Dokumen ini membahas tentang peran dan nama sang pencipta, menyoroti bahwa dalam konteks kekristenan, nama 'Jehovah' digunakan dalam masa ibadah simbolik sementara 'Yesus' digunakan di masa ibadah hakekat. Ditekankan pula pentingnya pemahaman mengenai tritunggal dan konsekuensi dari penggunaan nama tersebut serta keyakinan bahwa masa penyelamatan akan diakhiri dengan pengakuan kekuasaan Jesus sebagai Tuhan. Kesimpulannya, pengetahuan tentang sang pencipta sepenuhnya tergantung pada pewahyuan yang terdapat dalam Alkitab.