yaitu sebagai berikut.  Kesadaran umum, kesadaran.  Tanda-tanda vital: tekanan darah, suhu, nadi, dan pernafasan.  Payudara: pembesaran, putting susu (menonjol/mendatar, adakah nyeri dan lecet pada puting). ASI sudah keluar, adakah pembengkakan, radang, atau benjolan abnormal.  Abdomen: tinggi fundus uteri, kontraksi uteri.  Kandung kemih kosong/penuh.  Genitalia dan perineum, pengeluaran lokia (jenis, warna, jumlah, bau), udema, peradangan, keadaan jahitan, nanah, tanda-tanda infeksi pada luka jahitan, kebersihan perineum, dan hemoroid pada anus.  Ekstremitas bawah: pergerakan, gumpalan darah pada otot kaki yang menyebabkan nyeri, edema, homan’s sign, dan varises.  Pengkajian psikologis dan pengetahuan ibu.
  • 5.
    Tujuan kunjungan masanifas Untuk menilai kesehatan ibu dan bayi baru lahir Pencegahan terhadap kemungkinan adanya gangguan kesehatan ibu nifas dan bayinya. Mendeteksi adanya kejadian-kejadian masa nifas. Menanggapi berbagai masalah yang timbul dan mengganggu kesehatan ibu maupun bayi pada masa nifas.
  • 6.
    Kunjungan masa nifas Pemerintahmelalui depkes memberikan kebijakan yakni paling sedikit ada 4 kali kunjungan masa nifas. Menurut saifuddin kunjungan nifas dilakukan paling sedikit 4 kali kunjungan yang dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah masalah yang terjadi.
  • 7.
    6-8 JAM SETELAHPERSALINAN Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri. Mendeteksi dan merawat penyebab lain pada perdarahan, rujuk bila perdarahan. Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaiman cara mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri. Pemberian ASI awal. Melakukan hubungan antara ibu dan bayi (bounding attachment). Menjaga bayi tetap sehat dengan mencegah hipotermia.
  • 8.
    6 HARI SETELAHPERSALINAN Memastikan involusi uterus berjalan normal : uterus berkontraksi fundus dibawah umbilicus, tidak ada perdarahan abnormal. Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal. Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyullit. Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, perawatan tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari.
  • 9.
    2 MINGGU SETELAHPESALINAN SAMA SEPERTI KUNJUNGAN KE-2 (6 HARI SETELAH PERSALINAN) 6 minggu setelah persalinan Menanyakan ibu tentang penyulit-penyulit yang ia atau bayi alami. Memberikan konseling untuk KB secara dini.
  • 10.
    Persiapan alat 1. Tensi 2.Stetoskop 3. Sarung tangan (handscoon) 4. Kom berisi kapas sublimat dan air DTT 5. Bengkok 6. Larutan chlorine 0,5%
  • 11.
    PERSIAPAN PASIEN 1. Menyapapasien dengan ramah 2. Memposisikan pasien dengan baik 3. Menutup ruangan/menjaga privasi klien
  • 12.
    LANGKAH-LANGKAH PEMERIKSAAN FISIK Langkah-langkahpemeriksaan fisik 1. Pendahuluan 2. Pemeriksaan keadaan umum (setiap kunjungan) 3. Pemeriksaan tanda vital 4. Pemeriksaan payudara 5. Pemeriksaan abdomen 6. Pemeriksaan kandung kemih 7. Pemeriksaan diastasis 8. Pemeriksaan punggung 9. Pemeriksaan kaki 10. Pemeriksaan daerah perineum
  • 13.
    PENDAHULUAN Cuci tangan keseluruhan denganair dan sabun serta keringkan handuk.
  • 14.
    PEMERIKSAAN KEADAAN UMUM (SETIAPKUNJUNGAN)  Keadaan umum: cara berjalan dan bergerak  Ekspresi wajah  Perilaku: tampak sesuai budaya ibu  Kebersihan: bersih, tidak bau badan  Kulit: adakah tampak luka atau memar bekas kekerasan dalam rumah tangga  Konjungtiva
  • 15.
    PEMERIKSAAN TANDA VITAL Ibududuk atau berbaring dalam keadaan nyaman dan relaks. Sambil mengukur suhu, lakukan:  Pengukuran tekana darah: batas normal sistolik 90-140 mmHg, diastolik 90 mmHg. Bila sistolik 90 mmHg, segera lakukan ˂ ˂ rapid assessment, dan bila diastolic antar 90-110 mmHg.  Tanyakan adakah nyeri kepala hebat, pandangan mata kabur, atau lihat kenaikan tekanan darah sebelumnya. Bila diastolik 110 ˃ mmHg, Lakukan rapid assessment.  Suhu: normal 38 , lihat pengeluaran vagina apakah berbau ˂ ℃  Nadi: batas normal 110 kali/menit. ˂
  • 16.
    PEMERIKSAAN PAYUDARA Lakukan inspeksipayudara: kontur tidak ada dimpling, tidak terlihat benjolan, kulit licin, tidak ada kerutan, tidak kemerahan, dan perhatikan adakah kelainan, minta ibu untuk menempatkan lengan kirinya diatas kepala:  Palpasi payudara secara sistematis sampai ketiak, payudara normal teraba lebut da tidak nyeri tekan. Pada ibu menyusui, payudara teraba padat. Pemeriksaan payudara pada hari kedua menunjukkan payudara bengkak dank eras/ tegang.  Perhatikan apakah terdapat pembesaran kelenjar getah bening  Perhatikan putting, apakah menonjol, tidak ada luka/lecet, dan apakah keluar kolostrum.  Ulangi dengan cara yang sama untuk payudara kanan.
  • 17.
    Palpasi payudara menggunakansalah satu cara(metode) seperti yang dijelaskan pada gambar. Setelah selesai, bantu ibu untuk memakai bajunya kembali. Posisi tangan saat palpasi payudara.
  • 18.
    Perhatikan cara menekanpayudara dengan bantalan tiga jari, yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. menekan payudara dengan bantalan 3 jari.
  • 19.
    palpasi payudara Palpasi payudaradidaerah seperti yang tertera pada gambar dilakukan secara linear dari luar ke dalam. Pada setiap titik palpasi, jaringan harus dinilai dengan menekan pada bagian permukaan dangkal, bagian pertengahan, dan bagian dalam. Setelah palpasi payudara, puting dipijat untuk mengetahui pengeluaran cairan atau kolostrum
  • 20.
    palpasi payudara metodewheel-spoke Palpasi payudara metode wheel-spoke dimulai dari batas luas atas (aksila). Palpasi kea rah dalam areola seperti mengikuti roda, gerakkan searah jarum jam mengitari payudara. Palpasi berakhir diantara putting
  • 21.
    palapsi payudara metoderadial Palpasi payudara metode radial dimulai dari bagian luara atas payudara (aksila) yang diikuti gerakan sirkular searah jarum jam, dengan lingkaran kearah sentral yang semakin mengecil, dan berakhir diantara puting.
  • 22.
    PEMERIKSAAN ABDOMEN  Mintaibu untuk membuka baju dibagian perutnya.  Periksa bekas luka, jika terdapat operasi baru section caesarea, periksa ada/tidaknya luka yang terbuka atau nanah.  Palpasi uterus untuk mengetahui fundus uteri (TFU), tinggi fundus akan turun 1 cm setiap hari sampai hari ke-9 atau 10. Pada hari ke-9 atau 10 tersebut, fundus uteri sudah tidak teraba lagi. Hari keenam, TFU berada dipertengahan antara pusat dan simfisis pubis (lihat gambar 3.7) Lakukan palpasi terhadap :  Lokasi  Konsistensi : keras.
  • 23.
    pemeriksaan tinggi fundusuteri. Angka menunjukkan pengecilan uterus. Setiap hari pada masa nifas akan turun 1 cm sampai hari ke-9 atau hari ke-10. Pada hari ke-9 atau ke-10, fundus uteri ini sudah tidak teraba lagi.
  • 24.
    PEMERIKSAAN KANDUNG KEMIH Lakukanpalpasi diatas simfisis pubis, kandung kemih tidak teraba. Bila, teraba, tanyakan apakah sakit atau ibu mempunyai dorongan untuk berkemih.
  • 25.
    PEMERIKSAAN DIASTASIS  Ibudalam posisi sedikit mengangkat kepala. Palapsi derajat pertengahan otot abdomen dengan cara menempatkan 2 jari (jari tengah dan jari terlunjuk) di bawah pusat sampai simfisis pubis. Hasilnya normal bila celah tidak lebih dari lebar 2 jari (lihat gambar 3.8)  Rapikan pakaian ibu dan tutupi kembali bagian perut.  Jelaskan untuk pemeriksaan selanjutnya. cara memeriksa diastasis rectus abdominis.
  • 26.
    PEMERIKSAAN PUNGGUNG Palpasi atauketuk daerah kostrovertebral untuk mengetahui adanya rasa nyeri.
  • 27.
    PEMERIKSAAN KAKI  Pemeriksaankaki dilakukan secra bergantian antara kanan dan kiri. Lakukan pemeriksaan pada satu kaki terlebih dahulu.  Inspeksi betis untuk melihat adanya kemerahan pada betis.  Palpasi untuk mengetahui vena varises  Palpasi edema pada tibia dan pergelangan kaki. Perhatikan tingkat edema jika ada.  Dorsofleksikan setiap kaki untuk memeriksa ada tidaknya nyeri pada betis (tanda human).
  • 28.
    PEMERIKSAAN DAERAH PERINEUM Periksa: Vena varises (di vulva dan anus).  Cairan vagina (lochia) :Warna, jumlah, konsistensi, ada/tidaknya bekuan darah.  Bau : ada/tidak, apakah bau busuk.  Luka/jahitan : edema, kemerahan, memar, hematoma, penyembuhan dari laserasi atau episiotomy.  Untuk memeriksa ujung jahitan dan anus, minta ibu untuk berbaring miring (posisi sim).
  • 29.
    Ucapkan terima kasihatas kerja sama ibu dan minta ibu untuk mengenakan kembali pakaian dalamnya. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, lalu keringkan dengan handuk bersih dan kering.
  • 30.
    Pemeriksaan fisik danpenilaian 2-6 jam ibu postpartum Parameter Penemuan normal Penemuan abnormal Kesehatan umum  Keadaan ibu sadar sepenuhnya dan memberikan perhatian kepada bayinya.  Letih  Ibu ingin makan dan minum.  Terlalu letih, lemah  Ibu tidak mau makan atau minum setelah 2-3 jam  Ibu tidak memberikan perhatian terhadap bayinya.  Ibu tidak mau menyusui bayinya.
  • 31.
    Tanda vital Tekanan darah 140/90 mmHg, ˂ dapat terjadi kenaikan dari saat persalinan 1-3 hari pascasalin.  Suhu tubuh 38 C ˂ ⁰  Denyut nadi 60-100 kali/menit.  Tekanan darah 140/90 mmHg. ˃  Suhu tubuh 38 C ˃ ⁰  Denyut nadi 100 kali/menit ˃ Uterus  Tetap keras, kontraksi baik.  Tidak bertambah besar.  Tinggi fundus tidak diatas ketinggian segera saat masa pascasalin.  Lembek  TFU melebihi tinggi fundus saat segera pascasalin.  Serviks tampak divagina.
  • 32.
    Lochia  merahhitam (lochia rubra).  Bau biasa  Tidak ada bekuan darah atau butir-butir darah beku (ukuran jeruk kecil).  Jumlah perdarahan sedikit (hanya perlu mengganti pembalut setiap 2-4 jam).  Merah terang  Bau busuk  Mengeluarkan darah beku  Perdarahan banyak (memerlukan ganti pembalut dalam beberapa menit sampai 2 jam)  Perdarahan telah berhenti, tetapi ibu mengalami kehilangan banyak darah setelah persalinan.
  • 33.
    Kandung kemih bisa buang air kecil  ibu tidak bisa buang air kecil setelah 4 jam. Jalan lahir  tidak terjadi robekan pada jalan lahir.  Ibu merasa nyeri dibagian jalan lahir atau terdapat hematoma didalam vagina.
  • 34.
    Pemeriksaan fisik terfokuskunjungan hari ke 2 sampai hari ke 6 pada ibu post partum. 1.Tanda-tanda vital. 2.Payudara. 3.Uterus 4.Lochia. 5.Perineum. 6.Pemeriksaan kaki
  • 35.
    Sebelum memulai pemeriksaan,tangandi cuci dengan air dan sabun,dan sarung tangan di kenakan bila hendak memeriksa lochia dan perineum. Tangan di cuci kembali setelah selesai melakukan pemeriksaan,kemudian di keringkan dengan handuk bersih. 1.Tanda-tanda vital. Mencakup pemeriksaan suhu,tekanan darah dan respirasi. Hasil nya di jelaskan kepada ibu 2.Payudara. Dilakukan pemeriksaan puting dan raba pembengkakan payudara. Ibu perlu di berikan penjelasan bahwa semakin sering menghisap payudara ibu, maka produksi ASI akan semakin banyak.
  • 36.
    3.Uterus. Seharus nya kerasdan tinggi fundus uteri berada di bawah pusat. Ibu di berikan penjelasan bahwa uterus akan mengecil dalam waktu 2 minggu mendatang dan tidak dapat di raba dari luar. 4.Lochia. Warnanya masih merah,jumlah nya semakin berkurang dan tidak berbau. Ibu di berikan penjelasan bahwa dengan semakin mengecilnya uterus,maka sisa darah akan di keluarkan juga,yaitu berupa cairan vagina. Warna akan berubah dan kembali normal seiring berjalannya waktu. Bila tidak terjadi perubahan dan lochia bertambah banyak, maka ibu di anjurkan beristirahat atau segera menghubungi bidan.
  • 37.
    5.Perineum. Darah perineum diperiksa kebersihan nya,ada nya pembengkakan,serta rasa nyeri. Ibu di ingatkan untuk mencuci daerah perineum dengan air dan sabun setiap kali selesai BAK dan yang kecil BAB dari bagian depan ke bagian anus. Setelah itu ibu harus mencuci tangan nya sampai bersih. Pembalut di ganti minimal 2 kali sehari 6.Pemeriksaan kaki. Dilakukan pemeriksaan terhadap adanya vena parises,kemerahan pada betis, serta edema.
  • 38.
    Hasil pemeriksaan dijelaskan kepada ibu dan keluarga nya. Bila di temukan masalah dalam kunjungan 2-6 hari postpartum,maka bidan dapat mengajarkan masase payudara. Serta latihan atau senam nifas.
  • 39.
    Pemeriksaan fisik mingguke-4 sampai minggu ke-6 setelah persalinan, meliputi : 1. Evaluasi payudara dan putting, serta menyusui. 2. Pemeriksaan abdomen dan kandung kemih. 3. Evaluasi penyembuhan luka perineum.
  • 40.